
Mulai Januari sampai dengan Desember 2025, kata Agung Haryadi, wisatawan sudah mampu merencanakan untuk menyaksikan even-even, sekaligus juga menikmati pariwisata yang ada di Jawa Tengah.
Untuk 10 top even dalam Jateng Calendar of Events 2025, yakni Grebeg Sudiro di Solo, Solo Menari, Festival Gunung Slamet Ke-7 di Purbalingga, Solo Keroncong Festival, dan Java Balloon Attraction di Wonosobo.
Kemudian, Festival Arak-Arakan Cheng Ho di Semarang, Dieng Culture Festival XIV di Banjarnegara, Moro Borobudur, Festival Kota Lama Semarang, dan Internasional Mask Festival di Solo.
Sedangkan 250 even tersebar merata di 35 kabupaten/kota mulai Januari-Desember 2025, di antaranya Haul Syekh Jangkung di Kabupaten Pati, Rejeban Plabengan (Temanggung), Grebeg Sadran Agung Adirasa (Banjarnegara).
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan booklet ‘Jateng Calendar of Events 2025’. Semoga ini bermanfaat sebagai sumber informasi dan referensi rencana perjalanan ke Jateng pada tahun depan,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Asisten Ekonomi dan Pembangunan, dan Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Pemprov Jateng Eni Lestari mewakili Penjabat Gubernur Jateng berharap Jateng Calendar of Events 2025 bisa menarik wisatawan untuk berkunjung.
Ia menyebutkan Jateng tercatat memiliki lebih dari 1.300 daya tarik wisata, meliputi daya tarik wisata alam sebanyak 693 destinasi, daya tarik wisata budaya ada 232 destinasi, dan daya tarik wisata buatan 468 destinasi.
“Jawa Tengah memiliki peran krusial dalam mendukung perekonomian nasional. Maka pada tahun 2024 ditargetkan kementerian mampu menarik perjalanan wisatawan nusantara sebanyak 169,8 juta wisatawan. Ini merupakan target terbesar kedua setelah Jawa Timur,” katanya.
R. Widiyartono













