blank
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji (berpeci), menyampaikan sambutan pada saat membuka pertemuan koordinasi Satgas Penakib. Kegiatan ini digelar di Gedung Karya Darma Kabupaten Pacitan.(Prokopim Pacitan)

PACITAN (SUARABARU.ID) – Bupati Indrata Nur Bayuaji, berharap Kabupaten Pacitan dapat mewujudkan zero Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). di Kabupaten Pacitan bisa ditekan hingga titik nol (zero) atau mencapai titik nol.

Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, harapan zero AKI dan AKB tersebut, disampaikan Mas Aji (panggilan akrab Bupati Pacitan), saat membuka pertemuan koordinasi Satgas Penakib. Kegiatan ini digelar di Gedung Karya Darma Kabupaten Pacitan.

Untuk diketahui, Penakib adalah kelompok atau tim satuan tugas, yang terdiri dari anggota-anggota yang saling berhubungan, memiliki sasaran dan tujuan yang sama. Yaitu untuk bersama-sama bekerja untuk membantu percepatan penurunkan angka kematian ibu dan bayidan penguatan forum penurunan AKI dan AKB.

Target zero AKI dan AKB tersebut, menurut Bupati sangat mungkin bisa tercapai, jika seluruh komponen yang terlibat bekerjasama dan berkomunikasi dengan baik. Terlebih forum Penakib terdiri dari berbagai unsur. Mulai dari unsur kesehatan, Pemkab, TNI, Polri hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Penurunan

Kata Bupati, dengan penanganan yang baik, maka harapan hidup masyarakat, khususnya ibu dan bayi di Kabupaten Pacitan diharapkan akan semakin baik. “Anggota Penakib adalah lintas sektor. Seandainya bisa berbagi peran, maka target itu akan bisa dicapai,” tandas Bupati.

AKB dan AKI di Kabupaten Pacitan sejauh ini terus memgalami penurunan. Menurut hasil Audit Maternal Perinatal Survailans Respon (AMPSR), angka kematian ibu di Tahun 2024 tercatat ada 2. Menurun dibanding Tahun 2023 sebanyak 6. Sedangkan angka kematian bayi sebanyak 47 di Tahun 2014, turun dari 55 di Tahun 2023.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan, Daru Mustikoaji, angka kematian bayi paling banyak disebabkan oleh asfeksia atau gagal nafas. Sedangkan kematian ibu, paling banyak disebabkan perdarahan.

Dari kajian klinis, dibutuhkan perhatian bersama untuk calon ibu hamil maupun ibu hamil. Baik perhatian keluarga, masyarakat sekitar khususnya tenaga kesehatan. Pihaknya juga telah mengambil langkah preventif seperti gencar melakukan sosialisasi kesehatan kepada remaja. Juga melakukan penyuluhan kepada para calon pengantin, serta pembagian bantuan tablet tambah darah untuk remaja.(Bambang Pur)