BLORA (SUARABARU.ID) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Blora menggelar Rapat Akbar untuk memenangkan pasangan bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati Blora, Abu Nafi – Andika Adikrishna Gunarjo (Abdi), hari ini di GOR Mustika Blora Jawa Tengah. Minggu, (8/9/2024).
Rapat Akbar itu dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang dari Partai berlambang Ka’bah (PPP), Gus Ahmad Faishol dan dari Partai Banteng Mencereng alias PDIP, HM. Dasum, hadir pula Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari PDIP, Edi Wuryanto, yang ditugasi oleh DPP PDIP sebagai Panglima Pemenangan Abu Nafi – Andika Adikrishna Gunarjo.
Orasi politik pertama yang disampaikan oleh Achlif Nugroho Widhi Utomo, selaku Ketua Panitia Pelaksana Rapat Akbar PPP Kabupaten Blora, yang juga Anggota DPRD Blora 2024 – 2029, dirinya meminta seluruh jajaran Pengurus DPC, PAC dan Ranting PPP beserta Badan Otonominya untuk bekerja keras memenangkan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Blora 2024 untuk pasangan Abdi Rakyat dan menjalankan pesan dari Pendiri PPP, yakni almarhum Kyai Haji Maimoen Zubaer Rembang, yang akrab disapa Mbah Moen itu.
“Saya teringat pesan Mbah Maimoen Zubaer kepada saya untuk menjaga PPP selama – lamanya, cung tulung jogo PPP supoyo iso njogo wong Islam ning Indonesia,” ucap Achlif Nugroho Widhi Utomo dengan penuh emosional dan keharuan.
Dalam Rapat Akbar tersebut juga diputar film pendek tentang sejarah kelahiran dan perjuangan PPP bersama PDIP, saat masa orde Baru hingga orde Reformasi, dimana dua partai tersebut pernah bersatu untuk memperjuangkan politik dan kepentingan rakyat, yaitu dengan munculnya gerakan ‘Mega Bintang’.
PPP dan PDIP Pernah Bersatu
Dan pernah bersatu, memimpin di Republik Indonesia saat pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri dari PDIP dan Hamzah Haz sebagai Wakil Presiden dari PPP. Saat pergolakan politik melawan Orde Baru, PPP dan PDIP pernah bersatu untuk memperjuangkan politik kebangsaan yang adil dan merakyat, yaitu munculnya Mega Bintang itu.
“Sejarah perjuangan politik PDIP – PPP telah berjalan lama, mulai dari Pusat hingga Daerah, termasuk di Pilkada Blora tahun 2014 dulu kita pernah bersatu, Abu Nafi – Dasum sayangnya kita belum beruntung, dan kini terulang lagi Abu Nafi – Andika, kali ini kita harus menang!,” tegas HM. Dasum, Ketua DPC PDIP Blora.
Sebelumnya, Ketua DPC PPP Blora dalam orasi politiknya, Gus Ahmad Faishol mengucapkan terima kasih atas terpilihnya Abu Nafi yang saat ini menjadi Dewan Penasehat PPP, untuk menjadi bakal calon Bupati Blora 2024, meskipun perolehan kursinya hanya 3 di DPRD Kabupaten Blora.
“Saya ucapkan apresiasi yang setinggi – tingginya atas ditunjuknya Dewan Penasehat kami di PPP, untuk menjadi calon Blora-1 (Bupati), padahal perolehan kursi kami cuma 3, sedangkan perolehan PDIP yang 8 kursi, rela menjadi Blora 2 saja, untuk itu saya meminta seluruh jajaran PPP Blora berusaha keras memenangkan Pilkada nanti di tanggal 27 November 2024, Allahu Akbar!!!,” ujar Gus Ahmad Faishol. (Kudnadi Saputro)













