blank
Foto bersama usai pendampingan. Foto: UKSW

Dr. Evi Maria dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi dalam proses pasca panen dan pemasaran untuk meningkatkan daya saing kopi arabica di pasar.

“Pendampingan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi kopi, tetapi juga untuk memperluas jangkauan pemasaran produk kopi arabica dari Dusun Ngaduman dengan merk ‘Damalung’. Kami berharap para petani dapat mengolah dan memasarkan kopi mereka dengan lebih baik, sehingga kesejahteraan petani dapat ditingkatkan,” ujar Evi.

Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Ir. Djoko Murdono, M.S., dari Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) UKSW, seorang dosen yang telah berpengalaman dalam pengolahan pasca-panen kopi yang membagikan pengetahuan tentang berbagai metode pengeringan biji kopi, baik alami maupun mekanis, untuk meningkatkan kualitas biji kopi. Ir. Djoko Murdono menambahkan bahwa selain penyuluhan, tim juga akan memberikan pelatihan langsung di lapangan serta mendampingi para petani dalam penerapan teknologi pengeringan dan strategi pemasaran yang telah dipelajari.

“Kami ingin memastikan bahwa para petani dapat mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh secara praktis dan mendapatkan hasil yang optimal, baik dari segi kualitas produksi maupun penjualan,” tandas Ir. Djoko Murdono.

Sementara itu, Martin Setyawan, M.Cs., anggota tim yang lain, juga menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, koperasi, dan tim pendamping. “Kolaborasi yang baik akan mempermudah proses inovasi dan implementasi teknologi baru, serta membuka peluang bagi pemasaran kopi yang lebih luas. Merk ‘Damalung’ diharapkan dapat dikenal luas dan menarik minat konsumen,” paparnya.

Sangat terbantu

Para petani yang mengikuti penyuluhan ini mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari Tim PkM UKSW. Mereka berharap dengan pengetahuan baru yang mereka peroleh, kualitas dan penjualan Kopi Arabica yang dihasilkan dapat meningkat dan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian petani kopi di Dusun Ngaduman.

Kepala Dusun Ngaduman, Suyadi menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Tim PkM UKSW dan Kemendikbud Ristek atas dukungannya. Kami berharap pendampingan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi para petani kopi di Dusun Ngaduman,” tegas Kepala Dusun Ngaduman.

Dengan adanya program pendampingan ini, diharapkan petani Kopi Arabica di Dusun Ngaduman dapat mengatasi berbagai tantangan dalam proses pasca panen dan pemasaran, serta mampu meningkatkan kesejahteraan mereka melalui inovasi dan peningkatan kualitas serta jangkauan pasar produk kopi petani kopi di Ngaduman.

Ning S