blank
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) PT Semen Gresik bekerjasama dengan BPBD Rembang menyalurkan bantuan total 500 ribu liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak bencana kekeringan ekstrem di Kabupaten Rembang.  Foto: Humas SG

REMBANG (SUARABARU.ID) – PT Semen Gresik melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Rembang menyalurkan bantuan total 500 ribu liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak bencana kekeringan ekstrim di Kabupaten Rembang.

Ketua UPZ Baznas PT Semen Gresik, Nurhadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penyaluran zakat dari karyawan untuk bidang kemanusian berupa bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di wilayah kabupaten Rembang.

“Proses penyaluran air bersih tersebar di 12 kecamatan kabupaten Rembang, yang didistribusikan menggunakan truk tangki dari BPBD Rembang ke berbagai wilayah yang terdampak bencana kekeringan ekstrim,” terangnya.

blank
Antusias warga di sejumlah wilayah di kabupaten Rembang yang terdampak bencana kekeringan menerima penyaluran air bersih dari UPZ Baznas PT Semen Gresik dan BPBD Rembang. Foto: Humas SG

Ia memastikan bahwa dengan bekerjasama dengan BPBD Rembang untuk pemetaan wilayah atau desa mana saja yang membutuhkan bantuan air bersih agar tepat sasaran.

“Harapannya, semoga keberadaan UPZ Baznas PT Semen Gresik mampu meringankan beban warga dalam memperoleh pasokan air bersih dan benar-benar bermanfaat serta menyasar bagi warga yang membutuhkan sesuai 8 asnaf penerima zakat,” jelas Nurhadi pada keterangan persnya (7/11).

Nurhadi mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan 500 ribu liter air bersih oleh UPZ Baznas PT Semen Gresik merupakan komitmen nyata perusahaan yang termasuk pada program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Semen Gresik pilar Sosial.

Sementara itu, Kepala Dusun Ketangi Kecamatan Pamotan, Nurmalika, menyampaikan terimakasih atas bantuan air bersih dari UPZ Baznas PT Semen Gresik dan BPBD Rembang di wilayahnya.

“Dengan bantuan air bersih ini, semoga bisa bermanfaat untuk kebutuhan warga di desa kami, sehingga bisa bertahan hidup di musim kekeringan esktrim ini,” pungkasnya.

wied