blank
Wali Kota Muchamad Nur Azis memberi motivasi jkepada gyry bimbingan dan konseling. (Bag Prokompim, Pemkot Magelang)

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Guru pengampu Bimbingan Konseling (BK) se-Kota Magelang mendapatkan pelatihan pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) setempat.

Kegiatan yang diadakan di Aula Kantor DPMP4KB dibuka Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz, baru-baru ini. Aziz menyampaikan motivasi agar guru-guru BK menggunakan pendekatan yang humanis, terutama saat menangani anak-anak bermasalah di sekolah masing-masing.

‘’Saya pengen banget kepada guru-guru BK jangan selalu mudah menjustis (menghakimi) siswa, ‘kalau kamu bodoh’. Memang orang dengan IQ tinggi jangan dianggap paling hebat, tapi bagaimana guru yang menghadapi anak IQ lebih rendah mengembangkan potensi-potensi yang lain,’’ katanya.

Sejak dulu stigma BK adalah menakutkan. Karena menangani siswa bermasalah. Oleh sebab itu, dia ingin agar guru BK berubah dari menakutkan menjadi menyenangkan dan nyaman.

Menurut Aziz yang juga berprofesi dokter spesialis penyakit dalam, lebih penting adalah proses bagaimana mengubah siswa bermasalah menjadi tidak bermasalah.

Dia mengingatkan, semua orang termasuk siswa adalah pemenang dan memiliki potensi masing-masing.

‘’Jadi tidak ada kesan ada anak ‘bawah’ anak ‘atas’”, semua sama. Hanya bagaimana kita bisa mengembangkan potensi anak-anak itu, ‘’ ungkapnya.

Kepala DPMP4KB Kota Magelang, Nasrodin menjelaskan, pelatihan dan sinkronisasi kapasitas SDM bagi guru BK ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus bullying serta kasus lainnya seperti kekerasan dan peredaran narkoba di sekolah

Pesertanya adalah guru-guru BK dan sumber daya lembaga penyedia layanan anak yang memerlukan perlindungan khusus di Kota Magelang.

‘’Pelatihan ini menyangkut manajemen nanti bagaimana menangani kasus-kasus di sekolah. Harapannya, melalui pelatihan ini kita mempunya frame, pemahaman dan standar yang sama ketika menangani persoalan yang muncul di sekolah,’’ tuturnya. (pemkotmgl)