blank
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto melepas mobil bantuan air bersih di Kecamatan Karanggayam, Rabu 23/8.(Foto:SB/Prokopim)

KEBUMEN (SUARABARU.ID)- Memasuki puncak kemarau, Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui BPBD dan PMI memberikan bantuan air bersih untuk masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih ke wilayah Kecamatan Karanggayam.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto saat launching penyerahan bantuan air bersih di Kantor Kecamatan Karanggayam, Selasa (22/8) mengungkapkan, bantuan air ditujukan ke wilayah-wilayah pegunungan yang memang sulit mendapat air karena mata air telah mengering.

“Bantuan air bersih ini kita berikan tentunya di wilayah yang kekurangan air, khususnya di pegunungan, karena diprediksi kemarau ini bisa sampai bulan Oktober berdasarkan informasi dari BMKG,”ujar Arif Sugiyanto.

Masyarakat yang kekurangan air, lanjut Bupati, bisa melapor ke BPBD atau PMI untuk bisa diberikan bantuan. Air bersih ini diambil dari PDAM yang sudah jelas kualitasnya, bebas bakteri, bersih, segar dan menyehatkan.

“Air ini dari PDAM dan PDAB, kemudian ada juga bantuan dari PMI, yang diambil dari bulan dana PMI, inilah fungsinya bulan dana PMI yang terus digunakan untuk kemanusiaan,”terangnya.

Kepala Pelaksana BPBD Haryono Wahyudi menjelaskan, bantuan akan dikirim ke Desa Kalirejo, sebanyak empat tangki atau total 8.000 liter. Di Kecamatan Karanggayam ada beberapa titik yang dilaporkan kekeringan, dan akan diberikan bantuan air.

Kemudian di Sidoagung, dan Karangjambu Kecamatan Sruweng juga sudah ada yang melapor sehinga BPBD juga akan segera.mengirim air bersih.

Haryono menyebut, berdasarkan data 2019, lokasi kekeringan parah ada di 90 desa dan 18 kecamatan, kebutuhan airnya  sebanyak 2.745 tangki. “Kalau kita melihat skenario itu, saat ini kita baru mencukupi 30 persen,”terang Haryono.

Untuk itu BPBD meminta kepada semua pihak untuk ikut bahu-membahu membantu dalam penanganan kekeringan ini. Haryono menyebut bantuan air hanya untuk makan dan minum. tidak boleh untuk MCK atau mandi, cuci kakus, atau buang air besar dan kecil.

“Air bersih ini hanya boleh digunakan untuk kebutuhan memasak dan minum, satu KK mendapat jatah 7 liter air,”tandas Haryono.

Komper Wardopo