Pemimpin PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, Endang Pertiwi saat bersilaturahmi dengan Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya. Foto: Dok/Tim Humas

BANTEN (SUARABARU.ID) – PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 menggelar audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (7/7/2023).

Dalam audiensi itu, PT Pegadaian melakukan penjajakan kerja sama program yang akan dijalankan di Lebak.

Pemimpin PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, Endang Pertiwi bersama rombongan diterima oleh Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, di Gedung Negara Kabupaten Lebak.

“Kunjungan kami ke Bupati Lebak untuk bersilaturahmi dan membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak. Selain itu, kami juga menjajaki kerja sama program apa saja yang bisa dikerjasamakan,” kata Endang.

Ia mengungkapkan, satu diantara program yang didorong agar segera terealisasi adalah “Satu Desa Satu Agen”. Diakuinya, masih banyak pemangku kepentingan di Lebak yang belum memahami sepenuhnya program tersebut.

Dalam audiensi tersebut, pihaknya memberikan pemahaman dan edukasi terkait program satu desa satu agen, yang mana program tersebut sudah berjalan di Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).

“Kami berharap bisa segera bekerja sama dengan Pemkab Lebak dalam menjalankan program Satu Desa Satu Agen. Namun tidak menutup kemungkinan kerja sama program-program lainnya seperti KUR yang bisa dimanfaatkan pelaku UMKM,” jelasnya.

Endang menjelaskan, Pegadaian saat ini telah melakukan transformasi yang luar biasa, berbenah dan ingin lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, salah satunya dengan meluncurkan program Satu Desa Satu Agen Pegadaian.

“Dengan adanya program ini, kami lebih mendekatkan kepada masyarakat. Kami juga mempunyai tugas untuk memberdayakan perekonomian di desa,” jelasnya.

Menurut Endang, selain akan dilakukan kerja sama lebih lanjut dengan Bumdes di desa-desa untuk bisa menjadi agen Pegadaian, masyarakat desa juga bisa menjadi agen Pegadaian guna menambah nilai ekonomis baik untuk Bumdes maupun masyarakat sendiri.

Selain itu, kata Endang, hadirnya agen Pegadaian di desa juga dapat menjadi solusi segala kebutuhan finansial masyarakat serta dapat memutus mata rantai rentenir atau lintah darat maupun pinjaman online (pinjol), khususnya di Kabupaten Lebak.

“Saat ini kita merambah ke desa karena di desa ada Bumdes. Bumdes yang aktif nanti bisa dijadikan agen,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Bahkan, pihaknya langsung memberikan arahan ke OPD terkait agar ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama (PKS).

Menurut Iti, produk yang ditawarkan PT Pegadaian sangat membantu perekonomian masyarakat Lebak dibanding harus melakukan pinjaman online (pinjol) yang tidak berizin.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lebak juga memperkenalkan beberapa produk unggulan UMKM Kabupaten Lebak seperti gula aren, sale pisang dan kopi.

Ning S