blank
Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang menggelar Pelatihan Teknis Pertolongan Pertama bagi Potensi Pencarian dan Pertolongan di wilayah Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Foto: Dok/SAR

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Untuk meningkatkan kompetensi pertolongan pertama bagi potensi SAR, Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang menggelar Pelatihan Teknis Pertolongan Pertama bagi Potensi Pencarian dan Pertolongan di wilayah Kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan dari tanggal 5-10 Juni 2023 yang berlangsung di tempat evakuasi akhir Tanjung Muntilan Kabupaten Magelang, yang diikuti oleh 50 peserta dari instansi pemerintah, organisasi atau perorangan, yang berpotensi di bidang pencarian dan pertolongan.

Sementara untuk pelatih sendiri dari anggota Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang yang berjumlah 5 orang yang mempunyai kompetensi dan keahlian di bidang pertolongan pertama.

Diketahui dalam kegiatan tersebut dibuka oleh Brigjen TNI Widjang Pranjoto selaku Direktur Sistem Komunikasi Basarnas.

Widjang mengungkapkan, Kabupaten Magelang merupakan salah satu daerah yang menjadi sorotan, karena disinilah terletak Candi Borobudur yang merupakan destinasi wisata super prioritas Indonesia.

“Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang pertolongan pertama, dengan para peserta yang dilibatkan berasal dari instansi pemerintah dan masyarakat berpotensi SAR di Kabupaten Magelang dan sekitarnya, dan dapat diberdayakan untuk mendukung Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, khususnya Unit Siaga SAR Borobudur dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan,” jelasnya, Jumat (9/6/2023).

Menurut Widjang, secara garis besar, suksesnya operasi sar akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur, sehingga meningkatkan minat berwisata dan mendukung program destinasi super prioritas.

“Harapan saya, pelatihan ini dapat menghasilkan potensi yang mandiri untuk memberikan pelayanan di bidang pencarian dan pertolongan secara optimal. Jadikan kegiatan pelatihan ini sebagai ajang pembelajaran, tukar menukar pengalaman, serta mempererat jalinan silaturahmi guna meningkatkan sinergitas sesama penggiat pencarian dan Pertolongan,” tandas Widjang.

Ning S