Potensi dan perkembangan ini, papar Ma’ruf, perlu terus dikomunikasikan sehingga menjadikan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif menjadi bagian dari kegiatan kesehariannya.
“Saya harap kegiatan Jateng Halal Fair dapat berkelanjutan dan menjadi bagian penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Produsen Produk Halal Dunia pada tahun 2024,” kata Wapres.
Selain membuka Jateng Halal Fair, Wapres Ma’ruf juga mengukuhkan pengurus Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jateng.
Menurutnya, terbentuknya KDEKS Jateng mencerminkan komitmen untuk lebih mendorong lagi percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Tengah.
Sehingga, lanjutnya, pada gilirannya akan berdampak baik bagi ekonomi dan keuangan syariah tanah air. “Dengan terbentuknya KDEKS Jawa Tengah yang dinahkodai langsung oleh Gubernur, selaku Ketua, saya berharap akselerasi implementasi program-program ekonomi dan keuangan syariah dapat semakin dipacu,” paparnya.
Jateng Halal Fair ini diikuti oleh sebanyak 40 stand pameran. Peserta Jateng Jalal Fair terdiri dari dari berbagai UMKM produk halal, beberapa perusahaan seperti Bank Jateng Syariah, Bank Syariah Indonesia, Pegadaian Syariah mengikuti event JHF 2023 ini.
Selain itu Juga beberapa lembaga seperti Bank Indonesia, Baznas, Bulog, Dishanpan Provinsi Jawa Tengah, PT Jateng Agro Berdikari, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Forum Organisasi Zakat dan RSI Sultan Agung.
Hery Priyono













