WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Serangkaian ibadah Pekan Paskah Tahun 2023 oleh Umat Kristiani, telah dimulai dari Minggu Palma (2/4). Kemudian akan dirangkai dengan Rabu Abu (5/4) besok dan Kamis Putih (6/4) lusa. Dilanjut dengan Jumat Agung (7/4), Sabtu Sunyi (8/4) dan perayaan Minggu Paskah (9/4) mendatang.
Di Indonesia, ada 6 agenda tradisi Paskah yang digelar secara tahunan. Terdiri atas Kure di Nusa Tenggara Timur (NTT), Ziarah Kapel Tuan Ma dan Samana Santa (Pekan Suci) di Larantuka Flores, Buha-Buha Ijak di Sumatera Utara, Momento Mori di Kalamantan Tengah (Kalteng), dan Jalan Salib di Wonogiri Jateng.
Ritual Jalan Salib ditradisikan berlangsung bertepatan pada Jumat Agung. Yakni hari peringatan penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus di Bukit Golgota.
Sebelum ada pandemi Covid-19, peringatan Jumat Agung di Wonogiri ditandai dengan menggelar ritual penyaliban Yesus. Yakni ritual yang dikemas dalam 13 stasi jalan sengsara Sang Penebus Dosa.
Disajikan dalam serangkaian gerak teatrikal drama liturgi di dua gunung. Yakni di Gunung Giri yang dilakukan oleh umat dari Gereja Kristen Jawa (GKJ), dan di Gunung Gandul oleh umat Katolik. Ritual yang digelar di dua gunung secara tahunan ini, berlangsung meriah dengan dihadiri oleh ratusan bahkan ribuan orang.
Kayu Salib
Diawali jalan kaki dari lereng bawah. Pemeran Yesus berjalan menanjak sambil memanggul kayu salib. Di kepalanya terpasang Makhota Berduri. Serangkaian adegan teatrikal drama liturgi yang disajikan ini, untuk memvisualisasikan jalan sengsara Yesus.

Itu berlangsung sejak dari awal penangkapan, dan sepanjang jalan dilakukan penyiksaan oleh bala prajurit bersenjatakan pecut cemeti, pedang dan tombak.
Tiba di puncak gunung, ditusuk tombak dan wafat, kemudian disalib pada tiang kayu palang. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Yesus berseru dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhthani?”
Sajian serangkaian visualisasi jalan sengsara Sang Penebus Dosa itu, dibarengi dengan penyampaian narasi yang membuat orang menjadi trenyuh (terharu) oleh penderitaannya.
Tapi, karena pandemi Covid-19, ritual yang telah ditradisikan tahunan itu tidak dilangsungkan lagi terhitung sejak Tahun 2020 lalu. Suwarno dan Emanuel Triatmadja dari GKJ Wonogiri, menyatakan, kegiatan Paskah Tahun 2023 difokuskan di Gereja. ”Jumat Agung akan digelar dengan ibadah sore jam 16.30 di gereja,” jelas Suwarno.
Elisabeth Maya dari Gereja Santo Yohanes Rasul Wonogiri, mengatakan, Umat Katolik Wonogiri akan menggelar ritual Jalan Salib lagi pada Hari Jumat (7/4) di Gunung Gandul, Wonogiri. Tapi tidak ada peragaan, cuma dalam perjalannya ada permenungan,” jelasnya.
Bambang Pur












