blank
pedagang daging ayam. foto; dok

KUDUS (SUARABARU.ID) –  Inflasi di Kudus pada bulan Maret 2023 lalu mencapai 0,25%. Angka inflasi Kudus tersebut di atas angka inflasi Jawa Tengah yang mencapai 0,19% serta inflasi nasional yang sebesar 0,18%

Menurut Kepala Kantor BPS Kudus, Ir. Rahmadi Agus Santosa, M.Si, kelompok pengeluaran yang menjadi pemicu inflasi adalah Transportasi yang mana memiliki andil 0,08 persen, kemudian Makanan, minuman, & tembakau, yang memiliki andil 0,13 persen.

“Selain itu ada perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya, lalu ada pengeluaran perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, kesehatan serta rekreasi, olahraga dan budaya,” kata Rahmadi dalam paparan rilis inflasi bulan Maret, Selasa (4/4).

Sementara, untuk tingkat inflasi tahun kalender di Kudus lanjut dia, sebesar 50,88% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (year to year) sebesar 5,59%. Ini termasuk tinggi sehingga dibutuhkan kerja keras agar dapat terkendali perekonomian masyarakat Kudus.

Adapun top komoditas penyumbang inflasi di Kudus ujar dia, adalah bensin sebesar 0,06 persen, rokok kretek filter sebesar 0,0526 persen, telur ayam ras 0,04 persen, daging ayam 0,0204 persen, bawang putih 0,0191 persen.

Sedangkan top komoditas yang menyumbang deflasi tambah dia, adalah cabai merah -0,0432 persen, bawang merah -0,0422 persen, ikan lele 0,0072 persen dan beras sebesar 0,0069 persen.

Sementara, di bandingkan dengan kota-kota lain di Jateng, Kudus menempati posisi ketiga inflasi tertinggi dari enam kota survey biaya hidup (SBH). Tingkat inflasi keenam kota tersebut yakni Kota Semarang (0.20%), Surakarta (0,24%), Cilacap (0,19%), Kudus (0,25%), Tegal (-0,03%) dan Purwokerto (0,10%).

Ali Bustomi