blank
Aparat Polsek Mejobo memeriksa Pedagang jajanan sekolah usai peristiwa puluhan siswa SDN 2 Mejobo keracunan. Foto: Ist

KUDUS (SUARABARU.ID)  – Seorang pedagang diamankan Polsek Mejobo Polres Kudus, setelah diduga menjual jajanan yang menyebabkan sejumlah siswa SD N 2 Mejobo keracunan, Senin (13/2).

Sedikitnya 10 siswa harus dilarikan ke Puskesmas setelah mengalami pusing, mual, lemas dan muntah usai makan jajanan dari pedagang disekolah.

Selain mengamankan pedagang, Polisi juga menyita sejumlah barang di antaranya Jasuke, Maklor dan Cilor. Termasuk, sisa jajanan yang dikonsumsi murid saat jam istirahat.

WN (34) yang merupakan penjual jajanan tersebut syok saat didatangi pihak kepolisian dilokasi ia berjualan di sekolah untuk dimintai keterangan.

Saat dimintai keterangan, WN mengaku baru pertama kali menjajakan jualannya di SD N 2 Mejobo, dan belum lama menjual jenis jajanan itu di sekolah.

Baca juga Puluhan Siswa SD Mejobo Kudus Diduga Keracunan Jajanan Sekolah

Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kapolsek Mejobo AKP Cipto mengatakan, total ada 25 siswa yang keracunan. 15 siswa diantar kerumah masing masing karena gejala ringan dan 10 siswa dilarikan ke Puskesmas Jepang untuk menjalani perawatan karena kondisnya lemas.

“Selain 10 siswa yang dibawa ke Puskesmas, 15 siswa dilaporkan juga mengalami gejala yang sama usai konsumsi jajanan tersebut, namun memilih rawat jalan di rumah masing-masing karena gejala ringan,” jelas AKP Cipto.

Ia menambahkan, semua sampel makanan yang diduga jadi pemicu terjadinya keracunan yang dialami siswa telah disita petugas, rencananya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sampai saat ini, dari 10 siswa yang dibawa ke Puskesmas 9 diantaranya sudah diperbolehkan pulang. Jadi masih ada 1 siswa yang dirawat di Puskesmas karena kondisinya masih lemas,” imbuhnya.

Selain itu, kami juga mengimbau agar orang tua mengawasi jajanan buah hati mereka. Menurutnya, ketika anak-anak berada di lingkungan sekolah, maka pengawasan oleh para guru bisa dilakukan. Makanan dan minuman yang dijual di kantin sekolah pun juga bisa disortir agar tidak ada jajanan yang berbahaya.

“Kepada para orangtua diusahakan membawakan bekal anak, hal ini untuk meminimalisir anak anak jajan diluar,” pungkasnya.

Ali Bustomi