JEPARA (SUARABARU.ID|) – Refleksi pergantian tahun 2023 dimanfaatkan dengan positif oleh pemuda di Batealit yang tergabung dalam paguyuban “Pemuda Lereng Muria” atau lebih dikenal dengan sebutan PULE MURIA. Komunitas ini juga ikut mengelola wisata alam “Kali Dayung” bekerjasama dengan Bumdes yang ada di desa Batealit .
Malam tahun baru ini diisi dengan pengajian umum dan Maulid Nabi yang pimpin pembacaannya oleh Habib Sodiq bin Ja’far bin Baharun dan ditutup dengan siraman ilmiyah oleh Kyai Abdul Majid Al Hafidz.
Persiapan yang dilaksanakan oleh para pemuda yang diwarnai curah hujan lebat tetap membuahkan hasil yang sangat memuaskan dan maksimal. “Masyarakat tetap antusias menghadiri acara pengajian malam ini,” ujar Oscar Widodo, Ketua Komunitas PULE

Harapannya kegiatan ini bisa menjadi pemantik semangat di semua sektor, termasuk pariwisata dan perekonomian masyarakat pada umumnya, tambahnya.
Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Ranting Batealit, Khoirul Manan menyatakan, Nahdlatul Ulama Desa Batealit sangat mendukung atas terlaksananya acara tersebut. Karena merupakan hal positif bagi para anak anak muda agar tidak mencari kesibukan yang tidak bermanfaat dan bahkan negatif dengan mengabaikan norma agama, etika dan budaya.
“Kaidah “Albidayah Lahiyan Nihayah”, permulaan menjadi cermin dari semua yang akan terjadi diakhir. Siraman rohani saat kita menyongsong tahun 2023 adahal hal yang baik dan membangun,” tegas Khoirul Manan
Dalam pesan-pesannya Kyai Abdul Majid Al Hafidz menyatakan, semua musibah karena ulah manusia. Karena itu mari tahun baru ini di songsong dengan amalan amalan yang baik agar tidak berdampak pada malapetaka,” ujarnya
Kontributor : Manan













