blank
Monitoring KUBE yang dilakukan Kabid Rehablinjamsos Dinsospermasdes Kabupaten Jepara, Budhi Sulistyawan dan tim (Foto: Arkansa)

JEPARA (SUARABARU.ID) – KUBE Rose  1 dan Rose  2 Desa Buaran sedikit terkejut tatkala mendapat info dari pendamping PKH Ana Nailissa’adah dan Lya Fitchiya Anna terkait monitoring KUBE yang dilakukan Dinsospermasdes Kabupaten Jepara dalam hal ini Kabid Rehablinjamsos bersama tim pada Kamis, 10 November 2022.

“KUBE-PKH yang telah berdiri kisaran tahun 2016 silam telah memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Dinsospermasdes dan telah mengajukan proposal Bansos KUBE melalui APBD 2 Tahun Anggaran 2022.” ujar Lya

“Sehingga merasa perlu untuk dimonev untuk memastikan bahwa KUBE-PKH ini masih berjalan dengan baik.”tambah Nailis yang juga SDM PKH di Buaran.

blank
Kabid Rehablinjamsos Budhi Sulistyawan saat bertemu dengan anggota KUBE Rore Buaran (Foto: Arkansa)

Kabid Rehablinjamsos Budhi Sulistyawan saat bertemu dengan anggota KUBE mengungkapkan,  produksi keripik pisang rasa original dan rasa asin masih perlu pendampingan oleh SDM PKH terutama pada kualitas dan kemasan.

Menurut Budhi,  untuk mengurangi kandungan minyak, bisa diusahakan untuk memikili spinner atau  mesin peniris minyak serbaguna yang terbuat dari plastik dan bisa dipesan di salah satu market pleace

“Dengan monev ini diharapkan apa yang menjadi catatan dari Dinas bisa dipertimbangan saat bansos KUBEnya cair. Setidaknya dari Pemda Jepara melalui Dinsospermasdes telah menganggarkan sebesar Rp, 5 juta untuk satu KUBE.”ungkap Kiki Ari Cahyo Prayitno Korkab PKH Jepara 1 yang juga turut mendampingi monev.

Di Kecamatan Mayong sendiri, khusus KUBE-PKH terdapat 5 KUBE-PKH yang cair di tahun anggaran ini yang salah satunya adalah KUBE-PKH ROSE 1 dan ROSE 2 Desa Buaran. Setelah cair  diharapkan bansos dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Hadepe – Arkansa