blank
Budi Setiawan (kiri)

JAKARTA (SUARABARU.ID)-Budi Setiawan, pengamat dari Football Institute, mengatakan ada beberapa nama yang layak jadi calon ketum PSSI apabila Mochamad Iriawan mundur. Salah satunya adalah Erick Tohir.

Menteri BUMN ini mencuat setelah Mochammad Iriawan dan anggota Exco PSSI lainnya diminta mundur oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Kanjuruhan.

Mereka harus bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan. Secara normatif, pemerintah tidak bisa mengintervensi PSSI. Namun dalam negara yang memiliki dasar moral dan etik, sudah sepatutnya ketua umum PSSI dan jajarannya akan berdiri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya ratusan korban jiwa.

Pendiri Football Institute, Budi Setiawan memberikan pandangannya terkait nama-nama yang dinilai cocok untuk menjadi Ketua Umum (Ketum) PSSI yang baru. Salah satunya adalah Erick Thohir.

“Ada beberapa nama yang beredar seperti sosok Erick Thohir, menurut saya orang yang pantas untuk maju sebagai ketua PSSI yang kedua ada Hary Tanoesoedibjo yang sudah menjadi ketua Asosiasi Futsal selama kurun waktu lebih dari 7 tahun, lalu ada pak Ahsanul Khosasih sebagai Presiden Klub Madura United,” jelasnya dalam jumpa pers dengan media, Senin (31/10).

“Tiga orang itu punya profil yang bagus. Namun jika ada nama-nama lain dan lebih berkompeten, silakan saja,” tambahnya.

Lembaga independen Football Institute merilis survei terhadap kinerja PSSI dalam penanganan tragedi Kanjuruhan. Hasilnya, mayoritas suporter menyatakan tidak puas.

Founder Football Institute, Budi Setiawan mengatakan, survei tersebut diambil dengan tema ‘Persepsi Fans Sepak Bola Nasional Terhadap Kondisi Sepak Bola Nasional’. Salah satu poin survei membahas penilaian suporter terhadap tanggung jawab PSSI dalam penanganan tragedi Kanjuruhan.

“(Sebanyak) 35 persen (suporter menilai PSSI) tidak bertanggung jawab. (Sementara) 28 persen (suporter menilai PSSI) bertanggung jawab,” kata Budi.

Pria berkacamata itu mengatakan ada tiga penilaian lainnya kepada PSSI terkait hal itu. Penilaian itu dengan masih tingginya angka tidak puas.

“(Sebanyak) 17,9 persen (supporter menilai PSSI) sangat tidak bertanggung jawab, 14,1 persen netral, dan 3,5 persen sangat bertanggung jawab,” terangnya.

Budi mengatakan, hasil survei tersebut sudah diberikan kepada Presiden RI Joko Widodo. Dengan begitu, Kepala Negara mengetahui suara para suporter di Indonesia.

“Kami serahkan kepada presiden. Harapan presiden bisa membaca hasil survei, terkait sikap suporter terkait Kanjuruhan,” tandasnya.

Survei tersebut dilakukan dalam kurun waktu 15-21 Oktober 2022 yang melibatkan 1200 responden dari suporter tersebar di enam kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, dan Malang. Metode sampling dengan menggunakan multi random dengan margin error 2,83 persen dan confident interval 95 persen.

Untuk suporter yang dilibatkan dalam survei itu dengan kategori, yakni pendukung salah satu tim besar, rutin menonton sepak bola selama satu musim, dan secara rutin menyaksikan tayangan sepak bola nasional di televisi. Kategori lainnya, yaitu memiliki alokasi anggara untuk mendukung tim kebangaan di Liga 1.

Muhaimin