blank
Petugas memvaksin sapi di Podosoko, Sawangan, hari ini. Foto: eko

KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID) –Kabupaten Magelang mulai memvaksin hewan ternak yang terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pelaksanaan vaksin perdana dilakukan di Desa Podosoko, Kecamatan Sawangan, hari ini (Senin 27 Juni).

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang,
Joni Indarto AP MSi, mengatakan, untuk tahap awal yang akan divaksin 600 ekor, se- kabupaten. Pelaksanaanya dibatasi tanggal 2 Juli harus selesai.

Diakui jumlah itu pasti kurang banyak. Karena jumlah sapi potong se-kabupaten 78.813 ekor, sapi perah 687 ekor, kerbau 5.814 ekor. Sementara kambing 84.996 ekor, domba 87.136 ekor dan babi 558 ekor. “Ternak yang rentan adalah sapi, kambing, domba, babi,” jelasnya.

Kabid Keswan dan Kesmavet, Ery Indraswari, menambahkan, dari
dosis yang diperoleh untuk 600 ekor itu alokasinya untuk 150 sapi perah, sisanya untuk sapi potong. Karena  ada batas waktu tanggal 2 Juli harus selesai. Maka harus diselesaikan Minggu ini.

Disebutkan, vaksin itu dari Pemerintah Pusat melalui Provinsi.
Magelang semula hanya mengajukan 300. Karena yang divaksin harus hewan yang sehat dan di lokasi itu tidak boleh pernah terkena.

“Ditempatkan di Dusun Podo ini karena masih hijau belum pernah terkena sama sekali. Hari ini membawa vaksin 400 untuk 400 ekor,” jelasnya.

Vaksinator

Sementara itu  vaksinatornya telah dibentuk enam tim. Masing-masing dua orang. Satu tim menangani satu RT. Diakui jumlah vaksinatornya masih kurang.

Ditambahkan, sejauh ini sapi yang sudah terkena 795 ekor, tersebar di 16 kecamatan, 58 desa.
Pengajuan vaksinnya tidak banyak, karena dibatasi waktu tanggal 2 Juli harus sudah selesai. Mungkin akan ada lagi. “Sasarannya yang belum pernah kena sama sekali,” tuturnya.

Sedangkan sapi yang sudah kena PMK ada bantuan obat dari Provinsi. Berupa vitamin, antihistamin, antibiotik, antiviretik.
Sebetulnya itu bukan obat, tetapi untuk mengurangi gejala sakit. Itu sudah diberikan sejak ada laporan PMK. “Kalau obatnya memang tidak ada karena itu virus,” jelasnya.

Selebihnya dia minta kepada peternak, kalau ditemukan indikasi sapinya terjangkit, peternak jangan panik. Diminta melapor kepada petugas. “Peternak tetap memelihara ternaknya dengan baik, dikasih makan dan minum cukup.
Kemudian dijaga keamanannya,
membatasi orang ke luar masuk kandang dan jangan mendatangkan ternak dari luar daerah dulu,” pintanya.

Salah satu peternak, Hadi (52) warga Dusun Piji, Podosoko,
mengaku memiliki dua ekor dan sudah terkena PMK. Dia
suntikkan secara pribadi dengan biaya Rp 100 ribu per ekor.
Sapi miliknya sudah pernah beranak 3 kali dan 4 kali. “Sudah ada tanda-tanda sakit, mulut dan hidungnya meler, kakinya tidak tahan berdiri lama. Daripada mati ya saya obati,” katanya.

Bupati Zaenal Arifin yang hadir dalam acara itu mengatakan,
Pemkab Magelang mengambil langkah agar tidak terjadi penyebaran PMK. Awalnya terjadi di Grabag dan Salam, kemudian merambah ke kecamatan lain. Maka delapan pasar hewan yang ada di Kabupaten Magelang ditutup sementara agar tidak terjadi penularan. Sebab pembawa  virusnya bisa melalui manusia,
bisa juga benda-benda mati seperti mobil. Karena bisa menempel di situ dan bisa menularkan.

Terkait vaksin, Jumat mengambil ke Provinsi, Sabtu sampai dan diterapkan di Podosoko hari ini. Dipilihnya desa itu karena merupakan salah satu sentra yang memperkuat kontribusi yang ada di Kabupaten Magelang.

Eko Priyono