blank
Tim SAR menggotong jenazah korban tenggeelam di Sungai Tuntang. Foto: Ist

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Dua bocah kakak-beradik tenggelam di Sungai Tuntang Desa Kemiri, Kecaatan Gubug, Grobogan. Jumat siang (11/3/2022) tadi keduanya ditemukan dalam keadaan tewas di dua tempat terpisah setelah empat hari tenggelam.

Tim Basarnas menemukan korban pertama atas diri Erwin (12), di lokasi yang berjarak sekitar 10 km dari titik awal tenggelam

“Lokasi penemuan berupa pusaran air. Pertama yang ditemukan yang laki-laki,” ungkap Ali anggota tim Basarnas, saat ditemui di RS Getas Pendowo, Grobogan Jumat siang.

Korban Erwin ditemukan dengan kondisi mengambang di pusaran air di arus Sungai Tuntang yang sudah masuk di kawasan Desa Trimulyo, Kabupaten Demak.

“Korban ditemukan di pusaran air di Wonosalam, Demak. Sudah empat hari tim mencari korban di lokasi tersebut, tetapi baru tadi ditemukan dalam keadaan mengambang,” ungkap Ali.

Erwin Ahmad Yanwar (12) sebelum dibawa ke RS Ki Ageng Getas Pendowo Kabupaten Grobogan, sempat dibawa ke puskesmas Wonosalam, Demak.

“Selang setengah jam dari penemuan pertama, korban kedua yang merupakan adik Erwin ditemukan di Desa Trimulyo, sekitar 3 kilometer dari lokasi penemuan kakaknya,” tambah Ali.

Penemuan dua bocah asal Wonosari, Gunung Kidul, DIY membuat pasangan Fajar Tuhu dan Dwi Lestari lemas.  Orang tua korban masih lemas saat Camat Gubug, Bambang, berusaha menghibur dan berserah atas musibah yang dihadapi oleh keduanya.

Kapolsek Gubug AKP Puji Heri Budiarto mengungkapkan, pencarian dua korban tewas dilakukan empat hari. Pencarian dilakukan baik siang hari maupun malam hari.

“Semalam pencarian dilakukan sampai pagi hari. Akhirnya hari ini dua korban sudah ditemukan. Rencana keduanya dimakamkan di Desa Kemiri, tempat tinggal nenek korban,” ungkapnya.*-

Tya Wiedya