blank
Direktur Digital Business Telkom M Fajrin Rasyid (kedua dari kiri). dalam acara Digitalks, yang merupakan bagian dari rangkaian peresmian Gerakan #AkselerasiGenerasiDigital, di Jakarta Convention Center, Rabu (15/12/2021). Foto: dok/ist

JAKARTA (SUARABARU.ID)– Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan, di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, tidak ada pilihan lain bagi masyarakat selain beradaptasi dengan perubahan itu.

Menurut dia, hal itu harus dilakukan, agar mampu bertahan. Apalagi adanya pandemi telah mempercepat tingkat adopsi digital masyarakat, sekaligus transformasi digital itu sendiri sekitar tujuh tahun lebih cepat.

”Kita perlu memaksimalkan digitalisasi, agar bisa leapfrog dan menyejajarkan Indonesia dengan negara maju lainnya. Untuk itu, Telkom hadir untuk mendorong digitalisasi itu, melalui penyediaan konektivitas, platform, dan layanan digital,” kata Ririek, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/12/2021).

BACA JUGA: Upaya Membangkitkan Kembali Posisi Orbit Olahraga Jateng di Keolahragaan Nasional

Ditambahkan dia, Telkom telah memiliki Indonesia Telecommunication and Digital Research Institute (ITDRI), sebagai wujud nyata dari komitmen Telkom untuk mewujudkan bangsa yang lebih sejahtera, mandiri dan berdaya saing melalui riset, inovasi, dan pembelajaran yang dilakukan secara terintegrasi, dengan memanfaatkan teknologi terkini.

”ITDRI telah berkontribusi dalam mencetak talenta digital unggulan berstandar internasional. Semoga ke depannya dapat menjadi pusat Learning, Innovation, and Research melalui digital platform, dan akan menghasilkan jutaan talenta digital di seluruh Indonesia. Sehingga talenta muda digital inilah yang akan memperkuat ekonomi digital Indonesia di waktu mendatang,” ungkap Ririek.

Dijelaskan dia, adopsi teknologi yang tinggi dari masyarakat, khususnya di masa pandemi, menjadi salah satu faktor yang mempercepat perkembangan industri digital di Indonesia. Industri digital sendiri diharapkan akan mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian, terutama dalam mendukung sektor UMKM di Indonesia yang jumlahnya sangat besar.

BACA JUGA: Polda Jateng Terjunkan 15.900 Personil Amankan Nataru

Gerakan #AkselerasiGenerasiDigital, merupakan gerakan kolaboratif dalam membangun talenta, inovasi, perusahaan rintisan, dan soonicorn (soon to be Unicorn) yang menguatkan dan mengakselerasi kemajuan ekosistem ekonomi digital di Indonesia.

Gerakan #AkselerasiGenerasiDigital ini telah diresmikan Presiden RI, Joko Widodo, pada Rabu (15/12/2021), di Jakarta Convention Center. Akselerasi generasi digital dilakukan dengan tiga cara, yaitu mempersiapkan telenta digital melalui program micro credential dari Kemendikbud, yang berisi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Kemudian, mempersiapkan para generasi muda masa depan dengan pembekalan digital yang komprehensif, melibatkan BUMN untuk kegiatan training dan mentoring melalui program Indonesia Digital Tribe. Lalu menyiapkan pendanaan bagi para startup anak bangsa, melalui Merah Putih Fund, yang merupakan inisiasi dari Kementerian BUMN.

BACA JUGA: Tidak Boleh Under Estimate Kamtibmas Jelang Natal dan Tahun Baru 2022

Merah Putih Fund merupakan modal ventura, yang diinisiasi Kementerian BUMN untuk membangun ekosistem startup di Indonesia. Merah Putih Venture Fund dikelola oleh lima corporate venture capital BUMN, yang terdiri dari Mandiri Capital Indonesia, MDI Ventures, Telkomsel Mitra Inovasi, BRI Ventures, dan BNI Ventures.

Merah Putih Fund menargetkan dana kelolaan hingga USD 300 juta, yang nantinya akan melakukan investasi ke soonicorn (soon to be Unicorn) di Indonesia.

”Telkom meyakini, dengan digitalisasi dan kolaborasi semua pihak, seperti pelaku bisnis, pemerintah, institusi dan lainnya, dapat menjadikan Indonesia lebih baik lagi di masa mendatang,” tukas Ririek.

Riyan