blank
Suasana sarasehan di Gedung MWC NU Kaliwungu Kendal.(FOTO:SB/Agung).

KENDAL(SUARABARU.ID)-Gerakan Pemuda (GP) Ansor sebagai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama(NU) tidak hanya menjadi organisasi perkaderan semata, tapi juga sebagai organisasi pergerakan.

Pergerakan di sini adalah bergerak untuk membenahi ideologi, pendidikan, sosial keagamaan dan ekonomi serta lainnya. Intinya berkhidmah di masyarakat untuk menciptakan kehidupan yang dinamis.

Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Kaliwungu GP Ansor, Wahidin Yunus, mengatakan, hal terpenting adalah membangkitkan ekonomi, sehingga para pemuda NU bisa mandiri.

“Memunculkan ide kreatif, agar bisa membangun ekonomi kreatif,” kata Wahid, saat saresehan dengan para mantan Ketua PAC GP Ansor Kaliwungu Tahun 1980-2019 yang digelar di sela- sela peringatan Hari Lahir (Harlah) GP Ansor ke-87 di Gedung MWC NU Kaliwungu, Minggu(25/04/2021).

Hadir dalam peringatan tersebut, mantan Wakil Bupati Kendal (2010-2015) Mukhammad Mustamsikin, yang juga mantan Ketua PAC GP Ansor Kaliwungu, Periode 2005-2010.

Mustamsikin menegaskan agar para pengurus dan anggota NU Kaliwungu sekarang ini harus bisa meningkatkan kualitas SDM.

Yakni, dengan berbagai kajian kitab dan diskusi, sehingga nantinya bisa menjawab berbagai persoalan yg ada di masyarakat.

Terutama masalah keagamaan yang berakitan dengan amaliyah dan tradisi yang ada di NU.

Selain itu, budaya yang ada di NU seperti peringatan hari kematian, budaya nyantri dan mengaji, serta lainnya.

“Jadi kalau masih ada orang mempertanyakan amaliyah, ritual dan budaya yang ada di NU, mereka bisa menjawabnya,” ujarnya.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Kaliwungu, Muhammad Abbas mengatakan, harus bisa belajar tiga hal dari teori evolusi Charles Darwin.

Bahwa mereka yang mampu bertahan karena telah mampu melampaui tiga hal itu.

Reproduksi dalam organisasi yakni berkaitan dengan perkaderan, transfer ilmu pengetahuan dan sebagainya. Adaptasi dalam hal ini Ansor harus bisa menyesuaikan zaman agar bisa diterima masyarakat.

“Seleksi alam, artinya yang mampu bersaing merekalah yang tetap bisa bertahan dan eksis,” imbuhnya.

Hambali, mantan ketua PAC lainnya menambahkan perkaderan di Ansor harus tetap jalan, karena waktunya tidak lama. Mereka harus kembali berjuang untuk NU sebagai organisasi induk. Agung-mm