blank
Anggota DPR RI Vita Ervina SE. MBA (berdiri/kiri) memberi arahan pada Pelatihan Teknis Kelautan dan Perikanan bidang Pengolahan Hasil Perikanan bagi Masyarakat Perikanan di Kabupaten Magelang, hari ini. Eko Priyono
KOTA MUNGKID (SUARABARU.IDSesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo di situasi pandemi Covid-19 ini makan ikan sangat penting untuk meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh terhadap Covid-19. Selain itu ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein dan Omega-3 sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting, khususnya berkaitan dengan kecerdasan.
Ikan memiliki kandungan gizi yang lengkap, dan memiliki peran penting bagi ibu hamil, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), perkembangan otak anak-anak di bawah usia dua tahun (Baduta), usia remaja, serta lanjut usia.
Data secara nasional angka konsumsi ikan terus meningkat dari tahun ke tahun, namun tingkat konsumsi ikan tersebut tidak merata di semua wilayah di Indonesia, baik provinsi maupun antar kabupaten/kota.
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Vita Ervina SE. MBA mengatakan hal itu dalam acara  Pelatihan Teknis Kelautan dan Perikanan Bidang Pengolahan Hasil Perikanan bagi Masyarakat Perikanan di Kabupaten Magelang, hari ini. Acara di Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan itu berlangsung dua hari,  18 – 19 Maret 2021.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil Jateng VI yang meliputi Kota dan Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, dan  Purworejo, itu selebihnya menyebutkan, berdasarkan data Susenas (2019) angka konsumsi ikan (AKI) di Kabupaten Magelang sebesar 19,05 kg/kapita/tahun.
Idealnya 31 kg/kapita/tahun. Juga berada  di bawah capaian AKI Provinsi Jawa Tengah sebesar 31 kg/kapita dan capaian AKI Nasional sebesar 50,54 kg/kapita.
Acara itu diikuti perwakilan Kelompok Budidaya Ikan se-Kabupaten Magelang sebanyak 100 orang. Agar pesertanya tidak berdesakan, acaranya di dua tempat. Satu tempat menggunakan zoom meeting.
Tugas Bersama
Selebihnya Vita Ervina mengatakan, dalam meningkatkan angka konsumsi ikan di Magelang, merupakan tugas bersama. Kabupaten Magelang dengan tanah dan alamnya yang subur dan sumber air yang melimpah, tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan Magelang sebagai salah satu sentra pembudidaya ikan air tawar. Dengan kondisi tersebut, salah satu peluang besar masyarakat adalah dengan membudidayakan ikan air tawar.
“Tidak hanya dengan membudidaya ikan, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa mengolah hasil budidaya ikan yang ada di daerah,” tuturnya.
Dewasa ini transformasi pembangunan ekonomi menuju era industri kreatif dan inovatif khususnya untuk skala kecil dan menengah sudah menjadi tuntutan kebutuhan masyarakat yang tidak dapat di tawar-tawar lagi.
Kebutuhan hidup masyarakat yang semakin tinggi seiring tingginya biaya hidup serta pergeseran pola konsumsi terhadap sandang, pangan, papan dan informasi menuntut adanya pola usaha masyarakat ke arah ekonomi komersial.
Keberhasilan pengembangan ekonomi komersial membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadahi.
Di samping itu, peluang pasar juga semakin besar bagi produk usaha yang memiliki daya saing. Baik itu dalam hal kualitas maupun harga.  Untuk itu, diperlukan langkah-langkah antisipatif dan strategis dalam rangka menghadapi persaingan regional.
“Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan banyak wirausaha melalui pemberian pelatihan yang memadahi,” tuturnya.
Pada kesempatan dua hari ini, seluruh peserta akam mendapatkan ilmu pengetahuan tentang pengolahan ikan yang terdiri dari Pembuatan Sambal Tomat Lele, Pembuatan Kaki Naga, Pembuatan Bakso Ikan, Teknis Pengemasan, dan Teknik Pemasaran.
Pengembangan Ekonomi 
Ditambahkan,  pelatihan itu difokuskan pada pengembangan ekonomi produktif dan pemberdayaan masyarakat, sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk unggulan lokal dalam percaturan ekonomi lokal, regional bahkan global untuk mendukung percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.
Menjadi tugas dan tanggung jawab bersama untuk terus membina, mengembangkan, serta mencerdaskan para pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM). “Melalui pelatihan ini, harapannya para peserta pelatihan memiliki pengetahuan yang memadahi untuk menjadi wirausaha baru,” tandasnya.
Selain itu juga pengembangan pada UKM dan industri mikro (industri rumah tangga) diarahkan agar menjadi usaha yang mampu mandiri dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha, menggalakkan iklim yang sehat dalam berusaha bagi pelaku ekonomi untuk menumbuhkan kegiatan usaha yang mampu menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi, serta meningkatkan pertumbuhan usaha kecil informal menjadi pengusaha kecil formal yang tangguh dan mandiri.
Dia berharap kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari itu dapat dimanfaatkan dengan baik dan maksimal. Seluruh peserta pelatihan ketika kembali ke rumah masing-masing, ilmu yang didapatkan bisa diimplementasikan. Agar kelak dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
“Secara khusus, saya juga mengusulkan kepada Badan Riset dan Pengembangan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, agar program-program seperti ini pada tahun-tahun depan bisa ditingkatkan dan diperbanyak lagi,” katanya.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, Joni  Indarto, berharap acara itu bisa mengembangkan budidaya ikan di Kabupaten Magelang.
Untuk menopang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, akan dilakukan revitalisasi pasar ikan Ngrajek, juga akan dilakukan pembangunan fasilifas perikanan yang menggembirakan.
“Semoga yang bertumpu dari perikanan dapat mendukung pemerintah dan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Eko Priyono