blank
Aparat Polsek Donorojo semalam memantau kondisi Desa Sumberejo

JEPARA (SUARABARU.ID) – Sungai Pasokan yang mengalir melalui dukuh Tempur, Desa Sumberejo, Kecamatan Donorejo, Jepara kembali meluap Selasa (23/2-2021).  Sebelumnya hujan sangat deras mulai sore di wilayah Kecamatan Donorojo dan Kecamatan Keling.

Banjir mulai terjadi jam 21.00 WIB. Semalam banjir sempat surut, namun pagi ini air kembali meninggi.  Pada tanggal 10 Januari  2020  kawasan ini dilanda banjir bandang.

blank
Suasana banjir pagi ini di Tempur

Setidaknya 6 wilayah RT di dukuh Tempur dan Dukuh Pendem  hingga pagi ini masih tergenang air.   Paling tidak 200 lebih rumah penduduk yang ada di wilayah didua padukuhan Desa  desa Sumberejo tergenang.   Tinggi air bahkan mencapai 50 -100 Cm. Air   juga mengenangi sekolah RA Al Hikmah dan MI Miftakul Huda 02  serta sejumlah masjid dan mushola.

Camat Donorojo, Eko Udiyono yang pagi tadi berada dilokasi membenarkan kejadian tersebut. “Kita bersyukur, karena tidak ada korban jiwa. Hanya banyak rumah yang terendam dan mengalami kerusakan kecil.,”” ujarnya.

Menurut Eko Udiyono, sungai Pasokan menampung air  mulai dari Mojo Pati, Kelet, Blingoh dan desa desa diatasnya. “ Jika hujan diatas lebat, maka kemungkinan dukuh Tempur terendam. Sebab  sungai Pasokan tidak mampu menampung hingga meluap ke pemukiman. Sebab dukuh Tempur letaknya berada di bawah sungai tersebut,” papar Eko Udiyono.

blank
Sebuah maadjid di dukuh Tempur yg tergenang air

Banjir ini menurut warga terjadi hampir setiap tahun sebab sungai “Pasokan yang melewati padukuhan ini tidak mampu menampung debit air yang tinggi,” ujar Rahmad salah satu tokoh desa.

Sementara itu Petinggi Sumberejo kepada SUARABARU.ID menuturkan, dukuh Tempur memang telah lama menjadi langganan bajir. Sebab sungai Pasokan saat akan sampai ke dukuh tersebut memang menampung air dari berbagai desa. Jika debit air tinggi dan curah hujan lebat kemungkinan  akan banjir, sebab air kemudian melimpah melewati tanggul,” ujar Petinggi Sumberejo, Nur Fakih.

Karena itu telah dilakukan penyodetan tahun 2020 lalu dengan meluruskan sungai Pasokan. “Namun karena curah hujan yang sangat tinggi dan kemungkinan terjadinya pendangkalan hingga air meluap ke pemukiman,” ujarnya.Karena itu  perlu dilakukan pengerukan sungai Pasokan di bagian  hilir yang sekarang mengalami pendangkalan hingga air tidak cepat mengalir ke laut.

Banjir di Sejumlah Desa

Berdasarkan pantauan SUARABARU.ID  pagi ini, banjir juga terjadi di sejumlah  desa dseperti Dukuh Drojo Desa Tulaan , khususnya di RT 01/ RW 08. Banjir ditempat ini karena meluapnya Kali Ploso. Akibatnya sejumlah rumah tergenang air hingtga 50 Cm.

Banjir juga terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Mayong seperti Desa Pelang, Mayong Lor, Pringtulis, kawasan Polsek Nalumsari, Depan pasar Mayong, depan RS PKU Muhammadiyah,  Kauman Pelemkerep, pasar Myong juga tergenang cukup dalam. Banjir di Mayong diduga  limpahan air dariu Jatisari atau drainase yang tersumbat sampah.

Hadepe- ulil