blank
Mengenakan busana hazmat, relawan Kota Bengawan ini melakukan aksi turun ke jalan mengkampanyekan agar masyarakat tetap waspada karena corona belum reda.

SOLO (SUARABARU.ID) – Dua orang relawan Kota Bengawan melakukan aksi turun ke jalan, berkampanye untuk mengingatkan warga masyarakat bahwa Corona Virus Disease (Covid)-19 belum mereda apalagi sirna.

Presiden Republik Aeng-Aeng, Mayor Haristanto, Senin (22/2), menyatakan, duet relawan itu mengusung poster berukuran 80 x 110 Centimeter (CM), dengan teks tulisan ”Tetap Waspada, Corona Belum Reda.” Aksi turun ke jalan berunjuk poster ini digelar Minggu (21/2), di jantung keramaian Kota Solo, ruas jalur protokol Jalan Slamet Riyadi.

Kampanye corona belum reda agar masyarakat tetap waspada tersebut, dilakukan oleh relawan Thomas Galih dan Mayor Haristanto. Kepada masyarakat, diseru untuk jangan kendor dalam melakukan upaya pencegahan wabah virus corona. ”Kita wajib tetap waspada,” tegas Mayor.

Sebagai tokoh kreatif penerima banyak anugerah rekor dunia dari MURI, Mayor, menyerukan agar dalam melakukan tindak pencegahan Covid-19, masyarakat tidak hanya melakukan tindakan 3 M saja. Tapi harus melaksanakan pembudayaan perilaku hidup 5 M. Yakni senantiasa memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

PPKM Diperpanjang
”Agar kita sehat semua,” tegas Mayor sebagai pegiat kota yang sekaligus menggagas kampanye Tetap Waspada Corona Belum Reda tersebut. Yang dalam aksinya, memakai busana hazmat Alat Pelindung Diri (APD).

blank
Saat relawan Kota Bengawan melakukan aksi di Jalan Slamet Riyadi, tampak di latar belakang melintas KA Batara Kresna Solo-Wonogiri.

Sementara itu di Jakarta, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, menegaskan, masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro diperpanjang lagi mulai Tanggal 23 Februari hingga 8 Maret 2021 mendatang.

PPKM untuk wilayah Jawa-Bali ini, resmi diperpanjang melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), demi kiat memutus mata rantai penularan Covid-19. Dalam skala nasional, PPKM mikro tahap pertama, disebutkan mampu mengurangi angka jumlah positif Covid-19 di Tanah Air sebanyak 17,27 persen.

Bambang Pur