Isdiyanto (kanan) menyebutkan, pergelaran Jateng Bersalawat ini, tetap menggunakan protokol kesehatan ketat. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Rencana penyelenggaraan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriyah, yang dikemas dalam acara ‘Jateng Bersalawat’, Jumat (20/4/2020), akan dimeriahkan dengan siaran serentak televisi dan radio se-Jawa Tengah, oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng.

H Isdiyanto Isman (Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Jateng). Foto: dok/ist

Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Jateng, H Isdiyanto Isman dalam keterangannya menjelaskan, dalam acara yang digagas Pemprov Jateng ini, KPID dilibatkan dalam koordinasi untuk membantu penyebarluasan acara melalui siaran radio dan televisi.

Even Jateng Bersalawat ini akan disiarkan langsung TVRI Jawa Tengah serta siaran On Air RRI Semarang. Dimulai tepat pukul 20.00-21.00 WIB, dipusatkan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang. Selanjutnya siaran RRI akan di-relay oleh seluruh stasiun radio di Jateng.

BACA JUGA : Pohon Gamal, Energi Pengganti Batu Bara Subur di Hutan Blora

KPID Jateng meminta kepada seluruh LPP, LPPL, LPS dan LPK jasa penyiaran radio di Jateng, untuk berpartisipasi dengan menggemakan siaran bersama ini.

”Sebagian besar penyelenggara penyiaran radio termasuk para pimpinan jaringan radio di Jawa Tengah, menyatakan kesiapannya untuk me-relay melalui RRI Semarang. Untuk teknis relay, lembaga penyiaran radio agar berkoordinasi dengan Bhakti Yudhatama, dari RRI Semarang, Nomor HP 081229000228,” jelas Isdiyanto.

Menurutnya, salah satu alasan diselenggarakannya Jateng Bersalawat melalui siaran serentak ini, lanjut Isdiyanto, dilatarbelakangi acara ini baru kali pertama digelar Pemprov Jateng, sejak pandemi covid-19.

Peserta Dibatasi
”Maka momentum Jateng bersalawat ini sangat tepat dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat berdoa dan bersalawat bersama, agar Jawa Tengah segera terbebas dari covid-19,” harap dia.

Ditambahkan Isdiyanto, mengingat pandemi hingga kini masih menguat, maka pelaksanaannya menggunakan protokol kesehatan ketat. Antara lain pembatasan peserta maksimal hanya 60 orang. Meski kapasitas normal gedung sekitar 1.000 orang.

”Dalam acara Jateng Bersalawat ini, akan diisi sambutan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, tausiyah oleh Pengasuh Ponpes Raudlotul Tholibien, Leteh, Rembang, KH Mustofa Bisri (Gus Mus),” terang dia.

Selain itu, ada pula acara doa bersama yang akan dipimpin KH Munif Zuhri, pengasuh Ponpes Girikusumo, Mranggen. Pengajian Maulid ini juga akan disemarakkan Hadroh Az Zahir Pekalongan, pimpinan Habib Ali Zaenal Abidin.

Riyan-Sol