blank
Pdt Anugerah Kristian saat memberikan materi kepada para peserta seminar di GKJ Purwodadi. Foto : hana eswe.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Masa pandemi mempengaruhi segala aspek. Termasuk aspek keagamaan. Pasalnya, beberapa tempat ibadah mulai membatasi jumlah umat atau jemaat yang hendak beribadah. Seperti di beberapa gereja di Kabupaten Grobogan.

Tak hanya itu, jemaat gereja juga mengalami keterpurukan akibat pendapatan yang berkurang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Hal ini juga ikut mempengaruhi pemasukan kantor gereja untuk operasional pelayanan gereja, karena untuk melaksanakan operasional sehari-hari ditopang dari persembahan jemaat.

Namun, hal tersebut justru membuat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Klasis Purwodadi tak diam saja untuk tetap melaksanakan karya pelayanan.

Meski ikut merasakan imbas dari pandemi Covid-19 ini, justru membuka wahana kewirausahaan untuk para jemaat.

Hal tersebut dimulai dengan adanya Seminar Teologia Kewirausahaan yang digelar di GKJ Purwodadi, Rabu (11/11/2020).

Dalam seminar tersebut, Pdt Anugerah Kristian dari Bidang Kesaksian dan Pelayanan (Kespel) Bapelsin XXVIII GKJ, menjadi pemateri.

Di hadapan para majelis dari 15 gereja se Klasis Purwodadi, Pdt Anugerah memberikan pemahaman terkait kebijakan gerejawi di tengah pandemi Covid-19.

Menurut dia, dulu orang melihat gereja sebagai hal-hal yang bersifat rohani. Namun, dalam tubuh ada jasmani dan rohani yang selalu bersatu.

“Sehingga kebijakan gereja perlu diubah, yaitu bagaimana warga gereja tidak hanya mengembangkan diri secara pribadi. Karena itu, gereja perlu merangkul mereka satu persatu menjadi satu karya pelayanan. Memberikan kebijakan dalam gerejawi, untuk mendapatkan pemasukan di luar persembahan itu sangat penting,” jelas Pdt Anugerah seperti yang diucapkan Pdt Agung Jatmiko, Anggota Kespel Klasis Purwodadi.

Kegiatan seminar tersebut berjalan lancar, meskipun tetap menggunakan protokol kesehatan. Para peserta juga terlihat serius dalam setiap materi yang disampaikan pemateri.

Usai seminar, acara dilanjutkan dengan launching Kantor Pemasaran Bersama “Ngudi Rahayu” yang berada di Jalan P. Tendean, tepatnya di depan SMPN 6 Purwodadi.

Diharapkan Berkembang

blank
Peresmian KPB Ngudi Rahayu ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Pdt Anugerah Kristian kepada salah satu enterpreneur. Foto : hana eswe.

Pdt Agung menjelaskan, selama ini gereja ditopang oleh persembahan dari para jemaat. Namun, setelah Covid-19 melanda Indonesia, banyak gereja terganggu dari segi kegiatan operasionalnya.

Maka, GKJ Klasis Purwodadi berusaha menemukan cara untuk bertahan dengan pemasukan yang bisa dipergunakan untuk gereja dalam memberikan karya pelayanan jemaat.

“Hari ini, yang pertama ada Seminar Teologia Kewirausahaan. Kedua, kantor pemasaran bersama untuk Klasis Purwodadi yang bernama KPB Ngudi Rahayu. Dalam pembukaan KPB Ngudi Rahayu ini kita mengundang para enterpreneur yang selama ini sudah tergabung bersama kami.”

“Diharapkan, bagaimana kita sebagai enterpreneur masih dapat berkembang, sehingga kalau berkembang, kemakmuran lebih baik, kemandirian lebih baik, tindakan kita juga lebih baik, seperti Ngudi Rahayu yang bermakna mengupayakan kesejahteraan bersama,” jelasnya.

Agung menjelaskan, KPB Ngudi Rahayu ini dibuka sejak awal pandemi dan menempati warung Kendi Cinta milik GKJ Purwodadi, Jalan P. Tendean.

Di warung ini dipasang display untuk produk-produk enterpreneur. Sementara, penjualan dilakukan secara offline maupun online.

“Di sini, berbagai macam jenis olahan para pelaku usaha yang sebagian besar adalah warga GKJ di Kabupaten Grobogan. Aneka produk yang dijual di sini yaitu makanan olahan, misalnya nasi jagung, ketela yang diolah menjadi tepung, atau aneka jenis makanan berkategori makanan alternatif. Berbagai minuman tradisional juga dijual di sini. Produk daur ulang menjadi kerajinan tangan, seperti tas. Dan produk-produk seperti pupuk organik untuk pertanian,” tambahnya.

Hana Eswe-Wahyu