STERILISASI : Kantor Disdagkop UKM Kabupaten Blora, kini dalam status klaster baru Covid-19 dan harus disterlisasi, menyusul enam karyawannya terpapar virus corona. Foto : SB/Wahono

BLORA (SUARABARU.ID) – Kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (26/10/2020), melonjak tajam dengan tambahan 15 kasus dalam dua hari terakhir, enam kasus diantaranya muncul di kantor Disdagkop UKM setempat.

Dampak dari enam karyawannya terpapar virus corona, kantor Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) dinyatakan sebagai klaster baru Covid-19, sehingga kantor yang belokasi di jalan nasional Blora-Rembang KM-4,7 itu harus disterilisasi.

“Benar enam karyawan kami positif virus corona, kantor harus disterilisasi dulu, tapi pelayanan umum tetap berjalan secara online,” jelas Kepala Disdagkop UKM Kabupaten Blora, Sarmidi.

Terpisah pejabat pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Henny Indriyanti, menjelaskan bahwa Senin hari ini ada tambahan 15 kasus Covid-19, enam kasus diantaranya dari karyawan Disdagkop UKM.

Karyawan yang terpapar virus corona berdasar pemeriksaan Swab-Lab polymerase chain reaction (PCR), kata Henny, semua sudah dalam perawatan di rumah sakit dan sebagian lagi menjalani isolasi mendiri di rumah masing-masing.

13 Kecamatan

TERBARU : Peta terbaru kasus virus corona hasil monitoring yang dikeluarkan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora, Senin (26/10/2020). Foto : SB/Wahono

Henny melanjutkan, dua hari lalu atau Sabtu (24/10/2020), pesebaran virus corona di kabupaten penghasil kayu jadi terus menurun, yakni 10 dari 16 kecamatan di kabupaten penghasil kayu jati ada di zona kuning atau resiko penularan rendah.

Namun pada Senin (26/10/2020), peta kecamatan dengan status zona kuning saat ini hanya tiga kecamatan, Tunjungan, Banjarejo, Jati dan 13 kecamatan lainnya kini berstatus zona orange atau tingkat resiko penularan sedang.

Dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora, mengumumkan perkembangan terbaru kasus pesebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) totalnya berjumlah 675 kasus (dua hari sebelumnya 659 kasus).

Data 675 kasus tersebut, warga Blora yang dinyatakan sembuh berdasar Swab-Test, yakni totalnya sebanyak 564 orang atau betambah sembilan orang dengan total pasien meninggal dunia tetap pada angka 35 orang.

Menurut Henny, data keseluruhan pemeriksaan Swab-Test sebanyak 5.841, dan pasien Covid-19 yang kini masih dirawat di rumah sakit (RS) 16 orang, pasien menjalani isolasi mandiri di rumahnya ada 64 orang.

Patuh Prokes

Henny mengakui, jika melihat masih bertambahnya warga terpapar virus corona, ini menandakan potensi penularan Covid-19 di Blora masih akan terus terjadi, sehingga warga diminta terus waspada dan patuh protokol kesehatan (prokes).

“Kami imbau warga tetap pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir di berbagai kesempatan agar terhindar dari penularan virus corona,” pesan mantan Kepala Dinkes Kabupaten Blora.

Diberitakan sebelumnya, usai menemukan 10 karyawan Dindukcapil positif terpapar Covid-19. Tim Dinkes Kabupaten Blora, juga menemukan lima orang dari 44 karyawan BPPKAD hasil Swab-Tes positif tertular virus corona.

Selain itu, Puskesmas Ngroto, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, harus ditutup untuk pelayanan umum, karena 10 staf dinyatakan terpapar Covid-19 dan Kepala Puskesmas meninggal karea virus corona, sehingga pelayanan sempat dialihkan ke Puskesmas terdekat.

Henny Indriyanti yang juga Asisten Administrasi Umum Sekda Blora, menambahkan Dinkes akan langsung menggelar contact tracing (penelusuran kontak) di organisasi perangkat daerah (OPD), itu bila ada yang positif Covid-19.

Apabila ada aparatur sipil negara (ASN) yang kontak erat dengan pasien Covid-19, maka akan dilakukan Swab-Test. Bila ternyata Swab-Test ASN ada yang positif virus corona, maka mereka yang kontak erat di kantornya juga akan di-Swab-Test.

Wahono-Wahyu

-->