blank
Ketua PWI Jepara, Budi Santoso dan Jubir SPCV 19 Jepara, Muh Ali

JEPARA(SUARABARU.ID) – Informasi salah yang disampaikan terus menerus melalui  media sosial bisa dianggap sebagai sesuatu yang benar. Karena itu klarifikasi dan penjelasan perlu segera diberikan dengan menggunakan media yang sama dengan membuka ruang diskusi secara terbuka. Sebab medsos adalah ruang demokrasi besar yang pesertanya sangat beragam

Saat ini  banyak informasi  yang berkembang di medsos yang bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penanganan covid-19. Informasi yang sering dipertanyakan adalah proses penyembuhan pasien,  dana yang diperoleh oleh rumah sakit saat menangani pasien covid – 19, termasuk dana yang diterima saat pasien meninggal dengan pemulasaraan covid-19.

blank
Hadi Priyanto saat berbicara dihadapan peserta pertemuan pegiat medsos

Hal tersebut disampaikan oleh Hadi Priyanto saat berbicara dihadapan peserta pertemuan pegiat medsos yang  diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara pada Rabu (9/9/2020), di Gedung Sultan Hadlirin, Lantai 3 kantor OPD bersama.

Kegiatan dipandu Kepala Bidang Komunikasi Diskominfo Jepara Wahyanto, menghadirkan tiga narasumber sekaligus yaitu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (STPC) Jepara, Muh Ali, pengamat budaya dan komunikasi Hadi Priyanto, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jepara Budi Santoso.

Dalam kesempatan itu, para admin medsos di Jepara diajak berdiskusi mengenai peran penting media sosial untuk kepentingan penanganan Covid-19 di Jepara. Dari sini diharapkan ada penyikapan yang bijak untuk menyampaikan informasi yang benar, khususnya terkait Covid-19 kepada masyarakat.

Disampaikan, ada ribuan pengelola medsos di Jepara. Harapannya mereka ikut memberikan informasi yang benar, dari sumber-sumber terpercaya terkait Covid-19. “Masyarakat memerlukan informasi. Lewat medsos hal ini bisa disampaikan. Sudah seharusnya informasi yang disampaikan adalah informasi yang benar dan berguna,” katanya.

Sementara Jubir STPC Jepara Muh Ali menyebut medsos merupakan salah satu media vital dalam upaya penanganan covid. Saat ini yang penting dilakukan bersama-sama untuk menekan munculnya kasus-kasus covid 19 yang baru, adalah dengan mengkampanyekan era kenormalan baru.  ”Semua pihak, salah satunya para pegiat medsos ini mestinya ikut membantu kami dalam mensosialisasikan new normal kepada masyarakat,” tutur Ali.

“Kunci penting penanganan Covid adalah penerapan protokol kesehatan. Masyarakat harus diedukasi mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan. Melalui medsos kami kira akan sangat efektif upaya edukasi ini bisa dilaksanakan,” ujar Moh Ali.

Budi Santoso, Ketua PWI Jepara mengingatkan betapa pentingnya pengendalian media sosial. Admin media sosial memiliki peran penting untuk menjaga media sosial yang di bawah kendalinya tersebut. Bukan hanya itu, pihaknya juga berharap agar admin media sosial bisa lebih memfilter setiap informasi atau postingan yang ada di ruang media sosial tersebut.

Sementara Zakariya Anshori seorang pegiat medsos Jepara mengajak semua fihak untuk melakukan evaluasi diri. “Harus ada gerakan yang padu dan sinergis untuk mengelola informasi agar tidak menjadi bias,” ujarnya.

ua