blank
Jelang well test, PEPC sebagai operator utama yang mengelola lapangan migas Jambaran Tiung Biru (JTB) aktif melakukan sosialisasi kepada stakeholder dan warga. (Foto : SB/Hms-PEPC)

BOJONEGORO (SUARABARU.ID) – Untuk tujuan kapasitas dan kelancaran produksi gasnya, PT Pertamina Ekplorasi Produksi (EP) Cepu (PEPC), berencana melakukan well test atau tes pada sumur produksi yang dimilikinya dalam watku dekat ini.

Dalam rilisnya, Manager JTB Site Office & PGA PT Pertamina EP Cepu, Edy Purnomo, Kamis (27/8/2020), PEPC berupaya melakukan tahapan ini, karena masuk bagian penting dari proses drilling usai pengeboran sumur-sumur di salah satu proyek lapangan gas andalan nasional ini.

“Rencananya, PEPC akan well test pada 4 sumur Jambaran East (JE) di Desa Bandungrejo, Kecamatan, Ngasem Bojonegoro, Jatim, September mendatang,” terang Edy Purnomo.

Untuk keperluan itu, jauh-jauh hari PEPC sebagai operator utama yang mengelola lapangan migas Jambaran Tiung Biru (JTB) aktif melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder dan warga setempat agar saat pengetesan nanti berjalan aman dan lancar.

Saat sosialisasi, lanjut Edy, dihadiri perwakilan Satuan Kerja Pelaksana Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Ami Hernawati, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Muhayanah dan Kepala Pelaksana BPPD Bojonegoro.

Masuk Kas Negara

blank
Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Bojonegoro dan Kepala Pelaksana BPPD Bojonegoro, ikut sosialisasi rencana well test 4 sumur JE. (Foto : SB/Hms-PEPC)

Bahkan Camat dan Forkompimcam Ngasem, kepala desa serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat  Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro, juga hadir di forum sosialisasi well test itu, kata Manager JTB Site Office & PGAPT Pertamina EP Cepu.

PEPC sendiri, diwakili JTB Site Office & PGA Manager, Edy Purnomo dalam kegiatan tersebut menjelaskan para undangan bahwa sosialisasi ini untuk memberi pemahaman dan informasi akan dilakukan di well pad, Jambaran East nanti.

“Kami ingin menyampaikan kulo nuwun kepada warga dan para undangan di sini. Mohon dukungan dan doanya, supaya kegiatan well test nanti berjalan aman, lancar dan sukses,” harap Edy Purnomo.

Menurut Edy, setelah well test nanti lancar dan sesuai dengan target yang ditetapkan, PEPC bisa segera melanjutkan proses berikutnya dan tahun depan sudah mulai bisa beroperasi.

Pejabat perwakilan SKK Migas, Ami Hernawati, dalam kesempatan sosialisasi well test Jambaran East menerangkan pendapatan migas dari JTB ini secara mayoritas nantinya akan masuk ke kas negara.

Ami menjelaskan, hasil dari migas nanti akan jadi milik negara, 85 persen masuk ke kas negara, untuk kemajuan bersama, 15 persen untuk KKKS-nya. Maka minta dukungan semua untuk kelancaran proses well test.

Sementara itu Camat Ngasem, Waji, mengharapkan sosialisasi ini dapat diterima dan dipahami masyarakat secara baik serta berharap well test berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat hasil seperti yang diperkirakan.

“Harapan ke depan, tes sumur bisa berjalan aman dan hasilnya sesuai dengan estimasinya. Supaya gas yang dihasilkan bermanfaat bagi semua pihak termasuk masyarakat sekitar juga tentunya,” papar Waji.

Perlu diketahui, well test sendiri akan dilakukan dengan cara membersihkan sumur dari fluida non-Hidrokarbon agar bisa dialirkan ke fasilitas produksi yang telah disiapkan.

Beroperasi Optimal

Well test juga bertujuan untuk memastikan kesiapan peralatan dan sumur agar bisa optimal beroperasi selama kurun waktu 16 tahun,  dan menghasilkan 310 Million standard cubic feet per day (gas) atau juta standar kaki kubik perhari (MMSCFD).

Proyek Pengembangan gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan oleh PT Pertamina EP Cepu pada April 2020 lalu.

Proyek JTB itu sendiri, telah berhasil menyelesaikan proses completionnya pada pengeboran WellPad Jambaran East.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut juga diterangkan langkah-langkah yang disiapkan untuk kelancaran proses well test dan dampaknya. Termasuk bagaimana agar masyarakat sekitar tetap aman dan nyaman.

Perwakilan Tim Rigless Operations PEPC, Mulyadi, memberikan penjelasan, bahwa PEPC melakukan berbagai antisipasi untuk mencegah adanya efek baik langsung maupun tidak langsung dari kegiatan ini.

“PEPC telah berkoordinasi dengan berbagai pihak agar proses well test ini berjalan secara optimal dan aman,” pungkas Mulyadi.

Wahono-mm