blank

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Sepak terjang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dinilai sangat menginspirasi dan penuh aura positif. Mulai cara berkomunikasi hingga memaknai merdeka pada masa sekarang ini.

Setidaknya itulah kesan yang ditangkap dua tokoh kenamaan, Helmy Yahya dan Anne Avantie. Presenter dan desainer kondang itu mengunjungi Ganjar di Rumah Dinas Gubernur, Puri Gedeh Semarang, Sabtu (8/8/2020).

Menurut Anne Avantie, selama satu setengah jam dirinya mengobrol dengan Ganjar bersama Helmy Yahya. Mulai topik sederhana hingga kondisi bangsa. Dari obrolan itu, Anne menilai Ganjar memiliki pandangan positif.

“Pak Ganjar memberikan aura positif, energi yang luar biasa dan itu adalah potret yang harus kita pigurakan, yang lensanya harus menjadi satu frame. Itu yang menjadi satu visi misi kita untuk tetap positif meski di saat yang tidak baik sekalipun,” kata Anne.

Positivisme Ganjar, menurut Anne nampak sekali dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Seperti menempatkan sisi kemanusiaan di atas segalanya.

Sedangkan Helmy Yahya lebih menyoroti cara Ganjar berkomunikasi dengan masyarakat.

“Beliau berkomunikasi dengan rakyatnya menggunakan bahasa yang sangat dimengerti oleh publik, merakyat, bergabung dengan rakyat,” katanya.

Helmy juga mengatakan kalau ia dan Ganjar memiliki kesamaan, khususnya dalam hal perjuangan. Berasal dari keluarga yang sama-sama kurang mampu, Helmy menyebut Ganjar merupakan sosok luar biasa yang dimiliki Indonesia saat ini.

“Kita ngomong banyak tentang masalah hidup, bagaimana mengangkat budaya, mengangkat moral rakyat, dan berkomunikasi dengan rakyat. Mengajak mereka untuk berdisiplin dalam rangka mengatasi Covid-19 yang belum mereda,” ujar Helmy.

“Senang banget, bahagia banget, beruntung banget, mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan salah satu tokoh yang luar biasa sekarang di Indonesia,” sambungnya.

Sementara itu Ganjar dalam dialognya dengan Helmy Yahya dan Anne Avantie mengatakan bahwa komunikasi dengan bahasa yang sederhana sangat penting untuk masa sekarang. Banyak cara dan gimmick-gimmick baru yang ia lakukan dalam berkomunikasi atau menyampaikan pesan ke masyarakat. Misalnya pesan dan sosialisasi tentang Covid-19 yang ia tuangkan dalam beberapa desain kaos oblong atau saat ia bersepeda setiap pagi.

“Mulai cara komunikasi. Bahasa yang saya gunakan ketika ngomong sama warga juga sebisa mungkin pakai bahasa sederhana, biar mudah diterima. Kadang juga dengan candaan. Paling penting untuk saat ini adalah kemanusiaan dan mengamalkan kemanusiaan buang adil dan beradab,” katanya.

Hery Priyono