<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>yayasan setara Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/yayasan-setara/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2021 03:09:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>yayasan setara Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kidung Harapan Menembus Batas, Kisah Perjuangan Para Sahabat Difabel</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/02/kidung-harapan-menembus-batas-kisah-perjuangan-para-sahabat-difabel</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hery Priyono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2021 13:09:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[difabel]]></category>
		<category><![CDATA[Friederich's Ataxis]]></category>
		<category><![CDATA[Kidung Harapan Menembus Batas]]></category>
		<category><![CDATA[unicef]]></category>
		<category><![CDATA[webinar]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan setara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=137169</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Sebanyak 13 sahabat difabel mencurahkan kisah perjuangan hidup mereka sejak lahir hingga mampu mandiri dalam sebuah antologi cerpen berlabel Kidung Harapan Menembus Batas. &#160; Para difabel ini tinggal tersebar di Kota Semarang, Ungaran, Malang, Kota Batu, Bandung,  hingga Tangerang. Mereka menyandang berbagai keterbatasan mulai dari tunanetra, autisme, disabilitas intelektual, autism spectrum disorder, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/02/kidung-harapan-menembus-batas-kisah-perjuangan-para-sahabat-difabel">Kidung Harapan Menembus Batas, Kisah Perjuangan Para Sahabat Difabel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>) &#8211; Sebanyak 13 sahabat difabel mencurahkan kisah perjuangan hidup mereka sejak lahir hingga mampu mandiri dalam sebuah antologi cerpen berlabel Kidung Harapan Menembus Batas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para difabel ini tinggal tersebar di Kota Semarang, Ungaran, Malang, Kota Batu, Bandung,  hingga Tangerang. Mereka menyandang berbagai keterbatasan mulai dari tunanetra, autisme, disabilitas intelektual, autism spectrum disorder, sampai penyakit langka Friederich&#8217;s Ataxia. Dan di dunia ini penyakit tersebut hanya disandang hanya oleh 7.000 orang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Antologi cerpen itu diluncurkan berkaitan dengan acara Webinar Ngobrol Santai &#8220;Kidung Harapan Menembus Batas&#8221; yang digelar di Semarang oleh Yayasan Setara bekerjasama dengan <a href="http://UNICEF.org">UNICEF</a> yang membahas tentang perlindungan dan peningkatan keterampilan anak selama masa pandemi Covid-19, Kamis (31/12/2020).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" class="alignright wp-image-136944 size-medium" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/kidung-harapan-menembus-batas-291x400.jpeg" alt="" width="291" height="400" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/kidung-harapan-menembus-batas-291x400.jpeg 291w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/kidung-harapan-menembus-batas-109x150.jpeg 109w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/kidung-harapan-menembus-batas.jpeg 496w" sizes="(max-width: 291px) 100vw, 291px" />Di dalam kisah para difabel itu juga termuat kisah pendampingan orangtua mereka yang sangat luar biasa sehingga mampu menyemangati dan membuat buah hati mereka mandiri dengan keistimewaannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Novi Dibyantari dari Sahabat Difabel, sosok yang selalu mendampingi para difabel di Roemah Difabel Semarang menjelaskan bahwa antologi cerpen itu dapat terwujud karena kerjasama banyak pihak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami dihubungi UNICEF pada Februari 2020 untuk mengisi webinar, dan kami mengambil topik tentang kecakapan hidup. Non-difabel dan difabel harus punya semangat yang sama. Tantangannya memang berbeda, kesulitannya pun berbeda. Oleh karena itu hasilnya juga berbeda,&#8221; kata Novi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Novi menjelaskan, usai kegiatan webinar tersebut, selang tiga bulan terakhir tahun 2020 kemudian ada tantangan untuk membuat sebuah antologi cerpen. Dengan dukungan seluruh pihak akhirnya pengerjaan antologi tersebut bisa selesai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dalam waktu tiga bulan dengan dukungan para penulis, orangtua dari para penulis, Yayasan Setara, dan Jurnalis Sahabat Anak, maka antologi cerpen itu terwujud,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h6><strong>Antologi Berbagi Kisah</strong></h6>
<p>Arie Rukmantara, Kepala Perwakilan UNICEF Jawa &#8211; Bali mengatakan jalan literasi bagi anak-anak istimewa menjadi kawah yang  bisa  dinikmati  semua  orang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Mereka  berbagi kisahnya, kesuksesannya, senyumannya dan kelindan rasa yang terus dipegang sampai saat ini. Kita  semua  percaya,  cerita-cerita  baik  itu  harus banyak dibagi. Biar kata-kata dalam bingkai cerita itu menerobos masuk ke dinding-dinding rumah, sekat-sekat penghalang dan pagar-pagar yang terpendam,&#8221; tutur Arie.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu penulis antologi, Yeni Endah, merupakan penyandang penyakit langka yang disebut Friederich&#8217;s Ataxis dimana kakinya selalu jinjit dan di dunia ini hanya ada 7.000 orang yang mengalami seperti Yeni.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akan tetapi bagi Yeni, penderitaan yang ia alami tidak menyurutkan tekadnya untuk berkembang. Gadis yang tinggal di Banyumanik, Kota Semarang ini sejak tahun 2015 telah aktif menulis. Ia mendapatkan pelatihan menulis jurnalistik di Rumah Difabel Semarang. Kemudian berlanjut ke penulisan kreatif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski harus duduk di kurasi roda, dirinya terus berkarya. Hasilnya, hingga tahun 2020 ini dirinya telah menghasilkan 15 buku antologi. Di antaranya 21 cerita anak, 6 cerita remaja, 2 cerita misteri, dan 6 cerita lucu.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/02/kidung-harapan-menembus-batas-kisah-perjuangan-para-sahabat-difabel">Kidung Harapan Menembus Batas, Kisah Perjuangan Para Sahabat Difabel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perlindungan dan Perhatian Terhadap Anak Perlu Ditingkatkan Selama Pandemi Covid-19</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/01/perlindungan-dan-perhatian-terhadap-anak-perlu-ditingkatkan-selama-pandemi-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2021 13:58:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[unicef]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan setara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=136668</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Kasus tindak asusila dan kekerasan terhadap anak meningkat selama masa pandemi covid-19. Oleh karena itu, perlindungan dan perhatian terhadap anak perlu lebih ditingkatkan. Di sisi lain, Unicef dengan mitranya Yayasan Setara, Lembaga Perlindungan Anak Klaten, Sahabat Kapas Solo, dan Sahabat Difabel, telah melakukan upaya meningkatkan keterampilamn dan kreativitas anak-anak, serta meningkatkan pendampingan dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/01/perlindungan-dan-perhatian-terhadap-anak-perlu-ditingkatkan-selama-pandemi-covid-19">Perlindungan dan Perhatian Terhadap Anak Perlu Ditingkatkan Selama Pandemi Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Kasus tindak asusila dan kekerasan terhadap anak meningkat selama masa pandemi covid-19. Oleh karena itu, perlindungan dan perhatian terhadap anak perlu lebih ditingkatkan.</p>
<p>Di sisi lain, Unicef dengan mitranya Yayasan Setara, Lembaga Perlindungan Anak Klaten, Sahabat Kapas Solo, dan Sahabat Difabel, telah melakukan upaya meningkatkan keterampilamn dan kreativitas anak-anak, serta meningkatkan pendampingan dan perlindungan terhadap anak-anak dari perundungan dan kekerasan.</p>
<p>Dari acara webinar bertema &#8216;Kidung Harapan Menembus Batas&#8217;, Kamis (31/12/2020) yang digelar Yayasan Setara, muncul temuan dari beberapa kasus yang membutuhkan penanganan khusus, agar anak terlindungi.</p>
<p><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2021/01/01/kondusif-saat-pergantian-tahun-kapolres-grobogan-ucapkan-terima-kasih/">Kondusif Saat Pergantian Tahun, Kapolres Grobogan Ucapkan Terima Kasih</a></strong></p>
<p>Salah satu narasumber, Rizky Rahayu Setyawan, seorang Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Cilacap menjelaskan, jumlah anak yang berhadapan dengan Hukum (anak yang melakukan tindak kriminal), meningkat 10 persen dibandingkan sebelum terjadi pandemi.</p>
<p>&#8221;Anak-anak bosan berada di rumah. Mereka kemudian berkumpul dengan teman-temannya. Ada yang terjerumus melakukan pencurian, karena disuruh oleh orang yang lebih dewasa, dengan iming-iming imbalan tertentu. Namun mayoritas mereka melakukan tindak asusila,&#8221; katanya.</p>
<p>Oleh karena itu, Rizky menambahkan, agar anak tidak bosan di rumah karena belajar daring, adalah kewajiban orang tua agar anak-anak didampingi supaya tidak terjerumus ke pergaulan negatif.</p>
<p><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2021/01/01/satu-warga-kesurupan-saat-hendak-rapid-tes-antigen/">Satu Warga “Kesurupan” Saat Hendak Rapid Tes Antigen</a></strong></p>
<p>Dia menceritakan, dalam mendampingi anak-anak yang berhadapan dengan hukum, dia berada di lapangan, langsung bersentuhan dengan anak-anak dengan segala masalahnya, termasuk keluarganya.</p>
<p>&#8221;Kami berusaha membantu anak-anak yang sebenarnya bisa diselamatkan. Mereka terjerumus melakukan tindakan melawan hukum. Kami juga mengajak orang tua mereka mendampingi proses anaknya di pengadilan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Rizky menyebutkan, anak-anak yang terjerumus itu perlu mendapat perlindungan, agar bisa kembali menjadi baik. Namun bagi yang sudah punya bakat dan niat, hukuman itu justru makin menambah mereka menjadi lebih profesional.</p>
<p><em><strong>Hery Priyono-Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/01/perlindungan-dan-perhatian-terhadap-anak-perlu-ditingkatkan-selama-pandemi-covid-19">Perlindungan dan Perhatian Terhadap Anak Perlu Ditingkatkan Selama Pandemi Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Santri Punya Peran Besar Tekan Penyebaran Covid-19</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/10/22/santri-punya-peran-besar-tekan-penyebaran-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hery Priyono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2020 12:04:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<category><![CDATA[lppm undip]]></category>
		<category><![CDATA[Ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<category><![CDATA[unicef]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan setara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=121412</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Santri dan pondok pesantren (ponpes) memiliki budaya sendiri dalam menyikapi berbagai hal apapun yang terjadi, salah satunya dalam menghadapi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Rabithah Ma&#8217;ahid Islamiyah (RMI), Abu Choir, yang juga Pengurus Wilayah  Nahdlatul Ulama (NU) Jateng dalam acara webinar Santri Sehat Indonesia Kuat, Jogo Santri di Masa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/10/22/santri-punya-peran-besar-tekan-penyebaran-covid-19">Santri Punya Peran Besar Tekan Penyebaran Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>) &#8211; Santri dan pondok pesantren (ponpes) memiliki budaya sendiri dalam menyikapi berbagai hal apapun yang terjadi, salah satunya dalam menghadapi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.</p>
<p>Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Rabithah Ma&#8217;ahid Islamiyah (RMI), Abu Choir, yang juga Pengurus Wilayah  Nahdlatul Ulama (NU) Jateng dalam acara webinar Santri Sehat Indonesia Kuat, Jogo Santri di Masa Pandemi Covid-19, Kamis (22/10/2020).</p>
<p>&#8220;Pesantren jangan hanya dijadikan obyek, oleh sebab itu dalam menangani sebaran Covid-19, ponpes lebih tepat jika dijadikan sebagai subyek. Pesantren hanya membutuhkan stimulasi, karena ponpes merupakan lembaga pendidikan yang mandiri yang berbeda dengan lembaga pendidikan umum lainnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Webinar yang digelar <a href="http://YayasanSetara.org">Yayasan Setara</a> bersama LPPM Undip dan di dukung UNICEF dalam peringatan Hari Santri Nasional, Abu Choir menuturkan kalau sebenarnya jumlah paparan Covid-19 seperti gunung es, karena selama ini pesantren cenderung tertutup.</p>
<p>&#8220;Ada ketakutan pesantren harus tutup jika ada kasus santri yang terpapar Covid. Pandemi ini adalah persoalan bersama, bukan hanya pesantren. Harus ada keterbukaan agar ada tindakan yang diperlukan,&#8221; katanya.</p>
<p>Pesantren yang terpapar Covid-19 di Jawa Tengah yang terdata di Pati ada satu, Wonogiri satu, Kebumen ada enam, Banyumas ada dua, Cilacap satu pesantren, dan di Kendal juga satu pesantren. Paparan Covid-19 itu tidak terjadi bersamaan waktunya, yang satu tertangani, muncul klaster di ponpes lain.</p>
<p>Abu Choir  juga mengingatkan pemerintah untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan melakukan swab massal di pesantren tanpa mempersiapkan terlebih dahulu sarana dan prasarana pendukung. Termasuk memikirkan dampak sosial yang mungkin timbul.</p>
<p>Dalam kasus santri terpapar Covid-19 di Banyumas, sebagai contoh, ternyata membutuhkan ruang isolasi yang banyak.</p>
<p>&#8220;Sebab jika yang positif terpapar jumlahnya ribuan bagaimana? Juga nutrisinya,  siapa yang menanggung makan?  Jika sebuah pesantren diumumkan ada yang positif terpapar Covid, maka masyarakat akan menjauhi pesantren.  Karena itulah  dalam hal ini bukan sekadar soal positif dan negatif soal Covid,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa untuk menangani kasus Covid-19 di pesantren pendekatannya memang harus berbeda dengan masyarakat umum.</p>
<p>&#8220;Semoga ada titik temu. Ada program Jogo Santri, Jogo Kyai. Kami berharap semua terbuka. Pondok pesantren maupun pemerintah sama-sama terbuka. Semua tersenyum, maka akan terwujud pesantren yang sehat dan kuat di Jawa Tengah,&#8221; kata Abu.</p>
<p>Sementara itu berdasarkan data yang disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Senin (19/10/2020), ada 923 kasus Covid-19 di klaster pondok pesantren di Jateng. Jumlah itu secara prosentase sebanyak 44,6 persen dari total keseluruhan paparan Covid.</p>
<p>Dari jumlah itu 123 orang dirawat di ruang isolasi khusus, 446 karantina mandiri, 82 orang dirawat di rumah sakit, dan 272 sembuh.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor UNICEF Perwakilan Jawa dan juga menjabat sebagai Tim Komunikasi Satgas Covid-19, Arie Rukmantara, mengatakan kalau program Jogo Santri bisa jadi suri-tauladan dalam memutus mata-rantai  Covid-19.</p>
<p>&#8220;Secara kwantitatif anak-anak yang terpapar Covid memang tidak besar. Namun satu anak pun jangan sampai kena Covid-19.  Oleh sebab itu memang harus ada perubahan melaksanakan pendidikan,&#8221; katanya.</p>
<p>Arie mengatakan, untuk saat ini para santri ponpes berubah cara belajarnya dan harus beradaptasi. Dengan cara belajar yang dimodifikasi, ponpes mampu mencari cara terbaik sistem pembalajaran di masa pandemi.</p>
<p>&#8220;Harus beradaptasi dan dimodifikasi sistem belajarnya, sebab pandemi tidak berakhir dalam waktu yang cepat,&#8221; kata Arie.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/10/22/santri-punya-peran-besar-tekan-penyebaran-covid-19">Santri Punya Peran Besar Tekan Penyebaran Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Lokasi ini jadi Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka di Jateng</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/25/tiga-lokasi-ini-jadi-ujicoba-pembelajaran-tatap-muka-di-jateng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hery Priyono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2020 10:52:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<category><![CDATA[disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[dunia pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran jarak jauh]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran tatap muka]]></category>
		<category><![CDATA[unicef]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan setara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=107898</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Jawa Tengah akan mengujicoba pembelajaran tatap muka di tiga kabupaten berzona hijau di masa pandemi Covid-19. Namun, setiap kabupaten hanya akan diujicobakan pada satu SMA dan satu SMK dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. &#160; Hal tersebut seperti yang disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah (Disdikbud Jateng), Padmaningrum, pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/25/tiga-lokasi-ini-jadi-ujicoba-pembelajaran-tatap-muka-di-jateng">Tiga Lokasi ini jadi Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka di Jateng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>) &#8211; Jawa Tengah akan mengujicoba pembelajaran tatap muka di tiga kabupaten berzona hijau di masa pandemi Covid-19. Namun, setiap kabupaten hanya akan diujicobakan pada satu SMA dan satu SMK dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal tersebut seperti yang disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah (<a href="http://jatengprov.go.id">Disdikbud Jateng</a>), Padmaningrum, pada acara webinar Tarik Ulur Pembelajaran Jarak Jauh yang diselenggarakan Selasa (25/8/2020) siang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami telah menetapkan beberapa zona terkait pendidikan. Strateginya adalah daerah zona hijau yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka lebih dulu. Kami memilih Kabupaten Wonosobo, Temanggung, dan Kota Tegal,&#8221; kata Padmaningrum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Walau begitu, rencana tersebut terganjal persoalan karena tiba-tiba terdapat kasus positif Covid-19 di Brebes dan Tegal ketika cara belajar secara tatap muka diterapkan di PAUD, SD, dan SMP tanpa izin Gubernur Jateng.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Karena itulah kami dalam membuka sekolah tidak sembarangan. Rencana itu kemudian kami evaluasi ulang. Bersama Tim Gugus Tugas kami melakukan penjaringan kabupaten/kota dan rapat hingga tiga kali. Kami membuat film sistem pendidikan seperti apa yang akan dilakukan nanti,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sistem belajar tatap muka baru akan diujicobakan bila keadaan betul-betul dipandang aman. Dalam penerapan pembelajaran tatap muka di masa pandemi ini maka hanya berlangsung sekitar 3 &#8211; 4 jam. Gerbang masuk sekolah dan keluar sekolah juga berbeda, bahkan harus dipastikan saat siswa berangkat, selama di sekolah, hingga pulang tetap aman dari potensi terpapar Covid-19.</p>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_107882" aria-describedby="caption-attachment-107882" style="width: 400px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" class="wp-image-107882 size-medium" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-26-at-06.04.411-400x370.jpeg" alt="Tiga Lokasi ini jadi Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka di Jateng" width="400" height="370" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-26-at-06.04.411-400x370.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-26-at-06.04.411-150x139.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-26-at-06.04.411.jpeg 431w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-107882" class="wp-caption-text">Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Padmaningrum</figcaption></figure>
<p>&#8220;Mereka juga tidak boleh jajan di sekolah. Harus membawa bekal sendiri,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di sisi lain, dengan banyaknya keluhan terkait daya kreativitas guru yang terbatas saat Pembelajaran Jarak Jauh, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Salah satunya adalah dengan melakukan peningkatan kapasitas terhadap 4.000 lebih guru SMA dan SMK di Jateng terkait pembelajaran jarak jauh menggunakan metode DOLMEN yang didukung oleh Microsoft,&#8221; kata Padmaningrum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu guru-guru pengajar juga diwajibkan untuk membuat inovasi metode pengajaran jarak jauh dalam keadaan tanpa internet. Di antaranya dengan menjadikan TV maupun bahan ajar lain di sekitar anak-anak sebagai materi pembelajaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Target capaian kurikulum juga akan kami kurangi jauh dalam metode PJJ ini, karena yang kami tekankan saat ini adalah konsep belajar menyenangkan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Supriono Subakir selaku Konsultan Pendidikan Inklusif dan Penanganan Anak Tidak Sekolah UNICEF Jawa Bali; mengakui bahwa anak-anak dalam sehari mampu  belajar 3 &#8211; 4 jam sudah luar biasa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Oleh sebab itu bagaimana menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, itu yang diperlukan. Orangtua di rumah sekarang baru sadar bagaimana sulitnya mengajar satu anak di rumah. Mereka baru sadar betapa beratnya tugas guru yang mengajar lebih dari 30 anak dalam satu kelas,&#8221; kata Supriono.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h6><strong>Pendidikan Keluarga</strong></h6>
<p>&nbsp;</p>
<p>Narasumber lain, Warsito Ellwein dari Lembaga Gerak Permberdayaan berpendapat bahwa pandemi memaksa anak-anak harus tinggal di rumah, termasuk orangtua sehingga menciptakan situasi yang baru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Selama ini orangtua mengandalkan pendidikan anak di sekolah. Pendidikan lainnya sambil jalan. Kini pendidikan harus berpikir seperti Ki Hajar Dewantara.Pendidikan bukan hanya di sekolah, tetapi juga di masyarakat dan di keluarga,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Warsito, jika pembelajaran di sekolah meningkatkan kompetensiak ademik; maka pendidikan nonformal dan informal akan meningkatkan kompetensi sosial. Dimana jika kompetisi sosialnya rendah, maka ia akan tumbuh sebagai manusia yang tidak bisa memanusiakan orang lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh sebab itulah kegiatan sehari-hari di rumah bisa jadi media pendidikan. Mulai dari tidur, mandi, makan. Diajarkan hak dan kewajiban, tata-tertib rumah, menentukan waktu bebas, dan sebagainya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Akan tercipta komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. Memberikan penjelasan apa adanya, memberi teladan, menyepakati kegiatan dan tata-tertib, menginternalisasikan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. Mengajari sambil bermain akan lebih menarik, misalnya dalam hal penerapan protokol kesehatan menangkal penyebaran Covid-19 dengan cara cuci tangan,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Plt Kepala Kantor UNICEF Perwakilan Jawa, Armunanto mengatakan bahwa seluruh negara di dunia saat ini terbilang tidak siap menghadapi pandemi Covid-19. Bahkan, negara besar seperti Amerika Serikat pun kalang-kabut mengatasi pandemi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Covid-19 telah melanda 482 kabupaten/kota dari 514 kabupaten kota yang tersebear di  34 provinsi di Indonesia. Bahkan Covid-19 telah menjangkiti tenaga medis di Jawa Timur mencapai 30 persen dari tenaga medis yang ada di provinsi itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Semua sektor lumpuh, termasuk pendidikan. Pemerintah telah berupaya menanggulangi kelumpuhan di bidang pendidikan dengan merekrut dan melatih relawan. Pemerintah juga melakukan komunikasi dan memberi informasi, guru berbagi, dan memutuskan program belajar di rumah,&#8221; katanya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/25/tiga-lokasi-ini-jadi-ujicoba-pembelajaran-tatap-muka-di-jateng">Tiga Lokasi ini jadi Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka di Jateng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>