<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>usaha Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/usaha/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Dec 2024 12:44:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>usaha Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Harapan Pengusaha Es Teh Krampul Bang Jho Cinde, Biaya QRIS Rp0 dan Kelancaran Transaksi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/06/harapan-pengusaha-es-teh-krampul-bang-jho-cinde-biaya-qris-rp0-dan-kelancaran-transaksi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2024 12:44:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Bang Jho]]></category>
		<category><![CDATA[bank indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bi]]></category>
		<category><![CDATA[Cinde]]></category>
		<category><![CDATA[Es Teh]]></category>
		<category><![CDATA[kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Krampul]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Nita Rachmenia]]></category>
		<category><![CDATA[qris]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=450722</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Usaha mikro dibidang kuliner minuman ‘Es Teh’ dengan konsep-konsep ramuan beraneka rasa, atau rempah masih terus berkembang di beragam wilayah, seperti di Kota Semarang, Jawa Tengah. Produk yang terjangkau secara permodalan, cepat dipalajari, mudah diiinovasikan, namun bisa menjangkau pasar hampir semua kalangan itu membuat itu dilirik masyarakat untuk menjadikannya lini usaha. Salah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/06/harapan-pengusaha-es-teh-krampul-bang-jho-cinde-biaya-qris-rp0-dan-kelancaran-transaksi">Harapan Pengusaha Es Teh Krampul Bang Jho Cinde, Biaya QRIS Rp0 dan Kelancaran Transaksi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) – </strong>Usaha mikro dibidang kuliner minuman ‘Es Teh’ dengan konsep-konsep ramuan beraneka rasa, atau rempah masih terus berkembang di beragam wilayah, seperti di Kota Semarang, Jawa Tengah.</p>
<p>Produk yang terjangkau secara permodalan, cepat dipalajari, mudah diiinovasikan, namun bisa menjangkau pasar hampir semua kalangan itu membuat itu dilirik masyarakat untuk menjadikannya lini usaha.</p>
<p>Salah satunya yakni Es Teh Krampul Bang Jho Cinde, yang berlokasi niaga di lingkup perumahan Jalan Cinde Dalam, Jomblang Candisari, Semarang.</p>
<p>Pemiliknya yakni Eka Roliana Sari telah membuka usaha tersebut setahun belakangan, tepatnya pada September 2023.</p>
<p>“Produknya minuman Es The Krampul dengan kekhasannya,” kata dia Jumat, 6 Desember 2024.</p>
<p>Meski produk usaha ini belakangan cukup digemari dengan harga yang terjangkau, tetap saja memiliki tantangan tersendiri.</p>
<p>“Tantangan, misalnya harga bahan baku yang semakin tinggi, musim hujan juga mempengaruhi, serta lokasi yang sempat pindah mempengaruhi omset,” kata dia.</p>
<p>Dari sisi pembayaran, Eka ingin usaha Es Teh Krampul Bang Jho Cinde bisa mengikuti perkembangan teknologi sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan tujuan memberi layanan kemudahan bagi pelannggannya.</p>
<p>“September 2023 sejak buka sudah membuat QRIS,” ucap dia.</p>
<p>Dengan penerapan opsi pembayaran digital QRIS selain non tunai itu bisa menjangkau kebutuhan masyarakat yang beragam karakter.</p>
<p>“QRIS mempermudah pelanggan dalam melakukan pembayaran. Saya juga tidak perlu kesulitan menyediakan kembalian uang,” kata dia.</p>
<p>Untuk memudahkan perkembangan usaha-usaha kecil yang sedang dirintis, dia berharap biaya administrasi pengguna QRIS untuk <em>merchant</em> atau pedagang gratis.</p>
<p>“Tetap admin Rp0 untuk seterusnya, dan semakin lancar tanpa gangguan transaksi,” kata dia mengharapkan.</p>
<p>Terlebih, dirinya juga merintis usaha kuliner makanan selain minuman Es Teh Krampul tersebut untuk mengembangkan potensi.</p>
<p>Tak jauh dari lokasi itu, dia merintis usaha dengan <em>brand </em>‘Mafia Bakaran’ sejak Maret 2024, dengan menu aneka bakaran, dan minuman.</p>
<p>“Sebagai usaha baru tantangannya membangun pasar, mengenalkan produk, dan adaptasi usaha pada perubahan musim yang mempengaruhi,” kata dia.</p>
<p><strong>Biaya Transaksi Rp0</strong></p>
<p>Terpisah, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Nita Rachmenia, mengatakan, instansi terus meningkatkan upaya kinerja penggunaan QRIS, khususnya pada sektor pelaku usaha mikro (Umi).</p>
<p>Bank Indonesia, kata dia, memberikan kebijakan khusus tarif Rp0 bagi pedagang atau <em>merchant </em>untuk transaksi di bawah Rp500 ribu per 1 Desember 2024.</p>
<p>“Sebelumnya dikenakan biaya 0.3% untuk transaksi maksima Rp100 ribu. Ini sebagai bentuk dukungan kami, melihat transaksi QRIS di Jawa Tengah, 57% angkanya disumbang oleh para pelaku usaha mikro,” kata dia.</p>
<p>Bank Indonesia, terang Nita, membagi dua segmen <em>merchant, </em>yakni Reguler dan Khusus. Rinciannya untuk Reguler, terbagi dari Usaha Mikro (Umi) dengan biaya 0,3% di bawah transaksi Rp500 ribu, Usaha Kecil (Uke), Usaha Menengah (Ume), Usaha Besar (Ube) dengan biaya 0,7%.</p>
<p>Selanjutnya pada segmen Khusus, terbagi yakni Layanan Pendidikan dengan biaya 0,6%, Layanan SPBU, BLU, dan PSO berbiaya Rp 0,4%, serta G24, dan P2G dengan biaya 0%.</p>
<p><strong>UMKM Dominasi Pengguna QRIS </strong></p>
<p>Dari sisi kinerja penggunaan QRIS, Nita Rachmenia, menguraikan, tren pengguna layanan transaksi digital itu terus meningkat di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah.</p>
<p>Sejak QRIS diluncurkan pada 2019, catatan pengguna di Jawa Tengah menjadi yang terbanyak ketiga nasional dengan 7,4 juta pengguna hingga akhir Oktober 2024 atau pertumbuhan 41,96% secara tahunan <em>year on year</em> (YoY).</p>
<p>“Secara volume transaksi Jawa tengah menjadi yang terbanyak kelima secara nasional, dengan pertumbuhan 461,87% YoY,” kata dia.</p>
<p>Untuk pertumbuhan <em>merchant, </em>Jawa Tengah menjadi yang terbanyak keempat secara nasional sebanyak 3,4 juta pengguna atau tumbuh 16,29 YoY.</p>
<p>Nita melanjutkan, pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) mendominasi penggunaan <em>merchant</em> QRIS sebesar 97,98%.</p>
<p>Segmentasinya UMKM tersebut, kata Nita, terdiri dari Usaha Mikro (UMI), Usaha Kecil (UK), dan Usaha Menengah (UME).</p>
<p>“Sebaran terbanyaknya di kota Semarang 243,58%. Untuk volume transaksi terbanyak juga di Kota Semarang 73,38 persen,” kata dia.</p>
<p>Lebih lanjut, Nita mengajak masyarakat untuk mulai transaksi digital menggunakan QRIS karena mempunyai keunggulan, seperti kecepatan transaksi dan tak perlu membawa uang tunai.</p>
<p>“Kanal QRIS benefitnya atau manfaatnya banyak. QRIS juga dapat memitigasi risiko peredaran uang palsu. Saat ini QRIS masih menjadi metode paling aman untuk bertransaksi,” kata dia.</p>
<p><strong>Diaz Abidin</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/06/harapan-pengusaha-es-teh-krampul-bang-jho-cinde-biaya-qris-rp0-dan-kelancaran-transaksi">Harapan Pengusaha Es Teh Krampul Bang Jho Cinde, Biaya QRIS Rp0 dan Kelancaran Transaksi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita Eks Bankir di Salatiga Sukses Beternak Ayam Kampung, Modal Tabungan dan Pensiunan BPJS Ketenagakerjaan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/15/cerita-sukses-eks-bankir-ternak-ayam-kampung-di-salatiga-modal-tabungan-dan-dana-pensiunan-bpjs-ketenagakerjaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Nov 2024 16:59:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampung]]></category>
		<category><![CDATA[bankir]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bpjs]]></category>
		<category><![CDATA[Elba]]></category>
		<category><![CDATA[ketenagakerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[KUB]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Farm]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=446882</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Bramana Kusuma (44) putuskan berhenti usai 15 tahun bekerja di bidang keuangan dan perbankan. Dana tabungan dan pensiunan JHT BPJS Ketenagakerjaan jadi modal membangun usaha ternak ayam kampung jenis KUB dan Elba. Tren sadar pola hidup sehat memantik tingginya permintaan telur, dan daging ayam kampung yang lebih organik dan berkelanjutan. Usahanya makin berkembang, bahkan kewalahan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/15/cerita-sukses-eks-bankir-ternak-ayam-kampung-di-salatiga-modal-tabungan-dan-dana-pensiunan-bpjs-ketenagakerjaan">Cerita Eks Bankir di Salatiga Sukses Beternak Ayam Kampung, Modal Tabungan dan Pensiunan BPJS Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>“Bramana Kusuma (44) putuskan berhenti usai 15 tahun bekerja di bidang keuangan dan perbankan. Dana tabungan dan pensiunan JHT BPJS Ketenagakerjaan jadi modal membangun usaha ternak ayam kampung jenis KUB dan Elba. Tren sadar pola hidup sehat memantik tingginya permintaan telur, dan daging ayam kampung yang lebih organik dan berkelanjutan. Usahanya makin berkembang, bahkan kewalahan menyuplai anakan ayam (DOC) ke peternak di Pulau Jawa dan penjuru nusantara…”</em></p>
<p><strong>MENDUNG</strong> menggelayut di langit Kota Salatiga, Jawa Tengah, Ahad 7 November 2024 pagi menjelang siang. Suhu udara berkisar 25 derajat celcius, menjadi lebih dingin sore hari kala hujan membasahi si kota dingin. Bramana Kusuma (44) duduk di bangku teras rumahnya, menikmati udara yang terasa cukup sejuk, dan segarkan rongga dada dalam sekali tarikan nafas.</p>
<p>Bram, sapaan akrabnya, baru saja selesai beraktivitas di kandang ayam kampung yang dinamai Setya Farm di belakang rumah. Semakin menarik, peternakan ini berada di perkampungan Jalan Nakula Sadewa, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, di kaki Gunung Merbabu itu.</p>
<p>Jenis ayam kampung yang dibudidayakan di Setya Farm yakni Ayam Kampung Petelur Unggul Balitbangtan (KUB) dan Elba. Hampir saban hari, rutinitas Bram menyiapkan dan memberi pakan ayam kampung, mengecek kondisi kesehatan, kebersihan kandang, hingga memeriksa mesin tetas telur, serta anak-anak ayam atau <em>Day Old Chicken</em> (DOC), dan lain-lain.</p>
<p>“Pemberian pakan ayam kampung ini cukup dua kali sehari. Pagi sebelum pukul 07.30 WIB, dan sore sebelum pukul 16.30 WIB,” kata Bram, pria yang terakhir berkarir sebagai Marketing Head di salah satu bank di Kota Salatiga itu.</p>
<p>Di sela-sela waktu itu, Bram sedang menerima kunjungan calon peternak dari Komunitas Latar Kalitan di Salatiga yang tertarik dengan peternakan Ayam KUB dan Elba. Mereka ingin belajar melihat peluang pasar, sekaligus berkonsultasi tentang bagaimana beternak ayam kampung secara organik dan berkelanjutan.</p>
<p>Dia juga kerap menerima kunjungan kerja dari instansi pemerintahan, perguruan tinggi, atau swasta. Selain itu ada pula kunjungan dari kalangan mahasiswa yang ingin belajar, tugas kuliah, riset, ataupun magang .</p>
<p>Teni, Ketua Komunitas Latar Kalitan mengaku ingin berkonsultasi tentang potensi ekonomi beternak ayam kampung KUB dan Elba. Baru sepekan belakangan dia mengetahui ada jenis ayam kampung petelur produktif atau unggul yakni Ayam KUB dan Elba yang diternak.</p>
<p>“Kami diberitahu (keunggulan ayam itu), ada peternakannya ternyata dekat sini. Jadi kami kesini mau belajar beternak untuk kemandirian komunitas. Supaya ada perputaran ekonomi yang dihasilkan di komunitas. Seumpama punya kegiatan bagaimana caranya, ada hasil yang dari kami sendiri dan setidaknya untuk kami sendiri,” kata dia.</p>
<p>Setelah mendapat informasi tentang keunggulan Ayam Kampung KUB dan Elba, dia berkonsultasi tahap awal tentang cara beternak dari anakan. Teni lantas memantapkan diri memesan 100 anakan ayam atau DOC dari Setya Farm.</p>
<p>“Kandangnya sudah siap dari triplek sederhana. Tinggal modelnya disempurnakan mengikuti arahan mas Bram. Supaya nyaman, hangat, bebas hewan pemangsa juga seperti tikus,” kata dia.</p>
<p>Teni mengatakan, Komunitas Latar Kalitan berdiri pada 2013 dan bergerak pada lingkungan, seni, dan budaya. Salah satu fokusnya menciptakan ruang untuk anak-anak remaja sekitar untuk bergerak pada tiga elemen itu.</p>
<p>Komunitas melakukan kegiatan seperti penanaman pohon di Kaki Gunung Merbabu sisi Utara, konservasi mata air, kerajinan, hingga kesenian. Belajar beternak Ayam Kampung KUB dan Elba kini bakal menjadi jalan baru komunitas  yang diselaraskan dengan tujuan konservasi lingkungan, serta seni, dan budaya.</p>
<figure id="attachment_447922" aria-describedby="caption-attachment-447922" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-447922" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-2-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447922" class="wp-caption-text">Bram memanen telur Ayam Kampung KUB dan Elba, di kandang peternakan Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Memulai Usaha</strong></p>
<p>Usaha yang sedang berkembang milik Bram, yakni peternakan ayam kampung petelur unggul. Ada dua jenis ayam kampung yang dikembangkan. Pertama, Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) asli Jawa Barat, dan Elba yang berasal dari Jeddah, Arab Saudi.</p>
<p>Bram mulai fokus menggeluti usaha peternakan ini saat Covid 19 merebak di Indonesia pada 2020. Saat itu dia masih bekerja dengan jabatan Marketing Head di salah satu bank di Salatiga. Tak lama kemudian memutuskan undur diri dari perusahaan dan fokus mengembangkan bisnis ayam kampung.</p>
<p>“Ketika Covid 19, saya WFH (<em>work form home</em>) enam bulan jadi fokus di kandang, mengembangkan dan beternak ayam KUB. Sebetulnya sudah sedikit-sedikit memulai usaha ini ketika masih kerja,” kata dia.</p>
<p>Jauh sebelum itu, keinginan berwirausaha dan praktiknya telah dilakukan Bram meski belum mendapat keberhasilan. Dia pernah usaha sayuran hidroponik selama kurang lebih dua tahun. Karena pasarnya kurang menjanjikan, dia berganti usaha beternak cacing.</p>
<p>“Itu gagal juga lalu ganti beternak ulat hongkong selama satu tahun gagal lagi. Lalu ternak ulat jerman  sudah beli kumbangnya juga, proses satu tahunan gagal lagi,” kata dia.</p>
<p>Pada 2015, Rama mulai melirik beternak unggas yakni Ayam Joper atau Jowo Super yang merupakan persilangan dua jenis ras ayam yang berbeda. Saat itu, kata dia, masyarakat menganggap Ayam Joper sebagai Ayam Kampung.</p>
<p>Dia mengaku, bisnis itu cukup berkembang dan mampu menyuplai Ayam Joper ke sejumlah rumah makan. Bisnis itu bertahan selama empat tahun hingga 2019, lalu terhenti karena jatuhnya harga di pasaran.</p>
<figure id="attachment_447923" aria-describedby="caption-attachment-447923" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447923" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-3-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447923" class="wp-caption-text">Bram memmberikan pakan Ayam KUB dua kali sehari, pagi dan sore, di kandang petetnakan Setya Farm, Kota Salatiga, Ahad 10 November 2024. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Ayam KUB</strong></p>
<p>Berjalannya waktu, dia berinisiatif mencari jenis ayam kampung yang lebih unggul dan menguntungkan secara pasar. Bram mulai mencari informasi dari internet, hingga membaca tentang keunggulan Ayam Kampung KUB dengan produksi telur yang tinggi.</p>
<p>“Setelah harga panen Ayam Joper jatuh, lalu saya punya inisiatif belajar lagi mencari ayam kampung yang asli. Lalu riset akhirnya ketemu Ayam KUB ini,” kata dia.</p>
<p>Melansir laman Kementerian Pertanian, Ayam Kampung KUB merupakan salah satu galur ayam hasil pemuliaan ayam kampung <em>(Gallus-gallus domesticus) </em>yang berasal dari Provinsi Jawa Barat. Sifat mengeram ayam KUB-1 telah dikurangi, menjadikan ayam melompati masa siklus mengeram telur, lalu bersiap produksi telur lagi.</p>
<p>Sifat itu menjadi keunggulan Ayam KUB-1 dibandingkan ayam kampung biasa. Produksi telur satu indukan dapat mencapai 180 butir pertahun. Ayam KUB-1 juga mempunyai potensi pedaging yang baik. Pada usia panen 12 pekan, bobot ayam KUB-1 mampu mencapai 0,8-1 kg.</p>
<p>Setelah riset dilakukan Bram, dia segera belajar langsung ke peternak Ayam KUB senior yang sudah berjalan baik. Setelah tiga bulan belajar, dia memberanikan diri memesan anakan ayam atau DOC sebanyak 20 ekor untuk dibesarkan. Keberanian itu berbekal pengalaman Bram beternak ayam sebelumnya.</p>
<p>“Perkembangannya (ayam) bagus. Mulai umur lima bulan bisa seleksi ayamnya untuk dijadikan indukan. Pada usia 5,5 bulan ayam itu sudah belajar bertelur,” ucap sosok bernama lengkap Bramana Kusuma Setya Wicaksana ini.</p>
<p>Setelah produksi telur ayam pelahan meningkat, langkah selanjutnya harus memasarkannya. Rejeki berpihak pada Bram, menurutnya pada masa awal Covid 19 permintaan telur ayam kampung tinggi. Begitupun dengan dagingnya.</p>
<p>Hal itu, kata dia, dikarenakan pada masa Covid 19 masyarakat mulai sadar pola hidup sehat. Ada kalangan yang memilih konsumsi protein hewani dari telur dan daging ayam kampung. Di mana  pembudidayaannya lebih organikdan berkelanjutan dibandingkan ayam ras.</p>
<p>“Telurnya coba jual ternyata peminatnya lumayan bagus, malah setiap hari rata-rata tambah konsumennya. Waktu itu awal Covid 19, pola hidup sehat masyarakat sudah terfikirkan lebih baik. Makanan sehat untuk menambah imunitas. Katanya bisa untuk percepat penyembuhan pasien,” kata sosok asal Magelang itu.</p>
<p>Permintaan telur ayam kampung untuk konsumsi terus bertambah, baik dari Salatiga atau luar daerah. Pasar yang menjanjikan itu dibacanya, Bram merasa harus memperbanyak produksi telur ayam kampung lagi.</p>
<figure id="attachment_447924" aria-describedby="caption-attachment-447924" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447924" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-4-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447924" class="wp-caption-text">Sama dengan Ayam KUB, pemberian pakan sehari dua kali juga sama dilakukan kepada jenis Ayam Elba. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Ayam Elba</strong></p>
<p>Kurang lebih satu tahun setelah mulai beternak Ayam KUB, dia tak ragu dan riset lagi dengan membaca sejumlah literatur tentang jenis ayam kampung lain yang lebih produktif bertelur. Sejalan kemudian, bertemulah dengan jenis ayam kampung yang produksi telurnya lebih tinggi, yakni Ayam Elba.</p>
<p>Sejumlah literatur di internet menyebut, Ayam Elba dikembangkan oleh Lala Setyawan atau dikenal Haji Lala asal Dusun Batikan, Kabupaten Temanggung. Di mana pada 2010 saat ibadah haji, dia membawa pulang 60 an butir telur ayam dari Jeddah.</p>
<p>Sesampainya di Indonesia, ayam itu ditetaskan namun gagal. Tersisa tiga telur yang dititipkan ke rekannya peternak yang ternyata berhasil menetas lengkap ada jantan dan betina. Akhirnya ayam itu dikembangkan Haji Lala, dan dinamai ‘L (dibaca el) ’ berasal dari awalan namanya, dan ‘Ba’ awalan nama Dusun Batikan.</p>
<p>“Saya langsung ke Haji Lala di Temanggung. Itu saya ke sana dan niatkan belajar, dan memang telurnya sama persis dengan ayam kampung. Waktu itu beli satu boks DOC Ayam Elba, selang dua pekan beli pulet atau calon indukan yang betina 20-an ekor,” kata Rama.</p>
<p>Pada umur empat bulanan, Ayam Kampung Elba sudah mulai bertelur dengan catatan pemberian pakan yang bagus, serta bobot ayam betina minimal 1 kg. Artinya lebih cepat bertelur dibandingkan Ayam Kampung KUB pada usia 5,5 bulan, dan bobot rata-rata 1,3 kg.</p>
<p>“Ayam Elba ternyata produksi telurnya lebih banyak, 300-320 butir dalam setahun. Kalau ayam kampung asli atau Jawa rata-rata produksi telur pertahun 60-80 butir. Kalau Ayam Kampung KUB 160-180 butir pertahun. Cukup banyak sekali kan selisihnya,” kata Bram.</p>
<p>Ayam Elba juga disebutnya punya keunggulan lain, yakni pakannya lebih irit dibandingkan Ayam KUB. Ayam Elba indukan betina rata-rata per ekor butuh asupan makanan 70-80 gram per hari. Untuk Ayam KUB 90-100 gram. Selisih 20-30 gram per ekor tiap hari. Artinya, untuk usaha telur konsumsi, Ayam Elba ini lebih bagus.</p>
<p>“Secara bentuk telur, fisiknya sama dengan ayam kampung biasa. Kalau nilai gizinya tergantung nilai nutrisi dari pakan yang diberikan. Ayam Elba di tempat saya ini masih F1 atau galur murninya belum ada persilangan dengan ayam kampung lain,” kata dia.</p>
<p>Bram kemudian mengembangkan budidaya ternak Ayam Kampung jenis KUB dan Elba. Dua-duanya, kata dia, sama-sama menjanjikan baik produksi telur atau dagingnya. Kedua ayam itu mampu produktif bertelur hingga usia dua tahun.</p>
<figure id="attachment_447925" aria-describedby="caption-attachment-447925" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447925" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-5-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447925" class="wp-caption-text">Penggunaan pakan fermentasi, serta memanfaatkan bahan organik dari lingkungan sekitar menghemat 60% pakan pabrikan. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Peternakan Organik dan Berkelanjutan</strong></p>
<p>Keunggulan dari beternak dua jenis ayam kampung tersebut pembudidayaannya yang organik dan berkelanjutan. Tidak bergantung 100 persen pada pakan pabrikan, dan banyaknya suntikan seperti ayam ras. Hak kebahagiaan ayam kampung juga lebih bisa diberikan.</p>
<p>Contoh, letak kandang Setya Farm tepat berada di belakang rumah tempat tinggal Bram dan keluarga. Sepintas tak terlalu terdengar riuh suara ayam dari depan rumah. Bau kandang ayam tidak terasa seperti peternakan pada umumnya. Padahal jarak teras rumah dan kandang ayam hanya sekira 20 meter.</p>
<p>Lokasi peternakan yang berada di perkampungan itu tak terlalu menganggu warga sekitar. Hal itu dikarenakan, peternakan ayam kampung dilakukan secara organik. Pakan ayam menggunakan paduan sentrat atau pakan pabrikan, dan bahan-bahan organik yang difermentasi oleh Bram sendiri.</p>
<p>Dia menjelaskan, pakan fermentasi akan memaksimalkan penyerapan protein dalam sistem pencernaan ayam kampung. Dengan begitu, kotoran yang dikeluarkan tak banyak menimbulkan bau pembusukan di luar tubuh.</p>
<p>Metode inilah yang membuat peternakan ayam kampung cukup digemari bagi peternak maupun konsumennya. Pakan organik, membuat peternak tidak bergantung penuh pada pakan pabrikan yang menguras kantong. Bahan pakan organik juga bisa didapat menyesuaikan kondisi lingkungan sekitar.</p>
<p>“Sebisa mungkin Setya Farm dikelola secara organik, pakai pakan-pakan organik. Pasarnya bagus, untuk kebutuhan makanan sehat organik bagi masyarakat yang sudah sadar akan pola hidup,” kata dia.</p>
<p>Dalam pemberian pakan, memakai paduan sentrat pabrikan itu 40%, dan 60% makanan organik. Setya Farm punya resep sendiri mengolah pakan organik, berupa fermentasi campuran ampas tahu, ampas gandum, jagung, sayur-sayuran hijau, tepung cangkang telur, tepung ikan, dan lainnya.</p>
<p>“Bisa menggunakan sayur-sayuran hijau, bayam, kangkung, bisa ditanam sendiri, kami juga melakukannya. Kalau menggunakan sisa sayuran di pasar pastikan dicuci bersih, karena sudah terpapar pestisida. Pakai sisa makanan boleh, difermentasi makin bagus,” kata dia.</p>
<p>Bram juga menanam tumbuhan Trichantera yang dalam riset disebut punya kandungan protein tinggi. Daunnya bisa lebih lebar dari Jambu Jamaica. Tanaman ini telah banyak dikembangkan menjadi pakan ternak dengan kandungan protein cukup baik.</p>
<figure id="attachment_447928" aria-describedby="caption-attachment-447928" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447928" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-6-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447928" class="wp-caption-text">Bekerja sama dengan peguruan tinggi, sistem kelistrikan panel surya telah diterapkan untuk penerangan, pengairan, dan penghangat kandang Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Panel Surya dan Biogas Penghangat </strong></p>
<p>Mengingat suhu udara di Salatiga yang cukup dingin, ayam kampung butuh penghangat ruangan. Di Kandang Setya Farm mengandalkan penghangat dari bohlam lampu listrik, dan blower. Begitupun dengan mesin tetas telu elektrik.</p>
<p>Pemantauan suhu dilakukan dengan menggunakan Thermometer. Untuk anakan ayam suhu ruangan setidaknya harus lebih dari 30 derajat celcius. Untuk ayam dewasa sudah punya kelebatan bulu, artinya lebih tahan suhu ketimbang DOC, namun harus tetap hangat.</p>
<p>Pada kadang ayam dewasa saat ini terdapat blower penghangat ruangan berenergi listrik. Sementara kelistrikan, untuk air minum otomatis dan penerangan di kandang sudah menggunakan panel surya sebagai energi baru terbarukan (EBT) yang berkelanjutan rancangan dari mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines).</p>
<p>Bram, berencana membuat sistem energi penghangat ruangan dari biogas. Biogas itu berasal dari kotoran ayam yang akan ditampung terlebih dahulu. Hal ini menunjang konsep peternakan organik dan berkelanjutan.</p>
<p>“Di Salatiga penghangat ruangan (kandang) penting sekali karena di sini dingin. Nanti arahnya ke depan mau pakai energy alternatif lain pakai kayak biogas dari kotoran si ayam. Apalagi populasinya banyak, selama ini DOC di atas 300 ekor pakainya tabung gas itu boros. Jadi arahnya kita riset ke biogas,” katanya.</p>
<figure id="attachment_447926" aria-describedby="caption-attachment-447926" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447926" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-7-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447926" class="wp-caption-text">Pencegahan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, dan penyemperotan disinfektan, di peternakan Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Pencegahan Penyakit</strong></p>
<p>Pada metode pencegahan penyakit, Ayam KUB dan Elba dilakukan dengan cara organik, tanpa obat-obatan kimia. Tak banyak suntik obat-obatan pada ternak ayam kampung itu.</p>
<p>Bram mengatakan, hal pertama yang dilakukan yakni pola pencegahan dengan rutin menjaga kebersihan kandang, termasuk tempat makan, dan minum. Hal tersebut mutlak dan vital, tidak boleh tidak dilakukan.</p>
<p>Untuk menjaga kesehatan dan imunitas ayam, Bram memakai obat-obatan tradisional rempah-rempah. Beberapa rempah misalnya menggunakan racikan jahe, kunir, dan lainnya. Daun papaya juga bagus untuk mengobati cacingan. Bahan-bahan itu bisa diracik sendiri atau dibeli di toko daring bila ingin lebih memudahkan.</p>
<p>“Yang kedua, kalau di Setya Farm, saya tidak mengizinkan peternak unggas, dan pedagang unggas masuk ke kandang. Itu juga mutlak. Kenapa? karena mereka yang paling berpotensi membawa virus penyakit yang tidak terlihat,” katanya.</p>
<p>Meski demikian, kandang masih butuh penyemperotan penangkal virus menggunakan disinfektan kimia. Setidaknya tiga hari sekali disemprot dengan merek yang berbeda. Hal ini dilakukan agar bakteri dan virus penyakit tidak menjadi kebal pada satu jenis merek saja.</p>
<figure id="attachment_447927" aria-describedby="caption-attachment-447927" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447927" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-8-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447927" class="wp-caption-text">Pemasaran telur ayam dilakukan juga bermitra dengan komunitas peternak ayam kampung lain.(Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Pemasaran </strong></p>
<p>Tips untuk pemasaran produk, Bram punya strategi dalam menjual telur, dan daging ayam kampung. Ilmu <em>marketing </em>yang dimiliki dipakai, dia punya strategi menarik pembeli. Salah satunya menjual paket telur ayam kampung, tiap sepuluh butir gratis tambahan satu.</p>
<p>Mulanya, dia menyasar berjualan ke sekolah-sekolah, dengan target konsumennya para guru. Sasaran pertama pasarnya dari kelompok ekonomi menengah. Dari sisi peminat, dia harus mengelompokkan segmentasi pasar.</p>
<p>“Jadi ada segmen ekonomi menengah ke atas. Kemudian masyarakat yang sadar dengan pola hidup sehat,” kata Bram, lulusan sarjana hukum tersebut.</p>
<p>Kemudian ada pasar konsumen yang beli untuk penyembuhan atau terapi. Dirinya juga masuk ke kantor-kantor instansi pemerintahan, ada juga masuk ke rumah sakit untuk pasar pegawai di sana.</p>
<p>Langkah lain dengan kolaborasi dengan komunitas peternak ayam kampung lain yang sudah punya langganan membeli telur seperti warung makan dengan menu Gudeg. Biasanya pedagang itu hanya memakai telur ayam kampung.</p>
<p>“Untuk penjualan telur ayam kampung konsumsi pada tahun pertama, saya jual harian dari pintu ke pintu rata-rata per hari 60-100 butir. Sekarang per hari produksi 200-500 butir, dari pelanggan tetap dan <em>reseller</em>. Per butir harganya saya jual bisa Rp2.500. Kalau untuk <em>reseller</em> lebih murah lagi karena mereka untuk dijual lagi,” kata Rama.</p>
<p>Dia melanjutkan, secara pasar telur ayam kampung prospek segmentasinya besar untuk masyarakat perkotaan. Ada peternak yang besar sudah mampu menyuplai telur aya kampung ke minimarket. Akan tetapi dia menilai peluang bisnisnya masih banyak dan luas.</p>
<p>“Masih luas pasarnya, kompetitornya tidak banyak. Kebutuhan telur ayam kampung konsumsi skala besar kita harus langsung ke <em>end-user</em>, di mana profitnya lebih banyak dibandingkan pengepul,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_447929" aria-describedby="caption-attachment-447929" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447929" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-9-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447929" class="wp-caption-text">Telur Ayam KUB dan Elba ditetaskan menggunakan mesin berkapasitas 50 dan 70 butir. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Fokus Penetasan DOC</strong></p>
<p>Potensi bisnis Ayam Kampung KUB dan Elba, disebut Bram, sangat menarik. Sejak Covid 19 khususnya permintaan telur ayam kampung organik untuk konsumsi masih menjanjikan.</p>
<p>Pasar yang khas ini, membuat banyak peternak atau calon peternak melirik bisnis ternak Ayam Kampung KUB, dan Elba tersebut. Melihat hal itu, Bram mencoba fokus pengembangan bisnis penetasan telur fertil menjadi anak ayam atau DOC sejak 2023. Tujuannya menyuplai ke peternak di Pulau Jawa, dan penjuru daerah di Indonesia.</p>
<p>“Walaupun dari 2020, sudah ada telur fertil yang terus ditetaskan. Sekarang banyak permintaan DOC, saya bisa melayani ke seluruh Pulau Jawa. DOC dkirim lewat jalur ekspedisi hewan, biasanya lewat PT KAI Logistik. Potensi permintaan dari luar pulau juga menarik seperti di Kalimantan,” ujarnya.</p>
<p>Secara populasi di kandang Setya Farm, terdapat Ayam KUB kurang lebih sekira 30 paket. Dalam satu paketnya terdapat satu jantan dan lima betina. Kemudian Ayam Elba sekira 10 paket. Keduanya digunakan untuk menyuplai telur fertil penetasan DOC.</p>
<p>Diakuinya jumlah itu belum banyak, bila melihat permintaan DOC. Bahkan, permintaannya harus inden atau pesan jauh-jauh hari sebelumnya. Solusinya, dia bermitra dengan sejumlah komunitas peternak lokal di Salatiga untuk mendapatkan suplai telur fertil.</p>
<p>“Yang indukan Ayam Elba tidak terlalu banyak, karena kita juga punya mitra peternak kita bentuk mitra kecil di Salatiga. Kita saling kerja sama kalau ada permintaan di luar. Karena saya tidak punya karyawan yang membantu pekerjaan,” kata dia.</p>
<p>Untuk permintaan DOC, per pekannya paling tidak dia mengirim dua kali pesanan ke pelanggan. Dia punya mesin tetas telur masing-masing berkapasitas 500 butir, dan 700 butir. Produksinya, mampu menetaskan setidaknya 400-an DOC setiap pekannya, dengan pengiriman ke pelanggan tiga hari sekali.</p>
<p>“Anak ayam DOC itu bisa dijual satu hari setelah menetas, ketika bulu sudah kering, bisa jalan, belajar makan dan minum langsung bisa dikirim dan aman. Pengiriman ke seluruh Pulau Jawa. Pernah, misalnya perjalanan dua hari Alhamdulillah masih sehat. Ya paling mati satu atau dua ekor, tapi kasusnya normal karena terinjak temannya,” kata Bram.</p>
<p>Kenyamanan keterjaminan produk sampai kepada pelanggan menjadi penting. Setiap pengiriman pesanan satu boks berisi 100 ekor ayam DOC akan ditambahkan dua ekor sebagai garansi pengganti bilamana ada yang mati.</p>
<p>“Harga anak ayam DOC untuk Ayam KUB Rp8 ribu per ekor, dan Ayam Elba Rp10 ribu per ekor. Sistem pemesanan DOC antre dulu, dan menitip uang muka minimal 25 persen, serta tambah uang ongkos kirim. Kalau mau diambil ke sini tidak ada ongkos kirim,” katanya.</p>
<p>Dia memerinci pasar anakan ayam DOC cukup bagus di Jawa Tengah khususnya. Misalnya dia telah melakukan kerja sama dengan wisata edukasi di Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Di sana ada anak-anak muda pengusaha yang mengembangkan peternakan, dan pertanian di desa.</p>
<p>Pengiriman DOC juga dilakukan ke berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Timur, dan kota-kota lainnya. Peternak dari luar pulau seperti Kalimantan juga mulai banyak melirik usaha Ayam Kampung. Mereka mulai belajar dan memesan bibit dari Pulau Jawa.</p>
<figure id="attachment_447930" aria-describedby="caption-attachment-447930" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447930" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-10-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447930" class="wp-caption-text">Pengurus Komunitas Latar Kalitan di Salatiga belajar langsung cara membuat pakan fermentasi ternak Ayam Kampung KUB dan Elba di kandang Setya Farm. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Tantangan dan Tips Peternak Pemula</strong></p>
<p>Bisnis yang dilakukan Rama tak selamanya mulus, di mana awal mula beternak banyak yang mati. Saat itu memelihara Ayam Joper sebaga peternak yang masih pemula. Dia mendapat bibitnya yang mungkin kurang bagus.</p>
<p>“Pernah hampir mati sebagian. Ambil DOC tiga boks mati hampir 150 an. Yang Ayam KUB dan Elba Alhamdulillah bagus hasilnya karena sudah pernah belajar saat pelihara Ayam Joper. Paling kematian karena kematian wajar, bukan penyakit atau virus. Biasanya mati karena suhu kandang dingin, kurang hangat. Tapi belajar terus, kita pakai Thermometer untuk atur suhu ruangan kandang,” kata dia.</p>
<p>Tantangan yang lain yakni penyakit. Biasanya yang menyerang ayam ketika pancaroba seperti sekarang ini yakni pilek atau batuk. Ada juga penyakit yang menyerang saluran pernafasan hingga membuat mata bengkak.</p>
<p>“Kalau suhu panas itu juga sering muncul stress, lalu berak kapur, berak hijau. Semuanya itu sebetulnya tergantung dari kebersihan kandang dan pencegahan. Lebih baik mencegah dan mengobati,” katanya.</p>
<p>Selebihnya, kata Bram, harus terus belajar dan nanti akan menemukan permasalahan. Peternak harus belajar terus sampai hafal dan ahli serta mampu mengatasi permasalahan penyakit.</p>
<p>Untuk peternak pemula, Bram punya saran agar berani mencoba praktik dengan mulai memelihara jumlah populasi ayam yang sedikit dahulu.</p>
<p>Ketika berproses, kata dia, pasti akan menemui kendala atau permasalahan. Peternak pemula bisa berkonsultasi dengan peternak yang sudah jalan bisnisnya untuk membantu memberikan solusi.</p>
<p>“Kalau berhasil nanti bisa menambah populasi ayam lagi. Berproses, jangan patah semangat, optimistis, nikmati proses itu, tidak perlu takut akan kegagalan. Usaha itu bertahap,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_447931" aria-describedby="caption-attachment-447931" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447931" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/AyamKampung-11-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447931" class="wp-caption-text">Bisnis Ayam Kampung KUB dan Elba di Setya Faam tak hanya berfokus pada telur dan daging, kini mulai produksi anakan ayam ata DOC. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Modal Tabungan dan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan</strong></p>
<p>Jatuh bangun berkembangnya bisnis Setya Farm milik Bram tentu ditunjang keuangan sebagai permodalan. Mencari tambahan modal telah menjadi bagian cerita tersendiri yang mengenang dalam benak sepanjang perjalanan bisnisnnya. .</p>
<p>Kilas balik, Bram mulai mengumpulkan modal sedikit demi sedikit saat masih bekerja di industri keuangan dan perbankan. Tekadnya kuat, dia selalu menyisihkan sebagian dari bonus atau insentif dari kantor untuk menyicil biaya pembangunan kandang, dan membeli peralatan lainnya.</p>
<p>“Iya mas, mengumpulkan uang sedikit-sedikit. Terus dapat keuntungan dari hasil panen atau penjualan yang diputarkan lagi untuk modal mengembangkan usaha,” kata dia.</p>
<p>Selain dari tabungan pribadi, dan perputaran keuntungan bisnis itu, Bram merupakan penerima manfaat dari hak dana pensiunan jaminan hari tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan. Nilai yang terkumpul selama setidaknya 15 tahun bekerja sebagai karyawan itu digunakan untuk memaksimalkan modal mengembangkan bisnis.</p>
<p>“Asuransi BPJS Ketenagakerjaan juga habis masuk modal. Saya lupa angka pastinya, kurang lebihnya sekitar Rp20 juta untuk menambah modalnya,” tutur dia mengingat sembari tersenyum tipis.</p>
<p>Bram bersyukur dengan akses permodalan itu menunjang berkembangnya bisnis ayam kampung. Dia berharap, wirausaha peternakan seperti itu bisa memberikan motivasi, inspirasi, dan manfaat yang positif untuk semua orang. Terlebih bagi mereka yang ingin berwirausaha dimulai dari yang kecil sekalipun.</p>
<figure id="attachment_447932" aria-describedby="caption-attachment-447932" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-447932" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12.jpeg" alt="" width="681" height="384" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12-400x226.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Ayam-Kampung-12-150x85.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-447932" class="wp-caption-text">Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah-DI Yogyakarta mencatat data pencairan JHT paling tinggi dibandingkan empat program lainnya. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Tren Pemanfaatan JHT untuk Modal Usaha</strong></p>
<p>Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DI Yogyakarta, Isnavodiar Jatmiko, menjelaskan, ada temuan tren menarik dari pemanfaatan dana pensiunan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>Tujuan semula JHT itu, kata dia, untuk masa pension. Ada juga sebagai penyangga sembari mencari pekerjaan baru sektor formal. Akan tetapi, kini mulai ada tren banyak masyarakat yang mencairkan JHT untuk digunakan sebagai modal usaha.</p>
<p>Temuan ini dikuatkan dalam survei nasional BPJS Ketenagakerjaan periode 22 Juli-31 Oktober 2024. Survei melibatkan 11 ribu responden yang berasal dari 9.934 peserta, dan 1.096 ahli waris. Rinciannya terdapat responden dari pekerjaan formal 9.439 orang, dan 1.591 informal. Survei juga mencatat rata-rata upah, lama bekerja, hingga usia saat pencairan atau klaim pencairan JHT.</p>
<p>Tercatat penggunaan dana JHT untuk modal usaha angkanya mencapai 19,19%. Angka ini menarik, sebab menandakan adanya peningkatan sektor usaha informal. Kemudian dipakai keperluan sehari-hari sebanyak 27,87%. Selanjutnya pada angka 12,61% untuk persiapan masa tua seperti berinvestasi, menabung di tempat lain, atau pemanfaatan untuk hari tua lain.</p>
<p>Adapun responden sisanya memilih menggunakan JHT untuk kebutuhan persalinan, biaya beli susu atau pampers anak, pemakaman, perbaikan kendaraan, biaya kerja di luar negeri, pembayaran pajak, dan lainnya.</p>
<p>“Ada (hampir) 20 persen klaim JHT yang digunakan ke modal usaha. Angka ini walaupun harapan kami (JHT) itu dipakai untuk masa tua, akan tetapi sekarang sudah ada tren dipakai ke arah sana (modal usaha),” kata dia.</p>
<p>Dengan melihat survei itu, BPJS Ketenagakerjaan bisa membaca dan memantau pola tenaga kerja setelah berhenti bekerja di sektor formal. Jejak penerima manfaat JHT akan terlihat, apakah akan menjadi wirausaha, kembali ke pekerjaan formal lainnya atau tidak.</p>
<p>Pada saat penerima manfaat itu sudah klaim pencairan dana pensiunan JHT untuk menjadikannya modal usaha, artinya dia sudah pindah ke sektor Bukan Penerima Upah (BPU). BPJS Ketenagakerjaan juga bisa memonitor bagaimana perkembangan wirausaha bermodal JHT itu, atau berapa lama bertahan.</p>
<p>“Masih bisa diikuti (data) kapan penerima manfaat itu membayar iuran dan sampai berapa lama. Kalau dia bayar iuran lanjut, artinya sektor bisnis informalnya berjalan terus. Kita jadi punya data tentang tren pemanfaatan dana JHT untuk modal usaha yang meningkat, itu menarik,” kata Jatmiko.</p>
<p>Lebih lanjut Jatmiko mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan bisa menggunakan data survei sebagai rujukan dalam membuat skema dukungan terhadap pelaku usaha di sektor informal. Dukungan terdekat yang diharapkan tentunya seperti pelatihan, dan akses permodalan, atau lainnya.</p>
<p>Dia mengakui, belum banyak program untuk pelatihan usaha dari instansi. Skema tersebut dikatakan belum dimiliki. Akan tetapi, dari data tersebut bisa membuat program yang bisa disinergikan dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat, dan yang terkait lainnya, baik akses pelatihan, permodalan, dan lain-lain.</p>
<p>“(Program) pelatihan ada di Disnaker, jadi kalau bisa di-<em>connect </em>itu akan bagus banget. Ada banyak peluang kita melihat dari pembacan data ini. Fokus pertama kami memang memastikan hak masyarakat terpenuhi. Klaim dana dapat disalurkan dengan baik, pelayanan bagus, dan memastikan semua anggota keluarganya mendapat hak tersebut,” kata Jatmiko.</p>
<p>Dari data-data survei tersebut, juga bisa dilihat pergerakan tenaga kerja. Hal itu menunjukkan lini bisnis pekerjaan apa yang sedang tumbuh, sehingga bisa membantu  pemerintah dalam membaca pasar kerja.</p>
<p>Selanjutnya, BPJS Ketenagakerjaan, ingin punya layanan bernilai tambah <em>(value added service)</em> untuk masyarakat, yaitu fungsi-fungsi konsultatif. Salah satunya, memberikan informasi akses-akses permodalan, di mana ada pelatihan, informasi data tren jenis usaha yang membuka lapangan pekerjaan.</p>
<p>“Termasuk inklusif <em>job center</em>. Nah <em>value added service</em> ini yang baik untuk digalakkan,” kata Jatmiko.</p>
<p>Untuk dukungan nyata kemudahan masyarakat dalam melakukan klaim atau pencairan dana JHT, instansi tersebut punya setidaknya tiga kemudahan layanan. Di antaranya, Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) Online, Layanan Lapak Asik di Kantor Cabang, dan Layanan klaim melalui Aplikasi JMO.</p>
<p>Sementara itu,melihat angka total jumlah klaim pencairan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan di wilayah kerja Jawa Tengah-DI Yogyakarta pada 2023 sebanyak 513.827 orang, dengan nilai Rp5,2 Triliun (Rp5.233.064.494.740).</p>
<p>Catatan pada tahun ini hingga 31 Oktober 2024 terdapat 386.799 orang, dengan nilai Rp4,7 Triliun (Rp4.730.138.832.740). Trennya, angka itu dipastikan bisa terus bertambah hingga akhir tahun.</p>
<p>Pencairan JHT dipastikan yang tertinggi dibandingkan empat program lainnya hingga 31 Oktober 2024. Di antaranya, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan 58.533  kasus senilai Rp222 Miliar (Rp222.317.567.080). Jaminan Kematian (JKM) dengan 16.858 kasus, senilai Rp346 Miliar (Rp346.821.300.000).</p>
<p>Selanjutnya, Jaminan Kehilangan Pekerjaan dengan 23.053 kasus, pada angka Rp24 Miliar (Rp24.018.616.740). Jaminan Pensiun (JP) dengan 13.728 kasus, bernilai Rp155 Miliar (Rp155.669.385.110). Total pencairan kelimap program tersebut Rp5,47 Triliun (Rp5.478.965.701.670).***</p>
<p><strong>Diaz Azminatul Abidin</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/15/cerita-sukses-eks-bankir-ternak-ayam-kampung-di-salatiga-modal-tabungan-dan-dana-pensiunan-bpjs-ketenagakerjaan">Cerita Eks Bankir di Salatiga Sukses Beternak Ayam Kampung, Modal Tabungan dan Pensiunan BPJS Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semringah Petani Hortikultura di Semarang dan Bogor usai Disentuh Pembiayaan UMi-PIP Plus Pembinaannya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/21/semringah-petani-hortikultura-di-semarang-dan-bogor-usai-disentuh-pembiayaan-umi-pip-plus-pembinaannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jun 2024 15:09:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#PIP]]></category>
		<category><![CDATA[Bandungan]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[Ismed Saputra]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkeu]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[ultra mikro]]></category>
		<category><![CDATA[UMi]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=421207</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEJUMLAH orang melepas ikatan berisi ragam bebungaan berwarna-warni di Kios Manggar Florist, di Pasar Bunga Kalisari, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat 21 Juni 2024. Bunga-bunga seperti Krisan, Anturium, Jungle Geranium menjadi bahan utama dalam pembuatan karangan bunga, dan beberapa model buket, di Kios Manggar Florist yang dikelola Afri Rismoko (35). Bunga-bunga itu didatangkan dari petani [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/21/semringah-petani-hortikultura-di-semarang-dan-bogor-usai-disentuh-pembiayaan-umi-pip-plus-pembinaannya">Semringah Petani Hortikultura di Semarang dan Bogor usai Disentuh Pembiayaan UMi-PIP Plus Pembinaannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;"><strong>SEJUMLAH</strong> orang melepas ikatan berisi ragam bebungaan berwarna-warni di Kios Manggar Florist, di Pasar Bunga Kalisari, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat 21 Juni 2024.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Bunga-bunga seperti Krisan, Anturium, Jungle Geranium menjadi bahan utama dalam pembuatan karangan bunga, dan beberapa model buket, di Kios Manggar Florist yang dikelola Afri Rismoko (35).</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Bunga-bunga itu didatangkan dari petani di Lereng Gunung Ungaran sisi Barat Daya yakni di Desa  Bandungan dan sekitarnya, di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">“Para pedagang bunga di sini (Pasar Bunga Kalisari) kulakan (membeli) bunga dikirimi dari sana (Petani Bandungan),” katanya.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Mayoritas pemilik usaha rangkaian bunga di Pasar Bunga Kalisari jaraknya beberapa ratus meter saja dari Kawasan Tugu Muda itu mendapat suplai bunga dari Petani di Bandungan. Selain itu ada suplai lain seperti dari Malang, Jawa Timur.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Manggar Florist kerap melayani permintaan papan karangan bunga ucapan, standing flower, buket, dan bunga-bunga tangkai beragam variasi.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Pasar di dunia usaha bebungaan bulan-bulan ini, kata dia, cukup lumayan. Di mana rata-rata membutuhkan 50 ikatan bunga setiap bulannya.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">“Hari ini harga bunga lagi (dari petani) tinggi. Biasanya per ikat Rp 15-20 ribu, sekarang jadi Rp 40 ribu. Yang lumayan naik jenis Krisan, kalau Anthurium, dan Mawar masih stabil,” kata dia.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Alasan harga bunga naik itu karena sedang banyak permintaan. Seperti diketahui, saat ini sedang musim hajatan di mana banyak agenda-agenda seperti pernikahan, dan lain-lain sehingga banyak membutuhkan suplai dekorasi bunga.</span></p>
<p><strong><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Berkah Petani Bunga</span></strong></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Musim hajatan menjadi berkah tersendiri bagi para petani hortikultura bunga khususnya di Bandungan, Kabupaten Semarang. Wilayah ini menjadi salah satu penghasil besar bebungaan di Jawa Tengah yang disuplai ke banyak wilayah lain, seperti Kota Semarang.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Sebelumnya, Matahari sedang terik pada awal pekan Mei 2024 di Desa Bandungan, Kabupaten Semarang itu. Di dalam bedeng-bedeng bambu itu dengan atap plastik, para petani menanam bunga yang menjadi komoditas utama wilayah tersebut selain sayur-mayur.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Ragam bunga warna-warni sedang mekar-mekarnya seperti Krisan, Dahlia dan lainnya yang cukup laku di pasaran pedagang Bunga. Di saat ini kebutuhan dekor bunga untuk hajatan cukup tinggi. Sebab orang Jawa khususnya begitu percaya akan waktu-waktu yang baik untuk melangsungkan hajatan.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Pada Sabtu 4 Mei 2024, kelompok petani bunga di Bandungan itu, perwakilan desa, dan tokoh masyarakat menerima kunjungan dari rombongan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Di mana terdapat Direktur Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bakti, beserta jajarannya.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Kemudian Direktur Utama Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) di bawah Kemenkeu, Ismed Saputra dengan tujuan untuk meninjau dan mengevaluasi pelaksanaan program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di wilayah tersebut.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Mereka para petani bunga yang menjadi debitur UMi oleh binaan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Artha Bahana Syariah. Koperasi tersebut merupakan salah satu Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang telah bekerja sama dengan PIP sebagai penyalur program pembiayaan UMi.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Dalam kesempatan itu, Astera Primanto Bakti dan Ismed Saputra mendapatkan gambaran langsung dan penjelasan di lapangan mengenai proses penanaman dan pemanenan bunga dilakukan oleh para petani di Desa Bandungan.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Ya, para petani memberi gambaran langsung proses penanaman bunga meliputi pemilihan bibit bunga, cara menanam, perawatan, pemanenan, hingga menjual hasil panen. Interaksi yang intens tersebut, dilakukan untuk mendengarkan aspirasi, kebutuhan, dan masukan dari mereka terkait dengan program pembiayaan UMi pada praktiknya di lapangan.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">&#8220;Apresiasi kami sampaikan atas kerja keras dan dedikasi pemerintah daerah serta masyarakat Desa Bandungan dalam mendukung dan melaksanakan program pembangunan ekonomi lokal. Kami berharap pembiayaan UMi dapat menjadi solusi bagi seluruh pelaku usaha mikro untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dan membangun ekonomi di seluruh negeri,&#8221; ujar Ismed Saputra, melansir laman pip.kemenkeu.go.id, dikutip Jumat 21 Juni 2024.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Ismed menerangkan, memfasilitasi para pelaku usaha ultra mikro yang minim akses pembiayaan dari perbankan seperti petani Bunga di Bandungan merupakan tanggung jawab besar dari BLU PIP di bawah naungan Kemenkeu.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Seperti diketahui, akses pembiayaan UMi merupakan program pemerintah melalui BLU PIP Kemenkeu dengan memberi fasilitas akses pembiayaan kepada pelaku usaha ultra mikro yang belum tersentuh perbankan, dengan plafon maksimal Rp 20 juta per orang. Pihaknya mengungkapkan komitmen BLU PIP untuk terus mendukung akses permodalan bagi para pelaku usaha ultra mikro di tingkat daerah.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">“Tujuannya supaya mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat secara merata di seluruh Indonesia,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Adapun, kunjungan Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu dan BLU PIP ke Desa Bandungan diharapkan dapat menjadi momentum positif. Utamanya untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di Desa Bandungan dan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia.</span></p>
<figure id="attachment_421209" aria-describedby="caption-attachment-421209" style="width: 493px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-421209" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/21F-PIP-YDBA.jpeg" alt="" width="493" height="317" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/21F-PIP-YDBA.jpeg 493w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/21F-PIP-YDBA-400x257.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/21F-PIP-YDBA-150x96.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/21F-PIP-YDBA-300x194.jpeg 300w" sizes="(max-width: 493px) 100vw, 493px" /><figcaption id="caption-attachment-421209" class="wp-caption-text">Sekretaris Pengurus YDBA, Ema Poedjiwati Prasetio dan jajaran pengurus mengunjungi lahan petani organik binaan yayasan berkolaborasi dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan RI, di Puncak Desa Sukasari, Puncak Dua, Bogor, Jawa Barat, Senin 4 Maret 2024. (Dok: YDBA)</figcaption></figure>
<p><strong><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Gandeng Swasta untuk Pembinaan</span></strong></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Selain menggandeng puluhan LKBB, seperti Koperasi dan PT Pegadaian (Persero) yang tersebar di Indonesia, BLU PIP juga menggandeng pihak swasta hingga universitas untuk pembinaan para pelaku usaha ultra mikro.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Salah satunya yakni Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), sebuah lembaga yang fokus pada pelaku usaha kecil di Indonesia, sejak 1980. Selain itu ada Universitas Negeri Semarang (Unnes) dari dunia pendidikan.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">BLU PIP menggandeng Astra melalui YDBA tak hanya fokus pada akses pembiayaan UMi, namun juga berkolaborasi untuk pembinaan pelaku usaha kecil. Salah satunya Budiarto, petani hortikultura sayur-mayur organik di Desa Sukawangi, Puncak Dua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak dimulai penandatanganan kerja sama pada 31 Oktober 2022.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">YDBA punya cita-cita besar mengembangkan pelaku usaha ultra mikro dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia agar naik kelas, mandiri dan dapat bersaing baik di kancah nasional maupun global.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Dengan begitu diharapkan berdampak pada peningkatan ekonomi UMKM dan terbukanya lapangan pekerjaan yang lebih besar.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Hal ini sejalan dengan program BLU PIP yang punya tugas besar dari Kemenkeu sebagai pelaksana pendanaan atau pembiayaan untuk pelaku usaha ultra mikro di Indonesia yang sulit tersentuh akses perbankan.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Bersama YDBA yang berpengalaman dalam pembinaan pelaku usaha kecil, PIP juga melakukan program pemberdayaan dan pendampingan usaha bagi pelaku usaha ultra mikro yang menjadi debiturnya.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Tujuannya untuk perbaikan aspek manajemen dari hulu ke hilir, mulai dari meningkatkan kualitas produk, melengkapi dari sisi legalitas dan membantu pemasaran.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Lebih jauh, program pembinaan pelaku usaha kecil itu melibatkan 20 petani yang telah mengikuti program pembinaan dasar pemberdayaan UMKM Hortikultura sejak Agustus-Oktober 2022. Program dasar tersebut antara lain Pelatihan Basic Mentality, Pelatihan &amp; Pendampingan Pembukuan Sederhana serta pelatihan Teknis Sarana dan Prasarana Pertanian.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Para petani sangat antusias dan turut memperlihatkan progres setelah mengikuti program dasar, seperti pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL) sebagai pestisida organik. Pestisida itu bisa digunakan untuk hama dengan dampak nyata pada penurunan biaya pengeluaran petani hingga 70%.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Ketua Pengurus YDBA, Sigit P Kumala (saat itu) menyampaikan, semangat dan antusiasme para petani tersebut menjadi langkah awal yang baik untuk para petani mengikuti program pembinaan selanjutnya yang fokus pada peningkatan quality, cost, delivery (QCD), penguatan komoditas produk &amp; komunitas, menjalankan pola sistem organik hingga nantinya bisa mendapatkan sertifikasi organik dan mencapai kemandirian secara utuh.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">“Program pembinaan selanjutnya dapat berjalan efektif dan mendukung peningkatan kompetensi yang diharapkan berdampak pada peningkatan ekonomi di wilayah Puncak Dua serta mendukung kemajuan dan pertumbuhan pertanian di Indonesia,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, 1 November 2022.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Direktur Utama PIP, Ririn Kadariyah (saat itu) berharap program tersebut dapat menjadi percontohan <em>community based development </em>yang dapat dilakukan di daerah lain di Indonesia dengan komoditas unggulan lainnya.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Dia percaya melalui penyediaan pembiayaan modal kerja dalam bentuk pembiayaan UMi bisa melayani 17 juta petani yang belum mendapatkan pembiayaan (Susenas 2021).</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Pembiayaan UMi dari PIP dengan penambahan program pemberdayaan kepada pelaku usaha diharapkannya dapat meningkatkan kapasitas usaha lebih jauh. Hal tersebut tentu akan selaras pada taraf hidup para petani yang tercermin pada indeks Nilai Tukar Petani (NTP), serta pada tataran makro berkontribusi dalam penyediaan kebutuhan pangan nasional.</span></p>
<p><strong><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Realisasi Pembiayaan hingga April 2024</span></strong></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Direktur Utama PIP Ismed Saputra mengungkapkan, dalam usia 7 tahun PIP, kinerja penyaluran pembiayaan ultra mikro (UMi) mencapai Rp 37,31 triliun yang tercatat hingga 28 April 2024.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Rinciannya, 9,95 juta debitur telah mengakses pembiayaan UMI melalui 89 lembaga keuangan bukan bank (LKBB). Usaha itu disebut telah menjangkau sebanyak 510 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">“Wilayah terbesar penyalurannya pembiayaan terbesarnya itu  di Pulau Jawa, angkanya mencapai Rp 22,08 triliun yang diberikan ke 6,14 juta debitur,” kata dia dalam keterangan pers di Gunungkidul, DI Yogyakarta, 1 Mei 2024 lalu, melansir laman CNN Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Angka Rp 22,08 triliun tersebut merupakan 63,8 persen dari total pembiayaan yang disalurkan untuk program UMi di Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Secara berurutan setelah Pulau Jawa, penyaluran pembiayaan UMi yakni di Pulau Sumatera, dengan realisasi Rp 8,40 triliun (2,12 juta debitur). Kemudian di Sulawesi senilai Rp 2,3 miliar atau 6,9 persen dari total debitur nasional (606.600 debitur), dan diikuti wilayah lainnya.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Penyaluran kredit pembiayaan untuk pelaku usaha ultra mikro tersebut uniknya didominasi 96 persen perempuan, di mana dengan sektor usaha terbanyak di bidang perdagangan.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Ismed melanjutkan, selain pembiayaan, PIP juga telah memberikan pemberdayaan kepada pelaku usaha ultra mikro, di antaranya pelatihan kewirausahaan kepada sebanyak 3.760 debitur dan pelatihan pendamping 1.190 orang, sepanjang periode 2022-2023.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Lebih jauh, PIP pada 2024 menargetkan penyaluran pembiayaan UMi kepada 2,2 juta pelaku usaha. PIP Berupaya menggandeng lebih banyak pihak untuk merealisasikan target tersebut.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;"> “Kami optimis target ini dapat tercapai dengan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan seperti KOSPINMU Surya Mentari,&#8221; kata Muhammad Yusuf, Direktur Kerjasama Pendanaan dan Pembiayaan PIP, Selasa 27 Februari 2024, melansir pip.kemenkeu.go.id.</span></p>
<figure id="attachment_421210" aria-describedby="caption-attachment-421210" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-421210" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/21F-PIP-Dewan-Koperasi.jpeg" alt="" width="681" height="496" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/21F-PIP-Dewan-Koperasi.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/21F-PIP-Dewan-Koperasi-400x291.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/21F-PIP-Dewan-Koperasi-150x109.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-421210" class="wp-caption-text">Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Tengah Setia Budi Wibowo, memberikan keterangan di Gedung DPRD Jawa Tengah, Jumat 21 Juni 2024. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;"><strong>Peran Besar LKBB untuk Target Program UMi</strong></span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Desi Arijani mengatakan ada lebih dari 10 ribu koperasi yang ada di wilayah tersebut. Koperasi sebagai lembaga keuangan bukan bank (LKBB) bisa jadi mitra besar untuk target program pembiayaan UMi dari BLU PIP. Terlebih realisasi pembiayaan UMi di Pulau Jawa menjadi yang terbesar saat ini.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Apalagi peran besar Koperasi sebagai Sokoguru perekonomian nasional menjadi sejarah bagi negeri agraris ini. Koperasi tentu sangat dekat dengan rakyat pelaku utama perekonomian seperti di sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">“Kita berharap koperasi semakin tumbuh di Jawa Tengah maupun nasional,” kata di Gedung DPRD Jawa Tengah, Jumat 21 Juni 2024.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">Di tempat yang sama, Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Tengah Setia Budi Wibowo menambahkan hari ini koperasi punya aset yang cukup besar. Sehingga bisa menjadi jalan untuk akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil yang belum tersentuh perbankan.</span></p>
<p><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;">“Koperasi sebagai operator ya punya plafon berbeda-beda untuk pinjamannya tergantung aset yang dimiliki. Ada koperasi dengan aset di atas Rp 50 miliar, ada yang di bawahnya. Saya kira banyak lembaga keuangan yang berpengalaman untuk membiayai pelaku usaha kecil. Misalnya Koperasi Unit Desa (KUD) itu,” kata dia.***</span></p>
<p><em><span style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;"><strong>Diaz Azminatul Abidin</strong></span></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/21/semringah-petani-hortikultura-di-semarang-dan-bogor-usai-disentuh-pembiayaan-umi-pip-plus-pembinaannya">Semringah Petani Hortikultura di Semarang dan Bogor usai Disentuh Pembiayaan UMi-PIP Plus Pembinaannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemprov Jateng Buka Layanan Bantuan Konsultasi Hukum Gratis bagi Pelaku Usaha Kecil</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/12/pemprov-jateng-buka-layanan-bantuan-konsultasi-hukum-gratis-bagi-pelaku-usaha-kecil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jan 2024 12:23:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[UMK]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=393185</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Provinsi Jawa Tengah menjadi yang pertama di Indonesia memberikan  bantuan hukum  gratis, pada Usaha Mikro Kecil (UMK). Dengan layanan bantuan hukum ini, para pelaku usah diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan berfokus meningkatkan omzet serta kualitas produk. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Eddy S Bramiyanto mengatakan, layanan itu merupakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/12/pemprov-jateng-buka-layanan-bantuan-konsultasi-hukum-gratis-bagi-pelaku-usaha-kecil">Pemprov Jateng Buka Layanan Bantuan Konsultasi Hukum Gratis bagi Pelaku Usaha Kecil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Provinsi Jawa Tengah menjadi yang pertama di Indonesia memberikan  bantuan hukum  gratis, pada Usaha Mikro Kecil (UMK).</p>
<p>Dengan layanan bantuan hukum ini, para pelaku usah diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan berfokus meningkatkan omzet serta kualitas produk.</p>
<p>Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Eddy S Bramiyanto mengatakan, layanan itu merupakan amanat dari PP 7/2021 tentang Kemudahan, Pelindungan dan Pemberdayaan KUMKM pasal 48.</p>
<p>Dalam beleid tersebut, diatur mengenai kewajiban pemerintah pusat maupun daerah memberikan konsultasi hukum bagi UMK.</p>
<p>Eddy menambahkan, meski peraturan tersebut berlaku nasional, namun baru Jateng yang mengimplementasikan hal itu.</p>
<p>Hal ini terwujud atas kerjasama Dinkop UKM Jateng dengan Lembaga Penyuluhan Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LPKBHI)  UIN Walisongo, Semarang.</p>
<p>Dia menjelaskan, program dari Kemenkop seharusnya berjalan pada Maret 2024.  Untik di Jateng, pihaknya berkomitmen memberikan dukungan penuh untuk pendirian LBH bagi UMK, mulai dari Januari 2024.</p>
<p>&#8220;Dari seluruh provinsi atau daerah di Indonesia kami adalah yang pertama kali memberikan bantuan hukum untuk UMKM di Jawa Tengah,&#8221; katanya saat meresmikan Kantor Lembaga Bantuan Hukum UMK, di kompleks perkantoran Dinkop UKM Jateng Jl Sisingamagaraja 3 A Kota Semarang, Jumat 12 Januari 2024.</p>
<p>Ia mengatakan, fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan seluruh UMK untuk berkonsultasi hukum, mediasi, penyuluhan hukum penyusunan dokumen hukum hingga pendampingan di pengadilan. Syaratnya, UMK tersebut adalah miliki warga negara Indonesia, dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).</p>
<p>&#8220;Harapannya UMK semakin melek hukum dan konsentrasi ke peningkatan omzet. Juga, meski bantuan ini bersifat litigasi (hukum) tapi harapannya lebih ditingkatkan penyelesaian non litigasi,&#8221; imbuh Eddy.</p>
<p>Kepala Bidang Bina Usaha dan Pemasaran Jani Sugijati mengatakan ada beberapa,  lingkup perkara yang ditangani. Di antaranya, wanprestasi kontrak, utang piutang terkait modal, pelanggaran kekayaan intelektual, sengketa ketenagakerjaan. Adapula,  sengketa pajak, penyusunan dokumen hukum konsultasi, mediasi penyuluhan hukum.</p>
<p>&#8220;Teman-teman UMK antusias sejak ada fasilitas ini,  pendaftaran di Dinkop UKM sudah mencapai 96.  Sementara untuk pendaftaran konsultasi hukum sudah ada 121 konsultasi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, LBH UMK dapat diakses Senin-Kamis, mulai pukul 09.00. Untuk menghubunginya, bisa mengontak call center Dinkop UKM 081325090971, 081325775290. Selain nomor tersebut, bisa pula menghubungi call center pusat 021-52992823 atau 085218206679.</p>
<p>Seorang pengusaha UMK Mika, mengaku bersyukur dengan adanya fasilitas tersebut. Ia berharap, dapat memanfaatkannya untuk berkonsultasi soal hukum.</p>
<p>&#8220;Saya baru dua tahun menggeluti UKM. Harapan saya ya bisa membantu konsultasi buat saya ini semisal ada di HAKI (hak kekayaan intelektual) kita bisa minta bantuan ke sini,&#8221; kata Mika.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/12/pemprov-jateng-buka-layanan-bantuan-konsultasi-hukum-gratis-bagi-pelaku-usaha-kecil">Pemprov Jateng Buka Layanan Bantuan Konsultasi Hukum Gratis bagi Pelaku Usaha Kecil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kegiatan Dunia Usaha di Eks Karesidenan Pekalongan Meningkat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/07/18/kegiatan-dunia-usaha-di-eks-karesidenan-pekalongan-meningkat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2022 15:51:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=265555</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) di Eks Karesidenan Pekalongan mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha pada Triwulan II 2022 mengalami peningkatan. &#8220;Hal tersebut tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT), Triwulan II 2022 sebesar 31,73 persen, lebih tinggi dari SBT triwulan sebelumnya yang sebesar 13,67 persen,&#8221; kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/18/kegiatan-dunia-usaha-di-eks-karesidenan-pekalongan-meningkat">Kegiatan Dunia Usaha di Eks Karesidenan Pekalongan Meningkat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEGAL (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) di Eks Karesidenan Pekalongan mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha pada Triwulan II 2022 mengalami peningkatan.</p>
<p>&#8220;Hal tersebut tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT), Triwulan II 2022 sebesar 31,73 persen, lebih tinggi dari SBT triwulan sebelumnya yang sebesar 13,67 persen,&#8221; kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, M Taufik Amrozy Senin (18/07/2022).</p>
<figure id="attachment_265558" aria-describedby="caption-attachment-265558" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-265558" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/Dunia2-400x286.jpg" alt="" width="400" height="286" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/Dunia2-400x286.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/Dunia2-150x107.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/Dunia2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-265558" class="wp-caption-text">PENJELASAN &#8211; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, M Taufik Amrozi memberikan penjelasan. (foto: Sutrisno)</figcaption></figure>
<p>Taufik menyampaikan, peningkatan kinerja usaha terindikasi pada sektor Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, Kontruksi, Perdagangan, Hotel dan Restoran. Pengangkutan dan Komunikasi serta Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan, sejalan dengan pelonggaran kebijakan mobilitas sehingga mendorong peningkatan permintaan masyarakat dan adanya momentum bulan suci Ramadhan serta perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 H.</p>
<p>Dijelaskan, sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai Triwulan II 2022 tercatat sebesar 80,41 persen, meningkat dari 72,79 persen pada triwulan sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Penggunaan tenaga kerja terindikasi membaik dan keluar dari fase kontraksi. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha terindikasi tetap tinggi, baik dari aspek likuiditas maupun rentabilitas, didukung oleh akses pembiayaan yang lebih mudah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selanjutnya, kinerja sektor Industri Pengolahan pada Triwulan II 2022 terindikasi meningkat dan tetap berada pada fase ekspansi. Hal tersebut tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI) sebesar 62,61 persen (indeks &gt; 50) meningkat dari 59,17 persen pada Triwulan I 2022.</p>
<p>Lebih lanjut Taufik mengatkan, peningkatan tersebut terjadi pada mayoritas komponen pembentuk PMI, yaitu komponen volume produksi, total jumlah karyawan, dan penerimaan barang pesanan input.</p>
<p>Berdasarkan subsektor, peningkatan terjadi pada mayoritas subsektor, dengan indeks tertinggi pada subsektor Alat Angkut, Mesin dan Peralatannya (87,50 persen), Barang Galian Bukan Logam (72,50 persen) serta Tekstil, Barang Kulit dan Alas Kaki (63,93 persen).</p>
<p>PMI tersebut sejalan dengan perkembangan kegiatan sektor industri Pengolahan hasil dari SKDU yang positif dan meningkat dengan SBT sebesar 6,71 persen. &#8220;Kinerja PMI yang konsisten pada level positif memberikan optimisme bahwa ke depan kondisi dunia usaha akan lebih baik,&#8221; harap Taufik.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/18/kegiatan-dunia-usaha-di-eks-karesidenan-pekalongan-meningkat">Kegiatan Dunia Usaha di Eks Karesidenan Pekalongan Meningkat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>