<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>unika sogijapranata Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/unika-sogijapranata/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Oct 2022 17:19:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>unika sogijapranata Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Panggung Kehidupan Tidak Tulus: Ada Saja Orang Kena Apes, Apus, amargo Apirowang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/10/17/panggung-kehidupan-tidak-tulus-ada-saja-orang-kena-apes-apus-amargo-apirowang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2022 17:19:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kalamudeng]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[JC Tukiman Tarunosayoga]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[unika sogijapranata]]></category>
		<category><![CDATA[UNS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=285338</guid>

					<description><![CDATA[<p> Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Saking seringnya kejadian operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum koruptor, ataupun mungkin ada saja orang menjadi tersangka suatu perkara, di panggung kehidupan bersama sertamerta muncul berbagai seloroh atau celoteh, bahkan ungkapan sarkastis, seperti: “Nah loe, rasakan sekarang!” atau “Apes nih yeeee!!!!”; dan ada juga yang beruntai kata-kata indah:  “Sekarang kau, besok [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/17/panggung-kehidupan-tidak-tulus-ada-saja-orang-kena-apes-apus-amargo-apirowang">Panggung Kehidupan Tidak Tulus: Ada Saja Orang Kena Apes, Apus, amargo Apirowang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong> Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga</strong></p>
<figure id="attachment_285340" aria-describedby="caption-attachment-285340" style="width: 400px" class="wp-caption aligncenter"><img class="size-medium wp-image-285340" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/10htaruna-400x281.jpg" alt="" width="400" height="281" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/10htaruna-400x281.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/10htaruna-150x105.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/10htaruna.jpg 570w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-285340" class="wp-caption-text">JC Tukiman Tarunasayoga</figcaption></figure>
<p>Saking seringnya kejadian operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum koruptor, ataupun mungkin ada saja orang menjadi tersangka suatu perkara, di panggung kehidupan bersama sertamerta muncul berbagai seloroh atau celoteh, bahkan ungkapan sarkastis, seperti: “Nah loe, rasakan sekarang!” atau “Apes nih yeeee!!!!”; dan ada juga yang beruntai kata-kata indah:  “Sekarang kau, besok dia, dan lusa jangan-jangan aku.”  Pertanyaannya, benarkah “dunia ini panggung sandiwara?”</p>
<p>Bukan! Dunia tetap dunia yang kita warisi dari para pendahulu atas kehendak penciptaan Sang Khalik Allah, dan harus tetap kita isi dengan karya-karya terbaik agar menjadi semakin sempurna. Memang, dalam penyempurnaan keutuhan ciptaan itu, ada saja orang-orang yang kena atau bahkan sengaja melakukan tindakan yang menjadikan orang lain <em>apes, apus, amargo apirowang</em>.</p>
<p><strong>Apes lan apus</strong></p>
<p>Ingat <em>apes</em>, ingat tragedi Kanjuruhan, karena konon ada banyak orang berjatuhan (bahkan meninggal) sebagai korban. Saat itu dan bahkan sampai sekarang, panggung kehidupan bersama seperti itu ditengarai sebagai <em>kedadean apes</em> bagi banyak pihak. Bacalah <em>apes </em>seperti Anda mengucapkan kudapan <em>apem</em>; dan ada tiga makna terkait dengan kata <em>apes</em> ini.</p>
<h4><strong>Baca Juga:<a href="https://suarabaru.id/2022/10/09/tragedi-kanjuruhan-fakta-fakta-wong-klenger-kesengsem-keladuk-lan-wuru"> Tragedi Kanjuruhan, Fakta-fakta Wong Klenger, Kesengsem, Keladuk, lan Wuru</a></strong></h4>
<p>Pertama, <em>apes</em> berarti <em>ringkih, sekeng lan ora kuwat nanggulangi; </em>yakni kondisi lemah, juga tidak mampu berbuat apa-apa ataupun menyangganya. Kondisi semacam ini dapat terkait dengan keadaan fisik seseorang, dapat juga terkait dengan kondisi kehidupan ekonomi, politik, dsb.</p>
<p>Kedua, orang disebut apes ketika ia atau mereka <em>nandhang utawa ngalami kacilakan, </em>yakni orang sedang mengalami musibah, kecelakaan dsb. Contoh korban Kanjuruhan Malang sangat pas dengan arti kedua ini. Sedang arti ketiga, <em>apes </em>sering dikaitkan dengan <em>naga dina, </em>hitung-hitungan hari, lalu sering disebut-sebut <em>apes</em>, <em>jalari cilaka</em>, membawa atau menjadi pemicu ketidakberuntungan.</p>
<p>Itulah mengapa sampai saat ini masih saja orang “mencari hari baik” lewat berbagai hitung-hitungan, terutama ketika hendak melaksanakan suatu keputusan (penting). Untuk apa? <em>Kareben ora apes</em>, jawabnya.</p>
<p>Adakah kaitan antara <em>apes</em> dengan <em>apus</em>? <em>Tembung apus</em> mengandung dua makna, yaitu (i) <em>pepes</em> (baca seperti mengucapkan gemes) <em>ora bisa mundhak gedhe, kunthet</em>; tumbuh kembang seseorang (anak lebih-lebih) yang terhambat. Kosakata sekarang <em>stunting. Apus</em> juga berarti (ii) <em>tali perabotan abah-abah jaran, </em>tali untuk pengendali seekor kuda.</p>
<p><em>Apus </em>ada kaitannya dengan <em>apes</em> manakala kata itu diucapkan berulang menjadi <em>apus-apus</em>, atau menjadi <em>diapusi</em> karena keduanya menjelaskan adanya tindakan penipuan sehingga  menjadikan <em>apes</em> bagi orang yang tertipu. Lebih heboh lagi kalau <em>apus-apus</em> itu berkembang dan membentuk sikap <em>apirowang.</em></p>
<p><strong>Apirowang</strong></p>
<p><em>Apirowang</em>, inilah tantangan hidup “terbesar” saat ini, karena semakin banyak orang “modus” lewat sikap tidak tulus, berpura-pura, serba seolah-olah, dan paling berat adalah munafik. Ini semua sikap <em>apirowang, </em>yaitu <em>ethok-ethok mitulungi</em>, pura-pura mau membantu sepenuh hati, <em>jebule….mung modus.</em></p>
<p><em> </em>Mengapa  banyak orang berpura-pura, penuh <em>ethok-ethok, </em>seolah-olah berjuang demi kepentingan masyarakat banyak, eh … <em>jebule mung dinggo keuntungane dhewe</em>, demi keuntungan diri sendiri saja?</p>
<h4><strong>Baca Juga: <a href="http://Di Sini Gembos, di Sana Gembos karena Kakehan Pokal, Pokil, Pokrol, lan Pukrul">Di Sini Gembos, di Sana Gembos karena Kakehan Pokal, Pokil, Pokrol, lan Pukrul</a></strong></h4>
<p>Jawaban sangat umum ialah karena orang-orang menempuh semacam itu demi menutupi kekurangan dirinya. Mau contoh? Wah&#8230; banyak bangetlah gaya hidup <em>apirowang</em> itu, dan menghinggapi siapa pun dari kalangan atau posisi mana pun.</p>
<p>Itu semua dilakukan sekedar sebagai modus menutupi kekurangan atau ketidakpercayaan dirinya, dan bahkan kalau sudah ada orang sebagai korban, ia nge-prank, berkata: “Hehehehe..kutipu kau, salahmu mau!” Edan nggak orang seperti itu?</p>
<p>Bertobatlah hai orang-orang <em>model apirowang</em>: serba seolah-olah, berpura-pura, tidak tulus, <em>ethok-ethok, kaya yak-yaka; k</em>embali ke jalan tuluslah sehingga terhindarlah orang-orang/masyarakat dari <em>apes</em> dan <em>apus</em>-nya.</p>
<p>Ingat, siapa yang Anda tipu itu adalah saudara kita sendiri, saudara sebangsa setanah air, Indonesia.</p>
<h4><strong><em>(JC Tukiman Tarunasayoga, Ketua Dewan Penyantun Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata, Semarang)</em></strong></h4>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/17/panggung-kehidupan-tidak-tulus-ada-saja-orang-kena-apes-apus-amargo-apirowang">Panggung Kehidupan Tidak Tulus: Ada Saja Orang Kena Apes, Apus, amargo Apirowang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unika Soegijapranata bersama Marimas Luncurkan Festival Guru Transformatif</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/11/28/unika-soegijapranata-bersama-marimas-luncurkan-festival-guru-transformatif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Nov 2021 02:23:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Guru Transformatif.]]></category>
		<category><![CDATA[PT Marimas Putra Kencana]]></category>
		<category><![CDATA[unika sogijapranata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=213900</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang didukung PT Marimas Putera Kencana secara resmi meluncurkan kegiatan Festival Guru Transformatif. Kegiatan dengan tema &#8216;Guru Transformatif untuk Siswa Adaptif&#8217; berlangsung di Unika Soegijapranata pada Sabtu (27/11/20) sore. Festival ini terdiri dari rangkaian acara perlombaan untuk para guru yang dimulai pada akhir November hingga pada bulan Mei [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/11/28/unika-soegijapranata-bersama-marimas-luncurkan-festival-guru-transformatif">Unika Soegijapranata bersama Marimas Luncurkan Festival Guru Transformatif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang didukung PT Marimas Putera Kencana secara resmi meluncurkan kegiatan Festival Guru Transformatif.</p>
<p>Kegiatan dengan tema &#8216;Guru Transformatif untuk Siswa Adaptif&#8217; berlangsung di Unika Soegijapranata pada Sabtu (27/11/20) sore.</p>
<p>Festival ini terdiri dari rangkaian acara perlombaan untuk para guru yang dimulai pada akhir November hingga pada bulan Mei 2022.</p>
<p>Total hadiah yang akan didapatkan para pemenang adalah Rp 35 juta/kategori, dimsna juara pertama pada setiap kategori akan mendapatkan beasiswa secara penuh untuk menempuh kuliah jenjang S2 di Unika Soegijapranata.</p>
<p>Rektor Unika Soegijapranata, Ferdinand Hindiarto mengatakan, melalui kegiatan festival ini Unika Soegijapranata bermaksud memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi para guru yang telah melakukan gerakan perubahan dalam ruang-ruang kelas dan memberi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi para siswa.</p>
<p>&#8220;Harapan kami, gerakan-gerakan perubahan yang telah dipraktikkan oleh para guru ini sekaligus bisa menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk diterapkan di sekolah-sekolah mereka,&#8221; kata Ferdinand.</p>
<p>Ferdinand mengatakan, guru sebagai pemimpin pembelajaran di kelas adalah sosok agent of change yang dibutuhkan masyarakat guna mempersiapkan siswa menjadi manusia yang adaptif.</p>
<p>&#8220;Mengingat, dunia yang saat ini dan kelak dihadapi siswa adalah dunia yang terus berubah dan sulit diprediksi. Maka inisiatif perubahan yang dilakukan oleh para guru di dalam kelas ini penting untuk diseminasikan kepada publik secara luas, karena berpotensi memunculkan efek perubahan yang berada di luar ruang-ruang kelas pula,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara sasaran peserta dari festival ini adalah para guru yang mengabdi di sekolah-sekolah yang berada di seluruh daerah di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.</p>
<p>“Kami memberikan kesempatan luas kepada guru SD sederajat, SMP, SMA/K sederajat, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang telah mengajar sekurang-kurangnya selama empat tahun untuk menjadi peserta dalam festival ini,” kata Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Bisnis, Robertus Probo Yulianto.</p>
<p>Pada praktiknya, lanjut Probo, setiap peserta akan diminta untuk membagikan pengalaman terbaik mereka dalam melakukan transformasi pendidikan di tempat mereka masing-masing.</p>
<p>Pengalaman terbaik tersebut dapat berupa karya kreatif, inovatif, serta metode dan desain pembelajaran yang telah diimplementasikan.</p>
<p>Menanggapi festival ini, Harjanto Halim selaku CEO PT. Marimas Putera Kencana menyampaikan, Marimas siap mendukung Festival Guru Transformatif. Selain itu, Harjanto Halim juga menyampaikan sebuah pesan kepada para guru,</p>
<p>Menurutnya, menjadi guru yang baik adalah mrnjadi murid yang baik. &#8220;Menjadi guru yang baik adalah menjadi murid yang baik,&#8221; tandas Halim.</p>
<p>Tahapan Festival<br />
Festival Guru Transformatif ini akan dilakukan melalui beberapa tahapan. Ketua Panitia Bonifacio Bayu Senasaputro menjelaskan, pada tahap pertama peserta akan diminta untuk mengirimkan karya tulis mengenai gerakan perubahan yang sudah dilakukan. &#8220;Ini adalah seleksi paling awal untuk menentukan karya-karya siapa yang terbaik untuk didiseminasikan ke publik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, peserta yang lolos tahap ini akan masuk pada tahap berikutnya, yaitu mempraktikkan langsung di dalam kelas dengan disaksikan oleh juri. Pada tahap kedua ini juri dan tim panitia akan berbagi tugas untuk mengunjungi lokasi sekolah dari setiap peserta yang lolos.</p>
<p>“Hasil dari kunjungan ini adalah video-video praktik kegiatan di kelas yang akan kami unggah pada situs guru.unika.ac.id. Jadi, siapapun nanti dapat melihat langsung bagaimana guru mempraktikkan gerakan perubahan di sekolah masing-masing,” lanjut Boni.</p>
<p>Sebanyak 12 peserta terbaik (tiga peserta dari setiap kategori) kemudian akan diundang ke Semarang untuk mengikuti tahap akhir dari festival. Pada tahap terakhir ini peserta akan diminta untuk mempraktikkan gagasan mereka pada sekolah-sekolah di Semarang yang sudah dipilih oleh panitia.</p>
<p>&#8220;Dan keesokan harinya peserta akan menjalani uji publik dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar pendidikan secara umum dari para juri. Juri pada tahap final ini adalah para tokoh publik yang berkarya di pendidikan,&#8221; terangnya.</p>
<p><em><strong>Ning</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/11/28/unika-soegijapranata-bersama-marimas-luncurkan-festival-guru-transformatif">Unika Soegijapranata bersama Marimas Luncurkan Festival Guru Transformatif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Maling Raras</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/28/maling-raras</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2020 17:29:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kalamudeng]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[tukiman taruna sayoga]]></category>
		<category><![CDATA[unika sogijapranata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=135466</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Pernah saya tulis tentang maling arep, untuk melukiskan tabiat orang (bias juga kelompok) yang suka meminjam apapun namun tidak pernah mau mengembalikan. Pinjam uang, ditagih ngolet; nyilih obeng, dijalukbali methentheng; bilang numpang tidur barang semalam saja, eh&#8230;berhari-hari tidak kunjung pergi. Orang bertabiat maling arep seperti itu biasanya ndadra, diwenehi ati, malah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/28/maling-raras">Maling Raras</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga</strong></h4>
<p>Pernah saya tulis tentang <em>maling</em> <em>arep</em>, untuk melukiskan tabiat orang (bias juga kelompok) yang suka meminjam apapun namun tidak pernah mau mengembalikan. Pinjam uang, ditagih <em>ngolet; nyilih</em> <em>obeng, dijalukbali</em> <em>methentheng; </em>bilang numpang tidur barang semalam saja, eh&#8230;berhari-hari tidak kunjung pergi.</p>
<p>Orang bertabiat <em>maling</em> <em>arep</em> seperti itu biasanya <em>ndadra</em>, <em>diwenehi</em> <em>ati, malah</em> <em>ngrogoh</em> <em>rempela</em>; bisa juga <em>ditulung</em> <em>jebul</em> <em>malah</em> <em>mbambung, jaluk</em> <em>ambung.</em> Jadilah <em>nyrobot</em>, misalkan dulu-dulu <em>nembung</em> pinjam tanah barang 20 meter untuk buka usaha <em>adol</em> <em>dhawet</em>, lhakok bertahun-tahun tidak mau pergi bahkan mengaku tanah itu, dan ketika harus terusir, minta ganti rugi. “<em>Lemah</em> <em>embahmu</em> <em>ya?”</em></p>
<p>Topik hari ini bukan daur ulang atas <em>maling</em> <em>arep</em> itu, melainkan hendak membahas tentang <em>maling</em> <em>raras</em> (juga disebut <em>maling</em> <em>retna</em>), dan kebetulan ada contoh sangat menarik baru-baru ini.</p>
<p>Resepsi sudah siap, undangan telah tersebar komplet, lamaran telah prosedural dilakukan dan konon orang yang dilamar sudah menyatakan kesediaannya; ehh…<em>mak cempulik, jabel</em> <em>janjine, ora</em> <em>sida</em> di saat karpet merah sudah tergelar. Itulah yang disebut <em>maling</em> <em>raras</em> yaitu tabiat (??) <em>nyidra</em> <em>asmara, medhot</em> <em>janji, dalah</em> <em>blenjani</em> <em>kasaguhan. </em></p>
<p><em>Apik</em> <em>ora</em> <em>ng</em><em>o</em><em>n</em><em>o </em><em>kuwi?</em> Nah.., inilah yang saat ini sedang banyak dibahas orang, masing-masing sesuai kacamata yang sedang dipakainya. Menurut versi “calon pengantin,” di saat-saat terakhir ia baru menyadari <em>abote</em> <em>sesanggan</em> berhubung tugasnya amat berat, maka lebih baik <em>mundur</em> <em>sadurunge</em> <em>jegur,</em> <em>katimbang</em> <em>wis</em> <em>klebus</em> <em>jebul</em> <em>salah</em> <em>urus</em>.</p>
<p>Kira-kira begitulah alasannya <em>nyidra</em> <em>asmara, </em>dan serta merta mendapatkan pembelaan dari <em>mbahne, pakdhene</em>, dan <em>embuh</em> <em>sapa</em> <em>maneh</em> <em>liyane</em>: “Yang dia incar dan <em>inceng</em> <em>kan</em> <em>bakyune</em>,” ada juga yang <em>ketoke</em> <em>rumangsa to the point</em>, berkata: “<em>Kan</em> <em>ora level?”</em></p>
<p>Alasan <em>nyidra</em> <em>asmara</em> boleh seribu tambah satu, namun dari kacamata kehidupan sosial, wajarlah kalau ada juga yang merepons bertentangan dengan apa yang dikatakan pakdhenya tadi, termasuk apa yang dijadikan alasan sang calon pengantin sendiri.</p>
<p>Di antara respons berkebalikan itu muncul misalnya: (a) “<em>Sajake</em> <em>kok</em> ada luka lama, tergores kembali,” berikutnya, seorang tokoh local namun menasional,  yang puluhan tahun bergelut dengan pendidikan berbasis alam dan kehidupan sehari-hari, mengatakan kepada saya:  (b) “Sindrom gajah, Pak.”</p>
<p>Kalau teman japri-japrian sih komentarnya datar-datar saja, katanya: (c) “Upaya menaikkan harga, Mas;” dan (d) “<em>Wis</em> <em>kareben, deleng</em> <em>wae</em> <em>arep</em> <em>ngapa</em>?”Artinya, respons khalayak memang bermacam-macam, seraya tentu saja ada yang lebih dalam <em>gagapi</em>, pun mungkin <em>grahita, </em>sambil bergumam: “<em>Oh</em><em>&#8230;</em><em>jebul</em> <em>ya</em> <em>mung</em> <em>samono</em>.”</p>
<p><strong><em>Gampang</em></strong><strong><em> Y</em></strong><strong><em>a,</em></strong> <strong><em>J</em></strong><strong><em>ebule?</em></strong></p>
<p>Siapa yang malu atau dipermalukan dalam konteks <em>maling</em> <em>raras</em> semacam ini? Jika kita bersikap “<em>ya</em> <em>wis, dipunggel</em> <em>tekan</em> <em>kene</em> <em>wae</em>,” memang lambat laun baik yang malu (kalau ada) maupun yang dipermalukan, akanlah surut bahkan hilang ditelan isu lain.</p>
<p>Akan tetapi, dalam tatanan kehidupan berikut tatanan sopan santun bermasyarakat, &#8211; lebih luasnya tatanan berbangsa dan bernegara &#8211; , rasanya <em>maling</em> <em>raras</em> seperti ini patut direfleksikan secara mendalam.</p>
<h4><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2020/12/21/kempi/">Kempi</a></strong></h4>
<p>Salah satu “pintu masuknya” mungkin lewat penelusuran atas alasan mendasar (motivasi?) terjadinya <em>nyidra</em> <em>asmara</em> itu. Mengapa “cari alasan mendasarnya” saya anggap penting, antara lain agar kita terhindar dari kesan: “<em>Kok</em> <em>gampang</em> <em>temen</em> <em>ya</em> <em>ngurus Negara kuwi? ”</em>Pagi bilang ya, eh siangnya bilang gak jadi ya, dan… <em>Apike</em> <em>ning</em> <em>endi?</em></p>
<p>Refleksi yang perlu dikembangkan jugahal berikut ini, di satu sisi (sangat kuat sekali nuansanya dan ini bagus) penyelenggara pemerintahan sangat ingin segalanya cepat dan cepat mengurus apa pun karena memang kita ini tidak bias <em>leda-lede</em> lagi.</p>
<p>Dalam akselerasi semacam ini, &#8211; di sinilah sisi lainnya &#8211; , masih banyak pihak, termasuk mungkin institusi gajah, belum berhasil melakukan “percepatan ke dalam. ”Tegasnya, pemerintah inginnya semua hal mari kita kerjakan secara cepat, sayangnya masih banyak sikap yang tadi disebutkan: “Pagi bilang sanggup/siap, eh.. . siangnya <em>jabel</em> <em>lan</em> <em>gawe</em> <em>mentah.”</em></p>
<p>Ini semua bermakna, &#8211; untuk penyelenggara pemerintahan -, imbauan: “<em>Yen banter aja</em> <em>mlayu-mlayu</em>” sebaliknya bagi instansi atau siapa pun yang masih <em>leda-lede</em>, imbauannya singkat dan bukan imbauan Mbah Surip: “Bangun….bangun dan jangan tidur lagi lho ya.”</p>
<p><em><strong>(JC Tukiman Tarunasayoga, Pengamat Kemasyarakatan)</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/28/maling-raras">Maling Raras</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>