<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tbc Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/tbc/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2026 12:57:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>tbc Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Alarm TBC di Grobogan! 601 Kasus Ditemukan hingga Juni 2026, Ini Bedanya TBC So dan Ro</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/22/alarm-tbc-di-grobogan-601-kasus-ditemukan-hingga-juni-2026-ini-bedanya-tbc-so-dan-ro</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 12:57:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[resisten obat]]></category>
		<category><![CDATA[Ro]]></category>
		<category><![CDATA[sensitif obat]]></category>
		<category><![CDATA[So]]></category>
		<category><![CDATA[tbc]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkolosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=565768</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Dinas Kesehatan Grobogan mencatat angka kasus Tuberkolosis atau TBC hingga Juni 2026 mencapai 601 pasien. Dari jumlah tersebut, sebanyak 591 pasien masuk kategori sensitif obat dan 10 pasien lainnya tergolong resisten obat. Masyarakat pun diimbau untuk mengenali TBC So dan Ro agar penanganan dapat dilakukan secara tepat. Data Dinas Kesehatan Grobogan menunjukkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/22/alarm-tbc-di-grobogan-601-kasus-ditemukan-hingga-juni-2026-ini-bedanya-tbc-so-dan-ro">Alarm TBC di Grobogan! 601 Kasus Ditemukan hingga Juni 2026, Ini Bedanya TBC So dan Ro</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Dinas Kesehatan Grobogan mencatat angka kasus Tuberkolosis atau TBC hingga Juni 2026 mencapai 601 pasien.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, sebanyak 591 pasien masuk kategori sensitif obat dan 10 pasien lainnya tergolong resisten obat.</p>
<p>Masyarakat pun diimbau untuk mengenali TBC So dan Ro agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.</p>
<p>Data Dinas Kesehatan Grobogan menunjukkan angka kasus Tuberkolosis masih menjadi perhatian serius di daerah tersebut.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/06/22/petekeyan-bentuk-desa-sehat-iklim-hadi-sarwoko-warga-pilar-utama-hadapi-dampak-perubahan-iklim">Petekeyan Bentuk Desa Sehat Iklim,  Hadi Sarwoko: Warga Pilar Utama Hadapi Dampak Perubahan Iklim</a></strong></h6>
<p>Selain memahami jumlah kasus yang ada, masyarakat juga perlu mengetahui perbedaan antara TBC So dan Ro sebagai bagian dari upaya pencegahan serta pengendalian penyakit menular tersebut.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr Djatmiko, menjelaskan bahwa perbedaan mendasar antara TBC sensitif obat dan resisten obat terletak pada kemampuan bakteri penyebab penyakit dalam merespons pengobatan.</p>
<p>&#8220;TBC So merupakan kasus dimana kuman TBC masih mempan atau sensitit terhadap obat standar. Sedangkan kasus TBC Ro dimana kuman sudah bermutasi dan kebal terhadap satu atau lebih obat anti TBC standar,&#8221; ungkap dr Djatmiko.</p>
<p>Menurutnya, pasien dengan kategori TBC So masih dapat menjalani terapi menggunakan obat-obatan standar yang selama ini digunakan dalam program pengobatan tuberkulosis nasional.</p>
<p>Pada kasus TBC So, proses pengobatan umumnya berlangsung selama enam hingga sembilan bulan. Selama masa terapi tersebut, pasien harus mengonsumsi kombinasi empat jenis antibiotik standar sesuai petunjuk tenaga kesehatan.</p>
<p>Sementara itu, pasien yang mengalami TBC Ro memerlukan penanganan yang lebih kompleks.</p>
<p>Selain jenis obat yang berbeda, durasi pengobatannya juga jauh lebih panjang dibandingkan pasien TBC sensitif obat.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/06/22/bupati-kudus-dorong-penguatan-satu-data-dan-dtsen-wujudkan-kebijakan-pembangunan-tepat-sasaran">Bupati Kudus Dorong Penguatan Satu Data dan DTSEN, Wujudkan Kebijakan Pembangunan Tepat Sasaran</a></strong></h6>
<p>Pasien TBC RO dapat menjalani pengobatan dalam rentang waktu sembilan hingga 24 bulan tergantung kondisi masing-masing pasien serta respons tubuh terhadap terapi yang diberikan.</p>
<p>Dr Djatmiko menuturkan bahwa perbedaan antara kedua jenis TBC tersebut tidak hanya terletak pada pengobatan, tetapi juga berkaitan dengan penyebab munculnya penyakit tersebut.</p>
<p>&#8220;Selain perbedaan itu, berbeda juga dari sisi penyebab dan penularan TBC ini. TBC SO biasanya merupakan infeksi TBC awal yang belum pernah diobati sebelumnya,&#8221; jelas dr Djatmiko.</p>
<p>Ia menambahkan, untuk  TBC RO umumnya disebabkan oleh riwayat pengobatan sebelumnya yang gagal, tidak teratur, atau terputus-putus, sehingga kuman menjadi kebal.</p>
<p>Ia menjelaskan, kasus TBC SO umumnya ditemukan pada pasien yang baru pertama kali terinfeksi dan belum pernah menjalani pengobatan tuberkulosis sebelumnya.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/06/22/sistem-kelistrikan-jawa-berangsur-pulih-pln-sebut-pemadaman-bergilir-berhasil-diminimalisasi">Sistem Kelistrikan Jawa Berangsur Pulih, PLN Sebut Pemadaman Bergilir Berhasil Diminimalisasi</a></strong></h6>
<p>Berbeda dengan TBC RO yang sering kali muncul akibat ketidakpatuhan pasien dalam menjalani terapi.</p>
<p>Pengobatan yang tidak tuntas atau sering terputus berpotensi membuat kuman menjadi kebal terhadap obat.</p>
<p>Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan tuberkulosis karena memerlukan metode terapi yang lebih panjang dan pengawasan yang lebih ketat.</p>
<p>Selain akibat kegagalan pengobatan, pasien TBC RO juga dapat muncul karena tertular langsung dari penderita lain yang telah membawa kuman tuberkulosis yang kebal terhadap obat.</p>
<p>Karena itu, upaya pencegahan dan pengendalian penularan tetap menjadi bagian penting dalam menekan angka kasus tuberkulosis di masyarakat.</p>
<p>Dinas Kesehatan Grobogan terus mendorong masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit TBC, seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, hingga demam yang tidak kunjung sembuh.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/06/22/tim-pkm-fakultas-ekonomi-usm-beri-pelatihan-literasi-akuntansi">Tim PKM Fakultas Ekonomi USM Beri Pelatihan Literasi Akuntansi</a></strong></h6>
<p>Langkah deteksi dini dinilai sangat penting untuk mempercepat penanganan sekaligus memutus rantai penularan di lingkungan sekitar pasien.</p>
<p>Saat ini, ratusan pasien TBC yang terdata di Grobogan menjalani pengobatan secara rawat jalan di berbagai fasilitas kesehatan.</p>
<p>Tenaga kesehatan juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi pasien guna memastikan terapi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.</p>
<p>Keberhasilan pengobatan tuberkulosis, menurut dr Djatmiko, sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani seluruh tahapan terapi hingga selesai.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pengobatan yang dilakukan secara teratur mampu meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mencegah munculnya resistensi obat.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/06/22/kunker-di-nusakambangan-titiek-soeharto-apresiasi-keberhasilan-kemenimipas-bangun-kemandirian">Kunker di Nusakambangan, Titiek Soeharto Apresiasi Keberhasilan Kemenimipas Bangun Kemandirian</a></strong></h6>
<p>&#8220;Kunci utamanya itu adalah disiplin dan tidak pernah bolos minum obat. Itu adalah kunci kesembuhan para pasien TBC, baik itu yang So dan Ro,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Melalui edukasi yang terus dilakukan, Dinkes Grobogan berharap masyarakat semakin memahami angka kasus Tuberkolosis saat ini.</p>
<p>Dinas Kesehatan Grobogan optimistis upaya pengendalian angka kasus Tuberkolosis dapat berjalan lebih efektif dan angka kesembuhan pasien terus meningkat dari waktu ke waktu.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/22/alarm-tbc-di-grobogan-601-kasus-ditemukan-hingga-juni-2026-ini-bedanya-tbc-so-dan-ro">Alarm TBC di Grobogan! 601 Kasus Ditemukan hingga Juni 2026, Ini Bedanya TBC So dan Ro</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gebrakan Polres Grobogan! Safe House 110 Hadir hingga Pelosok Desa, Rumah Kades Tempat yang Paling Aman Bagi Warga</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/15/gebrakan-polres-grobogan-safe-house-110-hadir-hingga-pelosok-desa-rumah-kades-tempat-yang-paling-aman-bagi-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 12:35:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[AKBP Ike Yulianto]]></category>
		<category><![CDATA[Bhabinkamtibmas]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Safe House 110]]></category>
		<category><![CDATA[tbc]]></category>
		<category><![CDATA[tracer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=564579</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Polres Grobogan membuat gebrakan baru dalam memberikan pelayanan dan perlindungan hukum bagi masyarakat hingga ke tingkat pelosok. Melalui momentum apel jam pimpinan, Polres Grobogan melakukan Launching Safe House 110, Senin 15 Juni 2026. Kegiatan yang diinisiasi langsung oleh Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto, dengan menggandeng seluruh kepala desa di wilayah hukum setempat. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/15/gebrakan-polres-grobogan-safe-house-110-hadir-hingga-pelosok-desa-rumah-kades-tempat-yang-paling-aman-bagi-warga">Gebrakan Polres Grobogan! Safe House 110 Hadir hingga Pelosok Desa, Rumah Kades Tempat yang Paling Aman Bagi Warga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) –</strong> Polres Grobogan membuat gebrakan baru dalam memberikan pelayanan dan perlindungan hukum bagi masyarakat hingga ke tingkat pelosok.</p>
<p>Melalui momentum apel jam pimpinan, Polres Grobogan melakukan Launching Safe House 110, Senin 15 Juni 2026.</p>
<p>Kegiatan yang diinisiasi langsung oleh Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto, dengan menggandeng seluruh kepala desa di wilayah hukum setempat.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/06/15/kebumen-terus-gaungkan-wisata-sport-dan-budaya">Kebumen Terus Gaungkan Wisata, Sport dan Budaya</a></strong></h6>
<p>Program ini merupakan perpanjangan dari instruksi Kapolda Jawa Tengah guna mengoptimalkan kembali layanan panggilan darurat 110 secara cepat dan terintegrasi.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto menegaskan bahwa rumah kepala desa akan disulap menjadi titik aman atau Safe House bagi warga yang membutuhkan pertolongan hukum, termasuk korban KDRT.</p>
<p>Melalui program Launching Safe House 110 ini, koordinasi penanganan perkara kecil diharapkan bisa langsung tuntas di tingkat desa tanpa birokrasi yang berbelit-belit.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/06/15/pengamat-budaya-di-grobogan-beberkan-makna-malam-1-suro-saat-tepat-untuk-introspeksi-dan-menata-kehidupan">Pengamat Budaya di Grobogan Beberkan Makna Malam 1 Suro Saat Tepat untuk Introspeksi dan Menata Kehidupan</a></strong></h6>
<p>Sinergi antara polisi dan perangkat desa ini dinilai strategis karena sosok kepala desa merupakan figur yang paling dihormati di wilayahnya.</p>
<p>Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto menjelaskan, sesaat setelah Launching Safe House 110 berjalan, setiap laporan darurat yang masuk ke operator SPKT Polres Grobogan akan langsung direspons oleh Bhabinkamtibmas.</p>
<p>Respon tersebut dilaksanakan dalam waktu maksimal 30 menit, untuk kemudian dievakuasi ke rumah kepala desa terdekat jika situasi mendesak.</p>
<h5><strong>Tracer TBC</strong></h5>
<p>Selain meluncurkan program rumah aman, dalam kesempatan tersebut Polres Grobogan juga membagikan <em>kit</em> pelacak (tracer) TBC kepada anggota Bhabinkamtibmas.</p>
<p>Mengingat angka suspek TBC di Grobogan mencapai kisaran 15.000 kasus, para personel di lapangan diminta bergerak cepat.</p>
<p>Sasaran para personel yakni untuk memetakan wilayah sebaran penularan udara ini dalam waktu satu minggu.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/06/15/sk-tidak-sesuai-hasil-muscab-kader-ppp-wonosobo-segel-kantor-dpc">SK Tidak Sesuai Hasil Muscab, Kader PPP Wonosobo Segel Kantor DPC</a></strong></h6>
<p>AKBP Ike Yulianto berpesan agar seluruh jajaran kepolisian dan aparatur desa bahu-membahu dalam mengawal program ini demi keselamatan masyarakat luas.</p>
<p>Kapolres berharap kehadiran polisi di tengah-tengah warga dapat semakin dirasakan manfaatnya secara langsung.</p>
<p>&#8220;Mari kita sama-sama bekerja dan bekerja sama memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,&#8221; ajak Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/15/gebrakan-polres-grobogan-safe-house-110-hadir-hingga-pelosok-desa-rumah-kades-tempat-yang-paling-aman-bagi-warga">Gebrakan Polres Grobogan! Safe House 110 Hadir hingga Pelosok Desa, Rumah Kades Tempat yang Paling Aman Bagi Warga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polres dan Dinkes Kota Pekalongan Perkuat Deteksi Dini TBC</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/06/polres-dan-dinkes-kota-pekalongan-perkuat-deteksi-dini-tbc</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 17:30:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Bhabinkamtibmas]]></category>
		<category><![CDATA[dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[tbc]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=562892</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Polres Pekalongan Kota bersama Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, RSUD Bendan, dan Puskesmas Dukuh menggelar skrining Tuberkulosis (TBC) paru serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 53 anggota Bhabinkamtibmas di Aula Wicaksana Laghawa, Kamis (4/6/2026). Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya deteksi dini sekaligus persiapan bagi para [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/06/polres-dan-dinkes-kota-pekalongan-perkuat-deteksi-dini-tbc">Polres dan Dinkes Kota Pekalongan Perkuat Deteksi Dini TBC</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PEKALONGAN (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Polres Pekalongan Kota bersama Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, RSUD Bendan, dan Puskesmas Dukuh menggelar skrining Tuberkulosis (TBC) paru serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 53 anggota Bhabinkamtibmas di Aula Wicaksana Laghawa, Kamis (4/6/2026).</p>
<p>Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya deteksi dini sekaligus persiapan bagi para Bhabinkamtibmas yang akan bertugas sebagai tracer TBC di masyarakat. Program tersebut juga mendukung gerakan TOSS (Temukan, Obati Sampai Sembuh) dalam rangka pemberantasan TBC.</p>
<p>“Para Bhabinkamtibmas nantinya akan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk melakukan edukasi, pencegahan, serta pemantauan kasus TBC di wilayah binaan masing-masing,” ujar AKBP Riki.</p>
<p>Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Pekalongan, dr. Dita Rasnasuri, MKM, menyampaikan bahwa skrining meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, trigliserida, skrining TBC, pemeriksaan HIV dan sifilis, hingga foto toraks menggunakan X-Ray Portable dari RSUD Bendan.</p>
<p>&#8220;Sinergi antara kepolisian dan tenaga kesehatan diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus TBC, mencegah penularan, serta menekan angka kematian akibat penyakit tersebut,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan ini juga mendapat dukungan dan monitoring dari Biddokkes Polda Jawa Tengah sebagai bagian dari Program Polda Jawa Tengah Peduli Berantas TB Paru.</p>
<p>&#8220;Dengan keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas sebagai tracer, diharapkan upaya deteksi dini dan penanganan TBC di Kota Pekalongan semakin optimal,&#8221;tegasnya.</p>
<p>Ps Kasi Dokkes Polres Pekalongan Kota Aiptu Mirwan Samiun, AMd Kep, berharap sinergi antara Polres Pekalongan Kota dan Dinas Kesehatan dapat memperluas jangkauan skrining TBC di masyarakat.</p>
<p>&#8220;Dengan deteksi dini yang lebih masif dan penanganan yang cepat serta tepat, diharapkan angka penularan maupun kematian akibat TBC di Kota Pekalongan dapat terus ditekan,&#8221;tukasnya.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/06/polres-dan-dinkes-kota-pekalongan-perkuat-deteksi-dini-tbc">Polres dan Dinkes Kota Pekalongan Perkuat Deteksi Dini TBC</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinkes Batang Gencar Jemput Bola Untuk Pemeriksaan TBC</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/21/dinkes-batang-gencar-jemput-bola-untuk-pemeriksaan-tbc</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 00:30:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[tbc]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=560748</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kabupaten Batang hari ini masih harus berhadapan dengan musuh lama yang tak kasat mata Tuberkulosis (TBC). Penyakit menular ini tetap menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah daerah. Di tengah target ambisius Indonesia untuk bebas TBC pada tahun 2030, grafik temuan kasus di Batang justru terus merayap naik. Hingga 18 Mei 2026, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/21/dinkes-batang-gencar-jemput-bola-untuk-pemeriksaan-tbc">Dinkes Batang Gencar Jemput Bola Untuk Pemeriksaan TBC</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kabupaten Batang hari ini masih harus berhadapan dengan musuh lama yang tak kasat mata Tuberkulosis (TBC). Penyakit menular ini tetap menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah daerah. Di tengah target ambisius Indonesia untuk bebas TBC pada tahun 2030, grafik temuan kasus di Batang justru terus merayap naik.</p>
<p>Hingga 18 Mei 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang telah mendeteksi 451 kasus TBC yang tersebar di berbagai sudut kecamatan dan fasilitas kesehatan. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan alarm bagi kesehatan publik.</p>
<p>Meski berada di tengah kepungan angka tersebut, rapot penanganan TBC di bumi Alas Roban ini dinilai masih berada di jalur yang aman jika disandingkan dengan wilayah lain di Jawa Tengah.</p>
<p>Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi menyampaikan, blak-blakan mengenai realita di lapangan. Ia mengakui tantangan ini berat, namun optimisme untuk berbenah tetap ada.</p>
<p>“TBC di Kabupaten Batang ini masih menjadi masalah. Tapi alhamdulillah secara umum untuk capaian programnya sudah cukup,&#8221; katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Ida menegaskan, bahwa pemerintah pusat tidak main-main dengan target eliminasi TBC pada 2030. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor kini digenjot demi mempercepat penemuan kasus dan memastikan pasien berobat hingga benar-benar sembuh.</p>
<p>“Di Jawa Tengah, capaian program tuberkulosis di Kabupaten Batang termasuk di level tengah, bukan yang jelek sekali, tapi juga bukan yang bagus sekali. Jika membedah data faskes per 18 Mei 2026, RSUD Batang menjadi garda terdepan sekaligus penyumbang angka tertinggi dengan temuan 96 kasus. Di posisi berikutnya, RS QIM mencatat 70 kasus dan RSUD Limpung mendeteksi 39 kasus,” ungkapnya.</p>
<p>Tingginya angka di rumah sakit ini terbilang wajar, mengingat ketiganya merupakan pusat rujukan utama bagi pasien lokal maupun luar daerah.</p>
<p>“Namun, yang perlu diwaspadai adalah pergerakan di tingkat akar rumput (Puskesmas). Puskesmas Bawang mendeteksi 29 kasus, disusul Warungasem dengan 23 kasus, serta Tulis dan Subah yang masing-masing mengantongi 19 kasus,” jelasnya.</p>
<p>Jika dipetakan berdasarkan domisili asli para pasien, konstelasi wilayahnya sedikit berubah:</p>
<p>* Kecamatan Warungasem: 44 kasus (tertinggi)</p>
<p>* Kecamatan Bawang: 41 kasus</p>
<p>* Kecamatan Subah: 32 kasus</p>
<p>* Kecamatan Tulis: 31 kasus</p>
<p>* Kecamatan Batang 2: 30 kasus</p>
<p>* Kecamatan Kandeman: 28 kasus</p>
<p>Selain warga lokal, ada pula 19 pasien dari luar kota yang saat ini tercatat sedang menjalani perawatan di Batang.</p>
<p>“Tahun 2026 ini, pemerintah mematok target nasional penemuan kasus TBC sebesar 90 persen. Secara regional, per 10 April 2026, Jawa Tengah baru berhasil menjaring 19.695 kasus dari target tahunan yang mencapai 107.488 kasus,” terangnya.</p>
<p>Bagaimana dengan Batang, saat ini progresnya baru menyentuh angka 16,61 persen dari estimasi total beban kasus yang diprediksi mencapai 1.825 kasus. Angka performa ini sayangnya masih berada di bawah target bulanan April yang seharusnya berada di angka 30 persen.</p>
<p>Ida juga menyebutkan, melihat rapor yang masih menyisakan ruang kosong tersebut, Dinkes Batang langsung tancap gas. Strategi jemput bola lewat skrining aktif mulai difokuskan, terutama di wilayah-wilayah dengan densitas kasus tinggi seperti Warungasem dan Bawang.</p>
<p>“Ujung tombak penanganan kini digeser ke Puskesmas agar pelacakan kontak erat (contact tracing), pemeriksaan dini, hingga pendampingan minum obat bagi pasien bisa dikawal dengan lebih ketat,” ujar dia.</p>
<p>Di akhir kesempatan, Dinkes Batang mengetuk kesadaran masyarakat agar membuang jauh-jauh stigma dan rasa takut untuk memeriksakan diri. Jika mendapati gejala klinis seperti batuk tak kunjung sembuh, berat badan merosot tajam, demam, atau kerap berkeringat di malam hari tanpa aktivitas, segeralah ke faskes terdekat.</p>
<p>“Penanganan cepat dinilai penting untuk mencegah penularan lebih luas di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/21/dinkes-batang-gencar-jemput-bola-untuk-pemeriksaan-tbc">Dinkes Batang Gencar Jemput Bola Untuk Pemeriksaan TBC</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lapas Semarang Lakukan Pemeriksaan TBC bagi Narapidana</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/03/lapas-semarang-lakukan-pemeriksaan-tbc-bagi-narapidana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2025 03:59:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Lapas Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Narapidana]]></category>
		<category><![CDATA[Pemeriksaan]]></category>
		<category><![CDATA[tbc]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=494133</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Lapas Kelas I Semarang melakukan pemeriksaan tuberkulosis (TBC) bagi warga binaan (narapidana). Rontgen dada dilakukan untuk mengetahui adanya spesimen dahak untuk kemudian diperiksa. Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kegiatan tersebut merupakan langkah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk memastikan warga binaan seluruh Lapas bebas TBC. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 6 hari mulai [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/03/lapas-semarang-lakukan-pemeriksaan-tbc-bagi-narapidana">Lapas Semarang Lakukan Pemeriksaan TBC bagi Narapidana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Lapas Kelas I Semarang melakukan pemeriksaan tuberkulosis (TBC) bagi warga binaan (narapidana). Rontgen dada dilakukan untuk mengetahui adanya spesimen dahak untuk kemudian diperiksa.</p>
<p>Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kegiatan tersebut merupakan langkah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk memastikan warga binaan seluruh Lapas bebas TBC.</p>
<p>Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 6 hari mulai tanggal 1 hingga 8 September 2025 dengan target 1.307 warga binaan.</p>
<p>“Bersama Puskesmas Ngaliyan dan Tirta Medical Center, kami melaksanakan kegiatan penemuan kasus TBC dengan rontgen dada bagi warga binaan di Lapas Semarang,&#8221; ungkap Fonika, Rabu (3/9/2025).</p>
<p>Hingga saat ini ratusan warga binaan telah selesai mengikuti kegiatan, kemudian sampel dahak dilakukan pemeriksaan TCM oleh Puskesmas Ngaliyan.</p>
<p>&#8220;Pertama, warga binaan akan dilakukan skrining gejala oleh petugas Klink Pratama. Kemudian pemeriksaan Chest X-Ray dilakukan oleh Tirta Medical Center,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>&#8220;Penentuan terduga TBC akan dilakukan oleh dokter dari Tirta Medical Center. Setelah itu baru data akan diinput ke SITB,&#8221; kata Fonika.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/03/lapas-semarang-lakukan-pemeriksaan-tbc-bagi-narapidana">Lapas Semarang Lakukan Pemeriksaan TBC bagi Narapidana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyakit TBC Masih Ditemukan di Kota Pekalongan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/08/26/penyakit-tbc-masih-ditemukan-di-kota-pekalongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 13:10:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[tbc]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=492785</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit tuberkulosis (TBC) yang masih ditemukan di sejumlah wilayah setempat. Penyakit menular ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga lansia. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto melalui pengelola program TB atau Wakil [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/26/penyakit-tbc-masih-ditemukan-di-kota-pekalongan">Penyakit TBC Masih Ditemukan di Kota Pekalongan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit tuberkulosis (TBC) yang masih ditemukan di sejumlah wilayah setempat. Penyakit menular ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga lansia.</p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto melalui pengelola program TB atau Wakil Supervisor (Wasor) setempat, Indayah Dewi Tunggal. Dewi menyebutkan hingga tahun ini, Dinkes telah menemukan 560an kasus baru TBC di Kota Pekalongan. Untuk menekan angka tersebut, petugas kesehatan tidak hanya fokus pada pengobatan pasien, tetapi juga melakukan terapi pencegahan bagi anggota keluarga yang tinggal serumah.</p>
<p>Setelah sebelumnya sempat terkendala ketersediaan kartu pemeriksaan dahak, kini layanan skrining TBC kembali berjalan normal. Hal ini diharapkan bisa mempercepat penemuan kasus sekaligus memutus rantai penularan.</p>
<p>“TBC bisa diobati, tapi yang lebih penting adalah pencegahan. Rumah harus sehat, udara lancar, dan cahaya matahari bisa masuk. Lingkungan yang terjaga akan membantu memutus rantai penularan,” jelasnya.</p>
<p>Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, dengan rajin membuka rumah setiap pagi agar sinar matahari masuk, memasang genteng kaca untuk memperlancar sirkulasi udara, serta menggunakan masker bila batuk. Selain itu, siapa pun yang mengalami gejala batuk berkepanjangan diminta segera periksa ke puskesmas.</p>
<p>Dengan skrining yang terus digencarkan serta kesadaran bersama menjaga lingkungan, diharapkan penyebaran TBC di Kota Pekalongan dapat ditekan sehingga masyarakat bisa hidup lebih sehat dan produktif.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/26/penyakit-tbc-masih-ditemukan-di-kota-pekalongan">Penyakit TBC Masih Ditemukan di Kota Pekalongan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menkes: Setiap 5 Menit Dua Orang Meninggal karena TBC, Ini Empat Langkah Hentikan Penyebarannya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/12/menkes-setiap-5-menit-dua-orang-meninggal-karena-tbc-ini-empat-langkah-hentikan-penyebarannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2025 04:43:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Kematian Setiap Lima Menit]]></category>
		<category><![CDATA[Empat Langkah Hentikan Penyebarannya]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes]]></category>
		<category><![CDATA[tbc]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=478761</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menyebut, dua orang di Indonesia meninggal karena Tuberkulosis (TBC) setiap lima menit. Hal ini disampaikan dalam kunjungannya ke Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, yang menjadi salah satu desa percontohan dalam penguatan penanggulangan TBC berbasis komunitas. “Setiap lima menit ada dua yang wafat. Kita bicara di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/12/menkes-setiap-5-menit-dua-orang-meninggal-karena-tbc-ini-empat-langkah-hentikan-penyebarannya">Menkes: Setiap 5 Menit Dua Orang Meninggal karena TBC, Ini Empat Langkah Hentikan Penyebarannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menyebut, dua orang di Indonesia meninggal karena Tuberkulosis (TBC) setiap lima menit.</p>
<p>Hal ini disampaikan dalam kunjungannya ke Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, yang menjadi salah satu desa percontohan dalam penguatan penanggulangan TBC berbasis komunitas.</p>
<p>“Setiap lima menit ada dua yang wafat. Kita bicara di acara ini, yang wafat karena TBC mungkin sudah 20 lebih,” ujar Menkes dalam dialog bersama warga dan pemangku kepentingan pada Rabu, 11 Juni 2025 (mengutip laman Kemenkes RI).</p>
<p>Diketahui, TBC merupakan penyakit menular yang bisa disembuhkan, namun masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Menkes menegaskan pentingnya deteksi dini dan pengobatan hingga tuntas sebagai kunci pengendalian penyakit ini.</p>
<p>“Masalahnya, selesainya (konsumsi obat) itu enam bulan. Minumnya setiap hari, pilnya banyak, lebih dari empat. Tapi kita sabar tidak apa-apa daripada tidak sembuh,” ucap Menkes.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut Menkes menekankan empat langkah penting yang harus dilakukan masyarakat untuk menghentikan penyebaran TBC, yakni menemukan pasien, memastikan segera minum obat, menyelesaikan pengobatan, dan memberikan terapi pencegahan bagi kontak erat.</p>
<p>Ia memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Desa Klapanunggal atas konsistensinya dalam skrining aktif dan pendampingan pasien TBC hingga sembuh. “Saya terima kasih ke Desa Klapanunggal, karena tidak semua desa melakukan ini. Rajin mencari yang kena (TBC), pastikan minum obat sampai selesai. Karena kalau tidak, dia menular, dia mematikan,” ucapnya.</p>
<p>Program desa siaga TBC ini disebut Menkes sebagai bagian dari program prioritas (quick wins) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Ini adalah salah satu program quick win-nya Bapak Prabowo. Beliau terkejut melihat kematian TBC ini tinggi sekali,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran TBC.</p>
<p>Pemerintah punya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang bisa dimanfaatkan untuk penanganan TBC. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan prinsip TOSS (Temukan Obati Sampai Sembuh), serta saling mengawasi dan menjaga sesama.</p>
<p>“TOSS itu kewajiban kita semua. Kalau ada anak, istri, saudara, tetangga yang gejalanya mirip, segera laporkan agar bisa diobati sampai sembuh,” katanya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak termakan hoaks terkait vaksin maupun pengobatan dari pemerintah. Menurut Aries, ketakutan dan stigma sosial sering menjadi hambatan utama dalam penanganan TBC. Banyak penderita enggan melapor karena malu.</p>
<p>Menkes memberikan seruan kuat untuk tidak mengabaikan penyakit yang bisa dicegah dan disembuhkan ini. “TBC itu begitu ketahuan, dikasih obat, dia berhenti kok penularannya. Obatnya ada, dan kalau selesai, dia sembuh. Agar mereka bisa kembali sebagai anggota masyarakat kita,” tandasnya.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/12/menkes-setiap-5-menit-dua-orang-meninggal-karena-tbc-ini-empat-langkah-hentikan-penyebarannya">Menkes: Setiap 5 Menit Dua Orang Meninggal karena TBC, Ini Empat Langkah Hentikan Penyebarannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lapas Semarang Raih Penghargaan Layanan Program Tuberkulosis</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/04/25/lapas-semarang-raih-penghargaan-layanan-program-tuberkulosis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2025 04:20:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Lapas Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Program Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[tbc]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=471255</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Lapas semarang mendapat penghargaan bergengsi sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pemerintah terbaik dalam pelaksanaan program Tuberkulosis (TBC) tahun 2024. Penghargaan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah diserahkan oleh Kepala Sub Koordinator Seksi SDM Kesehatan, Heri Purnomo kepada drg. Prabowo Budi mewakili Kepala Lapas Kelas I Semarang, Mardi Santoso baru-baru ini. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/25/lapas-semarang-raih-penghargaan-layanan-program-tuberkulosis">Lapas Semarang Raih Penghargaan Layanan Program Tuberkulosis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Lapas semarang mendapat penghargaan bergengsi sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pemerintah terbaik dalam pelaksanaan program Tuberkulosis (TBC) tahun 2024.</p>
<p>Penghargaan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah diserahkan oleh Kepala Sub Koordinator Seksi SDM Kesehatan, Heri Purnomo kepada drg. Prabowo Budi mewakili Kepala Lapas Kelas I Semarang, Mardi Santoso baru-baru ini.</p>
<p>Penghargaan diberikan pada acara Workshop Peningkatan Kapasitas dan Komitmen untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Kontribusi FKTP Pemerintah dalam Program Tuberkulosis yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada 22 &#8211; 25 April 2025.</p>
<p>Heri Purnomo menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Lapas Semarang dalam mendukung upaya pemerintah memberantas TBC, khususnya di lingkungan Pemasyarakatan. &#8220;Penghargaan ini diberikan atas dedikasi FKTP pemerintah khususnya dilingkup Provinsi Jawa Tengah dalam melaksanakan program TBC secara optimal,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kegiatan workshop dilaksanakan dengan tujuan sebagai upaya percepatan eliminasi TBC 2030 sehingga perlu dilakukan peningkatan keterlibatan fasilitas pelayanan kesehatan milik swasta dan pemerintah, khususnya untuk mendukung program TBC melalui implmentasi Public Private Mix (PPM)  yaitu meningkatkan keterlibatan fasyankes baik pemerintah maupun swasta dalam program TBC.</p>
<p>PPM diharapkan dapat mengorganisasikan layanan TBC untuk memastikan layanan terpadu yang berpusat pada pasien (patient‐centered care), sehingga seluruh pasien TBC dapat ditemukan, diobati dan dilaporkan pada sistem informasi TBC.</p>
<p>Hadir dalam kegiatan perwakilan dari FKTP Lapas/Rutan/LPKA, FKTP TNI dan FKTP Polri di wilayah Provinsi Jawa Tengah.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/25/lapas-semarang-raih-penghargaan-layanan-program-tuberkulosis">Lapas Semarang Raih Penghargaan Layanan Program Tuberkulosis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gejala Tuberkulosis yang Perlu Diwaspadai, Mulai Batuk hingga Berat Badan Menurun</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/27/gejala-tuberkulosis-yang-perlu-diwaspadai-mulai-dari-batuk-hingga-berat-badan-menurun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 04:29:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Batuk]]></category>
		<category><![CDATA[Berat badan menurun]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[tbc]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=416271</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Sebagian masyarakat mungkin masih mengabaikan gejala Tuberkulosis (TBC). Banyak diantara kita masih menganggap remeh batuk dan tidak segera memeriksakan diri ketika batuk tidak sembuh-sembuh disertai dengan berat badan menurun drastis. Di Indonesia, kasus TBC masih menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan. Melansir dari Laman Kemenkes RI, berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/27/gejala-tuberkulosis-yang-perlu-diwaspadai-mulai-dari-batuk-hingga-berat-badan-menurun">Gejala Tuberkulosis yang Perlu Diwaspadai, Mulai Batuk hingga Berat Badan Menurun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Sebagian masyarakat mungkin masih mengabaikan gejala Tuberkulosis (TBC). Banyak diantara kita masih menganggap remeh batuk dan tidak segera memeriksakan diri ketika batuk tidak sembuh-sembuh disertai dengan berat badan menurun drastis. Di Indonesia, kasus TBC masih menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan.</p>
<p>Melansir dari Laman Kemenkes RI, berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia menempati peringkat kedua di dunia yang memiliki estimasi kasus TBC baru sebanyak 1.060.000 kasus dengan kematian mencapai 134.000 per tahun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>TBC merupakan penyakit kronis yang dapat menular dari satu orang ke orang di sekitarnya, disebabkan oleh bakteri/kuman Mycobacterium Tuberculosis. Penularan TBC terjadi sangat mudah melalui udara, dapat berasal dari percikan droplet saat berbicara, batuk atau bersin. TBC utamanya menyerang organ paru, namun ternyata TBC juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening, dan lainnya ketika bakteri TBC keluar dari paru-paru melalui aliran darah. Kondisi ini disebut TBC Ekstra Paru.</p>
<p>TBC bukanlah penyakit genetik atau keturunan, bukan pula penyakit kutukan atau guna-guna. Orang dengan TBC memang cenderung memiliki badan yang sangat kurus, dikarenakan salah satu gejala penyerta TBC adalah nafsu makan turun, sehingga berat badan menurun drastis. Namun ada juga orang yang memiliki badan yang segar tetapi terinfeksi bakteri TBC. Daya tahan tubuh yang menurun menjadi salah satu faktor seseorang dapat terinfeksi TBC kemudian menyebabkan munculnya gejala TBC. Untuk mengetahui lebih jelasnya, berikut gejala TBC yang perlu kita waspadai.</p>
<p><strong>Gejala TBC yang Perlu Diwaspadai</strong></p>
<p>Sekitar 17 orang per jam meninggal dunia akibat TBC. Penting bagi kita untuk mengetahui gejala penyakit TBC. Gejala TBC terdiri dari gejala utama dan gejala penyerta atau tambahan.</p>
<p>1. Batuk menerus<br />
Batuk merupakan gejala utama TBC, terutama batuk yang berlangsung terus menerus (kadang disertai dengan batuk berdahak atau batuk darah) tanpa mempertimbangkan durasi berapa lamanya. Batuk terjadi terus menerus karena adanya infeksi yang mengganggu jalannya pernapasan.</p>
<p>2. Nafsu makan menurun<br />
TBC bisa membuat seseorang tidak nafsu makan. Batuk yang terus-menerus bahkan bisa menyulitkan orang dengan TBC untuk menelan makanan. Selain itu, terdapat beberapa efek ketika pengobatan TBC, salah satunya gangguan nafsu makan dan masalah pencernaan.</p>
<p>3. Penurunan berat badan<br />
Asupan nutrisi pada pasien TBC yang tidak tercukupi dengan baik menyebabkan orang dengan TBC bisa kehilangan berat badan secara cepat dalam waktu singkat.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/27/gejala-tuberkulosis-yang-perlu-diwaspadai-mulai-dari-batuk-hingga-berat-badan-menurun">Gejala Tuberkulosis yang Perlu Diwaspadai, Mulai Batuk hingga Berat Badan Menurun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Temuan Kasus TBC di Pemalang Jauh dari Target</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/09/12/temuan-kasus-tbc-di-pemalang-jauh-dari-target</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2023 14:08:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[pemalang]]></category>
		<category><![CDATA[rakor]]></category>
		<category><![CDATA[tbc]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=366883</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEMALANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kasus Tuberculosis (TBC) di Kabupaten Pemalang baru mencapai angka sekitar 5 ribuan temuan kasus dari target yang ditentukan Kementerian Kesehatan RI sebesar 16.000 kasus. Kondisi ini dinilai masih jauh dari harapan, untuk itu Pemkab Pemalang melalui Dinas Kesehatan setempat menggelar pertemuan koordinasi intensif dengan organisasi profesi/KOPI TB, asosiasi Fasyankes, komite akreditasi, BPJS [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/12/temuan-kasus-tbc-di-pemalang-jauh-dari-target">Temuan Kasus TBC di Pemalang Jauh dari Target</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div><strong>PEMALANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kasus Tuberculosis (TBC) di Kabupaten Pemalang baru mencapai angka sekitar 5 ribuan temuan kasus dari target yang ditentukan Kementerian Kesehatan RI sebesar 16.000 kasus.</div>
<div></div>
<div>Kondisi ini dinilai masih jauh dari harapan, untuk itu Pemkab Pemalang melalui Dinas Kesehatan setempat menggelar pertemuan koordinasi intensif dengan organisasi profesi/KOPI TB, asosiasi Fasyankes, komite akreditasi, BPJS kesehatan dan lintas program di Kabupaten Pemalang.</div>
<div></div>
<div>Kepala Dinas Kesehatan Pemalang dr Yulies Nuraya melalui Sekdin Ahmad Safrudin mengungkapkan melalui Forum koordinasi ini diharapkan peserta dapat berperan aktif dalam jejaring eksternal layanan TB di wilayahnya.</div>
<div></div>
<div>“Jadi manakala kita mendapat informasi dari masyarakat yang kedapatan terdeteksi atau mengalami penyakit TB juga ada peran dari stakeholder yang ada lebih-lebih pasien kes di Kabupaten Pemalang,” ujarnya.</div>
<div></div>
<div>Sementara Kabid P2P,  Dinkes setempat Aris Gunarta menjelaskan pada Tahun 2023 Kabupaten Pemalang ditargetkan penemuan dan pengobatan kasus TB oleh Kementerian Kesehatan sebanyak 16 ribu kasus. Tetapi hingga bulan Agustus 2023 kemarin penemuan kasus TB di Kabupaten Pemalang baru sekitar 5 ribuan</div>
<div></div>
<div>“Artinya ini masih jauh dari target yang telah ditentukan,” tuturnya, di salah satu rumah makan di Pemalang, Selasa (12/9/2023).</div>
<div></div>
<div>Maka dari itu pihaknya menyelenggarakan pertemuan koordinasi intensif yang menghadirkan pemangku kepentingan (stakeholder), sejumlah OPD terkait, dan penanggungjawab lini untuk kemudian peran apa saja yang bisa dikerjakan di masing  masing Stakeholder untuk meningkatkan Penanganan kasus TB di Kabupaten Pemalang.</div>
<div></div>
<div>Aris usai pertemuan tersebut juga menyebutkan sejumlah kendala yang dihadapi dalam mengejar target tersebut seperti angka penemuannya masih rendah. “Karena masyarakat yang terpapar batuk tidak sembuh sembuh dianggapnya batuk biasa,” tuturnya.</div>
<div></div>
<div>Demi kepentingan Kabupaten Pemalang yang lebih baik, Aris dalam kesempatan itu mengatakan semuanya saja untuk bekerjasama menemukan masyarakat yang terindikasi suspek TB. “Marilah kita jangkau bareng-bareng kita temukan mereka,” ajaknya.</div>
<div></div>
<div><strong>Nur Muktiadi</strong></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/12/temuan-kasus-tbc-di-pemalang-jauh-dari-target">Temuan Kasus TBC di Pemalang Jauh dari Target</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>