<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tanto mendut Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/tanto-mendut/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Feb 2022 07:17:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>tanto mendut Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tanto Mendut Ulang Tahun Ke-68, Dipaksa Pakai Baju Adat Jawa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/02/06/tanto-mendut-ulang-tahun-ke-68-dipaksa-pakai-baju-adat-jawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Feb 2022 06:36:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[presiden lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Studio Mendut]]></category>
		<category><![CDATA[tanto mendut]]></category>
		<category><![CDATA[Ulang Tahun ke-68 Tanto Mendut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=230183</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID, (SUARABARU.ID)- Seniman dan budayawan ‘nyleneh’ asal Magelang, Sutanto alias Tanto Mendut, ternyata diketahui jarang bahkan tidak pernah memakai pakaian adat Jawa, yakni surjan maupun beskap. Pria yang dikenal sebagai Presiden Lima Gunung tersebut, banyak memakai baju warna putih lengan panjang atau baju batik dalam berbagai acara resmi maupun nonresmi. Bahkan, saat pernikahan dua [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/02/06/tanto-mendut-ulang-tahun-ke-68-dipaksa-pakai-baju-adat-jawa">Tanto Mendut Ulang Tahun Ke-68, Dipaksa Pakai Baju Adat Jawa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MUNGKID, (SUARABARU.ID)-</strong> Seniman dan budayawan ‘nyleneh’ asal Magelang, Sutanto alias Tanto Mendut, ternyata diketahui jarang bahkan tidak pernah memakai pakaian adat Jawa, yakni surjan maupun beskap.</p>
<p>Pria yang dikenal sebagai Presiden Lima Gunung tersebut, banyak memakai baju warna putih lengan panjang atau baju batik dalam berbagai acara resmi maupun nonresmi.</p>
<p>Bahkan, saat pernikahan dua anaknya, yakni Shiki Raya Unisia dan Shaka Samadyo beberapa tahun lalu, ia juga enggan memakai baju adat Jawa tersebut.</p>
<p>Tidak diketahui alasan, suami dari Mami Katto tersebut enggan memakai surjan atau beskap lengkap dalam acara-acara resmi adat  itu.</p>
<p>Namun, ada yang lain pada Sabtu ( 5/2/2022) bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-68,  pria yang dulu akrab dipanggil Tanto Gemak Mendut tersebut, dengan terpaksa harus memakai baju adat itu.</p>
<p>Saat acara sederhana perayaan ulang tahunnya yang digelar di halaman belakang Studio Mendut, usai doa syukur yang dipimpin KH M Yusuf Chudlori, para anggota Komunitas Lima Gunung, secara spontan memakaikan baju beskap adat Jawa kepada sang Presiden  Lima Gunung.</p>
<p>Sebelumnya, ia sempat  menolak permintaan para seniman dari lima gunung, yakni Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Menoreh dan Sumbing. Melainkan tetap asyik merekam video acara itu melalui telepon pintarnya.</p>
<p>Setelah beberapa saat telepon pintar miliknya diminta oleh anggota Komunitas Lima Gunung tersebut, Tanto  Mendut tidak bisa menolaknya untuk memakai pakaian adat.</p>
<p>“<em>Ndene gantheng, nek nganggo beskapan </em>( Ganteng juga, kalau memakai pakaian beskap),” seloroh Ipangadi, pimpinan Sanggar “Wonoseni”, Dusun Wonolelo, Desa Bandongan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang.</p>
<p>Namun, ada kejadian lucu setelah pemakaian baju beskap warna hitam tersebut kepada Tanto Mendut. Yakni, baju beskap yang dipakaikan tidak selaras dengan kain jarit dan blangkon yang dikenakannya.</p>
<p>Beskap warna hitam tersebut, merupakan pakaian adat Jawa bercorak adat Surakarta. Sedangkan, blangkon dan kain jarit yang dikenakannya bermofif khas Jogjakarta.</p>
<p>Selidik punya selidik, sedikit keganjalan tersebut karena blangkon khas Surakarta yang seharusnya dikenakan di kepala Tanto Mendut, dipakai anak ragilnya, Shuko Sastro Gendhing yang mendampinginya.</p>
<p>Tentu saja, kejadian tersebut kembali menjadi bahan candaan dari seluruh anggota Komunitas Lima Gunung.</p>
<p><strong>Beri Kejutan</strong></p>
<p>Ismanto, seniman dari  Sangar “Gadhung Melati” Desa Sengi,Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang mengatakan, aksi pemakaian pakaian adat Jawa bagi Sang Presiden Lima Gunung tersebut, memang disengaja oleh para seniman Lima Gunung. Karena, selama ini mereka belum pernah melihat pemilik “Studio Mendut” tersebut berpakaian adat Jawa.</p>
<p>“Kami memang belum pernah melihat pak Tanto memakai baju adat Jawa baik surjan maupun beskap. Bahkan, pada saat pernikahan mbak Shiki dan mas Shaka (anak  pertama dan kedua Tanto Mendut dan Mami Katto, red), pak Tanto juga tidak memakai baju Jawa,” kata Ismanto.</p>
<p>Ia menambahkan, acara tersebut, para anggota Komunitas Lima Gunung  sengaja tidak memberitahu ke Tanto Mendut, melainkan antar anggota Lima Gunung berkoordinasi melalui layanan Whatsapp. Karena, ingin memberikan kejutan bertepatan dengan ulang tahun Tanto Mendut.</p>
<p>Sementara itu, Tanto Mendut mengaku, dirinya sebelumnya curiga terhadap seluruh anggota Komunitas Lima Gunung dan sejumlah orang yang diundang pada acara ulang tahun yang sederhana itu, yang seluruhnya memakai pakaian adat Jawa.</p>
<p>“<em>Aku curiga, kok  kabeh dha nganggo klambi seragam, aja-aja iki hasil  rapat WA grup, yo</em>. (Aku curiga, kok semuanya  memakai baju seragam ( pakaian adat Jawa). Jangan- jangan ini hasil dari rapat di WA grup),” ujar Tanto.</p>
<p><strong>Yon</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/02/06/tanto-mendut-ulang-tahun-ke-68-dipaksa-pakai-baju-adat-jawa">Tanto Mendut Ulang Tahun Ke-68, Dipaksa Pakai Baju Adat Jawa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>8 Gelar Disematkan bagi Tanto Mendut sang Mantan Presiden Lima Gunung</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/28/8-gelar-disematkan-bagi-tanto-mendut-sang-mantan-presiden-lima-gunung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2020 12:14:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[prsiden lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[tanto mendut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=135664</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)- Seninam asal Magelang Sutanto atau yang lebih dikenal dengan panggilan Tanto Mendut, di  ujung tahun ini mendapat delapan gelar. Delapan gelar bagi mantan “Presiden” Lima Gunung tersebut diberikan oleh para seniman yang  sekitar 20 tahun berkarya bersamanya. Pemberian gelar tersebut dilaksanakan di sebuah situs candi yang ditemukan di sebuah lahan tambang pasir Merapi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/28/8-gelar-disematkan-bagi-tanto-mendut-sang-mantan-presiden-lima-gunung">8 Gelar Disematkan bagi Tanto Mendut sang Mantan Presiden Lima Gunung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID</strong>)- Seninam asal Magelang Sutanto atau yang lebih dikenal dengan panggilan Tanto Mendut, di  ujung tahun ini mendapat delapan gelar. Delapan gelar bagi mantan “Presiden” Lima Gunung tersebut diberikan oleh para seniman yang  sekitar 20 tahun berkarya bersamanya.</p>
<p>Pemberian gelar tersebut dilaksanakan di sebuah situs candi yang ditemukan di sebuah lahan tambang pasir Merapi di Dusun Windu Sabrang, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.</p>
<p>Saat penyematan “gelar” tersebut , Sutanto  diminta duduk di atas kursi yang terbuat dari bambu dengan tinggi sekitar tiga meter dan diletakkan di salah satu sudut batuan Candi Windu Sabrang.</p>
<p>Adapun gelar yang diberikan bagi pemilik Studio Mendut tersebut yakni, Ki Ageng  Panuntun Gendhing oleh Sitras Anjilin, seorang seniman dari Padepokan Tjipto Budoyo, Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.</p>
<p>Riyadi, pimpinan  Komunitas Seni Merbantu Padepokan Wargo Budoyo, Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis memberikan gelar Ki Ageng Tejo Wukir. Kemudian, Ki Ipangadi dari Sangar Seni Wonoseni, Desa Bandongan, Kecamatan Bandongan, menjuluki Tanto Mendut dengan gelar Ki Ageng Panuntun Jiwa.</p>
<p>Sedangkan  Ketua Komunitas Lima Gunung, Supadi Hariyanto yang juga pimpinan Sanggar Seni Andong Jinawi  dari Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak menganugerahkan gelar Ki Ageng Cokro Jiwa.</p>
<p>Sementara, Handoko dari Sanggar Seni Dhom Sunthil, Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis memberikan gelar Ki Ageng Syaiquna.</p>
<p>Tidak itu, saja, dua seniman asal Kota Magelang yakni Susilo Anggoro, pimpinan Pendapa Sasana Pamardi Budaya, Kampung Meteseh Lor, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah menjuluki dengan gelar Ki  Ageng Bethet Sewu.</p>
<p>Dan seniman dari Sanggar Matematika Kota Magelang, Haris Kertoraharjo, memberinya gelar Ki Ageng Matematika Gunung.</p>
<p>Selain itu, seorang pewarta dari LKBN Antara Hari Atmoko yang  juga berkecimpung bersama komunitas tersebut, menjulukinya suami Mami Kato tersebut dengan nama  Ki Ageng Kalis Waseso.</p>
<p>Serta pematung asal lereng Merapi tepatnya dari   Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Ismanto juga memberikan gelar  Ki Ageng Pawang Lintang.</p>
<p><strong>Cupu Manik Astagina</strong></p>
<p>Ketua Komunitas Lima Gunung, Supadi Hariyanto mengatakan, pemberian gelar  bagi “Presiden Lima Gunung” yang lengser keprabon di pertengahan tahun ini, bukanlah tanpa sebab.</p>
<figure id="attachment_135666" aria-describedby="caption-attachment-135666" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-135666" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/Gelar-Bagi-tanto.jpg" alt="" width="681" height="407" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/Gelar-Bagi-tanto.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/Gelar-Bagi-tanto-400x239.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/Gelar-Bagi-tanto-150x90.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-135666" class="wp-caption-text">Usai pemberian gelar bagi mantan “Presiden Lima Gunung” Tanto Mendut di petilasan Candi Windu Sabrang, Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan, dilanjutkan dengan  slametan di Padepokan Tjipto  Boedoyo, Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun. Foto:  Yon</figcaption></figure>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2020/12/28/spesialis-pelaku-curanmur-diringkus-satreskrim-polres-kebumen-karena-bbm-habis/">Kehabisan Bensin, Spesialis Curanmor Diringkus Satreskrim Polres Kebumen</a></strong></span></p>
<p>Menurutnya, kiprah  dari seorang Tanto Mendut bagi para penggiat seni dari Komunitas Lima Gunung sangat  penting. Karena, dari tangannya, para seniman dari Lima Gunung ( Merapi, Merbabu, Andong, Menoreh dan Sumbing) menjadi  terangkat seperti saat ini.</p>
<p>“Dan, karena  Pak Tanto kesenian rakyat  yang ada di Lima Gunung tersebut semakin tumbuh. Dan, juga melalui Festival Lima Gunung  yang digelar sejak tahun  2001 lalug selalu rutin digelar secara bergiliran tempatnya,’’ ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, Tanto Mendut yang dikenalnya tersebut  bagai mata elang di angkasa. Mata batinnya seakan-akan seperti <em>cupu manik astagina</em> (sarana untuk melihat dan menjalani hidup dan kehidupan).</p>
<p>“Dan ia juga  menerawang apa saja untuk alam semesta, untuk alam kehidupan semua seniman Lima Gunung,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Sitras Anjilin dari Padepokan  Tjipta Budaya, Tutup Ngisor  Kecamatan Dukun mengatakan, gelar ‘ki ageng’  yang diberikan kepada Tanto Mendut ini, menandakan  ia yang mempunyai wilayah kebudayaan yang merdeka.</p>
<p>Ia menambahkan, gelar  Ki Ageng Panuntun Gendhing yang diberikan kepada ayah dari Shiki Raya,  Shakayou Samadyo dan Shuko Sastra Gending  tersebutr itu bukan tanpa alasan.<br />
“Bagi saya, Sutanto adalah guru saya, bapak saya, yang menuntun saya pada keselarasan hidup, keseimbangan hidup dalam ranah kebudayaan dan kemanusiaan,” imbuh Sitras.</p>
<p>Sementara  Tanto Mendut tidak berkomentar apa -apa atas pemberian gelar oleh para seniman Lima Gunung. Dan, bahkan, ia mengembalikan  semua gelar tersebut kepada masing-masing rekan seniman  tersebut dengan personifikasi dari masing-masing pemberi gelar tersebut.</p>
<p><strong>Widiyas Cahyono-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/28/8-gelar-disematkan-bagi-tanto-mendut-sang-mantan-presiden-lima-gunung">8 Gelar Disematkan bagi Tanto Mendut sang Mantan Presiden Lima Gunung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masa Pandemi, Festival 5 Gunung Tanpa Penonton dari Luar Negeri</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/09/masa-pandemi-festival-5-gunung-tanpa-penonton-dari-luar-negeri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2020 11:04:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[andong]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[mageelang]]></category>
		<category><![CDATA[menoreh]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[tanto mendut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=103782</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) - Pelaksanaan Festival Lima Gunung yang diselenggarakan para petani seniman yang tinggal di kawasan lima gunung di Kabupaten Magelang tahun, merupakan yang paling sederhana dan singkat.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/masa-pandemi-festival-5-gunung-tanpa-penonton-dari-luar-negeri">Masa Pandemi, Festival 5 Gunung Tanpa Penonton dari Luar Negeri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; </strong>Pelaksanaan Festival Lima Gunung yang diselenggarakan para petani seniman yang tinggal di kawasan lima gunung di Kabupaten Magelang tahun, merupakan yang paling sederhana dan singkat.</p>
<p>Festival Lima Gunung yang berlangsung Minggu, 9 Agustus 2020 ini yang memasuki  tahun ke-19. Festival dilaksanakan di di Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Minggu (9/8).</p>
<p>“Bahkan tahun ini merupakan pentas FLG paling singkat yakni berdurasi sekitar dua jam saja. Biasanya dilaksanakan selama tiga hari dan berlangsung dari pagi hingga larut malam,” kata Ketua Komunitas 5 Gunung , Supadi Haryanto.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2020/08/09/festival-5-gunung-seniman-menari-di-atap-rumah-penduduk/">Festival 5 Gunung, Seniman Menari di Atap Rumah Penduduk</a></strong></span></p>
<p>Supadi mengatakan, selain dilaksanakan paling singkat, pentas kesenian dari lima gunung yakni Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Menoreh, dan Sumbing  pada tahun ini tidak ada penonton yang berasal dari luar daerah dan luar negeri.</p>
<p>Menurutnya, selain membatasi jumlah penonton pihaknya juga membatasi  jumlah peserta yang hendak ikut pentas. Yakni,  hanya enam kesenian saja yang ditampilkan, dan semuanya berasal dari Komunitas Kesenian Krandegan Sumbing.</p>
<p>“Biasanya jumlah peserta mencapai ratusan grup kesenian  yang tidak hanya berasal dari Komunitas 5 Gunung saja, melainkan juga beberapa grup kesenian dari luar Jawa Tengah, luar Jawa bahkan mancanegara. Namun, karena adanya  pandemi Covid-19 ini , kami membatasi jumlah peserta dan penonton,” kata Supadi yang juga Ketua Komunitas Kesenian Andong.</p>
<p><strong>Taat Protokol Kesehatan</strong></p>
<p>Sebenarnya dengan pembatasan tersebut pihaknya merasa <em>gela</em> (kecewa,red), karena  tidak bisa berkumpul bersama dengan rekan-rekan kesenian  yang ada di Komunitas 5 Gunung. Namun, pihaknya tidak ingin melanggar protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, khususnya larangan berkerumun.</p>
<p>“Kami sebagai seniman, tetap patuh dan taat para peraturan dari pemerintah. Kami bisa pentas saja sudah senang, meskipun jumlahnya  terbatas,’ imbuhnya.</p>
<p>Ia mengaku, dari empat dari lima komunitas kesenian yang ada  di Komunitas 5 Gunung tersebut, hanya menghadirkan satu hingga dua orang wakilnya saja. Selebihnya yang hadir dan mengisi acara dari pihak tuan rumah yakni Komunitas Krandegan Sumbing.</p>
<p>Supadi menambahkan, sebenarnya pihaknya beberapa waktu lalu akan melaksanakan  FLG ke-19 ini secara virtual. Namun, dengan berbagai macam pertimbangan  pesta kesenian tahunan petani di lima gunung tersebut  tetap dilaksanakan secara langsung dan dilangsungkan di Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.</p>
<p><strong>Mendadak</strong></p>
<p>Sementara itu,  Ketua Panitia Lokal FLG ke-19, Djawahir Sarwo Edhie mengatakan, pelaksanaan FLG ke-19 tersebut sebenarnya sudah dirancang  sejak beberapa bulan lalu. Namun, adanya pandemi covid-19 yang berkepanjangan, memaksa panitia mengubah acara yang telah dirancang semula.</p>
<p>“Sedangkan tanggal kepastian pelaksanaan FLG tahun ini sangat mendadak. Yakni, saya diberi tahu oleh Pak Tanto Mendut (Presiden Lima Gunung, red) pada Jumat 7 Agustus sekitar pukul 18.00 WIB,” katanya.</p>
<p>Sarwo Edhie menambahkan, meskipun dirinya diberi tahu secara mendadak, tetapi dirinya telah siap untuk menjadi tuan rumah. Dan, langsung  memutuskan  pentas enam kesenian yang ditampilkan tersebut dilaksanakan di atas dak atap rumah penduduk setempat.</p>
<p>Menurutnya, dirinya juga meminta bantuan dari beberapa anggota sebuah ormas dan linmas yang ada di Desa Sukomakmur untuk berjaga-jaga dan mencegah penonton dari  luar Dusun Krandegan menonton.</p>
<p>Selain itu,  dirinya juga menghimbau masyarakat Dusun Krandegan yang ingin menyaksikan pentas kesenian FLG ini untuk tidak berkerumun  dengan menyaksikan dari atap rumahnya dan selalu memakai masker bagi yang ingin mendekat ke panggung.</p>
<p>“Protokol kesehatan tetap kami terapkan, agar semuanya berjalan dengan aman dan lancar. Selain itu, kami ingin para seniman dari Komunitas 5 Gunung ini bisa menjadi contoh bagi lainnya. Yakni, tetap bisa pentas dan protokol kesehatan tetap dilaksanakan,” kata Sarwo Edhie yang juga Ketua Kesenian dari Komunitas Krandegan Sumbing ini.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/masa-pandemi-festival-5-gunung-tanpa-penonton-dari-luar-negeri">Masa Pandemi, Festival 5 Gunung Tanpa Penonton dari Luar Negeri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>