<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tahun baru china Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/tahun-baru-china/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Feb 2024 10:13:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>tahun baru china Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tuk Panjang, Tradisi Imlek Lintas Budaya Khas Kota Semarang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/09/tuk-panjang-tradisi-imlek-lintas-budaya-khas-kota-semarang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2024 10:13:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[2575 Kongzilli]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Semawis]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru china]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=398419</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Tradisi Tuk Panjang atau makan malam bersama di meja panjang etnis Tionghoa menjadi salah satu tradisi khas di Kota Semarang. Tradisi ini sendiri digelar dalan rangka menyambut Tahun Baru Imlek yang rutin digelar di Pasar Semawis, Kawasan Pecinan Semarang, Kamis (8/2/2024) malam. Kebiasaan masyarakat tionghoa di Kota Semarang ini merupakan tradisi yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/09/tuk-panjang-tradisi-imlek-lintas-budaya-khas-kota-semarang">Tuk Panjang, Tradisi Imlek Lintas Budaya Khas Kota Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Tradisi Tuk Panjang atau makan malam bersama di meja panjang etnis Tionghoa menjadi salah satu tradisi khas di Kota Semarang.</p>
<p>Tradisi ini sendiri digelar dalan rangka menyambut Tahun Baru Imlek yang rutin digelar di Pasar Semawis, Kawasan Pecinan Semarang, Kamis (8/2/2024) malam.</p>
<p>Kebiasaan masyarakat tionghoa di Kota Semarang ini merupakan tradisi yang menunjukkan akulturasi budaya dan kerukunan antarumat beragama jelang tahun baru Imlek 2575 Kongzili.</p>
<p>Berbagai hidangan disuguhkan dalam acara tersebut, seperti kue keranjang kukus santan yang melambangkan harapan tutur kata yang baik, ada pula nasi hainan, tujuh macam sayur hijau yang masing-masing punya lambang dan harapan baik.</p>
<p>Tak ketinggalan, berbagai menu panganan lain seperti lumpia, dan aneka makanan sebagai wujud akulturasi budaya juga disajikan dalam acara tersebut.</p>
<p>Adapun hidangan yang ada, dimakan bersama-sama di meja yang ditata memanjang kurang lebih 200 meter.</p>
<p>Selain keturunan Tionghoa, tradisi ini juga dihadiri masyarakat umum, perwakilan atau tokoh keagamaan, serta beberapa pejabat dari Pemkot Semarang.</p>
<p>Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, R Wing Wiyarso, mengatakan, prosesi Tuk Panjang ini rutin dilakukan di Kawasan Pecinan untuk menyambut tahun baru Imlek.</p>
<p>Penyelenggaraannya pun selalu meriah, dengan dihadiri banyak perwakilan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Ini ada filosofinya, makan bersama yang mewujudkan kerukunan umat beragama karena ada berbagai macam etnis yang ikut memeriahkan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Wing menjelaskan, akulturasi budaya ini sebenarnya melekat di Kota Semarang dan sebagai kekuatan Ibu Kota Jateng dari segi pariwisata ataupun yang lainnya.</p>
<p>&#8220;Akulturasi budaya, harapannya menjadi semangat menjaga toleransi di kota ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Ketua Komunitas Pecinan Semarang Untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Haryanto Halim, menjelaskan, tradisi ini coba diangkat ke jalan sebagai wujudkan keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama.</p>
<p>Warga sekitar, tokoh agama, tokoh masyarakat diajak duduk dan makan bersama untuk menyambut Imlek.</p>
<p>&#8220;Tradisi ini biasanya dilakukan orang Tionghoa di rumah orang paling tua, karena keluarga yang datang banyak, akhirnya banyak meja yang disusun memanjang,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Kita ajak semua elemen masyarakat agar terwujud keharmonisan dan kerukunan,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam acara tersebut, juga diresmikan mural yang mewujudkan kehidupan, serta kerukunan umat beragama di Pecinan Semarang. Tujuannya lainnya adalah untuk menekan daerah kumuh di kawasan tersebut agar lebih indah.</p>
<p><strong>Hery Priyono</strong></p>
<p>Tuk Panjang, tradisi menyambut Tahun Baru Imlek kembali digelar di Pasar Semawis, Kawasan Pecinan Semarang, Kamis (8/2/2024) malam. Foto: Kopi Semawis</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/09/tuk-panjang-tradisi-imlek-lintas-budaya-khas-kota-semarang">Tuk Panjang, Tradisi Imlek Lintas Budaya Khas Kota Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kawasan Pecinan Semarang Meriah Sambut Taun Baru Imlek, 500-an Lampion Dipasang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/06/kawasan-pecinan-semarang-meriah-sambut-taun-baru-imlek-500-an-lampion-dipasang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2024 14:50:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Pecinan]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru china]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=397828</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Empat hari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili (penanggalan China), Kawasan Pecinan Semarang mulai meriah. Setidaknya 500 lampion mewarnai penyambutan Tahun Naga Kayu. Tampak gerbang masuk Pecinan juga dipercantik. Sederet lampion menambah kemeriahan ketika memasuki Gang Warung sampai Gang Baru. Lampion-lampion terpasang menggantung menambah semarak Imlek yang akan dirayakan pada Minggu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/06/kawasan-pecinan-semarang-meriah-sambut-taun-baru-imlek-500-an-lampion-dipasang">Kawasan Pecinan Semarang Meriah Sambut Taun Baru Imlek, 500-an Lampion Dipasang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Empat hari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili (penanggalan China), Kawasan Pecinan Semarang mulai meriah. Setidaknya 500 lampion mewarnai penyambutan Tahun Naga Kayu.</p>
<p>Tampak gerbang masuk Pecinan juga dipercantik. Sederet lampion menambah kemeriahan ketika memasuki Gang Warung sampai Gang Baru. Lampion-lampion terpasang menggantung menambah semarak Imlek yang akan dirayakan pada Minggu (10/2/2024).</p>
<p>&#8220;Lampion-lampion sudah mulai dipasang. Ada 500 diasana, kalau megah tidak yang penting meriah,&#8221; kata Ketua Komunitas Pecinan (Kopi) Semawis Semarang, Harjanto K Halim, Selasa (6/2/2024).</p>
<p>Sejumlah kelenteng juga berbenah mempercantik bangunan. Tanda Imlek mulai datang ketika upacara ketuk pintu sudah dilakukan di Klenteng Tay Kak Sie pada Sabtu (3/2/2024).</p>
<p>Suasana Imlek makin terlihat tatkala sudut-sudut dinding dipercantik dengan mural bertema kehidupan di Kawasan Pecinan.</p>
<p>Hilir mudik masyarakat di Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah tersebut juga menjadi tanda penyambutan Imlek yang kian dekat. Aktivitas jual beli di Pasar Gang Warung juga tampak ramai dari sebelumnya.</p>
<p>Para pedagang mulai menyuguhkan pernak-pernik khas Imlek. Mulai dari dupa, lilin, amplop angpao, hiasan dinding, hingga pohon dan bunga khas Imlek. Termasuk kue keranjang yang menjadi bagian yang diburu para warga Tionghoa.</p>
<p>Perayaan Imlek tahun ini akan dibuat semeriah mungkin. Hal itu dibuktikan dengan lomba kebersihan dan kerapian lingkungan dan rumah khusus warga Pecinan Semarang.</p>
<p>Partisipasi warga nampak antusias dalam menyambut Imlek dengan menyulap kawasan kumuh menjadi lebih tertata. Menjauhkan kesan kumuh di kepala masyarakat ketika menyusuri sudut gang kawasan kampung orang Tiongkok tersebut.</p>
<p>Harjanto menyebut, kesadaran warga mulai dibangkitkan akan pentingnya kebersihan dan kerapian melalui lomba menghias rumahnya masing-masing.</p>
<p>&#8220;Kami juga melihat ada tembok-tembok kotor daerah-daerah kumuh, kalau dibetulkan terus dipakai lagi tidak ada faedahnya. Jadi dibersihkan kemudian digambar membuat lebih indah dan tidak kumuh lagi, bisa jadi spot-spot foto,&#8221; ujarnya.</p>
<p>“ermasuk tugu putih di persimpangan Jalan Gambiran dan Gang Pinggir dihias menyesuaikan shio tahun ini. Tugu Gambiran, begitu masyarakat setempat menyebutnya, dihias dengan ornamen lilitan naga raksasa berkelir merah muda. &#8220;Nanti di Tugu Gambiran juga akan dipasang lampion naga melingkari Tugu, dan lampion warna pink,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia berharap, kegelisahan akan kebersihan dan kerapian Pecinan merupakan kunci yang harus direspon semua pihak. Termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang berencana akan merevitalisasi Kawasan Pecinan.</p>
<p><strong>Hery Priyono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/06/kawasan-pecinan-semarang-meriah-sambut-taun-baru-imlek-500-an-lampion-dipasang">Kawasan Pecinan Semarang Meriah Sambut Taun Baru Imlek, 500-an Lampion Dipasang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meriahkan Suasana Imlek, Lima Rekomendasi Hiasan Rumah untuk Menyambut Imlek</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/01/19/meriahkan-suasana-imlek-lima-rekomendasi-hiasan-rumah-untuk-menyambut-imlek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2023 09:06:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[Hiasan Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru china]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=309025</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Untuk menyambut pergantian tahun ini, tentu masyarakat etnis Tionghoa akan merayakannya dengan sukacita. Beberapa pasti sudah ada yang melakukan persiapan seperti menyiapkan hidangan, bersih-bersih rumah, dan memasang hiasan khas Imlek. Seperti yang kita tahu, Imlek tak hanya identik dengan acara-acaranya yang meriah, tetapi juga dengan hiasan khas Tahun Baru China. Di beberapa kota [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/19/meriahkan-suasana-imlek-lima-rekomendasi-hiasan-rumah-untuk-menyambut-imlek">Meriahkan Suasana Imlek, Lima Rekomendasi Hiasan Rumah untuk Menyambut Imlek</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)-</strong> Untuk menyambut pergantian tahun ini, tentu masyarakat etnis Tionghoa akan merayakannya dengan sukacita. Beberapa pasti sudah ada yang melakukan persiapan seperti menyiapkan hidangan, bersih-bersih rumah, dan memasang hiasan khas Imlek.</p>
<p>Seperti yang kita tahu, Imlek tak hanya identik dengan acara-acaranya yang meriah, tetapi juga dengan hiasan khas Tahun Baru China. Di beberapa kota dan daerah di Indonesia, khususnya daerah yang banyak ditinggali etnis Tionghoa, jalanan kotanya dihias untuk menyambut Tahun Baru China.</p>
<p>Dilansir dari <em>Suara.com</em> biar nggak ketinggalan, kamu juga jangan lupa pasang hiasan di rumah. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi hiasan rumah untuk menyambut Imlek.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2023/01/19/tujuh-kue-khas-imlek-dengan-makna-dan-nilai-filosofinya">Tujuh Kue Khas Imlek Dengan Makna dan Nilai Filosofinya</a></strong></p>
<p><strong>1. Lampion</strong></p>
<p>Nah, pasti yang satu ini tak pernah ketinggalan saat ada perayaan Imlek. Lampion berbentuk bulat dengan warna merah menyala ini ada di mana-mana saat menyambut perayaan tahun baru China.</p>
<p>Ternyata lampion juga punya arti tersendiri lho, konon dulu benda ini dibuat untuk mengusir makhluk jahat bernama Nian. Pancaran warna merah tersebut juga menggambarkan kebahagiaan dan harapan baik untuk tahun berikutnya.</p>
<p><strong>2. Amplop</strong></p>
<p>Amplop berwarna merah yang biasanya dijadikan angpao ini juga dijadikan hiasan saat Imlek lho, biasanya digantung-gantungkan di Pohon Mei Hua bersama hiasan lainnya. Benda ini menggambarkan kekayaan dan keberuntungan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2023/01/18/sambut-imlek-klenteng-tek-hay-kiong-buka-pintu-dan-pasang-bendera">Sambut Imlek, Klenteng Tek Hay Kiong Buka Pintu dan Pasang Bendera</a></strong></p>
<p><strong>3. Pohon Mei Hua</strong></p>
<p>Kalau kamu pernah melihat hiasan Imlek berupa pohon dengan bunga berwarna pink, itu bukan pohon sakura ya. Namanya Pohon Mei Hua, hiasan ini hampir selalu ada di rumah orang Tionghoa dan selalu dihias saat tahun baru China datang. Pohon Mei Hua adalah simbol keberuntungan dan kesejahteraan.</p>
<p><strong>4. Petasan</strong></p>
<p>Pernah melihat petasan berwarna yang digantung di depan rumah saat hari Imlek? Nah, itu juga adalah salah satu pernak-pernik Imlek yang tidak boleh ketinggalan untuk dipasang. Sama seperti lampion, konon petasan ini juga berfungsi untuk mengusir Nian.</p>
<p><strong>5. Ucapan Selamat Tahun Baru</strong></p>
<p>Saat perayaan Imlek, biasanya terdapat tulisan huruf mandarin yang ditulis pada kain atau kertas berwarna merah dengan tinta berwarna hitam di dekat pintu.</p>
<p>Itulah 5 hiasan rumah yang bisa kamu pasang dirumah saat perayaan Imlek nanti, yuk buat suasana rumahmu jadi meriah!</p>
<p><em><strong>Claudia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/19/meriahkan-suasana-imlek-lima-rekomendasi-hiasan-rumah-untuk-menyambut-imlek">Meriahkan Suasana Imlek, Lima Rekomendasi Hiasan Rumah untuk Menyambut Imlek</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pandemi Belum Berakhir, Sejumlah Kegiatan Imlek 2572 Ditiadakan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/02/pandemi-belum-berakhir-sejumlah-kegiatan-imlek-2572-ditiadakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2021 11:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[imlek 2572]]></category>
		<category><![CDATA[Sincia]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru china]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=144400</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)-  Pandemi covid-19 yang berkepanjangan, memaksa pengurus Yayasan Tri Bakti Magelang meniadakan  sejumlah kegiatan berkaitan dengan perayaan Imlek 2572/ 2021. Sejumlah acara yang biasa menjadi agenda tetap tahunan yang digelar Tempat Ibadah Tri Dharma ( TITD) Liong Hok Bio Kota Magelang terpaksa ditiadakan. “Pada perayaaan Imlek  2572 tahun ini, kami tidak menyelenggarakan acara pesta [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/02/pandemi-belum-berakhir-sejumlah-kegiatan-imlek-2572-ditiadakan">Pandemi Belum Berakhir, Sejumlah Kegiatan Imlek 2572 Ditiadakan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)-</strong>  Pandemi covid-19 yang berkepanjangan, memaksa pengurus Yayasan Tri Bakti Magelang meniadakan  sejumlah kegiatan berkaitan dengan perayaan Imlek 2572/ 2021.</p>
<p>Sejumlah acara yang biasa menjadi agenda tetap tahunan yang digelar Tempat Ibadah Tri Dharma ( TITD) Liong Hok Bio Kota Magelang terpaksa ditiadakan.</p>
<figure id="attachment_1551" aria-describedby="caption-attachment-1551" style="width: 400px" class="wp-caption alignleft"><img class="size-medium wp-image-1551" src="https://suarasemarang.poskota.co.id/wp-content/uploads/2021/02/Paul-Chandra-400x355.jpg" alt="" width="400" height="355" /><figcaption id="caption-attachment-1551" class="wp-caption-text">Ketua Yayasan Tri Dharma, Paul Chandra Wesi Aji. Foto; Yon</figcaption></figure>
<p>“Pada perayaaan Imlek  2572 tahun ini, kami tidak menyelenggarakan acara pesta kembang api dan perayaaan Cap Go Meh,” kata Ketua Yayasan Tri Bakti Magelang, Paul Chandra Wesi Aji, Selasa ( 2/2).</p>
<p>Paul Chandra mengatakan, peniadaan sejumlah agenda tersebut karena, pihaknya mengikuti himbauan pemerintah untuk mengurangi kerumunan massa. Dan juga untuk mengurangi penyebaran covid-19.</p>
<p>Menurutnya,  meskipun sejumlah agenda ditiadakan, tetapi pihaknya tetap melaksanakan rangkaian  sembahyang Imlek 2572 ini dengan protokol kesehatan  yang ketat dan pengurangan  jumlah umat yang mengikuti sembahyang.</p>
<p>“Beberapa acara sembahyang rangkaian dari Imlek tersebut tetap kami laksanakan. Namun, kami tetap membatasi pesertanya. Yakni, khusus bagi pengurus yayasan dan beberapa petugas saja,” kata pria yang akrab disapa AW ini.</p>
<p>Ia menambahkan, rangkaian sembahyang Imlek 2572 yang akan dilaksanakan di Klenteng Liong Hok Bio tersebut diawali dengan Sembahyang Sang Ang ( Punggahan Toa Pekong). Sembahyang tersebut akan digelar  pada 5 Februari besok dan dilanjutkan dengan  pembersihan  rupang yang ada di kelenteng yang didirikan pada tahun 1864 silam.</p>
<p>Paul Chandra menambahkan, dengan berbagai macam pertimbangan, pihaknya juga memutuskan meniadakan Sembahyang  Ti Sik (tutup tahun) yang biasa digelar 15 menit sebelum pergantian tahun.</p>
<p>“Biasanya sembahyang tahun baru dilakukan pada malam tahun baru. Dan, pada tahun ini  sembahyang tahun baru dilaksanakan pada hari H atau  Jumat ( 12/2) pukul 10.00 WIB,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, pada 16 Februari mendatang pihaknya juga akan menggelar Sembahyang Ci Ang/ Ci Sin (Toa Pekong turun ke bumi atau pudhunan). Kemudian, Sembahyang King Thi Kong ( Sembahyang Besar  kepada Tuhan Yang Maha Esa  Meja Besar) yang akan digelar pada 19 Februari jamnya dimajukan dari biasanya. Yakni, biasanya dilaksanakan pada    pukul 24.00 WIB, dimajukan menjadi pukul 20.00 WIB.</p>
<p>Sedangkan, Sembahyang Cap Go Meh akan dilaksanakan 26 Februari mendatang. Kedua sembahyang tersebut hanya diperuntukkan bagi pengurus yayasan dan petugas saja.  Sedangkan bagi umat Tri Dharma juga bisa melaksanakan sembahyang, tetapi pelaksanaannya di luar jam yang telah ditentukan.</p>
<p>“Biasanya pada acara Cap Go Meh dilakukan pesta kembang api dan  kesenian khas etnis Tionghoa ditampilkan. Namun, karena tahun ini pandemi covid-19 masih ada, acara tersebut kami tiadakan,” imbuhnya.</p>
<p>Pada sembahyang rangkaian Imlek tersebut, para umat Tri Dharma yang melaksanakan ibadah di TITD Liong Hok Bio, juga akan berdoa secara khusus bagi Bangsa Indonesia agar bisa segera keluar dari pandemi covid-19 ini.</p>
<p><strong>Yon-wied</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/02/pandemi-belum-berakhir-sejumlah-kegiatan-imlek-2572-ditiadakan">Pandemi Belum Berakhir, Sejumlah Kegiatan Imlek 2572 Ditiadakan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>