<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sunan kudus Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/sunan-kudus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jun 2025 03:29:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>sunan kudus Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keris Pusaka Peninggalan Sunan Kudus Dijamas, Ini Ritual Langkanya!</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/12/keris-pusaka-peninggalan-sunan-kudus-dijamas-ini-ritual-langkanya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2025 03:29:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Jamasan keris sunan kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kiai cinthaka]]></category>
		<category><![CDATA[menara kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual kudus]]></category>
		<category><![CDATA[sunan kudus]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan masjid menara dan makam Sunan Kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=478757</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Sebuah prosesi sakral kembali digelar di kompleks Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Kamis (12/6/2025). Sebilah keris pusaka bernama Kiai Cinthaka, peninggalan Sunan Kudus, menjalani ritual jamásan atau pencucian yang telah berlangsung secara turun-temurun selama ratusan tahun. Sejak pagi, suasana di tajug (pendapa kecil) Masjid Menara terasa berbeda. Kepulan asap kemenyan memenuhi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/12/keris-pusaka-peninggalan-sunan-kudus-dijamas-ini-ritual-langkanya">Keris Pusaka Peninggalan Sunan Kudus Dijamas, Ini Ritual Langkanya!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Sebuah prosesi sakral kembali digelar di kompleks Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Kamis (12/6/2025). Sebilah keris pusaka bernama Kiai Cinthaka, peninggalan Sunan Kudus, menjalani ritual jamásan atau pencucian yang telah berlangsung secara turun-temurun selama ratusan tahun.</p>
<p>Sejak pagi, suasana di tajug (pendapa kecil) Masjid Menara terasa berbeda. Kepulan asap kemenyan memenuhi udara, menciptakan atmosfer sakral dan khusyuk. Rombongan para kiai, sesepuh, serta pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus yang lebih dulu berziarah ke makam, kemudian berkumpul di lokasi tajug.</p>
<p>Dengan iringan lantunan shalawat, seorang sesepuh mengambil sebuah kotak dari ruang penyimpanan di atap tajug. Di dalamnya tersimpan keris Kiai Cinthaka – keris berlekuk sembilan yang diyakini berasal dari akhir masa Kerajaan Majapahit dan termasuk dalam dapur “Panimbal”, simbol dari kebijaksanaan dan kekuasaan.</p>
<p>Ritual jamásan keris Kiai Cinthaka dilakukan oleh KH Fakihuddin, yang kini menjabat sebagai ahli penjamasan menggantikan mendiang KH Ahmad Bashir, ulama besar Kudus.</p>
<p>Proses diawali dengan menyiram keris menggunakan banyu landa (air rendaman merang ketan hitam) sebanyak tiga kali. Kemudian, keris dibersihkan dengan air jeruk nipis, dan dijemur di atas sekam ketan hitam hingga kering.</p>
<p>Setelah selesai, keris disimpan kembali di tempat semula, disaksikan para ulama dan tokoh masyarakat dengan iringan doa dan shalawat. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Buka Luwur Sunan Kudus, sekaligus menyambut datangnya Bulan Suro (Muharram).</p>
<p>“Jamásan pusaka Sunan Kudus sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu dan menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dilestarikan,” ujar KH Arinal Haq, Ketua Panitia Buka Luwur 2025.</p>
<p>Tradisi jamasan ini selalu digelar pada hari Senin atau Kamis pertama setelah hari Tasyrik (tiga hari setelah Idul Adha), menandai dimulainya bulan baru dalam penanggalan Hijriyah.</p>
<h5><strong>Keris Kiai Cinthaka dan Kisah Magisnya</strong></h5>
<p>Selain keris Kiai Cinthaka, dua pusaka lain berupa tombak trisula yang berada di mihrab Masjid Menara Kudus juga ikut dijamas dalam ritual tersebut.</p>
<p>Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, keris Kiai Cinthaka memiliki keistimewaan luar biasa. Konon, keris ini pernah dipinjam oleh Keraton Surakarta untuk memadamkan kebakaran besar. Sebagai bentuk penghormatan, pihak keraton bahkan rutin mengirimkan parfum khusus bernama kophok gajah kepada Sunan Kudus setiap tahun.</p>
<p>Hal unik dari prosesi ini adalah sajian hidangan yang disiapkan. Menu utama berupa jajan pasar dan nasi opor ayam. Jajan pasar melambangkan kesederhanaan dan kedekatan dengan rakyat, sementara opor ayam dikenal sebagai makanan favorit Sunan Kudus.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/12/keris-pusaka-peninggalan-sunan-kudus-dijamas-ini-ritual-langkanya">Keris Pusaka Peninggalan Sunan Kudus Dijamas, Ini Ritual Langkanya!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teladani Ajaran Sunan Kudus, Universitas Muria Kudus Pilih Sembelih Kurban Kerbau</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/09/teladani-ajaran-sunan-kudus-universitas-muria-kudus-pilih-sembelih-kurban-kerbau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2025 11:44:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[kerbau]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[sunan kudus]]></category>
		<category><![CDATA[universitas muria kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=478391</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1446 H, Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar penyembelihan hewan kurban pada Senin, 13 Dzulhijjah 1446 H atau 9 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus komitmen UMK dalam menumbuhkan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama. Tahun ini, UMK menyembelih 4 ekor kerbau dan 9 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/09/teladani-ajaran-sunan-kudus-universitas-muria-kudus-pilih-sembelih-kurban-kerbau">Teladani Ajaran Sunan Kudus, Universitas Muria Kudus Pilih Sembelih Kurban Kerbau</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1446 H, Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar penyembelihan hewan kurban pada Senin, 13 Dzulhijjah 1446 H atau 9 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus komitmen UMK dalam menumbuhkan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.</p>
<p>Tahun ini, UMK menyembelih 4 ekor kerbau dan 9 ekor kambing yang kemudian dibagikan kepada masyarakat di sekitar kampus. Proses penyembelihan berlangsung di Lapangan Basket UMK, dengan partisipasi aktif dari sivitas akademika dan masyarakat sekitar.</p>
<h5><strong>Menghidupkan Nilai Toleransi Warisan Sunan Kudus</strong></h5>
<p>Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si., menjelaskan bahwa dalam tradisi kurban UMK, tidak ada sapi yang disembelih. Hal ini merupakan penghormatan terhadap ajaran Sunan Kudus, salah satu Wali Songo, yang mengajarkan toleransi terhadap pemeluk agama Hindu yang menganggap sapi sebagai hewan suci.</p>
<p>“Dengan memilih kerbau sebagai hewan kurban, kami ingin melestarikan nilai-nilai toleransi yang telah diwariskan sejak ratusan tahun lalu. Ini adalah bentuk nyata dari semangat keberagaman yang harus terus dijaga,” ujar Prof. Darsono.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa ibadah kurban bukan semata tentang membagikan daging, tetapi juga menyebarkan nilai-nilai kebaikan, toleransi, dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.</p>
<h5><strong>Kurban Sebagai Sarana Edukasi dan Pengabdian Sosial</strong></h5>
<p>Ketua Panitia Kurban UMK 1446 H, Dr. Khamdun, S.Pd., M.Pd., turut menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai spiritual, sosial, dan budaya kepada generasi muda.</p>
<p>“Alhamdulillah, pelaksanaan kurban tahun ini berjalan tertib dan penuh semangat gotong royong. Kami ingin generasi muda belajar bahwa kurban bukan hanya ibadah ritual, tapi juga sarana edukasi dan pengabdian sosial,” jelasnya.</p>
<p>UMK berharap, kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman dan menjadi inspirasi bagi lembaga lain dalam mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/09/teladani-ajaran-sunan-kudus-universitas-muria-kudus-pilih-sembelih-kurban-kerbau">Teladani Ajaran Sunan Kudus, Universitas Muria Kudus Pilih Sembelih Kurban Kerbau</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kerbau atau Sapi: Perbandingan Harga, Daging, dan Tradisi saat Idul Adha di Kudus</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/02/kurban-kerbau-vs-sapi-kudus-idul-adha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 05:17:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[hewan-kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha 2025]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<category><![CDATA[sunan kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=477261</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) — Menyambut Hari Raya Idul Adha, mayoritas masyarakat Muslim di Kudus masih mempertahankan tradisi unik dalam memilih hewan kurban. Alih-alih memilih sapi seperti di banyak daerah lain, warga Kudus lebih memilih kerbau sebagai hewan kurban utama. Tradisi ini berakar dari ajaran Sunan Kudus, salah satu Wali Songo yang dihormati, yang melarang penyembelihan sapi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/02/kurban-kerbau-vs-sapi-kudus-idul-adha">Kerbau atau Sapi: Perbandingan Harga, Daging, dan Tradisi saat Idul Adha di Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> — Menyambut Hari Raya Idul Adha, mayoritas masyarakat Muslim di Kudus masih mempertahankan tradisi unik dalam memilih hewan kurban. Alih-alih memilih sapi seperti di banyak daerah lain, warga Kudus lebih memilih kerbau sebagai hewan kurban utama.</p>
<p>Tradisi ini berakar dari ajaran Sunan Kudus, salah satu Wali Songo yang dihormati, yang melarang penyembelihan sapi demi menghormati umat Hindu pada masanya. Larangan ini kemudian menjadi tradisi turun-temurun yang masih lestari hingga hari ini.</p>
<p>Tak heran, menjelang Idul Adha, pemandangan penyembelihan kerbau dan kambing lebih mendominasi di berbagai masjid dan mushala di Kudus. Meskipun demikian, sejumlah masjid dan mushala, khususnya yang berada di bawah naungan Muhammadiyah, mulai beralih menggunakan sapi sebagai hewan kurban.</p>
<p>Menurut data dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus, hingga awal Juni 2025, tercatat ada 361 ekor sapi, 11 ekor kerbau, dan 176 ekor kambing yang akan dikurbankan di masjid, mushala, serta lembaga di lingkungan Muhammadiyah. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah menjelang hari raya.</p>
<h4><strong>Kerbau vs Sapi: Mana yang Lebih Unggul?</strong></h4>
<p>Selain karena alasan religius dan tradisi, pemilihan antara kerbau dan sapi juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi serta preferensi masyarakat.</p>
<p>Dari segi harga, baik sapi maupun kerbau memiliki rentang yang kompetitif. Di pasar hewan Kudus, harga sapi kurban saat ini berkisar antara Rp18 juta hingga Rp35 juta per ekor, tergantung jenis dan bobot. Sementara itu, harga kerbau sedikit lebih tinggi, yakni sekitar Rp20 juta hingga Rp38 juta per ekor.</p>
<p>Meski lebih mahal, kerbau dikenal memiliki bobot tubuh yang lebih besar. Seekor kerbau dengan bobot hidup 500 kg bisa menghasilkan sekitar 220–250 kg daging bersih, lebih banyak dibandingkan sapi berbobot 400 kg yang hanya menghasilkan sekitar 180–200 kg daging.</p>
<p>Namun menurut para pedagang, sapi tetap lebih populer, terutama di kalangan masyarakat perkotaan. Salah satunya diungkapkan oleh Sunarto, pedagang hewan kurban di Kudus.</p>
<p>“Secara daging, kerbau memang lebih berat. Tapi sapi juga banyak peminat karena dagingnya lebih empuk,” ujarnya.</p>
<p>Perbedaan Cita Rasa<br />
Dari sisi rasa, daging sapi dikenal lebih empuk dan cepat matang, cocok untuk berbagai hidangan modern. Sedangkan daging kerbau memiliki tekstur lebih padat dan kenyal, menjadikannya pilihan tepat untuk olahan tradisional seperti rendang, sop atau pindang khas Kudus.</p>
<p>Jika dihitung dari segi harga per kilogram daging, kerbau sebenarnya lebih ekonomis. Namun, keakraban masyarakat dengan sapi membuat hewan ini tetap menjadi favorit di kalangan tertentu.</p>
<p>Pada akhirnya, pemilihan hewan kurban — apakah kambing, sapi, atau kerbau — kembali kepada niat dan kemampuan masing-masing. Yang terpenting, kurban dilakukan dengan ikhlas, dalam rangka meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan menumbuhkan nilai kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/02/kurban-kerbau-vs-sapi-kudus-idul-adha">Kerbau atau Sapi: Perbandingan Harga, Daging, dan Tradisi saat Idul Adha di Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IAIN Kudus Resmi Menjadi UIN Sunan Kudus</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/29/iain-kudus-resmi-menjadi-uin-sunan-kudus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2025 13:14:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Institut Agama Islam Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Kementerian]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Peraturan Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor]]></category>
		<category><![CDATA[Republik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretariat Negara]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[sunan kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Islam Negeri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=476765</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID)&#8211; Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Prof Dr H Abdurrohman Kasdi Lc MSi, secara resmi menerima Peraturan Presiden (Perpres), tentang perubahan IAIN Kudus menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, di Kantor Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta, Minggu (25/5/2025). Perubahan bentuk itu tertuang dalam Perpres No 53 Tahun 2025, Tanggal 08 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/29/iain-kudus-resmi-menjadi-uin-sunan-kudus">IAIN Kudus Resmi Menjadi UIN Sunan Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Prof Dr H Abdurrohman Kasdi Lc MSi, secara resmi menerima Peraturan Presiden (Perpres), tentang perubahan IAIN Kudus menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, di Kantor Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta, Minggu (25/5/2025).</p>
<p>Perubahan bentuk itu tertuang dalam Perpres No 53 Tahun 2025, Tanggal 08 Mei 2025 tentang Perubahan Institut Agama Islam Negeri Kudus, menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Kudus. Transformasi itu menjadi babak baru dalam sejarah pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia, khususnya di wilayah Pantura Timur Jawa Tengah.</p>
<p>Wakil Menteri Sekretariat Negara, Dr Juri Ardiantoro mengatakan, Presiden ingin UIN menjadi Center of Excellent, dan menjadi pioner pengembangan kajian keagamaan. Hal itu karena ada keterlibatan pemerintah, dalam pengambilan kebijakan pendidikan keagamaan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/29/polda-jateng-bongkar-modus-penipuan-online-kabidhumas-imbau-masyarakat-agar-waspada">Polda Jateng Bongkar Modus Penipuan Online, Kabidhumas Imbau Masyarakat agar Waspada</a></strong></p>
<p>Sedangkan Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA, menyambut baik transformasi itu. Dalam sambutannya disampaikan, Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), harus berperan dalam mengembangkan kekuatan moral, serta memberikan keterpengaruhan agama dalam dunia pendidikan.</p>
<p>&#8221;Inilah peranan kita, bagaimana PTKN mampu memberi pengaruh terhadap universitas umum di sekitarnya, menjadi penasihat moral dan spiritual bagi perguruan tinggi lain. Bagaimana kita memberi contoh, mahasiswa PTKN lebih santun dibanding mahasiswa perguruan tinggi umum. Di sinilah pentingnya peran rektor, dalam mengarahkan dan menjaga nilai-nilai itu tetap hidup di lingkungan kampus,&#8221; terang dia.</p>
<p>Diungkapkan juga, para rektor sedang berbunga-bunga, karena menerima Perpres UIN, IAIN dan IAHN. &#8221;Kementerian Agama sangat akomodatif dalam menyerap aspirasi di PTKN. Prinsip kita, memimpin secara terukur. Banyak prestasi PTKN melebihi PT umum, meskipun anggaran terbatas,&#8221; lanjut Menag.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/29/kai-daop-4-semarang-catat-dua-hari-libur-kenaikan-yesus-kristus-ada-peningkatan-penumpang">KAI Daop 4 Semarang Catat, Dua Hari Libur Kenaikan Yesus Kristus Ada Peningkatan Penumpang </a></strong></p>
<p>Sementara itu, Rektor IAIN Kudus Prof Abdurrohman Kasdi mengaku bersyukur dan bangga, atas capaian besar ini. &#8221;Transformasi ini adalah anugerah dan amanah dari Allah SWT. Di balik kabar gembira ini, ada perjuangan panjang, suka dan duka yang telah kami lalui bersama,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Bersamaan dengan IAIN Kudus, terdapat 10 PTKN lainnya yang juga menerima Perpres perubahan bentuk. PTKN itu yakni UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, UIN Syekh Wasil Kediri, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.</p>
<p>Lalu ada pula UIN Madura, UIN Jurai Siwo Lampung, UIN Palangka Raya, UIN Palopo, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/29/iain-kudus-resmi-menjadi-uin-sunan-kudus">IAIN Kudus Resmi Menjadi UIN Sunan Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ribuan Warga Berebut Nasi Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/08/08/ribuan-warga-berebut-nasi-jangkrik-buka-luwur-sunan-kudus-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2022 00:59:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[buka luwur]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[nasi jangkrik]]></category>
		<category><![CDATA[sunan kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=269539</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211; Ribuan warga menyerbu kompleks Masjid Menara Kudus untuk antre pembagian nasi jangkrik yang merupakan tradisi khas buka luwur Makam Sunan Kudus, Senin (8/8). Mereka rela berdesakan demi mendapatkan nasi bungkus yang diyakini membawa berkah. Warga yang sudah berkumpul sejak usai shalat Subuh rela berdesak-desakan untuk antre pembagian nasi. Tak jarang aksi saling [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/08/ribuan-warga-berebut-nasi-jangkrik-buka-luwur-sunan-kudus-2">Ribuan Warga Berebut Nasi Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Ribuan warga menyerbu kompleks Masjid Menara Kudus untuk antre pembagian nasi jangkrik yang merupakan tradisi khas buka luwur Makam Sunan Kudus, Senin (8/8).</p>
<p>Mereka rela berdesakan demi mendapatkan nasi bungkus yang diyakini membawa berkah.</p>
<p>Warga yang sudah berkumpul sejak usai shalat Subuh rela berdesak-desakan untuk antre pembagian nasi. Tak jarang aksi saling dorong terjadi mengingat banyaknya warga yang ikut antre.</p>
<p>Antrean mengular di sepanjang jalan depan Masjid Menara. Warga yang harus rela menunggu giliran untuk masuk ke lokasi pembagian nasi yang melewati gang sempit pemukiman di sekitar masjid.</p>
<p>Panitia yang dibantu aparat kepolisian dan TNI harus bekerja keras untuk mengatur antrean warga yang hendak masuk. Tak jarang ketegangan terjadi saat ada warga yang nekat menyerobot antrean.</p>
<p>Rukayah, warga Desa Prambatan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, tidak pernah ketinggalan untuk antre mendapatkan nasi uyah asem (jawa) atau nasi jangkrik goreng setiap 10 Muharram.</p>
<p>Ia mempercayai, nasi bungkus yang diperoleh dari prosesi buka luwur akan membawa berkah.</p>
<p>&#8220;Biar dapat berkah dari Sunan Kudus,&#8221;katanya.</p>
<p>Tradisi buka luwur yang diselenggarakan setiap 10 Muharam atau pada Senin (8/8), merupakan ritual tradisi untuk menandai penggantian kelambu di makam Sunan Kudus.</p>
<p>Tahun ini, pembagian nasi jangkrik kembali dilakukan secara massal setelah dua tahun sempat digelar sederhana akibat pandemi.</p>
<p>Muhammad Kharis, salah seorang panitia mengatakan tahun ini total ada sebanyak 30.800 nasi jangkrik yang dibagikan ke masyarakat.</p>
<p>Untuk membuat nasi jangkrik tersebut, dibutuhkan sebanyak 8,1 ton beras yang dimasak beserta 14 ekor kerbau dan 77 ekor kambing yang dipotong sebagai lauk.</p>
<figure id="attachment_269541" aria-describedby="caption-attachment-269541" style="width: 681px" class="wp-caption aligncenter"><img class="size-full wp-image-269541" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG_20220808_061447.jpg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG_20220808_061447.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG_20220808_061447-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG_20220808_061447-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-269541" class="wp-caption-text">Nampak anak-anak berhasil mendapatkan bungkusan nasi buka luwur Sunan Kudus. Foto:Ali Bustomi</figcaption></figure>
<p>Proses pemasakan nasi jangkrik tersebut dilakukan sehari sebelumnya melalui proses memasak kolosal dengan melibatkan puluhan orang tenaga.</p>
<p>Di sela-sela pembagian nasi jangkrik, dilakukan pula prosesi pemasangan kembali luwur (kelambu) makam Sunan Kudus. Melalui sebuah upacara khusus dengan dihadiri ulama dan tokoh, luwur baru dipasang sebagai penanda berakhirnya tradisi buka luwur.</p>
<p>Untuk pemasangan luwur baru tersebut, panitia membutuhkan 1562 meter kain mori dan 110 meter kain vitrage. Kain tersebut sebelumnya dijahit dan dibentuk secara khusus oleh tim yang bekerja beberapa hari sebelumnya.</p>
<p>Sedangkan kain luwur lama yang telah dicopot, dipotong dan kemudian dibagikan ke para undangan yang datang saat prosesi pemasangan luwur baru.</p>
<p>Ali Bustomi</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/08/ribuan-warga-berebut-nasi-jangkrik-buka-luwur-sunan-kudus-2">Ribuan Warga Berebut Nasi Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PKL Citywalk Sunan Kudus Bakal Dapat Tenda Gratis</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/07/pkl-citywalk-sunan-kudus-bakal-dapat-tenda-gratis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2021 10:13:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[hartopo]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[PKL City Walk]]></category>
		<category><![CDATA[sunan kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=138317</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211;  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana menata kembali Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sempat menempati kawasan tersebut agar lebih rapi, bersih, dan nyaman. Rencananya, para PKL tersebut akan mendapatkan tenda gratis dan seragam agar keindahan City Walk tetap terjaga. Hal tersebut terungkap kala Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus Dr. Hartopo meninjau rencana lokasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/07/pkl-citywalk-sunan-kudus-bakal-dapat-tenda-gratis">PKL Citywalk Sunan Kudus Bakal Dapat Tenda Gratis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> &#8211;  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana menata kembali Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sempat menempati kawasan tersebut agar lebih rapi, bersih, dan nyaman. Rencananya, para PKL tersebut akan mendapatkan tenda gratis dan seragam agar keindahan City Walk tetap terjaga.</p>
<p>Hal tersebut terungkap kala Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus Dr. Hartopo meninjau rencana lokasi pendirian tenda PKL di City Walk Jalan Sunan Kudus, Kamis (7/1).</p>
<p>Orang nomor satu di Kudus itu tak sendiri, Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) Sudiharti dan Corporate Secretary PR Sukun Deka Hendratmanto yang  rencananya akan memberikan bantuan tenda bagi PKL.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Hartopo meminta Kepala Disdagsar agar segera kembali mendata PKL dan mensosialisasikan rencana tersebut.</p>
<p>“Untuk Disdagsar, segera didata PKL yang akan menempati City Walk. Untuk PR Sukun, kami menyampaikan terima kasih dan berharap bantuan tenda untuk PKL bisa segera disiapkan,”katanya.</p>
<p>Menurut Hartopo, seluruh tenda PKL tersebut akan diberikan gratis. Hal ini dipastikan setelah Pemkab Kudus menggandeng PR Sukun melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dalam penyediaan tenda tersebut. Hal tersebut merupakan wujud sinergitas antara pemerintah dengan dunia usaha. Apalagi, ini demi kepentingan kemajuan Kabupaten Kudus.</p>
<p>&#8220;Ini artinya ada kerja sama dan sinergitas ini kuat. Kami apresiasi kehadiran CSR PR Sukun,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Tak hanya soal penataan PKL, Plt Bupati juga menyoroti kebersihan di kawasan City Walk. Pihaknya meminta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup untuk memantau sekaligus menjaga kebersihan lokasi. Hal ini bertujuan untuk kenyamanan pengunjung.</p>
<p>&#8220;Untuk kebersihan, tolong diperhatikan. Jika ada sampah atau ada kawasan yang kotor segera dibersihkan. Semua ini untuk kenyamanan masyarakat,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sementara untuk lokasi parkir, Hartopo menginstruksikan Dinas Perhubungan agar melarang kendaraan bermotor untuk parkir di pedesterian maupun kawasan utama City Walk. Mengingat, telah disediakan lokasi parkir di seberang City Walk maupun di Jalan Pangeran Puger. Petugas Dishub juga diminta untuk memantau parkir liar.</p>
<p>&#8220;Sudah ada lokasi parkir. Maka, jangan parkir di area pedesterian maupun City Walk. Ini sangat tidak nyaman bagi pengunjung maupun pengguna jalan lainnya. Saya minta Dishub segera melarang parkir liar di kawasan City Walk mulai hari ini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Corporate Secretary, PR Sukun Deka Hendratmanto menyampaikan pihaknya senang diberi kesempatan untuk membantu menata PKL di City Walk. Pihaknya juga menjelaskan, jikalau desain tenda dan lainnya sudah disepakati. Proses pengerjaannya memakan waktu 3 minggu. Untuk ukuran tenda, 2,5 meter x 3 meter untuk PKL kuliner dan 2 meter x 2 meter untuk PKL souvenir.</p>
<p>&#8220;Intinya kami senang dan segalanya sesuatunya telah kami siapkan. Semoga ini membantu PKL dan Pemkab Kudus menata kawasan City Walk,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Tm-Ab</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk diketahui, Pemkab Kudus berencana membagi shift PKL. Pagi hingga siang hari untuk PKL souvenir dan PKL kuliner mendapat jatah malam hari. Selain itu, konsepnya akan seperti kawasan Malioboro Yogyakarta. Sebanyak 60 PKL direncanakan akan mengisi kawasan City Walk.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/07/pkl-citywalk-sunan-kudus-bakal-dapat-tenda-gratis">PKL Citywalk Sunan Kudus Bakal Dapat Tenda Gratis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masjid Menara Bagikan 27.906 Bungkus Nasi Jangkrik Buka Luwur</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/29/masjid-menara-bagikan-27-906-bungkus-nasi-jangkrik-buka-luwur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2020 11:11:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[buka luwur]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[nasi jangkrik]]></category>
		<category><![CDATA[sunan kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=108840</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211; Tradisi pembagian nasi buka luwur di kompleks Menara dan Makam Sunan Kudus, Jawa Tengah, masih tetap dilakukan meskipun pandemi COVID-19, namun pembagiannya di masing-masing kecamatan dengan menyiapkan 27.906 bungkus nasi buka luwur. &#8220;Tradisi buka luwur tahun ini memang meniadakan antrean untuk mendapatkan nasi buka luwur menyusul masih dalam masa pandemi COVID-19. Gantinya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/29/masjid-menara-bagikan-27-906-bungkus-nasi-jangkrik-buka-luwur">Masjid Menara Bagikan 27.906 Bungkus Nasi Jangkrik Buka Luwur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Tradisi pembagian nasi buka luwur di kompleks Menara dan Makam Sunan Kudus, Jawa Tengah, masih tetap dilakukan meskipun pandemi COVID-19, namun pembagiannya di masing-masing kecamatan dengan menyiapkan 27.906 bungkus nasi buka luwur.</p>
<p>&#8220;Tradisi buka luwur tahun ini memang meniadakan antrean untuk mendapatkan nasi buka luwur menyusul masih dalam masa pandemi COVID-19. Gantinya dibagikan ke masing-masing kecamatan,&#8221; kata Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus Muhammad Nadjib Hassan, Sabtu (29/8).</p>
<p>Ia mengungkapkan nasi buka luwur yang dikenal dengan nasi uyah asem didistribusikan ke sejumlah daerah yang terdapat sumber mata air di sembilan kecamatan.</p>
<p>Mereka, kata dia, yang sebelumnya mengikuti kirab &#8220;banyu panguripan&#8221; beberapa waktu lalu untuk dibagikan kepada masyarakat.</p>
<p>Atas kondisi tersebut, dia berharap, pengertian masyarakat Kudus terkait dengan tidak adanya antrean di seputar menara, mengingat masih dalam masa pandemi.</p>
<p>&#8220;Dengan pembagian &#8216;brekat&#8217; (berkat) yang tersebar di sembilan kecamatan dan tempat lainnya, kami harapkan hubungan baik masyarakat Kudus terus terjaga,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Juru Bicara Panitia Buka Luwur Sunan Kudus Muhammad Kharis menambahkan dari total 27.906 bungkus nasi buka luwur yang dibagikan, meliputi 26.074 nasi bungkusan untuk masyarakat umum dan nasi buka luwur yang berjumlah 1.832 keranjang diberikan kepada tokoh masyarakat, kiai, pejabat, tamu undangan, pekerja, dan panitia.</p>
<p>Total nasi buka luwur yang tahun ini, disebutkan memang berkurang dari tahun sebelumnya karena tahun 2019 mencapai 33.662 bungkusan dan 2.396 keranjang.</p>
<p>Alokasi nasi buka luwur untuk masing-masing kecamatan bervariasi, seperti Kecamatan Bae mendapatkan sebanyak 830 bungkus, Kecamatan Dawe sebanyak 1.955 bungkus, Kecamatan Gebog sebanyak 3.055 bungkus, Kecamatan Jati sebanyak 2.880 bungkus, Kecamatan Jekulo sebanyak 930 bungkus, Kecamatan Kaliwungu sebanyak 2.105 bungkus, Kecamatan Kota sebanyak 1.405 bungkus, Kecamatan Mejobo sebanyak 880 bungkus dan Kecamatan Undaan sebanyak 1.105 bungkus.</p>
<p>&#8220;Selebihnya untuk lain-lain, termasuk yang bersedekah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tradisi buka luwur diselenggarakan setiap 10 Muharam atau pada Sabtu (29/8), merupakan ritual keagamaan untuk menandai penggantian kelambu di Makam Sunan Kudus.</p>
<p>Sementara tradisi buka luwur dengan membagi-bagikan nasi uyah asem sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam dan pembagian bungkus nasi uyah asem disimbolkan sebagai kesejahteraan masyarakat.</p>
<p><strong>Ant-Tm</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/29/masjid-menara-bagikan-27-906-bungkus-nasi-jangkrik-buka-luwur">Masjid Menara Bagikan 27.906 Bungkus Nasi Jangkrik Buka Luwur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keris Keramat Sunan Kudus Dijamas di Tengah Pandemi Covid-19</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/06/keris-keramat-sunan-kudu-dijamas-di-tengah-pandemi-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2020 09:07:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Jamasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kiai Cintaka]]></category>
		<category><![CDATA[sunan kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Suro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=103209</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211; Ritual penjamasan pusaka Sunan Kudus tetap digelar di tengah Pandemi Covid-19 saat ini. Proses penjamasan keris Kiai Cinthaka serta dua buah tombak yang juga peninggalan Sunan Kudus tetap dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan ritual tersebut dilakukan setiap hari Senin atau Kamis, pada pekan pertama setelah hari Tasyrik. Tahun ini, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/06/keris-keramat-sunan-kudu-dijamas-di-tengah-pandemi-covid-19">Keris Keramat Sunan Kudus Dijamas di Tengah Pandemi Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Ritual penjamasan pusaka Sunan Kudus tetap digelar di tengah Pandemi Covid-19 saat ini. Proses penjamasan keris Kiai Cinthaka serta dua buah tombak yang juga peninggalan Sunan Kudus tetap dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.</p>
<p>Kegiatan ritual tersebut dilakukan setiap hari Senin atau Kamis, pada pekan pertama setelah hari Tasyrik.</p>
<p>Tahun ini, Yayasan Masjid Menara, dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) menggelar penjamasan pusaka Sunan Kudus pada Kamis, 16 Dzulhijjah 1441 hijriah bertepatan dengan 6 Agustus 2020.</p>
<p>Ritual yang diselenggarakan setiap tahun itu, dipusatkan di bangunan tajug. Lokasinya persis di depan pintu masuk kompleks makam Sunan Kudus. Sejumlah tamu undangan yang hadir diwajibkan mengenakan masker. Mereka juga wajib menjaga jarak fisik dengan tamu undangan yang lainnya.</p>
<p>Ritual penjamasan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB, diawali dengan ziarah ke Makam Sunan Kudus, kemudian petugas mengambil dan menurunkan keris Kiai Cinthaka yang berada di dalam peti yang diletakkan di bagian atas pendapa tajuk.</p>
<p>Keris kemudian disiram “banyu landa” atau air rendaman merang ketan hitam hingga tiga kali. Setelahnya, keris kemudian dibersihkan menggunakan air jeruk nipis dan dikeringkan dengan cara dijemur di atas sekam ketan hitam.</p>
<p>Prosesi penjamasan dalam beberapa tahun terakhir ini bertugas sebagai penjamas  menggantikan peran KH Ahmad Bashir,  ulama besar Kudus yang meninggal beberapa tahun lalu..</p>
<p>Hal serupa juga dilakukan untuk dua mata tombak dibersihkan dengan menggunakan merang ketan hitam, air jeruk nipis dipercaya dapat mencegah karat pada benda pusaka, kemudian dikeringkan dengan sekam ketan hitam.</p>
<p>Keris Kiai Cinthaka yang diperkirakan berasal dari zaman Majapahit akhir, sedangkan bentuk atau tipe bilah kerisnya merupakan “Dapur Panimbal” yang memiliki makna kebijaksanaan dan kekuasaan.</p>
<h4><strong>Pelestarian Budaya</strong></h4>
<p>Menurut Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan kudus, Nadjib Hasan, dalam ritual jamasan yang terpenting adalah bentuk pelestarian peninggalan Sunan Kudus. ”Ini merupakan bentuk pelestarian tradisi. Sebagai bentuk peninggalan, tentu wajib dijaga dan dilestarikan,” katanya.</p>
<p>Yang unik dalam ritual tersebut, adalah menu hidangan yang disajikan adalah “jajan pasar” dan nasi opor ayam. Menurut Nadjib, jajan pasar merupakan simbol kerakyatan, sedangkan nasi opor ayam adalah menu kesukaan Sunan Kudus.</p>
<p>Sebelum disimpan di tajuk, keris tersebut dimasukkan ke dalam peti yang sudah tersedia. Keris kemudian dibungkus dengan kain mori berwarna putih. Sedangkan dua tombak dikembalikan di tempatnya semula, di dekat mimbar imam masjid peninggalan Sunan Kudus untuk memimpin salat berjamaah.</p>
<p><strong>Tm-Ab</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/06/keris-keramat-sunan-kudu-dijamas-di-tengah-pandemi-covid-19">Keris Keramat Sunan Kudus Dijamas di Tengah Pandemi Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>