<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ronaldinho Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/ronaldinho/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Nov 2023 01:10:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Ronaldinho Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Seleluasa Ini Leo Messi Memuncaki Singgasana&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/04/seleluasa-ini-leo-messi-memuncaki-singgasana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Nov 2023 10:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Baggio]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[BEST]]></category>
		<category><![CDATA[Cantona]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Cruyff]]></category>
		<category><![CDATA[Edson Arantes Do Nascimento]]></category>
		<category><![CDATA[George Oppung Weah]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Jay Okocha]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Rivelino]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo Nazario]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Greatest of All Times (GOAT)]]></category>
		<category><![CDATA[Weah]]></category>
		<category><![CDATA[Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=379807</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // takkan terbantahkan/ cukuplah sudah menilai Messi/ aksi dan trofi bukankah itu bukti/ kalaupun ada cerita berbeda/ biarkan menjadi hak/ para seniman lain/ mereka yang berkategori dewa&#8230;// (Sajak “Kelengkapan Messi”, 2023) MASIH ada lagikah yang meragukan Lionel Messi sebagai The Greatest of All Times (GOAT), jika berpijak pada parameter raihan Ballon [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/04/seleluasa-ini-leo-messi-memuncaki-singgasana">Seleluasa Ini Leo Messi Memuncaki Singgasana&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-379808 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// takkan terbantahkan/ cukuplah sudah menilai Messi/ aksi dan trofi bukankah itu bukti/ kalaupun ada cerita berbeda/ biarkan menjadi hak/ para seniman lain/ mereka yang berkategori dewa&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Kelengkapan Messi”, 2023)</strong></p>
<p><strong>MASIH</strong> ada lagikah yang meragukan Lionel Messi sebagai The Greatest of All Times (GOAT), jika berpijak pada parameter raihan Ballon d’Or?</p>
<p>Delapan trofi! O, sefantastis itu dia catat sejarah&#8230;</p>
<p>Bandingkan dengan urutan kedua rekor pengoleksi trofi, Cristiano Ronaldo yang lima kali meraihnya. Atau peraih yang mendapatkan tiga kali, dua kali, dan hanya satu kali.</p>
<p>Jujur saja, capaian Messi relatif sulit disamai. Dan, itu adalah rentang konsistensi pencapaian puncak yang pasti takkan mudah dicapai oleh pemain mana pun.</p>
<p>Hanya, ketika bicara tentang Piala Dunia atau Coppa del Mundo, Messi jelas di bawah “rajanya”, Edson Arantes Do Nascimento alias Pele.</p>
<p>Tiga Piala Dunia! Siapa mampu menyamai?</p>
<p>Ya, sedahsyat itu Pele. Ironisnya, dia tidak menikmati sekalipun anugerah Ballon d’Or. Pele menjalani karier gemilang pada masa ketika kandidat pemenang Ballon d’Or masih memiliki restriksi; hanya pesepak bola dari Eropa yang bisa meraih. Restriksi berlangsung dari awal penyelenggaraan pada 1956 hingga 1995. Praktis sejumlah pesepakbola legendaris di luar Eropa tak punya kesempatan meraihnya.</p>
<p>Pada 2016, dalam perayaan 60 Tahun Ballon d’Or, majalah <em>France Football</em> selaku penyelenggara melakukan “evaluasi ulang internasional”, untuk menghitung siapa saja pemenang 1956-1995 andaikata ajang ini digelar global.</p>
<p>Otak-atik itu tidak mengubah pemenang resmi, namun yang menarik, Pele dikalkulasikan layak meraih 7 trofi.<em> France Football</em> bahkan sempat merilis sampul khusus untuk majalahnya. Ada gambar Pele dengan 7 trofi Ballon d’Or hasil “evaluasi ulang”. Untuk menghormati pencapaiannya yang luar biasa, pada 2014 Pele dianugerahi Ballon d’Or kehormatan dalam seremoni 2014.</p>
<p>Sama seerti Pele, Diego Armando Maradona, mahabintang yang tak kalah fenomenal dan meraih Piala Dunia 1986, juga tidak pernah membendaharakan Ballon d’Or.</p>
<p>Barulah sejak 1995, pemain non-Eropa disertakan dalam kontestasi. George Oppung Weah menjadi pemain Afrika pertama &#8212; dan hingga kini satu-satunya &#8212; yang mendapatkan.</p>
<p><strong>Show of Magician</strong><br />
Apa yang dipertontonkan Leo Messi di Piala Dunia Qatar 2022 adalah pengukuhan kebesaran dalam nuansa “menjemput takdir”, bahwa pada akhirnya dia meraih apa yang selama ini dipandang sebagai titik kekuranglengkapannya.</p>
<p>Performa mendekati perfeksionis di Qatar itu diperkuat dengan “<em>show of magician</em>” bersama Inter Miami di Liga Amerika Serikat. Dia genapkan ketakjuban dunia dengan aksi-aksi epik <em>free kick</em>-nya. Juga eksepsionalitas olah bola yang tetap menggoda di usia yang sudah tidak lagi muda, 36 tahun.</p>
<p>Nah, pada saat-saat Messi istikamah unjuk kelebihan di Miami, saya mencoba intens melihat pembanding kemampuannya dengan menyimak melalui video aksi-aksi Pele, Best, Rivelino, Cruyff, Cantona, Maradona, Jay Jay Okocha, Weah, Baggio, Ronaldinho, Zidane, Ronaldo Nazario, termasuk Keegan.</p>
<p>Serangkaian video itu memaparkan betapa kaya dunia sepak bola dengan aksi-aksi langka anak manusia seperti yang sekarang melekat dalam kemampuan Messi.</p>
<p>Tak keliru menobatkan La Pulga sebagai “The Real GOAT”, namun kita juga tidak sepatutnya melupakan &#8212; misalnya &#8212; kemampuan langka Zidane di luar area bintang.</p>
<p>Dari Zidane, Anda simaklah kembali aksi-aksi <em>screening ball</em>, gerakan <em>roulette</em>, teknik-teknik <em>nutmeg</em>, kekuatan fisik, hingga seni mencetak gol. Jelas sekali salah satu pemain terbesar Prancis yang meraih Ballon d’Or 1998 itu adalah seniman langka sepak bola yang pernah dilahirkan. Sejumlah teknik yang ada padanya rasanya tidak dimiliki oleh Pele, Maradona, atau Messi.</p>
<p>Kesenimanan Zidane setara dengan aksi-aksi sirkus Ronaldinho, sebagai “artis Samba” yang memiliki banyak keunggulan “keterampilan panggung” dibandingkan dengan para pesepak bola Brazil lainnya.</p>
<p>Makin banyak menyimak rekaman para seniman dunia itu, makin menjadi terang betapa Lionel Messi memiliki “<em>maqam</em>” pengakuan yang sepantasnya. Dunia takkan berhenti merindukannya.</p>
<p>Ya. Delapan trofi Ballon d’Or, siapa bisa menjajari?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/04/seleluasa-ini-leo-messi-memuncaki-singgasana">Seleluasa Ini Leo Messi Memuncaki Singgasana&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Kegembiraan” Free Kick Leo Messi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/19/kegembiraan-free-kick-leo-messi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Aug 2023 10:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Andrea Pirlo]]></category>
		<category><![CDATA[David Beckham]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Gianfranco Zola]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto Baggio]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Sunshuke Nakamura]]></category>
		<category><![CDATA[Victor Legrotaglie]]></category>
		<category><![CDATA[Xherdan Shaqiri]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<category><![CDATA[Zlatan Ibrahimovic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=360612</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // bola bagai dia jinakkan/ kendali kaki seperti punya mata/ melengkung ke titik presisi/ penjaga gawang ternganga/ dalam pesona yang tak dia mengerti&#8230;// (Sajak “Keajaiban Free Kick”, 2023) KAU simakkah aura riang ekspresi Lionel Messi selepas mencetak gol ke gawang FC Dallas lewat free kick untuk Inter Miami, 7 Agustus lalu? [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/19/kegembiraan-free-kick-leo-messi">“Kegembiraan” Free Kick Leo Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-360614 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// bola bagai dia jinakkan/ kendali kaki seperti punya mata/ melengkung ke titik presisi/ penjaga gawang ternganga/ dalam pesona yang tak dia mengerti&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Keajaiban Free Kick”, 2023)</strong></p>
<p><strong>KAU</strong> simakkah aura riang ekspresi Lionel Messi selepas mencetak gol ke gawang FC Dallas lewat <em>free kick</em> untuk Inter Miami, 7 Agustus lalu?</p>
<p>Di tribune VIP, sang pemilik klub, David Beckham tak kalah pula terbuncah gembira. Dia berdiri, merentangkan tangan. Senyumnya mengembang.</p>
<p>Sebagai sesama pemilik <em>free kick</em> ajaib, Becks tahu bagaimana sejuta rasa yang menjalari ketika seorang pemain sukses menjaringkan gol dari bola yang meluncur melengkung itu.</p>
<p>Bersama Inter Miami, sejauh ini Leo Messi tampak “lepas” bersenang-senang. Berbeda dari gesturnya yang “tidak los” saat masih bersama Paris St Germain di Ligue 1. Tendangan bebasnya yang khas mematikan itu bagai menemukan muara kegembiraan justru ketika dia bermain di klub milik salah satu tokoh <em>free kick</em> parabolik.</p>
<p>Dengan catatan 64 gol<em> free kick,</em> Messi sedang menunggu rekor baru untuk menembus capaian Beckham. Dalam kariernya di Manchester United, Real Madrid, AC Milan, LA Galaxy, dan PSG, Beckham membukukan 65 gol tendangan bebas. Tendangan yang, dari kajian akademik, berporos pada kemampuan mengelola kekuatan parabolik.</p>
<p>Sementara itu, rekor 77 gol ada di kantung capaian Juninho Pernambucano, pemain Brazil yang dikenal mematikan dengan “ajian” tendangan bebas bersama Olympique Lyon pada 1990-an hingga awal 2000-an.</p>
<p>Di Barcelona, Leo Messi mematangkan teknik tendangan sudut sampai ke titik tersulit, berupa “Free Kick Panenka”. Teknik tinggi ini lazimnya ada dalam eksekusi penalti, akan tetapi La Pulga bisa mempraktikkan lewat <em>free kick.</em> Tendangannya pelan, melintas presisi ke arah tengah gawang, dan kiper terkecoh karena umumnya bola meluncur ke sudut kanan atau kiri gawang.</p>
<p><strong>&#8220;Master&#8221; Juninho</strong><br />
Messi memang bukan pesepak bola utama dalam jenis eksekusi ini. Selain Juninho yang diakui sebagai “profesor tendangan bebas”, ada pula sejumlah “raja”: dari Pele, Victor Legrotaglie, Diego Maradona, Ronaldinho, Zinedine Zidane, Roberto Baggio, Gianfranco Zola, David Beckham, Andrea Pirlo, Zlatan Ibrahimovic, Xherdan Shaqiri, Sunshuke Nakamura, hingga Omar Abdulrahman. Pada masa lalu, Brazil juga memiliki sejumlah “seniman” seperti Rivelino, Nelinho, Socrates, Zico, Rai, dan Dirceu.</p>
<p>Di luar nama-nama itu, Anda tentu mengenal pula sejumlah ahli tendangan mematikan. Dari Johan Neeskens, Arie Haan, Lothar Mathaeus, Ronald Koeman, hingga Roberto Carlos, Steven Gerrard, Cristiano Ronaldo.</p>
<p>Berbeda dari karakter <em>free kick</em>, eksekusi mereka lebih berkarakter kanon yang keras dan lurus. Sifat luncurannya tidak kita dapati dalam keindahan sepakan <em>kick</em> lengkung ala Messi atau Beckham.</p>
<p><strong>Aura Gembira</strong><br />
Di Inter Miami, Leo Messi bermain dengan aura kegembiraan, lebih mirip anak-anak yang penuh gairah mencurahkan nalurinya.</p>
<p>Pelatih nasional Argentina, Lionel Scolani, yang secara khusus memanfaatkan liburan ke Amerika, menyaksikan aksi-aksi Messi. Dia berkesimpulan, ketika berada dalam atmosfer membahagiakan, semua potensi kehebatan Messi bakal muncul.</p>
<p>Karena faktor itukah maka dia lebih tampak “lepas” dalam mengekspresikan semua alam bawah sadar kemampuannya? Atau lantaran tingkat kekompetitifan MLS yang di bawah rata-rata liga di Eropa?</p>
<p>Apa pun itu, performa Messi tak hanya bicara tentang mengejar dan mematahkan rekor, tetapi keindahan teknik sepak bola bisa dipancarkannya dengan hati ringan.</p>
<p>David Beckham tampaknya harus bersiap-siap rekornya disalip. Bukan tidak mungkin pula Juninho harus merelakan rekor yang selama ini dianggap sulit tersamai bakal dikejar dan dilewati oleh Lionel Messi.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/19/kegembiraan-free-kick-leo-messi">“Kegembiraan” Free Kick Leo Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pele, Maradona, dan Masa Depan Nomor 10 Pasca-Messi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/31/pele-maradona-dan-masa-depan-nomor-10-pasca-messi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2022 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Denis Law]]></category>
		<category><![CDATA[Francesco Totti]]></category>
		<category><![CDATA[Greatest of All Times]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Platini]]></category>
		<category><![CDATA[Oeke]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto Baggio]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zico]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=304379</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // seringkas itu namanya/ sepanjang itu dia rentangkan sejarah/ seagung itu dia mahkotakan sepak bola// (Sajak “Pele”, 2022) EDSON Arantes do Nascimento. Sepanjang itu namanya, dan kita lebih akrab dengan sebutan ringkasnya: Pele. Legenda terbesar sepak bola Brazil itu, pada Jumat dinihari WIB (30/12) pergi selamanya dalam usia 82. Dia menyusul [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/31/pele-maradona-dan-masa-depan-nomor-10-pasca-messi">Pele, Maradona, dan Masa Depan Nomor 10 Pasca-Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-304415 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// seringkas itu namanya/ sepanjang itu dia rentangkan sejarah/ seagung itu dia mahkotakan sepak bola//</em><br />
<strong>(Sajak “Pele”, 2022)</strong></p>
<p><strong>EDSON</strong> Arantes do Nascimento. Sepanjang itu namanya, dan kita lebih akrab dengan sebutan ringkasnya: Pele.</p>
<p>Legenda terbesar sepak bola Brazil itu, pada Jumat dinihari WIB (30/12) pergi selamanya dalam usia 82. Dia menyusul sahabat sekaligus rival abadinya, Diego Maradona yang sudah mendahului dua tahun silam. Kepergian pemilik jersey 10 Selecao itu hampir bertepatan dengan saat Lionel Messi “mentas” meraih Piala Dunia, trofi yang Pele dan Maradona telah membendaharakannya.</p>
<p>Pele tiga kali (1958, 1962, 1970) meraih Piala Dunia, yang pasti sulit disamai oleh pemain mana pun. Dunia selalu membandingkan, siapa lebih hebat: dia, atau Maradona? Sama seperti ketika dalam satu dekade terakhir diperdebatkan, siapa lebih pantas menyandang predikat Greatest of All Times (GOAT): Leo Messi, atau Cristiano Ronaldo?</p>
<p>Pele identik dengan nomor 10. Dialah yang mempulerkan sakralitas jersey 10 sebagai angka yang tak sembarang bintang layak mengenakan. Dalam sejarah sepak bola, Pele, Maradona, dan Messi adalah si nomor 10 sejati. Sebelumnya tercatat Denis Law, Michael Platini, Zico, Maradona, Roberto Baggio, Francesco Totti, Zinedine Zidane, dan Ronaldinho.</p>
<p>Simaklah pesan Neymar Junior di akun instagramnya, seperti dikutip <em>cnnindonesia.com</em>, “Sebelum Pele, ‘10’ hanyalah angka. Saya membaca ungkapan itu di suatu tempat, di beberapa momen dalam hidup saya. Tapi kalimat itu, indah, meski tidak lengkap. Saya akan mengatakan bahwa sebelum Pele, sepak bola hanyalah olahraga. Pele mengubah segalanya. Dia mengubah sepak bola menjadi seni, menjadi hiburan”.</p>
<p>Tulisnya pula, ”Itu memberi pesan kepada orang miskin, orang kulit hitam dan segalanya. Ini memberi visibilitas ke Brazil. Sepak bola dan Brazil telah menaikkan status mereka berkat Sang Raja! Dia pergi, tapi sihirnya akan tetap ada. Pele itu abadi!”</p>
<p>Kelahiran bintang sebesar Pele, Maradona, atau Messi adalah siklus yang tak bisa direncanakan. Seperti kata kiper nyentrik legenda Kolombia, Rene Higuita, belum tentu dalam abad berikut kita bisa menyaksikan pemain sekualitas Leo Messi.</p>
<p>Rahim sepak bola akan selalu melahirkan anak-anak terbaik. Setiap pahlawan menginspirasi pemunculan pahlawan-pahlawan baru; namun “level alien” tidak bisa sekadar ditunggu. Bakat sehebat Pele, Maradona, dan Messi dihadirkan Tuhan sebagai anugerah sejarah. Katakanlah, bintang-bintang lainnya adalah “manusia biasa”.</p>
<p>Messi pernah menjalani hari-hari pertumbuhan karier sebagai The Next Maradona. Dan, kini giliran Argentina menunggu munculnya “Lionel Messi Baru”, dan pasti perasaan yang sama menghinggapi sepak bola Brazil pasca-kepergian Pele.</p>
<p><strong>Budaya Pop</strong><br />
Ungkapan “the next” atau “the new” lazim dikelola media, tentu sebagai bagian dari fenomena budaya pop. Pelabelan itu dimaknai sebagai ilham, inspirasi, atau harapan.</p>
<p>Anda ingat Safet Susic, “Pele dari Balkan”? Orang Yugoslavia pada dekade 1970-an mengimpikan bintangnya itu bisa berkembang sekaliber “Sang Raja”.</p>
<p>Pun, pastilah penggemar sepak bola era 1970-an paham mengapa Arthur Antunes Coimbra “Zico” disemati predikat “Pele Putih”. Juga Ronaldo Luis Nazario, Kaka, Robinho, dan Ronaldinho yang pernah melintaskan cahaya cemerlang.</p>
<p>Di Asia, striker ganas Arab Saudi Majeed Mohammed pada awal 1980-an kebagian gelar “Pele Padang Pasir”.</p>
<p>Legenda Ghana 1990-an, Abedi Ayew Pele menyandang nama masyhur itu, tentu karena orang tuanya mengidolakan Edson Arantes do Nascimento, dan merupakan doa bagi masa depan anaknya.</p>
<p>Maradona punya banyak padanan harapan. Ada Hossam Hassan “Maradona dari Sungai Nil”, Gheorghe Hagi “Maradona dari Carpathian”. Kita punya Zulkarnaen Lubis “Maradona Indonesia”. PSIS Semarang juga pernah menjuluki strikernya yang pendek-gempal Tugiyo, sebagai “Maradona Purwodadi”.</p>
<p>Di Argentina sejumlah pemain digadang-gadang menjadi pewaris Maradona. Dari Ariel Ortega, Juan Roman Riquelme, Javier Xaviola, Marcello Gallardo, Pablo Aimar, Javier Pastore, Carlos Tevez, hingga Lionel Messi.</p>
<p>Di antara mereka, hanya Messi yang mewujudkan kesetaraan sebagai “titisan” El Pibe de Oro. Lainnya mengapung ke tingkat elite, namun tidak sampai ke eksepsionalitas level.</p>
<p>Labelisasi inspirasi melekat dalam diri sejumlah pemain. Kita mengenal Xherdan Shaqiri, Mario Goetze, Mohamed Salah, dan Phil Foden sebagai pemain yang menyandang singgungan “Messi”. Mereka menghadirkan pencapaian sebagai pemain penting klub dan negara, namun tidak dalam level Messi.</p>
<p>Di Barcelona, Akademi La Masia melahirkan banyak calon “Messi baru”. Ada Bojan Krkic, Iker Muniain, dan Lee Seung-woo.</p>
<p>Di luar itu juga beredar nama-nama Mauro Zarate, Gai Assulin, Martin Odegaard, hingga Takefusa Kubo. Tercatat pula <em>wonderkid</em> Indonesia Egy Maulana Fikri, Chanatip Songkrasin (Thailand), dan Nguyen Quang Hai (Vietnam) sebagai “Messi”.</p>
<p><strong>Julian Alfarez</strong><br />
Anda ulanglah mengamati: gol Julian Alfarez di semifinal Piala Dunia 2022 ke gawang Kroasia. Bukankah itu produk kemampuan bintang?</p>
<p>Dari tengah lapangan, striker 21 tahun itu meliak-liuk melewati sejumlah pemain lawan sebelum mengeksekusi bola ke gawang Dominik Livakovic.</p>
<p>Dalam peta sepak bola Argentina masa depan, Alfarez diproyeksikan menjadi pengganti Messi bersama Enzo Fernandez, Pemain Muda Terbaik Qatar 2022. Negeri Tango juga punya sejumlah <em>wonderkid</em>: Thiago Almada, Nicolas Gonzales, Alejandro Garnacho, dan Exequiel Zeballos.</p>
<p>Selain masa depan “malaikat baru” bagi negeri yang tiga kali juara dunia itu, kita juga sedang mengikuti progres kematangan Kylian Mbappe (Prancis), Jude Bellingham (Inggris), Gavi (Spanyol), Raphinha, Antony, Douglas Luis (Brazil), atau Jamal Musiala (Jerman).</p>
<p>Anak-anak ajaib menunggu peluang merebut panggung, dan dunia menanti siapa yang kelak mengisi “singgasana” Messi, Cristiano Ronaldo, atau Neymar Junior.</p>
<p>Rakyat Brazil, terutama. Kepergian “Sang Raja” menciptakan ruang penantian: lahirnya seniman bola, sosok eksepsional pemakai jersey Selecao nomor 10&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/31/pele-maradona-dan-masa-depan-nomor-10-pasca-messi">Pele, Maradona, dan Masa Depan Nomor 10 Pasca-Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Drama Berliku Mengantar Messi kepada &#8220;Takdir&#8221;&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/19/drama-berliku-mengantar-messi-kepada-takdir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2022 01:23:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Alfredo Di Stefano]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Ferenc Puskas]]></category>
		<category><![CDATA[Franz Beckenbauer]]></category>
		<category><![CDATA[Johan Cruyff]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Platini]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo Luis Nazario]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=301267</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS SEJUTA ungkapan takkan cukup menggambarkan kebahagiaan Lionel Andres Messi pada malam 18 Desember 2022 di Stadion Lusail, Doha, Qatar. Pastilah Anda paham, bukan hanya Messi, keluarganya, dan tim nasional Argentina yang menikmati kegembiraan. Para fans di seluruh dunia ikut lega, La Pulga telah melewati momen &#8220;jalan takdir&#8221;: akhirnya mengecup dan mengangkat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/19/drama-berliku-mengantar-messi-kepada-takdir">Drama Berliku Mengantar Messi kepada &#8220;Takdir&#8221;&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-301269 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />SEJUTA</strong> ungkapan takkan cukup menggambarkan kebahagiaan Lionel Andres Messi pada malam 18 Desember 2022 di Stadion Lusail, Doha, Qatar.</p>
<p>Pastilah Anda paham, bukan hanya Messi, keluarganya, dan tim nasional Argentina yang menikmati kegembiraan. Para fans di seluruh dunia ikut lega, La Pulga telah melewati momen &#8220;jalan takdir&#8221;: akhirnya mengecup dan mengangkat Piala Dunia, simbol kekuatan sepak bola sejagat.</p>
<p>Saya mencoba mengikuti pendapat Rene Higuita. Sebelum malam final, legenda kiper Kolombia itu mengajak, apa pun hasil laga puncak melawan Prancis, lebih baik nikmati saja penampilan terakhir Messi di Piala Dunia. &#8220;Belum tentu dalam satu abad berikut kita bisa menyaksikan pemain seperti Messi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ungkapan kata &#8220;akhirnya&#8221; banyak menghias sebagai kesimpulan headline media-media dunia, bahwa Messi meraih takdir dalam pencapaian yang paripurna.</p>
<p><strong>Rumit dan Menegangkan</strong><br />
Kemenangan atas Prancis melalui drama adu penalti setelah babak reguler 2&#215;45 menit dan tambahan waktu 2&#215;15 menit menggambarkan, betapa rumit dan menegangkan final Qatar 2022.</p>
<p>Unggul 2-0 hingga turun minum, Prancis menyamakan 2-2, unggul lagi 3-2, disamakan lagi 3-3, lalu diakhiri dengan adu penalti. Messi memainkan peran sebagai pencetak gol, eksekutor, dan inspirator.</p>
<p>Saya mencoba meresapi pertandingan dalam getar-getar perasaan yang luar biasa mendegupkan jantung, mirip ketika pada 2021 Argentina dan Messi meraih Copa America di Stadion Maracana, Brazil, mengalahkan tuan rumah 1-0.</p>
<p>Terasakan betapa Messi tak henti memerankan diri menjadi pelayan orkestrasi permainan bagi rekan-rekannya. Pada sisi lain, 10 pemain Argentina juga berjuang hidup-mati untuk mewujudkan mimpi kaptennya meraih Piala Dunia.</p>
<p>Enzo Fernandez dkk bukan hanya bertarung untuk meraih trofi dunia ketiga bagi Argentina setelah 1978 dan 1986; dalam wujud drama dan kisah sepak bola mereka juga menyokong penuntasan rasa kepenasaran Leo Messi. Apalagi inilah momen Piala Dunia 2022 yang hampir bisa dipastikan menjadi yang terakhir dalam usia 35 Si Alien.</p>
<p>Berakhirkah semua perbincangan tentang &#8220;takdir&#8221; dan kelengkapan Lionel Messi? Agar dia tidak selalu dibanding-bandingkan dengan Diego Maradona, sang legenda?</p>
<p>Trofi apa pun sudah Messi miliki. Dari level liga bersama Barcelona dan Paris St Germain, Liga Champions, hingga Piala Dunia Antarklub. Dia juga membendaharakan Piala Dunia U20 pada 2005 dan medali emas Olimpiade 2008, lalu pada usia 34 meraih Copa America.</p>
<p>Tujuh kali penghargaan individu Ballon d&#8217;Or dia bukukan, melewati raihan pesepak bola mana pun. Rekor itu bertambah dengan menjadi Pemain Terbaik, dan dia menjadi satu-satunya manusia yang dua kali mendapatkan, setelah Piala Dunia 2014. Hanya, delapan tahun silam Argentina kalah di final dari Jerman.</p>
<p>Selama ini, Maradona dianggap &#8220;lebih besar&#8221;, karena mampu mempersembahkan Piala Dunia 1986, walaupun tidak meraih Copa America dan emas Olimpiade.</p>
<p>Semestinyalah, sejak sekarang tak ada lagi perdebatan tentang kelayakan penyejajaran Messi dengan Maradona.</p>
<p><strong>Siapa GOAT?</strong><br />
Pun, berakhirlah argumentasi: siapa yang lebih layak disebut sebagai GOAT &#8212; <em>Greatest of All Times</em> &#8211;, dia atau Cristiano Ronaldo. Dalam rentang lebih dari satu dekade, selalu muncul head to head dengan segala parameter dan subjektivitasnya.</p>
<p>Bisa saja diskusi tentang GOAT akan terus berdinamika sebagai bagian dari keasyikan mengisahkan Pele, Alfredo Di Stefano, Ferenc Puskas, Franz Beckenbauer, Johan Cruyff, Michael Platini, Diego Maradona, Ronaldo Luis Nazario, Zinedine Zidane, Ronaldinho, Cristiano Ronaldo, atau Lionel Messi. Hanya, sukses Messi di Qatar menciptakan perspektif lain pemetaan.</p>
<p>Di Qatar 2022, Messi tampak mengekspresikan semua pendaman bakat dan potensi dalam dirinya. Bagaimana unjuk &#8220;skill dewa&#8221; sebagai pembeda, melayani tim dengan umpan-umpan eksepsional, juga menunjukkan jiwa kepemimpinan yang kuat.</p>
<p>Elemen ketiga itu sering dimasalahkan, bahkan oleh Maradona dan sejumlah analis. Banyak yang menilai, salah satu pembeda dari Maradona adalah kekuatan karakter leadership.</p>
<p>Di Copa America 2021 dan Qatar 2022, Messi bertransformasi menjadi sosok yang lebih ekstrovert, juga meletupkan &#8220;sisi lain&#8221; yang tak biasa dia perlihatkan, yakni sikap &#8220;memberontak&#8221;, &#8220;melawan&#8221;, juga sedikit &#8220;berandalan&#8221;.</p>
<p>Pertunjukan di Piala Dunia penutupnya ini seakan-akan tuntas mempertontonkan Lionel Messi yang sejati. Dan, benar kata Rene Higuita, kita beruntung menjadi saksi momen dramatik itu.</p>
<p>Kita menikmati Messi menjemput takdir dengan akhir yang indah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/19/drama-berliku-mengantar-messi-kepada-takdir">Drama Berliku Mengantar Messi kepada &#8220;Takdir&#8221;&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>