<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>punthuk setumbu Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/punthuk-setumbu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Dec 2024 13:50:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>punthuk setumbu Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Punthuk Setumbu Lahan Bekas Angon Ternak, Tempat Rangga dan Cinta Menjalin Kasih</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/23/punthuk-setumbu-lanah-bekas-angon-ternak-tempat-rangga-dan-cinta-menjalin-kasih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 13:45:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Ada Apa Dengan Cinta II]]></category>
		<category><![CDATA[Bukit Rhema]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[Dian Sastro Wardoyo]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[menoreh]]></category>
		<category><![CDATA[Nicholas Saputra]]></category>
		<category><![CDATA[punthuk setumbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=453535</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID ( SUARABARU.ID)- Berkunjung ke Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, tidak selalu harus ke Candi Borobudur. Melainkan, sejumlah destinasi wisata  di sekitar kawasan candi peninggalan Dinasti Syailendra juga banyak,salah satunya Punthuk Setumbu, Destinasi wisata Punthuk Setumbu tersebut hanya berjarak yang berjarak sekitar  dua kilometer dan berada di sisi barat Candi Borobudur. Punthuk Setumbu  yang berada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/23/punthuk-setumbu-lanah-bekas-angon-ternak-tempat-rangga-dan-cinta-menjalin-kasih">Punthuk Setumbu Lahan Bekas Angon Ternak, Tempat Rangga dan Cinta Menjalin Kasih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID ( SUARABARU.ID)- Berkunjung ke Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, tidak selalu harus ke Candi Borobudur. Melainkan, sejumlah destinasi wisata  di sekitar kawasan candi peninggalan Dinasti Syailendra juga banyak,salah satunya Punthuk Setumbu,</p>
<p>Destinasi wisata Punthuk Setumbu tersebut hanya berjarak yang berjarak sekitar  dua kilometer dan berada di sisi barat Candi Borobudur. Punthuk Setumbu  yang berada di ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut  tersebut dikenalkan oleh  Suparno, salah satu fotografer senior Borobudur.</p>
<p>“Bukit Punthuk Setumbu ini pertama kali dikenalkan oleh Suparno, salah satu fotografer senior Borobudur di tahun 2006 silam. Ia mengenalkan Puntuk Setumbu melalui foto panorama Candi Borobudur saat matahari terbit, Kemudian foto tersebut menjadi juara dan keberadaan Punthuk Setumbu banyak dikunjungi orang,”kata Nuryazid, Kepala Dusun Kurahan, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Senin ( 23/12/2024).</p>
<figure id="attachment_453539" aria-describedby="caption-attachment-453539" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-453539" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/punthuk-setumbu-1.jpg" alt="punthuk setumbu" width="681" height="382" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/punthuk-setumbu-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/punthuk-setumbu-1-400x224.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/12/punthuk-setumbu-1-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-453539" class="wp-caption-text">Selain bisa menyaksikan keindahan Gunung Merapi dan Merbabu, dari sisi selatan Bukit Punthuk Setumbu, pengunjung juga bisa menyaksikan perbukitan Menoreh yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Foto: W, Cahyono</figcaption></figure>
<p>Nuryazid mengatakan . di tahun 2018 silam nama Punthuk Setumbu semakin meroket dan banyak dikunjungi wisatawan.Setelah bukit yang berjarak sekitar  dua kilometer dan berada di sisi barat Candi Borobudur, masuk dalam sebuah <em>scene </em>dalam film “Ada Apa Dengan Cinta II”.</p>
<p>Dalam salah adegan film tersebut Nicholas Saputra yang memerankan tokoh Rangga dan Dian Sastro Wardoyo (Cinta) di film tersebut Rangga menyebutkan  nama menyebutkan nama “Punthuk Setumbu” , di atas puncak objek wisata Gereja Ayam (Bukit Rhema) yang dijadikan salah satu lokasi syuting film tersebut . Gereja Ayam sendiri  di sisi timur laut  Punthuk Setumbu.</p>
<p>Baca juga :<span style="font-size: 12pt;"><a href="https://suarabaru.id/2024/12/23/warga-karangrejo-gelar-tradisi-sedekah-bumi-punthuk-setumbu">https://suarabaru.id/2024/12/23/warga-karangrejo-gelar-tradisi-sedekah-bumi-punthuk-setumbu</a></span></p>
<p>Ia menambahkan,untuk masuk ke objek wisata tersebut, para pengunjung harus  lebih dulu membayar tiket tanda masuk yang sangat terjangkau. Yakni,  Rp20.000 per orang untuk wisatawan nusantara dan Rp50.000 untuk wisatawan manca. Setiap harinya , jam operasional objek wisata tersebut dibuka mulai pukul 04.00 dini hari hingga 17.00 WIB.</p>
<p>Sedangkan untuk pengunjung yang membawa kendaraan pribadi akan dikenakan biaya parkir untuk  kendaraan roda dua Rp 30.000 dan Rp10.000 untuk mobil.</p>
<p>Adapun fasilitas yang bisa digunakan wisatawan beberapa spot foto yang instagramable seperti gardu pandang, ayunan langit dan  beberapa spot foto lainnya.</p>
<p>Ia menambahkan, dalam Bahasa Jawa, nama <em>punthuk</em> berarti gundukan atau bukit. Sedangkan <em>setumbu</em> mempunyai arti tempat nasi atau lainnya dalam ukuran besar dan  terbuat dari anyaman bambu.</p>
<p>Menurutnya,  tidak banyak orang  yang tidak mengetahui bila bukit yang  saat ini menjadi daya tarik wisatawan tersebut, dulunya merupakan tempat <em>angon</em> (mengembala) ternak ternak seperti kambing, sapi dan kerbau milik warga setempat.</p>
<p>“Dulu, Punthuk Setumbu ini dijadikan tempat untuk mengembala ternaknya oleh warga setempat. Karena,  di tempat tersebut banyak rumput dan agak luas,” kata Nuryazid yang juga Ketua Pengelola Obyek Wisata Punthuk Setumbu.</p>
<p>Ia mmenambahkan,  para sesepuh dusun setempat juga  pernah menyebut bila  Punthuk Setumbu tersebut merupakan sebuah harta karun. Ternyata, harta karun tersebut muncul sekarang dan menjadi daya  tarik wisata yang mendunia.</p>
<p>Dari puncak Punthuk Setumbu, para pengunjung bisa melihat dari kejauhan panorama hijau yang mengelilingi Candi Borobudur. Selain itu, bila cuaca mendukung bisa menyaksikan keindahan Gunung Merbabu dan Merapi di sebelah timur serta <em>sunrise</em> ( matahari terbit) di pagi hari.</p>
<p>Sedangkan, di sebelah selatan dan barat tampak menjulang tinggi perbukitan Menoreh yang berbatasan langsung dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.</p>
<p>Tidak jauh dari Punthuk Setumbu, wisatawan juga bisa melihat bagian belakang objek wisata Bukit Rhema atau yang juga dikenal dengan Gereja Ayam. W Cahyono</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/23/punthuk-setumbu-lanah-bekas-angon-ternak-tempat-rangga-dan-cinta-menjalin-kasih">Punthuk Setumbu Lahan Bekas Angon Ternak, Tempat Rangga dan Cinta Menjalin Kasih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Punthuk Setumbu, di Sini Rangga dan Cinta Memadu Kasih Lamanya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/10/punthuk-setumbu-di-sini-rangga-dan-cinta-memadu-kasih-lamanya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2021 04:46:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[ada apa dengan cinta]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[punthuk setumbu]]></category>
		<category><![CDATA[wisata magelang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=147097</guid>

					<description><![CDATA[<p>BAGI yang pernah menonton film “Ada Apa dengan Cinta II” yang dibintangi Dian Sastro dan Nicholas saputra, pasti sempat melihat pemandangan ini. Punthuk Setumbu, nama itu  disebut oleh Cinta, yang diperankan Dian Sastro dan Rangga (Nicholas Saputra) dalam sebuah dialog. Punthuk Setumbu memang menjadi bagian dari episode cinta Rangga dan Cinta. Dalam &#8220;Ada Apa dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/10/punthuk-setumbu-di-sini-rangga-dan-cinta-memadu-kasih-lamanya">Punthuk Setumbu, di Sini Rangga dan Cinta Memadu Kasih Lamanya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAGI</strong> yang pernah menonton film “Ada Apa dengan Cinta II” yang dibintangi Dian Sastro dan Nicholas saputra, pasti sempat melihat pemandangan ini. Punthuk Setumbu, nama itu  disebut oleh Cinta, yang diperankan Dian Sastro dan Rangga (Nicholas Saputra) dalam sebuah dialog.</p>
<p>Punthuk Setumbu memang menjadi bagian dari episode cinta Rangga dan Cinta. Dalam &#8220;Ada Apa dengan Cinta II&#8221;, di tempat inilah dikisahkan keduanya kembali memadu cinta lamanya.</p>
<p>Ya, Punthuk Setumbu yang hanya berjarak sekitar 2 km dari Candi Borobudur memang kemudian viral, dan makin banyak dikenal. Dari puncak Punthuk Setumbu, para pengunjung bisa melihat dari kejauhan panorama hijau yang mengelilingi Candi Borobudur. Selain itu, bila cuaca mendukung bisa menyaksikan keindahan Gunung Merbabu dan Merapi di sebelah timur.</p>
<figure id="attachment_147103" aria-describedby="caption-attachment-147103" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-147103" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/rangga-cinta.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/rangga-cinta.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/rangga-cinta-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/rangga-cinta-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/rangga-cinta-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/rangga-cinta-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/rangga-cinta-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/rangga-cinta-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-147103" class="wp-caption-text">Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastro) dalam sebuah scene AAdC di Punthuk setumbu. Foto: AAdC movie</figcaption></figure>
<p>Sedangkan, di sebelah selatan dan barat tampak menjulang tinggi perbukitan Menoreh yang berbatasan langsung dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.</p>
<p>Tidak jauh dari Punthuk Setumbu, wisatawan juga bisa melihat bagian belakang objek wisata Bukit Rhema atau yang juga dikenal dengan Gereja Ayam. Di Gereja Ayam ini pula, bisa ditemukan <em>scene </em>Rangga dan Cinta memadu kasih lamanya.</p>
<p>Selain itu, dari atas bukit yang berada di ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut tersebut , para pengunjung bisa menyaksikan <em>sunrise</em> (matahari terbit) di antara celah Gunung Merapi dan Merbabu  dan di bagian depannya Candi Borobudur.</p>
<p>Tak heran, bila sejak pukul 04.00 WIB, banyak wisatawan yang sudah berdatangan untuk “berburu” <em>sunrise</em>.</p>
<p>Untuk menuju objek wisata tersebut sangat mudah dijangkau, yakni sesampainya di Dusun Kurahan, Desa Karangrejo, pengunjung harus mendaki puluhan anak tangga yang tersusun rapi dan terbuat dari  cor semen.</p>
<p>Rasa lelah setelah berjalan kaki dan menaiki puluhan anak tangga tersebut akan segera sirna setelah sampai di puncak tersebut, dengan  bisa menyaksikan keindahan alam bak permadani hijau.</p>
<p>Dalam Bahasa Jawa, nama <em>punthuk</em> berarti gundukan atau bukit. Sedangkan <em>setumbu</em> mempunyai arti tempat nasi atau lainnya dalam ukuran besar dan  terbuat dari anyaman bambu.</p>
<p><strong>Tempat Penggembalaan Hewan</strong></p>
<p>Namun, banyak yang tidak mengetahui bila bukit yang  saat ini menjadi daya tarik wisatawan tersebut, dulunya merupakan tempat <em>angon</em> (mengembala) ternak ternak seperti kambing, sapi dan kerbau milik warga setempat.</p>
<p>“Dulu, Punthuk Setumbu ini dijadikan tempat untuk mengembala ternaknya oleh warga setempat. Karena,  di tempat tersebut banyak rumput dan agak luas,” kata Kepala Dusun Kurahan,  Nuryazid.</p>
<p>Nuryazid menambahkan,  para sesepuh dusun setempat juga  pernah menyebut bila  Punthuk Setumbu tersebut merupakan sebuah harta karun. Ternyata, harta karun tersebut muncul sekarang dan menjadi daya  tarik wisata yang mendunia.</p>
<p><img loading="lazy" class="wp-image-147102 size-full" style="text-align: center;" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/Punthuk-1.jpg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/Punthuk-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/Punthuk-1-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/Punthuk-1-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /></p>
<p>Salah satu spot foto dari puncak Punthuk Setumbu yang sering dijadikan untuk berswafoto. Dari titik ini, pengunjung bisa menyaksikan dari kejauhan Candi Borobudur dan  juga  objek wisata Gereja Ayam (Bukit Rhema). Foto: Widiyas CahyonoMenurutnya, harta karun  Punthuk Setumbu tersebut mulai terkuak sejak tahun 2006 silam. Saat itu sejumlah fotografer amatir dari Borobudur. Seorang di antaranya Suparno, Magelang  naik ke puncak bukit tersebut untuk memotret sunrise (matahati terbit) dengan latar depannya  pesona Candi Borobudur.</p>
<p>Hasil bidikan kamera fotografer tersebut kemudian diikuti dalam lomba foto yang berhasil mendapatkan juara. “Sejak itu, ulai saat itu banyak fotografer yang berlomba-lomba datang ke sana untuk mengabadikan keindahan fenomena alam  Punthuk Setumbu, dan banyak pengunjung datang ke sana hingga saat ini,” ujarnya.</p>
<p>Untuk masuk ke objek wisata tersebut, para pengunjung harus  lebih dulu membayar tiket tanda masuk yang sangat terjangkau. Yakni,  Rp20.000 per orang untuk wisatawan nusantara dan Rp50.000 untuk wisatawan manca.</p>
<p>Sedangkan untuk pengunjung yang membawa kendaraan pribadi akan dikenakan biaya parkir untuk  kendaraan roda dua Rp 30.000 dan Rp10.000 untuk mobil.</p>
<p>Adapun fasilitas yang bisa digunakan wisatawan beberapa spot foto yang instagramable seperti gardu pandang, ayunan langit dan  beberapa spot foto lainnya.Dan, jam operasional objek wisata tersebut dibuka mulai pukul 04.00 dini hari hingga 17.00 WIB.</p>
<p>Silakan datang ke Punthuk Setumbu, tetapi tetap jaga prootokol kesehatan, karena pandemi belum juga usai. Pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan jangan berkerumun di tempat wisata.</p>
<p><strong>Widiyas Cahyono-wied</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/10/punthuk-setumbu-di-sini-rangga-dan-cinta-memadu-kasih-lamanya">Punthuk Setumbu, di Sini Rangga dan Cinta Memadu Kasih Lamanya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Kurahan Gelar Sedekah Bumi Uluwetu di Bukit Punthuk Setumbu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/11/16/warga-kurahan-gelar-sedekah-bumi-uluwetu-di-bukit-punthuk-setumbu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2020 11:06:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[punthuk setumbu]]></category>
		<category><![CDATA[Sedekah Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=126062</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Di tengah pandemi covid-19, warga Dusun Kurahan Desa Karangrejo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang tetap menggelar “Sedekah Bumi Uluwetu”. Tradisi sedekah bumi yang dilakukan setiap dua tahun sekali tersebut dilaksanakan di salah satu destinasi wisata yang ada di sekitar Candi Borobudur,  sebagai bentuk rasa syukur warga atas kemakmuran yang diberikan Tuhan yang Mahakuasa. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/11/16/warga-kurahan-gelar-sedekah-bumi-uluwetu-di-bukit-punthuk-setumbu">Warga Kurahan Gelar Sedekah Bumi Uluwetu di Bukit Punthuk Setumbu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; </strong>Di tengah pandemi covid-19, warga Dusun Kurahan Desa Karangrejo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang tetap menggelar “Sedekah Bumi Uluwetu”.</p>
<p>Tradisi sedekah bumi yang dilakukan setiap dua tahun sekali tersebut dilaksanakan di salah satu destinasi wisata yang ada di sekitar Candi Borobudur,  sebagai bentuk rasa syukur warga atas kemakmuran yang diberikan Tuhan yang Mahakuasa.</p>
<p>Tradisi yang dilakukan bertepatan dengan Senin Legi di bulan Mulud, diawali dengan mengusapkan air dari <em>genthong</em> ke dahi sepasang lelaki dan perempuan di Kebun Buah yang ada di Dusun Kurahan. Pengusapan air tersebut dilakukan oleh sesepuh desa setempat Dul Rosyid.</p>
<p>Kemudian, diiringi alunan musik dari grup Kubra Siswa, masyarakat setempat sambil membawa <em> ulu wetu (</em>hasil bumi), seperti padi, ketela, jagung dan aneka sayuran menuju ke Bukit Punthuk Setumbu yang berada di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut.</p>
<p>Tidak ketinggalan, dengan berpakaian adat Jawa yakni baju surjan lurik bagi kaum laki-laki dan kebaya bagi perempuan, mereka membawa nasi tumpeng dan makanan lainnya yang dimasukkan ke dalam tandu.</p>
<p>Dan, tandu tersebut dipanggul saat menaiki puluhan anak tangga menuju lokasi Bukit Punthuk Setumbu yang berada  sekitar dua kilometer sebelah Barat Candi Borobudur. Sesampainya  di puncak bukit tersebut, sesepuh desa setempat memanjatkan doa-doa, setelah itu tradisi sedekah bumi diakhiri dengan <em>kembul bujana</em> atau makan bersama.</p>
<p>Pada saat makan bersama, nasi dan segala macam sayur dan lauk-pauknya digelar bersama di atas beberapa lembar pelepah daun pisang dan warga yang mengikuti kegiatan tersebut memakan menggunakan  <em>pincuk</em> (tempat makan dari daun pisang).</p>
<p>Kepala Dusun Kurahan, NurYazid mengatakan, sedekah bumi yang dilakukan warga Dusun Kurahan tersebut, sebagai ungkapan syukur berkah yang dilimpahkan  Tuhan. Berupa, panenan hasil bumi dan juga objek wisata Punthuk Setumbu telah memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>“Kegiatan ini merupakan ungkapan syukur masyarakat  yang sudah menikmati berkah dari Allah, bahwa Punthuk Setumbu bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, tradisi sedekah bumi tahun ini agak berbeda pelaksanaannya dibandingkan tahun -tahun sebelumnya. Yakni, hanya melibatkan warga Dusun Kurahan saja. Sedangkan di tahun-tahun sebelumnya beberapa warga desa lain terlibat.</p>
<p>Ia mengatakan, sedikitnya peserta yang terlibat pada tradisi sedekah bumi tersebut, karena juga dalam rangka menaati protokol kesehatan di saat pandemi covid-19.</p>
<p>“Biasanya kelompok kesenian yang ikut serta ada beberapa kelompok, dan tahun ini hanya satu kesenian saja yakni Kubra Siswa dari Dusun Kurahan,” ujarnya.</p>
<p>Nur Yazid menambahkan, bagi masyarakat Dusun Kurahan, tradisi sedekah bumi tersebut  merupakan tradisi yang dilakukan secara turun-temurun dan merupakan  bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rezeki yang diterima warga.</p>
<figure id="attachment_126066" aria-describedby="caption-attachment-126066" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-126066" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/kembul-bujana.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/kembul-bujana.jpg 640w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/kembul-bujana-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/kembul-bujana-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-126066" class="wp-caption-text">Mengakhiri tradisi sekedah bumi yang dilangsungkan di puncak Bukit Punthuk Setumbu, warga Dusun Kurahan, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang melakukan kembul bujana (makan bersama). Foto: suarabaru.id/ yon.</figcaption></figure>
<p><strong>Angon Kewan</strong></p>
<p>Apalagi untuk saat ini, warga juga dimakmurkan dengan keberadaan Punthuk Setumbu yang menjadi destinasi wisata. Menurut Zazid yang juga ketua pengelola Punthuk Setumbu, warga banyak mendapat rezeki dari Punthuk Setumbu.</p>
<p>Menurutnya, Punthuk Setumbu  yang berada sekitar dua kilometer sisi barat  Candi Borobudur tersebut hanyalah sebuah  gundukan tanah yang  biasa digunakan untuk tempat <em>angon kewan</em> (menggembala hewan ternak)  seperti kambing, sapi dan kerbau.</p>
<p>“Setiap sepasar ( lima hari) sekali , , warga naik ke atas dengan membawa bekal kupat dan sayur untuk dimakan bersama-sama. Dan dari  puncak bukit tersebut, warga bisa memandang hamparan permadani hijau yang luas nan indah.  Selain itu, juga bisa  melihat keagungan Candi Borobudur serta  <em>sunrise</em>  (matahari terbit)  di tengah-tengah deretan Gunung Merapi Merbabu,” ujarnya.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/11/16/warga-kurahan-gelar-sedekah-bumi-uluwetu-di-bukit-punthuk-setumbu">Warga Kurahan Gelar Sedekah Bumi Uluwetu di Bukit Punthuk Setumbu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://3.33.146.175/id/">https://3.33.146.175/id/</a>
<a href="https://117.18.0.23/">https://117.18.0.23/</a>
<a href="https://117.18.0.16/">https://117.18.0.16/</a>
<a href="https://117.18.0.24/">https://117.18.0.24/</a>

<a href="https://chinesemedicinenews.com/">https://chinesemedicinenews.com/</a>
<a href="https://revistaenigmas.com/">https://revistaenigmas.com/</a>
<a href="https://topweddinglists.com/">https://topweddinglists.com/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://ayahqq.it.com">https://ayahqq.it.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>
<a href="https://klik66.it.com">https://klik66.it.com</a>
<a href="https://radiofarmacia.org">https://radiofarmacia.org</a>
<a href="https://atendamais.org">https://atendamais.org</a>

<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>

<a href="https://aenfis.com/cloud/pkvgames/">https://aenfis.com/cloud/pkvgames/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/bandarqq/">https://aenfis.com/cloud/bandarqq/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/dominoqq/">https://aenfis.com/cloud/dominoqq/</a>
</div>