<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pengungsi merapi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/pengungsi-merapi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Feb 2021 07:26:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>pengungsi merapi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tangis Haru Warnai Kepulangan 265 Pengungsi Merapi Asal Babadan I</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/01/tangis-haru-warnai-kepulangan-265-pengungsi-merapi-asal-babadan-i</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2021 07:26:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=144071</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)- Sejumlah pengungsi Merapi dari Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kabupaten Magelang  tidak bisa menahan tanggis haru, karena meninggalkan Tempat Evakuasi Akhir ( TEA) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Mereka  sekitar 83 hari menempati TEA Banyurojo sendiri untuk mengungsi, karena peningkatan aktivitas vulkanik  Gunung Merapi. “Selama 83 hari kami tinggal di TEA Banyurojo [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/01/tangis-haru-warnai-kepulangan-265-pengungsi-merapi-asal-babadan-i">Tangis Haru Warnai Kepulangan 265 Pengungsi Merapi Asal Babadan I</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)-</strong> Sejumlah pengungsi Merapi dari Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kabupaten Magelang  tidak bisa menahan tanggis haru, karena meninggalkan Tempat Evakuasi Akhir ( TEA) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.</p>
<p>Mereka  sekitar 83 hari menempati TEA Banyurojo sendiri untuk mengungsi, karena peningkatan aktivitas vulkanik  Gunung Merapi. “Selama 83 hari kami tinggal di TEA Banyurojo ini, kami diperlakukan seperti saudara atau keluarga sendiri oleh Pemerintah Desa Banyurojo. Ini yang bikin kami <em>trenyuh</em> dan seolah berat meninggalkan TEA Banyurojo,” kata  Sudarsi, salah satu warga Dusun Babadan , Senin (1/2).</p>
<p>Sudarsi mengaku, meskipun berat untuk meninggalkan TEA Banyurojo, dirinya bersama semua warga Dusun Babadan 1, mau tidak mau harus pulang ke rumahnya, untuk merawat lahan ladang, ternak dan sawah yang selama ini ditinggal mengungsi.</p>
<figure id="attachment_144073" aria-describedby="caption-attachment-144073" style="width: 582px" class="wp-caption alignleft"><img class="size-full wp-image-144073" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/sudarsi.jpg" alt="" width="582" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/sudarsi.jpg 582w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/sudarsi-342x400.jpg 342w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/sudarsi-128x150.jpg 128w" sizes="(max-width: 582px) 100vw, 582px" /><figcaption id="caption-attachment-144073" class="wp-caption-text">Sudarsi, Koordinator Pengungsi Dusun Babadan I.  foto: Yon</figcaption></figure>
<p>Menurutnya, selama di pengungsian seluruh warga Dusun Babadan I, pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Desa Banyurojo sangat istimewa. Seperti untuk keperluan makan telah disediakan selama 24 jam penuh di dapur umum.</p>
<p>Selain itu, selama mengungsi warga Dusun Babadan I diberdayakan oleh Pemerintah Desa Banyurojo selaku  desa penyangga dalam program <em>sister village</em> bahaya erupsi Merapi.</p>
<p>“Ibu-ibu dari Dusun Babadan, selama mengungsi dilibatkan dalam memasak di dapur umum. Itu yang menjadikan selama 83 hari terakhir, kami tidak seperti hidup di pengungsian dan seolah berada di lingkungan keluarga sendiri,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap program <em>sister village </em> yang sudah berjalan, dapat dipertahankan karena sangat bagus. Dengan program desa saudara ini, pengungsi tertangani dengan lebih baik.</p>
<p>&#8220;Kami berharap, silaturahmi akan terus terjaga, jangan sampai ada yang terluka,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Pulihkan Perekonomian</strong></p>
<p>Dasri berharap, dengan kepulangan sementara para pengungsi Merapi dari Dusun Babadan I tersebut berharap, Pemerintah Kabupaten Magelang bisa untuk mendampingi dan memulihkan perekonomian warga utamanya di sektor pertanian.</p>
<p>Menurutnya, selama hampir tiga  bulan mengungsi, perekonomian warga menjadi &#8216;morat-marit&#8217;. Karena, sawah ladang mereka yang menjadi tumpuan  ekonomi  tidak ada yang merawatnya. Sehingga, keuangan warga menjadi berkurang.</p>
<p>&#8220;Kami juga ingin pemerintah hadir untuk mendampingi dalam memulihkan perekonomian terutama di sektor pertanian,&#8221; harap Dasri.</p>
<p>Ia menambahkan, warga Dusun Babadan I yang mengungsi ke TEA Banyurojo sejak 9 November lalu sebanyak 256 jiwa dan semuanya masuk dalam kelompok rentan.</p>
<p>Sementara itu, ekretaris Desa Banyurojo, Agus Firmansyah mengatakan, sebagian  logistik yang ada di TEA Banyurojo berupa beras, gula dan kebutuhan pokok lainnya dibagikan secara merata bagi warga Dusun Babadan I. Dan, sebagian lainnya tetap disimpan di gudang logistik TEA Banyurojo.</p>
<p>“Sebagian logistik bahan kebutuhan pokok, kami bagikan kepada seluruh pengungsi untuk bekal hidup sekitar dua minggu  ke depan,” katanya.</p>
<p><strong>Yon-wied</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/01/tangis-haru-warnai-kepulangan-265-pengungsi-merapi-asal-babadan-i">Tangis Haru Warnai Kepulangan 265 Pengungsi Merapi Asal Babadan I</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Depan Wagub Jateng Pengungsi Merapi Minta Pulang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/29/di-depan-wagub-jateng-pengungsi-merapi-minta-pulang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2021 12:06:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Grhadhika]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<category><![CDATA[wagub gus yasin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=143463</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Di hadapan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Tarini (70) salah satu pengungsi Merapi asal Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang mengaku sudah jenuh dan bosan di pengungsian. &#8220;Empun pingin wangsul, ting mriki bosen, pun aman kok Pak (Sudah ingin pulang, di sini bosan, (Merapi) sudah aman kok [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/29/di-depan-wagub-jateng-pengungsi-merapi-minta-pulang">Di Depan Wagub Jateng Pengungsi Merapi Minta Pulang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Di hadapan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Tarini (70) salah satu pengungsi Merapi asal Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang mengaku sudah jenuh dan bosan di pengungsian.</p>
<p>&#8220;<em>Empun pingin wangsul, ting mriki bosen, pun aman kok </em><em>Pak</em> (Sudah ingin pulang, di sini bosan, (Merapi) sudah aman kok Pak,&#8221;kata Tarini, kepada Taj Yasin, Jumat (29/1).</p>
<p>Menjawab permintaan Tarini, Taj Yasin pun meminta seluruh pengungsi Merapi yang masih ada di tempat evakuasi akhir (TEA) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang  untuk lebih bersabar. Sambil menunggu situasi aman.</p>
<p>&#8220;<em>Nggih mangke dibalekna, tapi nunggu aman riyin,</em> (ya nanti dipulangkan, tapi menunggu aman dulu),&#8221; ujar Gus Yasin.</p>
<p>Ia berharap para pengungsi lebih  sabar dulu dan harus patuhi  arahan BPBD dan tim siaga bencana. Karena,  pemerintah untuk sementara mengungsikan mereka, agar  tidak  ada korban jiwa jika Merapi erupsi besar.</p>
<p>&#8220;Saat ini masih siaga. Kemarin ada semburan awan panas, yang paling sulit sekarang itu arah angin. Arah anginnya mau kemana ini. Sehingga di radius 1-3 kilometer kita harap mereka diungsikan dulu,” kata Gus Yasin.</p>
<p>Menurutnya, pemerintah mengungsikan penduduk di daerah rawan bencana Merapi tersebut, karena tidak ingin kejadian saat erupsi Merapi pada  2006 dan 2010 lalu terulang. Yakni, warga yang ada di daerah rawan bencana kejar-kejaran dengan awan panas.</p>
<p>Ia menambahkan, bagi pengungsi yang saat ini masih berada di rumahnya masing-masing, agar selalu mengikuti arahan dari BPBD dan segera mengungsi bila bahaya mengancam.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Gus Yasin  juga meminta agar semua penambang bahan galian C  di sekitar Gunung Merapi yang masih  menambang, agar mematuhi  instruksi dari BPBD dan petugas lainnya.</p>
<p>“Tolong bagi yang masih menambang kalau sudah ada peringatan jangan naik  ke atas ( lokasi penambangan,red).  Tidak seperti kemarin sudah ada letusan, mereka tetap tenang-tenang saja,” pintanya.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Gus Yasin bersama dengan Komunitas Santri Gayeng memberikan bantuan berupa beras, gula dan nasi kotak.</p>
<p>Sementara itu,  Pelaksana tugas ( Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto mengatakan,  hingga saat ini jumlah pengungsi Merapi yang ada di dua titik pengungsian sebanyak 339 jiwa.</p>
<p>“Mereka berasal dari dusun di Desa Paten, Kecamatan Dukun. Yakni, 265 jiwa dari Dusun Babadan 1 yang mengungsi di TEA Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan. Lalu dari Dusun Babadan II, Desa Paten sebanyak 74 jiwa di TEA Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Yon</strong><strong>-wied</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/29/di-depan-wagub-jateng-pengungsi-merapi-minta-pulang">Di Depan Wagub Jateng Pengungsi Merapi Minta Pulang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>121 Pengungsi Merapi Minta Pulang, Ini Alasan Mereka</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/22/121-pengungsi-merapi-minta-pulang-ini-alasan-mereka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2021 10:13:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi pulang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=141943</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)&#8211; Sebanyak 121 pengungsi Gunung Merapi asal Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, yang selama 2,5 bulan berada di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, minta izin pulang ke rumahnya. Para pengungsi tersebut merupakan kelompok rentan, yakni para lansia, ibu-ibu hamil dan menyusui, anak-anak, balita dan penyandang disabilitas. Ke -121 warga tersebut [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/22/121-pengungsi-merapi-minta-pulang-ini-alasan-mereka">121 Pengungsi Merapi Minta Pulang, Ini Alasan Mereka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)</strong>&#8211; Sebanyak 121 pengungsi Gunung Merapi asal Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, yang selama 2,5 bulan berada di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, minta izin pulang ke rumahnya.</p>
<figure id="attachment_141951" aria-describedby="caption-attachment-141951" style="width: 344px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-141951" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ismail.jpg" alt="" width="344" height="415" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ismail.jpg 344w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ismail-332x400.jpg 332w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/ismail-124x150.jpg 124w" sizes="(max-width: 344px) 100vw, 344px" /><figcaption id="caption-attachment-141951" class="wp-caption-text">Kepala Desa Krinjing, Ismail</figcaption></figure>
<p>Para pengungsi tersebut merupakan kelompok rentan, yakni para lansia, ibu-ibu hamil dan menyusui, anak-anak, balita dan penyandang disabilitas. Ke -121 warga tersebut berasal dari tiga dusun yang berada di dekat puncak Merapi, yakni Dusun Trono, Trayem dan Pugeran.</p>
<p>“Salah satu alasan mereka minta izin pulang ke rumahnya dengan alasan merasa jenuh tinggal di pengungsian sejak 6 November lalu,” kata Kepala Desa Krinjing, Ismail, Jumat ( 22/1).</p>
<p>Ismail mengatakan, alasan lain  mereka minta pulang ke rumahnya, karena  menilai saat ini aktivitas vulkanik Merapi  mengalami penurunan baik deformasi maupun kegempaan.</p>
<p>Menurutnya, sebenarnya dari Pemkab Magelang  belum memberikan izin bagi para pengungsi untuk pulang ke rumahnya, karena saat ini masa tanggap darurat masih berlangsung hingga 14 Februari mendatang.</p>
<p>“Namun, karena alasan kemanusiaan, BPBD memberikan izin untuk sementara boleh pulang. Dengan catatan, bila sewaktu-waktu  terjadi peningkatan kembali aktivitas vulkanik Merapi agar kembali ke pengungsian,” kata mantan petugas pengamatan Merapi di Pos Babadan ini.</p>
<p>Ia mengakui, para pengungsi dari Desa Krinjing tersebut merupakan pengungsi Merapi di wilayah Magelang yang paling lama menempati barak pengungsian. Mereka sudah tinggal di pengungsian sejak 6 November 2020 lalu. Sedangkan pengungsi lainnya yang berasal dari desa lain di Kecamatan Dukun dan ditampung di beberapa TEA.</p>
<p>“Penduduk kami merupakan pengungsi yang paling <em>krasan </em>(betah) di pengungsian.  Karena, mereka menilai tempat tinggalnya berada di daerah yang rawan bahaya dan hanya berjarak 5 kilometer dari puncak,” ujarnya.</p>
<p>Saat para pengungsi tersebut pulang ke rumahnya, dari TEA Deyangan mereka menumpang empat unit truk, sejumlah mobil bak terbuka dan mobil pribadi. Dalam perjalanan  hingga Desa Krinjing mereka mendapatkan pengawalan dari petugas Dinas Perhubungan dan sejumlah relawan.</p>
<p><strong>Yon-wied</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/22/121-pengungsi-merapi-minta-pulang-ini-alasan-mereka">121 Pengungsi Merapi Minta Pulang, Ini Alasan Mereka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muncul 2 Kubah Lava Baru di Tengah dan Bibir Kawah 97 Merapi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/08/muncul-2-kubah-lava-baru-di-tengah-dan-bibir-kawah-97-merapi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2021 13:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merapi erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=138667</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG( SUARABARU.ID) &#8211; Terjadinya  guguran lava pijar  Gunung Merapi   yang terjadi sejak Senin (4/1) kemarin, menandakan gunung yang ada di perbatasan Provinsi Jateng dan DIY telah mengalami erupsi. Meskipun, saat ini erupsi tersebut masih skala kecil. Dengan adanya titik api diam  yang terlihat sejak 1 Januari dan terjadinya lava pijar pada 4 Januari serta kemarin [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/08/muncul-2-kubah-lava-baru-di-tengah-dan-bibir-kawah-97-merapi">Muncul 2 Kubah Lava Baru di Tengah dan Bibir Kawah 97 Merapi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG( SUARABARU.ID) &#8211; </strong>Terjadinya  guguran lava pijar  Gunung Merapi   yang terjadi sejak Senin (4/1) kemarin, menandakan gunung yang ada di perbatasan Provinsi Jateng dan DIY telah mengalami erupsi. Meskipun, saat ini erupsi tersebut masih skala kecil.</p>
<figure id="attachment_138671" aria-describedby="caption-attachment-138671" style="width: 305px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" class="wp-image-138671 size-medium" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/hanik-305x400.jpg" alt="" width="305" height="400" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/hanik-305x400.jpg 305w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/hanik-114x150.jpg 114w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/hanik.jpg 336w" sizes="(max-width: 305px) 100vw, 305px" /><figcaption id="caption-attachment-138671" class="wp-caption-text">Kepala  BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida. Foto: Yon</figcaption></figure>
<p>Dengan adanya titik api diam  yang terlihat sejak 1 Januari dan terjadinya lava pijar pada 4 Januari serta kemarin ( 7/1) sudah terjadi awan panas, menandakan  Gunung Merapi telah erupsi. Tetapi dalam skala kecil,” Kepala  Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida kepada wartawan di Magelang, Jumat ( 8/1).</p>
<p>Hanik mengatakan,pada erupsi 2021 ini  juga ditemukan adanya dua gundukan di permukaan kawah gunung . Dua gundukan yang kemungkinan besar merupakan kawah baru  teramati melalui citra satelit. Yakni,  berada di bibir ujung kubah lava tahun 1997 dan ada di tengah  kawah gunung.</p>
<p>Ia menambahkan,  dua  gundukan baru yang muncul  yang diduga kubah lava 2021  tersebut merupakan material magma baru yang tertutupi material lama.</p>
<p>Hanik menjelaskan, gundukan yang diduga kubah lava baru  yang berada di tengah kawah,  merupakan ekstruksi magma yang terjadi pada 31 Desember lalu.</p>
<p>“Namun, hingga saat ini kami terus memantau perkembangannya.  Namun, perkembangan kawah yang ada di bibir ujung kawah 1997 tersebut lebih sering  intens,” jelasnya.</p>
<p>Dari kubah lava baru yang ada di tengah kawah tersebut menjadi pusat keluarnya magma dan sudah menjadi lava pijar dan awan panas.</p>
<p>Hanik menjelaskan, magma Merapi saat ini sudah terakumulasi di bawah permukaaan yang kemudian memicu rekahan. Sedangkan material baru yang muncul ada di bibir ujung kawah 1997 bagian barat daya sehingga saat muncul langsung runtuh ke bawah.</p>
<p>Sedangkan ancaman bahaya dari Gunung Merapi saat ini yakni berada di sisi sebelah barat daya dan barat laut. Sedangkan  arah guguran material awan panas  mengarah  barat daya yakni melewati Kali Krasak. Sedangkan, guguran material lama mengarah ke barat laut yakni Kali Senowo.</p>
<p>Berdasarkan  kondisi sudah masuk fase erupsi  tersbeut dan masih ada kemungkinan besar Merapi erupsi eksplosif,  maka BPPTKG meminta pemerintah kabupaten yang mengelilingi Gunung Merapi siaga. Yakni,  Sleman, Boyolali, Kabupaten Magelang dan Klaten.</p>
<p>“Kami minta pemerintah empat kabupaten mempersiapkan segala sesuatu untuk mitigasi bencana karena sekarang erupsi eksplosif bisa terjadi setiap saat,” ujar</p>
<p>Selain itu,BPPTKG  juga meminta seluruh wilayah yang masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) III yakni jarak lima kilometer dari puncak, tidak ada aktivitas manusia.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/08/muncul-2-kubah-lava-baru-di-tengah-dan-bibir-kawah-97-merapi">Muncul 2 Kubah Lava Baru di Tengah dan Bibir Kawah 97 Merapi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sampai Sore Tadi Jumlah Pengungsi Merapi Mencapai 625 Warga</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/07/sampai-sore-tadi-jumlah-pengungsi-merapi-mencapai-625-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2021 13:14:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[metapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=138370</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Jumlah pengungsi beberapa warga desa di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang hari ini sebanyak 625 orang. Mereka itu warga beberapa desa di lereng Merapi. Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto memberikan data perlembangan jumlah pengungsi hari ini sampai pukul 18.00. Warga Desa Krinjing, dari Dusun Trono 24 orang mengungsi di Balaidesa Deyangan, Kecamatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/07/sampai-sore-tadi-jumlah-pengungsi-merapi-mencapai-625-warga">Sampai Sore Tadi Jumlah Pengungsi Merapi Mencapai 625 Warga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (<a href="https://suarabaru.id/">SUARABARU.ID</a>) &#8211; </strong>Jumlah pengungsi beberapa warga desa di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang hari ini sebanyak 625 orang.</p>
<p>Mereka itu warga beberapa desa di lereng Merapi. Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto memberikan data perlembangan jumlah pengungsi hari ini sampai pukul 18.00.</p>
<p>Warga Desa Krinjing, dari Dusun Trono 24 orang mengungsi di Balaidesa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan. Warga Dusun Pugeran 44 jiwa di Balaidesa Deyangan,  Mertoyudan. Warga Dusun Trayem 53 jiwa di Balaidesa Deyangan,  Mertoyudan. Jumlah pengungsi dari Desa Krinjing sebanyak 121 jiwa.</p>
<p>Sedangkan warga Desa Ngargomulyo dari Dusun Gemer  47 jiwa di tempat evakuasi akhir (TEA) Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan. Dari Dusun Ngandong 21 jiwa juga di Gedung TEA Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan. Dari Dusun Karanganyar 15 jiwa di TEA Desa Tamanagung.  Jumlah pengungsi dari Desa Ngargomulyo sebanyak 83 jiwa.</p>
<p>Lalu dari Desa Keningar, warga Dusun Banaran 20 jiwa di SDN 1 Ngrajek, Kecamatan Mungkid. Warga Dusun Banaran dan  Gondangrejo 35 jiwa di rumah Kades Ngrajek. Jumlah pengungsi dari Desa Keningar sebanyak 55 jiwa.</p>
<p>Selain itu warga Desa Paten, Dusun Babadan I 264 jiwa di TEA Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan. Warga Dusun Babadan II sebanyak 102 jiwa di TEA Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan. Jumlah pengungsi dari Desa Paten sebanyak 366 orang.</p>
<p>Edi menambahkan, jumlah  pengungsi bertambah 102 jiwa dari Dusun Babadan II ke TEA Desa Mertoyudan. Selain itu Desa Keningar di luar rekomendasi prakiraan bahaya BPPTKG.</p>
<p>Namun atas dasar rasa takut dan trauma akibat kejadian erupsi Merapi tahun 2010 maka pemerintah desa setempat memfasilitasi evakuasi pengungsian. &#8220;Total pengungsi 625 jiwa di enam titik lokasi pengungsian,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Terkait hal itu dilakukan beberapa penanganan. Antara lain, sektor dapur umum menyiapkan kebutuhan personil dan peralatan dapur umum di setiap barak. Mereka menyiapkan makanan bagi pengungsi dan petugas.</p>
<p>Di sektor kesehatan mendirikan pos layanan kesehatan yang meliputi cek kesehatan berkala di masing-masing barak. Juga memberikan layanan cek dan tracing Covid-19 bagi pengungsi. Lalu memberikan layanan kesehatan bagi pengungsi rentan. Juga ada  kegiatan <em>trauma healing</em> untuk para pengungsi.</p>
<p><strong>Eko Priyono-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/07/sampai-sore-tadi-jumlah-pengungsi-merapi-mencapai-625-warga">Sampai Sore Tadi Jumlah Pengungsi Merapi Mencapai 625 Warga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peningkatan Aktivitas Merapi, Masih 120 Orang Kelompok Rentan Belum Mengungsi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/07/peningkatan-aktivitas-merapi-masih-120-orang-kelompok-rentan-belum-mengungsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2021 10:31:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas merapi]]></category>
		<category><![CDATA[bpbd kabupaten magerlang]]></category>
		<category><![CDATA[Edy Susanto]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=138324</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)- Masih ada 120 orang yang termasuk kelompok rentan yang belum mengungsi, terkait dengan aktivitas Gunung Merapi. Sebanyak 120 warga tersebut berasal dari di Dusun Batur Ngisor. Sedangkan 200 warga Dusun Babadan 2, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang kembali ke pengungsian di Tempat Evakuasi Akhir ( TEA) Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kamis (7/1). [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/07/peningkatan-aktivitas-merapi-masih-120-orang-kelompok-rentan-belum-mengungsi">Peningkatan Aktivitas Merapi, Masih 120 Orang Kelompok Rentan Belum Mengungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)-</strong> Masih ada 120 orang yang termasuk kelompok rentan yang belum mengungsi, terkait dengan aktivitas Gunung Merapi. Sebanyak 120 warga tersebut berasal dari di Dusun Batur Ngisor.</p>
<p>Sedangkan 200 warga Dusun Babadan 2, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang kembali ke pengungsian di Tempat Evakuasi Akhir ( TEA) Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kamis (7/1).</p>
<p>Dengan mengungsinya 200 warga dari Dusun Babadan 2 tersebut, hingga saat ini tinggal satu dusun saja yang warganya belum mengungsi.</p>
<p>“Dari sembilan dusun dari tiga desa di Kecamatan Dukun yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi, saat ini tinggal satu dusun yang warganya belum mengungsi. Yakni, Dusun Batur Ngisor, Desa Ngargomulyo,” kata Camat Dukun, Amin Sudrajad di sela-sela memantau proses evakuasi warga Dusun Babadan 2, Desa Paten, Kamis (7/1).</p>
<p>Amin mengatakan, tersebut hingga saat ini tercatat sebanyak 120 orang yang masuk kelompok rentan dan harus mengungsi terlebih dulu.</p>
<p>Menurutnya, warga di Dusun Batur Ngisor tersebut memilih belum mengungsi dengan alasan hingga saat ini masih menunggu hasil musyawarah dengan pihak terkait yakni pemerintah desa setempat .</p>
<p>Ia menambahkan, untuk warga dari Dusun Babadan 2 ini memilih kembali ke pengungsian di TEA Desa Mertoyudan, setelah mendapatkan sosialisasi dari BPPTKG Jogjakarta dua hari lalu.</p>
<p>“Setelah mendapatkan sosialisasi dari BPPTKG Jogjakarta mengenai kondisi Gunung Merapi yang terus mengalami peningkatan, akhirnya 200 orang kelompok rentan dari Dusun Babadan 2 ini mau untuk kembali ke pengungsian,” kata Amin.</p>
<p><strong>Baru Seminggu Lalu</strong></p>
<p>Kepala Dusun Babadan 2, Sudarno mengatakan,  para pengungsi dari dusun yang berjarak hanya  4 kilometer dari puncak Merapi tersebut, sebenarnya baru seminggu lalu meninggalkan pengungsian di Desa Mertoyudan.</p>
<p>Adapun alasan mereka  pulang kembali ke rumahnya masing-masing, karena mengalami kejenuhan selama di pengungsian sejak awal November 2020 kemarin.</p>
<p>“Sebenarnya kami baru seminggu lalu pulang dari lokasi pengungsian di Mertoyudan. Dan, kini memilih mengungsi kembali karena Merapi mengalami peningkatan,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, proses keberangkatan warga yang tinggal di dusun yang berjarak sekitar 4 kilometer dari puncak Merapi menuju pengungsian di Desa Mertoyudan, sempat  tertunda sekitar satu jam. karena hujan cukup deras melanda dusun tersebut.</p>
<p>Semula, warga telah sepakat untuk meninggalkan rumahnya untuk kembali ke pengungsian pada pukul 12.00 WIB, dan karena hujan  mereka berkumpul sekitar pukul 13.00 WIB.</p>
<p>Sedangkan, puluhan mobil yang sebagian besar merupakan mobil ambulance telah bersiap di titik kumpul sejak pukul 10.00 WIB. Selain menggunakan mobil ambulans, dari Kodim 0705/ Magelang juga menyiapkan dua armada truk.</p>
<p>Tetapi, karena jalan masuk ke Dusun Babadan 2 terdapat Jembatan Kali Jagang yang tidak bisa dilakukan armada truk, truk milik Kodim0705/ Magelang terpaksa menunggu di jalan raya menuju Pos Pengamatan Merapi di Babadan.</p>
<p>Sedangkan untuk memudahkan para pengungsi yang sebagian besar merupakan kelompok rentan, yakni lansia, anak-anak, balita dan penyandang disabilitas, sebagian dari pengungsi terpaksa diangkut secara estafet menggunakan armada ambulans atau mobil pribadi, hingga di jalan raya yang berjarak  sekitar 500 meter dari dusun tersebut.</p>
<p>Sesampainya di TEA Desa Mertoyudan, para pengungsi sebelum masuk ke dalam ruangan yang telah disediakan, di rapid tes oleh tim kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/07/peningkatan-aktivitas-merapi-masih-120-orang-kelompok-rentan-belum-mengungsi">Peningkatan Aktivitas Merapi, Masih 120 Orang Kelompok Rentan Belum Mengungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Merapi Meningkat, Warga Batasi &#8216;Jam Kerja&#8217; di Ladang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/06/aktivitas-merapi-meningkat-warga-batasi-jam-kerja-di-ladang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2021 12:55:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas merapi meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[gunung api]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=138036</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir, tidak menyurutkan warga di Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang beraktivitas seperti biasa. Meskipun dusun tersebut merupakan salah satu dari sembilan dusun di Kecamatan Dukun berada di  kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi. Dusun Babadan 1  tersebut hanya berjarak 4,5 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/aktivitas-merapi-meningkat-warga-batasi-jam-kerja-di-ladang">Aktivitas Merapi Meningkat, Warga Batasi &#8216;Jam Kerja&#8217; di Ladang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; </strong>Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir, tidak menyurutkan warga di Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang beraktivitas seperti biasa.</p>
<p>Meskipun dusun tersebut merupakan salah satu dari sembilan dusun di Kecamatan Dukun berada di  kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi.</p>
<p>Dusun Babadan 1  tersebut hanya berjarak 4,5 kilometer dari puncak Merapi, sedangkan seusai rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta terkait  peningkatan status Merapi dari waspada (level II) menjadi  siaga (level III),  wilayah di  KRB III (5 kilometer) dari puncak Merapi harus dikosongkan.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2021/01/05/takut-suara-gemuruh-merapi-warga-dusun-babadan-1-kembali-ke-pengungsian/">Takut Suara Gemuruh Merapi, Warga Dusun Babadan 1 Kembali ke Pengungsian</a></strong></span></p>
<p>Warga dusun setempat yang masih melakukan aktivitas seperti biasa yakni mencari rumput, merawat hewan ternak dan berladang tersebut, merupakan kelompok warga yang sehat dan masih muda usia.</p>
<p>Sedangkan, sebagian warga  merupakan kelompok rentan, yakni, para lansia, anak-anak, ibu hamil dan penyandang disabilitas harus hidup di pengungsian. Yakni di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan.</p>
<p>Sudarsi, salah satu warga Dusun Babadan 1 mengatakan, warga yang hingga saat  ini  bertahan di rumahnya masing-masing  tetap  beraktivitas seperti biasa. Selain berladang, mencari rumput untuk ternak dan juga menjaga serta membersihkan rumah yang ditinggal anggota keluarga lainnya.</p>
<p><strong>Batasi Diri</strong></p>
<p>Namun, seiring peningkatan aktivitas Merapi akhir-akhir ini, kegiatan di ladang baik berladang maupun mencari rumput untuk hewan ternaknya juga  tidak bisa  seperti biasa. “Mereka juga membatasi diri  ‘jam kerja’ di ladangnya. Dari semula sejak pagi hingga sore hari. Kini, hanya sampai siang hari saja, atau bahkan hanya berladang di pagi hari saja,” ujarnya.</p>
<p>Bahkan, imbuhnya, warga yang biasa mencari rumput hingga  hutan mendekati  puncak gunung. Saat ini  membatasi  hingga  jarak paling jauh  3,5 kilometer dari puncak Merapi.</p>
<p>Warga Dusun Babadan 1 sengaja membatasi aktivitas di ladang baik mencari rumput maupun mengolah lahan pertaniannya, karena dalam beberapa hari terakhir suara gemuruh dari perut gunung yang dikenal dengan sebutan “Kyai Petruk” itu semakin meningkat.</p>
<p>Suara gemuruh tersebut terdengar tidak hanya di siang hari, melainkan juga sering terdengar dari Dusun Babadan 1 yang hanya berjarak  4,5 kilometer dari puncak Merapi.</p>
<figure id="attachment_138039" aria-describedby="caption-attachment-138039" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-138039" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/darsi.jpg" alt="" width="681" height="353" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/darsi.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/darsi-400x207.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/darsi-150x78.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-138039" class="wp-caption-text">Sudarsi warga Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang yang juga dipercaya sebagai salah satu coordinator pengungsi di TEA Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan. Foto: Yon</figcaption></figure>
<p><strong><span style="font-size: 12pt;">Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2021/01/06/muncul-lava-pijar-tanda-erupsi-merapi-semakin-dekat/">Muncul Lava Pijar Tanda Erupsi Merapi Semakin Dekat</a></span></strong></p>
<p>“Bahkan, kalau suara gemuruh tersebut lebih sering dan keras juga disertai adanya goncangan seperti gempa,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, seringnya mendengarkan suara gemuruh dari Gunung Merapi tersebut, menjadikan warga lebih waspada dan <em>niteni </em>(mengamati) aktivitas gunung tersebut.</p>
<p>Yakni, bila semula hampir sering mendengar suara gemuruh dan tiba-tiba intensitas suara tersebut berkurang. Maka,  menjadi semacam tanda tanya tersendiri bagi masyarakat setempat.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2021/01/06/merapi-masuki-fase-erupsi-warga-area-bahaya-dipastikan-sudah-mengungsi/">Merapi Masuki Fase Erupsi, Warga Area Bahaya Dipastikan Sudah Mengungsi</a></strong></span></p>
<p>“Kalau dulu sering mendengar suara gemuruh  hampir sepanjang hari dan suatu saat suara tersebut hanya dua hingga  tiga kali dengan jarak yang  jauh dalam sehari, menjadi tanda tanya tersendiri dari warga  apa yang sedang terjadi di Merapi,” ujar Sudarsi yang juga dipercaya sebagai salah satu koordinator pengungsi di TEA Desa Banyurojo.</p>
<p><strong>Ronda Malam </strong></p>
<p>Sudarsi menambahkan,  bagi kaum laki-laki yang masih bertahan di Dusun Babadan mempunyai suatu kwajiban untuk menjaga keamanan linkungan dusun tersebut. Yakni, melakukan ronda malam.</p>
<p>Selain itu, mereka juga  tetap memantau kondisi Merapi dan bila suatu saat terjadi erupsi dan harus mengungsi. Mereka, harus segera “turun gunung”.</p>
<p>Kaum laki-laki yang  bertahan di Dusun Babadan tersebut, juga  diminta  menyiapkan semua kendaraan bermotor yang bisa digunakan untuk mengungsi. Dan  menjaga keamanan dusun di waktu malam hari dengan melakukan ronda malam.</p>
<p>“Seluruh kaum laki-laki  warga Dusun Babadan 1 yang tersebar di tujuh rukun tetangga tiap malam secara bergiliran ronda malam. Dan di Desa Babadan 1 terdapat empat pos ronda,” imbuhnya.</p>
<p>Darsi menambahkan, di masing-masing pos ronda tersebut dilengkapi dengan radio komunikasi handy talky (HT) sebagai sarana komunikasi warga.</p>
<p>Selain itu, pesawat HT tersebut juga digunakan untuk memantau aktivitas kegempaan Merapi.Karena, ada salah satu frekuensi radio komunikasi tersebut bisa menangkap gelombang pemantau aktivitas kegempaan yang disambungkan dari pos pengamatan Gunung Merapi.</p>
<p><strong>Widiyas Cahyono-trs</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/aktivitas-merapi-meningkat-warga-batasi-jam-kerja-di-ladang">Aktivitas Merapi Meningkat, Warga Batasi &#8216;Jam Kerja&#8217; di Ladang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semua Warga di Kawasan Rawan Bencana  III Merapi Harus Mengungsi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/06/137948</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2021 08:01:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Edy Susanto]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=137948</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang terus berupaya meminta semua warga  yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi, untuk mengungsi. “Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa dan  memberikan  himbauan agar warganya  di KRB III Merapi untuk mengungsi. Anjuran ini khusus  bagi  warga di kawasan tersebut  hingga saat ini belum mengungsi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/137948">Semua Warga di Kawasan Rawan Bencana  III Merapi Harus Mengungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang terus berupaya meminta semua warga  yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi, untuk mengungsi.</p>
<figure id="attachment_137952" aria-describedby="caption-attachment-137952" style="width: 551px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-137952" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto.jpg" alt="" width="551" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto.jpg 551w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-324x400.jpg 324w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-121x150.jpg 121w" sizes="(max-width: 551px) 100vw, 551px" /><figcaption id="caption-attachment-137952" class="wp-caption-text">Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto. Foto; Yon</figcaption></figure>
<p>“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa dan  memberikan  himbauan agar warganya  di KRB III Merapi untuk mengungsi. Anjuran ini khusus  bagi  warga di kawasan tersebut  hingga saat ini belum mengungsi, “ kata  Pelaksana tugas (Plt) Kepala  Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, Rabu (6/12).</p>
<p>Edy mengatakan, selain bersama dengan pemerintah desa, dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogjakarta  juga turut memberikan sosialisasi kepada masyarakat tersebut terkait dengan kondisi Merapi saat ini.</p>
<p>Edy mengatakan, sesuai rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta, di wilayah Kabupaten Magelang terdapat tiga desa  yang masuk  dalam KRB III Merapi.</p>
<p>Ketiga desa  yang ada di Kecamatan Dukun tersebut, yakni  Desa Ngargomulyo, Krinjing dan Paten.</p>
<p>Namun, karena perkembangan di masyarakat , terdapat satu desa lagi yang di luar perkiraan  rekomendasi bahaya  dari BPPTKG. Yakni Desa Keningar. “Warga Desa Keningar tersebut memilih ikut mengungsi karena merasa ketakutan dan masih  trauma atas  erupsi Merapi tahun 2010 lalu. Maka,  pemerintah desa setempat memfasilitasi warganya untuk mengungsi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, meskipun aktivitas vulkanik Merapi meningkat  namun  hingga saat belum semua warga mengungsi. Warga yang hingga saat ini belum mengungsi tersebut ada  di dua dusun . Yakni, di Dusun Babadan 2, Desa Paten dan Dusun  Batur Ngisor, Desa  Ngargomulyo.</p>
<p>Menurutnya, seiring dengan meningkatnya  aktivitas vulkanik Gunung Merapi,  tempat yang paling aman bagi warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi yakni di pengungsian.</p>
<p>“Sesuai konsep desa bersaudara,  wargalah yang mengungsi bukan diungsikan. Namun tentunya bila peningkatan cukup signifikan dan perlu dilakukan upaya upaya lebih memaksa. Orientasi kita adalah penyelamatan jiwa manusia,&#8221; kata  Edy yang juga menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Magelang.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/137948">Semua Warga di Kawasan Rawan Bencana  III Merapi Harus Mengungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Takut Suara Gemuruh Merapi, Warga Dusun Babadan 1 Kembali ke Pengungsian</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/05/takut-suara-gemuruh-merapi-warga-dusun-babadan-1-kembali-ke-pengungsian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2021 09:05:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=137579</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Sekitar 300 orang warga Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang kembali ke Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan. Mereka kembali ke pengungsian tersebut,  menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi, Selasa ( 5/1). Proses pengungsian warga dari dusun yang berjarak sekitar 4,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi tersebut [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/05/takut-suara-gemuruh-merapi-warga-dusun-babadan-1-kembali-ke-pengungsian">Takut Suara Gemuruh Merapi, Warga Dusun Babadan 1 Kembali ke Pengungsian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Sekitar 300 orang warga Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang kembali ke Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan.</p>
<p>Mereka kembali ke pengungsian tersebut,  menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi, Selasa ( 5/1). Proses pengungsian warga dari dusun yang berjarak sekitar 4,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi tersebut menggunakan sekitar 20 mobil.</p>
<p>Dua buah truk, satu mobil patrol milik Kodim 0705/ Magelang, sejumlah mobil ambulans dari BPBD, Satpol PP, dan Damkar serta mobil ambulans milik beberapa pemerintah desa di wilayah Kecamatan Dukun. Selain itu, juga menggunakan mobil pribadi.</p>
<p>Menjelang tengah siang  Kepala Dusun Babadan 1, Bambang Pawitan mengumumkan melalui pengeras suara yang ada di depan rumahnya, meminta agar warga Dusun Babadan 1 yang termasuk kelompok rentan segera berkemas-kemas dan berkumpul di titik kumpul.</p>
<p>Mendengar seruan tersebut, mereka segera bergegas  sambil membawa sejumlah pakaian yang dimasukkan ke dalam tas atau tempat lainnya.</p>
<p>Sementara itu, puluhan relawan dari BPBD Kabupaten Magelang dan relawan lainnya dibantu dari unsur TNI dan Polri sudah bersiap dengan kendaraannya yang akan membawa mereka ke pengungsian yang sebelumnya  telah ditinggalkan sejak 14 Desember lalu.</p>
<p>Proses evakuasi berjalan lancar, tidak ada kepanikan warga saat mereka harus kembali ke pengungsian.</p>
<p>Salah satu  warga Dusun Babadan 1, Nur Intan mengaku, dirinya bersama para tetangganya berkeinginan kembali ke pengungsian.. Karena,  dalam beberapa hari terakhir rasa khawatir menghinggapi warga setempat, yang disebabkan peningkatan aktivitas  Gunung Merapi.</p>
<p>Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir warga setempat tidak bisa tidur nyenyak, karena  hampir setiap malam terdengar suara  gemuruh dari gunung yang berada di perbatasan Povinsi Jateng dan DIY itu,</p>
<p>Meskipun demikian, tidak semua kaum perempuan di dusun tersebut ikut mengungsi. Melainkan tetap tinggal di rumahnya bersama para suaminya untuk berjaga-jaga di rumah.Selain itu, mereka juga masih merawat hasil ladangnya serta hewan ternaknya.</p>
<p>Sementara itu, warga lainnya Warno mengaku seringnya  terdengar suara gemuruh dari perut gunung yang hanya berjarak 4,5 kilometer tersebut, menjadikan warga setempat terutama kaum laki-laki yang masih muda banyak berjaga-jaga di malam hari.</p>
<p>“<em>Nek ndalu kathah tiyang jaler sami  lek-lekan kalih rondha</em>, amargi kahanane Merapi meningkat (kalau malam hari banyak kaum laki-laki yang tidak tidur sambil ronda, karena kondisi aktivitas Merapi meningkat),” ujarnya.</p>
<p>Selain berjaga-jaga di beberapa pos ronda,  untuk memantau kondisi Merapi mereka juga memanfaatkan pesawat handy talki (HT), untuk memantau sinyal dari pos pengamatan Merapi yang dihubungkan melalui frekuensi radio komunikasi tersebut.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/05/takut-suara-gemuruh-merapi-warga-dusun-babadan-1-kembali-ke-pengungsian">Takut Suara Gemuruh Merapi, Warga Dusun Babadan 1 Kembali ke Pengungsian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merapi Masih Aktif, Pengungsi Banyak yang Pulang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/01/merapi-masih-aktif-pengungsi-banyak-yang-pulang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2021 14:10:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=136671</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto menginformasikan sampai Jumat (1/1/21) pukul 18.00 aktivitas Gunung Merapi masih tinggi. Gempa guguran juga cukup banyak. Kendati demikian ratusan warga beberapa desa di lereng Merapi yang semula mengungsi kini sudah banyak yang pulang ke rumah masing-masing. Sampai pukul 18.00 tadi jumlah pengungsi 119 warga Desa Krinjing, Kecamatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/01/merapi-masih-aktif-pengungsi-banyak-yang-pulang">Merapi Masih Aktif, Pengungsi Banyak yang Pulang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (<a href="https://suarabaru.id/">SUARABARU.ID</a>) &#8211; </strong>Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto menginformasikan sampai Jumat (1/1/21) pukul 18.00 aktivitas Gunung Merapi masih tinggi. Gempa guguran juga cukup banyak.</p>
<figure id="attachment_136673" aria-describedby="caption-attachment-136673" style="width: 567px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-136673" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy.jpg" alt="" width="567" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy.jpg 567w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-333x400.jpg 333w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-125x150.jpg 125w" sizes="(max-width: 567px) 100vw, 567px" /><figcaption id="caption-attachment-136673" class="wp-caption-text">Edy Susanto, Kepala BPBD Kabupaten Magelang. Foto: Dok FB</figcaption></figure>
<p>Kendati demikian ratusan warga beberapa desa di lereng Merapi yang semula mengungsi kini sudah banyak yang pulang ke rumah masing-masing. Sampai pukul 18.00 tadi jumlah pengungsi 119 warga Desa Krinjing, Kecamatan Dukun. Yakni warga Dusun Trono 24 jiwa di Gedung Balaidesa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan.</p>
<p>Dusun Pugeran 42 jiwa di balaidesa Deyangan Kecamatan Mertoyudan. Warga Dusun Trayem 53 jiwa juga di balaidesa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan. &#8220;Seluruh pengungsi dari Dusun Babadan II, Desa Paten sejumlah 120 jiwa kembali ke rumah masing-masing,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan, berdasarkan data hasil pemantauan Gunung Merapi oleh BPPTKG, aktivitas vulkanik dapat berlanjut ke erupsi yang membahayakan penduduk. Oleh karena itu, sejak 5 November 2020 pukul 12.00  tingkat aktivitas Merapi dinaikkan dari waspada (level II) ke siaga (level III).</p>
<p>Prakiraan daerah bahaya oleh BPPTKG di Kabupaten Magelang adalah wilayah Kecamatan Dukun. Yakni Desa Paten khususnya Dusun Babadan 1 dan 2. Desa Krinjing meliputi Dusun Trono, Pugeran dan Trayem. Desa Ngargomulyo meliputi Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong dan Dusun Karanganyar.</p>
<p>Penetapan status tanggap darurat dari hasil pemantauan dan rekomendasi dari BPPTKG, Pemerintah Kabupaten Magelang memberlakukan status siaga darurat bencana erupsi Gunung Merapi. Sehingga kelompok rentan  diungsikan ke desa saudara (desa penyangga).</p>
<p>Yakni warga Desa Paten di Desa Banyurojo dan Mertoyudan Kecamatan Mertoyudan. Warga Desa Krinjing di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan. Desa Ngargomulyo  di Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan. Warga Desa Keningar di Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid.</p>
<p><strong>Eko Priyono-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/01/merapi-masih-aktif-pengungsi-banyak-yang-pulang">Merapi Masih Aktif, Pengungsi Banyak yang Pulang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>