<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Meriam London Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/meriam-london/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 May 2026 06:17:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Meriam London Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Arteta, Setelah Sekian Lama&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/09/arteta-setelah-sekian-lama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 10:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Budapest]]></category>
		<category><![CDATA[Final Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam London]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Si Kuping Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Sindrom]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=558445</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // setinggi apakah puncak pencapaian Arsenal?/ ukuran Liga Champions?/ atau ukuran Liga Primer?/ jika ukurannya adalah trofi/ bagaimana dengan performa?/ jika ukurannya adalah gelar/ bisa apa Arteta dan pasukannya?// (Sajak “Filosofi Arteta”, 2026) SETELAH begitu lama menatah sejarah, inikah saatnya Arsenal bakal meraih puncak? Atau, Meriam London kembali mengulang kisah kelam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/09/arteta-setelah-sekian-lama">Arteta, Setelah Sekian Lama&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-558453 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// setinggi apakah puncak pencapaian Arsenal?/ ukuran Liga Champions?/ atau ukuran Liga Primer?/ jika ukurannya adalah trofi/ bagaimana dengan performa?/ jika ukurannya adalah gelar/ bisa apa Arteta dan pasukannya?//</em><br />
<strong>(Sajak “Filosofi Arteta”, 2026)</strong></p>
<p><strong>SETELAH</strong> begitu lama menatah sejarah, inikah saatnya Arsenal bakal meraih puncak?</p>
<p>Atau, Meriam London kembali mengulang kisah kelam 2006, ketika kalah dari Barcelona dalam partai puncak yang digadang-gadang menjadi final ideal di Stade de France, Paris?</p>
<p>Ketika itu, di bawah Arsene Wenger, Arsenal membawakan orkestrasi sepak bola indah, mengalunkan irama rancak nan memesona. Sedangkan Barcelona dalam racikan taktik Frank Rijkaard menjelma sebagai tim dengan impresivitas sepak bola menyerang yang memukau.</p>
<p>Intentitas permainan elok kedua klub membuat final Liga Champions ketika itu betul-betul ditunggu sebagai “final ideal”.</p>
<p>Filosofi permainan Mikel Artela telah mengalahkam racikan strategi Diego Simeone di semifinal dengan agregat 2-1. Kini ditunggu, apakah “Arteta-ball” bisa menuntaskan final Liga Champions melawan Paris St Germain, yang di semifinal lainnya menundukkan Bayern lewat gol rata-rata Muenchen 6-5.</p>
<p><strong>Filosofi Arteta</strong><br />
Apa yang sebenarnya menarik dari permainan Arsenal, sehingga musim ini terjanjikan final yang diperkirakan indah melawan juara bertahan PSG?</p>
<p>Di bawah arahan Luis Enrique, Les Parisiens tampil stabil dan memiliki pilar-pilar hebat di setiap posisi. PSG juga mengetengahkan sepak bola menyerang dan permainan rancak. Duo penyerangnya, Khvicha Kvaratskhelia dan Ousman Dembele menjadi jaminan ketajaman sebagai ancaman bagi pertahanan lawan.</p>
<p>Kvaratskhelia adalah pemain asal Georgia yang menjadi andalan dalam menyusur dan mengacak-acak sayap, sedangkan Dembele peraih Ballon d’Or 2025 merupakan kekuatan lain PSG di sektor sayap dengan dua kaki sama-sama mematikan. Enrique juga masih punya amunisi lain, Desire Doue dan Achraf Hakimi dengan uman-umpan silang efektif.</p>
<p>Lalu di mana sebenarnya kekuatan Arsenal?</p>
<p>Permainan Arsenal terorganisasi dalam dominasi penguasaan bola, yang memberi struktur pertahanan solid dan intensitas. Ketika kehilangan bola, para pemain segera menekan balik lawan dan menghentikan transisi mereka.</p>
<p>Pelatih Liverpool Arne Slot pernah memberi apresiasi kepada Mikel Arteta. Dia memuji kemampuan pria Spanyol ini dalam meracik strategi dan taktik yang sangat fleksibel. Dia melihat bagaimana Arsenal mampu beradaptasi dengan berbagai gaya permainan, baik menyerang maupun bertahan. Hal ini menunjukkan kedalaman taktik dan kemampuan adaptasi yang bagus.</p>
<p>Filosofi sepak bola Mikel Arteta berakar pada dominasi kontrol permainan, keunggulan posisi, dan intensitas tinggi, yang sering dijabarkan melalui taktik berbasis penguasaan bola (<em>possession-based</em>), serangan terstruktur dari lini belakang, <em>pressing</em> ketat, serta perhatian detail pada situasi bola mati &#8212; terutama dari momen tendangan sudut &#8212; untuk mencetak gol. Ketajaman Arsenal antara lain ditopang oleh pendekatan pragmatis, memadukan fleksibilitas taktis dengan disiplin pertahanan.</p>
<p>Dengan melaju ke final Liga Champions, Mikel Arteta meraih capaian baru dalam karier kepelatihannya. Dia bangga menjadi bagian dari Arsenal bersama dengan para pemain dan suporter menciptakan sejarah bagi klub.</p>
<p>“Kami tahu betapa (pencapaian) ini begitu berarti buat semua orang, kami memberikan segalanya, para pemain melakukan pekerjaaan yang luar biasa dan setelah 20 tahun dan untuk kedua kali dalam sejarah, kami kembali lagi ke final Liga Champions,” ucapnya.</p>
<p>Yang juga membuat Arteta gembira adalah kualitas anak asuhnya saat menghadapi Atletico Madrid dengan level permainan yang tinggi. “Kita tahu betapa sulit dan menantang level lawan di semifinal. Atletico, mereka adalah tim yang luar biasa, cara mereka bersaing, solusi yang mereka punya, jawaban atas segala yang Anda coba lakukan, benar-benar luar biasa. Alasan mereka ada di sana, mereka telah melakukan tugas yang besar, dan perbedaannya tipis,” ungkapnya.</p>
<p>Arteta yang sudah menangani Arsenal sejak 2019 pun menanggapi pertanyaan soal kemampuan anak asuhnya bersaing di level Eropa secara bertahap, dari tidak masuk Liga Champions, kemudian memijak Europa League, dan kemudian kembali ke turnamen nomor satu antarklub Eropa, hingga meraih final.</p>
<p>“Itu sangat berat dan sulit, tetapi sekali lagi, kami punya keinginan dan ambisi yang sama untuk klub ini, dan kemudian memang ada sedikit keberuntungan, segala sesuatu harus berjalan sesuai keinginan Anda.”</p>
<p>“Kami telah mencurahkan begitu banyak kerja keras, semangat, dan keyakinan ke dalam hal yang kami lakukan hari ini dan kami mendapat kesempatan untuk menjalani hari yang luar biasa di Budapest dalam beberapa pekan ke depan,” ucap mantan pemain Arsenal itu (<em>cnnidonesia.com</em>, 6 Mei 2026).</p>
<p>Pada sisi lain, Luis Enrique meyakini, PSG sudah lebih kuat, dan hal itu terlihat dari kondisi stabil performa klub asuhannya itu di sepanjang perjalanan menuju final Liga Champions.</p>
<p>Dua pria Spanyol di final Eropa: siapa yang bakal berjaya? Enrique yang mampu mempertahankan gelar, atau Arteta yang mencetak sejarah bagi Arsenal?</p>
<p>Apa pun, ini adalah representasi dari dua wajah filosofi sepak bola yang sama-sama berkarakter impresif. PSG dengan kemenyatuan yang terbentuk cukup panjang, dan Arsenal dengan kolektivitas yang menjadi kekuatan Arteta.</p>
<p><strong>Menatah Sejarah</strong><br />
Arsenal, bagaimanapun telah menjejak satu tahap: ada harapan bakal mengukir sejarah. Selain untuk kali pertama mengangkat trofi Si Kuping Besar, juga memenuhi hasrat menjuarai Liga Primer yang sejak 2004 tak pernah diraih.</p>
<p>Kini, Meriam London juga memupuk mimpi, menjauhi “kutukan”: meredup dan diliputi “sindrom nyaris” di saat-saat menentukan. Termasuk ketika lolos ke final 2006, dan tiga musim mendekat ke juara Liga Primer tetapi akhirnya merasakan pahitnya kegagalan.</p>
<p>Dan, melawan PSG dalam final Eropa di Budapest nanti ini adalah kesempatan untuk membuat sejarah&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan<a href="http://Suarabaru.Id"> Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/09/arteta-setelah-sekian-lama">Arteta, Setelah Sekian Lama&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arsenal dan Kerikil Terakhir</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/28/arsenal-dan-kerikil-terakhir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 10:00:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[La Masia]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam London]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=546447</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tinggal seurat/ rasanya seperti mendaki/ curam dalam puluhan musim/ selalu ada kerikil/ tajam mengganggu/ di tikungan terakhir&#8230;// (Sajak “Titik Rawan Sang Meriam”, 2026) BENARKAH Arsenal sudah melewati fase rawan lewat kemenangan 4-1 atas Tottenham Hotspur dalam Derby London, pekan lalu? Konfiden tentu boleh-boleh saja, bahkan harus; namun Sang Meriam London [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/28/arsenal-dan-kerikil-terakhir">Arsenal dan Kerikil Terakhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-546452 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x40.webp 150w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tinggal seurat/ rasanya seperti mendaki/ curam dalam puluhan musim/ selalu ada kerikil/ tajam mengganggu/ di tikungan terakhir&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Titik Rawan Sang Meriam”, 2026)</strong></p>
<p><strong>BENARKAH</strong> Arsenal sudah melewati fase rawan lewat kemenangan 4-1 atas Tottenham Hotspur dalam <em>Derby</em> London, pekan lalu?</p>
<p>Konfiden tentu boleh-boleh saja, bahkan harus; namun Sang Meriam London tetap tak boleh abai dari pengalaman tiga musim terakhir: ketika optimisme meraih trofi berubah menjadi “kutukan” kegagalan yang belum juga terurai.</p>
<p>Kemenangan atas Spurs memang terasa memberi secercah harapan, setelah sebelumnya Mikhael Odegaard dkk hanya mampu mencatat hasil seri 1-1 melawan Brentford, dan 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers. Mentalitas tim besutan Mikel Arteta itu dibuktikan dengan ketenangan yang mengantar untuk mengalahkan Spurs.</p>
<p>Hanya, laga terakhir yang melegakan itu tidak bisa disebut sebagai kerikil utama yang mengganggu. Ada sejumlah tantangan lain yang dihadapi oleh Mikel Arteta untuk benar-benar menuntaskan misinya.</p>
<p>Sejumlah pundit – misalnya Alan Shearer &#8212; menilai, seperti dalam tiga musim sebelum ini, Arsenal mulai memperlihatkan kerapuhan mendekati tahap akhir. Para analis rupanya melihat dua hasil imbang yang dinilai sebagai “kegugupan” menghadapi laga-laga terakhir. Maka, pada satu sisi, kemenangan atas The Lilywhite bisa menjadi jawaban.</p>
<p>Pada 2022-2023, dengan 84 poin Arsenal menempati posisi kedua, kalah bersaing dari Manchester City yang meraih 89 poin. Musim 2023-2024, Arsenal kalah tipis (91-89) dalam klasemen akhir dari Manchester City, lalu pada 2024-2025, dengan angka 74, Bukayo Saka dkk kalah bersaing dari Liverpool (84), setelah sempat tampil menjanjikan di separuh musim.</p>
<p>Kini, fase rawan itu pasti bakal dihadapi dalam partai-partai berikutnya. Agar konsisten dengan fokus akhir, kerikil mentalitas merupakan kendala yang menjadi prioritas untuk disingkirkan. Konsisten menjaga fokus, konsisten tidak terganggu cedera pemain, konsisten tidak kehilangan poin, dan konsisten untuk tidak membuat kesalahan-kesalahan elementer dalam laga-laga terakhir.</p>
<p><strong>Ketat sampai Akhir</strong><br />
Fokus menatap gelar juara tampaknya kembali memantapkan Arsenal. Yakin dengan diri sendiri, tak tergantung hasil tim-tim lain. Pesaing utamanya, Manchester City, yang tertinggal lima poin, punya “tabungan” satu laga, dan ini akan memperketat suasana rivalitas hingga 10 pertandingan sisa.</p>
<p>Kondisi ini, tampaknya menjadikan laga-laga mendekati akhir musim bakal semakin ketat: betapa trofi liga diraih dengan tidak mudah. Dan, inilah yang akan memberi nilai lebih bagi skuad Arteta, andai mereka mampu menghadirkan sejarah dari penantian panjang sejak terakhir kali juara pada 2004. Di bawah Arsene Wenger, mereka tak terkalahkan sepanjang musim, atau yang dikienal sebagai “The Invincible”.</p>
<p>Di era Liga Primer, Arsenal punya catatan impresif tiga kali juara (1997-1998, 2001-2002, 2003-2004), dan 14 kali meraih trofi FA sebagai rekor di Inggris.</p>
<p>Realitas terkini, mereka sudah terlalu lama menunggu. Hingga selesainya era Arsene Wenger (1996-2018), belum satu trofi liga pun yang terbukukan, baik pada masa kepelatihan Unai Emery (2018-2019), maupun Freddie Ljungberg (2019) hingga Mikel Arteta sejak 2019.</p>
<p>Pada 2026 ini, mereka sudah kehilangan 11 poin dari delapan laga. Sebelum mengalahkan Tottenham Hotspur, dalam dua laga terakhir, dua kali bermain imbang.</p>
<p>Arsenal punya sisa 10 pertandingan, dan masih diunggulkan untuk menjadi juara. Laga yang bakal menjadi <em>big match</em> dan menentukan adalah ketika bertandang ke Etihad untuk menghadapi Manchester City, 18 April mendatang. Dalam pertemuan di Emirates, kedua tim bermain imbang 1-1.</p>
<p><strong>Pembuktian Arteta</strong><br />
Pembuktian kapasitas Mikel Arteta juga menjadi poin menarik tersendiri di balik jalan yang ditempuh The Gunners. Jika sukses meraih trofi, pelatih asal Spanyol itu akan menjajari nama-nama besar Pep Guardiola, Juergen Klopp, Arsene Wenger, atau Jose Mourinho.</p>
<p>Karakter bermain yang dia hadirkan telah memberi kesegaran lewat atraktivitas performa Arsenal dalam tiga musim terakhir. Gabriel Martinelli cs dia racik sebagai tim eksplosif yang bermain menyerang dan enak ditonton.</p>
<p>Dalam beberapa segi, Arteta tampak mengadopsi permainan ofensif ala mentornya, Pep Guardiola. Sebelum berlabuh di Emirates, dia memang pernah tiga tahun (2016-2019) mendampingi sang genius sebagai asisten di Manchester City.</p>
<p>Arteta juga dikenal sebagai pengagum Jose Mourinho. Dia pernah merasakan sentuhan Mou, yang waktu itu menjadi staf di Barcelona B pada 1999. Arteta masih menjadi pemain di Akademi La Masia. Dia mengenal Mou sejak usia 15 tahun, dan mengagumi kemampuan pria Portugal itu dalam membentuk budaya klub.</p>
<p>Pelatih kelahiran 26 Maret 1982 ini, sejak 2019 memoles Arsenal menjadi lebih impresif dengan menjaga keseimbangan lini pertahanan, gelandang, dan penyerang. Musim kini, keputusannya mendatangkan Viktor Gyokeres dari Sporting CP mulai membuahkan hasil. Penyerang asal Swedia itu, yang semula lambat beradaptasi, kini menjadi salah satu sumber gol, termasuk ketika pekan lalu mengalahkan Tottenham Hotspur.</p>
<p><strong>Popularitas</strong><br />
Populatitas Mikel Arteta, harus diakui juga terangkat oleh dinamika yang dihadapi Arsenal dalam tiga musim terakhir, dari tim yang dijagokan meraih gelar akhirnya malah gagal di saat-saat akhir.</p>
<p>Banyak yang mengkritik Arteta belum berhasil menanamkan mentalitas juara, namun realitas “konsistensi” Arsenal dalam persaingan juara pada sisi lain juga membuktikan bahwa dari kapasitas teknis Meriam London ini menjadi kekuatan elite Liga Primer. Yang belum melengkapi adalah kekuatan mental meraih trofi.</p>
<p>Jalan memang masih panjang bagi pelatih muda itu, namun sorotan yang pasti mengikuti adalah seperti apa hasil Arsenal musim ini: apakah bisa mematahkan “kutukan” selalu <em>runner up</em> selama tiga musim sebelumnya, atau bisa pecah telur sebagai pelatih yang sukses mempersembahkan trofi.</p>
<p>Apa kerikil terakhir yang harus dia singkirkan, Mikel Arteta pasti sudah memahami&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/28/arsenal-dan-kerikil-terakhir">Arsenal dan Kerikil Terakhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Realitas “Dua Ar” di Jagat Sejarah Arsenal</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/04/19/realitas-dua-ar-di-jagat-sejarah-arsenal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2025 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Arsene Wenger]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Les Parisiens]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam London]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=470156</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // arsenal, arsene wenger, dan mikel arteta/ tiga “ar” dalam jejak impian/ akankah ini menjadi obsesi?/ atau mantera/ yang mengusung motivasi/ ke habitat juara?// (Sajak “Mr Arsenal”, 2025) MEMASTIKAN satu tempat di semifinal Liga Champions 2025, proyeksi apa yang patut disematkan dalam jejak sejarah Arsenal? Kamis (17 April) dinihari WIB kemarin, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/19/realitas-dua-ar-di-jagat-sejarah-arsenal">Realitas “Dua Ar” di Jagat Sejarah Arsenal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-470176 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// arsenal, arsene wenger, dan mikel arteta/ tiga “ar” dalam jejak impian/ akankah ini menjadi obsesi?/ atau mantera/ yang mengusung motivasi/ ke habitat juara?//</em><br />
<strong>(Sajak “Mr Arsenal”, 2025)</strong></p>
<p><strong>MEMASTIKAN</strong> satu tempat di semifinal Liga Champions 2025, proyeksi apa yang patut disematkan dalam jejak sejarah Arsenal?</p>
<p>Kamis (17 April) dinihari WIB kemarin, Martin Odegaard dkk menghentikan Real Madrid 2-1 (<em>agregat</em> 5-1) di Santiago Bernabeu untuk memastikan menantang Paris St Germain di empat besar, melengkapi kemenangan 3-0 di Stadion Emirates, pekan sebelumnya.</p>
<p>Sukses Mikael Arteta membawa Meriam London ke semifinal Eropa menjadi catatan tersendiri. Selama ini, Arsenal dikenal sebagai “tim nyaris” dalam bingkai “favorit yang gigit jari” untuk meraih trofi, baik di Liga Primer maupun di Liga Champions.</p>
<p>Arteta menggenapi “Ar” dalam “magika” Arsenal &#8211; Arsene Wenger &#8211; Mikael Arteta. Ya, secara kebetulan, predikat “Mr Arsenal” melekat pada Arsene Wenger, dan apabila Arteta mampu memberikan trofi dan membuka sejarah Arsenal, bukan tidak mungkin dia akan menjadi “Mr Arsenal” berikutnya.</p>
<p><strong>Identik</strong><br />
Arsene Wenger pernah sangat identik dengan Arsenal, klub London Utara yang punya jejak sejarah elite Liga Inggris. Selama 22 tahun mengarsiteki The Gunners dari 1 Oktober 1996 hingga 2018, tiga kali pria Prancis itu mempersembahkan trofi Liga Primer (1998, 2002, 2004).</p>
<p>Dalam perkembangannya, dari suasana bergelimang gelar di era Wenger, kini Arsenal seperti kesulitan untuk kembali meraih kejayaan. Dari 2018 hingga tahun ini, Arsenal telah tiga kali berganti pelatih, dari Unai Emery, Freddie Ljungberg, dan kini Mikel Arteta.</p>
<p>Arteta, yang secara teknis bisa mengembalikan performa Arsenal ke eksotika permainan ofensif, hingga musim 2024-2025 menghadapi “masalah” yang belum terpecahkan. Bagai lika-liku mencari “maqam”, di mana sebenarnya habitat yang paling pantas bagi mereka.</p>
<p>Dari musim ke musim Arsenal menemui realitas ini: impresif memimpin klasemen, namun gagal menuntaskan dengan klimaks sebagai juara. Dari musim 2022-2023, dan 2023-2024, Gabriel Martinelli dkk meraih posisi <em>runner up</em> di bawah Manchester City. Hanya sebagai penantang, dan Arsenal belum berhasil memuncaki klasemen akhir.</p>
<p>Ada-ada saja “gangguan” bagi Arteta, yang seperti Arsene Wenger juga mengetengahkan filosofi permainan rancak mengalir-indah. Musim ini, dia menghadapi problem cedera pemain sebagai kendala.</p>
<p>Arsenal bagai mengalami “sindrom nyaris” di tengah “rasa” yang mereka ekspresikan sebagai “penantang”. Dari musim 2020-2021, 2021-2022, dan 2022-2023, ketika bersiap-siap merayakan gelar, akhirnya mereka menyuram dengan cara menyakitkan.</p>
<p>Hingga pekan kemarin, setelah ditahan seri 1-1 oleh Brentford, mereka tetap berada di urutan kedua klasemen, namun makin sulit mendekat ke Liverpool yang &#8212; walaupun kalah 2-3 dari Fulham &#8212; tampaknya bakal sulit tergoyahkan hingga menjelang tujuh laga terakhir. Kemenangan 2-1 atas West Ham United memperkokoh The Reds di puncak.</p>
<p>Sementara itu, pada 9 April dinihari WIB lalu, Arsenal tampil kinclong di Stadion Emirates. Mereka menaklukkan Real Madrid 3-0 di <em>leg</em> pertama perempatfinal Liga Champions, lewat kampanye dua <em>free kick</em> indah Declan Rice, dan gol Mikel Merino. Mereka membuat Real Madrid kesulitan di <em>leg</em> kedua, Kamis kemarin. Madrid kalah 1-2.</p>
<p>Pertanyaan yang selalu menimbulkan penasaran, mengapa jagoan London itu selalu terpeleset di saat-saat menentukan?</p>
<p><strong>Mentalitas?</strong><br />
Belum lama ini, berlangsung perdebatan sengit antara dua pandit, Roy Maurice Keane dan Jamie Redknapp, setelah Arsenal bermain imbang 1-1 dengan Manchester United di Old Trafford, 9 Maret 2025 (<em>bola.net</em>, 10-3-2025).</p>
<p>Keane, dengan gaya sinisnya yang khas, meragukan kemampuan Mikel Arteta untuk membawa Arsenal meraih gelar juara Liga Primer, musim depan. Sebaliknya, Redknapp optimistis Meriam London bisa bersaing jika mendapatkan amunisi striker elite.</p>
<p>Jika periode ini Arsenal akhirnya kembali menduduki <em>runner up</em>, atau untuk kali ketiga berturut-turut, menurut Roy Keane, tanpa perubahan signifikan musim depan akan kesulitan bersaing di level elite.</p>
<p>Keane tidak yakin, Mikel Arteta mampu membawa Arsenal meraih gelar juara. “Tidak ada bukti bahwa Arteta dan skuadnya saat ini memiliki mental juara”.</p>
<p>Keane menyoroti kekuatan Manchester City dan Liverpool yang diperkirakan tetap tangguh musim depan. “Arsenal sudah mendekati gelar dalam beberapa tahun terakhir, tetapi City akan kuat lagi tahun depan, juga Liverpool,” ujarnya.</p>
<p>Menurut dia, Arsenal perlu merekrut striker dan memperbaiki mentalitas tim. “Mana buktinya grup pemain ini bisa meraih gelar? Mereka terlihat gelisah setiap kali kalah,” tuturnya.</p>
<p>Sedangkan Redknapp percaya Arsenal hanya membutuhkan satu striker berkualitas untuk kembali menjadi penantang gelar.</p>
<p>Dia optimistis Arsenal bisa menjadi kandidat juara musim depan. Kuncinya, merekrut striker elite yang bisa mencetak gol secara konsisten, sambil mencontohkan jumlah gol striker Liverpool Mohamed Salah sebagai standar yang harus dicapai.</p>
<p>“Apakah striker mereka bisa mencetak 20 gol per musim? Itu yang harus dicari. Dengan stabilitas defensif yang dimiliki, mereka akan sangat dekat musim depan,” ujarnya.</p>
<p>Musim ini, Arsenal dihantam badai cedera. Sejumlah penyerang kunci seperti Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, dan Martin Odegaard absen dalam berbagai momen penting. Bahkan, Arteta terpaksa memainkan Mikel Merino sebagai striker setelah Kai Havertz absen.</p>
<p>Keane lebih menyoroti mentalitas tim. “Saya melihat mentalitas mereka, di mana itu?” katanya.</p>
<p>“Arsenal telah membuat kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi langkah selanjutnya adalah yang tersulit. Apa gunanya finis kedua jika Anda ingin memenangkan gelar?”</p>
<p>Menunggu dari musim 2003-2004 untuk mahkota Liga Primer sejak terakhir kali meraih trofi Piala FA pada 2014, terasa betapa menjadi “kesuntukan” yang konsisten. Panjang, dan lama&#8230;</p>
<p>Lagi-lagi, musim kini, secara realistis tampaknya berat bagi Arsenal dalam tujuh pekan tersisa mengejar Liverpool yang kokoh memuncaki klasemen.</p>
<p>Tentulah fokus kini dialihkan ke Liga Champions. Mampukah mereka menuntaskan langkah di ajang Eropa ini, dengan melewati adangan PSG di semifinal, 29 April dan 6 Mei mendatang? Patut dicatat, dalam perjalanan ke empat besar, Les Parisiens mengalahkan dua klub Inggris, Liverpool dan Aston Villa.</p>
<p>Nah, dengan kenyataan ini, bagaimana mewujudkan harapan, suatu ketika, Mikel Arteta akan menerusi Arsene Wenger sebagai “Mr Arsenal” Jilid II?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/19/realitas-dua-ar-di-jagat-sejarah-arsenal">Realitas “Dua Ar” di Jagat Sejarah Arsenal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Arteta-Ball&#8221; dalam Senyawa Meriam London</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/10/29/arteta-ball-dalam-senyawa-meriam-london</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2022 10:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Arsene Wenger]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Meriam London]]></category>
		<category><![CDATA[Mikael Arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=288164</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // rindukanlah keabadian/ ketika Arsenal kau kenang/ rindukan keindahan/ saat kau hayati Sang Meriam/ impikan elok sepak bola/ saat kau tafsiri kehidupan// (Sajak &#8220;Arsenal, Arsene, dan Arteta&#8221;, 2022) PASTILAH hanya kebetulan ketika dua nama berawalan &#8220;Ar&#8221; &#8212; Arsene, dan Arteta &#8212; berurusan dengan Ar&#8221; lainnya, Arsenal; namun takdir sepak bola seolah-olah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/29/arteta-ball-dalam-senyawa-meriam-london">&#8220;Arteta-Ball&#8221; dalam Senyawa Meriam London</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-288175 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/10/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// rindukanlah keabadian/ ketika Arsenal kau kenang/ rindukan keindahan/ saat kau hayati Sang Meriam/ impikan elok sepak bola/ saat kau tafsiri kehidupan//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Arsenal, Arsene, dan Arteta&#8221;, 2022)</strong></p>
<p><strong>PASTILAH</strong> hanya kebetulan ketika dua nama berawalan &#8220;Ar&#8221; &#8212; Arsene, dan Arteta &#8212; berurusan dengan Ar&#8221; lainnya, Arsenal; namun takdir sepak bola seolah-olah mempertemukan ketiganya sebagai &#8220;DNA&#8221; dalam kedahsyatan senyawa.</p>
<p>Di bawah Arsene Wenger, pada sebagian musim 1996-2018 Arsenal menemukan masa-masa kejayaan dengan tiga trofi liga dan tujuh Piala FA. Dan, setelah era pelatih Unay Emery lalu Freddie Ljungberg, baru pada periode 2020 hingga 2022 The Gunners merajut lagi harapan meraih gelar, di bawah &#8220;Ar&#8221; lainnya, Mikael Arteta.</p>
<p>Yang luar biasa, pada musim 2022-2023 Liga Primer dengan laju ketat ini, Arsenal menjadi tim paling konsisten. Dua kekuatan utama, Manchester City dan Liverpool pun bahkan berada di bawah posisi klasemen The Gunners.</p>
<p>Sejauh ini, baru Manchester United yang mampu menghentikan laju tak terkalahkan Arsenal-nya Arteta. Konsistensi dan performa impresif Meriam London itu, tak pelak memicu diskusi: siapa Arteta yang mampu membawa Arsenal ke status &#8220;wow&#8221; saat ini?</p>
<p>Baru tiga musim ini dia melatih klub secara mandiri, setelah sebelumnya menjadi tangan kanan Pep Guardiola di Manchester Biru. Jauh hari, Pep sudah memujinya, &#8220;Arteta punya etos kerja sangat hebat. Dia memiliki talenta spesial untuk menganalisis apa yang terjadi dan kemudian menemukan solusinya&#8221;.</p>
<p>Sorotan terhadap kinerja legenda Arsenal (2011-2016) ini lebih beraksen respek terhadap kejeniusannya. Arteta adalah pemuja keindahan bermain, seperti rata-rata alumni Akademi La Masia yang terdoktrin filosofi sepak bola ofensif Rinus Michels dan Johan Cruyff. Dia menambahkan &#8220;aspek pragmatis&#8221; yang tidak bergantung pada taktik dan situasi lawan.</p>
<p>Tentu ideologi sepak bola ekspresif dan menghibur yang dia tuangkan tidak bisa dibandingkan dengan pragmatisme ala Jose Mourinho dan Rafael Benitez. Dua tokoh itu, tak jarang bersikap &#8220;seburuk apa pun permainan, yang penting menang&#8221;.</p>
<p><strong>Sepak Bola Ekspresif</strong><br />
Lantaran perjalanan kepelatihan Arteta yang bersentuhan dengan Pep Guardiola, maka tidaklah berlebihan membandingkan Manchester City dan Arsenal, musim ini.</p>
<p>Kedua tim sama-sama mengusung karakter atraktif, ekspresif, menghibur, sekaligus &#8220;kejam menghukum gawang lawan&#8221;. Dua arsitek di belakang dua penguasa pucuk klasemen ini tampak punya kesamaan <em>mindset</em> tentang keindahan sepak bola.</p>
<p>Ketika masih mendampingi Pep, para pemain City mengakui Mikael Arteta sebagai eksekutor brilian dari ide-ide sang mentor.</p>
<p>Artinya, kedua pelatih sudah saling mengisi dari penghayatan yang sama tentang pilihan sikap taktik. Tinggal penajaman spesifik seperti apa yang kemudian dituang sebagai kunci strategi bermain, baik untuk City maupun Arsenal.</p>
<p>Kepergian Patrick-Emerick Aubameyang ke Barcelona (kini berlabuh di Chelsea), tidak mengurangi daya gedor Arsenal yang kini bertumpu pada Gabriel Jesus dan Bukayo Saka.</p>
<p>Arteta juga sukses membangkitkan kembali potensi Granit Xhaka dan memantapkan peran Gabriel Martinelli. Anda nikmati pulalah betapa impresif dan penuh kegembiraan bermain Martin Odegaard, Kieran Tierney, Oleksandr Zinchenko, Marquinhos, dan Takeshiro Tomiyasu sebagai kunci-kunci taktik Arteta.</p>
<p>Racikan pria Spanyol itu mampu menghadirkan &#8220;DNA&#8221; permainan yang mengalir rancak ala &#8220;sepak bola sexy&#8221; Arsene Wenger pada masa-masa kejayaannya.</p>
<p>Ketika itu Wenger dikelilingi para &#8220;penari&#8221; David Seaman, Thierry Henry, Denis Bergkamp, Cesc Fabregas, Emmanuel Petit, Robert Pires, Freddie Ljungberg, Marc Overmars, Robin van Persie, Patrick Vieira, William Gallas, dan Tony Adams.</p>
<p><strong>&#8220;Arteta-Ball&#8221;</strong><br />
&#8220;Arteta-ball&#8221;, demikianlah fans Arsenal menyebut gaya bermain ekspresif ala Mikael Arteta. Passing cepat, efisien, dan mulai membangun serangan dari belakang. Dia konfiden untuk tidak terikat pada cara bermain yang bergantung pada taktik lawan.</p>
<p>Dengan performa sejauh ini, laju positif dan &#8212; kata Arteta &#8212; &#8220;Permainan yang kami mau&#8221;, Arsenal harus membuktikan konsistensi ketika musim masih panjang. Pastilah bukan &#8220;tanpa modal apa-apa&#8221; mereka berada dalam posisi sekarang.</p>
<p>Setidak-tidaknya, kebekuan kompetisi tercairkan oleh atraktivitas Granit Xhaka cs, untuk menepis fenomena <em>status quo</em> &#8220;City lagi, City lagi, Liverpool lagi&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/29/arteta-ball-dalam-senyawa-meriam-london">&#8220;Arteta-Ball&#8221; dalam Senyawa Meriam London</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>