<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>merbabu Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/merbabu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Sep 2024 12:54:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>merbabu Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Festival Lima Gunung XXIII Digelar di Tiga Lokasi Berbeda</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/09/03/festival-lima-gunung-xxiii-digelar-di-tiga-lokasi-berbeda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 12:54:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[andong]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Banyusidi]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Krogowanan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Munengwarangan]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Gejayan]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Keron]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Warangan]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Lima Gunung XXIII]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Pakis]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sawangan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Lima Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[menoreh]]></category>
		<category><![CDATA[merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[sumbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=434444</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-  Komunitas Lima Gunung kembali menggelar  Festival Lima Gunung XXIII. Festival seni tersebut akan digelar di tiga lokasi berbeda. “Tahun ini, Festival Lima Gunung dilaksanakan di di lokasi berbeda. Yakni, di Dusun Warangan, Desa Munengwarangan, Kecamatan Pakis, Dusun Gejayan, Desa Banyusidi,Kecamatan Pakis dan Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang,”kata Ketua Komunitas [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/03/festival-lima-gunung-xxiii-digelar-di-tiga-lokasi-berbeda">Festival Lima Gunung XXIII Digelar di Tiga Lokasi Berbeda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-  Komunitas Lima Gunung kembali menggelar  Festival Lima Gunung XXIII. Festival seni tersebut akan digelar di tiga lokasi berbeda.</p>
<p>“Tahun ini, Festival Lima Gunung dilaksanakan di di lokasi berbeda. Yakni, di Dusun Warangan, Desa Munengwarangan, Kecamatan Pakis, Dusun Gejayan, Desa Banyusidi,Kecamatan Pakis dan Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang,”kata Ketua Komunitas Lima Gunung, Sujono, Selasa ( 3/9/2024).</p>
<p>Sujono mengatakan, hari pertama Festival Lima Gunung akan digelar di  Dusun Warangan hanya satu hari saja yakni 14 September, dilanjutkan di Desa Banyusidi pada  15 September.Kemudian saat digelar  di Dusun Keron akan berlangsung selama lima hari yakni mulai 25 hingga 29 September mendatang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya,  pada pergelaran Festival Lima Gunung nantinya akan diikuti ribuan seniman dari 125 kelompok kesenian dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dari Aceh, Bali. Selain itu, juga akan sejumlah seniman dari luar negeri juga menyatakan ikut pada ajang seni budaya tersebut,  yakni dari  Meksiko dan Malaysia.</p>
<p>Sujono yang juga pimpinan Sangar Seni Saujana Keron, Sawangan menegaskan,  meskipun untuk menyukseskan acara tersebut memerlukan banyak biaya, pihaknya tidak menggandeng satupun sponsor baik dari kalangan pemerintah maupun swasta. Melainkan, swadaya masyarakat setempat.</p>
<p>“Para seniman Lima Gunung sudah sepakat dalam penyelenggaraan Festival Lima Gunung, tidak meminta bantuan sponsor baik dari pemerintah maupun swasta, meskipun untuk penyelenggarannya memerlukan anggaran yang tidak sedikit,”tandasnya.</p>
<p>Sujono menambahkan, untuk menyukseskan festival seni para petani gunung tersebut, saat ini masyarakat Dusun Keron sedang membuat seni instalasi yang terbuat dari <em>damen</em> (jerami padi), <em>klobot</em> ( kulit jagung), <em>tebon</em> ( pohon jagung yang sudah mengering) dan juga pohon cabai yang telah mati. Selain itu, pihaknya juga sedang menyiapkan dua panggung untuk pementasan.</p>
<p>Seni instalasi yang disiapkan tersebut dikerjakan oleh masyarakat setempat secara kerja bakti tiap malam dan berlangsung sejak awal Agustus lalu. Jerami,<em>tebo</em>n, <em>klobot</em> dan lainnya tersebut diambil dari berbagai tempat sekitarnya.</p>
<p>“Untuk membuat seni instalasi tersebut, kami telah menghabiskan 16 kwintal tebon, 20 kwintal pohon cabai mati.Sedangkan, damennya mencapai 6 kwintal. Karena, tidak kebutuhannya tidak mencukupi, terpaksan mencarinya hingga Kaliangkrik, Grabag dan lainnya,””imbuhnya.</p>
<p>Basrodin, salah satu warga  Dusun Keron mengaku senang Festival Lima Gunung XXIII yang mengambil tema “<em>Wolak Walik ing Zaman, Kelakone</em>” tersebut kembali digelar di Dusun Keron yang ada di lereng Gunung Merbabu. Sebelumnya, Dusun Keron pernah menjadi tuan rumah Festival Lima Gunung di tahun 2011 silam.</p>
<p>“Saya senang Festival Lima Gunung bisa kembali digelar di Dusun Keron, setelah 11 tahun menunggu kembali menjadi tuan rumah. Warga antusias bekerja bakti untuk menyukseskan festival tahunan ini,” kata Basrodin.</p>
<p>Festival Lima Gunung tersebut digelar oleh seniman petani gunung  yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung. Mereka berasal dari lereng Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing dan Menoreh. W. Cahyono</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/03/festival-lima-gunung-xxiii-digelar-di-tiga-lokasi-berbeda">Festival Lima Gunung XXIII Digelar di Tiga Lokasi Berbeda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wisata Ziarah Makam Ki Hajar Saloka di Selo Boyolali, Unik Berbentuk Gundukan Pasir</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/19/wisata-ziarah-makam-ki-hajar-saloka-di-selo-boyolali-unik-berbentuk-gundukan-pasir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2024 02:49:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[BOYOLALI]]></category>
		<category><![CDATA[jadah bacem]]></category>
		<category><![CDATA[Ki Hajar Saloka]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[Selo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=405585</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOYOLALI (SUARABARU.ID) – Selo adalah sebuah wilayah kecamatan di Kabupaten Boyolali. Tempat ini unik, karena berada di sela-sela dua gunung, yaitu Merbabu dan Merapi. Karena lokasinya yang ada di “sela” gunung itu, maka tempat ini diberi nama “Selo” (dalam ejaan Bahasa Jawa sela). Nama Selo sempat menjadi sangat terkenal di era Gubernur Mardianto, karena kala [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/19/wisata-ziarah-makam-ki-hajar-saloka-di-selo-boyolali-unik-berbentuk-gundukan-pasir">Wisata Ziarah Makam Ki Hajar Saloka di Selo Boyolali, Unik Berbentuk Gundukan Pasir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOYOLALI (SUARABARU.ID) – </strong>Selo adalah sebuah wilayah kecamatan di Kabupaten Boyolali. Tempat ini unik, karena berada di sela-sela dua gunung, yaitu Merbabu dan Merapi.</p>
<p>Karena lokasinya yang ada di “sela” gunung itu, maka tempat ini diberi nama “Selo” (dalam ejaan Bahasa Jawa <em>sela</em>). Nama Selo sempat menjadi sangat terkenal di era Gubernur Mardianto, karena kala itu dibuat jalur pariwisata Solo-Selo-Borobudur atau SSB.</p>
<p>Rumah-rumah penduduk dijadikan <em>home stay </em>dan di-<em>up grade, </em>misalnya toilet dan kamar mandinya. Toiletnya diubah menjadi toilet duduk, karena untuk mempersiapkan, bila ada tamu-tamu yang menginap, terutama orang asing yang tidak terbiasa dengan WC jongkok.</p>
<p>Selo menjadi titik awal pendakian ke Gunung Merapi dan Merbabu, Maka pada hari-hari tertentu, misalnya malam 1 Sura atau malam 17 Agustus, banyak pendaki datang ke sini. Maka, Selo pun menjadi pasar tiban, yang memenuhi kebutuhkan para pendaki.</p>
<figure id="attachment_405587" aria-describedby="caption-attachment-405587" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-405587 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/MAKAM-KI-HAJAR.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/MAKAM-KI-HAJAR.jpg 640w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/MAKAM-KI-HAJAR-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/MAKAM-KI-HAJAR-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-405587" class="wp-caption-text">Cungkup makam Ki Hajar Saloka. Foto: R. Widiyartono</figcaption></figure>
<p>Kali ini bukan bicara soal pendakian, tetapi keberadaan sebuah makam unik, di Kawasan itu. Lokasinya sangat dekat dengan Simpang Paku Buwono VI, Selo.</p>
<p>Bila kita melaju dari arah Selo menuju Ketep atau Blabak, Magelang, di sebelah kanan tampak patung kereta yang ditarik dua kuda. Di sini ada undak-undakan atau tangga berbahan semen menuju kompleks makam di atas bukit. Itulah makam Ki Hajar Saloka.</p>
<p>Kita bisa menikmati pemandangan indah dari puncak bukit ini, yaitu Gunung Merbabu di sisi utata dan Merapi di Selatan. Kemudian perkampungan di sekitarnya dengan tanaman sayuran menghijau.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/19/wisata-ziarah-makam-ki-hajar-saloka-di-selo-boyolali-unik-berbentuk-gundukan-pasir">Wisata Ziarah Makam Ki Hajar Saloka di Selo Boyolali, Unik Berbentuk Gundukan Pasir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ribuan Bibit Pohon Ditanam, Rehabilitasi Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu </title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/31/ribuan-bibit-pohon-ditanam-rehabilitasi-kawasan-taman-nasional-gunung-merbabu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Dec 2023 01:04:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[Nana Sudjana]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Pohon]]></category>
		<category><![CDATA[tanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=391161</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNGARAN (SUARABARU.ID) – Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana bersama ratusan elemen masyarakat melakukan kegiatan penanaman bibit pohon secara serentak di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, Sabtu, 30 Desember 2023. Penanaman 3.400 bibit pohon itu guna merehabilitasi hutan di Gunung Merbabu pascakebakaran Oktober 2023 lalu. Senyampang dengan itu, kegiatan tersebut juga bagian dari acara [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/31/ribuan-bibit-pohon-ditanam-rehabilitasi-kawasan-taman-nasional-gunung-merbabu">Ribuan Bibit Pohon Ditanam, Rehabilitasi Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>UNGARAN (SUARABARU.ID)</strong> – Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana bersama ratusan elemen masyarakat melakukan kegiatan penanaman bibit pohon secara serentak di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, Sabtu, 30 Desember 2023.</p>
<p>Penanaman 3.400 bibit pohon itu guna merehabilitasi hutan di Gunung Merbabu pascakebakaran Oktober 2023 lalu.</p>
<p>Senyampang dengan itu, kegiatan tersebut juga bagian dari acara penanaman serempak yang dilakukan di seluruh Indonesia.</p>
<p>Nana menilai, kegiatan tersebut penting diselenggarakan, mengingat hutan memiliki fungsi pengendalian tata air, pelestarian keanekaragaman hayati, dan untuk meningkatkan produktivitas lahan.</p>
<p>Sebab, fenomena elnino beberapa waktu lalu mengakibatkan kekeringan, bahkan di sejumlah kawasan mengalami kebakaran lahan.</p>
<p>“Oleh karena itu, dalam rangka untuk mengembalikan atau mereboisasi, hari ini kita lakukan penanaman bersama,&#8221; jelas Nana.</p>
<p>Pemprov Jateng, sambungnya, terus berupaya mengurangi laju degradasi lahan dan deforestasi hutan yang menjadi penyebab terjadinya lahan kritis.</p>
<p>Ada beberapa strategi yang diterapkan dalam mengurangi lahan kritis, meliputi penanaman pohon untuk merehabilitasi hutan secara vegetatif, dan penguatan kelembagaan pengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui pembentukan forum pengelolaan DAS dan penyuluhan kehutanan.</p>
<p>Selain itu, pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi produktif berbasis usaha kehutanan bagi masyarakat sekitar hutan, dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan DAS.</p>
<p>&#8220;Masyarakat akan kita berdayakan untuk mampu mengelola hutan-hutan ini,” kata dia.</p>
<p>Nana menambahkan, alam dan hutan adalah amanah dari Tuhan yang harus dikelola dengan baik. Manfaat dari pengelolaan alam dan hutan yang baik, akan kembali kepada manusia.</p>
<p>Seperti terjaganya pasokan oksigen, kesuburan tanah</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/31/ribuan-bibit-pohon-ditanam-rehabilitasi-kawasan-taman-nasional-gunung-merbabu">Ribuan Bibit Pohon Ditanam, Rehabilitasi Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu </a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masa Pandemi, Festival 5 Gunung Tanpa Penonton dari Luar Negeri</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/09/masa-pandemi-festival-5-gunung-tanpa-penonton-dari-luar-negeri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2020 11:04:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[andong]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[mageelang]]></category>
		<category><![CDATA[menoreh]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[tanto mendut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=103782</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) - Pelaksanaan Festival Lima Gunung yang diselenggarakan para petani seniman yang tinggal di kawasan lima gunung di Kabupaten Magelang tahun, merupakan yang paling sederhana dan singkat.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/masa-pandemi-festival-5-gunung-tanpa-penonton-dari-luar-negeri">Masa Pandemi, Festival 5 Gunung Tanpa Penonton dari Luar Negeri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; </strong>Pelaksanaan Festival Lima Gunung yang diselenggarakan para petani seniman yang tinggal di kawasan lima gunung di Kabupaten Magelang tahun, merupakan yang paling sederhana dan singkat.</p>
<p>Festival Lima Gunung yang berlangsung Minggu, 9 Agustus 2020 ini yang memasuki  tahun ke-19. Festival dilaksanakan di di Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Minggu (9/8).</p>
<p>“Bahkan tahun ini merupakan pentas FLG paling singkat yakni berdurasi sekitar dua jam saja. Biasanya dilaksanakan selama tiga hari dan berlangsung dari pagi hingga larut malam,” kata Ketua Komunitas 5 Gunung , Supadi Haryanto.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2020/08/09/festival-5-gunung-seniman-menari-di-atap-rumah-penduduk/">Festival 5 Gunung, Seniman Menari di Atap Rumah Penduduk</a></strong></span></p>
<p>Supadi mengatakan, selain dilaksanakan paling singkat, pentas kesenian dari lima gunung yakni Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Menoreh, dan Sumbing  pada tahun ini tidak ada penonton yang berasal dari luar daerah dan luar negeri.</p>
<p>Menurutnya, selain membatasi jumlah penonton pihaknya juga membatasi  jumlah peserta yang hendak ikut pentas. Yakni,  hanya enam kesenian saja yang ditampilkan, dan semuanya berasal dari Komunitas Kesenian Krandegan Sumbing.</p>
<p>“Biasanya jumlah peserta mencapai ratusan grup kesenian  yang tidak hanya berasal dari Komunitas 5 Gunung saja, melainkan juga beberapa grup kesenian dari luar Jawa Tengah, luar Jawa bahkan mancanegara. Namun, karena adanya  pandemi Covid-19 ini , kami membatasi jumlah peserta dan penonton,” kata Supadi yang juga Ketua Komunitas Kesenian Andong.</p>
<p><strong>Taat Protokol Kesehatan</strong></p>
<p>Sebenarnya dengan pembatasan tersebut pihaknya merasa <em>gela</em> (kecewa,red), karena  tidak bisa berkumpul bersama dengan rekan-rekan kesenian  yang ada di Komunitas 5 Gunung. Namun, pihaknya tidak ingin melanggar protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, khususnya larangan berkerumun.</p>
<p>“Kami sebagai seniman, tetap patuh dan taat para peraturan dari pemerintah. Kami bisa pentas saja sudah senang, meskipun jumlahnya  terbatas,’ imbuhnya.</p>
<p>Ia mengaku, dari empat dari lima komunitas kesenian yang ada  di Komunitas 5 Gunung tersebut, hanya menghadirkan satu hingga dua orang wakilnya saja. Selebihnya yang hadir dan mengisi acara dari pihak tuan rumah yakni Komunitas Krandegan Sumbing.</p>
<p>Supadi menambahkan, sebenarnya pihaknya beberapa waktu lalu akan melaksanakan  FLG ke-19 ini secara virtual. Namun, dengan berbagai macam pertimbangan  pesta kesenian tahunan petani di lima gunung tersebut  tetap dilaksanakan secara langsung dan dilangsungkan di Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.</p>
<p><strong>Mendadak</strong></p>
<p>Sementara itu,  Ketua Panitia Lokal FLG ke-19, Djawahir Sarwo Edhie mengatakan, pelaksanaan FLG ke-19 tersebut sebenarnya sudah dirancang  sejak beberapa bulan lalu. Namun, adanya pandemi covid-19 yang berkepanjangan, memaksa panitia mengubah acara yang telah dirancang semula.</p>
<p>“Sedangkan tanggal kepastian pelaksanaan FLG tahun ini sangat mendadak. Yakni, saya diberi tahu oleh Pak Tanto Mendut (Presiden Lima Gunung, red) pada Jumat 7 Agustus sekitar pukul 18.00 WIB,” katanya.</p>
<p>Sarwo Edhie menambahkan, meskipun dirinya diberi tahu secara mendadak, tetapi dirinya telah siap untuk menjadi tuan rumah. Dan, langsung  memutuskan  pentas enam kesenian yang ditampilkan tersebut dilaksanakan di atas dak atap rumah penduduk setempat.</p>
<p>Menurutnya, dirinya juga meminta bantuan dari beberapa anggota sebuah ormas dan linmas yang ada di Desa Sukomakmur untuk berjaga-jaga dan mencegah penonton dari  luar Dusun Krandegan menonton.</p>
<p>Selain itu,  dirinya juga menghimbau masyarakat Dusun Krandegan yang ingin menyaksikan pentas kesenian FLG ini untuk tidak berkerumun  dengan menyaksikan dari atap rumahnya dan selalu memakai masker bagi yang ingin mendekat ke panggung.</p>
<p>“Protokol kesehatan tetap kami terapkan, agar semuanya berjalan dengan aman dan lancar. Selain itu, kami ingin para seniman dari Komunitas 5 Gunung ini bisa menjadi contoh bagi lainnya. Yakni, tetap bisa pentas dan protokol kesehatan tetap dilaksanakan,” kata Sarwo Edhie yang juga Ketua Kesenian dari Komunitas Krandegan Sumbing ini.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/masa-pandemi-festival-5-gunung-tanpa-penonton-dari-luar-negeri">Masa Pandemi, Festival 5 Gunung Tanpa Penonton dari Luar Negeri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival 5 Gunung, Seniman Menari di Atap Rumah Penduduk</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/09/festival-5-gunung-seniman-menari-di-atap-rumah-penduduk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2020 10:53:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[Telomoyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=103778</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) - Di  tengah masa pandemi covid-19, para petani seniman yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung menggelar Festival Lima Gunung (FLG) ke-19.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/festival-5-gunung-seniman-menari-di-atap-rumah-penduduk">Festival 5 Gunung, Seniman Menari di Atap Rumah Penduduk</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) </strong>&#8211; Di  tengah masa pandemi covid-19, para petani seniman yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung menggelar Festival Lima Gunung (FLG) ke-19.</p>
<p>Acara berlangsung di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Minggu (9/8).</p>
<p>Namun, pada pergelaran kali ini dilaksanakan t lebih sederhana dan jauh dari hingar bingar dari FLG sebelumnya. Yakni, tanpa dihadiri  ribuan penonton dan juga pengisi  festival kesenian tahunan tersebut  juga lebih sedikit.</p>
<p>Pada acara bertajuk “Donga Slamet Waspada Virus Donya” tersebut diawali dengan prosesi doa dan permohonan izin ke  makam leluhur masyarakat setempat.</p>
<p>Diawali dengan ziarah di Petilasan Gadung Mlati-Tledek Meyek yang ada di dekat masjid dusun setempat. Selain itu juga ke makam Eyang Dipo Drono (cikal bakal Dusun Krandegan) yang ada di dekat Sanggar Cipto Budoyo Sumbing.</p>
<p><strong>Di Atap Rumah</strong></p>
<p>Prosesi doa di makam Eyang Dipo Drono dan Petilasan Gadung Mlati-Tledek Meyek  tersebut dipimpin sesepuh dusun setempat Warijanto. Setelah itu dilanjutkan  pementasan  yakni Topeng Ireng, Lengger, Jarang Kepang (kuda lumping), Beksan Wanara Arga, Jathilan perempuan.</p>
<p>Uniknya, semua kesenian   tersebut dipentaskan bukan di atas sebuah tanah lapang,  melainkan di  atas ‘dak’ atap rumah penduduk yang terbuat dari cor-coran semen. Selain itu di sebuah lahan ladang yang ditanami <em>onclang</em> (daung bawang). Dan, jarak antara tempat pentas yang satu dengan lainnya berjarak sekitar 100 sampai 200 meter.</p>
<p>Keunikan lainnya, yakni poster-poster Festival 5 Gunung yang biasa dibagikan melalui berbagai macam media sosial tersebut, diunggah oleh masing-masing seniman hanya berselang 10 menit sebelum pentas tersebut dimulai.</p>
<p>Sedangkan. Biasanya poster-poster yang ditujukan untuk menarik pengunjung untuk menyaksikan acara tersebut diunggah jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan.</p>
<p>Adapun atap rumah penduduk yang digunakan pentas tersebut yakni rumah milik  Haryoto yang dijadikan panggung utama sekaligus tempat pentas kesenian Lengger, kemudian kesenian Topeng Ireng menggunakan rumah milik Moh Soni.</p>
<p>Sedangkan, kesenian kuda lumping dari kelompok Cahyo Budoyo Sumbing pentas di atas rumah milik Taufik, kesenian <em>jathilan</em> perempuan pentas di atas rumah milik Rodin. Sementara , kesenian  Beksan Wanara Arga pentas di atas ladang tanaman<em> onclang </em>(daun bawang) milik Sugiyarto.</p>
<p>Pentas sejumlah kesenian yang dilakukan di atas atap rumah penduduk tersebut tersebut salah satu upaya dari panita untuk menghindari adanya kerumunan massa selama pentas tersebut berlangsung.</p>
<p>Selain itu, panitia juga menerapkan protokol kesehatan bagi semuanya, yakni wajib memakai masker, dan jaga jarak.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/festival-5-gunung-seniman-menari-di-atap-rumah-penduduk">Festival 5 Gunung, Seniman Menari di Atap Rumah Penduduk</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>