<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>merapi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/merapi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Mar 2024 03:03:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>merapi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wisata Ziarah Makam Ki Hajar Saloka di Selo Boyolali, Unik Berbentuk Gundukan Pasir</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/19/wisata-ziarah-makam-ki-hajar-saloka-di-selo-boyolali-unik-berbentuk-gundukan-pasir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2024 02:49:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[BOYOLALI]]></category>
		<category><![CDATA[jadah bacem]]></category>
		<category><![CDATA[Ki Hajar Saloka]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[Selo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=405585</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOYOLALI (SUARABARU.ID) – Selo adalah sebuah wilayah kecamatan di Kabupaten Boyolali. Tempat ini unik, karena berada di sela-sela dua gunung, yaitu Merbabu dan Merapi. Karena lokasinya yang ada di “sela” gunung itu, maka tempat ini diberi nama “Selo” (dalam ejaan Bahasa Jawa sela). Nama Selo sempat menjadi sangat terkenal di era Gubernur Mardianto, karena kala [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/19/wisata-ziarah-makam-ki-hajar-saloka-di-selo-boyolali-unik-berbentuk-gundukan-pasir">Wisata Ziarah Makam Ki Hajar Saloka di Selo Boyolali, Unik Berbentuk Gundukan Pasir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOYOLALI (SUARABARU.ID) – </strong>Selo adalah sebuah wilayah kecamatan di Kabupaten Boyolali. Tempat ini unik, karena berada di sela-sela dua gunung, yaitu Merbabu dan Merapi.</p>
<p>Karena lokasinya yang ada di “sela” gunung itu, maka tempat ini diberi nama “Selo” (dalam ejaan Bahasa Jawa <em>sela</em>). Nama Selo sempat menjadi sangat terkenal di era Gubernur Mardianto, karena kala itu dibuat jalur pariwisata Solo-Selo-Borobudur atau SSB.</p>
<p>Rumah-rumah penduduk dijadikan <em>home stay </em>dan di-<em>up grade, </em>misalnya toilet dan kamar mandinya. Toiletnya diubah menjadi toilet duduk, karena untuk mempersiapkan, bila ada tamu-tamu yang menginap, terutama orang asing yang tidak terbiasa dengan WC jongkok.</p>
<p>Selo menjadi titik awal pendakian ke Gunung Merapi dan Merbabu, Maka pada hari-hari tertentu, misalnya malam 1 Sura atau malam 17 Agustus, banyak pendaki datang ke sini. Maka, Selo pun menjadi pasar tiban, yang memenuhi kebutuhkan para pendaki.</p>
<figure id="attachment_405587" aria-describedby="caption-attachment-405587" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-405587 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/MAKAM-KI-HAJAR.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/MAKAM-KI-HAJAR.jpg 640w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/MAKAM-KI-HAJAR-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/MAKAM-KI-HAJAR-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-405587" class="wp-caption-text">Cungkup makam Ki Hajar Saloka. Foto: R. Widiyartono</figcaption></figure>
<p>Kali ini bukan bicara soal pendakian, tetapi keberadaan sebuah makam unik, di Kawasan itu. Lokasinya sangat dekat dengan Simpang Paku Buwono VI, Selo.</p>
<p>Bila kita melaju dari arah Selo menuju Ketep atau Blabak, Magelang, di sebelah kanan tampak patung kereta yang ditarik dua kuda. Di sini ada undak-undakan atau tangga berbahan semen menuju kompleks makam di atas bukit. Itulah makam Ki Hajar Saloka.</p>
<p>Kita bisa menikmati pemandangan indah dari puncak bukit ini, yaitu Gunung Merbabu di sisi utata dan Merapi di Selatan. Kemudian perkampungan di sekitarnya dengan tanaman sayuran menghijau.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/19/wisata-ziarah-makam-ki-hajar-saloka-di-selo-boyolali-unik-berbentuk-gundukan-pasir">Wisata Ziarah Makam Ki Hajar Saloka di Selo Boyolali, Unik Berbentuk Gundukan Pasir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hujan Abu Merapi Selimuti Dua Desa di Boyolali</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/08/16/hujan-abu-merapi-selimuti-dua-desa-di-boyolali</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/08/16/hujan-abu-merapi-selimuti-dua-desa-di-boyolali#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2021 03:44:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Solo Raya]]></category>
		<category><![CDATA[hujan abu]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[YOGYAKARTA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=190764</guid>

					<description><![CDATA[<p>BOYOLALI (SUARABARU.ID)- Sebanyak dua desa di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali terjadi hujan abu dampak dari erupsi Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, pada Senin (16/8/2021) pagi. Menurut Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali Bambang Sinungharjo, ada dua desa yang terkena hujan abu dari erupsi Merapi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/16/hujan-abu-merapi-selimuti-dua-desa-di-boyolali">Hujan Abu Merapi Selimuti Dua Desa di Boyolali</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOYOLALI (SUARABARU.ID)-</strong> Sebanyak dua desa di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali terjadi hujan abu dampak dari erupsi Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, pada Senin (16/8/2021) pagi.</p>
<p>Menurut Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali Bambang Sinungharjo, ada dua desa yang terkena hujan abu dari erupsi Merapi, yakni Desa Tlogolele dan Klakah di Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng.</p>
<p>Menurut Bambang di Desa Tlogolele terkena hujan abu sejak pukul 06.00 WIB hingga sekarang dan abu agak tebal menyelimuti di Dukuh Tlogomulyo dan Tlogolele. Sedangkan, Desa Klakah hujan abu tipis di Dukuh Klakah Duwur dan Klakah Ngisor.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/07/10/pemkab-boyolali-lakukan-penyekatan-jalan-di-23-titik-selama-ppkm-darurat/">Pemkab Boyolali Lakukan Penyekatan Jalan di 23 Titik Selama PPKM Darurat</a></strong></p>
<p>Bambang mengatakan pihaknya mendapat informasi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebecanaan Geologi (BPPTKG), adanya awan panas guguran Gunung Merapi terjadi Senin sekitar pukul 5.53 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 66 mm, durasi 289 detik, dan tinggi kolom 600 meter dari puncak. Jarak luncur 3.500 meter ke arah barat daya.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan informasi dari masyarakat, telah terjadi hujan abu akibat awan panas guguran Merapi. Dari laporan yang tercatat oleh Pusdalops BPBD, hujan abu terjadi di beberapa wilayah kawasan rawan bencana (KRB) 3 Gunung Merapi dan sekitarnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Pihaknya sebelumnya juga sudah melakukan penyemprotan membersihkan jalan dan mengirimkan 10.000 masker di daerah KRB 3 wilayah Boyolali di lereng Gunung Merapi untuk mengurangi dampak abu yang dapat menimbulkan ISPA.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/06/28/polres-boyolali-lakukan-pengejaran-pelaku-kasus-penganiayaan-bakar-korban/">Polres Boyolali Lakukan Pengejaran Pelaku Kasus Penganiayaan Bakar Korban</a></strong></p>
<p>Sementara Kepala Desa Tlogolele Ngadi mengatakan hujan abu terjadi di Desa Tlogolele dari dampak erupsi Merapi, sejak pukul 06.00 WIB, dan hingga sekarang masih ada. Daerah yang terselimuti abu Merapi agak tebal di Dukuh Tlogomulyo dan Tlogolele. Sedangkan, dukuh lainnya di Tlogolele hanya tipis.</p>
<p>&#8220;Akibat hujan abu di Desa Tlogolele ini, berdampak mengganggu aktivitas warga terutama mencari makan ternak harus ke daerah bawah yang tidak terkena abu Merapi,&#8221; kata Ngadi.</p>
<p>Bahkan, warga yang sedang masa panen tanaman tembakau juga terganggu adanya hujan abu Merapi ini. Mereka harus menunda panen tanaman tembakaunya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/06/26/pemkab-grobogan-jepara-dan-boyolali-lakukan-gerakkan-minggu-di-rumah-saja/">Pemkab Grobogan, Jepara dan Boyolali Lakukan Gerakkan Minggu di Rumah Saja</a></strong></p>
<p>Selain itu, warga juga sudah dibagikan masker untuk mengurangi dampak hujan abu vulkanik yang sering terjadi di Desa Tlogolele.</p>
<p>Sementara Kepala Desa Klakah Marwoto mengatakan hujan abu yang terjadi di Desa Klakah yang terletak di sebelah barat Gunung Merapi, pada Senin pagi, terjadi hanya tipis. Sehingga hujan abu, tidak mempengaruhi aktivitas warga setempat.</p>
<p>Warga yang bekerja di ladang dan lainnya tetap beraktivitas seperti biasa, karena hujan abu tipis tidak mengganggu mereka.</p>
<p>Sementara itu, BPPTKG melalui akun twitternya menyebutkan awan panas guguran Merapi terjadi pada tanggal 16 Agustus 2021 pukul 5.53 WIB, tercatat di seismogram dengan amplitudo 66 mm, durasi 289 detik, dan tinggi kolom 600 meter dari puncak. Jarak luncur 3.500 meter ke arah barat daya. #MerapiSiaga sejak 5 November 2020.</p>
<p><em><strong>Ant-Claudia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/16/hujan-abu-merapi-selimuti-dua-desa-di-boyolali">Hujan Abu Merapi Selimuti Dua Desa di Boyolali</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/08/16/hujan-abu-merapi-selimuti-dua-desa-di-boyolali/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>‘Fun Off Road’ Merapi Wisata Antimainstream di Magelang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/14/fun-off-road-merapi-wisata-antimainstream-di-magelang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2021 06:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[fun off road merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=148304</guid>

					<description><![CDATA[<p>GUNUNG Merapi  yang ada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menawarkan sejuta pesona baik di kala menunjukkan aktivitas vulkaniknya maupun  saat “diam”. Ini menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alamnya. Tetapi menikmati Merapi, tak hanya menikmati sensasi alam. Lihat saja wisata lava tour di wilayah Kaliurang, Kabupaten Sleman, Yogyakarta [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/14/fun-off-road-merapi-wisata-antimainstream-di-magelang">‘Fun Off Road’ Merapi Wisata Antimainstream di Magelang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GUNUNG </strong>Merapi  yang ada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menawarkan sejuta pesona baik di kala menunjukkan aktivitas vulkaniknya maupun  saat “diam”. Ini menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alamnya.</p>
<p>Tetapi menikmati Merapi, tak hanya menikmati sensasi alam. Lihat saja wisata lava tour di wilayah Kaliurang, Kabupaten Sleman, Yogyakarta saja para wisatawan bisa menikmati sensasi yang dapat memacu adrenalin.</p>
<p>Ternyata, di wilayah Jawa Tengah, tepatnya di wilayah sisi barat lereng gunung yang mempunyai ketinggian puncak 2.930 meter di atas permukaan laut, kita bisa menikmati atraksi wisata yang <em>wow.</em></p>
<p><strong>Wisata Antimainstream<br />
</strong>Dengan menumpang kendaraan jip  4&#215;4  <em>wheel drive</em> ( 4 WD), para pengunjung diajak untuk menikmati keindahan lereng gunung yang pernah mengeluarkan <em>wedhus gembel</em> saat erupsi meletus pada tahun 2010 lalu, sambil  ber-<em>off road</em> ria.</p>
<figure id="attachment_148306" aria-describedby="caption-attachment-148306" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-148306" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/jeep1.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/jeep1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/jeep1-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/jeep1-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-148306" class="wp-caption-text">Selain melintasi areal bebatuan yang tajam dan mendaki, wisata menantang di kawasan Merapi juga melintasi kubangan air berlumpur . Foto: Widiyas Cahyono</figcaption></figure>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2021/02/14/razia-kamar-hunian-kalapas-beri-sanksi-isolasi-napi-bawa-handphone/">Razia Kamar Hunian, Kalapas Beri Sanksi Isolasi Napi Bawa Handphone</a></strong></span></p>
<p>Jalan yang terjal mendaki dan penuh bebatuan  di antara sungai-sungai yang berhilir dari puncak Merapi,  memberikan sensasi tersendiri bagi para wisatawan yang dengan hal-hal yang sifatnya <em>antimainstream.</em></p>
<p>Jalur  wisata menantang menuju kawasan Taman Nasional Gunung Merapi tersebut juga melalui lahan bekas penambangan bahan galian C yang tersebar di empat  sungai yakni Sungai Bathang, Kali Putih, Kali Blongkeng dan Kali Senowo.</p>
<p>Untuk menuju lokasi objek wisata yang cukup menantang tersebut, wisatawan bisa menyewa  mobil yang bisa menembus terjalnya bebatuan yakni mobil jenis jip yang mempunyai sistem penggerak depan.</p>
<p>Seperti yang  disediakan oleh penyedia jasa wisata  <em>fun off road</em>, Merapi Park Adventure  yang <em>base camp</em>–nya di Dusun Santren, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.</p>
<p>Dengan jarak sekitar 15 kilometer  dan perjalanan ditempuh dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam, para wisatawan  dibuat tidak bosan dengan berbagai pemandangan yang menarik di kiri dan kanan jalan.</p>
<p>Mulai dari jalanan beraspal, berbatu, berlumpur dan menyusuri sungai yang ada di kawasan bekas penambangan galian C serta  di sisi kanan kiri berupa rerumputan nan hijau serta pohon pinus  yang menjulang tinggi.</p>
<p><strong>Kandang Macan</strong></p>
<p>Tujuan pertama setelah melewati jalanan perkampungan terakhir di Kecamatan Srumbung, di Desa Ngablak. Yakni,  bekas lahan penambangan yang telah ditinggalkan para penambangnya di bantaran Kali Bathang. Lokasi tersebut berdekatan dengan tempat yang disebut dengan istilah “Kandang Macan”.</p>
<p>Dinamakan “Kandang Macan”, konon di lokasi tersebut  saat ini masih ada hewan liar khas Merapi yakni harimau tutul yang jumlahnya tinggal beberapa ekor saja.</p>
<p>Setelah berfoto ria di bekas penambangan tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan Kali Putih.  Di bantaran sungai tersebut, wisatawan juga masih disuguhi pemandangan berupa <em>blanthak</em> (sisa–sisa penambangan) pasir dan batu serta lubang-lubang bekas galian yang dibiarkan begitu saja.</p>
<p>Namun, bekas penambangan tersebut kembali memberikan sensasi tersendiri  bagi wisatawan yang suka dengan tantangan. Sambal menikmati gemericik air yang mengalir dari sabo dam dan menyaksikan aktivitas penambangan pasir dan batu.</p>
<p>Fajar  Sodiq, pengelola Merapi Park Adventure  mengatakan, paket <em>fun</em><em> off road</em> yang ditawarkannya tersebut, dikenalkan kepada para wisatawan pada tahun 2016 lalu.</p>
<p>Tujuan wisata <em>fun off road</em> tersebut dilakukan sebagai salah satu  upaya terobosan untuk mengenalkan objek wisata di Kabupaten Magelang selain Candi Borobudur yang masih menjadi tujuan utama wisata.</p>
<p>“Pengembangan wisata di lereng Merapi menjadi alternatif wisata di Kabupaten Magelang yang selama ini hanya tertuju pada Candi Borobudur,” katanya.</p>
<p>Selain itu, wisata alam di lereng Merapi tersebut  agar wisatawan bisa tinggal lebih lama di Kabupaten Magelang.<br />
Ia mengaku, dalam menikmati keindahan alam Merapi sambil menikmati sensasi <em>off road</em> yang memacu adrenalin tersebut aman bagi wisatawan, karena jalur yang dilalui tidak terlalu ekstrem.</p>
<p>Selain itu selama perjalanan didampingi oleh pemandu-pemandu profesional dan juga melibatkan relawan-relawan Merapi. Di sisi lain, pengenalan obyek wisata tersebut juga memiliki misi edukasi dan penyelamatan lingkungan Merapi dari kerusakan dengan cara pengembangan pariwisata.</p>
<p>Yakni, setiap pengunjung diajak untuk menanam pohon penghijauan di penghujung tujuan yakni di Kawasan Randu Ijo yang masuk dalam wilayah Jurang Jero dan berada di area hutan Taman Nasional Gunung Merapi.</p>
<p>Selain itu, di kawasan tersebut, para pengunjung juga bisa mencicipi sepuasnya  buah khas dari wilayah Kecamatan Srumbung yakni salak Nglumut dan salak Pondoh dengan cuma-cuma alias gratis bila dimakan di lokasi tersebut.</p>
<p>Sedangkan bila ingin membawa pulang  satu kilogram salak dapat ditebus dengan harga Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per kilogramnya.</p>
<p><strong>Widiyas Cahyono-wied</strong><strong><br />
</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/14/fun-off-road-merapi-wisata-antimainstream-di-magelang">‘Fun Off Road’ Merapi Wisata Antimainstream di Magelang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Isu Kubah Lava Baru Merapi, Ini Klarifikasi BPPTKG</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/02/isu-kubah-lava-baru-merapi-ini-klarifikasi-bpptkg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2021 11:10:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=144407</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kepala BPPTKG, Hanik Humaida memberikan klarifikasi terkait adanya berita di media sosial yang menyatakan bahwa terdapat kubah lava baru di lereng Gunung Merapi. Klarifikasinya disampaikan melalui Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, sore ini. Dalam rilisnya dijelaskan terkait berita tersebut. Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menegaskan bahwa meterial (gundukan) hitam yang terlihat bukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/02/isu-kubah-lava-baru-merapi-ini-klarifikasi-bpptkg">Isu Kubah Lava Baru Merapi, Ini Klarifikasi BPPTKG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (<a href="https://suarabaru.id/">SUARABARU.ID</a>) &#8211; </strong>Kepala BPPTKG, Hanik Humaida memberikan klarifikasi terkait adanya berita di media sosial yang menyatakan bahwa terdapat kubah lava baru di lereng Gunung Merapi.</p>
<p>Klarifikasinya disampaikan melalui Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, sore ini. Dalam rilisnya dijelaskan terkait berita tersebut.</p>
<figure id="attachment_143455" aria-describedby="caption-attachment-143455" style="width: 562px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-143455" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-2.jpg" alt="" width="562" height="414" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-2.jpg 562w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-2-400x295.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-2-150x110.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-2-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-2-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 562px) 100vw, 562px" /><figcaption id="caption-attachment-143455" class="wp-caption-text">Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto. Foto; suarabaru.id/ Yon</figcaption></figure>
<p>Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menegaskan bahwa meterial (gundukan) hitam yang terlihat bukan kubah lava baru. &#8220;Berdasarkan hasil observasi, material tersebut terlihat tidak berpijar, tidak teramati adanya asap di material tersebut, serta tidak terdapat rekahan di sekeliling material. Kami simpulkan material tersebut adalah material vulkanik yang terbawa oleh aliran awanpanas guguran,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi aktivitas Gunung Merapi dari sumber yang terpercaya. Informasi aktivitas Gunung Merapi dapat diakses melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website <a href="http://merapi.bgl.esdm.go.id/">merapi.bgl.esdm.go.id</a>, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG di Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180 -514192.</p>
<p><strong>Eko Priyono-wied</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/02/isu-kubah-lava-baru-merapi-ini-klarifikasi-bpptkg">Isu Kubah Lava Baru Merapi, Ini Klarifikasi BPPTKG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPPTKG Sebut Merapi Terus Keluarkan Wedus Gembel</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/18/bpptkg-sebut-merapi-terus-keluarkan-wedus-gembel</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2021 09:11:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BPPTKG]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Wedus Gembel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=140968</guid>

					<description><![CDATA[<p>YOGYAKARTA (SUARABARU.ID)&#8211; Gunung Merapi terus menunjukkan aktifitasnya. Senin (18/1/202) subuh terjadi guguran awan panas, ke arah tenggara. Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Penelitian Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui situs resminya, Senin (18/1/2021). Guguran, awan panas, yang oleh warga disebut wedus gembel itu, tercatat di seismograf dengan amplitudo 22 mm dan durasi 112 detik. Dengan kecepatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/18/bpptkg-sebut-merapi-terus-keluarkan-wedus-gembel">BPPTKG Sebut Merapi Terus Keluarkan Wedus Gembel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>YOGYAKARTA (SUARABARU.ID)</strong>&#8211; Gunung Merapi terus menunjukkan aktifitasnya. Senin (18/1/202) subuh terjadi guguran awan panas, ke arah tenggara.</p>
<p>Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Penelitian Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui situs resminya, Senin (18/1/2021).</p>
<p>Guguran, awan panas, yang oleh warga disebut wedus gembel itu, tercatat di seismograf dengan amplitudo 22 mm dan durasi 112 detik.</p>
<p>Dengan kecepatan itu, jarak luncur mencapai sekitar 1000 meter ke arah Barat Daya (Kali Krasak ). Teramati tinggi kolom 50 meter di atas puncak. Angin bertiup ke tenggara.</p>
<p>Guguran lava pijar terpantau berlangsung 6 kali dengan jarak luncur maksimum 600 meter ke arah Barat Daya.</p>
<p>Sejak Kamis – Jum’at (14-15/1/21) pukul 00.00 – 07.00, Merapi terus tidak cuma keluarkan guguran lava pijar, tapi juga guguran awan panas.</p>
<p>“Puluhan guguran lava pijar sepekan ini terus terjadi hampir setiap hari,” kata Ajad salah satu relawan yang memantau kondisi Merapi di Pos Aju. Q</p>
<p>Pihak BPPTKG Sabtu (16/1/2021) merekomendasikan pengungsi di luar daerah bahaya letusan Merapi untuk pulang.</p>
<p>Rekomendasi itu disampaikan Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso dalam siaran informasi bertajuk “Aktivitas Merapi Terkini” secara daring, Sabtu (16/1/2021).</p>
<p>Agus menyampaikan, meski rekomendasinya pengungsi bisa pulang, masyarakat harus tetap menyesuaikan dengan perkembangan aktivitas Merapi.</p>
<p>Termasuk ketika aktivitas Gunung Merapi meningkat. “Ini kita ambil kesempatan terbaik yang diberikan Merapi,” ujar Agus.</p>
<p>“Namun kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan aktivitas Merapi. Kita harus selalu beradaptasi atau hidup harmoni dengan Merapi,” tambah Agus.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Yogyakarta Biwara Yuswantana mengatakan, aktivitas gunung merapi mengalami peningkatan yang signifikan dengan munculnya kubah lava.</p>
<p>“Dengan peningkatan aktivitas ini, kemungkinan perluasan radius bahaya telah kami bahas dengan BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi),” ujar Biwara, seperti dilansir <em>surabaru.id </em>grup <em>Siberindo.co.</em></p>
<p>Biwara mengisyaratkan pemerintah setempat dalam posisi bersiap jika sewaktu-waktu jangkauan radius bahaya erupsi itu terus meluas serta mengancam keselamatan warga.</p>
<p>Saat ini wilayah desa-desa di Sleman yang masih dikosongkan dari penduduk karena potensi erupsi itu belum berubah.</p>
<p>Desa-desa itu adalah Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor), Kepuharjo (Dusun Kaliadem), dan Umbulharjo (Dusun Palemsari) yang seluruhnya berada di Kecamatan Cangkringan.</p>
<p>“Dari pembahasan terakhir, radius bahaya erupsi Merapi saat ini masih di bawah 5 kilometer dari puncak, artinya masih aman (dari pusat penduduk/pengungsi),” ujarnya.</p>
<p><em><strong>Claudia SB</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/18/bpptkg-sebut-merapi-terus-keluarkan-wedus-gembel">BPPTKG Sebut Merapi Terus Keluarkan Wedus Gembel</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semua Warga di Kawasan Rawan Bencana  III Merapi Harus Mengungsi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/06/137948</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2021 08:01:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Edy Susanto]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=137948</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang terus berupaya meminta semua warga  yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi, untuk mengungsi. “Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa dan  memberikan  himbauan agar warganya  di KRB III Merapi untuk mengungsi. Anjuran ini khusus  bagi  warga di kawasan tersebut  hingga saat ini belum mengungsi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/137948">Semua Warga di Kawasan Rawan Bencana  III Merapi Harus Mengungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang terus berupaya meminta semua warga  yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi, untuk mengungsi.</p>
<figure id="attachment_137952" aria-describedby="caption-attachment-137952" style="width: 551px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-137952" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto.jpg" alt="" width="551" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto.jpg 551w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-324x400.jpg 324w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-susanto-121x150.jpg 121w" sizes="(max-width: 551px) 100vw, 551px" /><figcaption id="caption-attachment-137952" class="wp-caption-text">Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto. Foto; Yon</figcaption></figure>
<p>“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa dan  memberikan  himbauan agar warganya  di KRB III Merapi untuk mengungsi. Anjuran ini khusus  bagi  warga di kawasan tersebut  hingga saat ini belum mengungsi, “ kata  Pelaksana tugas (Plt) Kepala  Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, Rabu (6/12).</p>
<p>Edy mengatakan, selain bersama dengan pemerintah desa, dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogjakarta  juga turut memberikan sosialisasi kepada masyarakat tersebut terkait dengan kondisi Merapi saat ini.</p>
<p>Edy mengatakan, sesuai rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta, di wilayah Kabupaten Magelang terdapat tiga desa  yang masuk  dalam KRB III Merapi.</p>
<p>Ketiga desa  yang ada di Kecamatan Dukun tersebut, yakni  Desa Ngargomulyo, Krinjing dan Paten.</p>
<p>Namun, karena perkembangan di masyarakat , terdapat satu desa lagi yang di luar perkiraan  rekomendasi bahaya  dari BPPTKG. Yakni Desa Keningar. “Warga Desa Keningar tersebut memilih ikut mengungsi karena merasa ketakutan dan masih  trauma atas  erupsi Merapi tahun 2010 lalu. Maka,  pemerintah desa setempat memfasilitasi warganya untuk mengungsi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, meskipun aktivitas vulkanik Merapi meningkat  namun  hingga saat belum semua warga mengungsi. Warga yang hingga saat ini belum mengungsi tersebut ada  di dua dusun . Yakni, di Dusun Babadan 2, Desa Paten dan Dusun  Batur Ngisor, Desa  Ngargomulyo.</p>
<p>Menurutnya, seiring dengan meningkatnya  aktivitas vulkanik Gunung Merapi,  tempat yang paling aman bagi warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi yakni di pengungsian.</p>
<p>“Sesuai konsep desa bersaudara,  wargalah yang mengungsi bukan diungsikan. Namun tentunya bila peningkatan cukup signifikan dan perlu dilakukan upaya upaya lebih memaksa. Orientasi kita adalah penyelamatan jiwa manusia,&#8221; kata  Edy yang juga menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Magelang.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/137948">Semua Warga di Kawasan Rawan Bencana  III Merapi Harus Mengungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Lereng Merapi Panen Salak dalam Status Siaga</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/06/warga-lereng-merapi-panen-salak-dalam-status-siaga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2021 04:13:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[salak merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=137898</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Meski gunung berstatus siaga, warga lereng Nerapi menggelar panen raya salak (5/1/2021). Mereka adalah petani salak di Desa Banyuadem, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Dalam panen raya kali ini tanaman salak sudah diprogram panen sepanjang tahun. Kepala Desa Banyuadem, Supriyadi mengatakan, tanaman salak yang dipanen itu umurnya bervariasi, ada yang berusia 21 tahun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/warga-lereng-merapi-panen-salak-dalam-status-siaga">Warga Lereng Merapi Panen Salak dalam Status Siaga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) </strong>&#8211; Meski gunung berstatus siaga, warga lereng Nerapi menggelar panen raya salak (5/1/2021). Mereka adalah petani salak di Desa Banyuadem, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Dalam panen raya kali ini tanaman salak sudah diprogram panen sepanjang tahun.</p>
<p>Kepala Desa Banyuadem, Supriyadi mengatakan, tanaman salak yang dipanen itu umurnya bervariasi, ada yang berusia 21 tahun . Program panen raya sepanjang tahun  memang diprogram dengan perawatan khusus.</p>
<p>&#8220;Lahan ini seluas 2,5 hektar hasilnya 86-120 keranjang setiap 12 hari. Setiap keranjang beratnya 50-65 kilogram,” katanya.</p>
<p>Keberhasilkan tersebut karena proses perawatan yang benar-benar fokus terhadap tanaman salak dan lahannya. “Kami program perawatan ini dimulai bulan Maret 2020 lalu, panen perdana sebenarnya sejak 10 November 2020. Setiap 12 hari bisa dipanen,” jelasnya.</p>
<p>Dia juga menyampaikan keistimewaan tanaman salak tersebut adalah pembuahan akan terjadi terus menerus. Sehingga, panen akan terus berlanjut sepanjang tahun tanpa musim sela. Tanaman diperlakukan   dengan bagus. Termasuk pengairan dan pupuk kandang. Namun untuk pupuk pabrik belum maksimal.</p>
<p>Dalam panen raya tersebut hadir juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Endrianingsih Yunita. Dia juga ikut dalam panen raya salak dan menampung masukan dari para petani. Dia mengapresiasi langkah Kepala Desa Banyuadem dan petani salak di desa tersebut. “Program Pak Kades Banyuadem cukup bagus untuk panen salak sepanjang tahun.” katanya.</p>
<p>Endri menyampaikan masalah petani salak  adalah harganya murah. Jadi, jika program itu sudah berjalan dan terlihat hasilnya maka para petani salak akan menikmati hasilnya.</p>
<p>Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Hermawan yang turut hadir ikut panen salak menyampaikan rasa terpukaunya dengan Desa Banyuadem ini.</p>
<p>“Kepala Desa Banyuadem ini luar biasa program terharap panen salaknya. Dirinya sudah memahami intensifikasi tanaman sehingga mampu memproduksi salak diluar musim atau off sesion,” tambahnya.</p>
<p>Dia juga mengungkapkan, bahwa di Desa Banyuadem itu untuk merawat tanaman salak di kebun menggunakan teknologi sistem tetes. “Petani di sini menggunakan alat-alat sederhanan yang ada di sekitar kita, yakno botol dilubangi dan ditanam sebelumnya diisi air. Sehingga persediaan air pada saat musim kemarau tetap ada,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, lanjutnya petani salak di Desa Banyuadem juga mampu mengaplikasikan kebutuhan hara tanaman. “Jadi petani sini sudah menggunakan pupuk organik dan anorganik. Terpenting untuk sanitasi kebun cukup bagus juga, karena hal ini berhubungan denga sirkulasi udara di dalam kebun,” paparnya,</p>
<p><strong>Eko Priyono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/06/warga-lereng-merapi-panen-salak-dalam-status-siaga">Warga Lereng Merapi Panen Salak dalam Status Siaga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merapi Masih Aktif, Pengungsi Banyak yang Pulang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/01/merapi-masih-aktif-pengungsi-banyak-yang-pulang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2021 14:10:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=136671</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto menginformasikan sampai Jumat (1/1/21) pukul 18.00 aktivitas Gunung Merapi masih tinggi. Gempa guguran juga cukup banyak. Kendati demikian ratusan warga beberapa desa di lereng Merapi yang semula mengungsi kini sudah banyak yang pulang ke rumah masing-masing. Sampai pukul 18.00 tadi jumlah pengungsi 119 warga Desa Krinjing, Kecamatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/01/merapi-masih-aktif-pengungsi-banyak-yang-pulang">Merapi Masih Aktif, Pengungsi Banyak yang Pulang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (<a href="https://suarabaru.id/">SUARABARU.ID</a>) &#8211; </strong>Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto menginformasikan sampai Jumat (1/1/21) pukul 18.00 aktivitas Gunung Merapi masih tinggi. Gempa guguran juga cukup banyak.</p>
<figure id="attachment_136673" aria-describedby="caption-attachment-136673" style="width: 567px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-136673" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy.jpg" alt="" width="567" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy.jpg 567w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-333x400.jpg 333w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/edy-125x150.jpg 125w" sizes="(max-width: 567px) 100vw, 567px" /><figcaption id="caption-attachment-136673" class="wp-caption-text">Edy Susanto, Kepala BPBD Kabupaten Magelang. Foto: Dok FB</figcaption></figure>
<p>Kendati demikian ratusan warga beberapa desa di lereng Merapi yang semula mengungsi kini sudah banyak yang pulang ke rumah masing-masing. Sampai pukul 18.00 tadi jumlah pengungsi 119 warga Desa Krinjing, Kecamatan Dukun. Yakni warga Dusun Trono 24 jiwa di Gedung Balaidesa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan.</p>
<p>Dusun Pugeran 42 jiwa di balaidesa Deyangan Kecamatan Mertoyudan. Warga Dusun Trayem 53 jiwa juga di balaidesa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan. &#8220;Seluruh pengungsi dari Dusun Babadan II, Desa Paten sejumlah 120 jiwa kembali ke rumah masing-masing,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan, berdasarkan data hasil pemantauan Gunung Merapi oleh BPPTKG, aktivitas vulkanik dapat berlanjut ke erupsi yang membahayakan penduduk. Oleh karena itu, sejak 5 November 2020 pukul 12.00  tingkat aktivitas Merapi dinaikkan dari waspada (level II) ke siaga (level III).</p>
<p>Prakiraan daerah bahaya oleh BPPTKG di Kabupaten Magelang adalah wilayah Kecamatan Dukun. Yakni Desa Paten khususnya Dusun Babadan 1 dan 2. Desa Krinjing meliputi Dusun Trono, Pugeran dan Trayem. Desa Ngargomulyo meliputi Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong dan Dusun Karanganyar.</p>
<p>Penetapan status tanggap darurat dari hasil pemantauan dan rekomendasi dari BPPTKG, Pemerintah Kabupaten Magelang memberlakukan status siaga darurat bencana erupsi Gunung Merapi. Sehingga kelompok rentan  diungsikan ke desa saudara (desa penyangga).</p>
<p>Yakni warga Desa Paten di Desa Banyurojo dan Mertoyudan Kecamatan Mertoyudan. Warga Desa Krinjing di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan. Desa Ngargomulyo  di Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan. Warga Desa Keningar di Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid.</p>
<p><strong>Eko Priyono-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/01/merapi-masih-aktif-pengungsi-banyak-yang-pulang">Merapi Masih Aktif, Pengungsi Banyak yang Pulang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lahar Dingin Merapi Dikendalikan 3 Sabodam Baru</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/23/lahar-dingin-merapi-dikendalikan-3-sabodam-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2020 02:30:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Lahar dingin]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.poskota.co.id/?p=134647</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) - Tiga buah sabodam siap untuk mengendalikan lahar dingin Gunung Merapi dan mengatur pengairan bagi ratusan petani di lereng Merapi. Ketiganya telah siap digunakan di musim hujan ini.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/23/lahar-dingin-merapi-dikendalikan-3-sabodam-baru">Lahar Dingin Merapi Dikendalikan 3 Sabodam Baru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (<a href="https://suarabaru.id/">SUARABARU.ID</a>) &#8211; </strong>Tiga buah sabodam siap untuk mengendalikan lahar dingin Gunung Merapi dan mengatur pengairan bagi ratusan petani di lereng Merapi. Ketiganya telah siap digunakan di musim hujan ini.</p>
<p>Hal itu terungkap dalam acara tasyakuran selesainya pembangunan Sabodam Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Acara di Balaidesa Krogowanan itu ditandai selamatan dan pemotongan nasi tumpeng. Selasa (22/12).</p>
<p>Anggota Komisi V DPR RI Ir H Sudjadi sebagai tokoh yang memperjuangkan terealisasikannya sejumlah proyek itu melakukan sambutan secara virtual. Dia bersyukur bisa memperjuangkan sejumlah proyek vital itu demi kepentingan ribuan warga. Dia juga bangga dengan manfaatnya yang besar.</p>
<p>Kepala Satker Pelaksana Jaringan Sumber Air Serayu Opak, Kementerian PUPR, Gunawan Suntoro, menerangkan, di Magelang ada tiga paket sabodam. Yakni di Kapuhan Desa Nglumut, Kecamatan Srumbung, di Kali Bebeng membangun sabodan baru, dan di Kali Lamat, Desa Dukun membuat baru dan rehab irigasi.</p>
<p>Di Kapuhan selebar 113 meter, di Lamat kurang dari 100 meter, dan di Kali Bebang 100  meteran. &#8220;Total menghabiskan anggaran Rp 60 miliar,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dia berharap proyek tersebut bermanfaat bagi masyarakat di tengah pandemi corona. Manfaat sabodam, jelasnya, utamanya untuk mengendalikan lahar dingin Merapi. Karena ketika lahar dingin Merapi kena hujan, sabodam untuk menahan sedimen.</p>
<p>Sehingga tidak membahayakan di hilirnya. Keperluan lain tergantung kebutuhan masyarakat sekitar. Misalnya yang di Kali Pabelan, Desa  Krogowanan itu tujuan untuk irigaai. Ada empat desa yang menerima manfaat, yakni Kapuhan, Krogowanan, Butuh dan Jati.</p>
<p>Sedangkan yang di Kali Bebeng, Srumbung, selain untuk pengendali sedimen juga untuk jembatan dan irigasi teknis. Lalu yang di Dukun untuk pengendali sedimen dan irigasi desa. Disebutkan, total proyek itu sekitar Rp 60 miliar. Pemanfaatannya yang Kapuhan saja lebih dari 100 hektare. Yang lain bisa 150 sampai 250 ha sawah.</p>
<p>Dia menambahkan, proyek serupa tahun depan lebih dari Rp 60 miliar tergantung lelang. Rencana di Sungai Trising dan Senowo.</p>
<p>Kepala Desa Krogowanan, Sugiyono, mengaku bangga dengan selesainya sabodam di desanya. Kalau sebelum ada sabodam itu satu tahun hanya bisa dua kali menanam padi, kini bisa tiga kali.  &#8220;Awalnya saya usul ke Pak Sudjadi (anggota DPR RI) untuk dibuatkan bendungan. Terima kasih sekarang sudah bisa terwujud,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Eko Priyono-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/23/lahar-dingin-merapi-dikendalikan-3-sabodam-baru">Lahar Dingin Merapi Dikendalikan 3 Sabodam Baru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masa Pandemi, Festival 5 Gunung Tanpa Penonton dari Luar Negeri</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/09/masa-pandemi-festival-5-gunung-tanpa-penonton-dari-luar-negeri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2020 11:04:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[andong]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[mageelang]]></category>
		<category><![CDATA[menoreh]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[tanto mendut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=103782</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) - Pelaksanaan Festival Lima Gunung yang diselenggarakan para petani seniman yang tinggal di kawasan lima gunung di Kabupaten Magelang tahun, merupakan yang paling sederhana dan singkat.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/masa-pandemi-festival-5-gunung-tanpa-penonton-dari-luar-negeri">Masa Pandemi, Festival 5 Gunung Tanpa Penonton dari Luar Negeri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; </strong>Pelaksanaan Festival Lima Gunung yang diselenggarakan para petani seniman yang tinggal di kawasan lima gunung di Kabupaten Magelang tahun, merupakan yang paling sederhana dan singkat.</p>
<p>Festival Lima Gunung yang berlangsung Minggu, 9 Agustus 2020 ini yang memasuki  tahun ke-19. Festival dilaksanakan di di Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Minggu (9/8).</p>
<p>“Bahkan tahun ini merupakan pentas FLG paling singkat yakni berdurasi sekitar dua jam saja. Biasanya dilaksanakan selama tiga hari dan berlangsung dari pagi hingga larut malam,” kata Ketua Komunitas 5 Gunung , Supadi Haryanto.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2020/08/09/festival-5-gunung-seniman-menari-di-atap-rumah-penduduk/">Festival 5 Gunung, Seniman Menari di Atap Rumah Penduduk</a></strong></span></p>
<p>Supadi mengatakan, selain dilaksanakan paling singkat, pentas kesenian dari lima gunung yakni Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Menoreh, dan Sumbing  pada tahun ini tidak ada penonton yang berasal dari luar daerah dan luar negeri.</p>
<p>Menurutnya, selain membatasi jumlah penonton pihaknya juga membatasi  jumlah peserta yang hendak ikut pentas. Yakni,  hanya enam kesenian saja yang ditampilkan, dan semuanya berasal dari Komunitas Kesenian Krandegan Sumbing.</p>
<p>“Biasanya jumlah peserta mencapai ratusan grup kesenian  yang tidak hanya berasal dari Komunitas 5 Gunung saja, melainkan juga beberapa grup kesenian dari luar Jawa Tengah, luar Jawa bahkan mancanegara. Namun, karena adanya  pandemi Covid-19 ini , kami membatasi jumlah peserta dan penonton,” kata Supadi yang juga Ketua Komunitas Kesenian Andong.</p>
<p><strong>Taat Protokol Kesehatan</strong></p>
<p>Sebenarnya dengan pembatasan tersebut pihaknya merasa <em>gela</em> (kecewa,red), karena  tidak bisa berkumpul bersama dengan rekan-rekan kesenian  yang ada di Komunitas 5 Gunung. Namun, pihaknya tidak ingin melanggar protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, khususnya larangan berkerumun.</p>
<p>“Kami sebagai seniman, tetap patuh dan taat para peraturan dari pemerintah. Kami bisa pentas saja sudah senang, meskipun jumlahnya  terbatas,’ imbuhnya.</p>
<p>Ia mengaku, dari empat dari lima komunitas kesenian yang ada  di Komunitas 5 Gunung tersebut, hanya menghadirkan satu hingga dua orang wakilnya saja. Selebihnya yang hadir dan mengisi acara dari pihak tuan rumah yakni Komunitas Krandegan Sumbing.</p>
<p>Supadi menambahkan, sebenarnya pihaknya beberapa waktu lalu akan melaksanakan  FLG ke-19 ini secara virtual. Namun, dengan berbagai macam pertimbangan  pesta kesenian tahunan petani di lima gunung tersebut  tetap dilaksanakan secara langsung dan dilangsungkan di Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.</p>
<p><strong>Mendadak</strong></p>
<p>Sementara itu,  Ketua Panitia Lokal FLG ke-19, Djawahir Sarwo Edhie mengatakan, pelaksanaan FLG ke-19 tersebut sebenarnya sudah dirancang  sejak beberapa bulan lalu. Namun, adanya pandemi covid-19 yang berkepanjangan, memaksa panitia mengubah acara yang telah dirancang semula.</p>
<p>“Sedangkan tanggal kepastian pelaksanaan FLG tahun ini sangat mendadak. Yakni, saya diberi tahu oleh Pak Tanto Mendut (Presiden Lima Gunung, red) pada Jumat 7 Agustus sekitar pukul 18.00 WIB,” katanya.</p>
<p>Sarwo Edhie menambahkan, meskipun dirinya diberi tahu secara mendadak, tetapi dirinya telah siap untuk menjadi tuan rumah. Dan, langsung  memutuskan  pentas enam kesenian yang ditampilkan tersebut dilaksanakan di atas dak atap rumah penduduk setempat.</p>
<p>Menurutnya, dirinya juga meminta bantuan dari beberapa anggota sebuah ormas dan linmas yang ada di Desa Sukomakmur untuk berjaga-jaga dan mencegah penonton dari  luar Dusun Krandegan menonton.</p>
<p>Selain itu,  dirinya juga menghimbau masyarakat Dusun Krandegan yang ingin menyaksikan pentas kesenian FLG ini untuk tidak berkerumun  dengan menyaksikan dari atap rumahnya dan selalu memakai masker bagi yang ingin mendekat ke panggung.</p>
<p>“Protokol kesehatan tetap kami terapkan, agar semuanya berjalan dengan aman dan lancar. Selain itu, kami ingin para seniman dari Komunitas 5 Gunung ini bisa menjadi contoh bagi lainnya. Yakni, tetap bisa pentas dan protokol kesehatan tetap dilaksanakan,” kata Sarwo Edhie yang juga Ketua Kesenian dari Komunitas Krandegan Sumbing ini.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/masa-pandemi-festival-5-gunung-tanpa-penonton-dari-luar-negeri">Masa Pandemi, Festival 5 Gunung Tanpa Penonton dari Luar Negeri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>