<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>maradona Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/maradona/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Oct 2024 07:41:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>maradona Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Manusia Gol, Manusia Rekor</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/25/manusia-gol-manusia-rekor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 07:41:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Daei]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Ferenc Puskas]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=443079</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS ANDA tak mungkin memisahkan: berbicara tentang Cristiano Ronaldo dengan melupakan Lionel Andres Messi. Atau sebaliknya. Sama ketika kita mempercaturkan Edson Arantes Do Nascimento “Pele” dan tak menyinggung Diego Armando Maradona. Pun sebaliknya. Keabsahan penobatan siapa yang terbesar dalam sejarah sepak bola (The Greatest of All Time, GOAT) acap dikaitkan dengan raihan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/25/manusia-gol-manusia-rekor">Manusia Gol, Manusia Rekor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong>ANDA</strong> tak mungkin memisahkan: berbicara tentang Cristiano Ronaldo dengan melupakan Lionel Andres Messi. Atau sebaliknya.</p>
<p>Sama ketika kita mempercaturkan Edson Arantes Do Nascimento “Pele” dan tak menyinggung Diego Armando Maradona. Pun sebaliknya.</p>
<p>Keabsahan penobatan siapa yang terbesar dalam sejarah sepak bola (<em>The Greatest of All Time</em>, GOAT) acap dikaitkan dengan raihan Piala Dunia. Terkadang, tak lepas dari jumlah gol yang dicetak dalam sejarah panjang kariernya, khususnya gol internasional, yang dibukukan bersama tim nasional.</p>
<p>Baru saja, dua pekan lalu Cristiano Ronaldo mempertajam catatan, ketika menambah jumlah golnya, saat Portugal menang 3-1 atas Polandia.</p>
<p>Gol ke-133 untuk Selecao das Quinas itu makin menjauhi torehan Lionel Messi, sebanyak 109 untuk Argentina. Berikutnya, La Pulga “menjawab” dengan mencetak<em> hattrick</em> dalam Pra-Piala Dunia melawan Bolivia. Artinya, Messi kini menambah koleksi golnya menjadi 112.</p>
<p>Akan tetapi, dengan laju Portugal di UEFA Nation’s League 2024 dan belum ada isyarat pensiun hingga usia 39, pundi-pundi gol CR7 masih bisa bertambah. Angka 150 masih mungkin dicapai, dan itu berarti makin meninggalkan raihan Messi di posisi kedua. Padahal, Portugal juga terjadwal dalam serangkaian laga kualifikasi Piala Dunia.</p>
<p>Pele, yang meraih tiga Piala Dunia 1958, 1962, dan 1970; membukukan 77 gol. Sedangkan Maradona yang sekali mengangkat trofi dunia pada 1986, sepanjang 1977-1994 mencetak 34 gol. Keduanya sudah meninggal dunia, dan orang mengenang dua megabintang itu dari performa teknis secara keseluruhan, pengaruh mereka bagi tim, dan bukan hanya dari rekor gol internasional. Baik Pele maupun Maradona malah tidak masuk dalam “10 besar” pencetak gol internasional.</p>
<p>Sebagai catatan, Ali Daei dari Iran yang membendaharakan 108 gol dari 148 laga untuk timnas, lebih dikenang sebagai pemain dengan keoportunistikan di depan gawang lawan. Dia menjadi pemain pertama dalam sejarah yang membukukan 100 gol untuk timnas.</p>
<p>Meskipun dari kemampuan individu berada di bawah cahaya Messi dan Ronaldo, namun Ali Daei menjadi legenda negaranya dengan memegang rekor sebagai pencetak gol internasional terbanyak.</p>
<p>Salah satu pemain terbaik India, Sunil Chhetri yang kini berusia 40 tahun, membukukan 94 gol dari 151 pertandingan, di atas Mokhtar Dahari, legenda Malaysia yang mengontribusikan 89 gol dari 142 laga.</p>
<p>Capaian Mokhtar di atas Ali Makhbout (UEA) yang punya 85 gol dari 114 pertandingan. Dia selapis unggul dari Romelu Lukaku (Belgia) yang sama-sama mencetak 85 gol, tetapi dengan jumlah laga lebih banyak, 119.</p>
<p>Yang luar biasa adalah Ferenc Puskas, legenda Hungaria yang membukukan 84 gol dari 85 laga, yang artinya punya rata-rata mencetak gol hampir pada setiap pertandingan. Dia jauh melewati Robert Lewandowski, yang masih aktif, yang juga mengemas 84 gol dari 154 laga.</p>
<p>Di bawah mereka ada Godfrey Chitalu (Zambia) yang membikin 79 gol dari 111 laga, dan Neymar Junior dengan 79 gol dari 128 pertandingan.</p>
<p><strong>Kiprah CR7</strong><br />
Cristiano Ronaldo bisa diposisikan sebagai “raja diraja” dalam rekor gol, walaupun dari sisi persentase jumlah pertandingan, Leo Messi masih lebih unggul.</p>
<p>Ronaldo mencetak 133 gol dari 215 laga, sedangkan Messi 112 gol dari 188 pertandingan. Artinya, CR7 mencatat rerata 1,61 gol, dan Messi 1,70 gol per laga.</p>
<p>Keduanya mengukir rekor sebagai pencetak <em>hattrick</em> terbanyak untuk timnas, sama-sama 10 kali. Messi menyamai Ronaldo dari tiga gol ke gawang Bolivia, baru-baru ini.</p>
<p>Di tingkat klub, CR7 masih memimpin dengan 769 gol. Dia membukukan 5 gol untuk Sporting Lisbon, 145 Manchester United, 450 Real Madrid, 101 Juventus, dan sementara 68 untuk Al Nasr.</p>
<p>Messi mencatat 702 gol. Untuk Barcelona 672, Paris St Germain 75, dan sementara untuk Inter Miami 33 gol.</p>
<p>Tampaknya, dengan jumlah pertandingan yang menanti, baik di level klub maupun timnas, dan keduanya juga belum mengisyaratkan pensiun, Ronaldo dan Messi masih akan terus memperbaiki rekornya.</p>
<p>Menjadi manusia gol, juga manusia rekor&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/25/manusia-gol-manusia-rekor">Manusia Gol, Manusia Rekor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seleluasa Ini Leo Messi Memuncaki Singgasana&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/04/seleluasa-ini-leo-messi-memuncaki-singgasana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Nov 2023 10:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Baggio]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[BEST]]></category>
		<category><![CDATA[Cantona]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Cruyff]]></category>
		<category><![CDATA[Edson Arantes Do Nascimento]]></category>
		<category><![CDATA[George Oppung Weah]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Jay Okocha]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Rivelino]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo Nazario]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Greatest of All Times (GOAT)]]></category>
		<category><![CDATA[Weah]]></category>
		<category><![CDATA[Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=379807</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // takkan terbantahkan/ cukuplah sudah menilai Messi/ aksi dan trofi bukankah itu bukti/ kalaupun ada cerita berbeda/ biarkan menjadi hak/ para seniman lain/ mereka yang berkategori dewa&#8230;// (Sajak “Kelengkapan Messi”, 2023) MASIH ada lagikah yang meragukan Lionel Messi sebagai The Greatest of All Times (GOAT), jika berpijak pada parameter raihan Ballon [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/04/seleluasa-ini-leo-messi-memuncaki-singgasana">Seleluasa Ini Leo Messi Memuncaki Singgasana&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-379808 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// takkan terbantahkan/ cukuplah sudah menilai Messi/ aksi dan trofi bukankah itu bukti/ kalaupun ada cerita berbeda/ biarkan menjadi hak/ para seniman lain/ mereka yang berkategori dewa&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Kelengkapan Messi”, 2023)</strong></p>
<p><strong>MASIH</strong> ada lagikah yang meragukan Lionel Messi sebagai The Greatest of All Times (GOAT), jika berpijak pada parameter raihan Ballon d’Or?</p>
<p>Delapan trofi! O, sefantastis itu dia catat sejarah&#8230;</p>
<p>Bandingkan dengan urutan kedua rekor pengoleksi trofi, Cristiano Ronaldo yang lima kali meraihnya. Atau peraih yang mendapatkan tiga kali, dua kali, dan hanya satu kali.</p>
<p>Jujur saja, capaian Messi relatif sulit disamai. Dan, itu adalah rentang konsistensi pencapaian puncak yang pasti takkan mudah dicapai oleh pemain mana pun.</p>
<p>Hanya, ketika bicara tentang Piala Dunia atau Coppa del Mundo, Messi jelas di bawah “rajanya”, Edson Arantes Do Nascimento alias Pele.</p>
<p>Tiga Piala Dunia! Siapa mampu menyamai?</p>
<p>Ya, sedahsyat itu Pele. Ironisnya, dia tidak menikmati sekalipun anugerah Ballon d’Or. Pele menjalani karier gemilang pada masa ketika kandidat pemenang Ballon d’Or masih memiliki restriksi; hanya pesepak bola dari Eropa yang bisa meraih. Restriksi berlangsung dari awal penyelenggaraan pada 1956 hingga 1995. Praktis sejumlah pesepakbola legendaris di luar Eropa tak punya kesempatan meraihnya.</p>
<p>Pada 2016, dalam perayaan 60 Tahun Ballon d’Or, majalah <em>France Football</em> selaku penyelenggara melakukan “evaluasi ulang internasional”, untuk menghitung siapa saja pemenang 1956-1995 andaikata ajang ini digelar global.</p>
<p>Otak-atik itu tidak mengubah pemenang resmi, namun yang menarik, Pele dikalkulasikan layak meraih 7 trofi.<em> France Football</em> bahkan sempat merilis sampul khusus untuk majalahnya. Ada gambar Pele dengan 7 trofi Ballon d’Or hasil “evaluasi ulang”. Untuk menghormati pencapaiannya yang luar biasa, pada 2014 Pele dianugerahi Ballon d’Or kehormatan dalam seremoni 2014.</p>
<p>Sama seerti Pele, Diego Armando Maradona, mahabintang yang tak kalah fenomenal dan meraih Piala Dunia 1986, juga tidak pernah membendaharakan Ballon d’Or.</p>
<p>Barulah sejak 1995, pemain non-Eropa disertakan dalam kontestasi. George Oppung Weah menjadi pemain Afrika pertama &#8212; dan hingga kini satu-satunya &#8212; yang mendapatkan.</p>
<p><strong>Show of Magician</strong><br />
Apa yang dipertontonkan Leo Messi di Piala Dunia Qatar 2022 adalah pengukuhan kebesaran dalam nuansa “menjemput takdir”, bahwa pada akhirnya dia meraih apa yang selama ini dipandang sebagai titik kekuranglengkapannya.</p>
<p>Performa mendekati perfeksionis di Qatar itu diperkuat dengan “<em>show of magician</em>” bersama Inter Miami di Liga Amerika Serikat. Dia genapkan ketakjuban dunia dengan aksi-aksi epik <em>free kick</em>-nya. Juga eksepsionalitas olah bola yang tetap menggoda di usia yang sudah tidak lagi muda, 36 tahun.</p>
<p>Nah, pada saat-saat Messi istikamah unjuk kelebihan di Miami, saya mencoba intens melihat pembanding kemampuannya dengan menyimak melalui video aksi-aksi Pele, Best, Rivelino, Cruyff, Cantona, Maradona, Jay Jay Okocha, Weah, Baggio, Ronaldinho, Zidane, Ronaldo Nazario, termasuk Keegan.</p>
<p>Serangkaian video itu memaparkan betapa kaya dunia sepak bola dengan aksi-aksi langka anak manusia seperti yang sekarang melekat dalam kemampuan Messi.</p>
<p>Tak keliru menobatkan La Pulga sebagai “The Real GOAT”, namun kita juga tidak sepatutnya melupakan &#8212; misalnya &#8212; kemampuan langka Zidane di luar area bintang.</p>
<p>Dari Zidane, Anda simaklah kembali aksi-aksi <em>screening ball</em>, gerakan <em>roulette</em>, teknik-teknik <em>nutmeg</em>, kekuatan fisik, hingga seni mencetak gol. Jelas sekali salah satu pemain terbesar Prancis yang meraih Ballon d’Or 1998 itu adalah seniman langka sepak bola yang pernah dilahirkan. Sejumlah teknik yang ada padanya rasanya tidak dimiliki oleh Pele, Maradona, atau Messi.</p>
<p>Kesenimanan Zidane setara dengan aksi-aksi sirkus Ronaldinho, sebagai “artis Samba” yang memiliki banyak keunggulan “keterampilan panggung” dibandingkan dengan para pesepak bola Brazil lainnya.</p>
<p>Makin banyak menyimak rekaman para seniman dunia itu, makin menjadi terang betapa Lionel Messi memiliki “<em>maqam</em>” pengakuan yang sepantasnya. Dunia takkan berhenti merindukannya.</p>
<p>Ya. Delapan trofi Ballon d’Or, siapa bisa menjajari?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/04/seleluasa-ini-leo-messi-memuncaki-singgasana">Seleluasa Ini Leo Messi Memuncaki Singgasana&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pele, Maradona, dan Masa Depan Nomor 10 Pasca-Messi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/31/pele-maradona-dan-masa-depan-nomor-10-pasca-messi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2022 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Denis Law]]></category>
		<category><![CDATA[Francesco Totti]]></category>
		<category><![CDATA[Greatest of All Times]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Platini]]></category>
		<category><![CDATA[Oeke]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto Baggio]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zico]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=304379</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // seringkas itu namanya/ sepanjang itu dia rentangkan sejarah/ seagung itu dia mahkotakan sepak bola// (Sajak “Pele”, 2022) EDSON Arantes do Nascimento. Sepanjang itu namanya, dan kita lebih akrab dengan sebutan ringkasnya: Pele. Legenda terbesar sepak bola Brazil itu, pada Jumat dinihari WIB (30/12) pergi selamanya dalam usia 82. Dia menyusul [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/31/pele-maradona-dan-masa-depan-nomor-10-pasca-messi">Pele, Maradona, dan Masa Depan Nomor 10 Pasca-Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-304415 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// seringkas itu namanya/ sepanjang itu dia rentangkan sejarah/ seagung itu dia mahkotakan sepak bola//</em><br />
<strong>(Sajak “Pele”, 2022)</strong></p>
<p><strong>EDSON</strong> Arantes do Nascimento. Sepanjang itu namanya, dan kita lebih akrab dengan sebutan ringkasnya: Pele.</p>
<p>Legenda terbesar sepak bola Brazil itu, pada Jumat dinihari WIB (30/12) pergi selamanya dalam usia 82. Dia menyusul sahabat sekaligus rival abadinya, Diego Maradona yang sudah mendahului dua tahun silam. Kepergian pemilik jersey 10 Selecao itu hampir bertepatan dengan saat Lionel Messi “mentas” meraih Piala Dunia, trofi yang Pele dan Maradona telah membendaharakannya.</p>
<p>Pele tiga kali (1958, 1962, 1970) meraih Piala Dunia, yang pasti sulit disamai oleh pemain mana pun. Dunia selalu membandingkan, siapa lebih hebat: dia, atau Maradona? Sama seperti ketika dalam satu dekade terakhir diperdebatkan, siapa lebih pantas menyandang predikat Greatest of All Times (GOAT): Leo Messi, atau Cristiano Ronaldo?</p>
<p>Pele identik dengan nomor 10. Dialah yang mempulerkan sakralitas jersey 10 sebagai angka yang tak sembarang bintang layak mengenakan. Dalam sejarah sepak bola, Pele, Maradona, dan Messi adalah si nomor 10 sejati. Sebelumnya tercatat Denis Law, Michael Platini, Zico, Maradona, Roberto Baggio, Francesco Totti, Zinedine Zidane, dan Ronaldinho.</p>
<p>Simaklah pesan Neymar Junior di akun instagramnya, seperti dikutip <em>cnnindonesia.com</em>, “Sebelum Pele, ‘10’ hanyalah angka. Saya membaca ungkapan itu di suatu tempat, di beberapa momen dalam hidup saya. Tapi kalimat itu, indah, meski tidak lengkap. Saya akan mengatakan bahwa sebelum Pele, sepak bola hanyalah olahraga. Pele mengubah segalanya. Dia mengubah sepak bola menjadi seni, menjadi hiburan”.</p>
<p>Tulisnya pula, ”Itu memberi pesan kepada orang miskin, orang kulit hitam dan segalanya. Ini memberi visibilitas ke Brazil. Sepak bola dan Brazil telah menaikkan status mereka berkat Sang Raja! Dia pergi, tapi sihirnya akan tetap ada. Pele itu abadi!”</p>
<p>Kelahiran bintang sebesar Pele, Maradona, atau Messi adalah siklus yang tak bisa direncanakan. Seperti kata kiper nyentrik legenda Kolombia, Rene Higuita, belum tentu dalam abad berikut kita bisa menyaksikan pemain sekualitas Leo Messi.</p>
<p>Rahim sepak bola akan selalu melahirkan anak-anak terbaik. Setiap pahlawan menginspirasi pemunculan pahlawan-pahlawan baru; namun “level alien” tidak bisa sekadar ditunggu. Bakat sehebat Pele, Maradona, dan Messi dihadirkan Tuhan sebagai anugerah sejarah. Katakanlah, bintang-bintang lainnya adalah “manusia biasa”.</p>
<p>Messi pernah menjalani hari-hari pertumbuhan karier sebagai The Next Maradona. Dan, kini giliran Argentina menunggu munculnya “Lionel Messi Baru”, dan pasti perasaan yang sama menghinggapi sepak bola Brazil pasca-kepergian Pele.</p>
<p><strong>Budaya Pop</strong><br />
Ungkapan “the next” atau “the new” lazim dikelola media, tentu sebagai bagian dari fenomena budaya pop. Pelabelan itu dimaknai sebagai ilham, inspirasi, atau harapan.</p>
<p>Anda ingat Safet Susic, “Pele dari Balkan”? Orang Yugoslavia pada dekade 1970-an mengimpikan bintangnya itu bisa berkembang sekaliber “Sang Raja”.</p>
<p>Pun, pastilah penggemar sepak bola era 1970-an paham mengapa Arthur Antunes Coimbra “Zico” disemati predikat “Pele Putih”. Juga Ronaldo Luis Nazario, Kaka, Robinho, dan Ronaldinho yang pernah melintaskan cahaya cemerlang.</p>
<p>Di Asia, striker ganas Arab Saudi Majeed Mohammed pada awal 1980-an kebagian gelar “Pele Padang Pasir”.</p>
<p>Legenda Ghana 1990-an, Abedi Ayew Pele menyandang nama masyhur itu, tentu karena orang tuanya mengidolakan Edson Arantes do Nascimento, dan merupakan doa bagi masa depan anaknya.</p>
<p>Maradona punya banyak padanan harapan. Ada Hossam Hassan “Maradona dari Sungai Nil”, Gheorghe Hagi “Maradona dari Carpathian”. Kita punya Zulkarnaen Lubis “Maradona Indonesia”. PSIS Semarang juga pernah menjuluki strikernya yang pendek-gempal Tugiyo, sebagai “Maradona Purwodadi”.</p>
<p>Di Argentina sejumlah pemain digadang-gadang menjadi pewaris Maradona. Dari Ariel Ortega, Juan Roman Riquelme, Javier Xaviola, Marcello Gallardo, Pablo Aimar, Javier Pastore, Carlos Tevez, hingga Lionel Messi.</p>
<p>Di antara mereka, hanya Messi yang mewujudkan kesetaraan sebagai “titisan” El Pibe de Oro. Lainnya mengapung ke tingkat elite, namun tidak sampai ke eksepsionalitas level.</p>
<p>Labelisasi inspirasi melekat dalam diri sejumlah pemain. Kita mengenal Xherdan Shaqiri, Mario Goetze, Mohamed Salah, dan Phil Foden sebagai pemain yang menyandang singgungan “Messi”. Mereka menghadirkan pencapaian sebagai pemain penting klub dan negara, namun tidak dalam level Messi.</p>
<p>Di Barcelona, Akademi La Masia melahirkan banyak calon “Messi baru”. Ada Bojan Krkic, Iker Muniain, dan Lee Seung-woo.</p>
<p>Di luar itu juga beredar nama-nama Mauro Zarate, Gai Assulin, Martin Odegaard, hingga Takefusa Kubo. Tercatat pula <em>wonderkid</em> Indonesia Egy Maulana Fikri, Chanatip Songkrasin (Thailand), dan Nguyen Quang Hai (Vietnam) sebagai “Messi”.</p>
<p><strong>Julian Alfarez</strong><br />
Anda ulanglah mengamati: gol Julian Alfarez di semifinal Piala Dunia 2022 ke gawang Kroasia. Bukankah itu produk kemampuan bintang?</p>
<p>Dari tengah lapangan, striker 21 tahun itu meliak-liuk melewati sejumlah pemain lawan sebelum mengeksekusi bola ke gawang Dominik Livakovic.</p>
<p>Dalam peta sepak bola Argentina masa depan, Alfarez diproyeksikan menjadi pengganti Messi bersama Enzo Fernandez, Pemain Muda Terbaik Qatar 2022. Negeri Tango juga punya sejumlah <em>wonderkid</em>: Thiago Almada, Nicolas Gonzales, Alejandro Garnacho, dan Exequiel Zeballos.</p>
<p>Selain masa depan “malaikat baru” bagi negeri yang tiga kali juara dunia itu, kita juga sedang mengikuti progres kematangan Kylian Mbappe (Prancis), Jude Bellingham (Inggris), Gavi (Spanyol), Raphinha, Antony, Douglas Luis (Brazil), atau Jamal Musiala (Jerman).</p>
<p>Anak-anak ajaib menunggu peluang merebut panggung, dan dunia menanti siapa yang kelak mengisi “singgasana” Messi, Cristiano Ronaldo, atau Neymar Junior.</p>
<p>Rakyat Brazil, terutama. Kepergian “Sang Raja” menciptakan ruang penantian: lahirnya seniman bola, sosok eksepsional pemakai jersey Selecao nomor 10&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/31/pele-maradona-dan-masa-depan-nomor-10-pasca-messi">Pele, Maradona, dan Masa Depan Nomor 10 Pasca-Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konfrontasi Argentina-Belanda  Dimulai sejak Final Piala Dunia 1978</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/11/konfrontasi-argentina-belanda-dimulai-sejak-final-piala-dunia-1978</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2022 14:09:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Argentina]]></category>
		<category><![CDATA[Ariel Ortega]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Louis van Gaal]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Mario Kempes]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=299617</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS &#8220;GEGER GENJIK&#8221; Argentina versus Belanda dalam perempat final Piala Dunia 2022, sejatinya tak hanya dipicu oleh letupan-letupan sebelum, pada saat, dan selepas pertandingan. Anda yang sudah mengikuti putaran final sejak era 1970-an, akan menemukan simpul, kedua tim telah memendam &#8220;api dalam sekam&#8221; sejarah perseteruan. Titik puncaknya adalah final Copa del Mundo [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/11/konfrontasi-argentina-belanda-dimulai-sejak-final-piala-dunia-1978">Konfrontasi Argentina-Belanda  Dimulai sejak Final Piala Dunia 1978</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><img loading="lazy" class="size-full wp-image-299477 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-11-07-at-20.18.13-1.jpeg" alt="" width="150" height="190" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-11-07-at-20.18.13-1.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-11-07-at-20.18.13-1-118x150.jpeg 118w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />&#8220;<strong>GEGER GENJIK</strong>&#8221; Argentina versus Belanda dalam perempat final Piala Dunia 2022, sejatinya tak hanya dipicu oleh letupan-letupan sebelum, pada saat, dan selepas pertandingan.</p>
<p>Anda yang sudah mengikuti putaran final sejak era 1970-an, akan menemukan simpul, kedua tim telah memendam &#8220;api dalam sekam&#8221; sejarah perseteruan.</p>
<p>Titik puncaknya adalah final Copa del Mundo 1978. Tuan rumah Albiceleste menundukkan De Oranye 3-1 lewat perpanjangan waktu. Itulah salah satu final Piala Dunia terbaik sejak turnamen digelar pada 1930.</p>
<p>Mengalahkan Belanda yang berlabel tim <em>total football</em> adalah hasil penuh gengsi bagi Daniel Passarella dkk. Bukankah empat tahun sebelumnya di Jerman Barat, di babak grup Johan Cruyff cs menang mudah 4-0?</p>
<p>Final 1978 menjadi pertaruhan kehormatan Tim Tango dan peluang emas Belanda untuk meraih gelar dunia, namun Argentina lebih beruntung. Ketegangan demi ketegangan terjadi dari menit ke menit. Permainan keras dan konfrontasi mewarnai laga.</p>
<p>Pertemuan antara kedua tim pun akhirnya menjadi duel klasik, baik dalam turnamen resmi maupun Piala Dunia.</p>
<p>Lewat pasang surut performa, keduanya berjumpa lagi dalam laga provokatif di perempat final Piala Dunia 1998, yang dimenangi Belanda 2-1. Lalu edisi 2014 di semi final, Argentina menang adu penalti, persis sama dengan momen Qatar 2022.</p>
<p>Dalam 10 duel, Argentina dan Belanda sama-sama membukukan empat kemenangan. Dua laga sisa berakhir imbang.</p>
<p>Dari seni bermain dan pengembangan taktikal, Argentina dan Belanda memiliki karakter masing-masing. Sama-sama menyukai permainan menyerang, kedua tim punya artis-artis hebat yang memberi corak dalam setiap pertemuan.</p>
<p>Kedua negara melahirkan bintang-bintang besar dalam setiap era, sehingga selalu menjanjikan pertemuan yang berkelas.</p>
<p><strong>Sedemikian Sensitif?</strong><br />
Mengapa di Qatar kali ini emosi kedua kubu sedemikian sensitif?</p>
<p>Pertama, impian Argentina meraih juara dan mandedikasikannya untuk sang kapten, Lionel Messi.</p>
<p>Apabila mampu meraih trofi, Messi tak lagi diragukan menjadi pemain terbesar dalam sejarah. Mahkota Piala Dunia-lah yang selama ini selalu melemahkannya di hadapan capaian sang legenda, Diego Maradona (1986).</p>
<p>Kedua, realitas perkembangan teknologi informasi mudah meletupkan tafsir pernyataan apa pun. Seperti <em>mind game</em> yang dilancarkan oleh pelatih Belanda, Louis van Gaal tentang Leo Messi. Statemen Van Gaal menyulut tekad pembuktian Messi, yang lalu tak mampu menahan diri untuk bereaksi setelah laga.</p>
<p>Ketiga, betapa pun santun dan hebat, Messi tetap manusia biasa yang bisa gusar dan marah. Perasaan itu diluapkan dengan ekspresi yang tak terduga. Nyatanya, La Pulga menjadi &#8220;sasaran&#8221; apa saja: perhatian, permainan keras, provokasi, serta taktik bermain lawan untuk mereduksi perannya.</p>
<p>Elemen-elemen emosi seperti itu menyuburkan perseteruan yang memang sudah punya akar. Mario Kempes, Maradona, Ariel Ortega, dan kini Messi merasakannya. Sama seperti Rob Rensenbrink, Marco van Basten, Dennis Bergkamp, dan kini Virgil van Dijk mengalaminya.</p>
<p>Ketegangan adalah salah satu aspek keindahan sepak bola. Akan tetapi, &#8220;silaturahim permainan&#8221; yang dibumbui konfrontasi fisik secara berlebihan tentu mengurangi eksotikanya.</p>
<p>Ya, siapa yang tak ingin menyaksikan pemain sekelas Messi mengetengahkan aksi-aksi puncak, di laga-laga akhir Piala Dunia pamungkasnya?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/11/konfrontasi-argentina-belanda-dimulai-sejak-final-piala-dunia-1978">Konfrontasi Argentina-Belanda  Dimulai sejak Final Piala Dunia 1978</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jersey Maradona Dihargai Rp 126 M, Matthaus: Saya Tak Akan Pernah Menjualnya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/09/17/jersey-maradona-dihargai-rp-126-m-matthaus-saya-tak-akan-pernah-menjualnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2022 16:21:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[berita-bola]]></category>
		<category><![CDATA[Jersey]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Matthaus]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=279215</guid>

					<description><![CDATA[<p>(SUARABARU.ID) &#8211; Legenda Jerman (dulu Jerman Barat), Lothar Matthaus, begitu menghargai persahabatannya dengan mendiang megabintang Argentina Diego Armando Maradona. Begitu mendalam kesan persahabatan itu, sampai-sampai Matthaus tak ada keinginan menjual kaos yang dikenakan Maradona pada final Piala Dunia 1986 yang membawa Argentina menjadi juara. &#8220;Saya tidak akan pernah menjual kaos itu, meski ada tawaran sebesar [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/17/jersey-maradona-dihargai-rp-126-m-matthaus-saya-tak-akan-pernah-menjualnya">Jersey Maradona Dihargai Rp 126 M, Matthaus: Saya Tak Akan Pernah Menjualnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Legenda Jerman (dulu Jerman Barat), Lothar Matthaus, begitu menghargai persahabatannya dengan mendiang megabintang Argentina Diego Armando Maradona. Begitu mendalam kesan persahabatan itu, sampai-sampai Matthaus tak ada keinginan menjual kaos yang dikenakan Maradona pada final Piala Dunia 1986 yang membawa Argentina menjadi juara.</p>
<p>&#8220;Saya tidak akan pernah menjual kaos itu, meski ada tawaran sebesar 7 juta pounds (setara Rp 126 Miliar),&#8221; katanya.</p>
<p>Dikutip dari dailymail.co.uk, Lothar Matthaus kemudian mengemukakan, ada dua kesempatan bagi dia bisa menguangkan dengan nilai tinggi atas persahabatannya dengan Diego Maradona. Yang pertama, pada tahun 1986, melibatkan tas penuh dengan uang di bawah meja di sebuah restoran Munich. Yang kedua, hanya beberapa minggu yang lalu, menyangkut jersey yang dikenakan oleh mendiang legenda Argentina di final Piala Dunia 1986 Meksiko, ketika Matthaus dan Jerman Barat dikalahkan 3-2.</p>
<p>Steve Hodge, gelandang Inggris yang memiliki jersey Maradona dari perempat final pada laga yang memunculkan istilah &#8216;Hand of God&#8217; (Tangan Tuhan), menjual top fabel itu pada bulan Mei dengan rekor dunia 7,1 juta pounds. Dia menyebutnya, sebagai &#8216;dana pensiun&#8217; miliknya.</p>
<p>Begitu juga Matthaus, yang kini berusia 61 tahun, tidak tergoda untuk menukar kaus berbingkai yang digantung di markas Bavaria, ditukar dengan sejumlah uang yang hampir pasti untuk mengamankan masa depan keuangan keempat anaknya.</p>
<p>&#8220;Tidak,&#8221; katanya, tak goyah, setelah bulan lalu mengembalikan jersey itu kepada duta besar Argentina di Madrid. &#8220;Dalam 36 tahun, saya tidak pernah berpikir, &#8216;Saya ingin uang untuk baju ini&#8217;. Sangat menyenangkan bagi saya untuk mengembalikannya kepada orang-orang Argentina.&#8221;</p>
<p>Dalam otobiografi Maradona, dia mengatakan bahwa Matthaus adalah lawan terbesarnya. Itu, tampaknya, adalah penilaian yang cukup. &#8220;Saya tidak akan pernah, dan tidak pernah, mendapat pujian yang lebih besar dari itu. Diego adalah waktu terbaik saya. Tidak ada orang di bumi yang telah melakukan apa yang dia lakukan dengan sepak bola.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kami bermain di pertandingan perpisahan satu sama lain, tetapi hanya sekali di tim yang sama, pertandingan perpisahan Michel Platini di Seville pada tahun 1988. Dia memberi saya umpan untuk gol saya. Setelah itu, kami menikmati malam yang tak terlupakan dengan bir.&#8221;</p>
<p>&#8220;Diego adalah dewa di Argentina, itulah mengapa memberi mereka jersey spesial itu.&#8221;</p>
<p>Matthaus, perlu dicatat, adalah pemenang Ballon d&#8217;Or dan Piala Dunia yang kini menjadi pakar di TV terkemuka di Jerman. Kebutuhannya akan dana mungkin tidak sebesar Hodge, yang terakhir bekerja di sepak bola sebagai pelatih muda di Notts County beberapa tahun lalu.</p>
<p>Meskipun demikian, rejeki nomplok Hodge akan memberitahu Matthaus apa yang dia menyerah. Dia telah menolak godaan seperti itu sebelumnya. Mantan gelandang ini menceritakan sebuah kisah ketika, sebagai pemain berusia 25 tahun yang bermain untuk Bayern Munich, hubungannya dengan Maradona, saat itu dari Napoli, membawa kunjungan kejutan dari empat pria Italia.</p>
<p>&#8220;Itu setelah Piala Dunia 1986, dan Diego mengirim sekelompok pria dari Naples. Dia berkata kepada mereka, &#8216;Hei, Anda harus membawa saya Matthaus ke dalam tim saya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saat itu hari Sabtu dan saya memiliki pertandingan Bundesliga di Cologne. Saya terbang ke Munich dan tiba di restoran Italia pada jam 10 malam, di mana tim manajemen saya telah makan dan minum sepanjang malam dengan orang-orang ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dijelaskan kepada saya apa yang mereka inginkan. Saya memiliki kesempatan untuk menandatangani kontrak tiga tahun dengan Napoli. Diego menginginkanku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ada biaya penandatanganan 1 juta Deutsch (440 ribu pounds atau setara Rp 8 Miliar), dan itu ada di sebelah saya di lantai, dalam tas hitam. Jika saya setuju, saya mendapatkannya. Jika saya tidak menolak, saya juga mendapatkannya, tapi kemudian saya tidak bisa bergabung dengan klub Italia lainnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tentu, Anda mulai berpikir, itu uang banyak, empat kali gaji saya dari Bayern. Tapi saya berkata, &#8216;Tidak, tidak ada yang bisa membeli saya&#8217;. Itu bukan cara saya, rasanya… rumit. Mereka terbang pulang, dengan uang mereka, tapi tidak dengan tanda tangan saya.&#8221;</p>
<p>Matthaus akhirnya menandatangani kontrak dengan Inter Milan dan membawa mereka meraih gelar Serie A di musim pertamanya pada tahun 1989, mengalahkan Napoli dan Maradona di urutan kedua.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/17/jersey-maradona-dihargai-rp-126-m-matthaus-saya-tak-akan-pernah-menjualnya">Jersey Maradona Dihargai Rp 126 M, Matthaus: Saya Tak Akan Pernah Menjualnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title> “The Avengers” Sepak Bola, Inilah Mereka&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/19/the-avengers-sepak-bola-inilah-mereka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2020 10:42:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[amir machmud ns]]></category>
		<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[cafu]]></category>
		<category><![CDATA[lev yashin]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=133870</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS //&#8230; itukah hidup yang menghidupi sepak bola?// takdir yang saling menggenapkan// dari sepak bola mereka ada// mereka ada maka ada sepak bola// inikah hidup dengan berkah berlimpah?// bakat, intelegensia, dan intelektualitas// tak semudah itu manusia memburunya// katakan, sepak bola itu karunia// (Sajak “Manusia Langka Sepak Bola”, 2020) MANUSIA-manusia langka mewarnai perjalanan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/19/the-avengers-sepak-bola-inilah-mereka"> “The Avengers” Sepak Bola, Inilah Mereka&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-133871" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: <strong>Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>//&#8230; itukah hidup yang menghidupi sepak bola?// takdir yang saling menggenapkan// dari sepak bola mereka ada// mereka ada maka ada sepak bola// inikah hidup dengan berkah berlimpah?// bakat, intelegensia, dan intelektualitas// tak semudah itu manusia memburunya// katakan, sepak bola itu karunia//</em> (Sajak “Manusia Langka Sepak Bola”, 2020)</p>
<p><strong>MANUSIA-</strong>manusia langka mewarnai perjalanan olahraga sepak bola. Mereka meraih mahkota keagungan lewat persembahan piala untuk klub dan tim nasional negaranya. Sebagian merengkuh puncak-puncak pengakuan individual berupa trofi; tak sedikit pula yang bertabur mitos dalam karier dan jalan hidup mereka.</p>
<p>Para sepakbolawan hebat hadir dengan kemampuan eksepsional, menciptakan superioritas aksi-aksi, yang di antaranya bahkan melewati kelaziman batas-batas teknis anak manusia. Lionel Messi misalnya, sering digambarkan sebagai alien, makhluk angkasa luar yang kemampuannya tidak bisa dibandingkan dengan manusia biasa.</p>
<p>Berbagai karakter, gaya, dan capaian memosisikan para “soccer superhero” itu dengan <em>maqam</em> masing-masing. Diego Maradona yang dijuluki El Pibe de Oro (Anak Ajaib) dielu-elukan sebagai “dewa” di Napoli. Di Argentina bahkan muncul histeria sebuah “sekte” keagamaan yang secara khusus berkiblat memuja Maradona.</p>
<p>Anda pasti mencatat pula betapa Edson Arantes do Nascimento alias Pele dijuluki “Raja”, Franz Beckenbauer mendapat pengakuan sebagai “Kaisar”, atau Ronaldo Luis Nazario Lima dengan predikat “Sang Fenomenal”. Cristiano Ronaldo menginspirasi anak-anak muda di seluruh dunia untuk mengikuti jejak cemerlangnya.</p>
<p>Dengan predikat-predikat semacam itu, apakah mereka merupakan penguasa yang tak tergantikan di masing-masing posisi bermain sepanjang masa?</p>
<p>Begitu banyak manusia sepak bola terbaik pada eranya, atau yang punya keistimewaan tak tertandingi, dan kelahiran bintang itu berlangsung susul menyusul pada tiap masa. Dan, tiap era bintang pastilah punya tingkat tantangan yang berbeda.</p>
<p>Bayangkanlah pula, bagaimana tingkat rivalitasnya, andai dibentuk tim sepanjang masa? Atau yang paling moderat kita menganut aksioma “versi”, yakni terbaik versi A, ala B, menurut C, dan seterusnya. Kalau kita membuat strata tim utama, tim cadangan, lalu tim cadangan kedua, pastilah terkesan subjektif dan diskrimatif, mengingat para “avenger” itu memiliki keutamaan masing-masing.</p>
<p>*   *   *</p>
<p><strong>MAJALAH </strong>penggagas trofi Ballon d’Or pada era 1960-an, <em>France Football</em> belum lama ini membuat jajak pendapat tentang penyusunan “dream team” <em>starting eleven</em>: siapa saja pemain yang layak masuk dalam formasi tim terbaik sepanjang sejarah?</p>
<p>Dan, inilah hasil jajak pendapat itu.</p>
<p>Kiper: Lev Yashin (Uni Soviet). Bek: Cafu (Brazil), Paolo Maldini (Italia), dan Franz Beckenbauer (Jerman). Gelandang: Lothar Matthaeus (Jerman), Xavi Hernandez (Spanyol), Diego Maradona (Argentina). Penyerang: Pele (Brazil), Lionel Messi (Argentina), Cristiano Ronaldo (Portugal), dan Ronaldo Luis Nazario Lima (Brazil).</p>
<p>Skema lain bisa kita akses dari versi majalah terkemuka <em>World Soccer</em> yang menggelar formasi 4-4-2. Kiper: Lev Yashin. Bek: Cafu, Franz Beckenbauer, Bobby Moore (Inggris), Paolo Maldini. Gelandang: Alfredo Di Stefano (Spanyol), Johan Cruyff (Belanda), Diego Maradona, Ziedine Zidane (Prancis). Penyerang: Pele, dan Lionel Messi.</p>
<p>Sedangkan versi terbaik sepanjang masa dalam Piala Dunia menghasilkan skema kiper: Lev Yashin. Bek: Cafu, Nelson Santos (Brazil), Franz Beckenbauer, Bobby Moore. Gelandang: Lothar Matthaeus, Zinedine Zidane, Garrincha (Brazil), Diego Maradona. Penyerang: Pele, Gerd Mueller (Jerman).</p>
<p>Dari tiga versi itu, nama yang selalu muncul adalah Yashin, Cafu, Beckenbauer, Moore, Maradona, dan Pele. Yang muncul di dua versi: Maldini, Mattaheus, dan Messi. Sedangkan Garrincha, Nelson Santos, Xavi, Cristiano, Di Stefano, Cruyff, Mueller, Zidane, dan Ronaldo Nazario muncul dalam satu versi.</p>
<p>Hanya ada 11 slot pada tiap versi. Padahal sejarah melahirkan banyak mahabintang di tiap posisi, sehingga tidak setiap bintang bisa memperoleh tempat. Anda tentu mempertanyakan, di mana memosisikan para pemain sehebat Rivelino, Zico, Kaka, George Best, Ruud Gullit, Marco van Basten, Frank Rijkaard, Dejan Savisevic, George Weah, George Best, Michael Platini, Thomas N’Kono, Eric Cantona, Zlatan Ibrahimovic, Samuel Eto’o, Ronaldinho, Luka Modric, bahkan Son Heung-min?</p>
<p>Padahal pula, masih banyak “avenger” lain yang terlewat.</p>
<p>Kini, penyerang subur Bayern Muenchen Robert Lewandowski juga meneguhkan pengakuan dalam deret sejarah pemain besar sebagai Pemain Terbaik FIFA 2020, menyisihkan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.</p>
<p>Mungkin pertanyaan ini juga diapungkan oleh para apresian sepak bola Spanyol: ketika Xavi masuk dalam skema terbaik versi <em>France Football</em>, bagaimana penilaian kita terhadap Andres Iniesta, Sergio Ramos, dan Iker Casillas yang mengarungi masa-masa puncak pada era kejayaan klub dan tim nasional La Furia Roja pada 2008 hingga 2012?</p>
<p>Barang tentu, tidak mudah memadatkan apresiasi ke dalam sebuah formasi tim yang terbatas. Sepak bola akan terus melahirkan anak-anak kandung yang hebat, baik dengan talenta langka dan kejeniusan ala Pele, Maradona, Ronaldinho, atau Messi. Atau yang terasah lewat spartanitas latihan ala Zidane dan Cristiano Ronaldo. Mungkin pula dengan intelektualitas ala Beckenbauer, Cruyff, Platini dan Son Heung-min.</p>
<p>Setidak-tidaknya, otak-atik bergaya mediatika ala <em>France Football</em> dan <em>World Soccer</em> bakal membantu cakrawala pandang kita, betapa sepak bola mengetengahkan produk gabungan antara impian, ide, intelektualitas, dan kejeniusan. Di luar itu ada faktor karunia yang bernama “bakat lahir”.</p>
<p>Pada kelompok ini, sepak bola ditakdirkan menjadi hidup sebagian manusia, dan hidup para bintang itu telah disuratkan untuk menghidupkan sepak bola.</p>
<p>Nah, tak pernah ada matinya bukan membicarakan mereka?</p>
<p><em>Amir Machmud NS, wartawan SUARABARU.ID, kolumnis olahraga, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/19/the-avengers-sepak-bola-inilah-mereka"> “The Avengers” Sepak Bola, Inilah Mereka&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>