<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mahasiswa Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/mahasiswa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Jul 2026 11:50:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>mahasiswa Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pedagang Arum Manis di CFD Berharap Retribusi tidak Terlalu Mahal</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/07/05/pedagang-arum-manis-di-cfd-berharap-retribusi-tidak-terlalu-mahal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 11:48:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Arum Manis]]></category>
		<category><![CDATA[car free day]]></category>
		<category><![CDATA[Kembang Gula]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=567903</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Seorang pedagang kembang gula Arum Manis, yang menggelar jualannya di area Car Free Day (CFD), Jalan Imam Bardjo, Pleburan, Semarang, Minggu (5/7/2026), terlihat diserbu pembeli. Mereka yang rata-rata anak-anak dan remaja itu, menyukai rasanya yang manis, bentuknya lucu, serta harganya terjangkau. Di antara pembeli itu, terdapat sejumlah mahasiswa jurusan Pariwisata Universitas Semarang (USM), [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/07/05/pedagang-arum-manis-di-cfd-berharap-retribusi-tidak-terlalu-mahal">Pedagang Arum Manis di CFD Berharap Retribusi tidak Terlalu Mahal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Seorang pedagang kembang gula Arum Manis, yang menggelar jualannya di area Car Free Day (CFD), Jalan Imam Bardjo, Pleburan, Semarang, Minggu (5/7/2026), terlihat diserbu pembeli. Mereka yang rata-rata anak-anak dan remaja itu, menyukai rasanya yang manis, bentuknya lucu, serta harganya terjangkau.</p>
<p>Di antara pembeli itu, terdapat sejumlah mahasiswa jurusan Pariwisata Universitas Semarang (USM), yang membeli Arum Manis berbentuk boneka lucu. Mereka ternyata mendapat tugas mata kuliah Jurnalistik Pariwisata, yang diampu dosen Dr Yuliyanto Budi Setiawan SSos MSi.</p>
<p>Para mahasiswa itu membeli Arum Manis karena bentuknya yang lucu. Selain itu, mereka juga melakukan wawancara ke pedagangnya, tentang pengalaman selama jualan Arum Manis di area CFD</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/07/03/upt-usm-career-and-alumni-center-ucac-selenggarakan-job-fair">Denny Mulder Layangkan Surat untuk Ketua Komisi III, Adukan Wamen PPPA ke DPR RI</a></strong></p>
<p>Salah satu pedagang Arus Manis di area CFD Semarang, Siti Fatonah, mengaku telah berjualan Arum Manis selama tiga tahun. Dia memilih di area CFD, karena banyak anak-anak dan remaja, yang setiap hari Minggu berolahraga dan jalan-jalan pagi di sekitar CFD Simpanglima.</p>
<p>&#8221;Jualan di sini menguntungkan, karena belum banyak yang jualan Arum Manis. Anak-anak menyukai Arum Manis, karena bentuknya lucu. Selain itu, biasanya anak-anak suka jajanan yang manis-manis,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, pada saat ramai pembeli, dagangannya habis sebelum pukul 09.00 WIB. Dia menjual harga satu bungkus kembang gula ukuran besar seharga Rp 25 ribu, sedangkan yang ukuran biasa Rp 20 ribu.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/07/05/denny-mulder-layangkan-surat-untuk-ketua-komisi-iii-adukan-wamen-pppa-ke-dpr-ri">Denny Mulder Layangkan Surat untuk Ketua Komisi III, Adukan Wamen PPPA ke DPR RI</a></strong></p>
<p>&#8221;<em>Alhamdulillah</em>, jualan hari ini cukup ramai pembeli, sehingga sebelum pukul 09.00 WIB dagangan sudah habis,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Disampaikan dia, selain jualan di area CFD setiap hari Minggu, dia setiap hari juga jualan di rumah. Dia akan terus menekuni sebagai penjual Arum Manis, untuk menambah penghasilan keluarga.</p>
<p>&#8221;Saya berharap, jualan saya ramai terus, sehingga bisa menambah penghasilan. Biaya retribusi di sini cukup mahal. Kalau bisa, biaya retribusi jangan terlalu mahal, biar meringankan para pedagang kecil,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/07/05/pedagang-arum-manis-di-cfd-berharap-retribusi-tidak-terlalu-mahal">Pedagang Arum Manis di CFD Berharap Retribusi tidak Terlalu Mahal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Pariwisata USM Tanam Mangrove di Ekoeduwisata Mangrove Tapak</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/07/02/mahasiswa-pariwisata-usm-tanam-mangrove-di-ekoeduwisata-mangrove-tapak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 09:45:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Ekoeduwisata Mangrove Tapak]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Praktikum Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[Prodi Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Program Studi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=567569</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pariwisata Universitas Semarang (USM), melaksanakan praktikum lapangan di Ekoeduwisata Mangrove Tapak, di Kecamatan Tugu, Semarang, Rabu (1/6/2026). Kegiatan yang diikuti 60 mahasiswa itu, merupakan implementasi mata kuliah Pariwisata Bahari. Mahasiswa tidak hanya ingin merasakan pengalaman berwisata di ekosistem mangrove, namun pihak Prodi Pariwisata juga ingin anak didiknya melihat pengelolaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/07/02/mahasiswa-pariwisata-usm-tanam-mangrove-di-ekoeduwisata-mangrove-tapak">Mahasiswa Pariwisata USM Tanam Mangrove di Ekoeduwisata Mangrove Tapak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)-</strong> Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pariwisata Universitas Semarang (USM), melaksanakan praktikum lapangan di Ekoeduwisata Mangrove Tapak, di Kecamatan Tugu, Semarang, Rabu (1/6/2026).</p>
<p>Kegiatan yang diikuti 60 mahasiswa itu, merupakan implementasi mata kuliah Pariwisata Bahari. Mahasiswa tidak hanya ingin merasakan pengalaman berwisata di ekosistem mangrove, namun pihak Prodi Pariwisata juga ingin anak didiknya melihat pengelolaan wisata, dan turut andil dalam melestarikan lingkungan pesisir.</p>
<p>&#8221;Kami mengajak mahasiswa untuk belajar langsung mengenai pengelolaan wisata di ekosistem mangrove. Misi lainnya, kami juga ingin ikut berkontribusi untuk pelestarian pesisir di Kota Semarang, dengan menanam 300 bibit mangrove,&#8221; kata dosen pengampu mata kuliah Pariwisata Bahari, Muchammad Satrio Wibowo, SKel MSc.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/07/01/fakultas-teknologi-pertanian-usm-santuni-anak-yatim">Fakultas Teknologi Pertanian USM Santuni Anak Yatim</a></strong></p>
<p>Menurutnya, kegiatan praktik di lapangan dapat menjadi media pembelajaran yang lengkap, karena menggabungkan beberapa kegiatan, rekreasi, edukasi, dan konservasi.</p>
<p>Praktikum ini menandai awal hubungan kolaborasi Prodi Pariwisata USM, dengan pengelola Ekoeduwisata Mangrove Tapak, dalam menjaga pesisir Kota Semarang dan peningkatan kualitas kegiatan pariwisata. &#8221;Kami berharap, kerja sama ini bisa membuahkan manfaat untuk masyarakat luas,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Adapun aktivitas yang dilakukan dalam praktikum ini, susur sungai melewati hutan mangrove dengan kapal, edukasi pohon mangrove, dan kegiatan penanaman mangrove.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/07/01/dosen-fakultas-hukum-usm-beri-penyuluhan-pembaharuan-hukum-pidana">Dosen Fakultas Hukum USM Beri Penyuluhan Pembaharuan Hukum Pidana</a></strong></p>
<p>&#8221;Praktikum menanam mangrove ini, memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi kami. Saya pun menjadi lebih memahami pentingnya peran mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, dan merasakan secara langsung proses penanaman yang sebelumnya hanya dipelajari di kelas,&#8221; ujar Lusia Cindi Novita, salah satu mahasiswi Pariwisata USM.</p>
<p>Usai kegiatan praktikum itu, para mahasiswa diwajibkan menyusun laporan. Hasil laporan itu diharapkan menjadi salah satu sumbangsih Prodi Pariwisata USM, dalam upaya pengembangan pengelolaan pariwisata di Ekoeduwisata Mangrove Tapak.</p>
<p>Salah satu pengelola Mangrove Tapak, Topo menyatakan, pihaknya memberikan apresiasi pada para mahasiswa Priwisata USM, yang berpartisipasi menanam mangrove. Dia berharap, kegiatan itu membawa manfaat bagi bagi generasi yang akan datang.</p>
<p>&#8221;Kami berterima kasih kepada Prodi Pariwisata USM, yang telah meluangkan waktunya untuk berkunjung ke sini. Semoga kunjungan ini bisa menjadi amal jariyah para peserta, yang telah berpartisipasi menanam mangrove,&#8221; ujar Topo.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/07/02/mahasiswa-pariwisata-usm-tanam-mangrove-di-ekoeduwisata-mangrove-tapak">Mahasiswa Pariwisata USM Tanam Mangrove di Ekoeduwisata Mangrove Tapak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>47 Mahasiswa Pariwisata USM KKL di Bali Pelajari Strategi Pengelolaan Destinasi dan Kearifan Lokal</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/07/01/47-mahasiswa-pariwisata-usm-kkl-di-bali-pelajari-strategi-pengelolaan-destinasi-dan-kearifan-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 10:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetensi Akademik]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Kerja Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Program Studi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=567398</guid>

					<description><![CDATA[<p>DENPASAR (SUARABARU.ID)&#8211; Sebanyak 47 mahasiswa Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Semarang (USM), melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Bali, pada Jumat-Selasa (26-30/6/2026). Kegiatan itu sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), yang bertujuan memperkuat kompetensi akademik, sekaligus mempertemukan teori yang diperoleh di ruang kuliah, dengan praktik nyata di industri pariwisata. Didampingi Dosen Koordinator [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/07/01/47-mahasiswa-pariwisata-usm-kkl-di-bali-pelajari-strategi-pengelolaan-destinasi-dan-kearifan-lokal">47 Mahasiswa Pariwisata USM KKL di Bali Pelajari Strategi Pengelolaan Destinasi dan Kearifan Lokal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DENPASAR (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Sebanyak 47 mahasiswa Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Semarang (USM), melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Bali, pada Jumat-Selasa (26-30/6/2026).</p>
<p>Kegiatan itu sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), yang bertujuan memperkuat kompetensi akademik, sekaligus mempertemukan teori yang diperoleh di ruang kuliah, dengan praktik nyata di industri pariwisata.</p>
<p>Didampingi Dosen Koordinator KKL, Faisal Yusuf BA SM MM MBA, para mahasiswa mengunjungi dua destinasi wisata unggulan di Bali, DTW Ulun Danu Beratan di Kabupaten Tabanan, dan Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/07/01/dosen-fakultas-hukum-usm-beri-penyuluhan-pembaharuan-hukum-pidana">Dosen Fakultas Hukum USM Beri Penyuluhan Pembaharuan Hukum Pidana</a></strong></p>
<p>Di dua lokasi itu, mahasiswa mempelajari strategi pengelolaan destinasi, komunikasi pemasaran, serta implementasi Community-Based Tourism (CBT), yang berorientasi pada keberlanjutan dan pelestarian budaya.</p>
<p>Pada hari pertama, Sabtu (27/6/2026), rombongan mengunjungi DTW Ulun Danu Beratan, dan diterima Ketua Humas dan Marketing DTW Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata SE.</p>
<p>Pada kesempatan itu, I Made Sukarata memaparkan strategi komunikasi pemasaran destinasi, pengelolaan citra (brand image), hingga tantangan menjaga keseimbangan antara peningkatan kunjungan wisatawan, dengan pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual Pura Ulun Danu Beratan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/29/rayakan-dies-natalis-ke-39-fakultas-hukum-usm-jalin-kerja-sama-dengan-mitra">Rayakan Dies Natalis Ke-39, Fakultas Hukum USM Jalin Kerja Sama dengan Mitra</a></strong></p>
<p>Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pentingnya membangun citra destinasi secara profesional, melalui promosi yang efektif, pengelolaan kunjungan wisatawan (visitor management), serta komitmen terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata berkelas dunia.</p>
<p>Faisal Yusuf menilai, pengalaman itu memberikan pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa, karena mereka dapat melihat secara langsung, bagaimana strategi komunikasi dan pemasaran diterapkan untuk mempertahankan daya saing destinasi, di tengah perkembangan industri pariwisata yang semakin dinamis.</p>
<p>&#8221;Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai strategi pemasaran, tetapi juga memahami bagaimana pengelola menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari menjaga citra destinasi, mengelola arus wisatawan, hingga mempertahankan nilai budaya di tengah perkembangan industri pariwisata yang semakin kompetitif,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/29/hmj-teknik-sipil-usm-sukses-gelar-seminar-regional-bim-2026">HMJ Teknik Sipil USM Sukses Gelar Seminar Regional BIM 2026</a></strong></p>
<p>Kegiatan KKL berlanjut pada Minggu (28/6/2026), ke Desa Wisata Penglipuran, yang diterima pengelola desa, I Nengah Sudibya. Dalam kesempatan itu, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai sejarah Desa Penglipuran, filosofi kehidupan masyarakat, tata ruang tradisional desa, penerapan konsep Tri Hita Karana, hingga komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan bambu, sebagai bagian dari konservasi lingkungan sekaligus identitas budaya desa.</p>
<p>Mahasiswa juga mempelajari bagaimana konsep Community-Based Tourism diterapkan secara konsisten, melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola potensi wisata, sehingga mampu menciptakan keseimbangan antara pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.</p>
<p>Faisal Yusuf menyampaikan, rangkaian KKL ini menjadi laboratorium pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa, karena memberikan pengalaman nyata mengenai praktik pengelolaan destinasi wisata, dari dua perspektif yang berbeda namun saling melengkapi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/27/meneliti-kemandirian-ormas-dosen-ftik-usm-natalia-sari-raih-doktor">Meneliti Kemandirian Ormas, Dosen FTIK USM Natalia Sari Raih Doktor</a></strong></p>
<p>Menurutnya, DTW Ulun Danu Beratan menunjukkan destinasi wisata yang dikelola secara profesional, melalui strategi komunikasi dan pemasaran yang terencana. Sedangkan Desa Penglipuran, menjadi contoh keberhasilan penerapan pariwisata berbasis masyarakat, yang mampu mempertahankan nilai-nilai budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.</p>
<p>Atas dasar itu, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga menyaksikan secara langsung. Bagaimana konsep komunikasi, pemasaran destinasi, pengelolaan wisata, dan Community-Based Tourism diterapkan dalam praktik.</p>
<p>&#8221;Pengalaman ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan analisis mahasiswa, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi pengelolaan pariwisata yang adaptif, berkelanjutan, dan tetap berakar pada kearifan lokal,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/27/tim-dosen-teknik-sipil-usm-teliti-kualitas-air-bersih-di-desa-kalikayen">Tim Dosen Teknik Sipil USM Teliti Kualitas Air Bersih di Desa Kalikayen</a></strong></p>
<p>Dia berharap, melalui kegiatan itu, mahasiswa memiliki perspektif yang lebih komprehensif mengenai tata kelola destinasi wisata modern, sekaligus mampu mengembangkan solusi dan inovasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan sektor pariwisata di berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>&#8221;Hasil observasi dan kajian selama KKL, selanjutnya akan diolah menjadi laporan ilmiah, sebagai bagian dari proses pembelajaran akademik yang mengintegrasikan teori, riset, dan praktik lapangan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Salah satu peserta KKL, Firda Riyandini mengungkapkan, kegiatan itu memberikan pengalaman belajar yang jauh lebih komprehensif, dibandingkan hanya mempelajari teori di ruang kuliah.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/25/dosen-teknik-sipil-usm-beri-pendampingan-perencanaan-desain-intake-air-bersih">Dosen Teknik Sipil USM Beri Pendampingan Perencanaan Desain Intake Air Bersih</a></strong></p>
<p>Menurutnya, kunjungan ke DTW Ulun Danu Beratan dan Desa Wisata Penglipuran, membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya sinergi antara strategi komunikasi, pengelolaan destinasi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.</p>
<p>Melalui KKL ini, peserta KKL tidak hanya melihat destinasi wisata sebagai tempat yang menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memahami bagaimana sebuah destinasi dikelola secara profesional, dengan tetap menjaga nilai budaya dan lingkungan.</p>
<p>&#8221;Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi kami, sebagai calon insan pariwisata untuk menghadirkan inovasi pengelolaan destinasi yang berkelanjutan di masa depan,&#8221; tutur Firda.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/07/01/47-mahasiswa-pariwisata-usm-kkl-di-bali-pelajari-strategi-pengelolaan-destinasi-dan-kearifan-lokal">47 Mahasiswa Pariwisata USM KKL di Bali Pelajari Strategi Pengelolaan Destinasi dan Kearifan Lokal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa USM Raih Emas Lomba Fotografi Peksimida 2026</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/07/01/mahasiswa-usm-raih-emas-lomba-fotografi-peksimida-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 07:45:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[medali emas]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan Seni Mahasiswa Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Dian Nuswantoro]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=567407</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Mahasiswa Universitas Semarang (USM), Farrel Ibnu Zaky, berhasil mengharumkan nama kampus, dengan meraih medali emas pada cabang Lomba Fotografi, di ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2026. Kompetisi bergengsi tingkat Provinsi Jateng itu diselenggarakan selama dua hari, Jumat-Sabtu (26-27/6/2026), di Kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/07/01/mahasiswa-usm-raih-emas-lomba-fotografi-peksimida-2026">Mahasiswa USM Raih Emas Lomba Fotografi Peksimida 2026</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Mahasiswa Universitas Semarang (USM), Farrel Ibnu Zaky, berhasil mengharumkan nama kampus, dengan meraih medali emas pada cabang Lomba Fotografi, di ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2026.</p>
<p>Kompetisi bergengsi tingkat Provinsi Jateng itu diselenggarakan selama dua hari, Jumat-Sabtu (26-27/6/2026), di Kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jateng, yang berkompetisi dalam berbagai cabang seni.</p>
<p>Peksimida merupakan agenda resmi yang menjadi wadah bagi mahasiswa, untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan prestasi di bidang seni. Ajang ini mempertandingkan berbagai cabang, seperti fotografi, menyanyi, tari, teater, musik, sastra, desain, dan seni lainnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/07/01/fakultas-teknologi-pertanian-usm-santuni-anak-yatim">Fakultas Teknologi Pertanian USM Santuni Anak Yatim</a></strong></p>
<p>Selain menjadi sarana pengembangan potensi mahasiswa, Peksimida juga menjadi tahapan seleksi menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas), bagi para peraih prestasi terbaik.</p>
<p>Pada cabang Lomba Fotografi, Farrel Ibnu Zaky mampu menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta kepekaan artistiknya, dalam menghasilkan karya fotografi yang memenuhi aspek teknis, estetika, dan pesan visual.</p>
<p>Penampilannya yang konsisten sejak tahap penilaian hingga akhir kompetisi, berhasil mengantarkannya meraih medali emas, mengungguli peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jateng.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/07/01/dosen-fakultas-hukum-usm-beri-penyuluhan-pembaharuan-hukum-pidana">Dosen Fakultas Hukum USM Beri Penyuluhan Pembaharuan Hukum Pidana</a></strong></p>
<p>Prestasi itu menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus membuktikan komitmen USM dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa di bidang akademik maupun nonakademik.</p>
<p>Kepala Subbagian Kemahasiswaan USM, Sudarmono SE MM, yang turut mendampingi kontingen USM selama pelaksanaan Peksimida 2026, menyampaikan apresiasi atas pencapaian itu.</p>
<p>Menurut dia, prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, kreativitas, latihan yang konsisten, serta semangat untuk terus berkarya. USM sendiri akan selalu memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa, agar dapat mengembangkan potensi dan berprestasi di tingkat regional maupun Nasional.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/07/01/47-mahasiswa-pariwisata-usm-kkl-di-bali-pelajari-strategi-pengelolaan-destinasi-dan-kearifan-lokal">47 Mahasiswa Pariwisata USM KKL di Bali Pelajari Strategi Pengelolaan Destinasi dan Kearifan Lokal</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami berharap, capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa USM lainnya, untuk terus mengukir prestasi di berbagai bidang,&#8221; ujar Sudarmono.</p>
<p>Dia berharap, keberhasilan Farrel dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa USM, untuk terus meningkatkan kompetensi, inovasi, dan daya saing, sehingga mampu membawa nama baik kampus pada berbagai ajang prestasi.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/07/01/mahasiswa-usm-raih-emas-lomba-fotografi-peksimida-2026">Mahasiswa USM Raih Emas Lomba Fotografi Peksimida 2026</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ribuan Peserta Ikuti Jalan Sehat Dies Natalis Ke-39 USM</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/21/ribuan-peserta-ikuti-jalan-sehat-dies-natalis-ke-39-usm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 03:48:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Dies Natalis]]></category>
		<category><![CDATA[dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Senam sehat]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tali Persaudaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=565452</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Ribuan peserta yang terdiri dari dosen, karyawan, dan mahasiswa Universitas Semarang, mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka Dies Natalis ke-39 USM, Minggu (21/6/2026). Jalan sehat dimulai dengan ditandai pelepasan balon oleh Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip, Prof Sudharto P Hadi MES PhD. Hadir dalam kegiatan ini antara lain, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/21/ribuan-peserta-ikuti-jalan-sehat-dies-natalis-ke-39-usm">Ribuan Peserta Ikuti Jalan Sehat Dies Natalis Ke-39 USM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Ribuan peserta yang terdiri dari dosen, karyawan, dan mahasiswa Universitas Semarang, mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka Dies Natalis ke-39 USM, Minggu (21/6/2026).</p>
<p>Jalan sehat dimulai dengan ditandai pelepasan balon oleh Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip, Prof Sudharto P Hadi MES PhD. Hadir dalam kegiatan ini antara lain, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM, Ketua Senat USM Prof Dr Hardani Widhiastuti MM Psikolog, Wakil Rektor I USM Prof Dr Ir Haslina MSi, Wakil Rektor II USM Dr Abdul Karim SE MSi Akt CA.</p>
<p>Selain jalan sehat, kegiatan dalam rangka dies natalis itu, juga diisi dengan senam sehat dan puluhan stan, yang menampilkan karya mahasiswa USM. Menurut Prof Haslina, tujuan kegiatan ini untuk mempererat tali persaudaraan antardosen dan karyawan USM.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/20/fe-usm-dan-pt-ast-indonesia-bertekad-cetak-generasi-kreatif-siap-kerja">FE USM dan PT AST Indonesia Bertekad Cetak Generasi Kreatif Siap Kerja</a></strong></p>
<p>Dia berharap, melalui kegiatan ini semangat kerja para dosen, karyawan akan semakin tinggi, sehingga membuat USM cepat untuk berkembang pesat. &#8221;Pencapaian Akreditasi Unggul yang diraih USM ini, juga berkat kerja keras seluruh civitas akademika USM,&#8221; katanya.</p>
<p>Ditambahkannya, pencapaian USM meraih Akreditasi Unggul, merupakan hasil perjalanan panjang yang dimulai sejak USM berdiri pada 1987 silam. Saat itu, USM masih berbentuk Politeknik Semarang, sebelum akhirnya berubah menjadi universitas pada 1993.</p>
<p>&#8221;Untuk mencapai Akreditasi Unggul, USM menempuh perjalanan yang sangat panjang. Ini tidak lepas dari kerja keras para pemimpin USM sebelumnya. Mulai dari rektor pertama hingga sekarang, serta seluruh civitas akademika yang telah meletakkan dasar-dasar yang kuat bagi perkembangan USM,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/20/prodi-teknik-sipil-usm-gelar-webinar-potensi-pantura-jateng">Prodi Teknik Sipil USM Gelar Webinar Potensi Pantura Jateng</a></strong></p>
<figure id="attachment_565454" aria-describedby="caption-attachment-565454" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-565454 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-21-at-09.30.47.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-21-at-09.30.47.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-21-at-09.30.47-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-21-at-09.30.47-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-21-at-09.30.47-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-21-at-09.30.47-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-21-at-09.30.47-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-21-at-09.30.47-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-565454" class="wp-caption-text">Ribuan dosen, karyawan dan mahasiswa, mengikuti kegiatan jalan santai, dalam rangka Dies Natalis ke-39 USM</figcaption></figure>
<p>Dia menegaskan, status Akreditasi Unggul memiliki dampak besar bagi berbagai pihak, termasuk mahasiswa, dosen, dan universitas secara keseluruhan.</p>
<p>&#8221;Bagi mahasiswa, Akreditasi Unggul meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja, dan memudahkan mereka melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu bagi dosen, akreditasi ini membuka peluang lebih luas untuk memperoleh hibah penelitian, menjalin kerja sama akademik, serta kesempatan kolaborasi internasional.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/19/mahasiswa-usm-juara-kompetisi-blockchain-nasional">Mahasiswa USM Juara Kompetisi Blockchain Nasional</a></strong></p>
<p>&#8221;Bagi USM secara keseluruhan, Akreditasi Unggul meningkatkan kredibilitas di mata masyarakat dan industri, yang berujung pada meningkatnya minat calon mahasiswa untuk bergabung,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Menurutnya, pencapaian ini bukan hasil kerja individu, tetapi merupakan karya bersama seluruh civitas akademika USM.</p>
<p>&#8221;Akreditasi Unggul ini, hasil kerja semua pihak. Mulai dari pendiri USM, para rektor sebelumnya, dosen, tenaga kependidikan, alumni, hingga mahasiswa. Bahkan masyarakat dan mitra kerja sama USM, juga memiliki peran dalam pencapaian ini,&#8221; tegasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/21/ribuan-peserta-ikuti-jalan-sehat-dies-natalis-ke-39-usm">Ribuan Peserta Ikuti Jalan Sehat Dies Natalis Ke-39 USM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa USM Juara Kompetisi Blockchain Nasional</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/19/mahasiswa-usm-juara-kompetisi-blockchain-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 09:54:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[blockchain]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Petak]]></category>
		<category><![CDATA[Tingkat Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=565257</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Dua mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM), yang tergabung dalam Tim Petak, sukses mengukir prestasi gemilang di kancah teknologi Blockchain Nasional. Mereka adalah, Muhammad Nur Irfan dan Ajik Dewantoro, yang berhasil menyabet gelar juara umum dalam Indonesia National Campus Hackathon, yang diselenggarakan secara daring oleh Superteam Indonesia, pada 12 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/19/mahasiswa-usm-juara-kompetisi-blockchain-nasional">Mahasiswa USM Juara Kompetisi Blockchain Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Dua mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM), yang tergabung dalam Tim Petak, sukses mengukir prestasi gemilang di kancah teknologi Blockchain Nasional.</p>
<p>Mereka adalah, Muhammad Nur Irfan dan Ajik Dewantoro, yang berhasil menyabet gelar juara umum dalam Indonesia National Campus Hackathon, yang diselenggarakan secara daring oleh Superteam Indonesia, pada 12 Mei-9 Juni 2026.</p>
<p>Berkat kemenangan prestisius ini, mereka membawa pulang hadiah utama sebesar 4.000 dolar AS, yang diumumkan dan diserahkan pada 10 Juni 2026.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/19/mahasiswa-ilkom-usm-edukasi-generasi-muda-tentang-tradisi-sedekah-bumi">Mahasiswa Ilkom USM Edukasi Generasi Muda tentang Tradisi Sedekah Bumi</a></strong></p>
<p>Menurt Ajik Dewantoro, kompetisi berskala Nasional itu menantang talenta muda dari berbagai universitas terakreditasi di Indonesia, untuk membangun solusi blockchain fungsional di ekosistem Solana.</p>
<p>Superteam Indonesia selaku penyelenggara, mengintegrasikan kompetisi itu sebagai jalur lokal resmi, menuju rangkaian seri Global Frontier Colosseum.</p>
<p>&#8221;Fokus utama dari kompetisi itu yakni, melahirkan inovasi teknologi siap pakai pada empat sektor krusial, yaitu Real World Assets (RWA), DeFi, GameFi, dan Consumer Apps,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/17/fakultas-ekonomi-usm-dan-indosat-semarang-jalin-kerja-sama">Fakultas Ekonomi USM dan Indosat Semarang Jalin Kerja Sama</a></strong></p>
<p>Dia menambahkan, perjalanannya menuju podium tertinggi diraihnya dengan perjuangan yang tidak mudah. Bersama Muhammad Nur Irfan, dia harus bersaing ketat melawan 73 submisi proyek dari kampus-kampus di seluruh Indonesia.</p>
<p>Penilaian akhir pun dilakukan secara komprehensif oleh panel juri ahli, yang mengukur potensi dampak nyata bagi Indonesia (35%), kelayakan teknis dan kestabilan kode (25%), kreativitas produk (20%), hingga keberlanjutan model bisnis (20%).</p>
<p>&#8221;Kami berhasil memenuhi seluruh kualifikasi ketat regulasi kompetisi, mulai dari meluncurkan Minimum Viable Product (MVP) yang berfungsi penuh, menyusun dokumen pitch deck, hingga mempublikasikan kode pemrograman asli mereka di GitHub,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/17/mahasiswa-ilkom-usm-kenalkan-budaya-seni-ukir-pada-siswa-paud-sendangmulyo">Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Budaya Seni Ukir pada Siswa PAUD Sendangmulyo</a></strong></p>
<p>Dia menambahkan, keberhasilan memenangkan kategori track Nasional ini membuktikan, kualitas, pemahaman teknologi Web3, serta inovasi yang ditawarkan mahasiswa FTIK USM, tidak hanya matang secara teori, melainkan siap bersaing dan diakui di level industri digital global.</p>
<p>&#8221;Kami merasa bahagia atas pencapaian ini. Apa yang kami pelajari di kampus USM, dapat digunakan untuk berkompetisi dan mendapatkan pendapatan tambahan,&#8221; ungkap Ajik.</p>
<p>Pembina USM Blockchain Club (USMBCC), Febrian Wahyu Christanto juga menyatakan rasa bangganya, atas prestasi yang didapatkan Irfan dan Ajik. &#8221;Hasil ini semoga dapat menjadi penyemangat rekan-rekan mahasiswa lain, dalam belajar teknologi Web3 dan blockchain,&#8221; tutur Febrian.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/19/mahasiswa-usm-juara-kompetisi-blockchain-nasional">Mahasiswa USM Juara Kompetisi Blockchain Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Budaya Seni Ukir pada Siswa PAUD Sendangmulyo</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/17/mahasiswa-ilkom-usm-kenalkan-budaya-seni-ukir-pada-siswa-paud-sendangmulyo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 05:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kelompok Nawasena]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD Wijaya Kusuma]]></category>
		<category><![CDATA[Program Studi]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Ukir]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=564798</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari Kelompok Nawasena Universitas Semarang (USM), belum lama ini menggelar kampanye budaya bertema &#8216;Seni Ukir di PAUD Wijaya Kusuma, Sendangmulyo, Semarang&#8217;. Kelompok Nawasena terdiri dari Ketua Aditya Pratama, anggota Rara Aditya, Anggita Claudyasari , ⁠Felisa Eka Nazarina, Nicola Rexy Arja Tritama, ⁠Intan Pavita dan ⁠Zephanya Chrismarry. Menurut Aditya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/17/mahasiswa-ilkom-usm-kenalkan-budaya-seni-ukir-pada-siswa-paud-sendangmulyo">Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Budaya Seni Ukir pada Siswa PAUD Sendangmulyo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari Kelompok Nawasena Universitas Semarang (USM), belum lama ini menggelar kampanye budaya bertema &#8216;Seni Ukir di PAUD Wijaya Kusuma, Sendangmulyo, Semarang&#8217;.</p>
<p>Kelompok Nawasena terdiri dari Ketua Aditya Pratama, anggota Rara Aditya, Anggita Claudyasari , ⁠Felisa Eka Nazarina, Nicola Rexy Arja Tritama, ⁠Intan Pavita dan ⁠Zephanya Chrismarry.</p>
<p>Menurut Aditya, kegiatan yang dikemas dalam bentuk lomba mewarnai motif ukir itu, diikuti anak-anak PAUD dengan antusias dan penuh keceriaan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/17/fakultas-ekonomi-usm-dan-indosat-semarang-jalin-kerja-sama">Fakultas Ekonomi USM dan Indosat Semarang Jalin Kerja Sama</a></strong></p>
<figure id="attachment_564801" aria-describedby="caption-attachment-564801" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-564801 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-17-at-11.58.03.jpg" alt="" width="681" height="457" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-17-at-11.58.03.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-17-at-11.58.03-400x268.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-17-at-11.58.03-150x101.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-17-at-11.58.03-537x360.jpg 537w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-564801" class="wp-caption-text">Para juara mewarnai gambar ukiran berfoto bersama sejumlah mahasiswa Ilkom. Foto: dok/usm</figcaption></figure>
<p>Adapun tujuan kegiatan ini, untuk mengenalkan budaya seni ukir sejak usia dini, melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan.</p>
<p>&#8221;Anak-anak diajak untuk mengenal ragam motif ukiran tradisional Indonesia, sekaligus menyalurkannya melalui kreativitas mewarnai,&#8221; katanya.</p>
<p>Dari hasil lomba, pihaknya memberikan apresiasi kepada para juara, dengan memberikan piala sebagai bentuk penghargaan atas hasil karya mereka.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/14/tim-pkm-dosen-pariwisata-usm-berikan-pelatihan-di-desa-wisata-pudak-payung-semarang">Tim PKM Dosen Pariwisata USM Berikan Pelatihan di Desa Wisata Pudak Payung Semarang</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta budaya lokal pada anak-anak sejak dini, serta menjadi sarana pembelajaran kreatif yang menyenangkan di lingkungan pendidikan usia dini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia menambahkan, pihaknya ingin anak-anak tidak hanya melihat gambar ukiran sebagai hiasan atau koleksi museum, tapi juga sebagai ekspresi diri dan kebanggaan daerah yang patut dijaga.</p>
<p>Selain memperkenalkan keterampilan menggambar ukiran, program itu juga dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kesabaran, ketekunan, dan kreativitas yang menjadi jiwa dari setiap karya seni ukir.</p>
<p>&#8221;Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan cara mewarnai gambar ukiran, sehingga menjadi karya seni yang bernilai tinggi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/17/mahasiswa-ilkom-usm-kenalkan-budaya-seni-ukir-pada-siswa-paud-sendangmulyo">Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Budaya Seni Ukir pada Siswa PAUD Sendangmulyo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Harus Kedepankan Kritik yang Obyektif</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/14/mahasiswa-harus-kedepankan-kritik-yang-obyektif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 11:21:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Eksekutif Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Kebencian]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan publik]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Yogyakarta.]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Obyektif]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[universitas gadjah mada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=564330</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Mahasiswa harus mengedepankan kritik yang obyektif, dibandingkan kebencian. Sebab, kritik merupakan bagian penting dalam mengawal kebijakan publik, sementara ujaran kebencian justru dapat menghilangkan obyektivitas. Hal itu seperti yang diungkapkan Presiden Mahasiswa BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Tiyo Ardianto, dalam Seminar Hak Asasi Manusia (HAM) bertajuk &#8216;HAM di Era Digital: Peran Mahasiswa dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/14/mahasiswa-harus-kedepankan-kritik-yang-obyektif">Mahasiswa Harus Kedepankan Kritik yang Obyektif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)-</strong> Mahasiswa harus mengedepankan kritik yang obyektif, dibandingkan kebencian. Sebab, kritik merupakan bagian penting dalam mengawal kebijakan publik, sementara ujaran kebencian justru dapat menghilangkan obyektivitas.</p>
<p>Hal itu seperti yang diungkapkan Presiden Mahasiswa BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Tiyo Ardianto, dalam Seminar Hak Asasi Manusia (HAM) bertajuk &#8216;HAM di Era Digital: Peran Mahasiswa dalam Menjaga Kebebasan yang Bertanggung Jawab&#8217;, di Gedung Prof Ir Joetata Hadihardja, Universitas Semarang (USM), Kamis (11/6/2026).</p>
<p>&#8221;Mahasiswa harus fokus pada kritik, bukan pada kebencian. Mari bicara tentang obyektivitas dan kritik terhadap kebijakan publik. Jika suatu saat menyentuh aspek yang bersifat personal, lakukan secara bertanggungjawab, penuh perhitungan, dan strategis,&#8221; kata Tiyo.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/12/ukm-pengawal-ideologi-bangsa-usm-gelar-talkshow-penguatan-nilai-nilai-pancasila">UKM Pengawal Ideologi Bangsa USM Gelar Talkshow Penguatan Nilai-nilai Pancasila</a></strong></p>
<p>Selain berpikir kritis, keberanian menjadi faktor penting, agar kebebasan berekspresi memiliki makna. Dia juga menekankan, pentingnya kesadaran mahasiswa terhadap kebebasan yang dimiliki, sebagai dasar dalam menjalankan hak berekspresi secara bertanggungjawab.</p>
<p>&#8221;Setiap mahasiswa harus menyadari kebebasannya. Setelah menyadari kebebasan itu, maka kebebasan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Menurut Tiyo, perkembangan teknologi dan media sosial telah menciptakan arus informasi yang sangat besar, sehingga mahasiswa dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, agar tidak mudah terpengaruh informasi palsu maupun ujaran kebencian.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/11/fakultas-teknik-usm-bangun-sinergi-kokoh-antara-perguruan-tinggi-dan-sekolah-menengah">Fakultas Teknik USM Bangun Sinergi Kokoh antara Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah</a></strong></p>
<p>&#8221;Hari ini kita berhadapan dengan situasi di mana informasi terlalu banyak, dan tidak semuanya terverifikasi. Yang dibutuhkan sekarang, berpikir kritis. Dengan berpikir kritis, kita tidak akan mudah terjebak pada kebohongan, informasi palsu, maupun ujaran kebencian,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dia berharap, para peserta seminar mampu menjadi generasi yang lebih berani dalam menyampaikan pendapat, dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.</p>
<p>&#8221;Saya berharap, peserta seminar hari ini memiliki keberanian yang lebih daripada sebelumnya. Kita semua mungkin bebas, tetapi tanpa keberanian, kebebasan itu menjadi hampa dan tanpa makna,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/14/mantapkan-karakter-generasi-muda-smpn-2-kalinyamatan-sukses-gelar-kemah-alih-tingkat-pramuka-penggalang">Mantapkan Karakter Generasi Muda, SMPN 2 Kalinyamatan Sukses Gelar Kemah Alih Tingkat Pramuka Penggalang</a></strong></p>
<p>Kegiatan yang digelar BEM USM itu, diikuti 150 peserta, yang berasal dari kalangan siswa SMA di Kota Semarang dan sejumlah mahasiswa USM.</p>
<p>Seminar menghadirkan narasumber dari Amnesty International Indonesia, Claudia Destianira dan Michelle Dionisius, serta Presiden Mahasiswa BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Pelaksana Seminar HAM, Hapsari Okta menambahkan, tujuan kegiatan ini untuk memberikan pembekalan kepada generasi muda, mengenai hak asasi manusia, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/04/fakultas-hukum-usm-gelar-program-praktisi-mengajar">Fakultas Hukum USM Gelar Program Praktisi Mengajar</a></strong></p>
<p>&#8221;Peserta seminar berasal dari siswa SMA di Kota Semarang, dan mahasiswa USM dengan jumlah sekitar 150 peserta. Harapannya, seminar ini dapat memberikan pembekalan kepada peserta mengenai HAM, media, serta berbagai lingkup yang berkaitan dengan hak asasi manusia,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hapsari berharap, melalui seminar ini, peserta dapat memahami pentingnya hak asasi manusia, meningkatkan literasi digital, serta mampu menggunakan kebebasan berekspresi secara bijak, kritis, dan bertanggungjawab, di tengah dinamika kehidupan digital yang terus berkembang.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/14/mahasiswa-harus-kedepankan-kritik-yang-obyektif">Mahasiswa Harus Kedepankan Kritik yang Obyektif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Budaya Batik lewat Menggambar Wajah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/08/mahasiswa-ilkom-usm-kenalkan-budaya-batik-lewat-menggambar-wajah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 11:35:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Batik]]></category>
		<category><![CDATA[car free day]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas RonaKarya]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Prodi]]></category>
		<category><![CDATA[simpanglima]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=563266</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), yang tergabung dalam Komunitas RonaKarya, memperkenalkan budaya batik melalui kegiatan menggambar wajah, di area Car Free Day (CFD) Simpanglima Semarang, dan Jalan Baru Undip, Minggu (7/6/2026). Dalam kegiatan yang didampingi langsung dosen pembimbing Ayang Fitrianti SS MIKom ini, sejumlah ratusan warga yang tengah beraktivitas di lokasi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/08/mahasiswa-ilkom-usm-kenalkan-budaya-batik-lewat-menggambar-wajah">Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Budaya Batik lewat Menggambar Wajah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), yang tergabung dalam Komunitas RonaKarya, memperkenalkan budaya batik melalui kegiatan menggambar wajah, di area Car Free Day (CFD) Simpanglima Semarang, dan Jalan Baru Undip, Minggu (7/6/2026).</p>
<p>Dalam kegiatan yang didampingi langsung dosen pembimbing Ayang Fitrianti SS MIKom ini, sejumlah ratusan warga yang tengah beraktivitas di lokasi, berpartisipasi aktif dalam kegiatan itu. Di antara mereka mengekspresikan diri lewat menggambar wajah di atas kertas karton.</p>
<p>Ketua Pelaksana, Almira Lathiifa mengatakan, kegiatan Kampanye RonaKarya itu merupakan bagian dari program kampanye budaya, yang dirancang untuk mendekatkan nilai-nilai batik kepada masyarakat umum, secara kreatif dan interaktif.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/06/tim-pkm-usm-beri-pelatihan-pemasangan-pipa-resapan-horisontal">Tim PKM USM Beri Pelatihan Pemasangan Pipa Resapan Horisontal</a></strong></p>
<p>Kegiatan berlangsung sepanjang hari, dengan konsep yang sederhana namun bermakna. Setiap pengunjung diajak menggambar ekspresi wajah mereka sendiri, di atas selembar kertas karton.</p>
<p>Media gambar wajah dipilih, sebagai simbol keberanian mengekspresikan identitas diri, yang secara filosofis selaras dengan semangat batik, sebagai media komunikasi budaya yang penuh makna dan karakter.</p>
<p>&#8221;Para mahasiswa Ilkom USM berperan sebagai fasilitator yang mendampingi, menjelaskan makna kampanye, sekaligus membangun obrolan santai tentang pentingnya melestarikan batik kepada setiap peserta,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/06/fakultas-teknik-usm-gelar-kuliah-umum-geoteknik">Fakultas Teknik USM Gelar Kuliah Umum Geoteknik</a></strong></p>
<p>Menurutnya, antusiasme warga menjadi bukti nyata, pendekatan kreatif dalam kampanye budaya mampu menembus berbagai kalangan. Tidak hanya anak muda, para orang tua dan keluarga yang sedang berolahraga pagi di CFD Simpanglima, juga ikut berhenti sejenak dan bergabung dalam kegiatan.</p>
<p>Salah satu pengunjung CFD Simpanglima, Kelvin, memberikan apresiasi pada kegiatan ini. &#8221;Saya mengapresiasi tim RonaKarya, yang telah bekerja keras mengadakan kampanye batik ke masyarakat,&#8221; puji Kelvin.</p>
<p>Kampanye RonaKarya sendiri mengusung tagline &#8216;Berbudaya, Berwarna, Berkarya&#8217;. Melalui pendekatan yang inklusif dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat, kampanye ini berupaya menanamkan kesadaran, batik bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas budaya yang terus hidup dan relevan di tengah dinamika zaman.</p>
<p>&#8221;Dengan semangat yang ditunjukkan ratusan peserta di CFD Simpanglima dan Jalan Baru Undip, kampanye RonaKarya membuktikan, pesan budaya ketika disampaikan dengan cara yang hangat, interaktif, dan membumi, mampu menjangkau hati siapa pun yang menemuinya,&#8221; ungkap dia.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/08/mahasiswa-ilkom-usm-kenalkan-budaya-batik-lewat-menggambar-wajah">Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Budaya Batik lewat Menggambar Wajah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kampanye Pelestarian Aksara Jawa Dilakukan Mahasiswa Ilkom USM</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/08/kampanye-pelestarian-aksara-jawa-dilakukan-mahasiswa-ilkom-usm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 09:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[car free day]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Interaktif]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Program Studi]]></category>
		<category><![CDATA[simpanglima]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=563269</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Semarang (USM), mengampanyekan kegiatan pelestarian aksara Jawa, di lokasi Car Free Day (CFD), kawasan Simpanglima, Semarang, Minggu (7/6/2026). Kegiatan ini mengusung tema &#8216;Satu Aksara, Banyak Cerita&#8217;. Para mahasiswa tampil mengenakan pakaian bermotif batik, yang dipadukan dengan ikat kepala tradisional Jawa atau blangkon. Dalam aksi itu, mahasiswa USM mengajak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/08/kampanye-pelestarian-aksara-jawa-dilakukan-mahasiswa-ilkom-usm">Kampanye Pelestarian Aksara Jawa Dilakukan Mahasiswa Ilkom USM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Semarang (USM), mengampanyekan kegiatan pelestarian aksara Jawa, di lokasi Car Free Day (CFD), kawasan Simpanglima, Semarang, Minggu (7/6/2026).</p>
<p>Kegiatan ini mengusung tema &#8216;Satu Aksara, Banyak Cerita&#8217;. Para mahasiswa tampil mengenakan pakaian bermotif batik, yang dipadukan dengan ikat kepala tradisional Jawa atau blangkon.</p>
<p>Dalam aksi itu, mahasiswa USM mengajak masyarakat untuk menuliskan nama, tanda tangan, atau pesan-pesan positif menggunakan aksara Jawa.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/06/08/mahasiswa-ilkom-usm-kenalkan-budaya-batik-lewat-menggambar-wajah">Mahasiswa Ilkom USM Kenalkan Budaya Batik lewat Menggambar Wajah</a></strong></p>
<p>Ketua Pelaksana, Rama Dandy Tigo Laksana mengatakan, kegiatan itu diadakan sebagai respons atas kekhawatiran para mahasiswa, terhadap mulai lunturnya literasi daerah di kalangan generasi muda.</p>
<p>Area Simpanglima dipilih, karena menjadi titik kumpul strategis masyarakat dari berbagai latar belakang usia, setiap akhir pekannya. &#8221;Selama kegiatan, kami membagikan brosur edukatif, dan memegang papan infografis yang berisi tabel panduan dasar penulisan aksara Jawa,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia menambahkan, gerakan edukasi yang diinisiasi mahasiswa USM itu, mendapatkan sambutan positif dari warga. Sepanjang pagi, lapak edukasi itu tidak pernah sepi. &#8221;Antusiasme tidak hanya datang dari kalangan remaja, tapi juga anak-anak, ibu-ibu serta bapak-bapak yang tergabung dalam komunitas pesepeda,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia berharap, melalui kegiatan ini, dapat memantik kembali rasa bangga dan kepedulian masyarakat, khususnya Gen Z dan milenial, untuk terus merawat dan melestarikan kekayaan literasi Nusantara.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/08/kampanye-pelestarian-aksara-jawa-dilakukan-mahasiswa-ilkom-usm">Kampanye Pelestarian Aksara Jawa Dilakukan Mahasiswa Ilkom USM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
