<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Louis van Gaal Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/louis-van-gaal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 Nov 2024 11:15:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Louis van Gaal Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sang Penyair di Teater Impian</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/09/sang-penyair-di-teater-impian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 10:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[David Moyes]]></category>
		<category><![CDATA[Erik Ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Louis van Gaal]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Carrick]]></category>
		<category><![CDATA[Ole Gunnar Solskjaer]]></category>
		<category><![CDATA[Ralf Rangnick]]></category>
		<category><![CDATA[Ryan Giggs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=445480</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kata-katanya tertata/ seperti baris-baris puisi/ yang menyihir semua/ inikah mantra yang ditunggu/ untuk meniupkan semangat/ mengembalikan aura?// (Sajak &#8220;Sang Penyair&#8221;, 2024) SANG Penyair. Begitulah Cristiano Ronaldo menyebut Ruben Filipe Marquez Amorim, yang pekan lalu resmi diumumkan sebagai suksesor Erik Ten Hag di Old Trafford, dan Senin lusa akan memulai pekerjaannya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/09/sang-penyair-di-teater-impian">Sang Penyair di Teater Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-445483 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.webp 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x40.webp 150w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kata-katanya tertata/ seperti baris-baris puisi/ yang menyihir semua/ inikah mantra yang ditunggu/ untuk meniupkan semangat/ mengembalikan aura?//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Sang Penyair&#8221;, 2024)</strong></p>
<p><strong>SANG</strong> Penyair. Begitulah Cristiano Ronaldo menyebut Ruben Filipe Marquez Amorim, yang pekan lalu resmi diumumkan sebagai suksesor Erik Ten Hag di Old Trafford, dan Senin lusa akan memulai pekerjaannya.</p>
<p>Pelatih Sporting CP Lisbon yang berusia 39 tahun &#8212; hanya beberapa pekan lebih tua dari Ronaldo &#8212; itu, menjadi deret kesekian manajer yang membesut Manchester United setelah Alex Ferguson pensiun pada 2013.</p>
<p>Dari David Moyes, Ryan Giggs (interim), Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick (interim), Ralf Rangnick, hingga Erik Ten Hag.</p>
<p>Dan, belum satu pun di antara nama-nama itu yang mampu mengembalikan stabilitas performa Setan Merah ke wilayah elite Liga Primer, dan apalagi Eropa.</p>
<p>Van Gaal memberi Piala Liga, Mourinho mempersembahkan gelar juara Liga Europa dan sempat berada di urutan kedua klasemen liga, sedangkan Ten Hag mempersembahkan Piala FA dan Piala Liga (Piala Carabao), namun itu belum cukup memosisikan Pasukan Theater of Dream ke habitat elite di era Sir Alex.</p>
<p>PemilIhan Amorim bisa dibilang mengejutkan, setelah manajemen MU menimbang sejumlah nama yang beredar. Antara lain yang semula menguat adalah Zinedine Zidane, Graham Potter, Ruud van Nistelrooy, dan Xavi Hernandez.</p>
<p>Dari CV-nya, Amorim berhasil membawa Sporting CP sebagai klub yang bangkit dan tampil cukup stabil di Liga Portugal. Dia dua kali memberi trofi juara yang sudah 20 tahun dirindukan.</p>
<p>Amorim memberi akhir mengesankan bagi Sporting, yang mengalahkan Manchester City 4-1 di Liga Champions. Namun dia segera mengingatkan agar tidak mengaitkan hasil itu dengan gambaran permainan MU nanti. Dia akan memulai kiprah kompetisi dengan membawa Setan Merah ke laga tandang melawan Ipswich Town, 24 November mendatang.</p>
<p>Pilihan manajemen MU mendarangkan Amorim juga seperti ikhtiar, untuk merekatkan kembali &#8220;harmoni&#8221; antara MU dengan klub Portugal tersebut. Sebelumnya, Alex Ferguson sukses membawa salah satu produk Sporting, Cristiano Ronaldo ke Old Trafford pada 2003, yang belakangan menjadi legenda klub.</p>
<p><strong>Pribadi Supel</strong><br />
Mengapa Ruben Amorim disebut sebagai Sang Penyair?</p>
<p>Pakar sepak bola Portugal, Marcus Alves menilai, Amorim adalah pribadi yang supel dan mudah berbaur dengan pemain-pemain lain.</p>
<p>Alves mencatat, Ronaldo memberi predikat itu, karena kata-kata motivasi Amorim &#8212; yang 14 kali memperkuat tim nasional Portugal &#8212; bisa membakar semangat rekan-rekannya.</p>
<p>Dan, sosok seperti itulah yang akan menjadi pemimpin kesekian dalam &#8220;spekulasi&#8221; keputusan manajemen MU, yang sejak 2013 belum menemukan figur tepat untuk menggantikan Sir Alex.</p>
<p>&#8220;Saya bersedia ke MU untuk menghindari zona nyaman,&#8221; kata Amorim yang diikat The Red Devils sampai 2027, mulai 11 November 2024, dengan opsi perpanjangan setahun. Dia akan dikontrak dengan gaji Rp 170 miliar.</p>
<p>Amorim tak bisa menunggu hingga musim berakhir, karena MU membutuhkan nakhoda baru di pertengahan periode ini. Boleh dikatakan, MU &#8220;membajak&#8221; manajer Sporting tersebut, dan keputusan Amorim itu adalah salah satu yang disesali fans mereka.</p>
<p><strong>Sudah Terlalu Lama</strong><br />
Tentu fleksibilitas dan kemampuan Amorim dalam memotivasi akan menjadi modal tersendiri di tengah berbagai elemen kebutuhan MU untuk bangkit dalam stabilitas permainan. Fans MU sudah bersabar terlalu lama, justru ketika tetangga mereka, Manchester City kini menjadi kekuatan utama Liga Primer dan salah satu klub besar Eropa dengan sosok pelatih genius Pep Guardiola.</p>
<p>Mikael Arteta di Arsenal, Arne Slot di Liverpool, Hansi Flick di Barcelona, atau Enzo Maresca bersama Chelsea adalah sebagian contoh transisi suksesi yang memberi harapan dan langsung &#8220;klik&#8221; dengan performa klub.</p>
<p>Lalu apakah Ruben Amorim akan menjadi figur yang tepat untuk menghela kebangkitan MU dari kondisi sekarang?</p>
<p>Pembaruan manajemen klub dengan kepemilikan saham yang baru, Sir Jim Ratchcliffe sudah berlangsung. Pembelian pemain sesuai yang diminta Erik Ten Hag juga sudah dilakukan. Apakah nanti pada jendela transfer bulan Januari 2025, Ruben Amorim juga diberi ruang untuk merekrut sejumlah pemain sesuai kebutuhan taktiknya?</p>
<p><strong>Bukan Revolusi</strong><br />
&#8220;Bedah jantung&#8221; yang dikehendaki Ralf Rangnick beberapa waktu lalu, bagaimanapun adalah formula yang sebenarnya belum jelas: seperti apa konsepnya?</p>
<p>Gambaran tentang sebuah revolusi tampaknya tidak akan berlangsung di era Amorim. Kemungkinan dia membutuhkan sejumlah amunisi baru, bisa diprediksi; namun untuk berlangsungnya perubahan ekstrem tidak akan dia lakukan. Dia bakal melakukan penyegaran dari sisi pendekatan motivasi di ruang ganti, skema taktik dalam formasi yang dia yakini, dan filosofi.</p>
<p>Mungkin gerak perubahan Amorim di MU berbeda dari langkah Juergen Klopp ketika pada 2016 berlabuh di Liverpool dan dia bawa filosofi gegenpressing, atau Pep Guardiola yang mendoktrinkan possession football ala Barcelona dan sekarang menjadi &#8220;wajah&#8221; Manchester City.</p>
<p>Yang jelas, ketika tak sedikit fans Sporting CP marah karena pelatih idolanya berpindah klub di tengah musim, maka pada sisi sebaliknya suporter MU akan membuka babak baru harapan.</p>
<p>MU akan memulai era penyegaran, tentu dengan spekulasi baru. Siapa tahu, siapa tahu; dan menguatkan chemistry antara para penggawa Teater Impian dengan daya imajinasi Sang Penyair dari Lisbon&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>,<em> wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/09/sang-penyair-di-teater-impian">Sang Penyair di Teater Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MU, Sepak Bola, dan Kehidupan Fana</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/11/mu-sepak-bola-dan-kehidupan-fana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Mar 2023 10:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[David Moyes]]></category>
		<category><![CDATA[Eric ten Hag]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Louis van Gaal]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Carrick]]></category>
		<category><![CDATA[Ole Gunnar Solskjaer]]></category>
		<category><![CDATA[Ryan Giggs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=321320</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS //temukanlah kehidupan/ dalam relung sepak bola/ akan kau tatap kenyataan/ di sebundar rapi bola/ akan kau rasakan pusaran/ dalam cakra yang fana// (Sajak “Cakra Kehidupan Sepak Bola”, 2023) TAK ada yang pasti dalam kehidupan, maka perjuangkanlah, dan janganlah menyerah untuk hidupmu&#8230; Manchester United adalah “ayat kauniah” tentang kehidupan. Pada hulu dasawarsa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/11/mu-sepak-bola-dan-kehidupan-fana">MU, Sepak Bola, dan Kehidupan Fana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-321394 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>//temukanlah kehidupan/ dalam relung sepak bola/ akan kau tatap kenyataan/ di sebundar rapi bola/ akan kau rasakan pusaran/ dalam cakra yang fana//</em><br />
<strong>(Sajak “Cakra Kehidupan Sepak Bola”, 2023)</strong></p>
<p><strong>TAK</strong> ada yang pasti dalam kehidupan, maka perjuangkanlah, dan janganlah menyerah untuk hidupmu&#8230;</p>
<p>Manchester United adalah “ayat kauniah” tentang kehidupan. Pada hulu dasawarsa 1990-an, bersama Alex Ferguson mereka berjuang dan akhirnya berhasil bangkit dari tidur panjang pasca-merajai Piala Champions 1968 lewat legenda-legenda George Best, John Aston, Bobby Charlton, Brian Kid, dan Denis Law.</p>
<p>Pada era 1990-an hingga dekade milenial 2000-an, Setan Merah bagai tak terbendung mendominasi semesta sepak bola lewat Class of 1992 Paul Scholes dkk yang diracik oleh Sir Alex secara futuristik.</p>
<p>Dan, layaknya kehidupan, ada titik ketika siklus menurun tak terhindarkan. Sir Alex pensiun pada 2013, dan hingga kini tak satu pun penerusnya &#8212; David Moyes, Ryan Giggs, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick, dan Ralf Rangnick yang berhasil merekatkan jarak masa jaya dan masa muram.</p>
<p>Hingga muncullah Eric ten Hag, figur harapan dalam bayangan. Yakni antara diyakini membawa perubahan, atau diperkirakan mengalami kebuntuan kreativitas seperti para pendahulunya.</p>
<p>Tapi tunggu dulu, pelatih asal Belanda itu rupanya memberi gambaran kuat tentang kebangkitan yang dirindukan. Dan, dia telah memberi bukti satu trofi Piala Liga, bukan?</p>
<p>Tapi tunggu dulu pula, dia menorehkan catatan paling muram dalam sejarah pertemuan dengan rival abadi, Liverpool. Kekalahan 0-7 di Stadion Anfield, bukankah itu menodai rekor apik Ten Hag dalam fenomena <em>up-trend</em> Marcus Rashford dkk?</p>
<p>Sampai Ten Hag pun tak kuasa membendung ekspresi kekecewaan. Dia menyebut, “Itu bukan level MU”, dan menghardik para pemain sebagai “tidak profesional”.</p>
<p><strong>Psikologi Kekalahan</strong><br />
Pastilah tak mudah keluar dari cekaman psikologi kekalahan memalukan itu. Skor dan cara kalah itu terlalu meremukkan rasa, kendati beberapa hari kemudian anak-anak Old Trafford segera menunjukkan sikap positif lewat kemenangan meyakinkan 4-1 atas Real Betis di Liga Europa.</p>
<p>Saya pun, yang pekan lalu dalam kolom ini menulis tentang Setan Merah mulai kembali “memerah”, mendapat sindiran dari banyak kolega.</p>
<p>“Seperti itukah MU-mu?”</p>
<p>“The Reds Liverpool terbukti lebih ‘merah’ kan?”</p>
<p>“MU belum benar-benar bangkit, mas. Masih harus membuktikan konsistensi”.</p>
<p>Ya, rupa-rupa komentar mereaksi tulisan optimistis saya.</p>
<p>Nah, bukankah naik &#8211; turun performa dan lika-liku perjuangan sebuah klub sepak bola untuk meraih kembali “<em>maqam</em>”-nya identik dengan perjuangan hidup manusia dalam kehidupannya?</p>
<p>Lantaran tak ada yang pasti dalam perjalanan kehidupan, maka kata kuncinya adalah konsistensi.</p>
<p>Secara alamiah, siklus hidup sebagai naik-turun “roda kehidupan”, atau fenomena “cakra manggilingan” adalah realitas yang setiap saat bisa dihadapi oleh manusia.</p>
<p>MU sebagai institusi yang dikelola oleh pikiran, ide dan pilihan tindakan manusia tentulah pula berada dalam lingkup “pola” yang sama.</p>
<p>Lalu, bagaimana kemudian harus mengelola untuk menahan agar “cakra” tak terus menerus berada di bagian bawah pusaran?</p>
<p>Bagaimana pula manajemen konsistensi akan menghadapi badai kreativitas dari manusia-manusia pesaing; yang dalam konteks MU “ancaman” itu bisa hadir dari Liverpool dengan Juergen Klopp, Manchester City bersama Pep Guardiola, atau Arsenal dengan Mikael Arteta-nya?</p>
<p><strong>Tesis &#8211; Antitesis</strong><br />
Bagi MU, semesta adalah ekosistem di seputar mereka. Katakanlah selalu ada antitesis dari sebuah tesis. Lalu ada sintesis dari antitesis. Konstruksi Eric ten Hag pun, cepat atau lambat akan dihadapi dengan dekonstruksi yang digalang pelatih dari klub mana pun.</p>
<p>Sedemikian “rimba”-kah kehidupan sepak bola untuk menegaskan ikhtiar survivalitas manusia dan klub-klub?</p>
<p>Pergerakan waktu bagai tak berjeda untuk terus menerus berkreasi dan mengantisipasi. Tak ada taktik yang abadi. Skema-skema <em>gegenpressing, tiki-taka</em>, sepak bola posesif, atau <em>attacking football</em> adalah gambaran “fana” aksi-reaksi dalam perjalanan kehidupan.</p>
<p>Namun, kekalahan sebesar itu untuk MU yang sedang <em>on fire</em> dan <em>up trend</em> tentu merentangkan usikan tanda tanya, “Sekejam itukah cakra manggilingan yang memutar drastis perjalanan anak-anak Manchester Merah ke pusaran bawah?”</p>
<p>Dan, bagaimana pula dengan kemenangan 4-1 atas Real Betis? Hanya sebagai bentuk “kewajaran”, “kepatutan”, “keharusan”, atau apa?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/11/mu-sepak-bola-dan-kehidupan-fana">MU, Sepak Bola, dan Kehidupan Fana</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konfrontasi Argentina-Belanda  Dimulai sejak Final Piala Dunia 1978</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/11/konfrontasi-argentina-belanda-dimulai-sejak-final-piala-dunia-1978</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2022 14:09:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Argentina]]></category>
		<category><![CDATA[Ariel Ortega]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Louis van Gaal]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Mario Kempes]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=299617</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS &#8220;GEGER GENJIK&#8221; Argentina versus Belanda dalam perempat final Piala Dunia 2022, sejatinya tak hanya dipicu oleh letupan-letupan sebelum, pada saat, dan selepas pertandingan. Anda yang sudah mengikuti putaran final sejak era 1970-an, akan menemukan simpul, kedua tim telah memendam &#8220;api dalam sekam&#8221; sejarah perseteruan. Titik puncaknya adalah final Copa del Mundo [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/11/konfrontasi-argentina-belanda-dimulai-sejak-final-piala-dunia-1978">Konfrontasi Argentina-Belanda  Dimulai sejak Final Piala Dunia 1978</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><img loading="lazy" class="size-full wp-image-299477 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-11-07-at-20.18.13-1.jpeg" alt="" width="150" height="190" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-11-07-at-20.18.13-1.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-11-07-at-20.18.13-1-118x150.jpeg 118w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />&#8220;<strong>GEGER GENJIK</strong>&#8221; Argentina versus Belanda dalam perempat final Piala Dunia 2022, sejatinya tak hanya dipicu oleh letupan-letupan sebelum, pada saat, dan selepas pertandingan.</p>
<p>Anda yang sudah mengikuti putaran final sejak era 1970-an, akan menemukan simpul, kedua tim telah memendam &#8220;api dalam sekam&#8221; sejarah perseteruan.</p>
<p>Titik puncaknya adalah final Copa del Mundo 1978. Tuan rumah Albiceleste menundukkan De Oranye 3-1 lewat perpanjangan waktu. Itulah salah satu final Piala Dunia terbaik sejak turnamen digelar pada 1930.</p>
<p>Mengalahkan Belanda yang berlabel tim <em>total football</em> adalah hasil penuh gengsi bagi Daniel Passarella dkk. Bukankah empat tahun sebelumnya di Jerman Barat, di babak grup Johan Cruyff cs menang mudah 4-0?</p>
<p>Final 1978 menjadi pertaruhan kehormatan Tim Tango dan peluang emas Belanda untuk meraih gelar dunia, namun Argentina lebih beruntung. Ketegangan demi ketegangan terjadi dari menit ke menit. Permainan keras dan konfrontasi mewarnai laga.</p>
<p>Pertemuan antara kedua tim pun akhirnya menjadi duel klasik, baik dalam turnamen resmi maupun Piala Dunia.</p>
<p>Lewat pasang surut performa, keduanya berjumpa lagi dalam laga provokatif di perempat final Piala Dunia 1998, yang dimenangi Belanda 2-1. Lalu edisi 2014 di semi final, Argentina menang adu penalti, persis sama dengan momen Qatar 2022.</p>
<p>Dalam 10 duel, Argentina dan Belanda sama-sama membukukan empat kemenangan. Dua laga sisa berakhir imbang.</p>
<p>Dari seni bermain dan pengembangan taktikal, Argentina dan Belanda memiliki karakter masing-masing. Sama-sama menyukai permainan menyerang, kedua tim punya artis-artis hebat yang memberi corak dalam setiap pertemuan.</p>
<p>Kedua negara melahirkan bintang-bintang besar dalam setiap era, sehingga selalu menjanjikan pertemuan yang berkelas.</p>
<p><strong>Sedemikian Sensitif?</strong><br />
Mengapa di Qatar kali ini emosi kedua kubu sedemikian sensitif?</p>
<p>Pertama, impian Argentina meraih juara dan mandedikasikannya untuk sang kapten, Lionel Messi.</p>
<p>Apabila mampu meraih trofi, Messi tak lagi diragukan menjadi pemain terbesar dalam sejarah. Mahkota Piala Dunia-lah yang selama ini selalu melemahkannya di hadapan capaian sang legenda, Diego Maradona (1986).</p>
<p>Kedua, realitas perkembangan teknologi informasi mudah meletupkan tafsir pernyataan apa pun. Seperti <em>mind game</em> yang dilancarkan oleh pelatih Belanda, Louis van Gaal tentang Leo Messi. Statemen Van Gaal menyulut tekad pembuktian Messi, yang lalu tak mampu menahan diri untuk bereaksi setelah laga.</p>
<p>Ketiga, betapa pun santun dan hebat, Messi tetap manusia biasa yang bisa gusar dan marah. Perasaan itu diluapkan dengan ekspresi yang tak terduga. Nyatanya, La Pulga menjadi &#8220;sasaran&#8221; apa saja: perhatian, permainan keras, provokasi, serta taktik bermain lawan untuk mereduksi perannya.</p>
<p>Elemen-elemen emosi seperti itu menyuburkan perseteruan yang memang sudah punya akar. Mario Kempes, Maradona, Ariel Ortega, dan kini Messi merasakannya. Sama seperti Rob Rensenbrink, Marco van Basten, Dennis Bergkamp, dan kini Virgil van Dijk mengalaminya.</p>
<p>Ketegangan adalah salah satu aspek keindahan sepak bola. Akan tetapi, &#8220;silaturahim permainan&#8221; yang dibumbui konfrontasi fisik secara berlebihan tentu mengurangi eksotikanya.</p>
<p>Ya, siapa yang tak ingin menyaksikan pemain sekelas Messi mengetengahkan aksi-aksi puncak, di laga-laga akhir Piala Dunia pamungkasnya?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/11/konfrontasi-argentina-belanda-dimulai-sejak-final-piala-dunia-1978">Konfrontasi Argentina-Belanda  Dimulai sejak Final Piala Dunia 1978</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://3.33.146.175/id/">https://3.33.146.175/id/</a>
<a href="https://117.18.0.23/">https://117.18.0.23/</a>
<a href="https://117.18.0.16/">https://117.18.0.16/</a>
<a href="https://117.18.0.24/">https://117.18.0.24/</a>

<a href="https://chinesemedicinenews.com/">https://chinesemedicinenews.com/</a>
<a href="https://revistaenigmas.com/">https://revistaenigmas.com/</a>
<a href="https://topweddinglists.com/">https://topweddinglists.com/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://ayahqq.it.com">https://ayahqq.it.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>
<a href="https://klik66.it.com">https://klik66.it.com</a>
<a href="https://radiofarmacia.org">https://radiofarmacia.org</a>
<a href="https://atendamais.org">https://atendamais.org</a>

<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>

<a href="https://aenfis.com/cloud/pkvgames/">https://aenfis.com/cloud/pkvgames/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/bandarqq/">https://aenfis.com/cloud/bandarqq/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/dominoqq/">https://aenfis.com/cloud/dominoqq/</a>
</div>