<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Liga Champions Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/liga-champions/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 May 2026 10:41:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Liga Champions Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Buncah Sejarah dari Puskas Arena</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/30/buncah-sejarah-dari-puskas-arena</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 10:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Budapest]]></category>
		<category><![CDATA[Hongaria]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[Puskas Arena]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=561993</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // akan lahirkah sejarah?/ pastilah dia membuncah/ siapa pun pemenangnya/ eksotika final terpoles dengan rekor/ di luar kebahagiaan/ dan kesedihan// (Sajak “Final Eropa”, 2026) APA pun yang terjadi malam nanti, Puskas Arena di Budapest, Hongaria, bakal menorehkan sejarah. Akan ada buncah kebahagiaan, mungkin pula air mata kesedihan. Apakah juara bertahan Paris [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/30/buncah-sejarah-dari-puskas-arena">Buncah Sejarah dari Puskas Arena</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-561994 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// akan lahirkah sejarah?/ pastilah dia membuncah/ siapa pun pemenangnya/ eksotika final terpoles dengan rekor/ di luar kebahagiaan/ dan kesedihan//</em><br />
<strong>(Sajak “Final Eropa”, 2026)</strong></p>
<p><strong>APA</strong> pun yang terjadi malam nanti, Puskas Arena di Budapest, Hongaria, bakal menorehkan sejarah. Akan ada buncah kebahagiaan, mungkin pula air mata kesedihan.</p>
<p>Apakah juara bertahan Paris St Germain yang kembali mengangkat piala? Atau Arsenal yang untuk kali pertama memenangi trofi Si Kuping Besar?</p>
<p>Artinya, itulah pula sejarah yang siap diukir dua pelatih energetik dari negeri yang sama, Spanyol: Luis Enrique (PSG), dan Mikel Arteta (Arsenal).</p>
<p>Jika Les Parisiens mampu mempertahankan gelar, berarti inilah klub kedua setelah Real Madrid yang sukses melakukan <em>back to back</em> Liga Champions setelah tahun lalu juara. Real bahkan tercatat tiga kali berturut-turut juara pada 2016, 2017, dan 2018 di era pelatih Zinedine Zidane.</p>
<p>Sedangkan bagi Mikel Arteta, jika berhasil memenangi final, ini akan menobatkannya sebagai pelatih pertama yang mengantar Meriam London sebagai penguasa Eropa. Pada 2006, Arsenal yang menjejak partai puncak, di bawah arahan Arsene Wenger dikalahkan oleh Barcelona racikan Frank Rijkaard.</p>
<p><strong>Pertunjukan</strong><br />
Selain menjanjikan pertarungan taktik dan pertunjukan para bintang, eksotika partai final di Budapest malam nanti membawa sejumlah catatan tambahan tentang rekor, sejarah, dan garansi aksi-aksi tak terlupakan. Baik PSG maupun Arsenal sama-sama dikawal skema taktik dengan pilar-pilar berpenggawa kelas dunia.</p>
<p>Hampir di setiap posisi, Les Parisiens dan Meriam London menjanjikan kualitas paripurna. Walaupun PSG lebih dijagokan, namun Arsenal juga memiliki kelebihan-kelebihan yang seharusnya bisa dioptimalkan sebagai peluang meraih gelar.</p>
<p>Secara <em>head to head</em>, kedua klub sudah dua kali bertemu, yakni di semifinal Liga Champions 2025. Ketika itu, PSG dua kali menang, kandang dan tandang 2-1 dan 1-0.</p>
<p>Suka atau tidak suka, ketika keduanya kembali bersua &#8212; kali ini di partai pamungkas &#8212; akan ada motivasi dahsyat pembuktian, determinasi untuk keluar sebagai sang pemenang.</p>
<p><strong>Impresivitas Vs Set-piece</strong><br />
Diperkirakan bakal muncul momen-momen menarik: impresivitas serangan bergelombang PSG versus<em> set-piece</em> bola mati, terutama sepak pojok Arsenal.</p>
<p>Luis Enrique berkelimpahan materi kelas dunia dalam skema <em>starting eleven</em>-nya. Sebut saja di barisan penggempur ada peraih Ballon d&#8217;Or 2025, Ousmane Dembele, “Messi Georgia” Khvicha Kvaratskhelia, Bradley Barcola atau Desire Doue. Mereka ditopang oleh gelandang visioner Vitinha, Joao Neves, dan Fabian Ruiz yang bakal menjadi ancaman bagi ketangguhan kiper David Raya.</p>
<p>Lini pertahanan PSG dikawal oleh kapten tim Marquinhos, Achraf Hakimi, Willian Pacho, dan Nuno Mendes. Sebagai benteng terakhir kiper Matvey Safonov atau Lucas Chevalier.</p>
<p>PSG sangat mengandalkan impresivitas sayap Kvaratskhelia dengan dribel-dribel dan seni mencetak gol hebat, serta pergerakan Dembele dan Doue sebagai<em> finisher</em> mematikan. Overlapping Hakimi yang sering memberi umpan-umpan silang juga menjadi pertunjukan tak kalah menarik.</p>
<p>Sedangkan parade bintang Arsenal terbaca dari kiper tangguh David Raya, bek Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel Magalhaes, dan Riccardo Calafiori.</p>
<p>Arteta punya barisan gelandang anggun Martin Zubimendi, Declan Rice, dan Martin Odegaard. Di lini penyerang ada Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, dan Viktor Gyokeres. Bisa pula Arteta merotasinya dengan Mikel Merino, Kai Havertz, atau Eberechi Eze.</p>
<p><strong>“Corner FC”</strong><br />
Betapa pun rancak permainan Arsenal dengan intensitas penguasaan bola, namun Arteta juga melengkapinya dengan pragmatisme “mesin pembunuh” yang dipersiapkan matang. Arsenal sempat mendapat banyak sindiran sebagai “Corner FC” karena banyak mengintensifkan peluang dari<em> set-piece</em> sepak pojok untuk menciptakan gol.</p>
<p>Bagi Arsenal, sejatinya ini adalah kelebihan tersendiri di tengah “idealisme” permainan yang mengalir indah. Dan, tentu sisi-sisi ini yang juga menjadi perhatian Luis Enrique sebagai sikap antisipatif bagi PSG.</p>
<p>Ya. Pertandingan pamungkas Liga Champions tahun ini memang menjanjikan pertunjukan yang “semuanya ada”. Pelatih cerdas dengan strategi kuat, parade bintang, dan determinasi yang menggambarkan betapa sepak bola terkemas sebagai sebuah visi yang jauh melebihi batas-batas lapangan dan lingkungan stadion.</p>
<p>Dari dua klub ini, dia &#8212; sepak bola &#8212; serasa menjadi bagian dari ekosistem kehidupan itu sendiri. Ada etos kerja, keindahan, keterampilan, pilihan, juga pragmatisme&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> <strong>&#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/30/buncah-sejarah-dari-puskas-arena">Buncah Sejarah dari Puskas Arena</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arrr&#8230;, Arsenal: dari Arsene ke Arteta&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/23/arrr-arsenal-dari-arsene-ke-arteta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 10:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Arsene Wenger]]></category>
		<category><![CDATA[Budapest]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Manager]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=561034</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tentu bukan sekadar kebetulan/ kata “Ar” menjadi magi/ bagi Arsenal/ dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta/ dalam 22 tahun penantian&#8230;// (Sajak “Meriam London”, 2026) TERASALAH, betapa lekat kata “Ar” dalam penantian 22 tahun: dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta. Setelah tiga musim beruntun hanya bisa mendekati trofi, akhirnya pada musim [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/23/arrr-arsenal-dari-arsene-ke-arteta">Arrr&#8230;, Arsenal: dari Arsene ke Arteta&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-561053 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tentu bukan sekadar kebetulan/ kata “Ar” menjadi magi/ bagi Arsenal/ dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta/ dalam 22 tahun penantian&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Meriam London”, 2026)</strong></p>
<p><strong>TERASALAH</strong>, betapa lekat kata “Ar” dalam penantian 22 tahun: dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta. Setelah tiga musim beruntun hanya bisa mendekati trofi, akhirnya pada musim 2025-2026 ini Arsenal mampu mewujudkan mimpi.</p>
<p>Tahun 2003-2004 menjadi masa puncak Arsenal di bawah Arsene Wenger. Mereka juara dengan status “<em>invincible</em>”, tak tersentuh kekalahan di sepanjang musim. Namun setelah era emas itu, mereka selalu gagal memuncaki klasemen Liga Primer.</p>
<p>Lebih dari pecah telur setelah 22 tahun, kali ini Meriam London punya kesempatan membuktikan capaian lain. Pada pengujung bulan ini, mereka bakal bertarung di final Liga Champions melawan Paris St Germain. Andai memenangi duel pamungkas di Puskas Arena, Budapest nanti, itu adalah gelar Liga Champions pertama bagi Bukayo Saka dkk. Pada 2006, Arsenal takluk 1-2 di final dari Barcelona.</p>
<p>Gelar juara Liga Primer kali ini, yang dipastikan setelah Manchester City hanya bermain imbang 1-1 dengan AFC Bournemouth, terasa lebih bermakna, karena dalam tiga musim sebelumnya Arsenal seperti tertakdirkan gagal di lap terakhir perpacuan. Baru pada kesempatan keempat setelah memimpin klasemen, Pasukan Arteta benar-benar mampu merengkuh trofi. Hingga pekan-pekan terakhir liga, The Citizens masih membayangi, sehingga perpacuan antara Tim Arteta dengan Tim Guardiola lebih mirip dengan adu mental.</p>
<p><strong>“Kutukan”?</strong><br />
Selama ini, sampai ternarasikan oleh media, Arsenal mengalami “sindrom <em>runner up</em>” dan terkena “kutukan” gagal meraih trofi di saat-saat akhir setelah kencang memimpin klasemen. Bahkan banyak pundit yang menyuarakan agar Mikel Arteta diganti karena tidak mampu menanamkan mental juara bagi Arsenal. Toh manajemen akhirnya memilih mempertahankan Arteta setelah sempat berniat memecatnya karena performa kurang meyakinkan pada 2021.</p>
<p>Pecah telur Arteta ini diperkirakan bakal menjadi perspektif berbeda dalam performa mentalitas anak-anak Arsenal. Mereka yang selama ini terkurung oleh inferioritas dan kecemasan dalam pembuktian diri, akan lebih percaya diri. Persaingan di level atas Liga Primer juga diperkirakan makin ketat dengan Arsenal, Manchester City yang diperkirakan akan berganti manajer dari Pep Guardiola ke Enzo Maresca, Liverpool yang untuk sementara masih mempertahankan Arne Slot, Manchester United yang memberi status permanen bagi Michael Carrick hingga 2028, juga Aston Villa yang stabil di bawah Unai Emery dan baru saja meraih trofi Liga Europa.</p>
<p>Di final Liga Champions nanti, berbekal sukses di Liga Primer, diperkirakan Arsenal bakal bermain lebih lepas. Konfidensi menjadi bekal tambahan untuk menghadapi tim yang tak kalah atraktif dalam racikan Luis Enrique. Ini akan menjadi pertarungan taktik dua arsitek Spanyol: Luis Enrique vs Mikel Arteta,</p>
<p>Selama tiga musim sebelumnya, Arsenal sebenarnya tampil dengan performa yang khas Mikel Arteta, yakni permainan menyerang berintensitas tinggi dengan dominasi penguasaan bola yang biasa disebut media sebagai ”Arteta-ball”, namun musim ini mereka terasa lebih pragmatis, tidak seindah tiga musim sebelumnya.</p>
<p>Banyak yang menyindir, ketika Arsenal tercatat mencetak 35 gol di semua ajang lewat bola-bola mati, dari <em>set piece</em> skema sepak pojok, sehingga mendapat predikat sinis sebagai “pasukan sepak pojok” atau “Arsenal Corner FC”.</p>
<p>Fokus ke sepak pojok itu dilatih secara intensif Nicolas Jover, asisten pelatih yang sangat berperan dalam merancang taktik ini sejak Juli 2021. Di tengah badai kritik, legenda Arsenal, Thiery Henry tidak memasalahkan taktik itu, karena dalam permainan yang dipentingkan adalah kemenangan.</p>
<p>Nyatanya, Arsenal tercatat sebagai tim dengan pertahanan terbaik. Mereka kebobolan paling sedikit selama musim 2025-2026, yakni 26 gol dan 19 <em>cleansheet</em> dari 37 laga, atau dengan satu pertandingan tersisa. Ini mendekati cataran bersejarah mereka yang hanya kebobolan 17 gol pada musim 1998-1999. Musim ini, di tempat kedua, Manchester City kebobolan 33 gol.</p>
<p><strong>Manajer Kedelapan</strong><br />
Arteta menjadi manajer kedelapan yang membawa Arsenal juara, setelah Herbert Chapman (dua kali), Joe Shaw, George Alisson (2), Tim Whitaker (2), Bertie Mee, George Graham (2), dan Arsene Wenger (3). Arteta juga berpeluang menjadi orang pertama yang mengantar Meriam London meraih trofi Eropa apabila bisa menaklukkan PSG di Budapest nanti.</p>
<p>Mantan gelandang Arsenal dan asisten pelatih Manchester City itu menjadi manajer termuda (44 tahun 54 hari) yang juara, juga mencatat rekor sebagai pelatih dengan persentase tertinggi kemenangan, 212 dari 351 laga atau 60,4 persen.</p>
<p>Terlepas dari apa pun hasil di Budapest nanti, dengan trofi Liga Primer, sejarah bakal mencatatnya sebagai manajer dengan nama “Ar” yang bersenyawa dengan dua “Ar” lainnya, Arsenal dan Arsene Wenger&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud</strong>, <em>wartawan<a href="http://Suarabaru.Id"> Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/23/arrr-arsenal-dari-arsene-ke-arteta">Arrr&#8230;, Arsenal: dari Arsene ke Arteta&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kvaratskhelia, Mutiara yang Makin Menemukan Makna</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/16/kvaratskhelia-mutiara-yang-makin-menemukan-makna</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2026 10:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Bayern Muenchen]]></category>
		<category><![CDATA[Khvicha Kvaratskhelia]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Pamungkas]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=559733</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dialah senyatanya/ mutiara tersembunyi/ dari “antah berantah” sepak bola/ berproses mematangkan diri/ di liga-liga dunia/ akankah dia menemukan makna/ sebagai sang penentu/ dan legenda?// (Sajak “Kvaratskhelia’’, 2026) PARTAI pamungkas Liga Champions 2026 di Budapest, Hongaria, akhir bulan ini akan mengetengahkan aneka “pertunjukan” sepektakuler. Dua klub yang berlaga mewakili berbagai ceritera [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/16/kvaratskhelia-mutiara-yang-makin-menemukan-makna">Kvaratskhelia, Mutiara yang Makin Menemukan Makna</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-559735 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// dialah senyatanya/ mutiara tersembunyi/ dari “antah berantah” sepak bola/ berproses mematangkan diri/ di liga-liga dunia/ akankah dia menemukan makna/ sebagai sang penentu/ dan legenda?//</em><br />
<strong>(Sajak “Kvaratskhelia’’, 2026)</strong></p>
<p><strong>PARTAI</strong> pamungkas Liga Champions 2026 di Budapest, Hongaria, akhir bulan ini akan mengetengahkan aneka “pertunjukan” sepektakuler. Dua klub yang berlaga mewakili berbagai ceritera tentang nama besar, kualitas, eksotika sepak bola, dan impresivitas. Para bintang yang bertebaran di dua tim finalis itu, serta proyeksi taktik apa yang akan disuguhkan oleh dua pelatih eksepsional yang ada di balik performa tim, Luis Enrique dari Paris St Germain, dan Mikel Arteta dari Arsenal.</p>
<p>Yang tak kalah menyita perhatian, kini nama &#8212; yang agak sulit dieja dan dilafalkan &#8212; Khvicha Kvaratskhelia ikut masuk dalam daftar keniscayaan keelokan partai final. Dia bisa menjadi pembeda.</p>
<p>Siapa Khvicha Kvaratskhelia?</p>
<p>Ya, dari negeri yang dianggap “antah berantah” dalam sepak bola, siapakah nama-nama yang tercatat mendunia dan mencercahkan cahaya?</p>
<p>Dulu mungkin layak disebut George Oppung Weah, peraih Ballon d’Or 1995 dari Liberia, yang dimatangkan di Paris St Germain dan AC Milan dengan performa individual yang superlatif. Dan, kini, dari Georgia, selama tiga tahun terakhir muncul nama fenomenal yang dipercaturkan kalangan sepak bola elite: Khvicha Kvaratskhelia. Boleh dibilang, dia adalah pemain terbesar Georgia sepanjang masa.</p>
<p>Selama memperkuat Napoli (2022-2025), dia berkembang di bawah pelatih Luciano Spaletti. Kini dia menjadi andalan Paris St Germain dalam polesan Luis Enrique. Aksi-aksinya menerbitkan “teror” ketakutan bagi pertahanan lawan. Dribelnya tak terhentikan, umpan silangnya memanjakan, <em>skill</em>-nya yang di atas rata-rata adalah ancaman bagi para pemain belakang. Pergerakan tanpa bolanya juga efektif.</p>
<p>Tak berlebihan, Khvicha disebut-sebut mampu mengubah jalannya pertandingan. Legenda Edgar Davids tak ragu memosisikannya sebagai pemain sayap terbaik dunia saat ini.</p>
<p>Dia menjadi “pertunjukan” paling memukau di setiap fase Liga Champions musim ini. Aksi-aksi Kvaratskhelia diharapkan memuncak di partai final, akhir bulan ini.</p>
<p>Publik sepak bola akan tersuguhi determinasi, dribel eksepsional, manuver-manuver tak terbendung ketika menusuk dari sayap, dan keindahan teknik gol melengkung yang presisi. Dia benar-benar menjadi pembeda.</p>
<p>Seharusnya ada Lamine Yamal, yang bahkan memberi harapan lebih besar, tetapi Barcelona sudah tersisih di babak perempat final dari Atletico Madrid. Kini posisi Yamal dalam bursa Ballon d’Or 2026 juga ada di bawah peluang Kvaratskhelia. Apalagi dia masih berkeniscayaan membawa PSG mempertahankan gelar.</p>
<p><strong>“Kvaradona”</strong><br />
Ketika masih memperkuat Napoli, dia dijuluki Kvaradona, karena gaya dribel yang menyerupai kehebatan legenda “Sang Dewa” Napoli, Diego Armando Maradona. Di Napoli, sejauh ini yang disebut sebagai legenda penerus Maradona adalah Gianfranco Zola yang pernah mendapat julukan mediatika, “Marazola”.</p>
<p>Seperti yang dipertunjukkan dalam semifinal <em>leg</em> pertama melawan Bayern Munchen, Kvaratskhelia benar-benar unjuk kemampuan. Areal operasinya di sektor sayap kiri dengan dribel tak terhentikan mengobrak-abrik pertahanan Bayern Muenchen. Akurasi umpan dan gol presisinya memperlihatkan kelas sebagai pemain dunia.</p>
<p>Di bawah arahan Enrique, Kvaratskhelia makin matang dalam berkontribusi ke tim. Dia mencatat rekor sebagai pemain PSG pertama yang menciptakan gol di empat laga beruntun fase gugur Liga Champions.</p>
<p>Kvaratskhelia membuat satu gol dalam kemenangan PSG 2-0 atas Liverpool di <em>leg</em> pertama perempatfinal Liga Champions, 9 April lalu. Dia menyambar umpan terobosan, melewati bek dan kiper lawan, lalu mengirim bola ke gawang yang kosong. Aksi-aksinya ketika menghancurkan Bayern Muenchen juga memperlihatkan kematangan yang luar biasa.<br />
Dia “mutiara” yang makin menemukan makna dan peran.</p>
<p><strong>Tiga Kali Man of the Match</strong><br />
Kvaratskhelia menjadi pemain pertama PSG yang mencetak empat gol di empat laga beruntun fase gugur Liga Champions. Rinciannya, satu gol ke gawang AS Monaco pada <em>leg</em> kedua <em>playoff</em> babak 16 besar, tiga gol di dua <em>leg</em> 16 besar kontra Chelsea, lalu satu gol ke gawang Liverpool di<em> leg</em> pertama perempatfinal.</p>
<p>Dia meraih trofi <em>Man of the Match</em> dari tiga laga terakhir di Liga Champions. “Pemain sayap yang lincah itu menciptakan beberapa peluang, juga memberikan beberapa kontribusi defensif yang baik,” tulis UEFA Technical Observer Group. Di sepanjang Liga Champions musim ini, Khvicha Kvaratskhelia sudah mengemas total 10 gol dan empat <em>assist</em> dari 12 laga. Artinya, rata-rata setiap satu laga dia menyumbang satu G/A alias gol atau <em>assist</em>.</p>
<p>Dia menjadi andalan PSG sejak kedatangannya di musim dingin 2025 dari Napoli. Sayap kiri 25 tahun itu total sudah mengemas 21 gol dan 16 <em>assist</em> dari 71 laga di seluruh ajang.</p>
<p>Pemain Georgia kelahiran 12 Februari 2000 itu diperkirakan bakal semakin matang bersama Les Parisiens, dan apabila bisa mempertahankan trofi Si Kuping Besar musim ini, bukan tidak mungkin penghargaan individual yang lebih luas bisa dia raih.</p>
<p>Memang ada Harry Kane yang menjadi mesin gol Bayern Muenchen, atau bintang-bintang muda yang bersinar seperti Michael Olise (Bayern), Lamine Yamal (Barcelona), Desire Doue (PSG), atau Ousmane Dembele (PSG) yang juga tetap produktif, namun pemain kelahiran Tbilisi ini benar-benar mengukuhkan peran sebagai pengubah jalannya pertandingan bagi PSG.</p>
<p>Bisakah Khchiva Kvaratskhelia unjuk kehebatan di final liga Champions nanti? Pelatih Arsenal Mikel Arteta pasti telah menyiapkan taktik untuk mereduksi peran eks pemain Rubin Kazan ini. Dan, justru pada momen ini akan muncul pertunjukan menarik: seberapa kreatif Sang Kvaradona mampu mengatasi semua aral dengan kematangannya?</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/16/kvaratskhelia-mutiara-yang-makin-menemukan-makna">Kvaratskhelia, Mutiara yang Makin Menemukan Makna</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MU Masih Terus Berspekulasi, “Diakah Orangnya?”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/24/mu-masih-terus-berspekulasi-diakah-orangnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 10:00:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Impresif]]></category>
		<category><![CDATA[Klasemen Sementara]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Narasi]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Olf Trafford]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=540980</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // pencarian bergulir tanpa batas/ satu per satu angkat tangan/ satu per satu pula angkat kaki/ dan, setiap tiba orang baru/ pertanyaan pun mengapung/ dalam harapan yang terhubung/ : diakah orangnya?// (Sajak “Manchester United”, 2026) MICHAEL Carrick, diakah orangnya? Narasi yang mempertanyakan “apakah dia orang yang cocok“, pastinya muncul setelah Manchester [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/24/mu-masih-terus-berspekulasi-diakah-orangnya">MU Masih Terus Berspekulasi, “Diakah Orangnya?”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-540982 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/01/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// pencarian bergulir tanpa batas/ satu per satu angkat tangan/ satu per satu pula angkat kaki/ dan, setiap tiba orang baru/ pertanyaan pun mengapung/ dalam harapan yang terhubung/ : diakah orangnya?//</em><br />
<strong>(Sajak “Manchester United”, 2026)</strong></p>
<p><strong>MICHAEL</strong> Carrick, diakah orangnya?</p>
<p>Narasi yang mempertanyakan “apakah dia orang yang cocok“, pastinya muncul setelah Manchester United tampil impresif di Stadion Olf Trafford, akhir pekan lalu.</p>
<p>Penampian pertama Michael Carrick sebagai manajer interim sungguh menjanjikan. Bruno Fernandes dkk membenamkan tetangganya, Manchester City 2-0, dan merangkak ke zona Liga Champions di peringat keempat klasemen liga.</p>
<p>Ya, suksesi kepelatihan MU sejak 2013 seperti spekulasi yang hingga sekarang belum juga berhenti, mengulang pertanyaan klasik sejak 13 tahun silam, “Diakah orangnya?”</p>
<p>Sejak manajer tersukses &#8212; Sir Alex Ferguson &#8212; pensiun, MU tak pernah berhenti mengapungkan harapan untuk menemukan kembali jalan kejayaan. Dari David Moyes, Ryan Giggs (interim), Louis van Gaal, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick (interim), Jose Mourinho, Ralf Rangnick, Erik ten Hag, Ruud van Nistelrooy (interim), hingga yang terakhir: Ruben Amorim, dan dilanjutkan pelatih interim Darren Fletcher.</p>
<p>Ke-11 nama itu hadir dengan beban pembuktian, juga spekulasi, antara keyakinan dan keraguan, antara kemampuan dan kenyataan, antara coba-coba dan kemungkinan.</p>
<p>MU adalah salah satu contoh klub yang mengalami fase penyurutan prestasi drastis setelah masa-masa kegemilangan pada era pelatih tertentu, dari 1990 hingga 2013. Catatan 13 kali juara di era Liga Primer (sejak 1992), dan 20 trofi Liga Inggris menjadi rekor yang belum tertandingi.</p>
<p><strong>Cakra Manggilingan?</strong><br />
Filsafat Jawa mengenali fenomena naik-turun itu sebagai Cakra Manggilingan. Inilah logika pusaran roda: kadang di atas, kadang di bawah. Pusaran manajemen memaknai kondisi ini sebagai refleksi kebelumcocokan figur pelatih dengan klub yang ditangani. Atau katakanlah, belum mampu mengurai persoalan yang sebenarnya sedang menyelimuti MU, dan bagaimana menerapkan jalan keluarnya. Belum ditemukan solusi dalam pergulatan proses, antara tesis, antitesis, dan sintesis.</p>
<p>Maka ketika Michael Carrick yang dipilih sebagai pelatih interim menjanjikan “selain kemenangan juga permainan yang enak dinikmati”, semua orang yang berkepentingan dengan MU kembali dibuai harapan. Juga mungkin bersikap skeptis, bersiap-siap untuk kembali diempas kekecewaan.</p>
<p>Orang bisa berpikir, “Main seadanya pun tidak masalah, yang penting menang”. Atau “Bermain sederhana tak apa-apa, tetapi bisa mengembalikan wibawa”. Atau berpikir seperti ideolog yang konsisten, “Menang, dari hasil permainan impresif”. Atau, mungkin dengan harapan minimalis, “Yang penting bisa kembali ke atmosfer elite”.</p>
<p>Bagi Michael Carrick, menerima tantangan melatih MU bagaimanapun adalah sebuah keberanian. Bukankah telah sekian nama besar yang harus menghadapi kenyataan pahit?</p>
<p>Mantan pemain The Red Devils 2006-2013 itu telah lima kali meraih trofi liga, dua kali Piala FA, sekali Liga Champions, sekali Liga Europa, dan sekali trofi dunia antarklub. Catatan ini tidak menjamin dia punya resep “cespleng” untuk mengembalikan MU ke panggung elite. Deret prestasi itu lebih ke “brand”, bahwa Carrick cukup memahami budaya juara bekas klubnya.</p>
<p>Nah, bisakah budaya juara memberi asupan modal kepada pelatih kelahiran Wall Send, Tyne and Wear, Inggris 44 tahun lalu itu dalam menangani Bruno Fernandes dkk?</p>
<p>Semasa bermain, Carrick dinilai punya kualitas unik. Dia punya peran vital dalam setiap pertandingan, namun selalu ada “di bawah bayang-bayang”. Dia konduktor orkestrasi yang menjadi pusat dan diteladani, sebagai pemimpin yang membuat respek rekan-rekannya, tetapi bukan tokoh yang menjadi sorotan utama.</p>
<p>Dia dikenal punya kecerdasan taktik, umpan akurat, dan kemampuan mengatur tempo permainan. Alex Ferguson memercayai eks pemain Tottenham Hotsur (2004-2006) itu sebagai jangkar, yang dengan konsisten dia perankan.</p>
<p><strong>Punya Modal</strong><br />
Michael Carrick punya modal dalam kiprahnya sebagai pelatih interim. Saat meneruskan tugas Ole Gunnar Solskjaer hingga akhir musim 2020-2021, dia mendampingi MU dalam tiga laga. MU mencatat dua kemenangan dan sekali imbang. MU menang 2-0 atas Real Villareal di ajang Liga Champions, dan 3-2 atas Arsenal di Liga Primer. Hasil imbang 1-1 diperoleh ketika melawan Chelsea.</p>
<p>Artinya, lima tahun lalu, pendekatan taktik Carrick bisa menyatu dengan skema MU. Dia punya modal untuk diterapkan dengan kondisi skematika baru ketika memimpin Brian Mbeumo cs, yang diawali di Old Trafford, pada pekan lalu.</p>
<p>Dalam perjalanan 11 pelatih pasca-Ferguson, sudah beragam taktik dan karakter permainan yang diterapkan untuk Setan Merah. Terakhir, “komplikasi” antara kekukuhan taktik Ruben Amorim dengan <em>mindset</em> jajaran manajemen klub berujung pemecatan pelatih asal Portugal itu ketika kontraknya baru akan berakhir 2027.</p>
<p>Carrick memang hanya manajer interim hingga musim ini berakhir. Tentu kinerjanya akan dinilai: apakah dia layak dipermanenkan, atau bernasib sama dengan 10 pelatih lain yang sudah mencoba membedah penyakit MU dari 2013 hingga sekarang.</p>
<p>Ucapan Ralf Rangnick, pelatih yang dikenal sebagai arsitek permainan <em>gegenpressing</em> masih mengiang, bahwa MU butuh “operasi jantung” untuk mengurai permasalahannya. Apakah bedah jantung itu sudah dilakukan? Apakah langkah-langkah Erik ten Hag dan Ruben Amorim sudah masuk dalam konsep bedah total Rangnick? Terbukti, para manajer setelah <em>coach</em> asal Jerman itu tidak juga mampu memperbaiki keadaan.</p>
<p>Theatre of Dream yang melekat sebagai predikat untuk Stadion Old Trafford menyiratkan betapa kuat impian dan harapan fans MU untuk sebuah kebangkitan yang lama ditunggu.</p>
<p>Apakah “kebangkitan MU” memang menunggu kehadiran sosok seperti Michael Carrick? Atau dia bakal memperpanjang daftar mereka yang berjalan gontai meninggalkan Old Trafford?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/24/mu-masih-terus-berspekulasi-diakah-orangnya">MU Masih Terus Berspekulasi, “Diakah Orangnya?”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Donnarumma, di Puncak Patah Hati</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/08/16/donnarumma-di-puncak-patah-hati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[Copa Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Emiliano Martinez]]></category>
		<category><![CDATA[Gianluigi Donnarumma]]></category>
		<category><![CDATA[Kiper Terbaik Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=490541</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // jalan di depan/ acapkali tak terbayangkan/ bisa terang/ bisa muram/ kitakah yang menentukan?/ atau ekosistem/ langit industri yang menyelimuti// (Sajak “Gigi Donnarumma”, 2025) TIDAK sedikit yang membandingkan: lebih baik manakah Gianluigi Donnarumma dengan Emiliano Martinez untuk menyebut kiper terbaik dunia saat ini? Gigi adalah peraih Liga Champions terkini bersama Paris [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/16/donnarumma-di-puncak-patah-hati">Donnarumma, di Puncak Patah Hati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-490544 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/08/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// jalan di depan/ acapkali tak terbayangkan/ bisa terang/ bisa muram/ kitakah yang menentukan?/ atau ekosistem/ langit industri yang menyelimuti//</em><br />
<strong>(Sajak “Gigi Donnarumma”, 2025)</strong></p>
<p><strong>TIDAK</strong> sedikit yang membandingkan: lebih baik manakah Gianluigi Donnarumma dengan Emiliano Martinez untuk menyebut kiper terbaik dunia saat ini?</p>
<p>Gigi adalah peraih Liga Champions terkini bersama Paris St Germain, sedangkan Emi &#8212; yang memperkuat Aston Villa &#8212; menjadi andalan Argentina ketika meraih Piala Dunia 2022 dan dua kali Copa Amerika.</p>
<p>Tentu tak mudah untuk mengklaim, karena keduanya memiliki jejak, prestasi, “maqam”, dan catatan masing-masing. Dalam satu hal, keduanya punya reputasi yang tak juga bisa dibandingkan, misalnya dengan sederet penjaga gawang berkaliber dunia: dari Alisson Bekcer, Ederson Moares, Robert Sanches, Thibaut Courtois, Wojciech Szczęsny, Andre Ter Stegen, Unai Simon, hingga David Raya.</p>
<p>Dengan melihat performa dan kontribusinya, mungkin Anda terkejut ketika manajemen Paris St Germain memutuskan untuk melepas Donnarumma dan mendatangkan kiper baru Lucas Chevalier dari Lille. Adakah sesuatu yang menjadi alasan kuat pelatih Luis Enrique?</p>
<p>Kebutuhan taktik, menurut Enrique, telah matang dipertimbangkan sebagai dasar pengambilan keputusan itu. Musim depan dia butuh kiper yang terlibat dalam permainan atau <em>ball-playing goalkeeper</em>, sedangkan Donnarumma cenderung bertipe <em>shot stopper</em>. Kata pelatih asal Spanyol itu, dia bicara soal pemain yang bukan saja salah satu kiper terbaik dunia, tetapi juga diakui sebagi pribadi luar biasa.</p>
<p>Adakah pertimbangan selain soal kebutuhan taktik? Misalnya, permintaan kenaikan gaji Gigi Donnarumma sebelum kontraknya berakhir pada 2026 nanti? Enrique hanya bersedia menjawab dari sisi permainan, dan menekankan pada realitas industri sepak bola profesional.</p>
<p>Menurut dia, kehidupan pemain top, sama dengan pelatih, yang niscaya menghadapi lika-liku. Mengganti Donnarumma bukan keputusan mudah, tetapi dia bertanggung jawab penuh, dan keputusan ini lebih terkait dengan kebutuhan tim soal profil kiper.</p>
<p><strong>Sangat Kecewa</strong><br />
Kiper tim nasional Italia itu sangat kecewa dan benar-benar patah hati didepak oleh PSG. Pemain Terbaik Euro 2020 itu, selama empat tahun menjadi kiper utama Les Parisiens, dan ketika Enrique memilih kiper baru Lucas Chevalier, Donnarumma pun hanya bisa pasrah. Dia akan dijual.</p>
<p>Beberapa klub, di antaranya Manchester United dan Manchester City, sempat dikabarkan meminati. Rumor lama MU tertarik kepada Emi Martinez tak kunjung bergerak ke realisasi proses transfer. Dan, terbukti Andre Onana tetap diertahankan sebagai kiper utama bersama cadangannya, Altay Bayndr. Prioritas MU, hingga sejauh ini, bukan mencari kiper baru.</p>
<p>Donnarumma sudah tidak ada dalam daftar skuad PSG melawan Tottenham Hotspur di Piala Super Eropa, Kamis 14 Agustus lalu, yang dimenangi PSG lewat adu penalti. Keputusan ini membuat dia kecewa berat, mengingat kontribusinya selama ini. Dia menjadi elemen penting PSG saat merebut empat gelar musim lalu, dan masih mengawal gawang timnya di final Piala Dunia Antarklub. Gigi sudah 161 kali bermain untuk PSG di seluruh ajang sejak 2021, dengan meraih empat titel Ligue 1, dua Piala Prancis, dan satu Liga Champions.</p>
<p>Dia mencurahkan kepedihan hati di akun instagramnya. “Untuk fans Paris yang spesial, saya selalu memberikan segalanya sejak tiba hari pertama, di dalam dan luar lapangan, untuk mendapatkan tempat saya dan menjaga gawang PSG. Sayangnya seseorang memutuskan bahwa saya tidak lagi jadi bagian dari tim, dan tidak bisa berkontribusi lagi untuk kesuksesan tim. Saya kecewa dan patah hati&#8230;” (<em>cnnindonesia.com</em>, 13 Agustus 2025).</p>
<p>“Saya berharap punya kesempatan bertemu fans di Parc des Princes secara langsung sekali lagi, dan mengucapkan salam perpisahan yang pantas. Jika itu tidak terjadi, saya ingin Anda tahu bahwa dukungan dan kasih sayang kalian berarti besar untuk saya, saya tidak akan pernah melupakannya. Saya selalu mengingat dengan penuh emosi, malam-malam luar biasa dan Anda yang membuat saya merasa seperti di rumah.”</p>
<p>“Untuk rekan-rekan setim &#8212; keluarga kedua saya &#8212; terima kasih untuk segala perjuangan, tawa, momen yang kita lalui bersama. Kalian selalu jadi saudara saya. Saya merasa terhormat bermain untuk klub ini dan tinggal di kota ini. Terima kasih, Paris,” tutup kiper penerus Gianluigi Buffon di tim nasional Italia itu.</p>
<p><strong>“Dollarumma”</strong><br />
Pemain kelahiran 25 Februari 1999 di Castellamare di Stabia itu, pada 2015-2020 menjadi andalan AC Milan. Dia dihujat Milanisti ketika menerima pinangan PSG. Dia diejek sebagai “dollarumma”, bahkan sempat dilempari dolar palsu ketika memperkuat Italia U-21. Dalam usia 18, waktu itu, Gigi dicap lebih mementingkan uang ketimbang loyalitas kepada Rossoneri.</p>
<p>Kita tidak tahu, apakah di luar alasan kebutuhan taktik Luis Enrique, ada masalah lain dalam negosiasi kelanjutan kontrak dengan PSG. Bahwa Gigi tak lagi dipakai dalam final Piala Super, menandakan bahwa klub milik Nasser Al-Khelaifi itu tak lagi mempertahankannya.</p>
<p>Dan, apa pun perasaan yang berkecamuk di hati Donnarumma, bukankah ini adalah pernik lain dari industri sepak bola profesional? Dinamika industrial tak jarang memberi jarak, menafikannnya dari gejolak hati dan rasa. Sama dengan ketika pada 2020 dia memilih meninggalkan dan mengabaikan suara-suara keberatan dari suporter San Siro.</p>
<p>Bagaimanapun, ini adalah jejak jalan ketika Donnarumma berada di puncak. Dia berada dalam kelindan industri kompetisi sepak bola profesional. Dan, pastilah gambaran serupa juga dihadapi oleh Emiliano Martinez yang hingga sejauh ini belum terproyeksikan bakal berlabuh ke mana. Apakah bertahan di Aston Villa, atau ke klub lain yang menawarkan masa depan lebih menjanjikan.</p>
<p>Belum pula tergambarkan, apakah Donnarumma akhirnya menjadi bagian dari MU untuk menjadi benteng Pasukan Olf Trafford. Atau dia akan berlabuh di Etihad untuk bergabung dengan tim racikan Pep Guardiola, atau mungkin di klub lain lagi&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/16/donnarumma-di-puncak-patah-hati">Donnarumma, di Puncak Patah Hati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Chelsea dan Etos Penjinak “Monster”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/07/19/chelsea-dan-etos-penjinak-monster</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Kejuaraan Dunia Antar-Klub]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=485264</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // siapakah monster sejati sepak bola?/ Real Madrid dengan gelimang sejarahnya?/ AC Milan yang pernah melahirkan Tim Impian?/ atau Olympique Marseille, yang mengimitasi?/ Manchester United juga punya karakter/ Barcelona pun meraja/ dan, ketika PSG menyerupai/ Chelsea menjadi penjinaknya// (Sajak “ Sang Monster”, 2025) SEJATINYA, ke manakah sepak bola dunia kini berkiblat? [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/19/chelsea-dan-etos-penjinak-monster">Chelsea dan Etos Penjinak “Monster”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-485265 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// siapakah monster sejati sepak bola?/ Real Madrid dengan gelimang sejarahnya?/ AC Milan yang pernah melahirkan Tim Impian?/ atau Olympique Marseille, yang mengimitasi?/ Manchester United juga punya karakter/ Barcelona pun meraja/ dan, ketika PSG menyerupai/ Chelsea menjadi penjinaknya//</em><br />
<strong>(Sajak “ Sang Monster”, 2025)</strong></p>
<p><strong>SEJATINYA</strong>, ke manakah sepak bola dunia kini berkiblat?</p>
<p>Ke Kota Paris, Prancis; atau ke London: sebagai personifikasi Paris St Germain dan Chelsea?</p>
<p>Siapa tokoh yang diakui paling berperan di balik performa <em>nggegirisi</em> dua klub yang pekan lalu bertarung di final antarklub dunia itu? Enzo Maresca, atau Luis Enrique?</p>
<p>Dua nama itu kini memuncaki pelataran klub sepak bola. Maresca mengantar Chelsea sebagai juara dunia antarklub, setelah menghentikan “kemonsteran” PSG dengan skor telak 3-0. Sedangkan Enrique sukses membentuk PSG sebagai kekuatan baru Eropa.</p>
<p>Awalnya, PSG dengan status sebagai juara Liga Champions 2025 dan rentetan langkah sensasional untuk melaju ke final, lebih difavoritkan; namun Mareca mampu menghadirkan taktik tepat untuk menjinakkan sang monster.</p>
<p>Aksi-aksi Les Parisiens musim ini telah menyita fokus penggemar bola sejagat. Pada sisi lain, Chelsea menunjukkan berada di trek yang benar dengan grafik kebangkitan sebagai kekuatan elite.</p>
<p>Pemilik PSG, Nasser Al Khelaifi yang penuh ambisi untuk menduniakan klub ini menyatakan, kekalahan dari Chelsea itu tidak mengurangi cahaya musim luar biasa yang mereka raih. Sebaliknya, sebagai tim termuda dalam pengalaman berkompetisi, PSG makin termotivasi. “Para pemain sudah memberikan segalanya untuk sampai ke level ini, dan kami bertekad meraih trofi lebih banyak di waktu mendatang,” kata pria asal Qatar itu.</p>
<p>Liga Prancis, Ligue 1 sering diejek sebagai Liga Petani, diposisikan di bawah standar kompetitif empat liga terbaik Eropa &#8212; Liga Primer, La Liga, Liga Seri A, dan Bundesliga. Ligue 1 di peringkat lima terbawah.</p>
<p>Di level Liga Champions, klub-klub Ligue 1 tak terlalu diperhitungkan. Para pemain tim nasional Prancis moncer karena tertempa berkompetisi di liga-liga mancanegara.</p>
<p>Maka ketika tahun ini PSG menguasai Eropa dengan menumbangkan klub-klub besar, tak sedikit yang memuji, Luis Enrique sukses menjadikan klub ini sebagai monster mengerikan.</p>
<p>Pria asal Spanyol itu mencatat <em>treble</em> (tiga trofi) kedua dalam jejak kepelatihannya. Musim ini dia meraihnya bersama PSG, melengkapi pencapaian serupa pada 2014-2015 untuk Barcelona. Musim ini dia hanya gagal di partai puncak turnamen antarkkub dunia.</p>
<p>Di PSG, dia meracik trio mematikan Ousmane Dembele &#8211; Desire Doue &#8211; Kchiva Kvaratskhelia. Pada 2014 dia melahirkan Trio MSN Lionel Messi &#8211; Luis Suarez &#8211; Neymar Junior yang legendaris.</p>
<p>Sukses mengalahkan Real Madrid dengan skor fantastis 4-0 di semifinal antarklub dunia, menyusul pesta gol 5-0 ke gawang Inter Milan di final Liga Champions, Mei lalu, membuat dua pandit sepak bola Andros Townsend dan juga Gareth Bale tak ragu menyebut PSG sebagai monster.</p>
<p>“Luis Enrique telah berhasil menciptakan monster,” kata Townsend di <em>DAZN</em> (<em>bolanews.com</em>, 10 Juli 2025)</p>
<p>“Mereka terlihat seperti tim yang akan bisa bertahan untuk waktu yang sangat lama. Mereka sangat muda, tanpa henti, dan selalu ingin mempermalukan tim lawan,” timpal Gareth Bale.</p>
<p>Enrique meneruskan pekerjaan sederet pelatih yang punya reputasi hebat. Dari Carlo Ancelotti, Laurent Blanc, Unai Emery, Thomas Tuchel, Mauricio Pichettino, hingga Cristhope Galtier.</p>
<p><strong>Ambisi Para Investor</strong><br />
Performa PSG tak lepas dari ambisi besar investornya, Syekh Nasser Al Khelaifi, yang ingin bersenang-senang dengan sepak bola. Dia mengucurkan dana besar untuk PSG.</p>
<p>Dia, seperti Syekh Manshour Al Suleimany yang menguasai saham Manchester City di Liga Primer, berambisi menjadikan klubnya sebagai penguasa Eropa. Sama dengan kisah-kisah Silvio Berlusconi di masa jayanya (AC Milan), Bernard Tapie (Marseille), Massimo Moratti (Internazionale Milan), Aurelio de Laurentiis (Napoli), Roman Abramovich (Chelsea), Malcom Glazer (Manchester United), dan kini Jim Rachliffe (MU).</p>
<p>Al Khelaifi telah beberapa kali membuat sensasi transfer. PSG pernah mendatangkan megabintang Zlatan Ibrahimovic, Neymar, Messi, juga ikon Prancis Kylian Mbappe yang kini pindah ke Real Madrid.</p>
<p>Juara liga menjadi rutinitas selama 10 tahun terakhir, dan sekarang Les Parisiens menguasai Eropa, setelah sempat digagalkan Bayern Muenchen dalam final Liga Champions 2020.</p>
<p>Luis Enrique mampu menghadirkan kerancakan dalam irama permainan PSG. Jamie Carragher, legenda Liverpool yang kini jadi pandit menyetarakan skuad PSG dengan kehebatan Barcelona-nya Pep Guardiola pada semester kedua 2000-an. Permainan mereka mengalir, semua lini bergerak dari pertahanan, gelandang, dan penyerang sebagai orkestrasi yang benar-benar fungsional.</p>
<p>Pada dasawarsa 1990-an, PSG tercatat pernah diperkuat George Oppung Weah dan Ronaldinho. Dua nama ini merupakan bagian dari bakat langka sepak bola yang pernah lahir.</p>
<p>Les Parisiens menapak naik tak lepas dari ambisi Nasser Al Khelaifi bersama Qatar Sports Investment. Dia salah satu dari taipan Timur Tengah yang ingin menginvestasikan uangnya lewat sepak bola.</p>
<p>Selain Al Khelaifi, dua pengusaha Arab lain yang berkiprah di liga Eropa adalah Syekh Manshour Al-Sulaymani pemilik Manchester City, dan Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi bersama Public Investment Fund (PIF). Mohammed bin Salman memegang saham terbesar Newcastle United. Kini The Magpies bisa bersaing di papan atas Liga Primer. Tercatat juga beberapa nama yang mengakuisisi klub-klub semenjana di sejumlah liga.</p>
<p>Dengan dukungan dana besar itu, Luis Enrique meracik tim secara leluasa, disesuaikan dengan kebutuhan taktikal dan filosofinya.</p>
<p>Setelah kekalahan dari Chelsea di final kejuaraan dunia, apakah PSG dan Enrique bisa konsisten membangun imperium sepak bola dengan ide dan infrastruktur yang inspiratif?</p>
<p>Kita tentu berharap PSG tidak hanya menjadi monster dengan kehebatan semusim, tetapi juga membangun semua elemen ekosistemnya, dimulai dari pembinaan usia dini di Akademi PSG.</p>
<p>Kekuatan “kemonsteran” akan teruji dari konsistensi mentransformasi permainan berbasis penghayatan taktik dan filosofi. Kita yakin, Enrique sudah punya rencana jangka panjang. Eks pemain nasional Spanyol itu menjadi peletak dasar, setidak-tidaknya penembus konfidensi PSG untuk bersaing di level atas.</p>
<p><strong>Enzo Maresca</strong><br />
Pada sisi lain, Chelsea menemukan orang yang tepat untuk mengawal etos kebangkitan, setelah beberapa pelatih gagal memperbaiki performa The Blues. Pasca-masa emas bersama Jose Mourinho pada 2004-2007, Chelsea ditangani Avram Grant, Luis Felipe Scolari, Ray Willkins, Guus Hiddink, Carlo Ancelotti, Andre Vilas-Boas, Roberto Di Matteo, Rafael Benitez, Steve Holland, Antonio Conte, Maurizio Sarri, Frank Lampard, Thomas Tuchel, Graham Potter, Bruno Saltor, dan Mauricio Pochettino.</p>
<p>Ada di antara mereka yang tidak gagal total dan mempersembahkan trofi, namun pada era Maresca terasa memperlihatkan stabilitas penampilan.</p>
<p>Pelatih asal Italia itu didukung oleh kebijakan transfer dari manajemen di bawah konsorsium BlueCo yang dikoordinasikan oleh Todd Boehly sebagai <em>chairman</em> klub, didampingi direktur Hansjorg Wyss dan Mark Waster. Pemilik lama, Roman Abramovich mundur setelah asetnya dibekukan efek dari serangan Rusia ke Ukraina.</p>
<p>Musim lalu, Chelsea banyak dikritik karena kebijakan transfer yang tidak berimbang di tiap lini. Bahkan Chelsea diejek sebagai “billion-pound bottle-jobs”, untuk menggambarkan skuad mahal yang gagal.</p>
<p>Sebutan itu diungkapkan oleh legenda Manchester United, Gary Neville, setelah Chelsea kalah dari Liverpool di final Piala Liga. Ketika itu Chelsea dinilai membuang kesempatan emas untuk juara melawan Liverpool yang menurunkan banyak pemain pelapis.</p>
<p>Harus diakui, musim itu Chelsea masih dalam transisi stabilisasi. Mereka kesulitan menemukan konsistensi permainan dengan banyak pemain muda yang kurang pengalaman.</p>
<p>Pergantian pelatih terjadi di awal musim 2024-2025 dari Pochettino ke Enzo Maresca. Perlahan-lahan The Blues memperbaiki performa, dan malah menjadi juara dunia, dengan mengalahkan juara Liga Champions. Masresca sukses menghadirkan etos penjinakan “sang monster”.</p>
<p>Sampai di sini dia bisa meracik dan menemukan inti tim. Dia menepikan banyak pemain, dan menjadikan Enzo Fernandez, Cole Palmer, Marc Cucurella, Moises Caicedo, dan Pedro Neto sebagai pilar, yang terbukti menciptakan keseimbangan skematika.</p>
<p>Di final antarklub dunia, Maresca puas dengan penampilan penggawanya. Secara spesifik dia menyebut 10 menit pertama sebagai periode paling krusial. Di momen itulah Chelsea berhasil mengatur tempo dan mendikte pertandingan.</p>
<p>Intensitas dan cara bermain di awal laga itu menjadi fondasi kemenangan, meskipun kondisi cuaca diakui membuat mereka sulit menjaga konsistensi selama 90 menit penuh. “Bagi saya, kami memenangkan pertandingan di sepuluh menit pertama. Kami mengatur tempo, mengatur permainan yang ingin kami mainkan. Kami tampil sangat baik,” katanya.</p>
<p>“Kemonsteran” PSG sejauh ini, dan sukses Chelsea memenangi trofi klub dunia, bagaimanapun membuka peta baru tentang kekuatan sepak bola, ambisi para investor, filosofi kepelatihan, dan kiprah impresif sejumlah pemain.</p>
<p>Liga Eropa musim 2025-2026 nanti saya perkirakan bakal diwarnai atmosfer rivalitas yang berbeda&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/19/chelsea-dan-etos-penjinak-monster">Chelsea dan Etos Penjinak “Monster”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yamal Vs Doue, Calon Penerus Persaingan Messi Vs Ronaldo?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/14/yamal-vs-doue-calon-penerus-persaingan-messi-vs-ronaldo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2025 10:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Desire Doue]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Lamine Yamal]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Ligue 1]]></category>
		<category><![CDATA[Paris Saint Germain]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Spanyol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=478984</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // selalu ada cercah cahaya/ sepak bola tak henti melahirkan talenta/ menciptakan era/ dengan keajaiban-keajaiban/ dan kisah-kisah media// (Sajak “Era Yamal”, 2025) ERA Kylian Mbappe dan Erling Haaland boleh jadi tidak akan memuncak lebih dari level saat ini, tak sampai menandingi era rivalitas sesengit Lionel Messi versus Cristiano Ronaldo. Dalam lebih [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/14/yamal-vs-doue-calon-penerus-persaingan-messi-vs-ronaldo">Yamal Vs Doue, Calon Penerus Persaingan Messi Vs Ronaldo?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-478986 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// selalu ada cercah cahaya/ sepak bola tak henti melahirkan talenta/ menciptakan era/ dengan keajaiban-keajaiban/ dan kisah-kisah media//</em><br />
<strong>(Sajak “Era Yamal”, 2025)</strong></p>
<p><strong>ERA</strong> Kylian Mbappe dan Erling Haaland boleh jadi tidak akan memuncak lebih dari level saat ini, tak sampai menandingi era rivalitas sesengit Lionel Messi versus Cristiano Ronaldo.</p>
<p>Dalam lebih dari satu dekade, Messi dan Ronaldo memusatkan era dalam satu persaingan. Ada nama Neymar Junior, Phil Foden, Robert Lewandowski, Kylian Mbappe, atau Mohamed Salah, namun Messi dan Ronaldo tak tergoyahkan di tingkat “ke-dewa-an” yang tak henti diperbandingkan: siapa yang layak disebut sebagai Greatest of All Times (GOAT), yang terbaik sepanjang masa.</p>
<p>Banyak pula <em>wonderkid</em> yang muncul dan digadang-gadang sebagai The Next Messi atau New Ronaldo, namun tak ada yang konsisten sampai ke level dua pemain itu. Sama, seperti ketika dulu orang menunggu kehadiran Pele baru, Maradona baru, atau Zidane baru, yang akhirnya mewujud dalam performa sehebat Messi dan Ronaldo.</p>
<p>Dalam setahun ini hadir Lamine Yamal Nasraoui Ebana, yang telah menunjukkan peran penting bagi Barcelona dan tim nasional Spanyol. Lalu dari ajang Liga Champions musim ini, hadir “daun muda” lainnya, Desire Doue yang memperlihatkan kontribusi penting bagi permainan sang juara, Paris St Germain.</p>
<p>Keduanya, yang masih 17 dan 19 tahun, dalam gambaran dasawarsa ke depan, terproyeksi sebagai pelanjut persaingan khusus La Pulga vs CR7. Otak-atik media ini mengapung setelah Liga Champions 2025 tuntas dengan jejak penampilan memikat kedua remaja.</p>
<p><strong>Fakta dan Tren Mediatika</strong><br />
Rivalitas untuk membuktikan siapa yang paling layak menyandang predikat GOAT bagai tak pernah berhenti &#8212; terutama dari olahan media &#8211;, walaupun statistik capaian akhirnya menyimpulkan: Messi lebih unggul lewat trofi Piala Dunia 2022, dua kali Copa Amerika 2021 dan 2023, dan penghargaan individual delapan kali Ballon d’Or.</p>
<p>Ronaldo yang meraih Euro 2016 bersama Portugal, lima trofi Ballon d’Or, dan pencetak gol terbanyak dalam sejarah (936 gol untuk tim nasional dan klub), digambarkan sebagai pemain bintang produk kerja keras dan spartanitas disiplin latihan; sedangkan Leo Messi merupakan talenta yang memang dilahirkan untuk menjadi pesepak bola terhebat. Dia memiliki semua aspek teknis yang unggul dibandingkan dengan pesepak bola mana pun.</p>
<p>Dengan segala plus minus, keduanya akan abadi sebagai bagian dari kehebatan para megabintang sepak bola. Mulai dari Garrincha, Jairzinho, Pele, Alberto Di Stefano, Ferenc Puskas, George Best, Franz Beckenbauer, Johan Cruyff, Mario Kempes, Rivelino, Zico, Socrates, Roberto Baggio, Rivaldo, Ronaldo Luiz Nazario, Ruud Gullit, Marco van Basten, Eric Cantona, Zinedine Zidane, Ronaldinho, Diego Maradona, Pablo Aimar, Neymar Junior, dan banyak mutiara lainnya.</p>
<p>Pencapaian kedua “alien“ itu adalah fakta, yang oleh media banyak diolah sebagai tren yang diviralkan menjadi sajian publisitas tak pernah kering. Dari lalu lintas mobilitas klub, aksi-aksi teknis dalam pertandingan, hingga pernak-pernik kehidupan personal. Semua menambah pancaran kekuatan magnetik dari Messi maupun Ronaldo yang sebenarnya memiliki perbedaan performa pribadi: antara kecenderungan sebagai sosok introvert dan ekstrovert.</p>
<p>Begitulah, realitas bicara: Messi dan Ronaldo memberi warna dalam era panjang persaingan. Dunia harus menunggu lama, siapa yang kira-kita bakal menjadi penerus untuk menciptakan era baru, sampai akhirnya muncul dua nama paling menjanjikan: Lamine Yamal dan Desire Doue.</p>
<p><strong>Gambaran Tampilan</strong><br />
Pada usia remaja, 17 tahun, Lamine Yamal menjadi pemain termahal dunia versi CIES Football Observatory dengan nilai 402,3 juta euro (sekitar Rp 7,52 triliun). Dia mengungguli Erling Haaland (Rp 4,48 triliun), dan Kylian Mbappe (Rp3,6 triliun).</p>
<p>Pemain berdarah Maroko dan Guinea Ekuatorial itu menjadi kunci Barcelona. Musim 2024-2025 ini dia mencetak 18 gol dan 21 <em>assist</em> dari 4.548 menit bermain. Dia berkontribusi langsung terhadap 39 gol Blaugrana. Statistik itu diwarnai dengan eksepsionalitasnya: dribel halus penuh magika, cepat dalam menusuk pertahanan lawan, kaki kiri mematikan, dan yang menonjol dia punya visi matang permainan.</p>
<p>Di semifinal Euro 2024, Yamal mencetak gol indah ke gawang Prancis, negara Desire Doue yang memukau di final Liga Champions musim ini. Doue menjadi pemain terbaik PSG dan sangat menonjol saat mengalahkan Internazionale Milan 5-0. Dia menyumbang dua gol.</p>
<p>Pelatih Luis Enrique bisa memoles remaja 19 tahun itu menjadi senjata penting PSG sejak awal 2025, dan menjadi bintang final Liga Champions. Doue bagai menyampaikan pesan, Les Parisiens tidak lagi membutuhkan Neymar maupun Mbappe, dua bintang sebelumnya.</p>
<p>Pemain yang memperkuat Rennes pada 2022-2024 ini, tahun lalu memilih menerima pinangan PSG dan menolak Bayern Muenchen yang juga tertarik menggunakan jasanya. Terbukti, pilihan Doue tidak salah. Dia menjadi pilihan utama Enrique.</p>
<p>Pemain kelahiran Angers 3 Juni 2005 dengan nama asli Desire Nonka-Maho Doue itu disebut-sebut memiliki keanggunan seni sepak bola Brazil. Musim ini dia bermain 3.019 menit, lebih sedikit dari Yamal, dengan mencetak 15 gol.</p>
<p>Sementara itu, tak sedikit yang memperbandingkan, dalam usia 17 tahun, lebih hebat mana capaian Lamime Yamal dengan Messi dan Ronaldo?</p>
<p>Dia telah 100 kali bermain untuk Barca, yang ditandai dengan penampilan ciamik melawan Inter Milan di Barcelona, 1 Mei lalu. Skor akhir 3-3. Yamal menjadi motor serangan, dengan membuka gol lewat aksi individual di kotak penalti. Bahkan ketika Barca dikalahkan La Beneamata 3-4 di San Siro dalam leg kedua, aksi-aksi Yamal juga begitu memikat.</p>
<p>Dalam catatan <em>TNT Sports</em>, Yamal telah jauh meninggalkan Leo Messi dan Ronaldo. Jumlah pertandingan, gol, dan <em>assist</em>-nya melewati Messi dan Ronaldo saat sama-sama berusia 17 tahun.</p>
<p>Yamal telah 100 kali tampil, mencetak 22 gol dan 33<em> assist</em>. Di usia 17, Messi baru bermain 9 kali, membukukan satu gol dan tanpa <em>assist</em>. Sedangkan Ronaldo, yang bermain 19 kali dengan 5 gol dan 4 assist.</p>
<p>Dari segi trofi, Yamal juga jauh melewati. Dia memenangkan gelar La Liga 2023-2024, Copa del Rey 2024-2025, dan Piala Super Spanyol. Bersama tim nasional Spanyol, dia meraih gelar Euro 2024. Dia meraih penghargaan individual Kopa Trophy 2024 sebagai pemain terbaik dunia untuk usia di bawah 21 tahun.</p>
<p>Sedangkan Messi meraih gelar La Liga dan Piala Dunia U20. Ronaldo dalam usia yang sama baru memenangkan gelar Piala Super Portugal.</p>
<p>Nah, kini dunia menunggu, apakah <em>wonderkid</em> lainnya, Desire Doue benar-benar bakal meningkat, menciptakan rivalitas dengan remaja yang menghadirkan puja-puji, Lamine Yamal, menerusi persaingan sengit Messi dan Ronaldo dalam lebih dari satu dasawarsa.</p>
<p>Hingga berakhirnya musim 2024-2025 ini, tengara sudah dinyalakan oleh dua anak ajaib itu, untuk melupakan nama-nama yang lebih dulu mapan seperti Haaland, Mbappe, Vinicius Junior, juga <em>wonderkid</em> lain seperti Jude Bellingham, Cole Palmer, Nico Williams, atau Claudio Etcheverri.</p>
<p>“Anak ini telah melakukan banyak hal dengan sangat baik di klub, dan tim nasional yang sangat membantunya. Suasana yang hebat baginya untuk menunjukkan kualitas. Biarkan dia tumbuh, jangan membuatnya tertekan, sehingga kita dapat menikmati bakat seperti ini selama bertahun-tahun. Saya ingin melepaskan tekanan darinya dan membiarkannya sendiri. Dia punya bakat besar,” ungkap Cristiano Ronaldo di situs UEFA (<em>detik.com</em>, 8 Juni 2025).</p>
<p>Simak pula kata Pep Guardiola, pelatih legendaris yang mengikuti perkembangan Leo Messi sejak remaja. “Saya tak akan mengatakan dia seperti Leo, maaf, karena bagi saya, tidak akan pernah ada pemain di dunia ini yang seperti pemain Argentina itu. Mustahil,” katanya.</p>
<p>Anda hanya perlu mencatat dua nama ini: Lamine Yamal dan Desire Doue, yang bukan tidak mungkin bakal bersaing menerusi Messi versus Ronaldo&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/14/yamal-vs-doue-calon-penerus-persaingan-messi-vs-ronaldo">Yamal Vs Doue, Calon Penerus Persaingan Messi Vs Ronaldo?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari “Liga Petani” Menyeruak ke Elite Eropa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/31/dari-liga-petani-menyeruak-ke-elite-eropa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 10:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Allianz Arena]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[inter milan]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Muenchen]]></category>
		<category><![CDATA[Paris Saint Germain]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=476861</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // elite bertambah jumlah/ ada yang menunggu peluang/ tak terbedakan dari mana dia berasal/ dari liga mana pun/ dengan label apa pun&#8230;// (Sajak “Elite Baru”, 2025) BAKAL terukirkah sejarah baru di panggung Eropa? Simaklah, Paris St Germain menambah catatan emas dalam buku sejarahnya. Dua kali lolos ke final Liga Champions, bukankah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/31/dari-liga-petani-menyeruak-ke-elite-eropa">Dari “Liga Petani” Menyeruak ke Elite Eropa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-476862 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// elite bertambah jumlah/ ada yang menunggu peluang/ tak terbedakan dari mana dia berasal/ dari liga mana pun/ dengan label apa pun&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Elite Baru”, 2025)</strong></p>
<p><strong>BAKAL</strong> terukirkah sejarah baru di panggung Eropa?</p>
<p>Simaklah, Paris St Germain menambah catatan emas dalam buku sejarahnya. Dua kali lolos ke final Liga Champions, bukankah prestasi ini tak bisa dibilang sembarangan? Dan, pastilah investor klub ini &#8212; Qatar Sports Investment dan ArctosPartners &#8212; makin bersemangat menyokongnya.</p>
<p>Pada 2020, PSG dikalahkan Bayern Muenchen 1-0, dan kali ini mereka menghadapi Internazionale Milan yang lebih punya tradisi dan pengalaman di ajang Eropa.</p>
<p>Tentu konstelasi kekuatan kedua klub sudah berbeda. Bukankah musim ini PSG dan Inter punya kesamaan dalam satu hal: kematangan mentalitas dan kemampuan membalikkan prediksi bisa melaju hingga partai puncak?</p>
<p>Ketika bursa juara lebih mengunggulkan Barcelona atau Arsenal, justru PSG dan Inter yang lolos ke partai pamungkas, 1 Juni WIB besok. Bayern Muenchen dan Real Madrid yang jauh lebih punya sejarah di ajang ini, sudah harus tersisih di perjalanan.</p>
<p>Dengan pelatih rendah hati Luiz Enrique, PSG menyeruak dari Ligue 1 yang banyak disindir dengan nada sinis sebagai “Liga Petani”, karena Ligue 1 dipandang masih di bawah liga-liga elite Eropa seperti Liga Primer, La Liga, dan Budesliga. Sementara Internazionale sedang dalam proses membangun kebangkitan di bawah pelatih Simone Inzaghi, yang disebut-sebut belum teruji di panggung elite. Di ajang ini, terakhir kali, La Beneamata kalah 0-1 dari Manchester City dalam final 2022-2023, Mereka tiga kali juara pada 1964, 1965, dan 2010.</p>
<p>Bagaimana pula pandangan publik sepak bola tentang PSG?</p>
<p>Dominasi Les Parisiens dalam beberapa tahun di Ligue 1 bisa menghadirkan persaingan dengan Marseille dan Lyon. Daya saing mereka di Eropa juga mewartakan kondisi yang tak bisa dianggap sembarangan oleh klub-klub elite lainnya. CEO PSG, Nasser Al-Khelaifi berambisi menjadikan klub ini menjadi kekuatan Eropa. Sukses berkat sentuhan taktik Luis Enrique musim ini, bagaimanapun mengubah pandangan sinis sebagai klub tak punya tradisi terhadap PSG. Bahwa klub ini mampu menyingkirkan Liverpool, Aston Villa, lalu Arsenal dari Liga Primer, menunjukkan kekuatan kematangan bersaing di level Eropa.</p>
<p><strong>Final Ideal?</strong><br />
Pertanyaan ini banyak mewarnai bursa taruhan dan prediksi-prediksi, “Apakah pertemuan PSG vs Internasionale bisa dibilang sebagai final ideal Eropa musim ini?”</p>
<p>Suka atau tidak suka, ini adalah pertarungan yang telah teruji lewat perjalanan menuju puncak. Final ini menjadi pertemuan pertama kedua klub di ajang resmi. Inter dikenal sebagai tim yang matang, disiplin, dan berpengalaman. Barcelona yang awalnya lebih diunggulkan, dikalahkan di semifinal dengan seri 3-3 di kandang Barca, dan kemenangan 4-3 di San Siro. Laga ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah Liga Champions. Inter juga menyisihkan Bayern Muenchen, salah satu favorit yang punya tradisi kuat Eropa.</p>
<p>Sementara PSG, yang melewati adangan klub-klub Inggris, Liverpool, Aston Villa, hingga Arsenal, membukukan 10 kali menang dalam 16 laga &#8212; mencetak 33 gol, kemasukan 15 gol &#8212; itu, Ousmane Dembele dkk ingin merajut sejarah, pulang dari Allianz Arena dengan gelar Eropa. Mereka jauh lebih siap dari ketika dikalahkan Bayern Muenchen di final 2020.</p>
<p>Internazionale Milan juga melalui perjalanan yang teruji, antara lain menundukkan Feyenoord, Bayern Muenchen, dan Barcelona di 16 besar, delapan besar, dan semifinal. Lautaro Martinez dkk mengukir 26 gol dan kemasukan 11 gol dalam perjalanan dari babak awal menuju final.</p>
<p>Dalam catatan, selain tiga kali menjadi juara pada 1963-1964, 1964-1965, dan 2009-2010, Nerazzurri juga tiga kali juara Piala UEFA (1990-1991, 1993-1994, dan 1997-1998). Mereka dua kali juara Piala Intercontinental (1964, 1965), dan sekali meraih juara dunia antarklub (2010).</p>
<p><strong>Kesiapan Les Parisiens</strong><br />
Kali ini, PSG lebih siap. Sang arsitek, Luis Enrique berhasil meracik talenta-talenta yang terasa lebih segar dibandingkan dengan era Lionel Messi &#8211; Neymar Junior &#8211; Kylian Mbappe. Les Parisiens tanpa <em>superstar,</em> namun Enrique mampu meramunya menjadi kekuatan kolektif yang rancak.</p>
<p>Ousmane Dembele kini tampil dengan performa terbaik, didampingi Nuno Mendes di kiri. Dari sektor gelandang, tusukan-tusukan tajam Vitinha dan Khvicha Kvaratskhelia menjadi senjata lain PSG. Sedangkan dari barisan pertahanan, Achraf Hakimi sering menghasilkan produktivitas manuver sektor sayap, dengan umpan-umpan silang maupun gol. Di bawah mistar, ketangguhan Gianluigi Donnarumma menjadi jaminan ketenangan bagi pertahanan PSG.</p>
<p>Para penggawa PSG ini bakal menjadi warna khusus di final nanti, bersaing dengan para bintang Inter seperti Lautaro Martinez, Denzel Dumfries, Stefan de Vrij, Marko Arnautovic, Davide Frattesi, Hakan Calhanoglu, Henrikh Mikhitaryan, Mehdi Taremi, dan kiper tangguh Yan Sommer.</p>
<p>Allianz Arena di Muenchen bakal membara, menyajikan pertarungan adu taktik Enrique dan Inzaghi. Sejarah bakal tercipta. Inter Milan menambah catatan trofi, atau PSG yang menguak sejarah, dengan menguatkan prestise: dari “Liga Petani” ke panggung elite Eropa?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/31/dari-liga-petani-menyeruak-ke-elite-eropa">Dari “Liga Petani” Menyeruak ke Elite Eropa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pedri, Mutiara Barca Tanpa “Bla-bla-bla”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/10/pedri-mutiara-barca-tanpa-bla-bla-bla</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 May 2025 10:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Lamine Yamal]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Pedri]]></category>
		<category><![CDATA[Raphinha]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=473705</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // permata tak harus unjuk cahaya/ dia ada dengan kilau berbeda/ mengagungkan ruang/ mendatangkan keyakinan// (Sajak “Pedri Gonzales”, 2025) ANDAI Barcelona tidak dihentikan oleh Internazionale Milan di semifinal Liga Champions tahun ini, sejarah bakal menyajikan pemuncakan anak muda ini: Pedri Gonzales Lopez. Toh, sampai ke tahap empat besar Eropa pun, bukankah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/10/pedri-mutiara-barca-tanpa-bla-bla-bla">Pedri, Mutiara Barca Tanpa “Bla-bla-bla”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-473706 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// permata tak harus unjuk cahaya/ dia ada dengan kilau berbeda/ mengagungkan ruang/ mendatangkan keyakinan//</em><br />
<strong>(Sajak “Pedri Gonzales”, 2025)</strong></p>
<p><strong>ANDAI </strong>Barcelona tidak dihentikan oleh Internazionale Milan di semifinal Liga Champions tahun ini, sejarah bakal menyajikan pemuncakan anak muda ini: Pedri Gonzales Lopez. Toh, sampai ke tahap empat besar Eropa pun, bukankah dia sudah mewartakan kehadiran di orbit atas dunia?</p>
<p>Ya, setelah era kehebatan trio Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez, siapa yang menjadi figur terpenting di lini tengah Barcelona?</p>
<p>Boleh jadi orang akan menyebut Lamine Yamal, mungkin pula Pablo Martin Paez Gavira alias Gavi. Bisa juga Pau Victor, Fermin Lopez, atau Jules Kounde.</p>
<p>Yamal adalah mutiara Barca yang paling menonjol, bahkan disebut-sebut sebagai calon terkuat pengganti Sang GOAT (Greatest of All Times) Leo Messi. Pemain 17 tahun berdarah Maroko &#8211; Guinea Khatulistiwa itu kini adalah “ruh” permainan Barcelona, satu di antara trisula dahsyat Robert Lewandowski &#8211; Raphinha &#8211; Lamine Yamal.</p>
<p>Selain trio penyerang yang menyejarah seperti Messi &#8211; Luis Suarez &#8211; Neymar Junior pada musim 2014 &#8211; 2017, Barca juga menyimpan kisah lini tengah yang impresif, terutama di era kejayaan Messi.</p>
<p>Kerinduan kepada Messi mulai terobati dengan kehadiran Yamal. Peran Xavi dalam proses diterusi oleh Gavi atau Pau Cubarsi. Sedangkan eksepsionalitas Iniesta diwarisi oleh Pedri Gonzales yang kini diakui sebagai “pengendali” irama permainan Barcelona.</p>
<p>Ketika Lamine Yamal menjadi cahaya Barcelona dengan “bla-bla-bla” media sejak meroket sebagai bintang La Furia Roja di Euro 2024, Pedri melejit sebagai pemain muda terpenting Barca tanpa publisitas yang semasif Yamal.</p>
<p>Pun, saat media banyak menjagokan Yamal sebagai calon peraih Ballon d’Or 2025 di samping Raphinha, diam-diam Pedri juga menyimpan peluang yang sama. Dia mengaku mengimpikan trofi tersebut, terinspirasi oleh sukses seniornya di timnas Spanyol &#8212; Rodri &#8212; yang tahun lalu memenanginya. Namun fokus Pedri sekarang adalah membantu Barca.</p>
<p><strong>Kemenangan Rodri</strong><br />
Tahun lalu, Rodri yang bermain untuk Manchester City meraih Ballon d’Or, mengungguli dua andalan Real Madrid Vinicius Junior dan Jude Bellingham. Kemenangan Rodri sempat memunculkan protes kubu Madrid, namun banyak pihak membela Rodri, yang berandil besar mengantar City menjuarai Liga Primer 2023-2024 dan tim nasional Spanyol meraih trofi Euro.</p>
<p>Pedri terinspirasi sukses tersebut, karena dalam dua dekade terakhir Rodri adalah pemain bukan penyerang yang berjaya. Dia meneruskan sukses Fabio Cannavaro (2006), dan Luka Modric (2018) yang terpilih bukan karena produktivitas gol.</p>
<p>Baru saja mengantar Barcelona menjuarai Copa del Rey, Pedri Gonzales diakui sebagai salah satu pemain yang tampil konsisten sepanjang 2024-2025. Kini dia menjadi andalan Barca di pekan-pekan terakhir La Liga.</p>
<p>Realitas sukses Rodri menggumpalkan optimisme anak muda itu. “Rodri meraihnya. Hal itu menunjukkan bahwa seorang pemain tengah yang mendikte tempo dan ritme permainan bisa memenangi Ballon d’Or,” katanya.</p>
<p>Pengakuan terhadap peran anak muda 22 tahun itu juga tergambar dari keterpilihan sebagai Pemain Terbaik La Liga April 2025. Pedri mengalahkan nama-nama seperti Julian Álvarez (Atletico Madrid), kiper Giorgi Mamardashvili (Valencia CF), Javi Puado (Espanyol), dan Sergi Darder (Real Mallorca).</p>
<p>Keputusan tersebut menjadi ilustrasi konsistensi Pedri, yang selama bulan April bermain dalam empat pertandingan liga dengan total waktu bermain 345 menit. Kontribusi sentral di lini tengah menjadi salah satu kunci keberhasilan Barcelona meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang: 1-0 atas Real Mallorca (23/4), 4-3 atas Celta Vigo (19/4), 1-0 atas Leganes (13/4), dan imbang 1-1 melawan Real Betis (6/4).</p>
<p>Musim ini, Pedri menjadi pemain Barcelona keempat yang mendapat penghargaan tersebut, setelah Raphinha (Agustus), Lamine Yamal (September), dan Lewandowski (Oktober).</p>
<p>Pelatih Mallorca, Jagoba Arrasate, mengakui kehebatan Pedri. “Sudah lama saya tidak melihat gelandang seperti dia. Pedri telah membawa Barcelona ke level permainan yang lebih tinggi,” ujarnya, seperti dikutip <em>Mundo Deportivo</em>.</p>
<p>Setarakah Pedri dengan Andres Iniesta, legenda yang dia gantikan?</p>
<p>Iniesta, “pendamping terbaik” bagi Lionel Messi dalam mempresentasikan <em>tiki-taka</em> Barcelona, menjadi pemain sangat penting bagi timnas Spanyol. Dia adalah pencetak gol tunggal La Furia Roja dalam final Piala Dunia 2010. Di Blaugrana, visi kuat dan tekniknya yang prima membentuk trio legendaris bersama Messi dan Xavi Hernandez.</p>
<p>Sebagai pewaris kehebatan Iniesta, Pedri adalah pemain dengan visi dan kemampuan mengatur permainan. Dia kreatif, ahli dalam memenangkan bola, menyalurkan umpan-umpan matang. Kemahirannya sebagai pengatur irama tim diakui oleh Gavi sebagai sesama talenta muda Spanyol.</p>
<p><strong>Kopa Throphy</strong><br />
Pada 2021, Pedri meraih Kopa Throhy, pengargaan untuk Pemain Muda Terbaik dalam acara Gala Ballon d’Or di Paris. Dia mengungguli sederet <em>wonderkid</em> pada saat itu, dari Jude Bellingham, Jamal Musiala, Mason Greenwood, Nuno Mendes, hingga Bukayo Saka.</p>
<p>Impian untuk meraih Ballon d’Or tentu bukan angan yang berlebihan, namun dia harus bersaing dengan rekan satu klubnya, Raphinha yang juga dijagokan bersama bintang Liverpool Mohamed Salah.</p>
<p>Toni Kroos, legenda Real Madrid yang musim lalu gantung sepatu memuji Pedri sebagai gelandang tengah terbaik dunia saat ini. Mantan gelandang elegan Jerman ini bahkan menilai Pedri lebih penting dari Trisula Lewandowski, Raphinha, dan Lamine Yamal.</p>
<p>Pemain yang meraih 22 trofi bersama Madrid itu menjelaskan, Trio Barca memang banyak menentukan hasil pertandingan, namun Pedri adalah pemain terbaik dunia di posisinya.</p>
<p>Dalam <em>siniar Einfach mal Luppen</em> yang dikutip <em>detik.com</em> 5 Mei 2025, Kroos menganalisis, secara umum Pedri adalah pemain yang akan dirindukan ketika dia absen, tidak peduli siapa pun lawannya. “Dia tidak mencetak gol atau <em>assist</em>. Dia menawarkan banyak solusi,” ujarnya.</p>
<p>Bagaimanapun, Pedri Gonzales menjadi simbol pemain yang tidak terkemas dalam “bla-bla-bla” publisitas media, tetapi dia memainkan peran nyata bagi Barcelona dan timnas Spanyol.</p>
<p>Dia sedikit berada dalam “sunyi”, namun betul-betul “memberi”&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/10/pedri-mutiara-barca-tanpa-bla-bla-bla">Pedri, Mutiara Barca Tanpa “Bla-bla-bla”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Anfield, Dia Melegenda&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/03/dari-anfield-dia-melegenda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2025 10:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anfield]]></category>
		<category><![CDATA[Arne Slot]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Mo Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Premier League]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=472348</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dari mana dia tancapkan nama?/ dari mana mengukuhkan karisma?/ memberi beda/ meneguhkan wibawa/ di keangkeran Anfield&#8230;// (Sajak &#8220;Legenda Anfield&#8221;, 2025) ANFIELD. Di tempat itulah, akhir pekan lalu Liverpool meraih gelar juara Liga Inggris untuk kali ke-20, atau yang kedua di era Liga Primer. Catatan itu menyamai torehan Manchester United, yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/03/dari-anfield-dia-melegenda">Dari Anfield, Dia Melegenda&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-472351 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// dari mana dia tancapkan nama?/ dari mana mengukuhkan karisma?/ memberi beda/ meneguhkan wibawa/ di keangkeran Anfield&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Legenda Anfield&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>ANFIELD</strong>. Di tempat itulah, akhir pekan lalu Liverpool meraih gelar juara Liga Inggris untuk kali ke-20, atau yang kedua di era Liga Primer.</p>
<p>Catatan itu menyamai torehan Manchester United, yang juga 20 kali menjadi juara Inggris.</p>
<p>Sedemikian &#8220;angker&#8221; nama Anfield dalam identifikasi klub yang begitu &#8220;sangar&#8221;: Liverpool. Simaklah, <em>You&#8217;ll Never Walk Alone</em> (YNWA) menjadi ungkapan kekuatan kebersamaan seluruh pemangku kepentingan klub kota pelabuhan itu.</p>
<p>Menyebut Liverpool tak mungkin melupakan nama-nama legendaris yang merupakan bagian dari sejarah kehebatan klub Merseyside itu.</p>
<p>Liverpool pernah mengapungkan narasi kepercayaan diri ini, &#8220;Hanya ada satu tim terbaik dunia, Liverpool. Tim terbaik nomor dua? Cadangan Liverpool&#8230;&#8221;</p>
<p>Atau, Anda tentu masih mencatat elan filosofis Bill Shankly, dedengkot peletak fondasi kesangaran The Reds, &#8220;Sepak bola lebih penting dari persoalan hidup dan mati. Bahkan lebih penting dari hidup itu sendiri&#8230;&#8221;</p>
<p>Antropologi sepak bola bisa mendiagnosis betapa Liverpool berbeda dari klub lain, yang sama-sama memiliki suporter &#8220;ultras&#8221;, memberi dukungan ekstrem. Kita lihat kemudian, legenda-legenda yang berkembang di Anfield memiliki pesona tersendiri dalam menebar karisma di jagat sepak bola.</p>
<p>Berderet nama menghias sejarah perjalanan Liverpool. Paling aktual, pada era milenial ini, kita mencatat satu nama yang memberi pengaruh sangat signifikan, yang untuk kali kedua mengantar The Reds menjadi kampiun Liga Primer.</p>
<p>Baik fans Liverpool maupun lawan-lawannya, siapa yang tak hormat kepada Mo Salah?</p>
<p>Ya, Mohamed Salah Hamed Mahrous Ghaly. Nama yang sebelumnya pernah mengenakan jersey Al-Mokawloon, FC Basel, Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma.</p>
<p>Kini Mo Salah telah melangkah ke wilayah legenda klub. Kontribusinya musim ini adalah bukti, betapa besar kebergantungan Liverpool kepada bintang asal Mesir itu.</p>
<p>Musim ini, pemain yang menjadi ikon &#8220;humanisme Islam&#8221; itu membukukan 31 gol dan 21 <em>assist</em>. Dia mengungguli pemain lain yang juga memberi kontribusi sebagai pilar penting. Dari Virgil van Dijk, Trent Alexander-Arnold, Alisson Becker, Luis Diaz, Diogo Jota, dan Cody Gakpo merupakan nama-nama produk racikan taktik Arne Slot dan pelatih pendahulunya, Juergen Klopp.</p>
<p><strong>Legenda</strong><br />
Ketika Mo Salah menyatakan musim depan siap bertahan di Anfield dan mengenyampingkan tawaran klub lain dengan bayaran jauh lebih besar, artinya &#8220;Raja Mesir&#8217; itu siap mentas sebagai legenda penting dalam sejarah klub.</p>
<p>Lewat produktivitas gol dan layanan assist-nya, dia menjadi gantungan utama tim di era Klopp dan kini Arne Slot. Selama berkarier di The Reds sejak 2018, dia telah mencetak 244 gol dari 393 laga di semua ajang.</p>
<p>Khusus di Liga Primer, dengan tambahan satu gol, dia mencetak sejarah sebagai pemain asing dengan produktivitas tertinggi (185) gol, mengungguli Sergio Aguero (184 gol), dan Thierry Henry (175 gol). Tinggal tiga gol lagi, dia akan melewati 187 gol Alan Shearer di Liga Inggris.</p>
<p>Bersama The Reds, dia membendarakan satu trofi Liga Champions, satu Piala Super Eropa, satu Piala Dunia Antarklub, dua kali juara Liga Primer, satu Piala FA, dan tiga Piala Liga.</p>
<p>Nama Mo Salah sejajar dengan para legenda Liverpool seperti John Toshack, Roger Hunt, Bruce Grobbelaar, Phil Neal, Alan Hansen, Kenny Dalglish, Graeme Souness, Kevin Keegan, John Barnes, Ian Rush, Michael Owen, Robbie Fowler, atau Steven Gerrard.</p>
<p>Keberadaannya di Anfield Road juga memberi nilai plus dengan status psikologis sebagai simbol humanisme. Dengan perilaku dan kelembutan interaksinya, aura performa Salah membantu menepis fobia terhadap muslim.</p>
<p><strong>Kunci Trofi</strong><br />
Salah sempat dikritik karena bermain kurang memuaskan di dua <em>leg</em> 16 besar Liga Champions melawan Paris St Germain. Dia dinilai &#8220;hilang&#8221;, kurang memberi pembeda bagi penampilan Liverpool yang semula menjadi salah satu favorit juara. Liverpool pun disingkirkan klub Prancis tersebut.</p>
<p>Akan tetapi, Mo Salah konsisten di Liga Primer, dan hingga pekan-pekan terakhir masih sangat diandalkan oleh Arne Slot untuk ikut mengunci gelar liga.</p>
<p>Terkait dedikasi, Slot memuji Salah sebagai &#8220;orang gila&#8221;. Dia takjub penyerang andalannya itu masih bersinar pada usia yang sudah &#8220;kepala tiga&#8221;.</p>
<p>Slot yang semula kurang diperhitungkan ketika meneruskan pekerjaan Juergen Klopp, bakal menjadi legenda lain Anfield Road. Pada musim pertamanya, 2024-2025, dia langsung <em>tune in</em> dengan tim dan mempersembahkan gelar. Kemenangan 5-1 atas Tottenham Hotspur pekan lalu, menjadi momen bersejarah bagi Slot.</p>
<p>Dia menyamai Jose Mourinho (2004-2005), Carlo Ancelotti (2009-2010), Manuel Pellegrini (2013-2014), dan Antonio Conte (2016-2017) yang meraih trofi liga pada musim perdananya.</p>
<p>Pria asal Belanda &#8212; yang seperti Klopp juga menganut filosofi sepak bola menyerang dan dinamis &#8212; ini melengkapi keping sejarah dalam jejak besar Merseyside Merah, menjadi semenyala bara yang berkobar di dada Mo Salah dkk&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/03/dari-anfield-dia-melegenda">Dari Anfield, Dia Melegenda&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>