<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>komoditas Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/komoditas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jan 2026 01:37:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>komoditas Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kentang dan Ubi Jalar Potensi Ekspor Pangan Kabupaten Batang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/09/kentang-dan-ubi-jalar-potensi-ekspor-pangan-kabupaten-batang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 01:37:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[kentang]]></category>
		<category><![CDATA[komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi Jalar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=538459</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Pemerintah Kabupaten Batang mulai memetakan komoditas pangan unggulan yang berpotensi menembus pasar ekspor. Dua komoditas yang saat ini diproyeksikan menjadi andalan adalah kentang dan ubi jalar, seiring upaya meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani lokal. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Sutadi Ronodipuro menyampaikan, pihaknya terus mendorong petani agar mampu masuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/09/kentang-dan-ubi-jalar-potensi-ekspor-pangan-kabupaten-batang">Kentang dan Ubi Jalar Potensi Ekspor Pangan Kabupaten Batang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Batang mulai memetakan komoditas pangan unggulan yang berpotensi menembus pasar ekspor. Dua komoditas yang saat ini diproyeksikan menjadi andalan adalah kentang dan ubi jalar, seiring upaya meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani lokal.</p>
<p>Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Sutadi Ronodipuro menyampaikan, pihaknya terus mendorong petani agar mampu masuk ke rantai pasar ekspor, baik melalui kerja sama dengan eksportir maupun secara mandiri.</p>
<p>“Kami berupaya meningkatkan daya saing petani Kabupaten Batang dengan menawarkan dan mensounding-kan komoditas ke para eksportir. Saat ini memang masih bergabung dengan eksportir tingkat Jawa Tengah, tapi harapannya akhir 2026 petani Batang sudah bisa ekspor secara mandiri,” katanya saat ditemui di Kantor Dispaperta Batang, Kabupaten Batang, Kamis (8/1/2026).</p>
<p>Menurut Sutadi, kentang dan ubi jalar dinilai memiliki potensi besar untuk pasar luar negeri, baik dari sisi kualitas maupun peluang permintaan. Selain itu, peningkatan produksi pangan di Batang juga membuka peluang pengembangan jaringan pasar, termasuk ekspor.</p>
<p>“Produksi kita naik sekitar 8,5 persen. Ini tentu bisa kita dorong ke depan untuk membangun jaringan pasar, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke luar negeri. Potensi ekspor pangan Batang juga telah dibahas bersama kalangan akademisi, salah satunya Universitas Diponegoro (Undip), serta pihak offtaker yang berperan menyerap dan menyalurkan hasil pertanian,” jelasnya.</p>
<p>Sutadi menyebutkan, sudah berdiskusi dengan Undip sebagai akademisi. Secara potensi, komoditas pangan Batang cukup memungkinkan untuk dibawa ke ranah ekspor, tentu dengan dukungan offtaker dan pihak terkait lainnya.</p>
<p>Dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem, Dispaperta Batang juga menekankan pentingnya pemilihan komoditas yang sesuai dengan kondisi alam, terutama curah hujan yang belakangan meningkat.</p>
<p>“Pemilihan komoditas yang bisa menyesuaikan dengan kondisi curah hujan menjadi upaya penting. Itu kami sampaikan ke petugas di lapangan, disertai pendampingan, pemanfaatan teknologi, serta pengendalian hama dan penyakit,” terangnya.</p>
<p>Sutadi menilai Kabupaten Batang memiliki keunggulan dari sisi keragaman komoditas pertanian. Meski secara wilayah relatif kecil dibanding daerah lain, Batang dinilai lengkap dari sektor tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan.</p>
<p>“Kabupaten Batang itu sangat beragam. Tanaman pangan ada, hortikultura ada, perkebunan juga lengkap. Ini menjadi nilai tambah. Apa pun yang dibutuhkan pasar bisa kita siapkan, tentu dengan peningkatan kualitas dan volume melalui teknologi,” ujar dia.</p>
<p>Ke depan, Dispaperta Batang juga membuka peluang pengembangan pertanian modern, seperti hortikultura berbasis greenhouse dan peternakan sistem close house, untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian serta peternakan.</p>
<p>“Dengan langkah tersebut, Pemkab Batang berharap komoditas pangan lokal tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berkontribusi di pasar global melalui ekspor yang berkelanjutan,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/09/kentang-dan-ubi-jalar-potensi-ekspor-pangan-kabupaten-batang">Kentang dan Ubi Jalar Potensi Ekspor Pangan Kabupaten Batang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komoditas Serat Alam VSF asal Indonesia Mampu Diekspor lagi ke Pasar India</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/31/komoditas-serat-alam-vsf-asal-indonesia-mampu-diekspor-lagi-ke-pasar-india</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 06:57:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[Serat]]></category>
		<category><![CDATA[Tekstil]]></category>
		<category><![CDATA[VSF]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=504617</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Komoditas olahan serat alam  yaitu viscose staple fiber (VSF) asal Indonesia, kembali sukses masuk ke pasar di India. Sebelumnya, ekspor bahan baku tekstil tersebut mengalami kendala teknis pada akhir 2022. Produk yang digarap PT Asia Pacific Rayon akhirnya resmi memperoleh sertifikasi IS 17266:2019 Textiles Viscose Staple Fibers Quality Control Order (QCO) dari badan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/31/komoditas-serat-alam-vsf-asal-indonesia-mampu-diekspor-lagi-ke-pasar-india">Komoditas Serat Alam VSF asal Indonesia Mampu Diekspor lagi ke Pasar India</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> – Komoditas olahan serat alam  yaitu viscose staple fiber (VSF) asal Indonesia, kembali sukses masuk ke pasar di India. Sebelumnya, ekspor bahan baku tekstil tersebut mengalami kendala teknis pada akhir 2022.</p>
<p>Produk yang digarap PT Asia Pacific Rayon akhirnya resmi memperoleh sertifikasi IS 17266:2019 Textiles Viscose Staple Fibers Quality Control Order (QCO) dari badan standar India, yaitu Bureau of Indian Standards (BIS). Sertifikasi ini dikeluarkan pada 3 Juli 2025, yang akan berlaku hingga 3 Juli 2026.</p>
<p>Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengapresiasi upaya pemenuhan regulasi dari India yang menjadi tujuan ekspor produk tersebut. Pemerintah Indonesia, kata dia, turut memfasilitasi sebagai komitmen pengamanan akses pasar produk Indonesia di negara tujuan ekspor.</p>
<p>“Kementerian Perdagangan terus memperkuat pengamanan akses pasar agar hambatan teknis tidak menjadi penghalang bagi produk kita untuk menembus pasar global. Kami terus dorong pelaku usaha agar semakin siap menghadapi regulasi teknis di negara mitra dagang,” ujar Budi Santoso dalam keterangan tertulis, kementerian Perdagangan, pada pertengahan Oktober 2025.</p>
<p>Sejak akhir 2022, Kemendag melakukan upaya sinergi kementerian dan lembaga terkait di Indonesia, Kedutaan Besar RI New Delhi, India, dan Perutusan Tetap RI di Jenewa, Swiss terkait upaya sertifikasi tersebut. Pertemuan bilateral antara Kemendag dan Industri India serta konsultasi teknis dengan BIS juga dilakukan.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kemendag, Tommy Andana, langkah-langkah itu membuahkan hasil dengan terbitnya lisensi BIS bagi eksportir Indonesia.</p>
<p>“Sertifikasi Ini merupakan capaian penting setelah lebih dari dua tahun hambatan ekspor akibat regulasi QCO India. Pemerintah Indonesia terus berkomitmen mengawal pelaku usaha nasional dalam menembus pasar ekspor, termasuk menghadapi hambatan teknis seperti ini,” katanya.</p>
<p>Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag, Reza Pahlevi Chairul berharap, keberhasilan sertifikasi kali ini dapat menjadi langkah awal pemulihan ekspor produk VSF Indonesia di pasar India. India merupakan pasar utama produk VSF Indonesia dan menjadi pendorong penguatan industri tekstil Indonesia.</p>
<p>“Kami akan terus berkoordinasi dengan pelaku usaha dan otoritas India agar hambatan teknis perdagangan tidak mengganggu kelancaran ekspor, khususnya komoditas strategis seperti VSF,” ucapnya.</p>
<p>Adapun, Head of PT Asia Pacific Rayon Aryo Oetomo, mengatakan, sertifikasi itu sebagai pencapaian sinergi pemerintah dengan pelaku usaha. Terutama, dalam mendukung PT Asia Pacific Rayon sebagai produsen VSF terintegrasi pertama di Asia dan berbasis di Pangkalan Kerinci, Riau.</p>
<p>“Kami terus berkomitmen mendukung pengembangan industri tekstil nasional dan memperluas akses ekspor melalui penyediaan produk VSF yang berkualitas berkelanjutan dan kompetitif di pasar global, khususnya ke India” katanya.</p>
<p>Sebagai informasi, nilai ekspor produk VSF Indonesia (HS 5504.10) ke India mencapai titik tertinggi pada 2022. Angkanya mencapai USD 110,72 juta. Akan tetapi, sejak pemberlakuan QCO pada 20 Maret 2023, ekspor Indonesia mengalami kendala teknis. Nilai ekspor VSF ke India tercatat hanya sebesar USD 14,03 juta pada 2024.</p>
<p>Pada tahun ini nilai ekspor diaebut menunjukkan tren positif. Kinerja pada periode Januari–Juni 2025 mencapai USD 8,41 juta. Atau naik 1,62 persen dibanding Januari–Juni 2024 yang sebesar USD 8,30 juta. (*)</p>
<p><strong>Diaz Azminatul Abidin</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/31/komoditas-serat-alam-vsf-asal-indonesia-mampu-diekspor-lagi-ke-pasar-india">Komoditas Serat Alam VSF asal Indonesia Mampu Diekspor lagi ke Pasar India</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inflasi Jateng Disebut Turun di Januari 2024, Beberapa Harga Komoditas Pangan Masih Beri Dampak</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/05/inflasi-jateng-disebut-turun-di-januari-2024-beberapa-harga-komoditas-pangan-masih-beri-dampak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2024 11:43:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[Nana Sudjana]]></category>
		<category><![CDATA[tpid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=397583</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyebut angka inflasi di Jateng terus turun selama tiga bulan berturut-turut hingga Januari 2024. Pemprov Jateng mencatat pada November 2023, angka inflasi di Jateng berada di angka 3,16%, kemudian Desember 2023  turun di posisi 2,89%, lalu Januari 2024 kembali turun di angka 2,69%. Pj Gubernur Jawa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/05/inflasi-jateng-disebut-turun-di-januari-2024-beberapa-harga-komoditas-pangan-masih-beri-dampak">Inflasi Jateng Disebut Turun di Januari 2024, Beberapa Harga Komoditas Pangan Masih Beri Dampak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong>  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyebut angka inflasi di Jateng terus turun selama tiga bulan berturut-turut hingga Januari 2024.</p>
<p>Pemprov Jateng mencatat pada November 2023, angka inflasi di Jateng berada di angka 3,16%, kemudian Desember 2023  turun di posisi 2,89%, lalu Januari 2024 kembali turun di angka 2,69%.</p>
<p>Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, keberhasilan menurunkan angka inflasi ini cukup menggembirakan, ada kerja sama antara anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jateng, baik yang terdiri dari unsur internal maupun eksternal.</p>
<p>“Ini suatu penurunan yang cukup menggembirakan, baik bagi kami maupun masyarakat di Jateng,” kata Nana Sudjana usai kegiatan Penyerahan Penghargaan TPID di Kantor Gubernur Jateng pada Senin 5 Februari 2024.</p>
<p>Pada 2024 ini, inflasi Jateng ditargetkan di angka 2,5 plus minus 1 persen. Maka, komoditas-komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi mendapatkan perhatian dari pemerintah.</p>
<p>“Masih ada beberapa komoditas, yang masih menjadi perhatian kita. Di antaranya adalah beras. Sebenarnya naiknya tidak terlalu signifikan, tapi rupanya juga menambah (inflasi). Kemudian gula, cabai, kemudian juga telur ayam,” katanya.</p>
<p>Pemprov Jateng mengaku terus melakukan upaya-upaya pengendalian inflasi, agar angkanya tetap rendah. Beberapa upaya yang dilakukan adalah melaksanakan gerakan pasar murah, memberikan fasilitasi distribusi dan subsidi harga pangan. Kemudian menyalurkan beras cadangan bantuan pangan, mengawasi penyaluran bantuan pangan pemerintah oleh Bulog, melaksanakan kegiatan BUMD Peduli Inflasi dan memanfaatkan CSR dari BUMD.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Nana juga memberikan piagam penghargaan kepada sembilan lembaga eksternal yang turut berkontribusi dalam pengendalian inflasi di Jateng.</p>
<p>Sembilan lembaga itu meliputi Polda Jateng, Pengdam IV/ Diponegoro, Kejaksaan Tinggi Jateng, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, BPS Jateng, Bulog Kanwil Jateng, Forum Bank Perekonomian Rakyat BPR – BKK Jateng, Forum BUMD bidang jasa dan produksi Jateng, dan PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda).</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/05/inflasi-jateng-disebut-turun-di-januari-2024-beberapa-harga-komoditas-pangan-masih-beri-dampak">Inflasi Jateng Disebut Turun di Januari 2024, Beberapa Harga Komoditas Pangan Masih Beri Dampak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pj Gubernur Jateng Dampingi Wapres Ma&#8217;ruf Amin Pantau Harga Pokok di Pasar Johar</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/28/pj-gubernur-jateng-dampingi-wapres-maruf-amin-pantau-harga-pokok-di-pasar-johar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Dec 2023 11:08:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[ma'ruf amin]]></category>
		<category><![CDATA[Nana Sudjana]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[pasar johar]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Wapres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=390740</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mendampingi Wakil Presiden RI, Ma&#8217;ruf Amin memantau harga bahan pokok di Pasar Johar Selatan, Kota Semarang, Kamis, 28 Desember 2023. Rombongan Wapres didampingi Pj Gubernur Jateng dan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, tiba di Pasar Johar sekira pukul 10.15 WIB. Pada di pasar tradisional [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/28/pj-gubernur-jateng-dampingi-wapres-maruf-amin-pantau-harga-pokok-di-pasar-johar">Pj Gubernur Jateng Dampingi Wapres Ma&#8217;ruf Amin Pantau Harga Pokok di Pasar Johar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mendampingi Wakil Presiden RI, Ma&#8217;ruf Amin memantau harga bahan pokok di Pasar Johar Selatan, Kota Semarang, Kamis, 28 Desember 2023.</p>
<p>Rombongan Wapres didampingi Pj Gubernur Jateng dan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, tiba di Pasar Johar sekira pukul 10.15 WIB. Pada di pasar tradisional itu, Ma&#8217;ruf Amin meninjau harga bahan pokok seperti cabai, bawang putih, bawang merah, kentang, dan lainnya.</p>
<p>Wapres dan Pj Gubernur Jateng juga sempat berdialog dengan sejumlah pedagang di pasar. Dari dialog tersebut diketahui bahwa sejumlah harga bahan pokok mengalami kenaikan harga.</p>
<p>Meskipun demikian, sejumlah pedagang bercerita bahwa untuk pasokan barang selalu cukup dan terpenuhi.</p>
<figure id="attachment_390748" aria-describedby="caption-attachment-390748" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-390748 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-28-at-13.31.13-1.jpeg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-28-at-13.31.13-1.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-28-at-13.31.13-1-400x267.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-28-at-13.31.13-1-150x100.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-390748" class="wp-caption-text">Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma&#8217;ruf Amin, melakukan pantauan harga sembako dan kebutuhan pokok di Pasar Johar Semarang, bersama Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana dan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kamis (28/12/2023) . Foto: foto hp</figcaption></figure>
<p>Nana Sudjana mengatakan, walaupun harga sembako sempat naik, namun dalam satu bulan terakhir harga-harga beberapa bahan pokok sudah mulai turun. Sejumlah komoditas yang harganya mulai turun misalnya cabai dan gula.</p>
<p>&#8220;Cabai sempat di angka Rp90 ribu, tadi sudah di angka Rp69 ribu. Untuk harga beras sudah Rp13 ribu per kilogram, itu yang medium. Untuk (beras) yang premium masih sekitar Rp 14 ribu,&#8221; beber Nana.</p>
<p>Menurut dia, penurunan harga beberapa komoditas tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari beberapa program yang digulirkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah, seperti operasi pasar, gerakan pasar murah, hingga bantuan sosial.</p>
<p>&#8220;Insyaallah, setelah Nataru selesai, kami yakin harga akan kembali normal. Sampai saat ini kami pun sudah mulai mengikuti panen cabai,” kata dia.</p>
<p>Dijelaskan Nana, sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikkan harga disebabkan oleh pengaruh iklim, kekeringan, dan fenomena el-nino. Dampak kekeringan mengakibatkan  produksi komoditas berkurang.</p>
<p>Meskipun demikian, lanjut dia, persediaan pangan di Jawa Tengah dipastikan masih aman.</p>
<p>Sementara itu, Wapres Ma&#8217;ruf Amin mengatakan, kenaikan harga komoditas yang ditemukan di Pasar Johar Semarang bukan karena kekurangan pasokan, namun karena pengaruh Nataru yang memang sudah menjadi kebiasaan.</p>
<p>&#8220;Saya tanya pedagang, memang kalau Nataru naik sedikit terus turun. Bahkan tadi (harga) cabai turun dari sebelumnya Rp90 ribuan menjadi sekitar Rp68 ribu. Di sini memang semua komoditas sayuran, cabai, dan beras tercukupi. Tidak ada maslah soal pasokan,” kata dia.</p>
<p><strong>Diaz Aza/Hery Priyono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/28/pj-gubernur-jateng-dampingi-wapres-maruf-amin-pantau-harga-pokok-di-pasar-johar">Pj Gubernur Jateng Dampingi Wapres Ma&#8217;ruf Amin Pantau Harga Pokok di Pasar Johar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nana Sudjana Sidak di Pasar Legi Solo, Cek Harga Komoditas Pangan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/14/nana-sudjana-sidak-di-pasar-legi-solo-cek-harga-komoditas-pangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2023 13:06:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[Nana Sudjana]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pasar legi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=388357</guid>

					<description><![CDATA[<p>SURAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau harga komoditas pangan di Pasar Legi, Kota Surakarta, pada Kamis, 14 Desember 2024. Sidak yang dilakukan itu guna memastikan tidak ada lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru. Nana mengatakan, sekitar dua bulan terakhir, ada tiga komoditas yang kenaikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/14/nana-sudjana-sidak-di-pasar-legi-solo-cek-harga-komoditas-pangan">Nana Sudjana Sidak di Pasar Legi Solo, Cek Harga Komoditas Pangan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURAKARTA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau harga komoditas pangan di Pasar Legi, Kota Surakarta, pada Kamis, 14 Desember 2024.</p>
<p>Sidak yang dilakukan itu guna memastikan tidak ada lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru.</p>
<p>Nana mengatakan, sekitar dua bulan terakhir, ada tiga komoditas yang kenaikan harganya mencolok, yaitu beras, gula pasir dan cabai. Maka, pihaknya intens memantau fluktuasi harganya.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, untuk di Surakarta, kami mengecek sudah ada penurunan dari harga-harga sebelumnya,” kata Nana.</p>
<p>Sejumlah harga yang mengalami penurunan adalah beras. Dalam pantauannya, beras untuk jenis medium harganya Rp12.500/kg. Sedangkan premium di Rp 14.600/kg.</p>
<p>Turunnya harga beras, menurut Nana, karena kebijakan pemerintah pusat untuk menggelontorkan beras Bulog di pasar. Pemerintah Provinsi Jateng pun mendistribusikan cadangan beras ke masyarakat.</p>
<p>Untuk komoditas cabai, juga sudah mulai ada penurunan harga dibanding dua pekan lalu. Meski harganya sudah turun, tetapi harganya masih termasuk tinggi.</p>
<p>&#8220;Cabai rawit (setan) di sekitar Rp65 ribu/ kg. Ini sudah ada penurunan. Kemudian untuk cabai keriting Rp45 ribu/kg, dan cabai rawit putih juga menurun sekitar antara Rp25 ribu &#8211; Rp30 ribu/ kg,&#8221; kata Nana.</p>
<p>Untuk mengendalikan harga kebutuhan kebutuhan pokok, Pemprov Jateng terus melakukan upaya agar harganya tidak melambung tinggi.</p>
<p>Sejumlah upaya yang dilakukan meliputi, gerakan pasar murah dan operasi pasar, memantau harga, hingga mengawasi kelancaran distribusi yang melibatkan satgas pangan.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, salah seorang pedagang Pasar Legi, Jeni menuturkan, penurunan harga capai memang terjadi pada beberapa pekan terakhir.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/14/nana-sudjana-sidak-di-pasar-legi-solo-cek-harga-komoditas-pangan">Nana Sudjana Sidak di Pasar Legi Solo, Cek Harga Komoditas Pangan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasca Lebaran, Sejumlah Komoditas di Pekalongan Alami Penurunan Harga</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/05/07/pasca-lebaran-sejumlah-komoditas-di-pekalongan-alami-penurunan-harga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 May 2023 03:31:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=335304</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasaran yang ada di Kota Pekalongan pasca lebaran Idul Fitri 1444 Hijriyah/2023 Masehi kini berangsur menunjukkan penurunan harga. Adapun komoditas kepokmas yang mengalami penurunan harga pasca lebaran ini di antaranya cabai, tomat, daging ayam, dan telur. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/07/pasca-lebaran-sejumlah-komoditas-di-pekalongan-alami-penurunan-harga">Pasca Lebaran, Sejumlah Komoditas di Pekalongan Alami Penurunan Harga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasaran yang ada di Kota Pekalongan pasca lebaran Idul Fitri 1444 Hijriyah/2023 Masehi kini berangsur menunjukkan penurunan harga. Adapun komoditas kepokmas yang mengalami penurunan harga pasca lebaran ini di antaranya cabai, tomat, daging ayam, dan telur.</p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan, Budiyanto melalui Kepala Bidang Perdagangan, Junaenah saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.</p>
<p>Junaenah menyebutkan, untuk komoditas jenis cabai harganya semua turun, seperti harga cabai merah dan cabai rawit yang saat ini di angka Rp25 ribu-Rp30 ribu/kg, dibandingkan harga menjelang lebaran dan Syawalan di angka Rp35 ribu-Rp40 ribu/kg.</p>
<p>&#8220;Harga tomat juga sudah turun sekarang di angka Rp10 ribu sampai 12 ribu per kilogramnya dibandingkan saat menjelang lebaran sampai Syawalan kemarin mencapai Rp 20 ribuan,&#8221; terang Junaenah.</p>
<p>Junaenah menjelaskan, untuk daging ayam di pasaran juga mengalami penurunan harga dari Rp40 ribu/kg saat menjelang lebaran sampai syawalan, pasca lebaran kini turun rat-rata dijual Rp36 ribu-37 ribu/kg. Hal serupa juga terjadi pada komoditi telur yang semula Rp28 ribu/kg saat menjelang lebaran sekarang sudah turun di angka Rp26 ribu/kg.</p>
<p>&#8220;Sementara, untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti bawang merah dan bawang bombay. Dibandingkan kondisi menjelang lebaran kemarin dan saat ini harganya naik, sebelumnya bawang merah Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, pasca lebaran dijual kisaran Rp45 sampai Rp50 ribu. Untuk bawang bombay juga sama sekarang diantara kisaran Rp40 ribu sampai 45 ribu, padahal kondisi sebelum lebaran harganya rata-rata Rp 25 ribu sampai 30 ribu,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Lanjut Junaenah menambahkan, meski beberapa komoditas ada yang naik dan turun harganya, ada juga sejumlah komoditas yang harga saat lebaran dan pasca lebaran ini tetap stabil seperti minyak goreng, kedelai impor, dan beras.</p>
<p>&#8220;Beberapa komoditas yang masih stabil harganya seperti minyak goreng, dimana minyak goreng curah dijual Rp13.500-14 ribu, minyak kemasan minyakkita Rp15 ribu, kedelai impor tetap stabil di harga Rp11 ribu, begitu juga harga beras masih di angka yang sama saat menjelang lebaran maupun pasca lebaran ini. Untuk harga beras premium masih di angka Rp13 ribu, dan beras medium Rp12 ribu,&#8221; paparnya.</p>
<p>Junaenah menilai, sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga pasca lebaran ini disebabkan beberapa faktor di antaranya tingkat permintaan masyarakat kembali normal terhadap kebutuhan pokok dibandingkan menjelang lebaran seiring banyaknya pemudik pulang kampung sehingga menambah permintaan sembako untuk menjamu tamu dan para sanak saudaranya saat lebaran.</p>
<p>&#8220;Setelah lebaran ini karena permintaan sudah normal harga kembali ke semula, dari sisi petani juga sudah mulai panen dan berkegiatan bercocok tanam sehingga pasokan melimpah dan harga bisa turun,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/07/pasca-lebaran-sejumlah-komoditas-di-pekalongan-alami-penurunan-harga">Pasca Lebaran, Sejumlah Komoditas di Pekalongan Alami Penurunan Harga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komoditas Pertanian Unggulan Brebes Alami Penurunan Produksi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/07/29/komoditas-pertanian-unggulan-brebes-alami-penurunan-produksi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2022 14:59:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[opt]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=267893</guid>

					<description><![CDATA[<p>BREBES (SUARABARU.ID) &#8211; Produksi pertanian di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akhir- akhir ini mengalami penurunan drastis. Turunnya produk pertanian disebabkan tanaman terkena OPT (Organisme Penyerang Tanaman) ganda sebagai dampak dari perubahan iklim. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Yulia Hendrawati menjelaskan, perubahan iklim sangat dirasakan dampaknya oleh petani. Ada dua komoditas pertanian unggulan di Brebes [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/29/komoditas-pertanian-unggulan-brebes-alami-penurunan-produksi">Komoditas Pertanian Unggulan Brebes Alami Penurunan Produksi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BREBES (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Produksi pertanian di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akhir- akhir ini mengalami penurunan drastis. Turunnya produk pertanian disebabkan tanaman terkena OPT (Organisme Penyerang Tanaman) ganda sebagai dampak dari perubahan iklim.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Yulia Hendrawati menjelaskan, perubahan iklim sangat dirasakan dampaknya oleh petani. Ada dua komoditas pertanian unggulan di Brebes yang mengalami penurunan produksi, yakni cabai dan bawang merah.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya semua tanaman terkena dampak, tapi di Brebes ini yang menjadi unggulan adalah komoditas jenis cabai dan bawang merah. Kedua tanaman itu produksinya turun karena iklim yang tidak menentu,&#8221; ungkap Yulia Hendrawati, Jumat (29/7/2022).</p>
<p>Yulia mencontohkan, musim hujan, jenis OTP atau hama yang menyerang adalah bakteri dan jamur (fungi). Kemudian di saat kemarau, hama yang menyerang adalah ulat dan sejenisnya.</p>
<p>Pada periode Juni dan Juli seperti sekarang ini, sudah masuk musim kemarau, tapi pada kenyataanya masih turun hujan. Sehingga selain terkena bakteri dan jamur, tanaman juga terserang hama ulat.</p>
<p>&#8220;Dampak perubahan ini sangat dirasakan petani. Karena produktifitasnya menurun drastis. Ini disebabkan oleh adanya OPT (hama) ganda. Kalau iklimnya normal, ketika musim panas maka OPT-nya adalah ulat atau serangga. Kalau musim hujan hama yang ada biasanya bakteri dan jamur. Tapi karena iklim tidak menentu ada panas ada hujan maka yang menyerang adalah dua duanya,&#8221; beber Yulia.</p>
<p>Ketika dua jenis hama ini menyerang, lanjut Yulia, maka yang terjadi adalah membengkaknya biaya yang dikeluarkan petani untuk memberantas hama tersebut. Mereka harus membeli pestisida dalam jumlah besar untuk menangani hama ganda itu.</p>
<p>&#8220;Semakin banyak OPT atau hama maka biaya pengendalian yang dikeluarkan makin tambah. Biasanya cuma satu jenis, kini harus menangani dua,&#8221; Yulia menerangkan.</p>
<p>Dampak lain dari ketidak-pastian iklim ini adalah turunnya produktifitas pertanian. Dia msncontohkan, beberapa waktu lalu, harga bawang dan cabai sangat tinggi karena memang produksinya sangat rendah.</p>
<p>Jika biasanya produksi bawang merah untuk bulan Juni &#8211; Juli tahun tahun sebelumnya bisa mencapai 11 &#8211; 12 ton per hektar, maka pada periode sekarang hanya 7 ton per hektar. Sementara untuk cabai, saat ini hanya bisa mencapai 7 ton tiap hektar, padahal sebelumnya bisa lebih dari 7 ton.</p>
<p>Selain hama, dampak perubahan iklim yang ditakuti petani adalah adanya banjir pada musim kemarau. Pada 16 Juli kemarin, kata Yulia, tanaman bawang di daerah Kecamatan Wanasari tergenang banjir. Sehingga banyak tanaman yang gagal panen.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/29/komoditas-pertanian-unggulan-brebes-alami-penurunan-produksi">Komoditas Pertanian Unggulan Brebes Alami Penurunan Produksi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketum Himpunan Alumni IPB Tegal Raya Soroti Komoditas Pangan Strategis</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/10/09/ketum-himpunan-alumni-ipb-tegal-raya-soroti-komoditas-pangan-strategis</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/10/09/ketum-himpunan-alumni-ipb-tegal-raya-soroti-komoditas-pangan-strategis#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2021 23:54:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[ipb]]></category>
		<category><![CDATA[komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=203344</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (DPC HA-IPB) Tegal Raya, Dr Ir Tafakurrozak MH memandang bahwa komoditas pangan adalah komoditas yang sangat strategis. &#8220;Kalau perut kita kosong tidak makan pasti pikirannya kacau riskan untuk ribut. Komoditas pangan sangat strategis karena bukan hanya di pertanian, peternakan dan perikanan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/09/ketum-himpunan-alumni-ipb-tegal-raya-soroti-komoditas-pangan-strategis">Ketum Himpunan Alumni IPB Tegal Raya Soroti Komoditas Pangan Strategis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (DPC HA-IPB) Tegal Raya, Dr Ir Tafakurrozak MH memandang bahwa komoditas pangan adalah komoditas yang sangat strategis.</p>
<figure id="attachment_203346" aria-describedby="caption-attachment-203346" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-203346" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/Screenshot_2021-10-09-06-45-27-171_com.whatsapp-400x223.jpg" alt="" width="400" height="223" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/Screenshot_2021-10-09-06-45-27-171_com.whatsapp-400x223.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/Screenshot_2021-10-09-06-45-27-171_com.whatsapp-150x83.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/10/Screenshot_2021-10-09-06-45-27-171_com.whatsapp.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-203346" class="wp-caption-text">MUBES &#8211; Ketum DPC HA-IPB Tegal Raya, Tafakurrozak terpilih dalam Mubes. (foto: nino moebi)</figcaption></figure>
<p>&#8220;Kalau perut kita kosong tidak makan pasti pikirannya kacau riskan untuk ribut. Komoditas pangan sangat strategis karena bukan hanya di pertanian, peternakan dan perikanan. Kota dan Kabupaten Tegal punya potensi tersebut,&#8221; kata Tafakurrozak usai terpilih menjadi Ketua Umum pada Mubes (Musyawarah Besar) DPC HA-IPB Tegal Raya yang dilaksanakan di Hotel Riez Palace Kota Tegal, Sabtu (8/10/2021).</p>
<p>Tafakurrozak yang terpilih menjadi Ketum DPC HA-IPB Tegal Raya secara musyawarah mufakat mencontohkan, di bidang perikanan ada di Kota Tegal dan komiditas pangan ada di wilayah Kabupaten Tegal. Potensial di dua wilayah tersebut menurut Tafakurrozak sayang pemanfaatannya belum maksimal.</p>
<p>Seperti komoditas bawang putih yang merupakan unggulan di Desa Tuel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal sudah ada sejak nenek moyang kita, tapi ternyata negara kita masih impor bawang putih sebanyak sekira 600 ribu ton per semesternya membuat petani menjerit,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain bawang putih ada komidas jagung apa bila untung, saya mengkalkulasi bisa untuk biaya satu kali pilpres karena hasil keuntungan dari komiditas jagung sangat besar mencapai triliunan.</p>
<p>Orang awam bisa bilang bahwa proyek infrastruktur yang memiliki untung besar, ternyata tidak. Komoditas pangan yang memiliki keuntungan yang luar biasa besar karena strategis.</p>
<p>&#8220;Apa bila kita kekurangan pangan seperti yang dikhawatirkan akibat pandemi Covid-19 secara terus menerus dan pangan kita semakin anjlog karena datanya tidak akurat maka akan terjadi kelaparan yang akhirnya menjadi biang keributan. Kita sebagai alumni IPB peristiwa tersebut tidak mau terjadi,&#8221; kata Faturrozak.</p>
<p>Faturrozak berharap, Himpunan Alumni-IPB Tegal Raya bisa berkolaborasi dengan wartawan, sama stek holder lainnya untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan petani dan nelayan yang ada di wilayah Tegal Raya.</p>
<p>Program jangka pendek DPC HA-IPB akan melakukan pendampingan syukur bisa mewujudkan aksi langsung dengan bantuan-bantuan dari pemerintah, bisa berkolaborasi dengan Bupati/Wali Kota dengan dinas terkait untuk mewujudkan komoditi pangan seperti pertanian, perikanan dan peternakan.</p>
<p>Menyinggung terkait petani yang kesulitan memperoleh pupuk Tafakurrozak mengatakan, kelangkaan pupuk dasarnya dari RDAK (Rencana Dasar Kebutuhan) yang menyusun adalah para penyuluh. Dan selama ini para petani tidak dapat uangnya langsung tapi dapat pupuknya.</p>
<p>Dijelaskan, RDAK disusun oleh Kementerian Pertanian kemudian dibayarkan oleh kementrian keuangan. Dari dasar itu uangnya lari ke pabrik. Jadi subsidi yang 29 Triliun larinya ke pabrik-pabrik pupuk bukan ke para petani langsung.</p>
<p>&#8220;Saya dari dulu mengusulkan agar pupuk lari ke kelompok-kelompok tani. Karena kalau ke pabrik yang untung ya pabrik bukan petaninya,&#8221; ungkap Tafakurrozak.</p>
<p>Apa bila ada pendampingan yang optimal diharapkan tidak ada terjadi kelangkaan pupuk.<br />
<strong>Nino Moebi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/10/09/ketum-himpunan-alumni-ipb-tegal-raya-soroti-komoditas-pangan-strategis">Ketum Himpunan Alumni IPB Tegal Raya Soroti Komoditas Pangan Strategis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/10/09/ketum-himpunan-alumni-ipb-tegal-raya-soroti-komoditas-pangan-strategis/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>