<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indikasi geografis Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/indikasi-geografis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 05:03:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Indikasi geografis Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemenkum Jateng Dampingi Pendaftaran Indikasi Geografis Batik Gumelem</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/10/kemenkum-jateng-dampingi-pendaftaran-indikasi-geografis-batik-gumelem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 05:03:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Batik Gumelem]]></category>
		<category><![CDATA[Indikasi geografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkum Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaftaran IG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=553231</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANJARNEGARA (SUARABARU.ID) &#8211; Kanwil Kemenkum Jawa Tengah melaksanakan pendampingan pendaftaran Indikasi Geografis (IG) Batik Gumelem yang diselenggarakan di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjarnegara, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Agustinus Yosi Setiawan, bersama Analis Kekayaan Intelektual Ahli Madya Martha Sari Wardoyo dan tim. Dalam kesempatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/10/kemenkum-jateng-dampingi-pendaftaran-indikasi-geografis-batik-gumelem">Kemenkum Jateng Dampingi Pendaftaran Indikasi Geografis Batik Gumelem</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANJARNEGARA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kanwil Kemenkum Jawa Tengah melaksanakan pendampingan pendaftaran Indikasi Geografis (IG) Batik Gumelem yang diselenggarakan di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjarnegara, Kamis (9/4/2026).</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Agustinus Yosi Setiawan, bersama Analis Kekayaan Intelektual Ahli Madya Martha Sari Wardoyo dan tim.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Yosi menjelaskan, Indikasi Geografis memiliki nilai strategis yang tidak hanya terbatas pada pasar lokal, tetapi juga memiliki daya saing di pasar internasional.</p>
<p>“Indikasi Geografis bukan hanya untuk pasar lokal. Dengan label IG, khususnya logo merah yang diakui secara internasional, produk akan memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi di pasar global,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga menjelaskan pentingnya perlindungan Indikasi Geografis sebagai upaya menjaga kualitas, reputasi, serta keaslian produk yang menjadi identitas suatu daerah.</p>
<p>Kepala Bapperida Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo menyampaikan, sebelumnya Kopi Dieng telah berhasil memperoleh sertifikat Indikasi Geografis, dan saat ini terdapat dua potensi daerah yang tengah didorong untuk didaftarkan, yaitu Batik Gumelem dan Keramik Klampok.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa Batik Gumelem memiliki ciri khas motif yang unik dan berbeda dari batik daerah lain, seperti motif candi, dawet, dan salak, yang menjadi identitas lokal dan perlu mendapatkan perlindungan hukum.</p>
<p>“Kami sangat senang pelaku usaha batik hadir dalam kegiatan ini. Harapannya, Batik Gumelem dapat terus digelorakan, misalnya melalui penggunaan rutin di hari tertentu, sehingga semakin dikenal dan mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan juga diisi dengan pemaparan mengenai sejarah dan proses pembuatan Batik Gumelem. Batik ini berasal dari Desa Gumelem, Kecamatan Susukan, yang telah lama dikenal sebagai sentra batik tulis tradisional dengan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.</p>
<p>Motif Batik Gumelem terinspirasi dari alam, kehidupan agraris, serta nilai-nilai budaya lokal. Proses pembuatannya pun masih mempertahankan teknik tradisional, mulai dari persiapan kain (mordanting), pemolaan, pencantingan, pewarnaan, hingga pelorodan.</p>
<p>Upaya ini diharapkan mampu menjadikan Batik Gumelem tidak hanya sebagai identitas budaya, tetapi juga sebagai produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi di tingkat nasional maupun internasional.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/10/kemenkum-jateng-dampingi-pendaftaran-indikasi-geografis-batik-gumelem">Kemenkum Jateng Dampingi Pendaftaran Indikasi Geografis Batik Gumelem</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Lereng Tempur, Kopi Khas Jepara Siap Naik Kelas Melalui Pendaftaran Indikasi Geografis</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/02/dari-lereng-tempur-kopi-khas-jepara-siap-naik-kelas-melalui-pendaftaran-indikasi-geografis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 03:19:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Indikasi geografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Khas Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Tempur]]></category>
		<category><![CDATA[Naik Kelas]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaftaran Indikasi Geografis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=552070</guid>

					<description><![CDATA[<p>JEPARA (SUARABARU.ID) – Upaya mendorong perlindungan hukum terhadap potensi unggulan daerah terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan pendaftaran Indikasi Geografis (IG) Kopi Tempur yang dilaksanakan oleh Kanwil Kemenkum Jawa Tengah di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini menjadi komitmen Kanwil Kemenkum Jawa Tengah dalam mendukung perlindungan hukum terhadap produk unggulan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/02/dari-lereng-tempur-kopi-khas-jepara-siap-naik-kelas-melalui-pendaftaran-indikasi-geografis">Dari Lereng Tempur, Kopi Khas Jepara Siap Naik Kelas Melalui Pendaftaran Indikasi Geografis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEPARA (SUARABARU.ID)</strong> – Upaya mendorong perlindungan hukum terhadap potensi unggulan daerah terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan pendaftaran Indikasi Geografis (IG) Kopi Tempur yang dilaksanakan oleh Kanwil Kemenkum Jawa Tengah di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Rabu (1/4/2026).</p>
<p>Kegiatan ini menjadi komitmen Kanwil Kemenkum Jawa Tengah dalam mendukung perlindungan hukum terhadap produk unggulan daerah, khususnya Kopi Tempur yang dikenal memiliki reputasi, karakteristik, dan kualitas khas yang berasal dari wilayah Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.</p>
<p>Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Jawa Tengah, Tjasdirin yang hadir mewakili Kepala Kanwil Kemenkum Jawa Tengah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara atas dukungan yang diberikan dalam upaya perlindungan kekayaan intelektual komunal tersebut.</p>
<p>Ia menegaskan, keberadaan Indikasi Geografis bukan hanya menjadi bentuk pengakuan hukum atas suatu produk unggulan daerah, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>“Indikasi Geografis bukan hanya soal perlindungan hukum, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi produk, menjaga keberlanjutan produksi, serta mendorong kesejahteraan para petani dan pelaku usaha di daerah,” ungkapnya.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Camat Keling, Lulut Andi Ariyanto juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Kopi Tempur merupakan salah satu potensi unggulan wilayah kami yang perlu dijaga, dikembangkan, dan diperkuat legalitasnya agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Lulut.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut dilakukan sosialisasi pentingnya pendaftaran Indikasi Geografis yang disampaikan oleh Martha Sari Wandoyo selaku Analis Kekayaan Intelektual Madya, Kanwil Kemenkum Jawa Tengah.</p>
<p>Dalam paparannya, Martha menjelaskan bahwa Indikasi Geografis merupakan salah satu bentuk perlindungan kekayaan intelektual yang sangat penting bagi produk berbasis wilayah.</p>
<p>“Produk yang didaftarkan sebagai Indikasi Geografis memiliki nilai tambah karena diakui keunikan, kualitas, dan keterkaitannya dengan daerah asal. Ini penting untuk menjaga identitas produk sekaligus memperkuat posisi tawar di pasar,” jelas Martha.</p>
<p>Sosialisasi berikutnya terkait tata cara pendaftaran Indikasi Geografis disampaikan oleh Kepala Bidang Bappeda Kabupaten Jepara, Elly Widyastuti.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/02/dari-lereng-tempur-kopi-khas-jepara-siap-naik-kelas-melalui-pendaftaran-indikasi-geografis">Dari Lereng Tempur, Kopi Khas Jepara Siap Naik Kelas Melalui Pendaftaran Indikasi Geografis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menggali Potensi Indikasi Geografis di Dataran Dieng</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/28/menggali-potensi-indikasi-geografis-di-dataran-dieng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 08:40:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Dataran Dieng]]></category>
		<category><![CDATA[Indikasi geografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kanwil Kemenkum Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Menggali Potensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=541765</guid>

					<description><![CDATA[<p>WONOSOBO (SUARABARU.ID) – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah terus berupaya menggali dan memetakan potensi produk unggulan yang memiliki karakteristik khas dan nilai ekonomi strategis di suatu daerah. Melalui Tim Bidang Kekayaan Intelektual, Kemenkum Jateng mengidentifikasi potensi Indikasi Geografis (IG) yang berada di kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Rabu (28/1/2026). Tim terjun langsung ke lapangan dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/28/menggali-potensi-indikasi-geografis-di-dataran-dieng">Menggali Potensi Indikasi Geografis di Dataran Dieng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>WONOSOBO (SUARABARU.ID) –</strong> Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah terus berupaya menggali dan memetakan potensi produk unggulan yang memiliki karakteristik khas dan nilai ekonomi strategis di suatu daerah.</p>
<p>Melalui Tim Bidang Kekayaan Intelektual, Kemenkum Jateng mengidentifikasi potensi Indikasi Geografis (IG) yang berada di kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Rabu (28/1/2026).</p>
<p>Tim terjun langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan setempat untuk menghimpun data dan informasi terkait produk khas daerah yang memiliki keterkaitan kuat antara kualitas, reputasi, dan karakteristik produk dengan faktor geografis wilayah asalnya.</p>
<p>Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, tim menemukan potensi Produk Indikasi Geografis (PIG) berupa Ubi Yakon yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat. Ubi Yakon memiliki karakteristik khusus yang dipengaruhi oleh kondisi geografis kawasan Dieng, seperti tanah vulkanik yang subur, iklim dataran tinggi, serta teknik budidaya tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.</p>
<p>Ubi Yakon Wonosobo dikenal memiliki rasa manis alami yang intens namun tetap segar, dengan tekstur renyah dan tidak berserat. Cita rasanya kerap digambarkan sebagai perpaduan antara buah pir, bengkuang, dan apel, sehingga menjadi keunikan tersendiri yang membedakannya dengan produk sejenis dari daerah lain.</p>
<p>Ubi dengan nama latin Smallanthus sonchifolius) ini populer sebagai makanan rendah kalori yang cocok untuk diet, karena disinyalir dapat mengontrol gula darah serta meningkatkan kesehatan pencernaan. Ubi ini juga kaya akan vitamin C dan antioksidan yang baik untuk daya tahan tubuh.</p>
<p>Hasil identifikasi ini menjadi bagian dari upaya pemetaan Kekayaan Intelektual Komunal di daerah, khususnya Produk Indikasi Geografis, yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.</p>
<p>Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah, Heni Susilla Wardoyo menegaskan komitmen Kemenkum Jateng dalam mendorong penguatan perlindungan dan pengelolaan Indikasi Geografis.</p>
<p>&#8220;Ini sebagai aset daerah yang bernilai strategis, sekaligus sebagai sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian potensi lokal,&#8221; jelasnya.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/28/menggali-potensi-indikasi-geografis-di-dataran-dieng">Menggali Potensi Indikasi Geografis di Dataran Dieng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenkum Jateng Dukung Penguatan Implementasi Indikasi Geografis di Daerah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/14/kemenkum-jateng-dukung-penguatan-implementasi-indikasi-geografis-di-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 03:47:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Indikasi geografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkum Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Penguatan Implementasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=501372</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kepala Kanwil Kemenkum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo bersama Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Toni Sugiarto mengikuti diskusi strategi kebijakan yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenkum Maluku secara virtual, Selasa (14/10/2025). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Analisis Strategi Implementasi Permenkumham tentang Indikasi Geografis” yang menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya. Antara lain Saiful [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/14/kemenkum-jateng-dukung-penguatan-implementasi-indikasi-geografis-di-daerah">Kemenkum Jateng Dukung Penguatan Implementasi Indikasi Geografis di Daerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kepala Kanwil Kemenkum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo bersama Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Toni Sugiarto mengikuti diskusi strategi kebijakan yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenkum Maluku secara virtual, Selasa (14/10/2025).</p>
<p>Kegiatan tersebut mengangkat tema “Analisis Strategi Implementasi Permenkumham tentang Indikasi Geografis” yang menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya.</p>
<p>Antara lain Saiful Sahri, Kepala Kanwil Kemenkum Maluku, Prof. Teng Berlianty, Guru Besar Universitas Pattimura, serta Irma Mariana, Ketua Tim Kerja Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).</p>
<p>Pada kesempatan tersebut Kepala Badan Strategi Kebijakan (BSK) Hukum dan HAM, Andry Indradi menegaskan pentingnya memperkuat upaya pendaftaran produk lokal ke dalam sistem Indikasi Geografis (IG). Menurutnya, IG merupakan instrumen penting untuk melindungi dan mengangkat nilai ekonomi produk-produk khas daerah.</p>
<p>“Pekerjaan rumah (PR) kita semua adalah bagaimana mendorong produk lokal yang khas agar bisa didaftarkan sebagai Indikasi Geografis. Berdasarkan catatan WIPO, Indonesia saat ini berada di peringkat kedua setelah Thailand dalam pendaftaran IG. Ini capaian yang baik, tetapi masih bisa kita tingkatkan, karena secara kultur dan geografis Indonesia jauh lebih kaya,” ungkapnya.</p>
<p>Ia menambahkan, melalui pendaftaran IG, Indonesia dapat memperkuat perlindungan terhadap kekayaan budaya dan produk tradisional dari potensi klaim oleh negara lain. “Kita harus lebih aware bahwa dengan kekayaan alam dan budaya yang kita miliki, literasi tentang IG harus terus ditingkatkan,” tambah Andry.</p>
<p>Kepala Kanwil Kemenkum Jateng Heni Susila Wardoyo menegaskan partisipasi Kanwil Kemenkum Jateng dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus mendukung kebijakan nasional di bidang Kekayaan Intelektual.</p>
<p>&#8220;Khususnya dalam memperkuat literasi dan implementasi Indikasi Geografis sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap produk khas daerah di Jawa Tengah,&#8221; katanya.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/14/kemenkum-jateng-dukung-penguatan-implementasi-indikasi-geografis-di-daerah">Kemenkum Jateng Dukung Penguatan Implementasi Indikasi Geografis di Daerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenkumham Jateng Lakukan Promosi dan Diseminasi IG Garam Jetis Purworejo</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/22/kemenkumham-jateng-lakukan-promosi-dan-diseminasi-ig-garam-jetis-purworejo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2024 03:23:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Diseminasi]]></category>
		<category><![CDATA[Garam Jetis]]></category>
		<category><![CDATA[Indikasi geografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkumham Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo Kabupaten Purworejo]]></category>
		<category><![CDATA[Promosi]]></category>
		<category><![CDATA[purworejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=432239</guid>

					<description><![CDATA[<p>PURWOREJO (SUARABARU.ID) &#8211; Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah melaksanakan kegiatan promosi dan diseminasi Indikasi Geografis (IG) Garam Jetis di Pendopo Kabupaten Purworejo pada Rabu (21/8/2024). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Kemenkumham Jateng dalam mempromosikan dan melindungi indikasi geografis produk garam di wilayah Jawa Tengah. Sejalan juga dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 1 Tahun 2023 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/22/kemenkumham-jateng-lakukan-promosi-dan-diseminasi-ig-garam-jetis-purworejo">Kemenkumham Jateng Lakukan Promosi dan Diseminasi IG Garam Jetis Purworejo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PURWOREJO (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah melaksanakan kegiatan promosi dan diseminasi Indikasi Geografis (IG) Garam Jetis di Pendopo Kabupaten Purworejo pada Rabu (21/8/2024).</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Kemenkumham Jateng dalam mempromosikan dan melindungi indikasi geografis produk garam di wilayah Jawa Tengah.</p>
<p>Sejalan juga dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pelaku Usaha Perikanan dan Pergaraman, serta Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 20 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pergaraman Daerah.</p>
<p>Pada kedua regulasi tersebut, dibunyikan bahwa pengembangan garam indikasi geografis dilaksanakan di beberapa daerah salah satunya di Kabupaten Purworejo.</p>
<p>Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Agustinus Yosi Setiawan mengatakan, Provinsi Jawa Tengah merupakan wilayah yang kaya akan keanekaragaman budaya serta kondisi alam yang subur. Hal ini menjadikan Jawa Tengah memiliki sumber daya alam yang melimpah.</p>
<p>“Hingga saat ini baru 14 produk indikasi geografis dari Provinsi Jawa Tengah yang telah didaftarkan dan bersertifikat Indikasi Geografis,&#8221; ungkap Yosi.</p>
<p>Ia menjelaskan, perlindungan indikasi geografis sebagai produk unggulan daerah berbasis Kekayaan Intelektual membutuhkan sinergitas dari berbagai pemangku kepentingan dengan Kemenkumham Jateng.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Tejo Harwanto yang diwakili Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM l, Anggiat Ferdinan menjelaskan pentingnya pendaftaran indikasi geografis oleh masyarakat.</p>
<p>Tujuannya, kata Anggiat, agar indikasi geografis mendapatkan perlindungan dari pemerintah, serta untuk meningkatkan nilai produk. “Peningkatan nilai produk lokal melalui Kekayaan Intelektual indikasi geografis oleh masyarakat bisa ditingkatkan dengan mengimplementasikan branding merek produk,” kata Anggiat.</p>
<p>Kegiatan promosi dan diseminasi indikasi geografis Garam Jetis menghadirkan narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Lilik Harmadi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Sigid Adi Brata dan Kemenkumham Jateng, Tri Junianto.</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri atas Masyarakat Pelindungan Indikasi Geografis (MPIG) Garam Jetis Kabupaten Purworejo, serta para stakeholder terkait indikasi geografis di lingkup Kabupaten Purworejo, diantaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Kelautan, Bappedaitbang, Pariwisata dan lainnya.</p>
<p>Diharapkan, kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya potensi indikasi geografis Garam Jetis dan manfaatnya bagi daerah Purworejo khususnya, dan menarik minat wisatawan untuk memanfatkan terapi kesehatan Garam Jetis di Pantai Jetis Purworejo.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/22/kemenkumham-jateng-lakukan-promosi-dan-diseminasi-ig-garam-jetis-purworejo">Kemenkumham Jateng Lakukan Promosi dan Diseminasi IG Garam Jetis Purworejo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berpotensi sebagai Indikasi Geografis, Kakanwil Tejo Tinjau Budidaya Domba Wonosobo</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/15/berpotensi-sebagai-indikasi-geografis-kakanwil-tejo-tinjau-budidaya-domba-wonosobo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Aug 2024 11:39:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Berpotensi]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[Domba Wonosobo]]></category>
		<category><![CDATA[Dombos]]></category>
		<category><![CDATA[Indikasi geografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kakanwil Kemenkumham Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Meninjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=430929</guid>

					<description><![CDATA[<p>WONOSOBO (SUARABARU.ID) &#8211; Kakanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Tejo Harwanto meninjau pembudidayaan Domba Wonosobo (Dombos) di salah satu peternakan di Kabupaten Wonosobo, Kamis (15/8/2024). Kunjungan Kakanwil bersama Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Anggiat Ferdinan ini untuk melihat keunikan Dombos yang telah didaftarkan sebagai Indikasi Geografis. Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/15/berpotensi-sebagai-indikasi-geografis-kakanwil-tejo-tinjau-budidaya-domba-wonosobo">Berpotensi sebagai Indikasi Geografis, Kakanwil Tejo Tinjau Budidaya Domba Wonosobo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>WONOSOBO (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Kakanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Tejo Harwanto meninjau pembudidayaan Domba Wonosobo (Dombos) di salah satu peternakan di Kabupaten Wonosobo, Kamis (15/8/2024).</p>
<p>Kunjungan Kakanwil bersama Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Anggiat Ferdinan ini untuk melihat keunikan Dombos yang telah didaftarkan sebagai Indikasi Geografis.</p>
<p>Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.</p>
<p>Sepanjang kunjungannya, Tejo banyak berinteraksi dengan peternak. &#8220;Selain bulu, bagian (Dombos) apa lagi yang bisa dikelola, yang bernilai ekonomis? Berapa harga per ekor,&#8221; kata Tejo.</p>
<p>Terkait Dombos sebagai salah satu potensi Indikasi Geografis, Tejo mengimbau agar para peternak mampu menjaga kualitas dan originalitas dari hewan ternak tersebut.</p>
<p>&#8220;Yang paling penting adalah bagaimana menjaga kualitas dan keaslian Dombos sebagai salah satu potensi Indikasi Geografis. Artinya sekalipun Dombos ini sudah banyak dibudidayakan di daerah lain, namun daerah aslinya kan dari sini. Jadi kualitas Dombos di sini harus terus dipelihara,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Keaslian produk dalam Indikasi Geografis, kata Tejo merupakan faktor pembeda dengan daerah lain, yang mampu meningkatkan nilai ekonomi suatu barang.</p>
<p>Tejo berharap, Dombos dapat segera diakui sebagai Indikasi Geografis dari Kabupaten Wonosobo dan dapat dikembangbiakkan secara maksimal agar membawa banyak manfaat bagi masyarakat Kabupaten Wonosobo.</p>
<p>Sebelumnya Kakanwil bersama rombongan melihat kerajinan tangan hasil pengolahan Dombos yang ditampilkan di Taman Kuliner dan Creativie Center Kabupaten Wonosobo.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Kakanwil didampingi oleh Kepala Bidang Pelayanan Hukum Agustinus Yosi Setyawan, Kepala Sub Bidang Pelayanan AHU Widya Pratiwi Asmara, Kepala Rutan Wonosobo, Narya, Kepala Kanim Wonosobo Imam Bahri dan sejumlah pegawai dari Kemenkumham Jateng.</p>
<p>Diketahui, Dombos memiliki beberapa keunikan tersendiri, misalnya Dombos dapat memiliki bobot hingga 100 kg, yang lebih berat daripada domba lain seperti domba ekor gemuk dan domba ekor tipis. Dombos juga memiliki tenaga yang kuat dan dapat digunakan untuk menarik kereta.</p>
<p>Paling penting, Dombos juga merupakan Sumber Daya Genetik Hewan (SDGH) Kabupaten Wonosobo dan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani, baik dari penjualan daging maupun dari limbah yang dapat digunakan sebagai pupuk organik.</p>
<p>Awalnya jenis domba ini dikenal dengan nama Domba Texel, namun semenjak tahun 2006 disebut dengan nama Dombos, seiring dengan diresmikannya nama tersebut oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Domba Wonosobo atau disebut dengan Dombos telah ditetapkan sebagai salah satu rumpun ternak lokal Indonesia, berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 2915/Kpts/OT.140/ 6/2011.</p>
<p><strong>Ning S</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/15/berpotensi-sebagai-indikasi-geografis-kakanwil-tejo-tinjau-budidaya-domba-wonosobo">Berpotensi sebagai Indikasi Geografis, Kakanwil Tejo Tinjau Budidaya Domba Wonosobo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kanwil Kemenkumham Jateng Gelar Promosi dan Diseminasi Indikasi Geografis di Kabupaten Brebes</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/07/24/kanwil-kemenkumham-jateng-gelar-promosi-dan-diseminasi-indikasi-geografis-di-kabupaten-brebes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2024 04:28:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Diseminasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indikasi geografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[Kanwil Kemenkumham Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Mempromosikan]]></category>
		<category><![CDATA[Produk unggulan]]></category>
		<category><![CDATA[Promosi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=426945</guid>

					<description><![CDATA[<p>BREBES (SUARABARU.ID) &#8211; Pencanangan tahun 2024 sebagai tahun Indikasi Geografis merupakan upaya mempromosikan produk-produk unggulan daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya di Indonesia. Di tahun Indikasi Geografis ini, Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah terus gencar melakukan kegiatan promosi dan diseminasi Indikasi Geografis di wilayah Jawa Tengah. Hal ini juga sebagai upaya melindungi produk-produk unggulan di Jawa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/24/kanwil-kemenkumham-jateng-gelar-promosi-dan-diseminasi-indikasi-geografis-di-kabupaten-brebes">Kanwil Kemenkumham Jateng Gelar Promosi dan Diseminasi Indikasi Geografis di Kabupaten Brebes</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BREBES (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Pencanangan tahun 2024 sebagai tahun Indikasi Geografis merupakan upaya mempromosikan produk-produk unggulan daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya di Indonesia.</p>
<p>Di tahun Indikasi Geografis ini, Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah terus gencar melakukan kegiatan promosi dan diseminasi Indikasi Geografis di wilayah Jawa Tengah. Hal ini juga sebagai upaya melindungi produk-produk unggulan di Jawa Tengah dari penyalahgunaan, pemalsuan, serta upaya mempertahankan identitas budaya.</p>
<p>Kanwil Kemenkumham Jateng menggelar Promosi dan Diseminasi Indikasi Geografis bertempat di King Royal Hotel Brebes pada Selasa (22/7/2024).</p>
<p>&#8220;Kami berharap potensi indikasi geografis di Kabupaten Brebes yang nantinya akan didaftarkan menjadi Indikasi Geografis dapat berkontribusi pada peningkatan pemasaran produk-produk dari daerah,&#8221; jelas Kepala Sub Bidang Kekayaan Intelektual, Tri Junianto saat membuka kegiatan mewakili Kakanwil Tejo Harwanto.</p>
<p>Tri berharap dengan adanya label indikasi geografis akan memberikan keyakinan kepada konsumen, bahwa produk tersebut memiliki kualitas dan ciri khas yang spesifik. &#8220;Selain itu, produk-produk tersebut juga dapat menjadi daya tarik pariwisata yang dapat meningkatkan nilai ekonomi di Kabupaten Brebes. Secara nasional wilayah Jawa Tengah,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sebelumnya, Analis Kekayaan Intelektual Ahli Madya Kemenkumham Jateng, Marta Sari menyampaikan, bahwa permohonan indikasi geografis di wilayah Jawa Tengah selalu meningkat dari waktu ke waktu, namun tidak diiringi dengan peningkatan jumlah indikasi geografis yang terdaftar.</p>
<p>“Melalui diseminasi ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang Indikasi Geografis kepada instansi pemerintah, akademisi, dan masyarakat luas,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dalam kegiatan menghadirkan 4 narasumber yaitu Pj Bupati Brebes, Iwannuddin Iskandar, Kasubid KI, Tri Junianto, Direktorat Jenderal KI, Dr Irma, dan Akademisi Universitas Diponegoro Semarang, Prof Kholis.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/24/kanwil-kemenkumham-jateng-gelar-promosi-dan-diseminasi-indikasi-geografis-di-kabupaten-brebes">Kanwil Kemenkumham Jateng Gelar Promosi dan Diseminasi Indikasi Geografis di Kabupaten Brebes</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kopi Jawa Tengah Tampil di Eropa Tengah Swiss</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/07/18/kopi-jawa-tengah-tampil-di-eropa-tengah-swiss</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2024 09:42:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Eropa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Indikasi geografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Swiss]]></category>
		<category><![CDATA[Tampil]]></category>
		<category><![CDATA[tersertifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[WIPO ke 65]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=425981</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Sidang Majelis Umum Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia atau World Intellectual Property Organization (WIPO) ke-65 dimanfaatkan Pemerintah Indonesia untuk mempromosikan dan mengenalkan lima kopi asal Jawa Tengah yang telah tersertifikasi indikasi geografis. Pada 9 &#8211; 17 Juli 2024, tiga kopi dari Jawa Barat tersebut tampil pada ajang WIPO Exhibition bertajuk “Creative, Sustainable ASEAN” [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/18/kopi-jawa-tengah-tampil-di-eropa-tengah-swiss">Kopi Jawa Tengah Tampil di Eropa Tengah Swiss</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Sidang Majelis Umum Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia atau World Intellectual Property Organization (WIPO) ke-65 dimanfaatkan Pemerintah Indonesia untuk mempromosikan dan mengenalkan lima kopi asal Jawa Tengah yang telah tersertifikasi indikasi geografis.</p>
<p>Pada 9 &#8211; 17 Juli 2024, tiga kopi dari Jawa Barat tersebut tampil pada ajang WIPO Exhibition bertajuk “Creative, Sustainable ASEAN” di Appolon Saloon, WIPO Main Lobby, Jenewa, Swiss.</p>
<p>Lima kopi tersebut yaitu Kopi Arabika Java Sindoro-Sumbing, Kopi Robusta Temanggung, Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara, Kopi Robusta Gunung Kelir Semarang, dan Kopi Arabika Merapi Merbabu Magelang. Di mana kelima jenis kopi tersebut, masing-masing memiliki cita rasa dan keunikan tersendiri.</p>
<p><strong>Kopi Arabika Java Sindoro-Sumbing</strong></p>
<p>Kopi ini memiliki rasa yang khas, diantaranya sedikit rasa pahit, atau bahkan tidak terasa pahit sama sekali, dan rasa asam sedang sampai tinggi. Selain itu, Kopi Arabika Java Sindoro-Sumbing memiliki aroma yang kuat, yang memunculkan rasa dengan rasa buah, lemony, floral, caramel, chocolaty, spicy, honeyed.</p>
<p><strong>Kopi Robusta Temanggung</strong></p>
<p>Kopi ini memiliki beberapa citarasa, diantaranya Chocolaty, Caramelly, Vanilla, Nutty, clean, spicy, buttery, winey, excellent, herbal, acidy, Flowery, very sweet.</p>
<p><strong>Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara</strong></p>
<p>Kopi ini memiliki mutu bebas dari cacat citarasa, dan memiliki rasa asam dari tingkat sedang sampai tinggi, serta sedikit rasa pahit atau bahkan tidak pahit sama sekali. Kopi ini juga memiliki aroma yang kuat dengan menampilkan rasa karamel, gula merah, dan fruity.</p>
<p><strong>Kopi Robusta Gunung Kelir Semarang</strong></p>
<p>Keunggulan yang menjadi daya saing utama dari kopi ini yaitu memiliki rasa khas moka.</p>
<p><strong>Kopi Arabika Merapi Merbabu Magelang</strong></p>
<p>Kopi Arabika Merapi Merbabu Magelang berdasarkan hasil uji yang dilakukan Puslitkoka Jember menunjukkan citarasa yang khas dan dominan seperti karamel, madu, rempah, fruity, herbal, kacang, floral, flowery, sweet potato, natural, dan lemony serta sebagian kecil chocolaty dan vanilla.</p>
<p>Menurut Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kurniaman Telaumbanua mengatakan, partisipasi produk indikasi geografis pada Sidang Majelis Umum ini merupakan langkah strategis dalam mempromosikan produk-produk unggulan IG ke pasar dunia.</p>
<p>“Momen tersebut merupakan peluang emas bagi kita untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan indikasi geografis kepada peserta kegiatan yang berasal dari seluruh negara anggota WIPO,” ungkap Kurniaman melalui rilisnya, belum lama ini.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/18/kopi-jawa-tengah-tampil-di-eropa-tengah-swiss">Kopi Jawa Tengah Tampil di Eropa Tengah Swiss</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Garam Jetis Berpotensi IG, Kemenkumham Jateng Lakukan Supervisi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/19/garam-jetis-berpotensi-ig-kemenkumham-jateng-lakukan-supervisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2024 22:38:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berpotensi]]></category>
		<category><![CDATA[Garam Jetis]]></category>
		<category><![CDATA[Indikasi geografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kanwil Kemenkumham Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Supervisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=409761</guid>

					<description><![CDATA[<p>PURWOREJO (SUARABARU.ID) &#8211; Laut Selatan tidak hanya menyimpan kisah misteri, tetapi juga banyak kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan. Salah satu yang menarik perhatian ialah garam laut dari Pantai Jetis, Desa Patutrejo, Kecamatan Grabag. Melihat potensi daerah tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah berupaya mendorong pemanfaatan garam bersertifikasi Indikasi Geografis (IG). Kepala Kantor [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/19/garam-jetis-berpotensi-ig-kemenkumham-jateng-lakukan-supervisi">Garam Jetis Berpotensi IG, Kemenkumham Jateng Lakukan Supervisi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PURWOREJO (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Laut Selatan tidak hanya menyimpan kisah misteri, tetapi juga banyak kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan. Salah satu yang menarik perhatian ialah garam laut dari Pantai Jetis, Desa Patutrejo, Kecamatan Grabag.</p>
<p>Melihat potensi daerah tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah berupaya mendorong pemanfaatan garam bersertifikasi Indikasi Geografis (IG).</p>
<p>Kepala Kantor Wilayah, Tejo Harwanto menyambangi langsung lokasi guna melakukan supervisi bersama Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Garam Jetis, Kamis (18/4/2024).</p>
<p>Ia mengapresiasi usaha masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi hasil alam setempat.</p>
<p>&#8220;Peran Kementerian Hukum dan HAM khususnya di Divisi Pelayanan Hukum dan HAM terus mendorong pendaftaran Indikasi Geografis agar kekayaan alam ini dapat berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat,&#8221; ujar Tejo.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Kakanwil mencoba terapi garam yang menjadi daya tarik utama dari budidaya Garam Jetis. Terapi garam di tempat itu, digadang-gadang bisa membantu melancarkan sirkulasi peredaran darah dan merangsang syaraf sakit yang ada di telapak tangan dan kaki.</p>
<p>Pengelola obyek wisata terapi garam yang juga sekaligus Ketua MPIG, Marsino menjelaskan, terapi garam memanfaatkan uap panas dari proses pengkristalan garam di dalam tunnel (terowongan) yang terbuat dari plastik molsa. Tunnel dengan panjang sekitar 19 meter dengan lebar 3,5 meter dan tinggi 2 meter itu dapat menampung sekitar 15 orang pengunjung.</p>
<p>&#8220;Setiap hari puluhan orang dari sekitar sini bahkan luar provinsi datang untuk terapi. Kalau ramai setiap orang kami batasi 15 menit. Kami tidak mematok tarif, pengunjung hanya diminta untuk memasukkan dana sukarela ke dalam kotak,&#8221; jelas Marsino.</p>
<p>Terapi Garam Pantai Jetis buka setiap hari mulai pukul 08.00 &#8211; 14.00 WIB. Meski begitu, Marsino mengklaim waktu terbaik untuk melakukan terapi garam adalah antara pukul 09.00 &#8211; 12.00 WIB. Pasalnya di waktu itu, suhu dalam ruangan thunnel berada di sekitar 40-47 derajat celcius.</p>
<p>Tentunya tidak hanya untuk terapi, Garam Jetis juga dapat dikonsumsi dan telah mengantongi sertifikat BPOM. Garam tersebut memiliki kualitas lebih unggul ketimbang garam lainnya. Sebab, berdasarkan penelitian Sucofindo Semarang, garam Kugar Pendowo Limo memiliki kadar Natrium Clorida (NACL) cukup tinggi yakni mencapai 97,49 persen.</p>
<p>Hadir dalam kegiatan supervisi, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham Jateng, Kepala Bagian Pelayanan Hukum, Kepala Sub Bagian Kekayaan Intelektual, Anggota DPRD Kab. Purworejo, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Purworejo, dan Kelompok Usaha Garam Rakyat Pendowo Limo.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/19/garam-jetis-berpotensi-ig-kemenkumham-jateng-lakukan-supervisi">Garam Jetis Berpotensi IG, Kemenkumham Jateng Lakukan Supervisi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Upayakan Dombos Jadi Indikasi Geografis, Kemenkumham Jateng Lakukan Pendampingan Pendaftaran</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/24/upayakan-dombos-jadi-indikasi-geografis-kemenkumham-jateng-lakukan-pendampingan-pendaftaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2024 03:58:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Dombos]]></category>
		<category><![CDATA[Indikasi geografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkumham Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[pendaftaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pendampingan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=400909</guid>

					<description><![CDATA[<p>WONOSOBO (SUARABARU.ID) &#8211; Kabupaten Wonosobo kaya akan potensi Indikasi Geografis (IG). Salah satu yang cukup tersohor adalah Domba Wonosobo (Dombos). Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah berupaya mendaftarkan Dombos sebagai IG. Sebagai langkah nyata, Kemenkumham Jateng melakukan pendampingan pendaftaran IG untuk spesies tersebut pada Jum&#8217;at (23/2/2024). Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Anggiat Ferdinan hadir untuk membuka [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/24/upayakan-dombos-jadi-indikasi-geografis-kemenkumham-jateng-lakukan-pendampingan-pendaftaran">Upayakan Dombos Jadi Indikasi Geografis, Kemenkumham Jateng Lakukan Pendampingan Pendaftaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>WONOSOBO (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kabupaten Wonosobo kaya akan potensi Indikasi Geografis (IG). Salah satu yang cukup tersohor adalah Domba Wonosobo (Dombos).</p>
<p>Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah berupaya mendaftarkan Dombos sebagai IG. Sebagai langkah nyata, Kemenkumham Jateng melakukan pendampingan pendaftaran IG untuk spesies tersebut pada Jum&#8217;at (23/2/2024).</p>
<p>Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Anggiat Ferdinan hadir untuk membuka rangkaian kegiatan.</p>
<p>Anggiat menyampaikan, Dombos memiliki banyak keunggulan terutama dari daging dan bulunya yang khas.&#8221; Oleh karena itu diperlukan adanya pencatatan Indikasi Geografis Domba Wonosobo supaya tidak diklaim oleh negara lain,&#8221; ujar Anggiat.</p>
<p>Selain itu, kata Anggiat, ada banyak manfaat lain dari pencatatan IG, misalnya perlindungan bagi produsen produk Dombos.</p>
<p>Keunggulan lainnya, Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Dombos dapat memperoleh pembinaan dan organisasi MPIG Dombos semakin kuat.</p>
<p>&#8220;Tujuannya supaya reputasi kawasan Wonosobo ikut terangkat dan dapat meningkatkan perekonomian peternak dan produsen Domba Wonosobo yang terikat dalam Masyarakat perlindungan Indikasi Geografis Dombos,&#8221; terang Anggiat.</p>
<p>Kadiv Yankumham menjelaskan, tujuan diadakannya kegiatan pendampingan pengajuan IG Dombos adalah untuk meningkatkan pemahaman kelompok masyarakat dan stakeholder terkait perlindungan dan pencatatan IG Dombos.</p>
<p>Kadiv Yankumham juga memberikan Piagam Pendaftaran IG Dombos kepada perwakilan MPIG Dombos, yang disaksikan perwakilan dari Pemerintah Daerah setempat.</p>
<p>Narasumber pada kegiatan ini, Agus Wibowo, selaku Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia. Dia memaparkan mengenai Keterkaitan IG Dombos dengan aspek wisata.</p>
<p>Narasumber selanjutnya, Sri Jumini, Ketua Sentra KI dan Inovasi Teknologi, mempresentasikan terkait Sentra KI. Ditutup paparan narasumber dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan, Heri Prasetya.</p>
<p>Hadir dalam acara tersebut Rektor dan Wakil Rektor III Universitas Sains Al Qur’an (Unsiq) Wonosobo.</p>
<p>Diketahui, Dombos merupakan ternak dwiguna yang dilestarikan dengan sangat baik oleh peternak di Kabupaten Wonosobo, sehingga menyebar secara geografis di wilayah Kabupaten Wonosobo.</p>
<p>Untuk memperjelas identifikasi Domba WoWonosobo dan menghindari praktik persaingan yang tidak sehat, mengingat jumlah peternak yang sangat banyak, maka perlindungan IG menjadi hal yang sangat krusial bagi MPIG Dombos.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/24/upayakan-dombos-jadi-indikasi-geografis-kemenkumham-jateng-lakukan-pendampingan-pendaftaran">Upayakan Dombos Jadi Indikasi Geografis, Kemenkumham Jateng Lakukan Pendampingan Pendaftaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>