<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gunung Merbabu Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/gunung-merbabu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Aug 2024 00:50:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Gunung Merbabu Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menikmati Kesejukan Udara Gunung dan Belajar Banyak Hal di Desa Wisata Samirono</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/10/menikmati-kesejukan-udara-gunung-dan-belajar-banyak-hal-di-desa-wisata-samirono</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Aug 2024 00:49:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata Samirono]]></category>
		<category><![CDATA[gelar desa wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten semarang]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=429886</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEMANDANGAN gunung selalu mengundang rindu. Terlebih bari mereka yang tinggal di kota, terlebih kota pantai. Menikmati kesejukan udara gunung dan keindahan panorama alam adalah obat kangen, setelah berhari-hari berkutat dengan pekerjaan. Untuk menuntaskan rindu pada udara yang sejuk dan pemandangan alam yang memghijau segar, maka bolehlah memilih berkunjung ke suatu tempat di lereng Gunung Merbabu, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/10/menikmati-kesejukan-udara-gunung-dan-belajar-banyak-hal-di-desa-wisata-samirono">Menikmati Kesejukan Udara Gunung dan Belajar Banyak Hal di Desa Wisata Samirono</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEMANDANGAN </strong>gunung selalu mengundang rindu. Terlebih bari mereka yang tinggal di kota, terlebih kota pantai. Menikmati kesejukan udara gunung dan keindahan panorama alam adalah obat kangen, setelah berhari-hari berkutat dengan pekerjaan.</p>
<p>Untuk menuntaskan rindu pada udara yang sejuk dan pemandangan alam yang memghijau segar, maka bolehlah memilih berkunjung ke suatu tempat di lereng Gunung Merbabu, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.</p>
<p>Desa Samirono, ya Desa Wisata Samirono yang berhasil masuk 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia yang diselenggerakan Kementerian Pariwisata dan ekonomi Kreatif.</p>
<p>Datang ke Desa Wisata Samirono, akan disambut kehangatan warganya. Lima dusun yang berada di wilayah desa ini. Pengunjung yang datang bisa langsung melakukan registrasi di kantor Desa Wisata.</p>
<p>Pemandu wisata dengan ramah dan penuh kehangatan menerima tamu, dan menawarkan paket-paket yang tersedia di desa wisata ini.</p>
<p>Sekretaris Desa Samirono Mayoritas wisatawan dari kalangan pelajar hingga mahasiswa sering melakukan <em>live in</em> atau tinggal bersama masyarakat setempat.</p>
<p>Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Desa Samirono Didik Mustofa mengatakan, yang sudah sering datang ke tempat ini kebanyakan pelajar dan mahasiswa. Para mahasiswa atau pelajar ini biasanya mengambil paket <em>live in. </em></p>
<p>Mereka akan diajak menikmati segala potensi keindahan alam dan keragaman serta kegiatan Masyarakat. “Mereka menginap di <em>homestay </em>milik warga,” kata Didik Mustofa.</p>
<figure id="attachment_429902" aria-describedby="caption-attachment-429902" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-429902 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/homestay.jpg" alt="" width="640" height="431" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/homestay.jpg 640w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/homestay-400x269.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/homestay-150x101.jpg 150w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-429902" class="wp-caption-text">Pemilik homestay dengan hangat menyambut kedatangan tamu. Foto: tangkapan layar youtube</figcaption></figure>
<p>Kedatangan para tamu ini bukan hanya sekadar berlibur menikmati keindahan dan kesejukan alam, tetapi juga melakukan edukasi. Kegiatan warga yang bermacam-macam dari adat-istiadat setempat sampai mata pencaharian seperti peternakan dan pertanian juga menjadi atraksi wisata.</p>
<p>Peternakan sapi yang selain menghasilkan susu yang sudah dibudidayakan secara kreatif menjadi  yoghurt atau permen, kotorannya juga dimanfaatkan untuk biogas. “Jadi warga kami tidak perlu membeli gas melon untuk memasak, karena sudah mandiri dalam bidang energi,” kata didik Mustofa.</p>
<p>Keberadaan ternak sapi juga menjadi atraksi wisata di tempat ini. Pengunjung bisa mencoba memerah susu sapi, sebuah sensasi yang tidak gampang didapat. “Kayaknya gampang tinggal diperah, ternyata gampang-gampang sudah. Setelah mencoba beberapa kali, barulah susu keluar dengan lancar,” ujar seorang mahasiswi dari Salatiga.</p>
<p>Seperti umumnya di desa-desa, biasanya ada kegatan adat tertentu seperti sedekah bumi, merti desa, ada kegiatan pada bulan tertentu seperti saparan, suran, nyadran, dan sebagainya. Kearifan lokal semacam ini juga ada di Desa Wisata Samirono.</p>
<figure id="attachment_429904" aria-describedby="caption-attachment-429904" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-429904 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/perah-sapi.jpg" alt="" width="681" height="376" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/perah-sapi.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/perah-sapi-400x221.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/perah-sapi-150x83.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-429904" class="wp-caption-text">Memerah sapi untuk mendapatkan susu adalah atraksi desa wisata Samirono. Foto: Tangkapan layar</figcaption></figure>
<p>Di sini ada upacara tradisi merti desa atau Saparan. “Wisatawan dari mancanegara juga datang ke sini. Mereka tertarik untuk melihat pemanfaatan energi terbarukan berupa biogas dan pupuk organik. Sedangkan untuk wisatawan lokal mereka tertarik ke kearifan lokal dan kebudayaan,” tambahnya.</p>
<p><strong>Mandiri Energi</strong></p>
<p>Desa Samirono tidak hanya memiliki daya tarik alam dan kegiatan warganya yang menjadi atraksi wisata. UMKM (usaha mikro kecil dan menenengah juga menjadi daya dukung perekonomian warga.</p>
<p>Sebagian besar penduduk desa berprofesi sebagai peternak sapi perah. Pengunjung bisa merasakan sensasi memeras susu sapi dan melihat proses pengolahan susu menjadi yoghurt oleh UMKM setempat.</p>
<p>Limbah organik dari sapi diolah menjadi pupuk organik dan biogas, yang digunakan untuk memasak sehingga masyarakat tidak perlu membeli gas. Maka, Desa Wisata Samirono pun membuat <em>tagline </em>sebagai Desa Mandiri Energi, dengan keberadaan instalasi biogas yang memanfaatkan limbah kotoran sapi.</p>
<figure id="attachment_429907" aria-describedby="caption-attachment-429907" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-429907 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/sejuk.jpg" alt="" width="681" height="406" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/sejuk.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/sejuk-400x238.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/sejuk-150x89.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-429907" class="wp-caption-text">Pemandangan hijau alam gunung adalah pelepas kejenuhan dari kegiatan sehari-hari. Foto: Tangkapan layar</figcaption></figure>
<p>Kreativitas warga juga tampak dalam memanfaatkan benda-benda yang sebenarnya merupakan limbah, khususnya plastic. Pengelolaan limbah plastik juga menjadi bagian penting dari desa ini.</p>
<p>Warga membuat kerajinan dari plastik bekas menjadi tas, tikar, dan produk lainnya. “Dengan menyaksikan bagaimana warga memanfaatkan limbah plastik menjadi benda-benda yang bermanfaat, kemudian limbah kotoran sapi menjadi biogas akan memberikan inspirasi bagi wisatawan untuk lebih peduli terhadap lingkungan.</p>
<p>Kegiatan warga lainnya yang juga menjadi atraksi wisata adalah edukasi pertanian. Wisatawan diajak memahami masalah pertanian, mulai dari penanaman hingga panen. Wisatawan bisa bisa belajar tentang pertanian sekaligus praktik tanam hingga panen.</p>
<p>Keberadaan warga yang memproduksi tempa, juga bisa menjadi tempat belajar. Tempe yang eksotik dibungkus menggunakan daun <em>andong. </em>Dari tempe yang sudah jadi, juga bisa diolah menjadi keripik. Dan, kita bisa ikut dalam proses pembuatan keripik, sampai mencicipinya.</p>
<p>Kudapan lain seperti getuk singkong, bisa dinikmati. Kemudian menyaksikan proses pembuatan teh Jawa dan minuman jahe yang disangrai, yang menghasilkan minuman hangat yang pas dinikmati di Samirono. Ada juga atraksi barista yang menyajikan kopi.</p>
<figure id="attachment_429908" aria-describedby="caption-attachment-429908" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-429908 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/LANSKAP.jpg" alt="" width="681" height="429" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/LANSKAP.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/LANSKAP-400x252.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/LANSKAP-150x94.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-429908" class="wp-caption-text">Indahnya pemandangan pemrmukiman di Samirono dilihat dari atas. Foto: Tangkapan layar</figcaption></figure>
<p>Desa Samirono juga menawarkan kreasi seni budaya Jawa yang melengkapi keseruan liburan Anda. Aluman gamelan dan tarian tradisional menjadi suguhan bagi pengunjung.</p>
<p>Untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan pengunjung, pengelola desa wisata menyediakan fasilitas lengkap seperti ruang umum, rambu penunjuk arah, tempat parkir, dan produk cenderamata dari UMKM setempat. Anda juga bisa menikmati fasilitas camping ground yang tersedia di desa ini, untuk pengalaman berkemah yang menyatu dengan alam.</p>
<p>Jadi, kapan Anda berkunjung ke Desa Samirono?</p>
<p><strong>R. Widiyartono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/10/menikmati-kesejukan-udara-gunung-dan-belajar-banyak-hal-di-desa-wisata-samirono">Menikmati Kesejukan Udara Gunung dan Belajar Banyak Hal di Desa Wisata Samirono</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>1662 Pelari dari 10 Negara  Ikuti  Merbabu Sky Race 2024</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/28/1662-pelari-dari-10-negara-ikuti-merbabu-sky-race-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Apr 2024 14:54:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[Merbabu Sky Race 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Sunsetfalls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=411411</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID( SUARABARU.ID)- Sebanyak 1662 pelari dari 10 negara  mengikuti Merbabu Sky Race2024. Ajang lari lintas alam tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu- Minggu (27-28 April 2024). “Lomba  lari lintas alam  ini  terbagi menjadi lima kategori, yakni  5K, 10K, 20K, 40K dan 50K . Untuk star kategori 40 K dan 50 K dilaksanakan Sabtu (27/4) [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/28/1662-pelari-dari-10-negara-ikuti-merbabu-sky-race-2024">1662 Pelari dari 10 Negara  Ikuti  Merbabu Sky Race 2024</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID( SUARABARU.ID)- Sebanyak 1662 pelari dari 10 negara  mengikuti Merbabu Sky Race2024. Ajang lari lintas alam tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu- Minggu (27-28 April 2024).</p>
<p>“Lomba  lari lintas alam  ini  terbagi menjadi lima kategori, yakni  5K, 10K, 20K, 40K dan 50K . Untuk star kategori 40 K dan 50 K dilaksanakan Sabtu (27/4) pukul 05.00 WIB,”kata  Race Director Merbabu Sky  Race 2024, Sri Agus Budi di sela-sela acara tersebut, Minggu((28/4/2024).</p>
<p>Sri Agus mengatakan, sedangkan start untuk kategori 20K dilaksanakan Minggu (28/4) pukul 05.00 WIB, kategori  10 K pukul 07.00 WIB dan kategori 5 K start pukul 07.30 WIB.</p>
<p>Menurunya, kategori 50K merupakan kategori yang terberat, peserta melewati puncak Gunung Merbabu sebanyak empat  kali dengan rute melalui seluruh basecamp. Yakni, basecamp (BC) Cuntel – BC Thekelan – BC Suwanting – BC Selo dan terakhir turun melalui BC Wekas dan  garis finish di Sunsetfalls.</p>
<p>Meskipun rute tersebut merupakan rute yang terberat, namun sepanjang jalan yang dilalui para peserta  sangat unik dan indah. Para elari akan melewati pemukiman warga lokal, perkebunan dengan pemandangan Gunung Andong, Prau, Telomoyo, Sindoro dan Sumbing. Sedangkan, jalur pendakian Gunung Merbabu yang cukup menantang dengan suasana alami pegunungan Merbabu.</p>
<p>Ia menambahkan, pada  Merbabu Sky Race 2024  ini diikuti662 pelari berasal dari 10 negara. Yakni, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Australia,  Prancis, India, Singapura, Inggris, Belgia dan Jepang. Sedangkan,jumlah masing-masing peserta kategori 5K sebanyak 267 peserta, 10K sebanyak 467 peserta, 20K sebanyak 760 peserta. Sedangkan, kategori 40K diikuti 115 peserta dan 50K sebanyak 53 peserta.</p>
<p>General Manager  Sunsetfalls, Rudy Adimulyo berharap, ajang lari lintas alam Merbabu Sky Race 2024, mampu membuat kawasan Merbabu, Kabupaten Magelang lebih dikenal dalam skala nasional dan internasional. Selain itu, juga dapat memberikan efek positif pada perekonomian dan pariwisata di kawasan Gunung Merbabu.</p>
<p>Adapun pemenang pertama kategori  50K pria, Taofik Hidayat dengan catatan waktu 12:35:54. Sedangkan kategori perempuan dimenangkan  Sianti Candra dengan catatan waktu 19:31:20.</p>
<p>Untuk kategori 40K pria peringkat pertama dicapai  Arief Wismoyono dengan perolehan waktu 8:29:11 dan kategori  perempuan diraih  Siti Nuraini dengan perolehan waktu 11:03:31.  Di kategori 20K pria, Sobari Herdiana tampil sebagai juara pertama  dengan catatan waktu 3:44:44 dan di kelompok perempuan, juara pertama diraih Ai Zhi Goh ( 4:31:55)</p>
<p>Kemudian, di kategori 10K pria peringkat pertama dicapai Andre Adinara (1:27:07) dan kategori perempuan Aisyah Nur Rahmah di peringkat pertama  (2:01:19). Sementara di kategori terpendek yaitu 5K pria peringkat pertama dicapai oleh Dimas Aji (0:25:15) dan di kelompok putri Hani Aida berhak naik panggung . dengan perolehan waktu (0:29:46). W. Cahyono</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/28/1662-pelari-dari-10-negara-ikuti-merbabu-sky-race-2024">1662 Pelari dari 10 Negara  Ikuti  Merbabu Sky Race 2024</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dampak Kebakaran Hutan  Merbabu,Warga 4 Dusun di Kecamatan Pakis Kesulitan Air Bersih</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/10/30/dampak-kebakaran-hutan-merbabuwarga-4-dusun-di-kecamatan-pakis-kesulitan-air-bersih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2023 13:42:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Kebakaran Hutan Merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran gunung Merbabu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=378685</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Sebanyak empat dusun di dua desa di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang  terdampak kebakaran hutan Gunung Merbabu. Empat dusun tersebut, yakni Dusun Derepan dan Dusun Grenden, Desa Pogalan, juga di Dusun Kiyudan dan Citran, Desa Ketundan. “ Dampak yang dialami masyarakat di empata dusun tersebut, yakni kesulitan mendapatkan air bersih,  karena jaringan pipa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/30/dampak-kebakaran-hutan-merbabuwarga-4-dusun-di-kecamatan-pakis-kesulitan-air-bersih">Dampak Kebakaran Hutan  Merbabu,Warga 4 Dusun di Kecamatan Pakis Kesulitan Air Bersih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-</strong> Sebanyak empat dusun di dua desa di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang  terdampak kebakaran hutan Gunung Merbabu. Empat dusun tersebut, yakni Dusun Derepan dan Dusun Grenden, Desa Pogalan, juga di Dusun Kiyudan dan Citran, Desa Ketundan.</p>
<p>“ Dampak yang dialami masyarakat di empata dusun tersebut, yakni kesulitan mendapatkan air bersih,  karena jaringan pipa air bersih dari lereng Gunung Merbabu  putus dan terbakar,” kata salah satu warga Dusun Derepan, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Supriyadi, Senin ( 30/10/2023).</p>
<p>Supriyadi mengatakan, putusnya jaringan pipa air bersih di empat dusun tersebut terjadi  pada Minggu ( 29/100 kemarin sekitar pukul 11.00 WIB, setelah hutan Gunung Merbabu terbakar sejak Jumat ( 27/10) lalu.</p>
<p>Menurutnya, jarak dari pemukiman penduduk hingga sumber air yang ada di lereng Gunung Merbabu sekitar 5 kilometer.Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, masyarakat di empat dusun tersebut menunggu droping air dari relawan, karena kebutuhan air sudah menipis.</p>
<p>“Setelah putusnya jaringan pipa air bersih dari sumber air di lereng Merbabu, masyarakat Dusun Derepan sudah mendapatkan bantuan air bersih,”katanya.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga : <a href="https://suarabaru.id/2023/10/30/kebakaran-hutan-gunung-merbabu-berhasil-dipadamkan">Kebakaran Hutan Gunung Merbabu Berhasil Dipadamkan</a></strong></span></p>
<p>Berbeda dengan masyarakat Dusun Derepan yang sudah mendapatkan bantuan air bersih, masyarakat di Dusun Grenden, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang belum mendapatkan bantuan air bersih.</p>
<p>“Hingga hari ini ( Senin, 30/10) belum ada droping air ke Grenden. Dan, masyarakat menggunakan sisa air bersih yang tersedia dan persediaannya menipis,” kata Pardiyo salah satu warga Dusun Grenden.</p>
<p>Ia mengatakan, dampak kebakaran hutan di Gunung Merbabu yang terjadi sejak Jumat ( 17/10) juga berdampak bagi warga Dusun Grenden. Warga, selain kesulitan air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, juga kesulitan untuk menyirami tanaman di ladangnya.</p>
<p>“Karena, air yang bersumber dari lereng Merbabu tidak mengalir, untuk lahan pertanian juga mengalami kesulitan,”kata Pardiyo.</p>
<p>Ia menambahkan, jarak jaringan pipa air bersih dari sumber air di lereng Merbabu hingga Dusun Grenden mencapai sekitar 5 kilometer. Sumber mata air yang berada di lereng Gunung Merbabu tersebut, merupakan satu-satunya sumber air yang digunakan masyarakat setempat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.</p>
<p><strong>W. Cahyono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/30/dampak-kebakaran-hutan-merbabuwarga-4-dusun-di-kecamatan-pakis-kesulitan-air-bersih">Dampak Kebakaran Hutan  Merbabu,Warga 4 Dusun di Kecamatan Pakis Kesulitan Air Bersih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebakaran Hutan Gunung  Merbabu  Berhasil Dipadamkan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/10/30/kebakaran-hutan-gunung-merbabu-berhasil-dipadamkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2023 13:07:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan Gunung Merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran hutan Gunung Merbabu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=378659</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-Api yang membakar hutan Gunung Merbabu sejak Jumat ( 27/10/2023) lalu sudah berhasil dipadamkan. Proses pemadaman api tersebut juga berkat hujan yang turun di sekitar Gunung Merbabu pada Minggu ( 29/10/2023) malam. “Secara kasat mata hingga Senin ( 30/10)  api yang membakar hutan Gunung Merbabu sudah padam. Tetapi, sejumlah petugas gabungan dan relawan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/30/kebakaran-hutan-gunung-merbabu-berhasil-dipadamkan">Kebakaran Hutan Gunung  Merbabu  Berhasil Dipadamkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)-Api yang membakar hutan Gunung Merbabu sejak Jumat ( 27/10/2023) lalu sudah berhasil dipadamkan. Proses pemadaman api tersebut juga berkat hujan yang turun di sekitar Gunung Merbabu pada Minggu ( 29/10/2023) malam.</p>
<p>“Secara kasat mata hingga Senin ( 30/10)  api yang membakar hutan Gunung Merbabu sudah padam. Tetapi, sejumlah petugas gabungan dan relawan masih melakukan pemantauan  di sejumlah lokasi membantu pemadaman kebakaran yang terjadi di Gunung Merbabu,” kata Kepala Resort Wonolelo,Balai Taman Nasional Gunung Suparmin, Senin (30/10/2023).</p>
<p>Suparmin mengatakan, tim gabungan melakukan  upaya pemadaman api yang membakar hutan Gunung Merbabu tersebut  secara manual, yakni dengan cara gepyokan dan membuat ilaran.  Hal itu, tim gabungan mendapatkan kesulitan  dilakukan  bila proses pemadaman dengan menyemprotkan air, karena sumber air dengan titik kebakaran jaraknya cukup jauh.</p>
<p>Menurutnya, petugas gabungan juga tidak mungkin naik ke gunung sambil mengendong air dalam jumlah yang cukup banyak.Karena, untuk naik ke titik api sudah, medannya juga sudah sulit dan jika menggendong air di dalam jeriken atau lainnya menambah berat beban.</p>
<p>Ia menambahkan, akibat dari kebakaran tersebut,  vegetasi yang terbakar berupa padang sabana berupa semak-semak ilalang dan bunga Edelweiss. Sedangkan pohon akasia, pinus dan lainnya di ketinggian 2-800 meter di atas permukaan laut sudah tidak tumbuh,</p>
<p>“Untuk vegetasi yang terbakar berupa sabana ilalang dan bunga Edelweiss. Untuk pohon tegakan tidak ada yang terbakar, karena jaraknya juga jauh dari titik api,”ujarnya.</p>
<p>Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu , Nurpana Sulaksono saat dihubungi mengatakan, hujan yang sempat turun di sekitar puncak Gunung Merbabu pada Minggu ( 29/10) malam , turut membantu proses pemadaman kobaran api di hutan Gunung Merbabu tersebut.</p>
<p>Meskipun secara kasat mata tidak tampak lagi adanya titik api, namun pihaknya dibantu petugas gabungan dan relawan, hingga Senin ( 30/10) siang masih melakukan pemantauan titik-titik api di Gunung Merbabu melalui pos-pos pemantauan.</p>
<p>Ia menambahkan, kebakaran hutan Merbabu tersebut selain terjadi di  hutan yang masuk wilayah Dusun Sokowolu, Desa Tajuk dan Desa Batur Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang dan Desa Jlarem, Ngadirojo, dan Sampetan,Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali juga merambat ke wilayah Kabupaten Magelang.</p>
<p>“Untuk wilayah Kabupaten Magelang, api membakar lahan hutan Merbabu berada di wilayah Desa Banyuroto di Kecamatan Sawangan. Kemudian, dua desa di Kecamatan Pakis, yakni Desa Kenalan dan Pogalan,”katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan,  luasan hutan  wilayah terdampak kebakaran  tersebut  mencapai 848,5 hektare.  Sedangkan, luas hutan Merbabu yang masuk di Kabupaten Magelang  yang terbakar mencapai 167 hektar.W.Cahyono</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/30/kebakaran-hutan-gunung-merbabu-berhasil-dipadamkan">Kebakaran Hutan Gunung  Merbabu  Berhasil Dipadamkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Selamatkan Pendaki Gunung Merbabu yang Kelelahan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/12/09/tim-sar-selamatkan-pendaki-gunung-merbabu-yang-kelelahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2021 07:45:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[tim sar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=216629</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Petugas gabungan pencarian dan pertolongan, mengevakuasi seorang pendaki Gunung Merbabu, bernama Yoni Alwi Hasan (36), akibat kelelahan. Kepala Kantor Pencarian dan Penyelamatan Semarang, Heru Suhartanto, dalam siaran pers di Semarang, Kamis (9/12/2021) mengatakan, pendaki asal Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, mengalami kelelahan di Pos 2 jalur pendakian Suwanting, di Kabupaten Magelang. Menurut dia, Yoni [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/09/tim-sar-selamatkan-pendaki-gunung-merbabu-yang-kelelahan">Tim SAR Selamatkan Pendaki Gunung Merbabu yang Kelelahan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Petugas gabungan pencarian dan pertolongan, mengevakuasi seorang pendaki Gunung Merbabu, bernama Yoni Alwi Hasan (36), akibat kelelahan.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Penyelamatan Semarang, Heru Suhartanto, dalam siaran pers di Semarang, Kamis (9/12/2021) mengatakan, pendaki asal Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, mengalami kelelahan di Pos 2 jalur pendakian Suwanting, di Kabupaten Magelang.</p>
<p>Menurut dia, Yoni naik melalui Pos 2 Suwanting bersama dua rekannya pada Rabu (8/12/2021). &#8221;Saat itu kondisi hujan. Dua rekannya kemudian tetap melanjutkan pendakiannya, sedangkan penyintas ini tetap tinggal di Pos 2 karena kelelahan,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/12/09/ky-masih-buka-pendaftaran-seleksi-cha-dan-ad-hoc-tipikor-ma/">KY Masih Buka Pendaftaran Seleksi CHA dan Ad Hoc Tipikor MA</a></strong></p>
<p>Saat malam tiba, kata dia, penyintas ini mengalami hipotermia. &#8221;Yoni sempat mengalami hipotermia, kemudian menghubungi keluarganya untuk minta pertolongan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Petugas yang memperoleh laporan itu kemudian memberangkatkan satu tim menuju Pos 2 Suwanting, pada Kamis dinihari.</p>
<p>Pos 2 Suwanting memiliki ketinggian sekitar 2.100 meter di atas permukaan laut. &#8221;Setelah sempat mendapat perawatan, pendaki yang kelelahan itu bisa dievakuasi turun,&#8221; lanjutnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/09/tim-sar-selamatkan-pendaki-gunung-merbabu-yang-kelelahan">Tim SAR Selamatkan Pendaki Gunung Merbabu yang Kelelahan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>