<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Darwin Nunez Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/darwin-nunez/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Aug 2024 00:50:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Darwin Nunez Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Membaca &#8220;Belanda Lainnya&#8221; di Liga Primer</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/31/membaca-belanda-lainnya-di-liga-primer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 10:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Alexis Mac Allister]]></category>
		<category><![CDATA[Cody Gakpo]]></category>
		<category><![CDATA[Darwin Nunez]]></category>
		<category><![CDATA[Diogo Jota]]></category>
		<category><![CDATA[Dominik Szoboszlai]]></category>
		<category><![CDATA[Harvey Elliot]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Wataru Endo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=433816</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // bila ukurannya adalah hasil/ mereka siap menorehkan/ bila torehannya adalah gaya/ mereka siap memberikan/ jika yang diberikan adalah trofi/ waktu yang akan menguji// (Sajak &#8220;Para Pengusung Filosofi&#8221;, Agustus 2024) BELANDA yang satu, Eric Ten Hag bakal mengadu kecerdikan dan konsep melawan Belanda lainnya di Liga Primer. Mulai musim ini, ketika [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/31/membaca-belanda-lainnya-di-liga-primer">Membaca &#8220;Belanda Lainnya&#8221; di Liga Primer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-433818 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-bola-bola-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-bola-bola-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-bola-bola-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// bila ukurannya adalah hasil/ mereka siap menorehkan/ bila torehannya adalah gaya/ mereka siap memberikan/ jika yang diberikan adalah trofi/ waktu yang akan menguji//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Para Pengusung Filosofi&#8221;, Agustus 2024)</strong></p>
<p><strong>BELANDA</strong> yang satu, Eric Ten Hag bakal mengadu kecerdikan dan konsep melawan Belanda lainnya di Liga Primer.</p>
<p>Mulai musim ini, ketika dia melanjutkan kiprah untuk Manchester United, menyusul Arend Martijn Slot alias Arne Slot, Belanda lainnya yang menukangi Liverpool sepengundur Juergen Klopp pada musim 2023-2024.</p>
<p>Ten Hag dan Arne Slot telah membukukan dua hasil awal. MU menang 1-0 atas Fulham dan kalah 1-2 dari Brighton &amp; Hove Albion. Sedangkan Liverpool mencetak dua kemenangan 2-0, atas Ipswich Town dan Brentford.</p>
<p><strong>Persepsi Apresiasi</strong><br />
Sebagai sesama arsitek dari negeri yang menjadi salah satu pusat sepak bola Eropa, keduanya tentu memiliki kesamaan persepsi dalam mengapresiasi sepak bola menyerang; namun pastilah secara filosofis Ten Hag dan Slot punya perbedaan, baik dalam kepribadian, teknik pendekatan melatih, dan meracik taktik, yang mewujud dalam gaya bermain.</p>
<p>Ten Hag tidak akan dibandingkan dengan siapa pun, kecuali Sir Alex Ferguson sebagai pusat masa silam representasi kejayaan MU. Pastinya, hanya akan dikomparasikan dengan performa 2022-2024 ketika dia menukangi Setan Merah.</p>
<p>Sedangkan Arnie Slot pastilah akan dibandingkan dengan Juergen Klopp, yang sejak 2017 menciptakan identifikasi dengan gaya bermain <em>gegenpressing</em> ala Liverpool. Karena selama delapan musim Klopp terbilang sukses bersama The Reds, maka harus ada sesuatu yang luar biasa dari Slot untuk bisa menyepadankan diri dengan warisan pelatih asal Jerman yang ekspresif itu.</p>
<p><strong>Sepak Bola Menekan</strong><br />
Lalu apa yang diwariskan oleh Juergen Klopp?</p>
<p>Klopp adalah pengapresiasi <em>gegenpressing</em> yang boleh disebut fanatik. Dengan pemain bertahan ala Virgil van Dijk, Andy Robertson, Joe Gomes, Kostas Tsimikas, Ibrahima Konate, dan Trent Alexander-Arnold, sepak bola Klopp adalah pertunjukan gaya menekan lawan yang konstan.</p>
<p>Dengan penyerang seperti Mohamed Salah, Diogo Jota, Darwin Nunez, Cody Gakpo, Harvey Elliot, dan Luis Diaz, yang ditopang gelandang agresif Wataru Endo, Dominik Szoboszlai, Alexis Mac Allister, juga Conor Bradley, mereka memainkan orkestrasi ofensif yang mengetengahkan <em>pressing</em> tinggi.</p>
<p>Rasanya sulit menemukan tim dengan disiplin pressing tinggi ala Klopp. Mereka menjadi sekumpulan prajurit yang bergerak dengan gaya metal.</p>
<p>Arne Slot mewarisi semangat &#8220;metal&#8221; itu dalam kepribadian yang ceria dan menghibur. Slot disimpulkan oleh media sebagai sosok yang menarik, sopan, dan sangat ramah. <em>Sky Sports</em> melukiskannya sebagai orang yang &#8220;memiliki kehadiran&#8221; dan karisma, sambil bersikap &#8220;lucu&#8221;.</p>
<p>Dengan pendekatan ceria itulah eks pemain Zwolle itu mengantar Feyenoord menjuarai Eredivisie 2023-2024 dan Piala KNVB.</p>
<p>Ciri pelatih kelahiran 17 September 1978 itu adalah sepak bola menyerang berenergi tinggi, dengan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1. Dia memercayakan lapis pertahanan pada dua gelandang bertahan, dan bergantung pada pemain sayap untuk menciptakan peluang.</p>
<p>Apa yang disodorkan oleh Arne Slot pada awal musim ini boleh jadi belum menggambarkan ekspresi filosofis secara terang, walaupun bentuknya sudah mulai mewujud dalam dua laga awal.</p>
<p>Bagaimanapun, transisi filosofi ini butuh waktu untuk dipertontonkan sebagai &#8220;Liverpool&#8221;-nya Slot. Yakni penekanan pada kendali permainan untuk menciptakan situasi-situasi yang menguntungkan bagi para pemainnya.</p>
<p>Dan, orang bakal menoleh untuk mencari padanan lewat pencapaian MU-nya Eric Ten Hag pada periode perpanjangan masa kontraknya.</p>
<p>Kita tunggu, sebagai sesama pemikir dan ideolog sepak bola menyerang ala Belanda, siapa yang akan menorehkan &#8220;rasa&#8221; dalam dinamika rivalitas Liga Primer musim ini?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/31/membaca-belanda-lainnya-di-liga-primer">Membaca &#8220;Belanda Lainnya&#8221; di Liga Primer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dalam Gempita Tambur Perang, Ekspresi Seni, dan Cahaya Pencerah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/24/dalam-gempita-tambur-perang-ekspresi-seni-dan-cahaya-pencerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2024 10:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Darwin Nunez]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Owen]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Robert Lewandowski]]></category>
		<category><![CDATA[Robin van Persie]]></category>
		<category><![CDATA[Son Heung Min]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thiery Henry]]></category>
		<category><![CDATA[Vinicius Junior]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=400784</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sesekali simaklah genderang perang/ akan kau dengar gempita tambur peremas sukma/ sesekali kau dengar pula lantun seni peradaban/ meniupkan gairah pertarungan// (Sajak “Ekspresi Kompetisi”, Februari 2024) SEPAK BOLA mengekspresikan tambur dinamis kegairahan; menyalakan hasrat bersaing; bersikutat membuktikan “kebenaran” pilihan jalan eksistensial; melantunkan musik kehidupan; menghadirkan pesona dari beragam seni ekspresi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/24/dalam-gempita-tambur-perang-ekspresi-seni-dan-cahaya-pencerah">Dalam Gempita Tambur Perang, Ekspresi Seni, dan Cahaya Pencerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-400812 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-3.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-3.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/logo-bola-bola-3-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sesekali simaklah genderang perang/ akan kau dengar gempita tambur peremas sukma/ sesekali kau dengar pula lantun seni peradaban/ meniupkan gairah pertarungan//</em><br />
<strong>(Sajak “Ekspresi Kompetisi”, Februari 2024)</strong></p>
<p><strong>SEPAK BOLA</strong> mengekspresikan tambur dinamis kegairahan; menyalakan hasrat bersaing; bersikutat membuktikan “kebenaran” pilihan jalan eksistensial; melantunkan musik kehidupan; menghadirkan pesona dari beragam seni ekspresi jiwa.</p>
<p>Segalanya seakan lengkap mengeram dalam bulat bola. Ada spirit perlawanan, ada sepoi lembut persaudaraan, ada intimidasi hati, ada intervensi rasa, pun ada luap seni yang membahasakan elok narasi-narasi.</p>
<p>Berjuta, dan berjuta. Dalam lembut kau bisa menemukan kegagahan, dalam gagah kau rasakanlah mengalir aurora kelembutan. Bukankah kau mengenal arogansi ala Jay Barton, Gennaro Gattuso, atau Zlatan Ibrahimovic? Tak kau rasakankah pancaran kekesatriaan ala Bryan Robson atau Paolo Di Canio? Keanggunan performa ala Franz Beckenbauer, Socrates, atau Paolo Maldini? Bisa pula terungkap kegilaan macam Eric Cantona, Paul Gascoigne, Edmundo, atau Luis Suarez. Pun ada kelembutan bintang sekaliber Lionel Messi atau Ricardo Kaka.</p>
<p>Hingga kompetisi liga-liga dunia bergulir untuk menyelesaikan musim, pada tahun ini, ekspresi-ekspresi seni memancar dalam terang cahaya. Genderang pertarungan bertalu-talu meronta di liga-liga dunia; eksplorasi seni tertuang tuntas mengekspresikan rasa; impresivitas mewujud dalam ungkapan totalitas bersepak bola.</p>
<p>Dan, sanggupkah kita menemukan pesan pencerahan di sana?</p>
<p><strong>Seni, dan Seni</strong><br />
Di antara mata air seni yang mengalir, coba tandailah “kegilaan” striker Liverpool Darwin Nunez ketika mencetak gol pembuka dari kemenangan 4-1 atas Brentford di Liga Primer, pekan kemarin. Akankah kita melihatnya semata-mata sebagai “gol” dari proses reguler?</p>
<p>Penyelesaian gol gaya Nunez itu sampai membuat legenda Liverpool, Michael Owen mengulang-ulang menyaksikan. Nunez mencungkil bola melewati kepala kiper Mark Flekken dalam posisi satu lawan satu.</p>
<p>Owen menyebut ada kerumitan dalam cara berpikir Nunez sebagai seorang striker. Dalam kondisi skor masih 0-0, sewajarnya Nunez lebih memilih berpikir sederhana, yakni menempatkan bola ke pojok gawang atau melewati kiper terlebih dahulu. Eksekusi dengan “keisengan” men-<em>chip</em> bola, dalam gambaran Owen, hanya akan dipilih jika tim sudah unggul 2-0 atau 3-0.</p>
<p>Bukankah itu adalah ungkapan naluri seni? “Sungguh itu hal gila,” puji Owen.</p>
<p>Ya, bagaimana bisa terpikirkan menyelesaikan peluang dengan secara seperti itu? Seperti dulu, kita sering menyaksikan Ronaldo Luis Nazario memilih menerobos adangan dua pemain lawan ketimbang menggeser bola ke area yang lebih bebas.</p>
<p>Siapa pula yang tak ingat kenyentrikan Rene Higuita, “kiper gila” Kolombia yang lebih suka mengamankan gawangnya dengan gerakan kalajengking ketimbang penyelamatan yang normal? Juga kiper Jose Luis Chilavert yang memosisikan diri sebagai pengambil <em>free kick</em> utama untuk tim nasional Paraguay?</p>
<p>Semua lantaran dorongan seni. Hal yang tidak biasa menjadi luar biasa. Ekspresi Darwin Nunez justru muncul di tengah ketegangan berburu poin krusial. Sungguh, bukankah sepak bola menawarkan ungkapan-ungkapan kejeniusan dari ketidaklumrahan ide dan pikiran? Terkadang, para seniman bola memilih berpikir, “kalau bisa dibikin unik, mengapa harus disimplifikasi?”</p>
<p>Kita mengenal “pendekar gol” yang selugas Erling Halaand. Dengan cara-cara sederhana dia tampak kejam menghukum penjaga gawang lawan. Bandingkanlah, misalnya dengan “gaya gol puitis” Robin van Persie atau Thiery Henry pada masa jayanya. Gol kedua pemain ini merupakan kombinasi ide, presisi, naluri seni, instink membunuh, ketepatan waktu, dan <em>positioning</em>.</p>
<p>Dan, sekarang, ungkapan kejeniusan itu sering kita dapatkan dari gaya eksekusi Robert Lewandowski, Son Heung-min, Cristiano Ronaldo, Mohamed Salah, Vinicius Junior, atau Phil Foden.</p>
<p>Mereka mencahayai sepak bola sebagai pesona yang mencerahkan. Para peracik taktik mengandalkan seniman-seniman itu untuk mengarungi pertarungan ide, menaklukkan liga-liga, untuk menyisakan satu pasukan terbaik di pengujung musim. Dan, itulah hakikat dari puncak tujuan pengerahan sumberdaya yang dimiliki sebuah klub: dari deret pemain, kebrilianan pelatih, ekosistem klub, hingga infrastruktur yang memagari syarat berkompetisi.</p>
<p>Sejumlah liga arus utama masih menjadi semacam buku yang terbuka, belum terpastikan siapa yang akan menjadi “the last man standing” di pengujung kompetisi. Pernak-pernik peperangan masih mengetengahkan aneka keniscayaan.</p>
<p>Di tengah tambur yang masih bertalu, sudah ada “seniman” yang bakal meninggalkan gelanggang. Juergen Klopp tak akan lagi bersama Liverpool musim depan. Xavi Hernandez juga memilih pergi dari Camp Nou untuk tidak lagi mendampingi Barcelona. Dan, entahlah nanti apa yang akan terjadi dengan Mauricio Pochettino, Mikael Arteta, Eric ten Haag, atau empu-empu lainnya.</p>
<p>Industri sepak bola selalu berparameter profesional dalam aksen kapitalisme. Konsekuensinya, pencapaian seorang pelatih akan dikalkulasi dari produk akhir secara kuantitatif. Klopp dan Xavi boleh jadi berpikir dari standar kesenimanan: hati dan rasa lebih memahkota ketimbang ukuran capaian trofi.</p>
<p>Penikmatan penjiwaan sebagai bagian dari sebuah komunitas dan keluarga, lebih bermakna sebagai ungkapan seni dan cahaya pencerah. Segempita apa pun genderang perang memanggil dan menggoda&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/24/dalam-gempita-tambur-perang-ekspresi-seni-dan-cahaya-pencerah">Dalam Gempita Tambur Perang, Ekspresi Seni, dan Cahaya Pencerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memanaskan Kembali Sepak Bola “Heavy Metal” Juergen Klopp</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/05/memanaskan-kembali-sepak-bola-heavy-metal-juergen-klopp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Aug 2023 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Darwin Nunez]]></category>
		<category><![CDATA[Diogo Jota]]></category>
		<category><![CDATA[jordan henderson]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Norbert Klopp]]></category>
		<category><![CDATA[Luis Diaz]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto Firmimo]]></category>
		<category><![CDATA[Sadio Mane]]></category>
		<category><![CDATA[Trent Alexander-Arnold]]></category>
		<category><![CDATA[Virgil van Dijk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=357199</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // takkan ada yang menyamai/ takkan ada yang menyerupai/ dalam pembeda kutemukan kekuatan/ dari kekuatan terpancar perbedaan// (Sajak “Karakter Liverpool”, 2023) KE manakah Darwin Nunez? Ke mana pula Diogo Jota? Pun, ada di mana sekarang Luis Diaz? Tiga nama itu pernah digadang-gadang sebagai cahaya baru di garis estafeta “trio yang sangat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/05/memanaskan-kembali-sepak-bola-heavy-metal-juergen-klopp">Memanaskan Kembali Sepak Bola “Heavy Metal” Juergen Klopp</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong> <img loading="lazy" class="size-full wp-image-357233 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// takkan ada yang menyamai/ takkan ada yang menyerupai/ dalam pembeda kutemukan kekuatan/ dari kekuatan terpancar perbedaan//</em><br />
<strong>(Sajak “Karakter Liverpool”, 2023)</strong></p>
<p><strong>KE</strong> manakah Darwin Nunez?</p>
<p>Ke mana pula Diogo Jota?</p>
<p>Pun, ada di mana sekarang Luis Diaz?</p>
<p>Tiga nama itu pernah digadang-gadang sebagai cahaya baru di garis estafeta “trio yang sangat membunuh” &#8212; Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmimo.</p>
<p>Performa pemain asal Uruguay, Portugal, dan Kolombia itu juga membersitkan harapan; suatu saat apabila Mo Salah dan Mane meninggalkan Liverpool, takkan ada problem dalam karakter dan ketajaman barisan penyerangnya.</p>
<p>Nyatanya, tiga pemain itu belum juga nyetel dengan irama The Reds. Rupanya, tak mudah menjadi ikon Anfield Road!</p>
<p>Dan, dalam sejarahnya, lintasan perjalanan klub Merseyside itu memang terhubung dengan simbol-simbol karakter.</p>
<p>Sedikitnya dalam lima musim terakhir, secara filosofis Liverpool identik dengan Juergen Norbert Klopp, yang mengusung gaya “heavy metal” <em>gegenpressing</em> sebagai karakter bermain. Terus menekan, berlari, dan menyerang balik cepat.</p>
<p>Dengan gelar Liga Primer, Liga Champions, dan juara dunia antarklub, Klopp masuk dalam jajaran legenda pelatih di Anfield.</p>
<p>Sementara itu, dalam pancaran kekuatan pada era yang sama, Liverpool identik dengan Mohamed Salah, penyerang dan ikon ketajaman tim.</p>
<p>The Pharaoh hadir dengan banyak atribut unik: level bermain tak kalah dari teknik jajaran elite, inspirasi humanisme Islam di Inggris, pertunjukan kecepatan, dan gambaran kesuburan gol.</p>
<p>Pemain asal Mesir itu mematok “era Mo Salah”. Bersama Roberto Firmino, Sadio Mane, Jordan Henderson, Trent Alexander-Arnold, Virgil van Dijk, dan Alisson Becker dia menjadi kunci dalam melintaskan sejarah khusus bagi kembalinya tradisi besar Liverpool setelah 30 tahun.</p>
<p><strong>Heavy Metal</strong><br />
Klopp lebih suka ungkapan populer “heavy metal” untuk <em>gegenpressing</em>, langgam bermain yang telah menjadi basis filosofis sejak mengarsiteki klub Bundesliga, Borussia Dortmund.</p>
<p>Dengan gaya “rocker” yang liar berekspresi, Klopp menjadi antitesis <em>tiki-taka</em> Barcelona yang dia anggap “mendominasi penguasaan bola tetapi tidak mengekspresikan jiwa bebas”. &#8220;Itu bukan olahraga saya. Sepak bola itu pertarungan. Sepak bola saya bukan sepak bola tenang&#8230;”</p>
<p>Dengan doktrin itu, Klopp mendekonstruksi opini tentang Arsenal-nya Arsene Wenger, yang dia sebut suka menguasai bola, mengumpan, seperti orkestra, tetapi “Itu lagu bisu,” katanya. “Saya lebih suka <em>heavy metal</em>. Saya selalu ingin berteriak&#8230;”</p>
<p>Intensitas itu sangat terasa dalam rentang 2017-2021, namun mendadak stagnan dan “mejan” di sebagian pekan musim 2022-2023. Perpacuan dengan Manchester City dan Arsenal di seperempat akhir musim memperlihatkan “sepak bola posesif Pep Guardiola” punya kunci dalam mematahkan “gaya rocker Klopp”.</p>
<p>Ketika The Reds perlahan-lahan memulih, City telanjur menyalip dan tak terbendung. Dan, inilah momentum ketika mesin <em>gegenpressing</em> mesti kembali dipanaskan.</p>
<p><strong>Henderson dan Fabinho</strong><br />
Atas nama penyegaran, Klopp rela melepas dua pilar kuncinya, kapten Jordan Henderson, dan dinamo tim Fabinho ke Liga Arab Saudi. Sebelumnya telah pergi pula Firmino, Sadio Mane, Naby Keita, dan James Milner.</p>
<p>Untuk memanaskan kembali mesin <em>rock</em>-nya, Klopp mendatangkan Alexis Mac Allister, Dominic Szoboszlai, dan Romeo Lavia. Dia meniupkan spirit untuk memberi energi lini tengah bersama Andy Robertson dan Trent Alexander-Arnold yang belakangan digeser dari bek sayap ke gelandang multifungsi.</p>
<p>Klopp menekankan <em>pressing, pressing</em>, dan <em>pressing.</em> Dia suntikkan aura bermain dengan “rasa marah”. Pemain tidak boleh merasa nyaman, harus berlari lebih ke depan, lebih cepat. Maka <em>skill-</em>lah yang akan mengambil alih.</p>
<p>Gambaran perekrutan besar sejauh ini belum terasa dalam proyek Klopp untuk musim 2023-2024. Cukupkah MacAllister dan Szoboszlai mengisi lubang yang ditinggalkan Henderson dan Fabinho?</p>
<p>Cukup pulakah Mohamed Salah mendapatkan dukungan dari Nunez, Jota, Diaz, Cody Gakpo, dan Harvey Elliot yang sudah lama beradaptasi dengan lengking metal Juergen Klopp?</p>
<p>Atau Liverpool masih harus melabuhkan “rocker-rocker” hebat untuk kebutuhan ekspresi Klopp?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/05/memanaskan-kembali-sepak-bola-heavy-metal-juergen-klopp">Memanaskan Kembali Sepak Bola “Heavy Metal” Juergen Klopp</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Sini Bomber, di Sana Monster</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/09/10/di-sini-bomber-di-sana-monster</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2022 10:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Darwin Nunez]]></category>
		<category><![CDATA[Erling Burt Haaland]]></category>
		<category><![CDATA[Gabriel Jesus]]></category>
		<category><![CDATA[Mo Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Robert Lewandowski]]></category>
		<category><![CDATA[Sadio Mane]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=277496</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // bila hanya gol ukurannya/ sepak bola pun milik mutlak para bomber/ bila proses menjadi pertimbangan/ sepak bola adalah milik semua/ tetapi nyatanya bukankah kemenangan itu hitung-hitungan/ : berapa gol kau ciptakan?// (Sajak “Bomber dan Monster”, 2022) KESAN pertama begitu mengerikan. Selanjutnya terserah kiper lawan&#8230; Metafora ini kiranya tepat untuk mengadopsi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/10/di-sini-bomber-di-sana-monster">Di Sini Bomber, di Sana Monster</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-277505 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/09/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// bila hanya gol ukurannya/ sepak bola pun milik mutlak para bomber/ bila proses menjadi pertimbangan/ sepak bola adalah milik semua/ tetapi nyatanya bukankah kemenangan itu hitung-hitungan/ : berapa gol kau ciptakan?//</em><br />
<strong>(Sajak “Bomber dan Monster”, 2022)</strong></p>
<p><strong>KESAN</strong> pertama begitu mengerikan. Selanjutnya terserah kiper lawan&#8230;</p>
<p>Metafora ini kiranya tepat untuk mengadopsi narasi iklan sebuah produk parfum pria pada 1990-an, “Kesan pertama begitu menggoda. Selanjutnya terserah Anda&#8230;”</p>
<p>Gambaran mengerikan tentu dirasakan oleh klub-klub calon lawan Manchester City di Liga Primer, Barcelona di La Liga, dan Bayern Muenchen di Bundesliga.</p>
<p>Sepak terjang Erling-Burt Haaland di awal musim, dengan dua kali menciptakan <em>hatrick</em> ke gawang Crystal Palace dan Nottingham Forest, dan sejauh ini membukukan 10 gol, tentu bukan berita baik bagi kiper-kiper lawan berikutnya. Dua golnya dalam kemenangan 4-0 atas Sevilla di babak grup Liga Champions juga menguatkan konfidensi The Citizens di ajang Eropa.</p>
<p>Di Liga Spanyol, kehadiran bomber maut Robert Lewandowski meneror siapa pun lawan Barca, termasuk tentu menjadi momok bagi Real Madrid dalam proyeksi <em>el clasico</em> nanti. Dua gol Lewy dalam salah satu laga La Liga melawan Real Valladolid dengan teknik “magic” adalah “deklarasi maut” betapa striker asal Polandia itu punya solusi apa pun untuk membuat gol. Show kesuburan Lewy ditandai dengan <em>hattrick</em> ke gawang Viktoria Plzen lewat gol-gol penuh gaya.</p>
<p>Dalam pada itu, di barisan penggempur Die Bayern, kehilangan Lewy langsung tergantikan oleh Sadio Mane, striker asal Senegal yang serbaguna sebagai penyerang murni, winger, atau<em> false nine</em>.</p>
<p>Sama dengan di Liverpool. Hijrah Mane ke Bundesliga tersubstitusi oleh kehadiran Darwin Nunez sebagai monster baru mendampingi Mohamed Salah, Diogo Jota, Roberto Firmino, dan Luis Diaz. Tetapi, dalam sejumlah laga, terasa benar tak mudah menemukan pengganti Sadio Mane. The Reds masih menyisakan lubang, yang terasa dari kekalahan 1-4 dari Napoli dalam babak awal Liga Champions di Stadion San Paolo, pekan lalu.</p>
<p><strong>Mematahkan Perkiraan</strong><br />
Haaland, yang sebelum ini sangat bersinar di Borussia Dortmund, mematahkan perkiraan para analis bahwa dia membutuhkan proses tidak mudah untuk beradaptasi di Liga Primer yang dikenal lebih keras ketimbang liga mana pun.</p>
<p>Nyatanya, striker asal Norwegia putra legenda City, Alfe-Inge Haaland ini tak canggung unjuk kemonsteran. Kerja samanya langsung “tune in” dengan Phil Foden, Jack Grealish, Ryad Mahrez, Ilkay Gundogan, Kevin de Bruyne, dan Bernardo Silva.</p>
<p>Legenda Manchester United, Gary Neville. yang sekarang menjadi pundit, mengilustrasikan Haaland sebagai Jaws. Sosok antagonis yang tinggi besar dan bergigi besi itu menjadi lawan mengerikan James Bond dalam film <em>Moonraker</em>.</p>
<p>Boleh dibilang, Haaland menyempurnakan orkestrasi permainan City dengan model penyelesaian mematikan. Dia bagai eksekutor kejam yang mendapat suplai bola memanjakan dari kolektivitas <em>possession football</em> Pep Guardiola.</p>
<p>Perpacuan dengan Nunez, Mo Salah, Harry Kane di Tottenham Hotspur, Gabriel Jesus di Arsenal, juga Antony yang langsung memberi gol dalam debutnya bersama MU; bakal mewarnai penampilan Haaland yang kini menjadi salah satu magnet Liga Primer.</p>
<p><strong>Versus Benzema</strong><br />
Di La Liga, Lewandowski tak hanya bersaing dengan andalan Madrid, Karim Benzema: siapa mampu menjadi <em>el pichichi</em> (pencetak gol) di akhir musim nanti. Musim lalu, dua bomber yang sama-sama sudah berusia di atas kepala tiga itu memperlihatkan produktivitas hebat. “Lewangolski” juga bertaruh performa dengan jagoan-jagoan gol Barcelona sendiri. Dari Ferran Torres, Memphis Depay, Pedri Gonzales, Ansu Fati, hingga Ousmane Dembele.</p>
<p>Suntikan pengalaman Lewy untuk Barca menjadi amunisi dalam mengarungi musim pembuktian sang arsitek, Xavi Hernandez. Dalam penggalan awal musim, dia sudah menebar ketakutan kepada kiper-kiper lawan.</p>
<p>Haaland yang “mengerikan”, Lewy yang selalu menghantui, Mo Salah yang tetap krusial, Nunez yang menjanjikan, Mane yang menghirup kesegaran baru, ditambah Antony yang disebut-sebut sebagai “New Ronaldo” menciptakan panggung kontestasi monster sepak bola.</p>
<p>Masing-masing telah memberi kesan awal. Selanjutnya, terserah para pengawal dan kiper: bagaimana menanganinya&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/10/di-sini-bomber-di-sana-monster">Di Sini Bomber, di Sana Monster</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>